Anda di halaman 1dari 13

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITA KHAIRUN

HEWAN ENDEMIK DI MALUKU UTARA DAN STATUS KONSERVASINYA DAN


ANCAMAN TERHADAP KEPUNAHAN HEWAN ENDEMIK

Adelia Niko (03101711008) dan


Dwi Fitriany Hanafi (03101711044)
Kelompok 7
Mata kuliah :
PENDIDIKAN KONSERVASI FLORA FAUNA BERKEARIFAN LOKAL

DOSEN PENGAMPUH :
DR. M.N. Tamalene S.Pd.M,Pd

ABSTRAK

Maluku utara merupakan kota yang menduduki peringkat ke-10 daerah hewan khas(endemik)
Sekitar 223 spesies burung ditemukan di daerah ini, 43 spesies termasuk endemik kawasan EBA Maluku
Utara. Empat spesies diantaranya bergenus tunggal, yaitu Habroptila, Melitorgrais, Lycocorax, dan
Semioptera. Spesies ini adalah Mandar Gendang Habroptila wallacii, Cikukua Halmahera Melitograis
gilolensis, Cenderawasih Gagak Lycocorax pyrrhopterus dan Bidadari Halmahera Semioptera wallacii.
Terdapat hewan endemik yang dilindungi, di tempatkan di Taman Nasional Aketajawe lolobata serta
status konservasinya ada 3 status konservasi “terancam”. 7 status konservasi “rentan”, 4 status
konservasi “hampir terancam”, dan 4 status konservasi “risiko rendah”

Kata Kunci : Maluku utara, Taman Nasional Aketajawe Lolobata


PENDAHULUAN Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data
mengenai hewan endemik di Maluku utara dan
A. Latar belakang status konservasinya serta ancaman terhadap
Maluku tergolong ke dalam kesatuan kepunahan hewan endemik.
biogeografis Wallacea, yang memiliki flora dan
fauna yang khas (endemik), tetapi juga B. RUMUSAN MASALAH
1. Sebutkan jenis-jenis hewan endemik
mengandung unsur-unsur dari Wilayah Oriental
di Maluku utara serta status
dan Wilayah Australesia. Kondisi demikian
konservasi ?
telah menyebabkan Maluku memiliki koleksi
2. Bagaimana ancaman kepunahan
flora dan fauna endemik yang sangat penting
terhadap hewan endemik ?
dan juga terutama ditinjau dari segi
keanekaragaman hayati.
C. TUJUAN PENULISAN
Dari semakin terancamnya hewan yang ada di 1. Untuk mengetahui berapa banyak
Maluku utara menjadi punah, pemerintah hewan endemik di Maluku utara
memerintahkan untuk melindungi dengan serta status konservasi.
menetapkan di suatu tempat dimana hewan- 2. Untuk mengetahui ancaman
hewan bisa di jaga dan di lindungi dengan kepunahan terhadap hewan endemik.
selayaknya.

Taman Nasional Aketajawe-Lolobata (TNAL) D. METODE PENULISAN


yang berada di Propinsi Maluku Utara Penelitian ini dilaksanakan di Taman
merupakan kawasan yang mewakili Nasional Aketajawe-Lolobata (TNAL) Secara
keanekaragaman hayati indonesia bagian timur. administrasif kawasan ini masuk ke dalam Desa
Kawasan ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Payahe, Kecamatan Oba, Kabupaten Tidore
Menteri Kehutanan Nomor : 397/Menhut- Kepulauan, Propinsi Maluku Utara dan
II/2004 tanggal 18 Oktober 2004, terdiri dari berdasarkan wilayah pengelolaannya masuk ke
dua blok hutan yang terpisah yaitu Kelompok dalam Seksi Pengelolaan Taman Nasional I
Hutan Aketajawe seluas 77.100 ha yang secara Weda.
administrasi masuk ke dalam Kabupaten
Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan Bahan yang menjadi obyek penelitian ini
dan Kelompok Hutan Lolobata dengan luas adalah burung yang ada di dalam kawasan
90.200 ha yang secara administratif masuk di TNAL beserta kondisi habitatnya. Sedangkan
dalam Kabupaten Halmahera Timur (Balai peralatan yang digunakan antara lain binokuler,
Taman Nasional Aketajawe Lolobata, 2007). Global Positioning System (GPS), kamera, tape
Ditinjau dari aspek kekayaan flora dan recorder, buku panduan burung kawasan
faunanya, TNAL menyimpan potensi yang tidak Wallacea (Bishop & Coates, 1997), lembar
kalah uniknya dengan kawasan taman nasional isian data dan alat tulis menulis. Pendataan
lainnya di Indonesia. Secara biogeografi, dilakukan pada semua jenis burung dan hewan
kawasan ini masuk dalam zona Wallaceae yang lainnya yang terlihat dan dapat dikenali disertai
merupakan wilayah peralihan flora dan fauna frekuensi perjumpanan. Pengamatan dilakukan
antara jenis Malesiana dan Australiace. Burung pagi dan sore hari yaitu pukul 05.00 – 10.00
merupakan kelompok fauna yang paling dikenal WIT dan 15.00 – 18.00 WIT. Data yang
di wilayah ini. diperoleh dianalisis dengan menggunakan
kurva akumulasi jenis dan telaah pustaka untuk
mengetahui status perlindungan dan tingkat
endemisitasnya menurut buku panduan burung
kawasan Wallace yang oleh Bishop dan Coates
tahun 1997.

PEMBAHASAN Gambar. 2
1. Jenis- jenis hewan endemik di Maluku
utara serta status konservasinya Deskripsi :
Adalah jenis kuskus dari spesies
Di Malut, spesies yang status Marsupialia keluarga Phalangeridae.
konservasinya “terancam” Hewan ini adalah endemik dari pulau
gebe di Maluku utara, indonesia.
a. Berkik-gunung Maluku (Scolopax
Tempat tinggal kuskus gebe berada di
rochussenii
ketinggian 300 meter dari permukaan
laut.
KLASIFIKASI ILMIAH
Kingdom :Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Mammalia
Infrakelas :Marsupialia
Ordo :Diprotodontia
Gambar. 1 Famili :Phalangeridae
Genus :Phalanger
https://www.google.com/url?sa=i&s
Spesies :P. alexandrae
ource=images%2Fsuara-burung-
berkik-gunung-maluku-mirip-
c. Wallace's Golden Birdwing
belalang
(Ornithoptera croesus).
Deskripsi :
Burung berkik-gunung Maluku
adalah burung endemik di Pulau Obi,
Fenomena lain yang juga cukup menarik
adalah kendati spesies ini adalah jenis
spesies yang hidup di dataran rendah
namun para pakar burung yang meneliti
kehidupan satwa ini melihat bahwa Gambar. 3
berkik-gunung Maluku lebih memilih
hidup di dataran tinggi Pulau Obi yang
terletak di bagian tengah pulau ini
Deskripsi :
b. kuskus Gebe (Phalanger alexandrae)
Wallace's Golden Birdwing (Ornithoptera
croesus) adalah sebuah spesies kupu-kupu
sayap burung yang ditemukan di utara
Maluku di Indonesia. Lebar sayap sekitar 17 Klasifikasi Ilmiah
- 20 cm. Kupu-kupu ini adalah anggota
keluarga PAPILIONIDAE. Ornithoptera Kingdom :Animalia
croesus berwarna hitam. Ini memiliki area Filum :Arthropoda
oranye atau merah besar di sayap. Betina Kelas :Insecta
berwarna coklat dan memiliki bintik-bintik Ordo :Lepidoptera
putih dan kuning. Mereka signifikan-lebih Famili :Papilionidae
besar daripada laki-laki. Bangsa :Troidini
Genus :Ornithoptera
Deskripsi : Spesies :O. Croesus

Sayap kedepan berwarna hitam. Tepi utama


sayap berwarna oranye atau merah. Sebuah Spesies yang status konservasinya “rentan”
titik bau hitam dan gondrong ada di sayap. a. cekakak murung (Todiramphus funebris)
Bagian bawah Ornithoptera croesus
berwarna hitam. Ada beberapa bintik hijau
di sayap.

Sayap belakang Ornithoptera croesus


berwarna oranye atau merah. Di ujung sayap
terkemuka ada beberapa bintik besar
keemasan. Tepi sayap berwarna hitam. Di Gambar. 4
tepi luar ada beberapa emas kecil dan
Deskripsi :
beberapa bintik hitam kecil.
Spesies ini merupakan burung
Bagian bawah berwarna hijau. Sisi depan endemk Halmahera, Maluku Utara.
sayap adalah emas. Uratnya hitam. Di tepi Cekakak murung pertama kali dikoleksi
luar ada rantai bintik-bintik hitam. Alfred Russel Wallace (1858).
Burung cekakak murung menghuni
Tubuh (perut) berwarna kuning. Kepala dan hutan-hutan rawa yang didominasi
dada berwarna hitam. Bagian bawah thorax pohon sagu, hutan sekunder yang tinggi
memiliki bulu rambut merah. dan tepian hutan. Tak jarang pula
Perbedaan jenis kelamin: Betina mencakup mereka mampir ke kebun kelapa
rentang atas rentang sayap. Ini signifikan- maupun perkebunan. Habitatnya berada
lebih besar daripada pria. Warna dasar di dataran rendah hingga ketinggian 620
betina adalah cokelat tua. Ada beberapa meter dari permukaan laut (dpl). Ketika
bintik putih kecil di sayap depan. Di sayap mencari pakan, cekakak murung dan
belakang ada tanda kuning besar. Bagian jenis-jenis cekakak lainnya hanya duduk
bawah adalah salinan dari atas. manis di cabang pohon sambil
menunggu calon mangsanya lewat.
b. mandar gendang (Habroptila wallacii) Genus :Habroptila G R Gray,
1861
Spesies :H. wallacii

c. cikukua hitam (Philemon fuscicapillus)


Burung Cikukua hitam adalah
spesies burung friarbird di keluarga
Meliphagidae. Ini adalah burung coklat
gelap dengan bagian bawah pucat. Area
Gambar. 5
di sekitar mata telanjang dan merah
Deskripsi : muda. Panjangnya sekitar 30 cm.
Mandar gendang (Habroptila wallacii)
adalah satu spesies burung Rallidae d. kasturi Ternate (Lorius garrulous)
besar yang tidak terbang, yang
merupakan hewan endemik di pulau
Halmahera, Maluku Utara, Indonesia.
Spesies ini mendiami rawa-rawa lebat
pepohonan sagu yang berdekatan dengan
hutan. Bulunya didominasi warna abu-
abu gelap, dengan kulit terbuka di
sekitar matanya. Paruhnya yang panjang Gambar. 6
dan tebal serta seluruh kakinya berwarna
merah cerah. Suaranya seperti tabuhan Deskripsi :
gendang yang perlahan, yang diiringi Nuri berukuran sedang (30 cm), Kedua
kepakan sayapnya. Karena sulit sayap berwarna hijau dengan warna
mengamati burung pemalu ini di kuning pada lipatannya dan warna
habitatnya yang padat, maka informasi bulunya berwarna merah berarti betina
mengenai perilakunya juga terbatas. sedangkan bulu berwarna hijau yang
berarti jantan. Penyebarannya di Maluku
Burung ini tercatat memakan tunas sagu utara.
dan serangga, serta menelan kerikil kecil
untuk membantu pencernaan e. kakatua putih (Cacatua alba)
makanannya. Ia kelihatannya bersifat
monogami, namun tidak banyak
informasi mengenai perilaku masa
kawinnya.
Klasifikasi ilmiah
Kingdom :Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Aves
Ordo :Gruiformes
Gambar. 7
Famili :Rallidae
Gambar. 6

Deskripsi : Catatan ilmiah terakhir untuk jenis ini


Kakatua putih (Cacatua alba) adalah diberikan hampir 20 tahun yang lalu oleh
burung berukuran sedang, dengan Lambert (1994) dan Linleys (1995).
panjang sekitar 46cm, dari genus Walik benjol berukuran 24 cm atau
Cacatua. Burung ini hampir semua sejengkalan tangan manusia Indonesia
bulunya berwarna putih. Di kepalanya dewasa dengan dominasi hijau di sekujur
terdapat jambul besar berwarna putih tubuhnya. Kepala abu-abu cerah dihiasi
yang dapat ditegakkan. Bulu-bulu benjolan pada pangkal paruh atas
terbang dan ekornya berwarna kuning. menambah kecantikan burung ini. Paruh
Burung betina serupa dengan burung kuning kehijauan berhias “benjol”
jantan. mutiara jingga tampak manis di dahinya.
Dua garis abu-abu juga melintang di
Endemik Indonesia, daerah sebaran masing-masing sayapnya. Di bagian
kakatua putih adalah di kepulauan perut tampak lingkar besar merah marun
Maluku Utara. Jenis ini hanya ditemukan hampir memenuhi perut dan di bagian
di hutan primer dan sekunder pulau tunggir kuning cerah bercampur coret-
Halmahera, Ternate, Tidore, pulau coret vertikal gelap.
Kasiruta, Mandiole dan Bacan . Hasil
kajian Burung Indonesia pada tahun g. kuskus matabiru (Phalanger matabiru).
2008/2009 menunjukkan populasi
terbesar jenis ini berada di bagian barat
(semenanjung utara dan selatan) Pulau
Halmahera.

f. walik benjol (Ptilinopus granulifrons)


Gambar. 9

Deskripsi :
Kuskus Mata Biru (Phalanger matabiru)
adalah spesies dari marsupial dalam
keluarga Phalangeridae. Hewan ini
endemik dari dua pulau Tidore dan
Ternate, dari Kepulauan Halmahera di
Gambar. 8
Maluku Utara, Indonesia. Hewan ini
dikenal dengan keunikannya yaitu
Deskripsi : mempunyai bola mata yang besar dan
Walik benjol (Ptilinopus granulifrons), berwarna biru.
bisa jadi termasuk salah satu burung KLASIFIKASI ILMIAH
yang paling kurang dikenal dalam Kingdom :Animalia
perjagadan burung di Indonesia dan Filum :Chordata
dunia. Burung ini termasuk dalam family Kelas :Mamalia
besar Columbidae atau suku dari Ordo :Diprotodontia
beragam jenis merpati-merpatian. Famili :Phalangeridae
Genus :Phalanger Deskripsi :
Spesies :P. matabiru Burung Wiwik Maluku memiliki nama
latin Cacomantis heinrichi. Burung ini
Spesies yang berstatus “hampir terancam” merupakan salah satu satwa endemik
Indonesia yang berasal dari
a. tiong-lampu ungu (Eurystomus azureus)
Maluku. Wiwik Maluku memiliki
tubuh yang berukuran sedang dengan
panjang dewasanya sekitar 24 cm.
Bagian atas tubuhnya berwarna cokelat
zaitun, tenggorokannya berwarna abu-
abu tua, bagian dada dan perutnya
berwarna merah karat gelap, kaki
berwarna kuning, dan penutup sayap
Gambar. 10 bagian bawahnya berwarna merah gelap.
(Muhammad indra)
Deskripsi :
Tiong-lampu Ungu dewasa memiliki c. elang-alap Halmahera (Accipiter
ukuran tubuh yang cukup besar yaitu henicogrammus)
memiliki panjang tubuh sekitar 31 - 35
cm. Memiliki paruh yang besar berwarna
merah menyala. Bagian sayap, perut, dan
tunggirnya berwarna biru tua.
Tiong-lampu ungu remaja
memiliki bulu yang berwarna lebih
kusam dibandingkan dengan burung
yang dewasa. Paruhnya berwarna agak
kehitaman dengan sudut-sudut paruh
yang lunak berwarna merah. memiliki Gambar. 12
nama latin Eurystomus azureus.
Deskripsi :
Burung Elang-alap Halmahera (Accipiter
b. wiwik Maluku (Cacomantis heinrichi) henicogrammus) berukuran sedang
dengan panjang tubuh berkisar antara
38-48 cm. Sekilas bulu mirip dengan
Elang-alap Kelabu (Accipiter
novaehollandiae). Bulu tubuhnya
berwarna gelap, dengan kepala berwarna
abu-abu kehitaman. Bulu di bagian dada
berwarna kemerahan dengan garis-garis
putih halus. Iris mata berwarna kuning,
Gambar. 11 paruh hitam, dan kaki abu-abu. Yang
membedakan dengan Elang-alap Kelabu
adalah bentuk tubuh yang lebih
membulat serta ukuran ekor yang lebih
panjang. Merupakan burung penetap
yang mendiami bukit, hutan Spesies yang berstatus “risiko rendah”
pegunungan, dan daerah tepi hutan pada
ketinggian hingga 1300 meter dpl. a. bidadari Halmahera (Semioptera
Sebagai hewan endemik, sebaran burung wallaci)
Elang-alap Halmahera terbatas di
beberapa pulau di Maluku Utara. Pulau-
pulau tersebut meliputi Pulau Morotai,
Halmahera, Bacan, dan Ternate.

d. walik topi-biru (Ptilinopus monacha).


Gambar. 14

Deskripsi :
Burung Bidadari halmahera,
Semioptera wallacii adalah
jenis cendrawasih berukuran sedang,
sekitar 28cm, berwarna cokelat-zaitun.
Gambar. 13
Cendrawasih ini merupakan satu-satunya
anggota genus Semioptera. Burung
Deskripsi : jantan bermahkota warna ungu dan
Burung walik topi biru termasuk ungu-pucat mengkilat dan warna
kedalam jenis burung berukuran kecil. pelindung dadanya hijau zamrud.
Panjang tubuhnya hanya sekitar 18 cm. Cirinya yang paling mencolok adalah
Ciri khas dari burung walik jenis ini dua pasang bulu putih yang panjang
adalah memiliki tudung biru di bagian yang keluar menekuk dari sayapnya dan
kepalanya. bulu itu dapat ditegakkan atau
diturunkan sesuai keinginan burung ini.
Untuk burung walik topi biru jantan Burung betinanya yang kurang menarik
tudung biru pada bagian kepalanya berwarna cokelat zaitun dan berukuran
bertepian kuning, serta memiliki bercak lebih kecil serta punya ekor lebih
biru di bagian dada, sedangkan burung panjang dibandingkan burung jantan.
walik topi biru betina tidak memiliki
bercak di bagian dada. Sementara Klasifikasi ilmiah
burung yang masih remaja memiliki Kingdom :Animalia
warna hijau kusam dengan perut bagian Filum :Chordata
bawah dan penutup ekor bagian bawah Kelas :Aves
berwarna lebih kuning. nama Ordo :Passeriformes
latin Ptilinopus monacha. Famili :Paradisaeidae
Genus :Semioptera Gray, 1859
Spesies :S. wallacii
Deskripsi :
b. gagak Halmahera (Corvus validus)
Cenderawasih gagak (Lycocorax
pyrrhopterus) adalah burung cendrawasih yang
mirip gagak berukuran sedang dengan panjang
sekitar 34 cm. Bulunya gelap, lembut dan
seperti sutera. Paruhnya hitam, warna mata
merah karmin, dan memiliki suara panggilan
yang mengingatkan pada gonggongan anjing.
Gambar. 15 Burung jantan dan betinanya mirip. Burung
betina sedikit lebih besar daripada burung
spesies gagak yang endemik di Maluku jantan.
Utara Indonesia. Di alam bebas bururung
Cenderawasih ini bersifat monogami dan
ini diketemukan di Pulau Morotai,
endemik di hutan dataran rendah di
Halmahera, Kayoa, Kasiruta, Bacan dan
kepulauan Maluku di Indonesia.
Obi. Tubuh Gagak halmahera berukuran
Tiga subspesiesnya telah dikenali, dan ditandai
46 – 53 cm, berbulu hitam dengan iris
dengan ada atau tidaknya bercak putih pada
mata putih dan paruh lebih kurang
bulu sayap bawah.
panjang. Paruh burung muda berukuran
lebih kecil dengan iris mata gelap. Klasifikasi ilmiah
Klasifikasi ilmiah Kingdom :Animalia
Kingdom :Animalia Filum :Chordata
Filum :Chordata Kelas :Aves
Kelas :Aves Ordo :Passeriformes
Ordo :Passeriformes Famili :Paradisaeidae
Famili :Corvidae Genus :Lycocorax Bonaparte, 1853
Genus :Corvus Spesies :L. pyrrhopterus
Spesies :C. validus
d. kapasan Halmahera (Lalage aurea).
c. cenderawasih gagak (Lycocorax
pyrrhopterus)

Gambar. 17

Gambar. 16 Deskripsi :
Kapasan Halmahera (Suku
Campephagidae) termasuk jenis burung
berukuran kecil dengan panjang tubuh
sekitar 18 cm. Burung ini termasuk
spesies endemik Maluku Utara dengan
daerah sebaran meliputi: Morotai, b. Berubahnya fungsi hutan.
Halmahera, Ternate, Kayoa, Bacan, Seperti diketahui, sebagian besar habitat
Kasiruta dan Obi. Kapasan Halmahera satwa dilindungi adalah hutan.
sangat mudah dibedakan dari spesies Pengalihan fungsi hutan ke areal
Kapasang yang lain dari warna bulu di perkebunan hingga pemukiman
bagian perut yang didominasi warna memberikan dampak besar bagi
merah karat kecoklatan. keberadaan mereka. Apalagi pembalakan
liar yang jelas-jelas merusak hutan.
2. Ancaman Kepunahan Terhadap “Perburuan liar ada yang dengan tujuan
Hewan Endemik untuk konsumsi, dijual dan dipelihara.

Dua tahun terakhir, Balai Konservasi c. Perburuan Liar


Sumber Daya Alam (BKSDA) Perburuan liar adalah pengambilan
menemukan: hewan dan tanaman liar secara ilegal dan
bertentangan dengan
a. perdagangan ilegal mengancam peraturan konservasi serta manajemen
keberadaan satwa. kehidupan liar. Perburuan liar
merupakan pelanggaran terhadap
perdagangan satwa liar menjadi ancaman
peraturan dan hukum perburuan.
serius bagi kelestarian satwa liar Indonesia.
Perburuan liar ini harus dicegah oleh
Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar
adalah hasil tangkapan dari alam, bukan hasil pemerintah agar hal tidak terjadi
penangkaran. Lebih dari 20% satwa yang kerusakan pada mahkluk hidup yang
dijual di pasar mati akibat pengangkutan yang lain.
tidak layak. Berbagai jenis satwa dilindungi
dan terancam punah masih diperdagangkan
secara bebas di Indonesia. Semakin langka
satwa tersebut maka akan semakin mahal pula
harganya. Ditemukan ada beberapa
masyarakat yang melakukan
perdagangan satwa di bagian daerah
bahkan melakukan perdagangan tersebut
sampai ke Negara asing seperti Filipina.
Kejahatan ini juga melibatkan warga
negara asing.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I
Ternate, Abas Hurasan mengungkapkan,
Kasus penyelundupan satwa kembali
ditemukan pada 2017.
PENUTUP
A. Kesimpulan B. Saran
Sebaiknya kita menjaga dan melindungi
, spesies yang status konservasinya “terancam”
keragaman yang kita miliki agar tidak
a. berkik-gunung Maluku (Scolopax hilang/rusak dengan begitu saja tanpa
rochussenii) disesali dan perbuatan itu kita sendiri
b. kuskus Gebe (Phalanger alexandrae) yang melakukannya. Mari kita sama-
c. Wallace's Golden Birdwing sama menjaga dan melindungi
(Ornithoptera croesus). keragaman yang kita miliki (flora dan
fauna) karna kita hidup saling
Spesies yang status konservasinya “rentan” membutuhkan satu sama lain.
a. cekakak murung (Todiramphus funebris)
b. mandar gendang (Habroptila wallacii)
c. cikukua hitam (Philemon fuscicapillus)
d. kasturi Ternate (Lorius garrulous)
e. kakatua putih (Cacatua alba)
f. walik benjol (Ptilinopus granulifrons)
g. kuskus matabiru (Phalanger matabiru).

Spesies yang berstatus “hampir terancam”

e. tiong-lampu ungu (Eurystomus azureus)


f. wiwik Maluku (Cacomantis heinrichi)
g. elang-alap Halmahera (Accipiter
henicogrammus)
h. walik topi-biru (Ptilinopus monacha).

Spesies yang berstatus “risiko rendah”

e. bidadari Halmahera (Semioptera


wallaci)
f. gagak Halmahera (Corvus validus)
g. cenderawasih gagak (Lycocorax
pyrrhopterus)
h. kapasan Halmahera (Lalage aurea).
PENDAPAT PENULIS

Maluku utara merupakan tempat yang


terdapat berbagai macam flora dan
fauna. Dan salah satunya yang kami
bahas diatas merupakan hewan khas
endemik Maluku utara yang
sebagaimana harus di jaga, dilindungi,
dan dipelihara sebagaimana mestinya
agar populasi dari hewan tersebut juga
tidak punah oleh tangan manusia.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa


manusia, hewan dan tumbuhan saling
bergantungan satu sama lain. Jika salah
satu diantara ketiga makhluk hidup
tersebut terganggung kelestraiannya
maka yang lain juga ikut terganggu
contohnya, jika tidak ada tumbuhan
manusia dan hewan akan kekurangan
makanan, jika tidak ada hewan
tumbuhan dan manusia juga kekurangan
makanan. Ketiganya saling
membutuhkan apabila ketiganya dapat
berperan sesuai dengan fungsinya maka
akan terciptanya keseimbangan
ekosistem.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2016 buku informasi region Maluku


papuahttp://ksdae.menlhk.go.id/assets/publikasi/
Buku_Informasi_521_KK_Region_Maluku_Pap
ua.pdf

Anonim, 2018, pekik satwa endemic


http://news.malutpost.co.id/index.php/read/2018
/11/05/4/8392/pekik-satwa-endemik

Siti Zubaidah, 2016 biodiversitas lestarikan


melalui pembelajaran dan pewarisan
pengetahuan lokal
https://www.researchgate.net/profile/Siti_Zubai
dah5/publication/335516962_Biodiversitas_Lest
arikan_melalui_Pembelajaran_dan_Pewarisan_
Pengetahuan_Lokal/links/5d69ff484585150886
013998/Biodiversitas-Lestarikan-melalui-
Pembelajaran-dan-Pewarisan-Pengetahuan-
Lokal.pdf