Anda di halaman 1dari 7

BAB VIII

MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS

8.I STANDAR
Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
pengkajian pasien, serta memstuhi standar hukum dan peraturan yang berlaku.

8.I.7 KRITERIA
Prokram keselamatan (safety) direncanakan, dilaksanakan, dan
didokumentasikan.

8.I.2.1 POKOK PIKIRAN


 Ada program keamanan yang aktif dilaboratirium dengan tingkatan sesuai
dengan resiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium. Program ini
mengatur praktik keamanan dan langka-langka pencegahan bagi staf
laboratorium, staf lain dan pasien apabila ada dilaboratorium. Program
raboratorium ini merupakan program yang terintekrasi dengan program
keselamatan dipuskesmas.
 Program keselamatan dilaboratorium termasuk :
o Kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung pemenuhan standar dan
peraturan
o Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penanganan dan pembuangan
bahan infeksius dan bebahaya
o Tersediannya peralatan pengamanan sesuai praktik dilaboratorium dan
untuk bahaya yang dihadapi.
o Orientasi bagi setiap staf laboratorium untuk prosedur dan praktik
keamanan kerja.
o Pendidikan (in service education) untuk prosedur-prosedur baru dan
mengenal bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh, maupun
peralatan yang baru.

8.1 EP 1

1. Terdapar program kselamatan/keamanan laboratorium yang


mengatur resiko keselamatan yang potensial dilaboratorium
dan diarea lain yang mendapat pelayanan laboratorium.

Dokumen
Kerangka acuan program keselamatan/keamanan laboratorium,
bukti pelaksanaan laboratorium.
BAB VIII
MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS

8.I STANDAR
Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
pengkajian pasien, serta memstuhi standar hukum dan peraturan yang berlaku.

8.I.7 KRITERIA
Prokram keselamatan (safety) direncanakan, dilaksanakan, dan
didokumentasikan.

8.I.2.1 POKOK PIKIRAN


 Ada program keamanan yang aktif dilaboratirium dengan tingkatan sesuai
dengan resiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium. Program ini
mengatur praktik keamanan dan langka-langka pencegahan bagi staf
laboratorium, staf lain dan pasien apabila ada dilaboratorium. Program
raboratorium ini merupakan program yang terintekrasi dengan program
keselamatan dipuskesmas.
 Program keselamatan dilaboratorium termasuk :
o Kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung pemenuhan standar dan
peraturan
o Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penanganan dan pembuangan
bahan infeksius dan bebahaya
o Tersediannya peralatan pengamanan sesuai praktik dilaboratorium dan
untuk bahaya yang dihadapi.
o Orientasi bagi setiap staf laboratorium untuk prosedur dan praktik
keamanan kerja.
o Pendidikan (in service education) untuk prosedur-prosedur baru dan
mengenal bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh, maupun
peralatan yang baru.

8.1 EP 2

2. proram ini adalah bagian dari prokram keselamatan dilaboratorium.

Dokumen
Kerangka acuan program keselamatan/keamanan raboratorium, dan
panduan program keselamatan pasien dipuskesmas
BAB VIII
MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS

8.I STANDAR
Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
pengkajian pasien, serta memstuhi standar hukum dan peraturan yang berlaku.

8.I.7 KRITERIA
Prokram keselamatan (safety) direncanakan, dilaksanakan, dan
didokumentasikan.

8.I.2.1 POKOK PIKIRAN


 Ada program keamanan yang aktif dilaboratirium dengan tingkatan sesuai
dengan resiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium. Program ini
mengatur praktik keamanan dan langka-langka pencegahan bagi staf
laboratorium, staf lain dan pasien apabila ada dilaboratorium. Program
raboratorium ini merupakan program yang terintekrasi dengan program
keselamatan dipuskesmas.
 Program keselamatan dilaboratorium termasuk :
o Kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung pemenuhan standar dan
peraturan
o Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penanganan dan pembuangan
bahan infeksius dan bebahaya
o Tersediannya peralatan pengamanan sesuai praktik dilaboratorium dan
untuk bahaya yang dihadapi.
o Orientasi bagi setiap staf laboratorium untuk prosedur dan praktik
keamanan kerja.
o Pendidikan (in service education) untuk prosedur-prosedur baru dan
mengenal bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh, maupun
peralatan yang baru.

8.1 EP 3

3. petugas laboratorium melaporkan kegiatan pelaksanaan program


keselamatan kepada pengelolah program keselamatan dipuskesmas
sekurang-kurangnya setahun sekali dan bila terjadi insiden
keselamatan.

Dokumen
SOP pelaporan program keselamatan dan insiden, bukti laporan
BAB VIII
MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS

8.I STANDAR
Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
pengkajian pasien, serta memstuhi standar hukum dan peraturan yang berlaku.

8.I.7 KRITERIA
Prokram keselamatan (safety) direncanakan, dilaksanakan, dan
didokumentasikan.

8.I.2.1 POKOK PIKIRAN


 Ada program keamanan yang aktif dilaboratirium dengan tingkatan sesuai
dengan resiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium. Program ini
mengatur praktik keamanan dan langka-langka pencegahan bagi staf
laboratorium, staf lain dan pasien apabila ada dilaboratorium. Program
raboratorium ini merupakan program yang terintekrasi dengan program
keselamatan dipuskesmas.
 Program keselamatan dilaboratorium termasuk :
o Kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung pemenuhan standar dan
peraturan
o Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penanganan dan pembuangan
bahan infeksius dan bebahaya
o Tersediannya peralatan pengamanan sesuai praktik dilaboratorium dan
untuk bahaya yang dihadapi.
o Orientasi bagi setiap staf laboratorium untuk prosedur dan praktik
keamanan kerja.
o Pendidikan (in service education) untuk prosedur-prosedur baru dan
mengenal bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh, maupun
peralatan yang baru.

8.1 EP 4

4. terdapat kebijakan dan prosedur tertulis tentang penanganan dan


pembuangan bahan berbahaya.

Dokumen
SK,SOP tentang penanganan dan pembuangan bahan berbahaya
BAB VIII
MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS

8.I STANDAR
Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
pengkajian pasien, serta memstuhi standar hukum dan peraturan yang berlaku.

8.I.7 KRITERIA
Prokram keselamatan (safety) direncanakan, dilaksanakan, dan
didokumentasikan.

8.I.2.1 POKOK PIKIRAN


 Ada program keamanan yang aktif dilaboratirium dengan tingkatan sesuai
dengan resiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium. Program ini
mengatur praktik keamanan dan langka-langka pencegahan bagi staf
laboratorium, staf lain dan pasien apabila ada dilaboratorium. Program
raboratorium ini merupakan program yang terintekrasi dengan program
keselamatan dipuskesmas.
 Program keselamatan dilaboratorium termasuk :
o Kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung pemenuhan standar dan
peraturan
o Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penanganan dan pembuangan
bahan infeksius dan bebahaya
o Tersediannya peralatan pengamanan sesuai praktik dilaboratorium dan
untuk bahaya yang dihadapi.
o Orientasi bagi setiap staf laboratorium untuk prosedur dan praktik
keamanan kerja.
o Pendidikan (in service education) untuk prosedur-prosedur baru dan
mengenal bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh, maupun
peralatan yang baru.

8.1 EP 5

5. dilakukan identifikasi, analisis dan tindak lanjut resiko keselamatan


dilaboratorium.

Dokumen
Bukti pelaksanaan manajemen resiko, identifikasi resiko, analisis, dan
tindak lanjut resiko.
BAB VIII
MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS

8.I STANDAR
Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
pengkajian pasien, serta memstuhi standar hukum dan peraturan yang berlaku.

8.I.7 KRITERIA
Prokram keselamatan (safety) direncanakan, dilaksanakan, dan
didokumentasikan.

8.I.2.1 POKOK PIKIRAN


 Ada program keamanan yang aktif dilaboratirium dengan tingkatan sesuai
dengan resiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium. Program ini
mengatur praktik keamanan dan langka-langka pencegahan bagi staf
laboratorium, staf lain dan pasien apabila ada dilaboratorium. Program
raboratorium ini merupakan program yang terintekrasi dengan program
keselamatan dipuskesmas.
 Program keselamatan dilaboratorium termasuk :
o Kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung pemenuhan standar dan
peraturan
o Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penanganan dan pembuangan
bahan infeksius dan bebahaya
o Tersediannya peralatan pengamanan sesuai praktik dilaboratorium dan
untuk bahaya yang dihadapi.
o Orientasi bagi setiap staf laboratorium untuk prosedur dan praktik
keamanan kerja.
o Pendidikan (in service education) untuk prosedur-prosedur baru dan
mengenal bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh, maupun
peralatan yang baru.

8.1 EP 6

6. staf laboratorium diberikan orientasi untuk prosedur dan praktik


keselamatan dilaboratorium.

Dokumen
SOP orientasi proisedur dan praktik keselamatan/keamanan kerja,
bukti pelaksanaan program orientasi
BAB VIII
MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS

8.I STANDAR
Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
pengkajian pasien, serta memstuhi standar hukum dan peraturan yang berlaku.

8.I.7 KRITERIA
Prokram keselamatan (safety) direncanakan, dilaksanakan, dan
didokumentasikan.

8.I.2.1 POKOK PIKIRAN


 Ada program keamanan yang aktif dilaboratirium dengan tingkatan sesuai
dengan resiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium. Program ini
mengatur praktik keamanan dan langka-langka pencegahan bagi staf
laboratorium, staf lain dan pasien apabila ada dilaboratorium. Program
raboratorium ini merupakan program yang terintekrasi dengan program
keselamatan dipuskesmas.
 Program keselamatan dilaboratorium termasuk :
o Kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung pemenuhan standar dan
peraturan
o Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penanganan dan pembuangan
bahan infeksius dan bebahaya
o Tersediannya peralatan pengamanan sesuai praktik dilaboratorium dan
untuk bahaya yang dihadapi.
o Orientasi bagi setiap staf laboratorium untuk prosedur dan praktik
keamanan kerja.
o Pendidikan (in service education) untuk prosedur-prosedur baru dan
mengenal bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh, maupun
peralatan yang baru.

8.1 EP 7

7. staf laboratorium mendapat pelatihan/ pendidikan untuk prosedur


baru dan penggunaan bahan berbahaya yang baru, maupun peralatan
yang baru.

Dokumen
Bukti pelaksanaan latihan dan pendidikan untuk prosedur baru, bahan
bebahaya, peralatan baru (jika ada).