Anda di halaman 1dari 10

Makalah

konsep kebijakan kesehatan

MK : Kebijakan Bidan Kesehatan

Dosen :

yang disusun oleh

nama : Ratna Lanuru

Tingkat : III B

NIM : P07120317058

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolongan
Nya kami dapat menyelesaiakan makalah ini yang berjudul “Konsep Kebijakan Kesehatan”.
Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya,
tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.

Saran dan masukan yang membangun dari pak selaku dosen mata kuliah dan teman-teman
sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini, akhir kata kami ucapkan
terimakasih

Masohi, 22 Agustus 2019

Ratna Lanuru
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalah-


masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan
sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan
menyusun langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kebijakan adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang
bersifat mengikat, yang mengatur perilaku dengan tujuan untuk menciptakan tata nilai
baru dalam masyarakat,.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana defenisi kebijaka nkesehatan?
2. Bagaimana komponen kebijakan kesehatan?
3. Bagaimana proses kebijakan kesehatan ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk Bagaimana defenisi kebijaka nkesehatan
2. Untuk menjelaskan komponen kebijakan kesehatan.
3. Untuk menjelaskan proses kebijakan kesehatan
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................................


Daftar isi..............................................................................................................................
Bab I Pendahuluan

a. Latar belakang .......................................................................................................

b. Rumusan masalah ..................................................................................................

c. Tujuan penulisan ....................................................................................................

Bab II Pembahasan

a. Defenisi kebijakan kesehatan ..................................................................................

b. Komponen kebijakan kesehatan ..............................................................................

c. Proses kebijakan kesehatan ....................................................................................

Bab III Penutup

a. Kesimpulan .............................................................................................................

b. Saran ......................................................................................................................

Daftar pustaka
BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Kebijakan Bidang Kesehatan


1. Pengertian Kebijakan
Banyak definisi yang dibuat oleh para ahli untuk menjelaskan arti kebijakan.
Thomas Dye menyebutkan kebijakan sebagai pilihan pemerintah untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu (whatever government chooses to do or not to do).
Friedrich mengatakan bahwa yang paling pokok bagi suatu kebijakan adalah
adanya tujuan (goal), sasaran (objective) atau kehendak (purpose) (Abidin, 2002).
- Definisi kebijakan publik dari Thomas Dye tersebut mengandung makna
bahwa :
a. Kebijakan publik tersebut dibuat oleh badan pemerintah.
b. Kebijakan publik menyangkut pilihan yang harus dilakukan atau tidak
dilakukan oleh badan pemerintah (Abidin, 2002).
- Menurut Dunn proses kebijakan publik terdiri dari lima tahapan yaitu sebagai
berikut :
a. Penyusunan agenda (agenda seting), yakni suatu proses agar suatu
masalah bisa mendapat perhatian dari pemerintah.
b. Formulasi kebijakan (policy formulation), yakni suatu proses perumusan
pilihan- pilihan atau alternatif pemecahan masalah oleh pemerintah.

c. Penentuan kebijakan (policy adoption), yakni suatu proses dimana


pemerintah menetapkan alternatif kebijakan apakah sesuai dengan kriteria
yang harus dipenuhi, menentukan siapa pelaksana kebijakan tersebut, dan
bagaimana proses atau strategi pelaksanaan kebijakan tersebut.
d. Implementasi kebijakan (policy implementation), yaitu suatu proses untuk
melaksanakan kebijakan supaya mencapai hasil, pada tahap ini perlu
adanya dukungan sumberdaya dan penyusunan organisasi pelaksana
kebijakan.
e. Evaluasi kebijakan (policy evaluation), yakni suatu proses untuk memonitor
dan menilai hasil atau kinerja kebijakan (Subarsono, 2005).
2. Pengertian Kebijakan Kesehatan
Kebijakan publik bersifat multidisipliner termasuk dalam bidang kesehatan
sehingga kebijakan kesehatan merupakan bagian dari kebijakan publik. Dari
penjelasan tersebut maka diuraikanlah tentang pengertian kebijakan kesehatan
yaitu konsep dan garis besar rencana suatu pemerintah untuk mengatur atau
mengawasi pelaksanaan pembangunan kesehatan dalam rangka mencapai derajat
kesehatan yang optimal pada seluruh rakyatnya (AKK USU, 2010).
Kebijakan kesehatan merupakan pedoman yang menjadi acuan bagi semua
pelaku pembangunan kesehatan, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan dengan memperhatikan kerangka
desentralisasi dan otonomi daerah (Depkes RI, 2009).
B. Komponen kebijakan kesehatan
Para ahli kebijakan kesehatan membagi kebijakan ke dalam empat komponen yaitu
konten, process, konteks dan aktor ( Frenk J, 1993; Buse, Walt and Gilson, 1994; May &
Walt, 2005).
1. Konten

Konten kebijakan berhubungan dengan teknis dan istitusi. Konten kebijakan memiliki
empat tingkat dalam pengoprasiannya yaitu :

a. Sistemik atau menyeluruh di mana dasar dari tujuan dan prinsip-prinsip


diputuskan.

b. Programatik adalah prioritas-prioritas yang berupa perangkat untuk


mengintervensi dan dapat dijabarkan ke dalam petunjuk pelaksanaan untuk
pelayanan kesehatan

c. Organisasi di mana difokuskan kepada struktur dari isntitusi yang bertanggung


jawab terhadap implementasi kebijakan.

d. Instrumen yang memfokuskan untuk mendapatkan informasi demi meningkatkan


fungsi dari sistem kesehatan.

2. Proses

Proses kebijakan adalah suatu agenda yang teratus melalui suatu proses
rancang dan implementasi. Ada perbedaan model yang digunakan oleh analisis
kebijakan antara lain :

a. Model perspektif (rational model) yaitu semua asumsi yang mengformulasikan


kebijakan yang masuk akal berdasarkan informasi yang benar.

b. Model incrementalist (prioritas pilihan) yaitu membuat kebujakan secara pelan


dan bernegosiasi dengan kelompok-kelompok yang berminat untuk menyeleksi
kebijakan yang diprioritaskan.
c. Model retional (mixedscanning model) di mana penentu kebijakan mengambil
langkah mereview secara menyeluruh dan membuat suatu negosiasi dengan
kelompok-kelompok yang memprioritaskan model kebijakan.

d. Model puncuated equilibria yaitu kebijakan difokuskan kepada isu yang menjadi
pokok perhatian utama dari penentu kebijakan.

3. Konteks

Konteks kebijakan adalah lingkungan atau setting di mana kebijakan itu dibuat
dan diiplementasikan ( Kitson, Ahmed, Harvey, Seers, Thompson < 1996 ). Faktor-
faktor yang berada di dalamnya antara lain politik, ekonomi, sosial dan kultur di mana
hal-hal tersebut sangat berpengaruh terhadap formulasi dari proses kebijakan ( Walt,
1994 ).
4. Aktor

Aktor adalah mereka yang berada pasa pusat kerangka kebijakan kesehatan.
Aktor-aktor ini biasanya memengaruhi proses pada tingkat pusat, provinsi, dan
kabupaten/kota. Hubungan dari aktor dan peranannya (kekuasaannya) sebagai
pengambil keputusan adalah sangat tergantung kepada kompromi politk, daripada
dengan hal-hal dalam debat-debat kebijakan yang masuk diakal ( Buse, Walt and
Gilson, 1994 ).
C. Proses Kebijakan Kesehatan
Proses kebijakan adalah cara dari kebijakan itu diinisiasi, dikembangkan atau
diformulasikan, dinegosiasikan, dikomunikasikan, diimplementasi dan dievaluasi ( Sutcliffe &
Court, 2006 ). Ada dua langkah dalam memformulasikan proses kebijakan yaitu tentukan
pilihan dari kebijakan dan pilihlah yang diutamakan. Pada kedua tahap ini pembuat
kebiajakan idealnya harus memahami situasi yang spesifik dan membandingkan pilihan-
pilihan secara rinci, sehingga dapat membuat keputusan untuk dapat diimplementasikan (
Sutton, 1996 ).
Proses pengembangan kebijakan menurut Brehaut dan Juzwishin adalah
mengumpulkan, memproses, dan mendesiminasikan informasi yang berhubungan dengan
kebijakan yang akan dikembangkan; mempromosikan pilihan-pilihan untuk langkah yang
akan diambil; mengimplementasi pada pengambil keputusan; memberikan sanksi bagi yang
tidak bisa menaati; dan mengevaluasi pencapaian ( Breahaut & Juzwishin, 2005 ).
Pendekatan yang sering digunakan untuk mengerti suatu proses kebijakan adakah
“stages heuristic” yaitu memilah proses kebijakan tersebut ke dalam suatu rangkaian
tingkatan dengan menggunakan teori dan model serta tidak mewakili apa yang terjadi pada
keadaan yang sebenarnya. Langkah-langkahnya yang pertama, identifikasi masalah dan
pengenalan akan hal-hal yang baru masuk termasuk besar persoalan-persoalannya. Kedua,
formulasi kebijakan yang mengexplorasi siapa-siapa saja yang terlibat dalam perumusan
kebijakan, bagaimana kabijakan itu disepakato dan bagaimana akan dikomunikasikan.
Ketiga, implementasi kebijakan. Keempat, evaluasi kebijakan di mana diidentifikasi apa saja
yang terjadi termasuk hal-hal yang muncul dan tidak diharapkan dari suatu kebijakan (
Pollard &court, 2005 ).
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kebijakan kesehatan merupakan pedoman yang menjadi acuan bagi semua
pelaku pembangunan kesehatan, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat
dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan dengan memperhatikan
kerangka desentralisasi dan otonomi daerah (Depkes RI, 2009).
DAFTAR PUSTAKA

Dunn, William N. 1999. Analisis Kebijakan. Diterjemahkan Drs. Samodra Wibawa, MA dkk.
Edisi ke 2. Jakarta

Ayuningtyas, D., 2015. Kebijakan Kesehatan Prinsip dan Praktik. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.

Dunn, W., 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Depkes RI . kebijakan dan strategi desetralisasi bidan kesehatan , jakarta 2003