Anda di halaman 1dari 3

DATASEMEN KESEHATAN WILAYAH 06.04.

02
RUMAH SAKIT TK III Dr. R. SOEHARSONO

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RS TK III Dr. R. SOEHARSONO


NOMOR : 005/SK/APK/MFM/IV/2016
TENTANG
ADMISI PASIEN RAWAT JALAN DAN ADMISI PASIEN RAWAT INAP
DI RS TK III Dr. R. SOEHARSONO
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DIREKTUR UTAMA RS TK III Dr. R. SOEHARSONO

Menimbang : a. Bahwa RS Tk III Dr. R. Soeharsono merupakan Rumah Sakit yang


diwajibkan untuk melaksanakan Akreditasi Nasional dan Internasional;
b. Bahwa RS Tk III Dr. R. Soeharsono menyelenggarakan pelayanan
kesehatan yang komprehensif berfokus kepada kebutuhan dan
keselamatan pasien;
c. Bahwa peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien rumah
sakit merupakan gerakan universal maka diperlukan upaya standarisasi
pelayanan melalui penetapan kebijakan, prosedur, dan risiko
manajemen;
d. Bahwa seluruh satuan kerja di RS Tk III Dr. R. Soeharsono memerlukan
kebijakan sebagai dasar penyelenggaraan pelayanan, sehingga tercipta
budaya pelayanan yang berfokus pada pasien di rumah sakit;
e. Bahwa sehubungan hal tersebut di atas maka perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Utama RS Tk III Dr. R. Soeharsono.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072)
2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116, tambahan Lembaran
Negara nomor 4431)
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1173/MENKES.PER/X/2004
tentang Standar Akreditasi RS.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/MENKES/SK/II/2008 Tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 755/MENKES/PER /IV/2011
tentang Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit.
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1691 tahun 2011 tentang
Keselamatan Pasien.
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1195/Menkes/SK/VII/2010
tanggal 23 Agustus 2010 tentang Lembaga/Badan akreditasi rumah sakit
yang telah diakreditasi oleh International Quality in Health Care (ISQUA)
dan Joint Commission International (JCI)
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 244/menkes/PER/III/2008 Tentang
Struktur Organisasi Rumah Sakit

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA RUMAH SAKIT TENTANG ADMISI PASIEN


RAWAT JALAN DAN ADMISI PASIEN RAWAT INAP DI RS TK III Dr.
R. SOEHARSONO
KESATU : Proses admisi pasien di rawat jalan, admisi pasien rawat inap, dan
penerimaan pasien emergensi ke unit rawat inap melalui petugas admisi
yang berada di unit kerja Pengaduan Masyarakat dan Kepuasan
Pelanggan.
KEDUA : Kebijakan admisi pasien rawat jalan dan rawat inap dilaksanakan
sebagai acuan pelaksanaan kegiatan
KETIGA : Keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
keputusan ini, maka akan ditinjau kembali untuk diperbaiki sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di : Banjarmasin
Pada tanggal :

Kepala Rumah Sakit

dr. Komang Agus Wirawan, Sp.B


Letnan Kolonel Ckm NRP 11990004540271
Lampiran Surat Keputusan Direktur Utama RS TK III Dr. R. SOEHARSONO
Nomor : 005/SK/APK/MFM/IV/2015
Tanggal : 10 April 2016
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ADMISI PASIEN RAWAT JALAN DAN ADMISI PASIEN RAWAT INAP
DI RS TK III Dr. R. SOEHARSONO
I. Pengertian
Admisi pasien rawat jalan dan admisi pasien rawat inap adalah suatu proses administrasi dan
informasi yang harus diberikan kepada pasien oleh petugas sesuai dengan prosedur dan alur
yang telah di tetapkan oleh Rumah Sakit .

II. Tujuan
Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan admisi pasien rawat jalan dan admisi
pasien rawat inap di RS Martha Friska Multatuli

III. Kebijakan
a. Pasien rawat jalan
1. Pasien rawat jalan di layani sesuai dengan prosedur dan alur yang telah ditetapkan.
2. Pasien rawat jalan yang berobat harus di lakukan skrining sesuai dengan rujukan dan
keadaan penyakit yang dialami oleh pasien
3. Pasien rawat jalan baru harus melalui petugas admisi/informasi dalam proses pelayanan
rawat jalan

b. Pasien Rawat Inap


1. Pasien rawat inap diterima sesuai ketersediaan tempat tidur di unit rawat inap sesuai
kasus penyakit yang di alami oleh pasien.
2. Pasien yang akan rawat inap harus memiliki surat pengantar dari dokter sebagai
pengantar untuk rawat inap dan dilaporkan ke petugas bad manajer.
3. Pasien yang akan di rawat inap harus melalui petugas admisi untuk di berikan informasi
dan edukasi
4. Apabila tempat tidur penuh di unit rawat inap sesuai kasus penuh, maka pasien dirawat
di ruang perawatan sementara di Instalasi yang sama dan pasien dipindahkan ruang
perawatan sesuai kasus tersedia.
5. Pasien rawat inap yang tidak di rawat sesuai dengan hak kelas rawatannya maka pasien
mengisi surat pernyataan bersedia untuk dirawat yang tidak sesuai hak kelas
rawatannya.
Kepala Rumah Sakit

dr. Komang Agus Wirawan, Sp.B


Letnan Kolonel Ckm NRP 11990004540271