Anda di halaman 1dari 13

XIII-29

13-6 PENGUKURAN STRAIN

 Elastisitas: kemampuan material kembali ke ukuran dan


ketajaman semula setelah suatu gaya pendeformasian
dipindahkan.
 Sepanjang material mensisakan elastis, perubahan dalam
panjang adalah proporsional dengan gaya yang dikenakan.
Hubungan ini dikenal sebagai Hukum Hooke:
F  l (13-5)
F = Gaya yang dikenakan, N
l = perubahan dalam panjang dikarenakan gaya yang
dikenakan, m

Gambar 13-14 Perubahan dalam Panjang, l, adalah proporsional


terhadap gaya yang dikenakan, F.

Tendensi sebuah bodi kembali ke ketajaman semula adalah terbatas.


 Jika gaya ditambahkan terus pada bodi, akan dicapai batas
elastis—deformasi permanen.
 batas elastis logam dicapai jika perubahan panjang lebih dari
persentase kecil dari panjang awal. Jika titik ini dicapai, gaya
tambahan akan menyebabkan deformasi dan fracture.
 Lempung (material plastik), tidak mempunyai elastisitas dan
tidak akan kembali ke dimensi orisinil tanpa memperhatikan
seberapa kecilnya gaya dikenakan.
Deformasi material tergantung pada panjang, area penampang
melintang, dan komposisinya.
 Jika dua blok homogen material dan diameter yang sama,
dikompresi oleh gaya yang sama, blok yang lebih panjang akan
dikompresi oleh nilai yang secara proporsional lebih besar.
 Jika perubahan panjang dibagi oleh panjang orisinilnya blok,
diperoleh kuantitas yang independen terhadap panjang blok:
XIII-30
l
F 
l
l l = strain (regangan) dan ditulis:
l
 
l
(13-6)
 = strain, tidak berdimensi (sering diekspresikan in/in).

Nilai strain merupakan angka sangat kecil.


 diekspresikan dalam satuan mikrostrain (=  x 10-6 =  ).
Faktor kedua yang mempengaruhi perubahan panjang balok adalah
area dari blok.
 Jika satu blok mendukung beban, blok menjadi terkompresi
sejumlah tertentu.
 Jika blok kedua identik ditambahkan untuk membagi beban,
gaya didistribusikan identik diantara dua blok; perubahan dalam
panjang setengah sebanyak sebelumnya.
 Pengaruh gaya pada strain diturunkan oleh area dari blok:
F l
A

l
A = area, m2
Hubungan proporsional pada persamaan, ditentukan konstanta yang
disebut modulus Young, E.
 Modulus Young hanya tergantung pada sifat-sifat material.
 Modulus Young: ukuran kekakuan material untuk menahan
perubahan panjang ketika dibebani.
 Hukum Hooke dimodifikasi menjadi:
F l
A
E
l
(13-7)
E = modulus Young, N/m2

Kuantitas F/A = stress (tegangan) adalah gaya per satuan luas pada
bidang diberikan dalam satu bodi.
F
 Stress ditulis:  
A
(13-8)
 = tegangan, N/m2

Pers 13-7 menunjukan: stress = modulus Young x strain.


 satuan stress sama seperti tekanan = gaya per luas.
 Hubungan stress-strain:
 E (13-9)
Hubungan diantara stress dan strain tergantung pada material,
termasuk perlakuan pemanasan terhadap material.

Diagram stress-strain untuk logam kabon rendah (Gambar 13-15).


 daerah proporsional hukum Hooke (logam dapat
kembali ke ketajaman orisinil).
XIII-31
 Pada batas elastik, peningkatan strain tidak lagi proporsional
terhadap peningkatan stress.
 yield point: penambahan penambahan strain terjadi tanpa
berkorespondensi peningkatan stress.
 Setelah yield point terjadi deformasi permanen, disebut
jangkauan plastik.
 Kelanjutan stressing dari material ultimate, atau tensile,
strength material.

Gambar 13-15 Diagram tegangan dan regangan untuk logam kabon


rendah.

Gaya yang diproduksi strain tegak terhadap bidang material dan


mengukur deformasi per unit panjang; disebut normal, atau
aksial strain, Gambar 13-16.

Gambar 13-16
Regangan normal dan
aksial. Panjang, lebar dan
tingginya berubah.
Aspek lain karena kompresi: blok membesar.
XIII-32
 Pembagian masing2 perubahan dalam dimensi oleh dimensi
unstressed memberikan angka murni yang berkaitan terhadap
strain dan sebuah konstanta (rasio Poison atau v).
 Rasio poison adalah karakteristik material tidak berdimensi.
 Hubungan diantara kuantitas yang diberikan:
w h l
w

h
 v
l
(13-10)
v = konstanta proporsionalitas; rasio Poison

Tipe kedua dari strain disebabkan oleh gaya bending yang disebut
strain bending (bending strain), Gambar 13-17.

Gambar 13-17 Regangan bending pada batang cantilever


 Jika gaya dikenakan, bagian atas batang mendapat strain dari
tensile, dan bagian bawah batang mendapat strain dari
kompresi.
 Strain gage digunakan untuk mengukur strain dari bending
dapat digunakan untuk menentukan gaya2 vertikal.

Tipe ketiga dari strain menyebabkan distorsi sudut pada material.


 Gaya2 ini paralel terhadap bidang (Gambar 13-18), dan
menyebabkab shear strain (regangan geser,  ).
 Shear strain: perubahan sudut (radian) jika blok diputar.

Gambar 13-18 Regangan geser


Asumsikan bidang diubah-ubah pada beberapa sudut melalui blok,
Gambar 13-19.
XIII-33

Gambar 13-19 Gaya pada bidang berubah-ubah dapat dibagi


kedalam komponen normal dan tangensial.
 komponen normal menghasilkan stress normal,
 komponen tangensial menghasilkan tegangan
geser dalam bidang
 Gaya yang dikenakan pada blok dapat dibagi dua komponen,
satu komponen normal dan lainnya paralel terhadap bidang.
 Seperti strain, shear stress, , dikembangkan sepanjang bidang
berubah-ubah, dimana stress normal, , dikembangkan tegak
terhadap bidang.

Tipe ke empat strain berkaitan dengan gaya puntiran dan disebut


torsional strain, Gambar 13-20.
 Strain sangat penting dalam perancangan mesin-mesin
perputaran.

Gambar 13-20 Regangan torsional


XIII-34
STRAIN GAGE
Strain gage: konduktor metalik tipis yang dipasang mantap pada
obyek solid untuk mendeteksi strain dalam obyek.
 Ketika gaya menyebabkan obyek uji terdeformasi, strain gage
juga terdeformasi, menyebabkan strain gage berubah.
 Strain adalah kualitas dapat diukur langsung, tetapi stress dari
measurand biasanya cenderung tidak.
 Pengukuran stress memerlukan pengetahuan konstanta
material seperti modulus Young dan rasio Poison.

Suatu batang konduktif metalik yang mempunyai resistensi R. Maka


resistensi kawat (atau batang metalik) ditentukan dari persamaan
l
R
A
(13-11)
R = resistensi, 
 = resitivitas, -m
l = panjang batang, m
A = area penampang melintang batang, m2

resitivitas,  , adalah konstan untuk material pada temperatur given,


 jika batang mengalami gaya kompresi, panjang batang
menurun dan area batang meningkat, menyebabkan resistensi
batang menurun.
 Resistensi baru dari batang:
  l  l 
R  R 
A  A
(13-12)

Volume tidak berubah untuk konduktor metalik yang dikompresi.


maka perubahan resistensi:
l
R  GF R
l
(13-13)
GF = konstanta yang disebut gage faktor, tanpa dimensi.

 Untuk material2 yang menunjukan perubahan dalam resistensi


terbatas (seperti besi) dikarenakan perubahan dimensi, faktor
gage mendekati 2,0.
 Faktor gage dapat berubah karena perubahan temperatur,
komposisi material kertas, dan beberapa ketidakmurnian dalam
material kertas.
 Gage spesial dibuat dari kristal2 semikonduktor, faktor gage
dapat lebih besar dari pada gage foil standar (20 sampai 200).
 Faktor gage adalah ukuran sensitivitas dari strain gage, maka
faktor gage lebih besar berarti perubahan resistensi lebih besar
untuk strain yang diberikan, ini keuntungan karena perubahan
resistensi lebih mudah untuk mengukur secara akurat.
XIII-35
 Ketika gage semikonduktor, dengan faktor gage besar, dimana
pertama diintroduksikan, output tinggi dipertimbangkan sebagai
satu keuntungan penting; tetapi gage2 ini sensitif terhadap
variasi temperatur dan cenderung menjadi nonlinier.
 Dengan amplifier kualitas tinggi, gage metalik konvensional
lebih luas digunakan karena sifat akurasinya.

Strain gage metalik dibuat dari kertas semikonduktor sangat tipis


dengan konduktor dilipat maju-mundur untuk mengijinkan lintasan
yang panjang dari elemen konduktif agar menjaga jarak panjang
gage yang pendek.
 Tata nama strain gage dari ‘strain gage khusus’, Gambar 13-21.

Gambar 13-21 Tata nama gage dan tampilan gage strain foil khusus.

 Jarak panjang gage dari 0,2 mm sampai diatas 10 cm.


 Pola maju-mundur dirancang agar sensitif terhadap strain
hanya dalam arah paralel pada kawat.
 Beberapa gage menunjukan sensitivitas pada garis melintang,
tetapi umumnya lebih kecil dari persentase kecil dari sensitivitas
longitudinal.
 Secara khas kertas2 terbuat dari logam spesial seperti
constantan, kombinasi 60 % tembaga dan 40 % nikel.
 Resistensi kertas standar adalah 120  dan 350 ; beberapa
gage tersedia dengan resistensi diatas 5000 .

Dua tipe dasar strain gage, bounded dan unbounded,


XIII-36
Strain gage bounded lebih luas digunakan untuk pengukuran strain.
 strain gage bounded dibuat dengan bahan perekat pembawa
pada sandaran penginsulasian elektrikal yang melayani sebagai
isolasi elektrikal dan berfungasi mentrasmisiskan strain dalam
spesimen pada gage.
 Gage diikatkan pada spesimen dengan bahan perekat khusus.
 Bahan perekat adalah bagian kritikal dari transduser karena
harus memtransmisikan strain pada gage tanpa bergerak
(creep) dan harus menjaga garis bebas hampa seluruh waktu
pengoperasian dan jangkauan temperatur gage.
 Adhesive spesial telah dikembangkan oleh pabrik untuk
instalasi strain gage.
Terdapat beberapa konfigurasi untuk strain gage unbounded, tetapi
umumnya berisi kawat potensioned dalam beberapa tipe
peralatan tetap.
 Satu tipe penggunakan empat kawat resistensi direntangkan
dalam rangka besi “armature” dapat bergerak.
 Kawat2 dihubungkan sedemikian sehingga ketika armature
berpindah dua kawat ditempatkan dalam tensi dan dua
diletakan dalam kompresi.
 Perubahan resistensi dapat diukur pada jembatan Wheatstone.
 Strain gage unbounded dapat dipergunakan mengukur
perpindahan secara langsung tetapi mempunyai sejumlah
kerugian untuk pengukuran strain, termasuk bobot fragilitas,
sensitivitas terhadap vibrasi dan kesulitan pemasangan.

PENGUKURAN MENGGUNAKAN STRAIN GAGE


Dalam batang tunggal material konduktif, perubahan dalam resistensi
dalam daerah elastik adalah satu kuantitas yang ekstrim kecil dan
membutuhkan instrumentasi sensitif.
 Untuk mengukur perubahan resistensi kecil, rangkaian
jembatan Wheatstone dipakai secara normal. Rangkaian ini
disuplai oleh sumber dc stabil, normalnya diset 15 V atau lebih
kecil untuk penghindari pemanasan diri oleh gage.
 Jembatan Wheatstone mampu mendeteksi perubahan
resistensi dengan pemakaian strain gage sebagai elemen
dalam satu atau lebih lengan dari jembatan.
 Konfigurasi yang lebih disukai untuk pengukuran strain gage
adalah dengan strain gage aktif dalam semua empat lengan
jembatan.

Pengukuran strain gage dipengaruhi oleh temperatur.


XIII-37
 Terdapat dua penguaruh temperatur penting—perubahan
resistensi gage yang seharusnya pada pemanasan ekspansi
dan kontraksi spesimen.
 Pengaruh temperatur yang mengubah resistensi dari gage
menghasilkan menghasilkan strain kosong (apparent strain);
gage sendiri tidak dapat dibedakan diantara pegaruh
temperatur induksi secara mekanikal dan thermal.
 Kompensasi temperatur sering dilakukan dalam rangkaian
jembatan untuk menyederhanakan analisis data.
Jembatan Wheatstone dengan strain gage dalam satu lengan disebut
konfigurasi Jembatan-seperempat; jembatan seperempat
diilustrasikan dalam Gambar 13-22.
 Jembatan mencakup gage dummy yang tidak mengalami strain;
ini mencakup untuk kompensasi temperatur.
 Untuk menentukan strain, voltase output tidak dengan strain
diamati; jembatan dapat diseimbangkan (zeroed) pada titik ini
dengan penyetelan satu resistor jembatan.
 Selanjutnya gage menjadi subyek pada strain, dan voltase
output diobservasi lagi.
 Strain ditemukan dengan persamaan
4 Vr
 (13-14)
GF 1  2 Vr 
Vr = perbedaan rasio voltase output terhadap input diantara kondisi
berregangan dan tidak berregangan
V  V 
Vr   out    out  ( 13-15)
 Vin  terregangkan  Vin  tak terregangkan
Vout = voltase keluaran dari jembatan tak berbeban, V
Vin = voltase eksitasi, V

Gambar 13-22 Susunan jembatan-seperempat.


Jembatan berisi satu strain gage aktif.
Persamaan 13-14 diambil dalam perhitungan non-linieritas dari
jembatan.
XIII-38
 Error sangat kecil pada level rendah, normalnya dihitung dalam
kerja analisis eksperimental.
 Jika jembatan dimulai diseimbangkan (Vout unstrained = 0 V) dan
mengabaikan nonlinieritas sangat minor dari jembatan dekat
seimbang, persamaan 13-14 direduksi menjadi
4 Vout
 (13-16)
GF Vin

CONTOH Strain gage dengan resistensi nominal 350 , dan GF 2,00


13-4 dihubungkan dalam rangkaian jembatan-seperempat
ditunjukan dalam Gambar 13-22. Tegangan eksitasi untuk
jembatan diset 15 V. Resistor2 jembatan lain, termasuk
gage dummy adalah 350 . Asumsikan jembatan mula2
seimbang dengan tanpa strain dan mempunyai output 45
V dibawah strain.
a) Hitung strain yang diterapkan tepat ?.
b) Hitung strain yang diterapkan dengan mengasumsikan
jembatan adalah linier ?.
SOLUSI a) Dari persamaan 13-15, dapat ditemukan rasio voltase
output terhadap voltase eksitasi untuk kondisi strained
dan unstrained:
V  V 
Vr   out    out 
 Vin  terregangkan  Vin  tak terregangkan

 45 V   0 V 
Vr      
 15 V   15 V 
= 3 x 10-6 Volt
4 Vr 4  3  10  6
  = 5,99996 
GF 1  2 Vr  2,0 1  2  3  10  6 

Dengan menerima gambaran lebih signifikan dalam


jawaban, sehingga perlu menunjukan pengaruh asumsi
bahwa jembatan linier ketika perubahan output kecil.
b) Menggunakan pendekatan linier (pers 13-16), diperoleh:
4 Vout 4  45 V
 
2,0  15 V
= 6,000000 
GF Vin

Putusan hasil asumsi linieritas untuk perubahan kecil


dalam jembatan. Error mendekati 0,1 % setiap 1000 

Ketika dua gage aktif digunakan, konfigurasi disebut jembatan-


setengah.
 Konfigurasi jembatan setengah menghasilkan peningkatan
sensitivitas diatas susunan Jembatan seperempat,
XIII-39
 terbaik diterapkan dalam pengukuran batang bending,
 Gage2 dihubungkan dalam lengan berdekatan (berbatasan) dari
jembatan Wheatstone, Gambar 13-23.

Gambar 13-23 Penyusunan jembatan setengah.


 Untuk pengukuran bending dua gage dipasang sehingga yang
satu tensi dan lainnya kompresi,
 Susunan ini menyebabkan pengaruh temperatur, yang
mengubah resistensi kedua gage dalam cara yang sama,
menjadi tertunda karena gage2 tersebut ada dalam lengan yang
berdekatan dari jembatan.

Untuk pengukuran strain aksial, hubungan gage strain aktif adalah


pada diagonal yang berlawanan, menyebabkan pengaruh
bending menjadi tertunda dan strain aksial menjadi tambahan.
 Dalam susunan ini, pengaruh temperatur yang mengubah
resistensi adalah tambahan, sejak gage dipasang dalam
diagonal berlawanan.
 Prosedur umum adalah mencakup penggunaan gage
pengkompensasian (dummy) untuk peniadaan pengaruh
temperetur dalam lengan sisanya dari jembatan Wheatstone.
 Gage pengkompensasian dapat dipasang pada blok unstrained
kecil dari sama material sebagai spesimen atau dipasang
dalam cara yang tidak mengalami strain.
Keuntungan utama jembatan setengah atas jembatan seperempat
adalah meningkatnya sensitivitas oleh faktor 2,0.
 Jika mengabaikan error nonlinieritas error untuk jembatan,
strain untuk susunan jembatan setengah dapat ditemukan dari
persamaan:
2 Vout
 (13-17)
GF Vin

Konfigurasi jembatan-penuh menggunakan gage aktif di dalam


semua empat lengan.
XIII-40
 Dua gage strain didalam diagonal yang berlawanan berada
dalam tensi dan dua yang lainnya berada dalam kompresi.
 Kompensasi temperatur masih dapat berinduksi, dengan
penempatan elemen pengkompensasian didalam kawat (line)
eksitasi dan pada junction output, Gambar 13-24.

Gambar 13-24 Penyusunan jembatan penuh dengan kompensasi


temperatur

 Dengan mengabaikan error nonlinieritas minor, strain untuk


susunan jembatan penuh dengan empat gage strain identik
dapat ditemukan dari persamaan:
Vout
 (13-18)
GF Vin
Sel2 beban umumnya dibangun dengan gage strain 350  dipasang
didalam susunan jembatan penuh.
 resistensi yang diukur dari lead eksitasi terhadap lead output
juga akan mengukur nominal 350  didalam kondisi unstrained.
 Ketika gage strain dipasang didalam sel beban dalam
konfigurasi jembatan penuh, output skala penuh adalah secara
normal ditunjuk menjadi 1, 2, atau 3 mV dari sinyal per volt
eksitasi.

CONTOH Sebuah sel beban 2 mV/V dieksitasi dengan sumber 10 V


13-5 dan dimonitor dengan voltmeter digital. Sel beban
digunakan dalam rancangan skala untuk output skala
penuh dengan beban 100 lb. Jika resolusi yang
disyaratkan pengukuran adalah 0,1 lb, berapa resolusi
dibutuhkan untuk voltmeter, ekspresikan dalam volt ?.
XIII-41
SOLUSI Resolusi kebutuhan pengukuran, dalam persentase:
0,1 lb
Resolusi = 100 lb
 100 %  0,1 %

Output skala penuh dari jembatan:


2 mV
FSD = V
 10 V  20 mV

Resolusi voltmeter, dalam voltase:


Resolusi Voltmeter = 0,1 % x 20 mV = 20 V
Hasil ini maka pengukuran memerlukan meter sensitif dan
ketidakhadiran noise.

Pabrik peralatan strain telah mengembangkan instrumentasi yang


dibentuk dari fungsi2 dasar yang dibutuhkan untuk pembuatan
satu pengukuran strain, Gambar 13-25.

Gambar 13-25 Indikator strain otomatis.


Dapat membentuk fungsi2 yang dibutuhkan

 Fungsi2 dasar mencakup kontrol operasional yang


membolehkan user men-set faktor gage secara langsung
kedalam resistensi lengan, skala sinyal output, zero jembatan
dan pembentukan kalibrasi.
 Instrumen mensuplai voltase eksitasi, lengkap konfigurasi
jembatan seperempat, dan setengah, dan memberikan untuk
readout (tampilan untuk user).
 Fungsi2 lain mungkin dipakai dengan instrumen sophisticated,
misal: akuisisi saluran multipel , pemfilteran aktif, play back
tape, dan analisis penghitung data.