Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 .latar belakang


Lichen merupakan tumbuhan tingkat rendah hasil simbiosis mutualisme antara alga dan
jamur. Tumbuhan ini umum ditemukan pada batang kayu. Sebagai tanamansuku rendah, Lichen
tidak memiliki kesempurnaan seperti tumbuhan dari suku tinggi yang memiliki akar, batang,
daun, bunga, dan buah. Lichen terdiri dari tiga kelompok berdasarkan morfologi yaitu Lichen
yang berbentuk seperti lembaran (folliose), berbentukseperti rambut (fruticose), dan berbentuk
seperti ubin yang menempel (crustose)
.Tumbuhan ini tahan terhadap kondisi kekurangan air dalam jangka waktu yang lama.
Lichen biasanya ditemukan di sekitar lingkungan yang ekstrim dimana organisme lain tidak
dapat tumbuh. Hal ini dikarenakan oleh hubungan mutualisme antara algae dengan
jamur.Sebagian besar tempat hidup lichen adalah tempat hidup yang kering. Lichen tumbuh
dengan sangat lambat. Ukuran pertumbuhan Lichen, berkisar antara 1-3 mm per tahun Lichen
merupakan salah satu anggota dari tumbuhan tingkat rendah dimana tumbuhan ini belum
mendapatkan perhatian yang maksimal seperti anggota yang lainnya.
Dari segi morfologi dan fisiologi merupakan suatu kesatuan. Banyak jenis Ascomycotina
dan beberapa jenis Basidiomycotina hidup bersimbiosis dengan algae hijau atau algae biru yang
umumnya bersel satu yang membentuk lichen(Hasairin, 2009).Manojlovic (2010) menyatakan
bahwa pemanfaatan lichen dalam bidang kesehatan khususnya bahan obat berhubungan dengan
substansi yang terkandung di dalamnya. Substansi tersebut dimanfaatkan untuk antibiotik,
antijamur, antivirus, antiinflamasi, analgesik, antipiretik, antiproliferatif dan efek
sitotoksik.Lichen merupakan tumbuhan yang peka terhadap pencemaran udara. Jika kulitas udara
di suatu lingkungan telahmenurun maka beberapa jenis lichen akan mati seiring dengan
meningkatnya konsentrasi polusi udara. Lichen dapat menyerap dan mengendapan mineral dari
air hujan dan udara. Namun, Lichen tidak dapat mengeluarkan air dan mineral tersebut sehingga
konsentrasi senyawa yang mematikan seperti SO2 sangat mudah masuk .Lichen dapat
mengindikasikan atau mencirikan polusi udara khususnya yang berasal dari emisi kendaraan
bermotor. Dengan adanya pencemar udara akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan
lichen. Selain itu, terjadi juga penurunan jumlah jenis lichen yang dapat dijadikan indikator
pencemaran udara. Beberapa jenis lichen yang dapat dijadikan bioindikator pencemaran udara
misalnya Parmelia, Hypogymnia dan Strigula .Udara merupakan salah satu faktor abiotik yang
merupakan kompenen utama dalam proses kehidupan. Namun seiring dengan meningkatnya
aktifitas manusia terutama di daerah perkotaan yang pada penduduknya kualitas udara telah
mengalami perubahan. Di udara terdapat komponen variasi uap air dan karbondioksida. Variasi
ini dipengaruhi juga oleh faktor cuaca dan suhu udara. Konsentrasi karbondioksida di udara
selalu sekitar 0.03 %. Konsentrasi karbondioksida dapat mengalami perubahan, daerah yang
berada di sekitar kawasan industri memiliki nilai karbondioksida yang tinggi karena kawasan
tersebut menghasilkan karbondioksida dari proses pembakaran yang intensitasnya cukup tinggi.

1
Daerah perkebunan dan persawahan memiliki nilai karbondioksida yang cukup rendah karena
terjadi penyerapan karbondioksida oleh tumbuhan cukup tinggi untuk pemenuhan proses
fotosintesis Untuk mengidentifikasi lichen tercemar polutan perlu dilakukan identifikasi pada
tingkat spesies, morfologi, taksonomi, dan anatomi. Dengan melakukan beberapa identifikasi
tersebut dapat mengetahui polutan yang terdapat didaerah tersebut. Lichen menjadi sangat peka
pada polutan karenalichen tidak memiliki lilin & kutikula untuk melindungi sel-sel (struktur
dalam). Sehingga polutan mudah terserap oleh klorofil lichen dan merusak jaringan lichen
.Lichen sebagai bioindikator pencemaran udara sehingga peneliti memilih kecamatan Banjarsari
di kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah sebagai tempat penelitian,karena Kecamatan Banjarsari
merupakan kecamatan terbesar di Kota Surakarta yaitu 33,63% dari luas wilayah Kota Surakarta
denganluas wilayah ± 1.481,10 ha dan terletak di pusatkota Surakarta, sehingga polusi udara
yang tercemar pada kecamatan Banjarsari termasuk tinggi. KecamatanBanjarsari terletak di
sebelah utara di Jalan Letjen S. Parman 133 Surakarta, 57130. Di kecamatan ini terletak Stasiun
Solo Balapan yang melayani perjalanan kereta api menuju Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan
Semarang. Selain itu di sini terletak pulaTerminal Tirtonadiyang merupakan terminal
bus.Semakin buruknya kualitas udara di suatu wilayah maka tingkat keanekaragaman lichen
semakin rendah. Pada area perkotaan dan area industri, ditemukan spesies toleran terhadap
pencemaran udara dan kerapatan spesies lichen rendah ,dan menurut Roziaty(2016) Polusi udara
dapat mempengaruhi kondisi tumbuhan termasuk lichen secara fisiologis. Beberapa jenis lumut
kerak dilaporkan dapat menjadi bioindikator yang peka terhadap pencemaran udara.Lichen
dianggap sebagai indikator pencemaran udara. Pada tempat yang berpolusi tinggi Lichen sulit
ditemukan. Namun didaearah yang kurang polusi Lichen sangat banyak ditemukan dengan
berbagai jenis

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalahnya dapat disusun sebagai
berikut:

1).mengetahui penyakit yang disebabkan lichens !


2).bagaimana cara mendiagnosis penyakit yang disebabkan lichens?
3).bagaimana pengobatan peyakit yang disebabkan lichens?
4). cara mencegah penyakit yang disebabkan lichens!

1.3 Tujuan masalah


1) untuk mengetahui penyakit yang disebabkan oleh lichens
2) untuk mengetahui cara mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh lichen
3) untuk mengetahui pengobatan penyakit yang disebakan oleh lichens
4) untuk mengetahui cara pencegahan penyakit yang disebabkan oleh lichens

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Penyakit yang disebabkan oleh lichens


A.LICHENS PLANUS

Lichen planus adalah peradangan yang terjadi pada kulit, rambut, kuku, dan selaput
lendir (mukosa). Pada kulit, lichen planus ditandai dengan adanya ruam kecil merah keunguan
yang kadang terasa gatal. Sedangkan pada daerah mukosa, seperti mulut atau vagina, penyakit ini
ditandai dengan bercak putih yang kadang terasa nyeri.Lichen planus terjadi pada 1 dari 5000
orang. Meski umumnya menimpa individu pada usia 45 tahun, penyakit ini bisa menyerang pria
dan wanita pada segala usia. Lichen planus bukan penyakit genetik, dan bukan juga penyakit
infeksi atau penyakit menular.

B.LICHENS SCLEROSUS

Lichen sclerosus (LS) adalah gangguan kulit kronis yang sering menyerang daerah
genital dan anus. Gangguan ini dapat membuat penderita merasa tidak nyaman dan menimbulkan
bercak putih pada area kulit yang terkena penyakit ini.

Semua orang bisa menderita lichen sclerosus, termasuk anak-anak. Namun yang memiliki risiko
tertinggi adalah wanita pasca menopause. Kendati demikian, penyakit ini tidak menular dan tidak
bisa menyebar melalui hubungan seksual.

3
2.2. Diagnosis penyakit yang disebabkan lichens

 Diagnosis Lichen Planus

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat ruam di kulit. Jika diperlukan, dokter
kulit akan menjalankan prosedur biopsi, dengan mengambil sampel jaringan kulit dan
memeriksanya dengan mikroskop, untuk mengetahui apakah sampel jaringan tersebut memiliki
karakteristik lichen planus.

Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat apakah pasien memiliki faktor pemicu yang
dapat menimbulkan lichen planus, seperti hepatitis C. Dokter juga dapat melakukan tes alergi
yang mungkin menjadi pencetus timbulnya lichen planus.

 Diagnosis Lichen Sclerosus

Seorang pasien dicurigai menderita LS berdasarkan gejala yang ada dan pemeriksaan fisik pada
kulit. Namun jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk
memastikannya, seperti melalui biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa dengan
menggunakan mikroskop.

2.3. pengobatan penyakit yang disebabkan lichens

Pengobatan Lichen Planus

Pada kasus lichen planus ringan, pasien umumnya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa
minggu atau beberapa bulan, tanpa pengobatan. Namun pada kasus lichen planus parah, pasien
akan diberikan pengobatan untuk menangani kondisinya, seperti:

 Antihistamin. Untuk mengurangi keluhan gatal yang diakibatkan lichen planus, dokter
akan meresepkan obat antihistamin dalam bentuk oral atau salep. Antihistamin bekerja
menghambat histamin, protein yang menyebabkan reaksi alergi.
 Kortikosteroid. Kortikosteroid baik dalam bentuk salep, tablet, maupun suntikan dapat
diberikan untuk mengurangi peradangan. Pemilihan bentuk obat tergantung dari parah
atau tidaknya lichen planus.
 Fototerapi. Terapi dengan memanfaatkan cahaya atau fototerapi juga bisa digunakan
pada pasien lichen planus. Pada fototerapi yang menggunakan cahaya ultraviolet B,
lapisan atas kulit pasien akan disinari untuk menghilangkan lichen planus pada kulit.
Fototerapi dengan cahaya ultraviolet A yang dibarengi konsumsi psoralen juga efektif
mengobati lichen planus. Umumnya pasien menjalani fototerapi 2 hingga 3 kali dalam

4
sepekan selama beberapa minggu. Meski risikonya kecil, fototerapi dapat memicu
timbulnya kanker kulit atau katarak.
 Imunosupresan. Yaitu obat-obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan
tubuh. Imunosupresan dalam bentuk krim atau salep, seperti tacrolimus atau
pimecrolimus dapat digunakan untuk mengatasi lichen planus.
 Tretinoin. Jika kondisi pasien masih belum juga membaik, dokter akan meresepkan jenis
vitamin A jenis tretinoin dalam bentuk tablet atau tretinoin salep. Meski efektif
mengobati lichen planus, namun salep retinoid bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi,
kemerahan, dan mengelupas. Sedangkan pada pasien lichen planus dalam kondisi hamil,
tretinoin bisa menyebabkan kecacatan janin.

Sebelum mengonsumsi obat antihistamin, beberapa hal yang bisa dilakukan pasien di rumah
untuk membantu mengurangi gatal adalah:

 Tidak menggaruk ruam.


 Kompres ruam dengan air dingin.
 Gunakan krim pelembab.

Bagi pasien dengan lichen planus di mulut, disarankan untuk sering memeriksakan kebersihan
gigi dan mulut ke dokter gigi. Pasien bisa meminta dokter mengasah gigi yang tajam, dan
mengganti tambalan gigi yang rusak untuk menghilangkan masalah tidak nyaman di mulut.
Hindari konsumsi makanan atau minuman pedas dan asam, juga yang terlalu panas atau terlalu
dingin. Berhenti merokok dan konsumsi alkohol untuk mengurangi sakit pada mulut, serta
gunakan sikat gigi yang lembut dan gosok gigi secara teratur. Penting untuk mengunjungi dokter
gigi setiap 6 atau 12 bulan untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut.

Diagnosis Lichen Sclerosus

Seorang pasien dicurigai menderita LS berdasarkan gejala yang ada dan pemeriksaan fisik pada
kulit. Namun jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk
memastikannya, seperti melalui biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa dengan
menggunakan mikroskop.

2.4 .Gejala penyakit yang disebabkan oleh lichens

 Gejala Lichen Planus

Gejala umum lichen planus pada kulit adalah munculnya ruam kulit kecil berwarna merah
keunguan dan menonjol, yang jumlah dan ukurannya bisa beragam. Ruam bisa muncul di bagian
tubuh mana pun, namun lebih sering muncul di lengan bagian dalam, tungkai bagian dalam, atau
punggung. Pada bagian atas setiap ruam, biasanya muncul bercak putih halus yang disebut
Wickham’s striae.

5
Gejala lain lichen planus adalah munculnya gatal pada ruam. Meski kadang gatal yang dirasakan
masih bisa ditolerir, namun umumnya gatal yang muncul cukup parah, bahkan bisa mengganggu
waktu tidur penderita.

Kadang ruam berkembang cepat dalam beberapa hari, atau berkembang bertahap dalam beberapa
minggu. Ruam bisa membentuk garis atau berkumpul membentuk ruam yang besar. Saat ruam
lama hilang, ruam baru akan tumbuh dan bertahan selama 6 hingga 12 bulan, sebelum kembali
lenyap dan meninggalkan bekas berwarna kecoklatan yang tidak gatal. Butuh waktu hingga
beberapa tahun agar bekas ruam hilang sepenuhnya.

Lichen planus dapat terjadi dalam rongga mulut, seperti di pipi bagian dalam, gusi, atau lidah.
Lesi ini berupa becak putih yang tidak terasa nyeri atau gatal dan bisa disertai atau tanpa disertai
ruam lichen planus di kulit. Kadang gusi bisa memerah dan terasa nyeri. Meski jarang terjadi,
lichen planus pada rongga mulut juga bisa menyebabkan bisul di mulut.

Lichen planus dapat menimbulkan bercak putih di vulva dan vagina. Bercak putih ini kadang
disertai gatal dan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual. Jaringan parut bisa muncul
dan berkembang, sehingga mempersempit jalan masuk ke vagina. Sedangkan pada pria, bercak
putih timbul pada kepala penis.

Lichen planus juga bisa menyebabkan luka serius pada kuku dan kebotakan pada kulit kepala.
Kerongkongan, saluran telinga, kelopak mata, usus, dan dubur juga bisa terkena dampak
penyakit ini, meski jarang terjadi.

 Gejala Lichen Sclerosus

Pada kasus lichen sclerosus (LS) yang ringan, terkadang tidak terlihat tanda atau gejala yang
jelas. Berdasarkan gejalanya, LS dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

 LS vulva. Pada wanita, kondisi ini muncul pada area vulva, yaitu bagian genital wanita.
LS vulva bisa terjadi pada satu area kecil atau menyebar hingga perineum (area lubang
anus dan vagina). Pada sebagian penderita, lichen sclerosus dapat menyebar hingga ke
kulit di sekitar anus. Kendati demikian, LS tidak berpengaruh ke dalam mukosa
vagina. Gejala lain yang menyertai LS vulva adalah rasa gatal, yang biasanya akan
bertambah parah pada malam hari, sampai menggangu tidur. Gejala berikutnya adalah
kulit semakin tipis, berkeriput, muncul memar, luka lepuh, dan borok, terutama setelah
digaruk. Jika kondisi ini tidak diobati, vulva dapat secara bertahap menjadi jaringan parut
dan menyusut, sehingga pintu vagina semakin sempit dan mengeras. Hal ini dapat
membuat rasa tidak nyaman dan nyeri saat berhubungan seksual. Selain gejala-gejala
tersebut, LS juga dapat membuat urine menjadi bau.
 LS ekstra genital. Kondisi ini juga menyerang wanita. Biasanya ditemukan satu atau
beberapa bercak pada paha dalam, bokong, punggung bawah, perut, di bawah payudara,
leher, bahu, dan ketiak. Bercak tersebut menyerupai kertas Gejala lainnya adalah folikel
rambut yang terlihat jelas, kulit kering, memar, luka lepuh, dan borok.
 LS penis. Pada pria, lichen sclerosus cenderung berkembang pada kulup atau ujung
penis, dan jarang menyerang kulit di sekitar anus. Selanjutnya, daerah yang terkena LS

6
akan berwarna putih, mengeras, dan terdapat jaringan parut Kondisi ini membuat uretra
menyempit, sehingga aliran urine menjadi bengkok dan kulup sulit untuk ditarik
(fimosis). Akibatnya, penderita akan kesulitan buang air kecil dan merasakan nyeri saat
ereksi.

2.5. penyebab penyakit

 Penyebab Lichen Planus

Lichen planus terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel di kulit dan selaput lendir,
namun belum diketahui kenapa hal itu terjadi.

Pada sejumlah kasus, lichen planus bisa terjadi karena dipicu oleh beberapa faktor, seperti
infeksi hepatitis C. Pemakaian obat antiinflamasi nonsteroid, obat darah tinggi, diuretik, obat
untuk penyakit diabetes, malaria, atau penggunaan vaksin flu, juga dapat memicu timbulnya
lichen planus. Paparan logam merkuri melalui tambalan gigi atau paparan cairan kimia untuk
cuci foto, serta kebiasaan menggigit lidah atau pipi bagian dalam juga dapat memicu timbulnya
lichen planus.

 Penyebab Lichen Sclerosus

Penyebab lichen sclerosus belum dapat dipastikan, namun diduga berkaitan dengan
ketidakseimbangan hormon. Pada kasus di mana LS lebih banyak dialami oleh wanita pasca
menopause, diduga penyebabnya adalah akibat kekurangan hormon estrogen. Selain itu,
kerusakan kulit yang telah ada sebelumnya juga diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya
kondisi ini. Sedangkan pada pria, lichen sclerosus diduga terjadi akibat kerusakan berkala yang
dipicu oleh penyumbatan urine di bawah kulup penis.

7
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN