Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN WALI KELAS DALAM

PROSES PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-6

A. Pendahuluan

Manusia itu unik, setiap manusia terlahir dengan kecerdasan yang berbeda–beda
tidak ada yang sama, walaupun dia kembar identik. Kecerdasan seseorang tidak akan bisa
berkembang apabila tidak diolah atau diasah ( belajar ). Percaya tidak percaya belajar
dapat merangsang kecerdasan seseorang. Belajar bisa dimana saja, termasuk di sekolah
yang memang didirikan sebagai tempat belajar formal. Guru merupakan bagian dari
sekolah yang berperan sebagi fasilitator untuk mengembangkan kecerdasan siswa. Selain
dari guru, adapula bagian dari sekolah yang bertugas sebagi wali kelas. Wali kelas juga
sebagai guru tetapi mempunyai tanggung jawab yang lebih. Peranan wali kelas sangatlah
penting demi keberlangsungan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Tidak dipungkiri banyak sekali kasus-kasus atau penyimpangan yang terjadi dalam
proses KBM, misalnya beberapa kasus dimana seorang guru yang tidak bertanggung
jawab atas anak didiknya membuat proses KBM tidak berjalan sebagaimana mestinya,
hak yang tidak didapatkan oleh siswa menimbulkan kerugian tersendiri bagi siswa.
Sedangkan, kewajiban yang tidak dilaksanakan oleh guru tidak menimbulkan kerugian
bagi pelakunya, tetapi yang dirugikan adalah siswa. Untuk mengatasi problematika di atas
diperlukan adanya manajemen wali kelas yang baik.

Maka dalam bab ini akan dijelaskan beberapa persoalan sekitar manajemen wali
kelas dalam pembelajaran, antara lain pengertian manajemen wali kelas, manajemen
wali kelas, peranan penting wali kelas, tugas pokok wali kelas, dan manfaat manajemen
wali kelas.

1. Pengertian Manajemen Wali Kelas

Manajemen secara universal adalah penggunaan sumber daya organisasi untuk


mencapai sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai tipe organisasi. Seperti yang
dikatakan Ricky W.Griffin dalam buku Profesi Keguruan (2005:10). Seorang
pengusaha yang diwawancarai pada acara reuni pengusaha di Lotus TV
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara
efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisisir dan sesuai dengan jadwal. Dan pendapat lain menurut Plunket
dkk. seorang penulis buku manajemen bisnis jilid 1 mendefinisikan bahwa
manajemen merupakan satu atau lebih manajer yang secara individual maupun
bersama-sama untuk menyusun dan mencapai tujuan organisasi dengan melakukan
fungsi-fungsi terkait (perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pengarahan
dan pengawasan) dan mengkoordinasi sebagai sumber daya (informasi, material, uang
dan orang).

Menurut Wikipedia dinyatakan bahwa Wali kelas adalah guru yang diberi
kepercayaan oleh kepala sekolah untuk mengelola lokal dan mengendalikan siswa
dalam proses belajar mengajar. Untuk menjadi seorang wali kelas ada beberapa syarat
yang harus di penuhi, antara lain, memiliki perasaan sayang, bertanggung jawab,
terbuka, disiplin dan tepat waktu, konsisten dalam mengambil keputusan, bijaksana,
pendengar yang baik, mampu memberikan wawasan dan wacana, mampu mengontrol,
mengevaluasai dan memperbaiki.

Jadi pengertian manajemen wali kelas adalah pengelolaan lokal (kelas) yang
bertujuan mengendalikan siswa dalam proses belajar mengajar, dimana dilakukan
oleh seorang guru yang diberi kepercayaan oleh kepala sekolah untuk
menjalankannya sebagai wali kelas.

B. Manajemen Wali Kelas

Menurut Muhibbin Syah (2008:138) Kelas merupakan tempat anak belajar untuk
mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang baik.
Kegiatan belajar siswa yang berada di sekolah diharapkan intens terjadi terutama ketika
berada di kelas.

Sekolah sebagai organisasi kerja terdiri dari beberapa kelas, baik yang bersifat
paralel maupun yang menunjukkan penjenjangan. Setiap kelas merupakan kerja yang
berdiri sendiri dan berkedudukan sebagai sub sistem yang menjadi bagian dari sebuah
sekolah sebagai total sistem. Pengembangan sekolah sebagai total sistem atau satu
kesatuan organisasi, sangat tergantung pada penyelenggaraan dan pengelolaan kelas. Baik
di lingkungan kelas masing-masing sebagai unit kerja yang berdiri sendiri maupun dalam
hubungan kerja antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Manajemen wali kelas
adalah bagaimana seorang guru atau wali kelas mengatur sebuah kelas yang menjadi sub
sistem dalam sebuah sekolah, selain itu seorang wali kelas juga diharuskan mengetahui
dan menguasai manajemen kelas yang meliputi :
1. Menyiapkan RPP.
2. Menyiapkan materi yang akan diajarkan agar dapat di cerna siswa.
3. Mengarahkan siswa ke hal-hal yang lebih baik.
4. Mengembangkan bakat dan karakteristik siswa.

C. Peran Penting Wali Kelas

Dalam proses belajar mengajar, peranan wali kelas sebagai seorang guru tidak
pernah habis dan selalu dituntut agar bahan pelajaran yang disampaikannya dapat
diterima dan dicerna oleh siswa dengan baik dan penuh semangat, wali kelas juga sangat
berperan aktif dalam membantu kelancaran dan keefektifan proses belajar mengajar,
sehingga siswa memiliki minat belajar yang keras dan mampu menguasai pelajaran secara
tuntas.

Menurut Sopidi (2010:25) Ada beberapa peranan atau kedudukan penting wali kelas
di dalam suatu sekolah, antara lain :
 Sebagai pimpinan menengah (middle manager)
Wali kelas adalah guru yang diberi kepercayaan oleh kepala sekolah untuk
mengelola suatu kelas, oleh karena itu wali kelas sering disebut juga dengan
pemimpin menengah dalam suatau instansi pendidikan.
 Sebagai mitra siswa
Wali kelas merupakan pengganti orang tua di sekolah, oleh karena itu wali
kelas sangat berpengaruh besar dalam perkembangan siswa di sekolah, istilah wali
kelas sebagai mitra memiliki arti bahwa wali kelas adalah teman atau pengarah
siswa di sekolah bukan hanya sebagai pengajar bagi para siswa.
 Sebagai mitra orang tua murid
Salah satu tugas wali kelas adalah memantau perkembangan siswa di sekolah
dan melaporkannya kepada setiap orangtua siswa, oleh karena itu wali kelas bisa
juga menjadi tempat bertanya setiap orangtua siswa tentang sikap, tingkah laku,
serta perkembangan belajar yang dilakukan siswa di sekolah.
 Sebagai mitra guru bidang studi
Keberadaan wali kelas sangatlah penting dalam proses pembelajaran
dikarenakan wali kelas adalah guru yang lebih mengetahui sikap dan prilaku siswa
sehingga pengetahuan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan bagi para guru
bidang studi dalam melaksanakan pembelajan yang lebih efektif lagi.

Hal tersebut merupakan hal yang tidak mudah untuk dilaksanakan karena faktor
siswa yang bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya, akan tetapi
mereka juga satu kelompok sosial yang memiliki latar belakang yang berbeda satu sama
lainnya.

Selain dari peranan wali kelas tersebut di atas, ada juga beberapa faktor yang
mempengaruhi perwujudan manajemen kelas yang baik oleh wali kelas diantaranya :

 Kurikulum
Menurut Muhibbin Syah (2008:150) kurikulum adalah perangkat mata
pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga
penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan
kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Komponen-
komponen kurikulum anatra lain :
1. Komponen tujuan
2. Komponen isi atau materi
3. Komponen media
4. Komponen strategi
5. Komponen belajar mengajar
Setiap wali kelas harus mampu menerapkan metode pengelolaan kelas yang
baik dan sesuai dengan komponen-komponen kurikulum yang telah ditetapkan
oleh pemerintah, agar terwujudnya suatu manajemen kelas yang baik.

 Bangunan dan Sarana


Menurut Engkoswara dan Sumairah (2012:35) Secara umum sarana dan
prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan
dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal tersebut tidak tersedia maka
semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan
sesuai dengan rencana. maka sarana dan prasarana pada dasarnya memiliki fungsi
utama seperti, mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat
menghemat waktu, meningkatkan produktifitas, baik barang dan jasa, hasil kerja
lebih berkualitas dan terjamin, lebih memudahkan atau sederhana dalam gerak
para pengguna atau pelaku, ketepatan susunan stabilitas pekerja lebih terjamin,
menimbulkan rasa nyaman bagi orang-orang yang berkepentingan, dan
menimbulkan rasa puas pada orang-orang yang berkepentingan dan yang
menggunakannya.

Manajemen kelas yang dilakukan oleh wali kelas harus sesuai dengan sarana
dan prasarana yang terdapat pada sekolah tersebut, sarana dan prasarana yang
mendukung akan memudahkan wali kelas di dalam memanaj kelas yang baik.

 Guru

Menurut Muhibbin Syah (2008:180:) Guru sebagai pendidik ataupun


pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan. Itulah
sebabnya setiap perbincangan mengenai pembaruan kurikulum, pengadaan alat-
alat belajar sampai pada kriteria sumber daya manusia yang dihasilkan oleh usaha
pendidikan, selalu bermuara pada guru. Hal ini menunjukan betapa signifikan
(penting) posisi guru dalam dunia pendidikan.

 Murid

Murid atau dengan istilah lain yaitu peserta didik merupakan anggota
masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses
pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan
nonformal pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.

 Dinamika Kelas

Menurut Sopidi (2012:25) dinamika secara bahasa adalah pergerakan atau


perubahan, dinamika kelas merupakan suatu perubahan atau pergerakan yang
terjadi di dalam kelas. Artinya semua kejadian yang terjadi di dalam kelas baik itu
berupa permasalahan kelas atau bukan yang terjadi secara berulang.
Dinamika kelas harus seimbang antara permasalahan dengan penyelesaian,
yang termasuk ke dalam pengelolaan kelas oleh wali kelas. Sehingga semakin
kecil atau sedikit tingkat permasalahan kelas maka, menandakan pengelolaan
kelas yang baik atau tinggi oleh wali kelas, begitu pula sebaliknya.

 Lingkungan Sekitar Siswa

Menurut Muhibbin Syah (2008:130) Lingkungan siswa atau peserta didik


dalam ruang lingkup pendidikan ini terbagi menjadi dua macam, yaitu lingkungan
sosial dan non-sosial. Lingkungan sosial siswa adalah masyarakat dan tetangga
juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut.
Lingkungan sosial siswa meliputi keluarga siswa, guru, para staf administrasi
sekolah, masyarakat, dan teman. Lingkungan non-sosial siswa meliputi gedung
sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat
belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Kondisi
lingkungan non-sosial seperti rumah siswa yang sempit dan berantakan serta
perkampungan yang terlalu padat dan tak memiliki sarana umum untuk kegiatan
pembelajaran. Kondisi rumah dan perkampungan tersebut seperti itu jelas
berpengaruh buruk terhadap kegiatan belajar siswa.

Sedangkan menurut Salma (2008: 119), pengajar termasuk wali kelas adalah
panggilan yang dipakai untuk seseorang bertugas menyajikan, menyampaikan, atau
menurunkan ilmu dan keahliannya kepada para siswa maupun siswinya. Berdasarkan
paradigma pendekatan teknologi pendidikan, pengajar diharapkan pula
menginovasikan proses belajar yang evektif, tepat dan menyenangkan peserta didik
sehingga proses belajar berlangsung hingga mencapai tujuan yang diharapkan
bersama.

Di mana dalam pembelajara secara umum, wali kelas pada jenjang pendidikan
sekolah dasar hingga sekolah menengah ke atas mereka berperan menjadi seorang
pendidik sesuai profesi yang mereka jalani. Hanya saja peran wali kelas ditambah
dengan mengevaluasi nilai-nilai, menyusun hasil evaluasi dari seluruh mata pelajaran
yang yang diterimanya dari wali kelas-wali kelas mata pelajaran, menyusunnya dalam
laport peserta didiknya, memenej sistem pembelajaran dan bertanggung jawab penuh
terhadap fisik dan psikis siswa dalam menghadapi pembelajaran. Dalam hal ini, wali
kelas memiliki peran seperti halnya wali kelas BK. Namun, dalam kenyataannya
tatkala peserta didiknya memiliki suatu permasalahan baik itu bersifat pribadi maupun
kelompok di sekolah, wali kelas bahkan kepala sekolah dan wali kelas langsung
memvonis peserta didik tersebut tanpa memberikan solusi yang bersifat mendidik
setelah mereka menelusuri latar belakang permasalahan peserta didiknya demi
menjaga nama baik sekolah. Padahal cara demikian justru membuat siswa tersebut
kehilangan motivasi dalam menggapai masa depan.
Oleh karena peran wali kelas begitu penting, tentunya mereka diharuskan untuk
memiliki kopetensi sebagai pendidik. Menurut Rochman oleh Syamsu dan Nani
(2011: 139), kopetensi yang harus dicapai para pendidik termasuk wali kelas itu
meliputi: kinerja (performance), penguasaan landasan profesional/ akademik,
penguasaan materi akademik, penguasaan keterampilan/ proses kerja, penguasaan
penyesuaian interaksional, dan kepribadian.

Di sisi lain, jelas siswa itu memiliki wawasan pribadi yang ia dapatkan dari
berbagai literasi. Literasi yang mereka peroleh bukan hanya dari pengalaman tetapi
juga dari apa yang pernah mereka baca dan dengarkan dari berbagai sumber. Apalagi
berkembang pesatnya teknologi tentunya menunjang wawasan mereka, bahkan
dengan adanya perkembangan teknologi menjadikan mereka lebih tahu ketimbang
wali kelas mereka.

Semua ini bertolak belakang dengan jaman dahulu saat teknologi belum
berkembang pesat. Di mana pada saat itu, siswa yang tinggal di desa dan bersekolah
jauh dari perkotaan dan jauh dari teknologi yang tak bisa mereka nikmati menjadikan
wali kelas sebagai sumber utama pengetahuan yang selalu mereka nanti-nantikan.
Oleh karena itu, menurut Yusuf dan Bahrul (2011: 99), karena siswa datang dengan
literasi dari lingkungan rumah dan komunitas yang berbeda, peran sentral seorang
wali kelas adalah membangun lingkungan kelas yang dapat mendukung serta
memberikan peluang kepada siswa-siswanya untuk meningkatkan literasi membaca
mereka. Hal ini dimaksudkan bahwa dalam pembelajaran haruslah memiliki dua arah
dan saling berinteraksi agar pemecahan masalah pembelajaran lebih bermutu.

D. Tugas Pokok Wali Kelas

Menurut Undang Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal
35 menyatakan : beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran siswa, menilai hasil pembelajaran siswa,
membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan.

Sedangkan menurut Moh. Uzer Usman (2008:45). Tugas wali kelas membantu
kepala sekolah mengelola manejemen kelas yang menjadi tanggung jawabnya, dan
sekaligus berperan sebagai pengganti orang tua di sekolah. Rincian tugas pokok wali
kelas secara garis besarnya, sebagai berikut :
1. Menata dan mengelolah kelas
2. Mengontrol kehadiran, dan tingkah laku siswa di sekolah
3. Membantu siswa yang kesulitan dalam belajar
4. Menulis raport, dan menulis kumpulan nilai semua mata pelajaran
5. Kunjungan rumah (home visit)
6. Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan
7. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
8. Membantu pengembangan keterampilan anak didik
9. Membantu pengembangan kecerdasan anak didik
10. Mempertinggi budi pekerti dan kepribadian anak didik.

E. Tujuan dan Fungsi Manajemen Kelas

Sebagai manager kelas, wali kelas atau wali kelas dituntut mengelola kelas sebagai
lingkungan belajar siswa, juga sebagai bagian dari lingkungan belajar siswa, juga sebagai
bagian lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan. Karena, tugas wali kelas yang
utama dalah menciptakan suasana di dalam kelas agar terjadi interaksi pembelajaran
dengan baik dan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu wali kelas dan wali kelas dituntut
memiliki kemampuan yang intensif dalam mengelola kelas.

Dengan pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat tercipta kondisi kelompok
belajar proporsional terdiri dari lingkungan kelas yang baik yang memungkinkan siswa
berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta tersedia kesempatan yang
memungkinkan untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya pada wali
kelas, sehingga siswa mampu merealisasikan kegiatannya sendiri. Ini berarti, siswa
diharapkan mampu melakukan self activity dan self control secara bertahap, tetapi pasti
menuju taraf yang lebih dewasa.

Disamping itu wali kelas atau wali kelas dituntut mampu memimpin kegiatan
belajar mengajar yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai
pengelola lingkungan belajar siswa, wali kelas harus mampu mengaplikasikan dan
mengaktualisasikan ilmu-ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
Sehingga kemungkinan untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang variatif dan
strategis bisa menjadi kenyataan.

Secara umum yang menjadi tujuan pengelolaan pembelajaran wali kelas dalam
pandangan Sudirman, adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan
pembelajaran siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam
kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya
suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual,
emosional dan sikap apresiasi para siswa.

Secara khusus, yang menjadi tujuan pengelolaan wali kelas dalam pembelajaran
dalam pandangan Usman adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam
menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa
bekerja dan belajar serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

Pengelolaan pembelajaran dalam kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi


dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan
siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian dengan pengelolaan kelas
produknya harus sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tujuan pengelolaan
kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan.
Menurut Cece Wijaya menyebutkan tujuan pengelolaan pembelajaran wali kelas
adalah :

1. Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal sehingga tujuan pengajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam
pelajarannya. Dengan pengelolaan kelas, wali kelas mudah melihat dan mengamati
setiap kemajuan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
3. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk
dibicarakan di kelas untuk perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

Dengan demikian, berarti bahwa wali kelas itu mempunyai peran dan fungsi
tertentu yang nyata-nyata dapat menopang keberhasilan proses belajar mengajar.
Sehingga agar dapat memberikan rangsangan terhadap siswa dalam situasi dan kondisi
belajar, maka kelas perlu dikelola sebaik mungkin. Hubungan baik antara wali kelas dan
siswa, siswa yang satu dengan yang lainnya dipandang sebagai indikasi keberhasilan
manajemen pengajaran dalama kelas.

Dari sini tepat dikatakan bahwa manajemen kelas secara dinamis merupakan
penentu perwujudan proses pembelajaran yang efektif. Dan untuk menciptakan suasana
yang dapat menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, serta lebih
memungkinkan wali kelas memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam
belajar, maka diperlukan manajemen kelas yang baik dan memadai, Manajemen kelas
yang asal-asalan jelas nyata bisa menampakkan proses pembelajaran yang rusak.

F. Kedudukan Wali Kelas dalam Pembelajaran Secara Umum

Pada umumnya kedudukan wali kelas hanyalah sebagai pengontrol murid-muirid


pada kelas yang dia kenakan tanggung jawab untuk mewakili kelas tersebut yang
mencakup permasalahan murid dan pembuatan laport sebagai hasil belajar siswa. Namun,
karena wali kelas memiliki tanggung jawab asal sebagai seorang pengajar maka
kedudukannya pun memiliki multyfunction. Menurut Davies (1991:43) bahwa wali kelas
memiliki empat fungsi pokok pengelolaan sebagai berikut.

1. Merencanakan
Suatu perencanaan perlu dipersiapkan oleh wali kelas secara matang dan
bermutu demi memecahkan permasalahan yang dihadapi yang diatasi oleh sistem
belajar. Dengan demikian maka pengelolaan pembelajaran dapat berjalan semestinya
sesuai yang diharapkan. Perencanaan yang ia buat akan lebih berkualitas apabila
didasarkan atas inovasi dan kreativitasnya dalam mengelola pembelajaran.
Perencanaan merupakan batu loncatan untuk mencapai suatu tujuan apapun dengan
alasan bahwa dengan adanya perencanaan tentunya tujuan yang diharapkan akan lebih
terarah. Selain itu, perencanaan bisa disebut juga salah satu skenario suatu perkara
yang ingin dicapai. Maka dari itu, perencanaan merupakan fungsi pokok pengelolaan
wali kelas terhadap sistem pembelajaran.

2. Mengorganisasikan
Dengan adanya pengorganisasian dalam bagaimana mengatur kegiatan
mengajar dan belajar secara keseluruhan maka waktu akan tergunakan secara bijak
karena antara mengajar dan belajar tersisitematis dengan baik. Dimana tidak
terjadinya bentrok antara tanggung jawab wali kelas dengan tanggungjawab peserta
didiknya.

Contoh yang sederhana yaitu dalam strategi pembelajaran IPA dimana menurut
Yusuf dan Bahrul (2011: 401), kegiatan yang paling umum dilakukan wali kelas
dalam kelas IPA adalah wali kelas memberi penjelasan (24 %), wali kelas memandu
siswa praktik (19 %), dan siswa bekerja sesuai permasalahan mereka sendiri (14 %).

3. Memimpin
Jiwa kepemimpinan merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh wali
kelas. Dalam hal ini, wali kelas harus mampu memotivasi, menolong, membimbing,
dan memberikan layanan pendidikan agar tingkah laku peserta didiknya pun
terdorong dengan baik dimana wali kelas melibatkan diri dalam sistem belajar.
Tentunya dalam memimpin memerlukan waktu yang cukup lama karena
pembelajaran yang baik haruslah melewati proses pembelajaran yang didisain oleh
wali kelasnya. Hal ini sesuai dengan Gagne dkk oleh Salma (2008: 15) yang
menyatakan bahwa disain pembelajaran membantu proses belajar di mana dalam
proses pembelajaran terdapat kondisi belajar baik eksternal maupun internal. Kondisi
eksternal merupakan pengaturan lingkungan belajar yang telah didisain sesuai
perencanaan yang dibuat wali kelas, sedangkan kondisi internal merupakan kesiapan
peserta didik itu sendiri untuk belajar. Kedua kondisi ini saling berkaitan satu sama
lain sehingga wali kelas harus berusaha semaksimal mungkin menerawang kedua
kondisi tersebut. Misalnya pada kondisi eksternal tentunya wali kelas melihat
tingkatan pendidikan peserta didiknya, sedangkan pada kondisi internal tentu wali
kelas melakukan suatu pendekatan lahiriah dan bathiniah dengan melihat
latarbelakang kondisi mereka layaknya peran wali kelas BK.

4. Mengawasi
Pengawasan di sini berfungsi agar penilaian terhadap peserta didik dalam
pembelajarannya dapat mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Salma (2008: 18),
indikator keberhasilan pencapaian suatu tujuan belajar dapat diamati dari penilaian
hasil belajar peserta didik. Sebenarnya pengawasan bukan hanya mengamati hasil
belajar siswa. Di sini ada hal lain yang meski diawasi oleh seorang wali kelas, yakni
mengawasi perilaku peserta didiknya di lingkungan sekolah hingga di luar lingkungan
sekolah maupun diluar jam mata pelajaran. Masalahnya, jumlah peserta didiknya
bukan hanya satu atau dua orang. Lalu bagaimanakah ia mampu melakukannya?...
Mudah saja, ia bisa meminta komponen masyarakat di sekolah maupun di luar
sekolah untuk memberi tahukan adanya suatu perilaku salah satu atau sekelompok
peserta didiknya yang tidak diharapkan melalui kontak handphone ataupun
memberitahukannya langsung terhadapnya.

Adanya manajemen wali kelas dalam pembelajaran menunjukkan bahwa tujuan


wali kelas mengelola kelas dan sistem pembelajarannya adalah untuk keberhasilan
belajar siswa dalam menjalani suatu pendidikan. Namun, dalam memenej tentunya
memiliki standar yang tepat dan disetujui pihak kepala sekolah. Bahkan bisa jadi wali
kelas mendapatkan peluang untuk menyumbangkan pemikirannya dalam manajemen
pembelajaran siswa. Menurut Davies (1991: 329), Manajemen Berdasarkan Tujuan
disingkat (MBT) dapat menunjukkan dengan jelas bahwa organisasi harus ditinjau
sebagai suatu sistem keseluruhan. Oleh karenanya, prinsip MBT dapat sangat berguna
dan diterapkan dalam pendidikan dan latihan, khususnya karena titik berat diletakkan
pada fungsi wali kelas atau pun wali kelas – manajer dalam perencanaan,
pengorganisasian, dan cara memimpin.

G. Manfaat Manajemen Wali Kelas

Menurut Popham dan Baker (2008:89) bahwa sudah menjadi tugas seorang guru
untuk mengatur suasana belajar yang kondusif sebagai acuan dalam keterampilan
mengelola kelas. Adapun manfaat dari manajemen wali kelas, diantaranya sebagai
berikut :

1. Suasana kelas menjadi kondusif dan menyenangkan.


2. Guru menjadi lebih siap dalam mengajar.
3. Mengetahui karakter siswa.
4. Siswa menjadi lebih kreatif.
5. Menjadikan wali kelas menjadi orangtua kedua ketika di sekolah.

H. Simpulan

1. Manajemen wali kelas merupakan salah satu perangkat kelas yang paling penting
karena bertujuan untuk mengelola kelas sebagai lingkungan belajar siswa, juga
sebagai bagian dari lingkungan belajar siswa, juga sebagai bagian lingkungan sekolah
yang perlu diorganisasikan.

2. Wali kelas harus jeli, kreatif dan inovatif pada situasi dan kondisi apapun, agar siswa
dalam kelas selalu mendapatkan pengetahuan yang baik. Manajemen khusus yang
harus dilakukan oleh wali kelas yang tidak mengesampingkan tugas utamanya yaitu
sebagai guru, yakni sebagai fasilitator, pembimbing, komunikator dan lain-lain.

3. Peranan wali kelas sebagaimana mestinya, harus membimbing siswa atau muridnya
agar dapat mengarahkan peserta didiknya dalam suatu proses pembentukan sebuah
karakter yang baik. Oleh karena itu walikelas bisa juga disebut dengan manajer
menengah, mitra siswa, mitra orang tua murid dan mitra guru bidang studi.
4. Tugas pokok seorang wali kelas adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran siswa, menilai hasil pembelajaran siswa, membimbing dan melatih
peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan dan masih banyak yang lainnya.

5. Manfaat manajemen wali kelas diantaranya dapat mengatur kelas secara kondusif dan
menyenangkan, untuk mengetahui cara bagaimana mengatur kondisi kelas yang baik
agar lebih siap untuk belajar dan mengajar, dan untuk mengetahui karakter murid-
muridnya.

BAHAN BACAAN

Davies, Ivor K. 1991. Pengelolaan Belajar. Jakarta: CV. Rajawali.


Engkoswara. dan Komariah, Aan. (2010). Administrasi Pendidikan. Bandung : ALFABETA
Popham, W. James & Baker, Eva L. (2008). Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta:
Rineka Cipta.
Salma, Dewi Prawiradilaga. 2008. Prinsip Disain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Satori, Djam’an.dkk. (2005). Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka
Sopidi. (2012).Bimbingan dan Konseling:Kementrian Agama IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Usman, Moh. Uzer. (2008). Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya
Yusuf, Suhendra & Bahrul Hayat. 2010. Mutu Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Yusuf, Syamsu L. N. & Nani M. Sugandhi. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT
Raragrafindo Persada.
http://iq.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting.html