Anda di halaman 1dari 3

Dukacita

Definisi

Proses komplek normal yang meliputi respons dan perilaku emosional, fisik, spiritual, sosial dan
intelektual yakni individu, keluarga, dan komunitas memasukkan kehilangan yang actual, adaptik, atau
dipersepsikan kedalam kehidupan sehari hari mereka.

Batasan Karakteristik

 Perubahan tingkat aktivitas


 Perubahan pola mimpi
 Perubahan fungsi imun
 Gangguan fungsi neuroendokrin
 Marah
 Menyalahkan
 Berpisah / menarik diri
 Putus asa
 Disorganisasi/ kacau
 Gangguan pola tidur
 Mengalami kelegaan
 Memelihara hubungan dengan almarhum/ah
 Membuat makna kehilangan
 Kepedihan
 Perilaku panic
 Pertumbuhan personal
 Distress psikologis
 Menderita

Faktor yang Berhubungan


 Mengantisipasi kehilangan hal yang bermakna (mis., kepemlikan, pekerjaan, status, rumah, bagian
dan proses tubuh)
 Mengantisipasi kehilangan orang terdekat
 Kematian orang terdekat
 Kehilangan objek penting (mis., kepemilikan, pekerrjaaan, status, rumah, bagian dan proses tubuh)

Intervensi NIC

Bimbingan Antisipasi : mempersiapkan pasien untuk menghadapi krisis perkembangan dan/atau


situasional yang diantisipasi

Peningkatan Citra Tubuh: memperbaiki secarasadar dan tidak sadar serta sikap pasien terhadap
tubuhnya sendiri
Peningkatan Koping: membantu pasien untuk beradaptasi dengan persepsi stressor, perubahan atau
ancaman yang menganggu pemenuhan tuntutan dan peran dalam kehidupan

Dukungan Emosi: memberikan penenangan, penerimaan, dan dorongan selama periode stress.

Promosi Integritas Keluarga: meningkatkan ikatan dan kesatuan keluarga.

Dukungan Keluarga: peningkatan nilai minat dan tujuan keluarga

Fasilitas Proses Dukacita: membantu mengatasi kehilangan yang berarti

Fasilitasi Proses Dukacita: Kematian Perinatal; Membantu mengatasi kehilangan perinatal.

Aktivitas Keperawatan

Pengkajian

 Kaji pengamanan masa lalu pasien/ keluarga tentang kehilangan, keberadaan sistempendukung,
dan penyelesaian dukacita saat ini.
 Tentukan penyebab dan lamanya waktu sejak diagnosis kematian fetus/ bayi
 Fasilitasi Proses Dukacita (NIC) : ajarkan fase-fase proses dukacita ;jika perlu.

Penyuluhan untuk Pasien/Keluarga


 Ajarkan karakteristik proses berduka yang normal dan tidak normal
 Disukiskan perbedaan pola proses berduka individu (misalnya laki-laki vs perempuan)
 Fasilitaskan proses dukacita (NIC) : ajarkan fase-fase proses dukacita, jika diperlukan
 Bimbingan Antisipasi (NIC)
Beri informasi tentang harapan yang realistis yang berhubungan dengan perilaku pasien
Sarankan buku dan literaturuntuk dibaca pasien, jika perlu.

Aktivitas Kolaboratif
 Rujuk ke sumber-sumber yang diperlukan, seperti kelompok pendukung, bantuanhukum, bantuan
keuangan, layanan sosial, pemuka agama, konselor dukacita, konselor genetik.
 Fasilitasi Proses dukacita (NIC) : identifikasi sumber-sumber dukungan dalam komunitas

Aktivitas Lain

 Bantu pasien/keluarga untuk menyatakan ketakutan/kekhawatirannya secara verbal terhadap


potensial kehilangan, termasuk dampak pada unit keluarga
 Bantu pasien/ keluarga untukmengungkapkan ketakutan , rencana , kekhawatiran , dan
harapansatu sama lainnya
 Fasilitasi proses dukacita (NIC)
1. Bantu pasien untuk mengindetifikasi sifat kelekatan terhadap benda atau orang yang hilang
2. Anjurkan untuk mengekspresikan perasaan tentang kehilangan
3. Anjurkan mengidentifikasi perasaan yang paling dalam tentang kehilangan
4. Libatkan orang terdekat dalam mendiskusikan dan memutuskan bila perlu
5. Gunakan kata-kata yang jelas seperti “sudah meninggal”atau “menjelang ajal” , bukan
eufimisme.
6. Anjurkanpasien untuk mengimplementasikan kebiasaan budaya , agama dan sosial yang
berhubungan dengankehilangan
 Bimbingan antisipasi (NIC) :
1. Berikan pasien nomor telepon untuk meminta bantuan , jika diperlukan
2. Jadwalkan hubungan telepon tindak – lanjut untuk mengevaluasi keberhasilan atau kebutuhan
terhadap penguatan
3. Latih kembali teknik yang diperlukan untuk menghadapi penanda perkembangan yang akan
terjadi atau krisis situasional bersama pasien jika perlu.