Anda di halaman 1dari 5

PEMBIASAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

DI SDN GENTRA MASEKDAS

PENDAHULUAN
Setiap satuan jenjang pendidikan mempunyai tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan
fungsinya dan perannya masing-masing, salah satunya adalah Sekolah Dasar. Program Sekolah
Dasar yang berkualitas dapat membantu mengembangkan semua potensi yang dimiliki anak. Oleh
karena itu pendidikan di SD harus berkualitas agar dapat membantu tumbuh kembang anak secara
maksimal. Ada dua hal yang harus dikembangkan di SD yaitu perilaku melalui pembiasaan dan
pengembangan kemampuan konsep dasar yang meliputi Kognitif, bahasa, fisik motorik sosial
emosional. Untuk mengembangkan semua itu diperlukan guru profesional dalam merancang
melaksanakan dan mengevaluasi agar dapat menghasilkan tujuan pembelajaran secara maksimal.
Salah satu penerapan kemampuan dasar nilai agama dan moral adalah perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS) yang dilakukan anak setiap hari guru menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
melalui pembiasaan rutin disamping nasehat dan cerita yang disampaikan oleh guru. Anak sehat
menjadi harapan semua orang tua masyarakat bangsa dan negara. Banyak program pemerintah yang
mengharapkan anak Indonesia yang sehat seperti makan tambahan air susu ibu, makanan tambahan
anak sekolah, dokter kecil sekolah sehat, peningkatan gizi balita lingkungan sehat, imunisasi,
pemberian vitamin A termasuk PHBS.

KENDALA PEMBIASAAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT


Untuk mewujudkan Indonesia sehat hingga tahun 2025 pemerintah masih tetap
memprioritaskan program-programnya secara berkesinambungan. PHBS yang diterapkan sejak usia
dini akan berdampak hingga dewasa kelak dalam kehidupan di masyarakat. Meskipun program aku
anak Indonesia sehat telah dilaksanakan dengan wujud nyata, namun itu belum dapat memberikan
hasil maksimal jika tidak dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Termasuk melalui
pembiasaan di SD. Poster pendukung program menuju aku anak sehat banyak kita temui di
puskesmas, posyandu, UKS, Sekolah Dasar, dan tempat strategis berkumpulnya anak-anak atau ibu-
ibu. Namun kenyataan belum berhasil secara maksimal dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah.
Anak-anak SD Gentra Masekdas masih banyak yang belum mampu menerapkan PHBS seperti belum
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, membuang sampah pada tempatnya buang air kecil
tidak di WC, meludah disembarang tempat tidak menggunakan sabun dll. Semua itu menjadi
masalah bagi kami yang mengajar di tersebut untuk meningkatkan kesadaran perilaku hidup sehat.
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat seperti kebiasaan di rumah,
lingkungan masyarakat, sekolah, guru yang kurang memberikan contoh teladan atau memperagakan
dan anak itu sendiri.
Pembiasaan yang dilakukan setiap hari ternyata belum dapat meningkatkan kesadaran anak.
Anak belum dapat melakukan hal-hal atau perbuatan yang diharapkan untuk gambaran anak sehat
cerdas dan ceria. Padahal pemerintah telah mencanangkan program kesehatan dengan Indonesia
sehat hingga tahun 2025. Realisasi dari program itu sendiri antara lain Hari Kesehatan Nasional
(HKN) yang diperingati tiap tahun. Sedangkan program terimplementasi seperti imunisasi,
pemberian makanan tambahan anak sekolah makanan penunjang ASI, UKS, PHBS, pemberian
vitamin A, hari cuci tangan sedunia dll. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan merupakan faktor
yang sangat menentukan kehidupan manusia terutama bagi anak usia dini.

UPAYA PEMBIASAAN HIDUP SEHAT


1. Sehat Fisik
Ø Melakukan olahraga secara teratur
Siswa/Guru/Masyarakat sekolah lainnya melakukan olahraga/aktivitas fisik secara teratur
minimal tiga kali seminggu selang sehari. Olahraga teratur dapat memelihara kesehatan fisik dan
mental serta meningkatkan kebugaran tubuh sehingga tubuh tetap sehat dan tidak mudah jatuh
sakit. Olahraga dapat dilakukan di halaman secara bersama-sama, di ruangan olahraga khusus
(bila tersedia), dan juga di ruangan kerja bagi guru/ karyawan sekolah berupa senam ringan dikala
istirahat sejenak dari kesibukan kerja. Sekolah diharapkan membuat jadwal teratur untuk
berolahraga bersama serta menyediakan alat/sarana untuk berolahraga.

Ø Biasa Mencuci tangan


Sekolah/guru/masyarakat sekolah selalu mencuci tangan sebelum makan, sesudah buang air
besar/sesudah buang air kecil, sesudah beraktivitas, dan atau setiap kali tangan kotor dengan
memakai sabun dan air bersih yang mengalir. Air bersih yang mengalir akan membuang kuman-
kuman yang ada pada tangan yang kotor, sedangkan sabun selain membersihkan kotoran juga
dapat membunuh kuman yang ada di tangan. Diharapkan tangan menjadi bersih dan bebas dari
kuman serta dapat mencegah terjadinya penularan penyakit seperti: diare, disentri, kolera, tipus,
kecacingan, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan flu burung.

Ø Mengonsumsi makanan bersih dan sehat


Anak sekolah/guru/masyarakat sekolah mengkonsumsi jajanan sehat dari kantin/warung sekolah
atau bekal yang dibawa dari rumah. Sebaiknya sekolah menyediakan warung sekolah sehat
dengan makanan yang mengandung gizi seimbang dan bervariasi, sehingga membuat tubuh
sehat dan kuat, angka absensi anak sekolah menurun, dan proses belajar berjalan dengan baik.

Ø Membersihkan kelas dan kamar kecil


Kebersihan adalah sebagian dari iman. Jika kita ingin sehat kita harus membersihkan kelas dan
kamar kecil. Jika ruang kelas terlihat rapi dan bersih maka pembelajaran akan berlangsung
dengan aman dan nyaman. Cara menjaga kebersihan ruang kelas : Membersihkan papan tulis
sesudah bel pergantian jam berbunyi, kebersihan papan tulis sangat berpengaruh terhadap
kegiatan pembelajaran. Menyapu kelas setiap hari dan sepulang sekolah agar kelas tetap terlihat
bersih. Setiap seminggu sekali mengusahakan untuk mengepel ruang kelas seminggu sekali.
Membersihkan kaca kelas agar nampak bersih dari luar.
Kebersihan kamar kecil juga sangat penting, kebanyakan siswa di sekolah tidak menjaga
kebersihan kamar kecil. Ada yang BAK (buang air kecil) dan BAB (buang air besar) tidak disiram
dan bau nya sampai kedalam ruangan kelas. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan siswa dalam
proses belajar mengajar. Pihak sekolah sudah sering kali memberikan pengarahan tentang
kebersihan terutama kebersihan WC siswa. Namun, siswa-siswi belum ada tertanam
kesadarannya dalam membersihkan WC itu sendiri. Sehingga siswa-siswi lah yang mendapat
akibatnya sendiri seperti terganggu nya siswa-siswi dalam melakukan proses belajar mengajar.
Dan apabila siswa-siswi tidak melakukan pembersihan dalam WC siswa itu sendiri, mereka akan
terus mendapatkan akibatnya itu sendiri. Lingkungan sekolah yang bersih merupakan salah satu
unsur yang harus ada, dibina dan dikembangkan terus agar dalam proses pendidikan yang
berjalan mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu jagalah kebersihan sekolah itu
terutama kebersihan WC agar sekolah itu dapat berfungsi dengan baik sebagai wadah untuk
mendidik anak agar mereka memiliki kesadaran lingkungan dan berkemauan berbuat sesuatu
yang positif bagi kelestarian lingkungan sekolah khususnya dan lingkungan hidup pada umumnya.

2. Sehat Psikis
Ø Selalu berpikir positif
Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran,
kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran
anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam
setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan
mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil
yang baik serta menguntungkan.
Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang
menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang
yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola
berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk
memperoleh hasil yang efektif.

Ø Sampaikan pesan yang mendidik


Pesan yang mendidik adalah pesan atau amanat yang bersifat mendidik atau membangun sifat
yang lebih baik. Pesan yang mendidik sangat berpengaruh terhadap kesehatan psikis kita. Pesan
yang mendidik dapat diperoleh lewat orang tua maupun bapak/ibu guru di sekolah. Jika kita
memperoleh pesan yang mendidik maka jiwa kita akan menjadi nyaman dan tenang , dan
sebaliknya jika kita mendapat pesan yang tidak mendidik maka jiwa kita tidak akan nyaman dan
tenang , bisa jadi kita akan menjadi terpuruk.

Ø Rajin beribadah
Rajin beribadah sangat berpengaruh terhadap kesehatan psikis seseorang. Dengan kita
mendekatkan diri kepada Allah SWT kita akan merasa nyaman dan terlindungi dari segala hal
yang buruk serta jiwa dan perasaan kita akan nyaman dan tenang. Di sekolah kita dapat
melaksanakan ibadah di masjid pada saat jam istirahat. Semakin banyak kita rajin beribadah
maka semakin nyaman dan tenang jiwa dan pikiran kita.

Ø Selalu berdo’a demi kebaikan


Berdo’a adalah suatu hal yang sangat penting. Berdo’a demi kebaikan berarti kita memohon
sesuatu yang baik kepada Allah SWT. Tujuan kita berdo’a demi kebaikan adalah agar diri kita
menjadi lebih baik, seperti hal nya dengan beribadah, semakin banyak berdo’a maka mental atau
jiwa kita akan menjadi lebih kuat .

MANFAAT PEMBIASAAN HIDUP SEHAT


1. Bagi Siswa :
 Meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit
 Meningkatkan semangat belajar
 Meningkatkan produktivitas belajar
 Menurunkan angka absensi karena sakit
2. Bagi warga sekolah :
 Meningkatnya semangat belajar siswa berdampak positif terhadap pencapaian target dan
tujuan
 Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan oleh orangtua
 Meningkatnya citra sekolah yang positif
3. Bagi masyarakat sekitar
 Mempunyai lingkungan sekolah yang sehat
 Dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh siswa dan warga
sekolah di sekolahan.

PENUTUP
Pembiasaan hidup bersih dan sehat (PBHS) harus ditanamkan sedini mungkin. Salah satunya adalah
dengan melakukan berbagai upaya PBHS di lingkungan Sekolah Dasar.

DAFTAR PUSTAKA
Charles.2011.http://www.yayasan-amalia.org/index.php? Option: com-content.id = 62 & itemid = 5.

Depdiknas, (2004). Kurikulum Standar Kompetensi Sekolah Dasar dan Randhatul Athfal. Jakarta:

Proyek Pengembangan Anak Usia Dini. ________, (2001). Didaktik Metodik di Sekolah Dasar,
Jakarta:
Proyek Pendidikan Anak Usia Dini. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, (2004). Konsep Dasar
Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

Soekidjo Notoatmodjo, (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjiono,

Anas (1991). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pres. Sumantri Mulyani dan Syaordih

Nana, (2007). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.

www.google.com/http://download.portalgaruda.org/article.php?article=141758&val=5152&title=M
eningkatkan%20Perilaku%20Hidup%20Bersih%20Dan%20Sehat%20Melalui%20Metode%20Demonst
rasi%20Di%20Kelompok%20A%20Tk%20Putra%20Bangsa%20Berdikari%20Kecamatan%20Palolo

www.google.com/http://aristiarto.blogspot.co.id/2015/09/artikel-pembiasaan-budaya-hidup-
sehat.html