Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT. atas limpahan


rahmat, hidayah serta inayah-Nya sehingga Penulis dapat menyusun
makalah ini. Dan tak lupa shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada
junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari
zaman jahiliah menuju zaman islamiah sekarang ini.

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas


dari mata kuliah Agama Islam .

Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak


kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran
yang membangun sangat Penulis harapkan demi terciptanya makalah
yang lebih baik selanjutnya. Dan semoga dengan hadirnya makalah ini
dapat memberi manfaat bagi pembaca sekalian.

Wassalamualaikum Wr. Wb
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Hidup merupakan anugrah yang telah diberikan oleh Allah swt. dan
merupakan suatu tanggung jawab yang telah diberikan kepada manusia.
Kehidupan di dunia merupakan suatu yang penuh dengan kenikmatan
dan cobaan. Tidak hanya itu, sebagai hamba Allah kehidupan dunia
merupakan suatu tempat persinggahan untuk berbuat suatu kebajikan
yang nantinya tidah hanya berdampak pada dunia saja melainkan
berdampak juga di akhirat kelak.

Dunia bukanlah suatu tempat yang kekal dan bukanlah sebagai


tempat tujuan. Sesungguhnya tempat yang kekal dan merupakan tempat
terakhir manusia yaitu akhirat. Karena dunia hanyalah tempat
persinggahan yang hanya merupakan tempat untuk melakukan kebajikan
demi kebahagiaan dunia dan akhirat maka manusia dalam melakukan
aktivitas harus lah ada suatu landasan dan pedoman untuk menjalani
kehidupan di dunia sebagai suatu amal baik yang nantinya sebagai tiket
untuk kehidupan yang kekal.

Allah swt. telah menurunkan Al-Qur’an melalui Malaikat Jibril


kepada Nabi Muhammad saw. untuk disampaikan kepada umatnya. Al-
Qur’an merupakan pedoman bagi manusia sebagai petunjuk untuk
menemukan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Al-Qur’an
mengandung beberapa ayat yang didalamnya berisi mengenai akidah,
ibadah, akhlak, hukum-hukum, peringatan, kisah-kisah, dan dorongan
untuk berfikir. Maka dari itulah Al-Qur’an merupakan pedoman bagi
manusia dalam menjalani kehidupan.
1.2. Rumusan Masalah
a. Pengertian Al-Qur’an
b. Adab membaca dan keutamaan Al-Qur’an
c. Fungsi dan kedudukan Al-Qur’an

1.3. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian Al-Qur’an itu sendiri
b. Untuk mengetahui adab membaca dan keutamaan Al-Qur’an
c. Untuk mengetahui fungsi dan kedudukan Al-Qur’an
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Al Qur’an


Qur’an adalah bentuk masdhar dari kata kerja Qara’a, berarti
“bacaan” kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

a) Pengertian Al Qur’an Secara Etimologi


Kata Al-Qur’an adalah isim mashdar (kata benda) dari kata (‫)قرأ‬
dengan makna isim Maf’ul, sehingga berarti “bacaan”. Al-Qur’an
Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قرأ‬yang
bermakna Talaa (‫ )تال‬keduanya bererti: membaca, atau bermakna Jama’a
(mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an
Wa Qur’aanan (‫ )قرءا وقرآنا قرأ‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro
Ghafran Wa Qhufroonan (‫)غفر غفرا وغفرانا‬. Berdasarkan makna pertama
(Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna
dengan Ism Maf’uul, artinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan
berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari
Ism Faa’il, artinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia
mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.

b) Pengertian Al Qur'an Secara Terminologi


Secara istilah, al Qur'an diartikan sebagai kalm Allah swt, yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat, disampaikan
dengan jalan mutawatir dari Allah swt sendiri dengan perantara malaikat
jibril dan mambaca al Qur'an dinilai ibadah kepada Allah swt.

Al Qur'an adalah murni wahyu dari Allah swt, bukan dari hawa nafsu
perkataan Nabi Muhammad saw. Al Qur'an memuat aturan-aturan
kehidupan manusia di dunia. Al Qur'an merupakan petunjuk bagi orang-
orang yang beriman dan bertaqwa. Di dalam al Qur'an terdapat rahmat
yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Al Qur'an
merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan
menuju jalan yang terang.

c) Pengertian Al Qur'an menurut Para Ahli


Berikut ini pengertian al Qur'an menurut beberapa ahli :

1. Muhammad Ali ash-Shabuni


Al Qur'an adalah Firman Allah swt yang tiada tandingannya, diturunkan
kepada Nabi Muhammad saw penutup para nabi dan rasul dengan
perantaraan malaikat Jibril as, ditulis pada mushaf-mushaf kemudian
disampaikan kepada kita secara mutawatir, membaca dan mempelajari al
Qur'an adalah ibadah, dan al Qur'an dimulai dengan surat al Fatihah serta
ditutup dengan surat an Nas

2. Dr. Subhi as-Salih


Al Qur'an adalah kalam Allah swt merupakan mukjizat yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan
dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah.

3. Syekh Muhammad Khudari Beik


Al Qur'an adalah firman Allah yang berbahasa arab diturunkan kepada
Nabi Muhammad saw untuk dipahami isinya, disampaikan kepada kita
secara mutawatir ditulis dalam mushaf dimulai surat al Fatihah dan
diakhiri dengan surat an Nas.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahawa al


Qur'an adalah wahyu Allah swt. yang diturunkan kepada nabi Muhammad
saw dengan perantara malaikat jibril, disampaikan dengan jalan
mutawatir kepada kita, ditulis dalam mushaf dan membacanya termasuk
ibadah. Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi
Muhammad saw selama kurang lebih 22 tahun.

2.2. Adab Membaca dan Keutamaan Membaca Al-Quran


a) Adab Membaca Al-Quran
Para ulama telah menulis ada enam adab lahiriyah dan enam adab
batiniyah dalam membaca al-Quran:
1) Adab Lahiriyah
a. Membacanya dengan penuh rasa hormat, ada wudhu, dan duduk
menghadap kiblat.
b. Tidak membacanya terlalu cepat, tetapi dibaca dengan tajwid dan tarti.
c. Berusaha menangis, walaupun terpaksa berpura-pura menangis.
d. Memenuhi hak ayat-ayat adzab dan rahmat sebagaimana yang telah
diterangkan sebelumnya.
e. Jika dikhawatirkan akan menimbulkan riya’ atau menggangu orang
lain, sebaiknya membacanya dengan suara pelan. Jika tidak,
sebaiknya membaca dengan suara keras.
f. Bacalah dengan suara yang merdu, karena banya hadits yang
menerangkan supaya kita membaca al-Quran dengan suara yang
merdu.
2) Adab Batiniyah
a. Mengagungkan al-Quran di dalam hati sebagai kalam yang tertinggi.
b. Memasukkan keagungan Allah SWT dan kebesaranNya karena al-
Quran adalah kalamNya.
c. Menjauhkan rasa bimbang dan ragu dari hati kita.
d. membacanya dengan merenungkan makna setiap ayat dengan
penuh kenikmatan.
e. Telinga benar-benar ditawajuhkan seolah-olah Allah sendiri sedang
berbicara dengan kita dan kita sedang mendengarkannya.
Allah berfirman “Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah
baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat
(al A'raaf: 204)
Para Ulama juga bersepakat mengenai beberapa adab atau etika dalam
membaca kitab al-Quran. Kesepakatan-kesepakatan para Ulama
tersebut antara lain:
1. Mengikhlaskan niat hanya karna Allah
1. Menutup aurat dan berpenampilan baik
2. Menghadap kiblat
3. Tidak menyentuh mushaf Al-Quran kecuali dalam keadaan suci, baik
dari hadas besar maupun kecil.
Firman Allah: .
Allah berfirman “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang
disucikan.” (QS. Alwaqiah: 79)
4. Dalam keadaan bersih dan suci dari najis baik badan, pakaian,
maupun tempat
5. Membersihkan mulut dengan menggosok gigi atau siwak
6. Membaca dalam keadaan duduk, bila membaca Al-Quran dengan
berdiri atau berbaring tetap mendapat pahala,hanya lebih utamanya
dengan duduk
7. Mengawali bacaan dengan ta’awudz

‫الر ِج ِيم‬
‫ان ه‬ َ ‫ش ْي‬
ِ ‫ط‬ ِ ‫فَإ ِ َذا قَ َرأْتَ ْالقُ ْرآَنَ فَا ْست َ ِع ْذ بِ ه‬
‫اَّلل ِمنَ ال ه‬

Artinya: ”Apabila kamu membaca Al-Quran hendaklah kamu meminta


perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk.” (An-Nahl:
98)
8. Membaca basmalah pada awal setiap surat kecuali surat baraah (at-
taubat).
9. Tenang tumaninah dan khusyu’
10. Menghadirkan dalam hati keagungan dan kemuliaan Al-Quran
11. Menghayati dan merenungi makna Al-Quran
12. Menghindari tertawa, gaduh, berbicara, makan, mengunyah permen
dan sebagainya disela-sela tilawah
13. Tidak menoleh kekanan dan kekiri atau melihat sesuatu yang bisa
memalingkannya dari mentadabburi kandungan Al-Quran
14. Tidak bermain-main dengan tangannya, menggoyang kepala
ataupun berdendang saat tilawah
15. Berusaha membaca dengan suara yang baik sesuai dengan
kemampuan
Firman Allah:
ِ ‫ْس ِمنها َم ْن لَ ْم يَتَغ هَن ِب ْالقُ ْر‬
‫آن‬ َ ‫لَي‬

Artinya: “Barangsiapa yang tidak melagukan Al-Quran, maka tidak


termasuk golongan kami..” (HR. Abu Daud)

16. Memperhatikan tajwid dan makroj-makhroj huruf


Sabda Rasulullah SAW:
‫زيّن القرآن بااصوا تكم‬

Artinya: “Hiasilah Al-Quran itu dengan suara kamu yang bagus”

17. Memperhatikan waqof, mashal dan ibtida


18. Melakukan sujud tilawah bila melewati ayat sajadah baik ketika di
dalam solat maupun di luar solat. Kecuali seorang ma’mum, maka ia
wajib mengikuti imamnya, karena itu ia tidak boleh melakukan sujud
tilawah sendiri sekiranya imam tidak melakukannya.
19. Menahan bacaan (atau jangan sambil membaca) ketika keluar
angin, menguap, bersin, batuk, dehem, sendawa dan sebagainya
20. Ketika melewati ayat rohman berhenti sejenak dan berdoa memohon
kepada Allah dan ketika melewati ayat azab berhenti sejenak dan
berlindung kepada Allah.

Al-Quran adalah kalam Allah swt berupa Mukjizat yang diturunkan


kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur sebagai
petunjuk bagi umat manusia hingga akhir zaman, ditulis dalam mushaf
diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas,
diriwayatkan secara mutawatir dan membacanya termasuk ibadah.
Seseorang yang selalu berinteraksi dengan Al-Quran yakni dengan
mengimaninya, menerapkan tajwid dan makhroj dalam membacanya,
mendengarkan, menghafalkan, memahami makna, ataupun
mengamalkannya dengan menjadikannya sebagai pedoman dan hujjah
dalam kehidupannya, maka ia akan mendapatkan keutamaan dan
kemuliaan disisi Allah baik di dunia maupun di akhirat. Adapun keutamaan
yang Allah berikan kepada ahlul Quran diantaranya adalah :

1. Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia


Firman Allah SWT:

ً ِ‫ت أ َ هن لَ ُه ْم أَجْ ًرا َكب‬


‫يرا‬ ‫ش ُر ْال ُمؤْ ِمنِينَ الهذِينَ يَ ْع َملُونَ ال ه‬
ِ ‫صا ِل َحا‬ َ ‫انّ َه َذا ْالقُ ْرآنَ يِ ْهدِي ِللهتِي ه‬
ّ ِ َ‫ِي أ َ ْق َو ُم َويُب‬

Artinya: “Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada


(jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada
orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)

2. Al-Quran sebagai obat penawar dan rahmat


Firman Allah:

‫ارا‬
ً ‫س‬ ‫آن َما ُه َو ِشفَاء َو َرحْ َمةٌ ِلّ ْل ُمؤْ ِمنِينَ َوالَ يَ ِزي ُد ه‬
َ ‫الظا ِل ِمينَ إَاله َخ‬ ِ ‫َونُن ِ َّز ُل ِمنَ ْالقُ ْر‬
Artinya : “Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian.” (QS. Al Isra : 82)

3. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda


Rasulullah SAW pernah bersabda :

‫من قرأ حرفا من كتاباهلل فله به حسنة والحسنة بعشر امثالها الاقول لم حرف ولكن الف حرف‬
‫والم حرف و ميم حر ف‬
Artinya: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka
baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatkan sepuluh
kali pahala. Tidaklah aku katakan “Alif Lam Mim” itu satu huruf.
Akan tetapi Lif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”
(HR. At-Tirmidzi)

4. Diampuni dosanya dan tidak disiksa oleh Allah SWT


Rasulullah SAW pernah bersabda :

‫وان هذالقرأن ما دبة هللا فمن دخل فيه فهو‬,‫اقروأ القران فان هللا تعالي اليعذب قلبا وعي القرأن‬
‫امن ومن احب القرأن فليبشر‬
Artinya: “Bacalah Al-quran karena Allah SWT tidak akan menyiksa hati
yang berisi (hafal) Al-Quran dan sesungguhnya Al-quran itu
hidangan dari Allah, barang siapa masuk padanya maka ia akan
aman dan baranga siapa mencintai Al-quran, maka
bergembiralah.”(HR. Ad-Darimi)

5. Mendapat syafa’at (pertolongan) dari Al-Quran


Sabda Rasulullah SAW:

‫اقروأالقرأنى فانه يأتي يوم القيمة شفيعا آلصحابه‬


Artinya: “bacalah Al-Quran karena, sesungguhnya pada hari kiamat nanti
ia (Al-Quran) akan memberi syafaat bagi para pembacanya”.
(HR.Muslim)

6. Mendapat nikmat (derajat) kenabian, hanya saja ia tidak


mendapatkan wahyu
Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

‫من قرأالقرأن فقد اسثدرج النبوة بين جنبيه غير انه اليوحي اليـه‬
Artinya: “Barang siapa membaca Al-Quran, maka sungguh dirinya telah
menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diberikan wahyu
kepadanya”(HR.Al-Hakim-Al-Baihaqi)

7. Termasuk dalam golongan orang yang terbaik


Nabiyullah Muhammad SAW bersabda

‫خيركم من ثعلم القرأن وعلمه‬


Artinya: “sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan
mengajarkannya” (HR. Bukhari & Muslim)
8. Dikumpulkan bersama malaikat
Rasulullah SAW bersabda:
‫والذي يقرألقرأن ويثثعثع فيه وهو عليه شاق له‬,‫الما هر بالقرأن مع السفرالكرام البرارة‬
‫اجـران‬
Artinya:“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir dalam
membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para malaikat yang
mulia lagi berbakti (taat) . Sedangkan orang yang membaca Al-Quran
masih terbata-bata dan merasa berat dalam mebacanya, maka ia
mendapat dua pahala.”(Muttafaq alaih)

2.3. Fungsi dan Kedudukan Al-Qur’an


A. FUNGSI AL-QUR’AN DALAM ISLAM
1. Dari sudut subtansinya, fungsi Al-Qur’an sebagaimana tersurat
nama-namanya dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
a. Al-Huda (petunjuk), Dalam al-Qur'an terdapat tiga kategori
tentang posisi al-Qur'an sebagai petunjuk. Pertama, petunjuk
bagi manusia secara umum. Kedua, al-Qur'an adalah petunjuk
bagi orang-orang bertakwa. Ketiga, petunjuk bagi orang-orang
yang beriman.
b. Al-Furqon (pemisah), Dalam al-Qur'an dikatakan bahwa ia
adalah ugeran untuk membedakan dan bahkan memisahkan
antara yang hak dan yang batil, atau antara yang benar dan
yang salah.
c. Al-Asyifa (obat). Dalam al-Qur'an dikatakan bahwa ia berfungsi
sebagai obat bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada
(mungkin yang dimaksud disini adalah penyakit Psikologis).
d. Al-Mau’izah (nasihat), Didalam Al-Qur’an di katakan bahwa ia
berfungsi sebagai penasihat bagi orang-orang yang bertakwa
2. Fungsi Al-Qur’an di lihat dari realitas kehidupan manusia
a. Al-Qur’an sebagai petunjuk jalan yang lurus bagi kehidupan
manusia.
b. Al-Qur’an sebagai mukjizat bagi Rasulallah SAW.
c. Al-Qur’an menjelaskan kepribadian manusia dan ciri-ciri umum
yang membedakannya dari makhluk lain.
d. Al-Qur’an sebagai korektor dan penyempurna kitab-kitab Allah
sebelumnya.
e. Menjelaskan kepada manusia tentang masalah yang pernah di
perselisikan ummat Islam terdahulu.
f. Al-Qur’an brfungsi Memantapkan Iman
g. Tuntunan dan hukum untuk menempuh kehiduapan

B. KEDUDUKAN AL-QU’AN DALAM ISLAM


1. Al-Qur’an sebagai sumber berbagai disiplin ilmu keislaman. Disiplin
ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an di antaranya yaitu :
a. Ilmu Tauhid (Teologi)
b. Ilmu Hukum
c. Ilmu Tasawuf
d. Ilmu Filasafat Islam
e. Ilmu Sejarah Islam
f. Ilmu Pendidikan Islam
2. Al-Quran sebagai Wahyu Allah SWT yaitu seluruh ayat Al-Qur’an
adalah wahyu Allah; tidak ada satu kata pun yang datang dari
perkataan atau pikiran Nabi.
3. Kitabul Naba wal akhbar (Berita dan Kabar) arinya, Al-Qur’an
merupakan khabar yang di bawah nabi yang datang dari Allah dan
di sebarkan kepada manusia.
4. Minhajul Hayah (Pedoman Hidup), sudah seharusnya setiap Muslim
menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan terhadap setiap problem
yang di hadapi.
5. Sebagai salah satu sebab masuknya orang arab ke agama Islam
pada zaman rasulallah dan masuknya orang-orang sekarang dan
yang akan datang.
6. Al-Quran sebagai suatu yang bersifat Abadi artinya, Al-Qur’an itu
tidak akan terganti oleh kitab apapun sampai hari kiamat baik itu
sebagai sumber hukum, sumber ilmu pengetahuan dan lain-lain.
7. Al-Qur’an di nukil secara mutawattir artinya, Al-Qur’an disampaikan
kepada orang lain secara terus-menerus oleh sekelompok orang
yang tidak mungkin bersepakat untuk berdusta karena banyaknya
jumlah orang dan berbeda-bedanya tempat tinggal mereka.
8. Al-Qur’an sebagai sumber hukum, seluruh mazhab sepakat Al-
Qur’an sebagai sumber utama dalam menetapkan hukum, dalam
kata lain bahwa Al-Qur’an menempati posisi awal dari tertib sumber
hukum dalam berhujjah.
9. Al-Qur’an di sampaikan kepada nabi Muhammad secara lisan
artinya, baik lafaz ataupun maknanya dari Allah SWT.
10. Al-Qur’an termaktub dalam Mushaf, artinya bahwa setiap wahyu
Allah yang lafaz dan maknanya berasal dari-Nya itu termaktub dalam
Mushaf (telah di bukukan).
11. Agama islam datang dengan al qur'annya membuka lebar-lebar
mata manusia agar mereka manyadari jati diri dan hakikat hidup di
muka bumi.