Anda di halaman 1dari 4

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA KUNYIT PUTIH

(curcuma zedoria) DAN KUNYIT KUNING (curcuma longa linn)


TERHADAP BAKTERI E.Coli

Diajukan Oleh :

Utami Pra Pitri


34170213

PROGRAM STUDI FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2019

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Antibakteri adalah suatu senyawa yang digunakan untuk mengambat bakteri.

Antibakteri biasanya terdapat dalam suatu organisme sebagai metabolit sekuder. Mekanisme

senyawa antibakteri secara umum dilakukan dengan cara merusak dinding sel, mengubah

permeabilitas membran, mengganggu sintesis protein, dan menghambat kerja enzim (Pelczar

dan Chan, 2008). Senyawa yang berperan dalam merusak dinding sel antara lain fenol,

flavonoid, dan alkaloid. Senyawa fitokimia tersebut berpotensi sebagai antibakteri alami

pada bakteri patogen, contohnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia

coli.

Infusa merupakan metode ekstraki dengan pemanasan 90oc selama 15 menit untuk

mendapatkan zat-zat penting dari suatu herbal. infusa daun sirih memiliki turunan fenolik

sehingga menyebabkan aktivitas antibakterinya enam kali lebih kuat dibandingkan fenol itu

sendiri (Amalia et al, 2009). infusa daun sirih merah mengandung senyawa aktif saponin

dalam jumlah kecil yang berperan sebagai antibakteri (Pengabdian, 2012)

Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli adalah salah satu jenis spesies utama

bakteri gram negatif. Pada umumnya bakteri ini diketahui terdapat secara normal dalam alat

pencernaan manusia dan hewan. Keberadaannya di luar tubuh manusia menjadi indicator

sanitasi makanan dan minuman apakah pernah tercemar oleh kotoran manusia atau tidak.

Keberadaan Eschericia coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi

2
dengan ditemukannya bibit penyakit (patogen) pada pangan (Rahayu, 2003). Dalam

persyaratan mikrobiologi E. coli dipilih sebagai indikator tercemarnya air atau makanan

karena keberadaan bakteri E. coli dalam sumber air atau makanan merupakan indikasi

terjadinya kontaminasi tinja manusia. Adanya E. coli menunjukkan suatu tanda praktek

sanitasi yang tidak baik karena E. coli bisa berpindah dengan kegiatan tangan ke mulut atau

dengan pemindahan pasif lewat makanan, air, susu dan produk-produk lainnya. E. coli yang

terdapat pada makanan atau minuman yang masuk kedalam tubuh manusia dapat

menyebabkan gejala seperti kholera, disentri, gastroenteritis, diare dan berbagai penyakit

saluran pencernaan lainnya (Nurwanto, 2007).

Kunyit (Curcuma domestica Val) merupakan salah satu tanaman yang digunakan

untuk pengobatan tradisional oleh nenek moyang kita sejak lama (Hemani, 2002). Tanaman

kunyit ini salah satu tanaman yang mudah didapat, murah. Kunyit merupakan salah satu

tanaman rempah-rempah yang berfungsi sebagai anti bakteri, baik bakteri Gram positif

maupun Gram negatif seperti : Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Bacillus subtilis,

Escherichia coli, Shigella dysentriae, Salmonella typhi dan sebagainya.

B. Rumusan Masalah

Apakah ada perbandingan aktivitas antibakteri infusa kunyit putih (curcuma zedoria)

dan kunyit kuning (curcuma longa linn) terhadap bakteri e.coli.

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri infusa kunyit putih (curcuma

zedoria) dan kunyit kuning (curcuma longa linn) terhadap bakteri e.coli.

3
D. Manfaat Penelitian

1. Untuk menginformasikan kepada masyarakat sekitar bahwa infusa kunyit putih (curcuma

zedoria) dan kunyit kuning (curcuma longa linn) dapat di jadikan antibakteri terhadap

bakteri e.coli.

2. Sebagai sumber penelitian lanjutan tentang aktivitas kunyit putih (curcuma zedoria) dan

kunyit kuning (curcuma longa linn) sebagai antibakteri terhadap bakteri e.coli

3. Sebagai sumber penelitian ilmiah mahasiswa tentang aktivitas kunyit putih (curcuma

zedoria) dan kunyit kuning (curcuma longa linn) sebagai antibakteri terhadap bakteri e.coli

E. Keaslian Penelitian

Beberapa penelitian yang hampir sama dan mendukung penelitian ini adalah:

1. Rakhel Nugraheni Putri, (2017) “Perbandingan Aktivitas Antibakteri Infusa Kombinasi

Daun Sirih (piper betle l) Dan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav). Dengan

Infusa Tunggalnya Terhadap Bakteri staphylococcus Aureus. Persamaan penelitian ini

yang akan dilakukan adalah sama-sama menggunakan metode infundasi, sedangkan

perbedaannya yaitu ekstrak sampel yang berbeda.

2. Yohanes dkk, 2015 ”Uji Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Sisik Naga (Drimoglossum

piloselloides L) Terhadap Streptococcus pyogenes). persamaan penelitian ini yang akan

dilakukan adalah sama-sama menggunakan metode infundasi, sedangkan perbedaannya

yaitu ekstrak sampel yang berbeda.

3. septiani dkk, 2017 “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lamun (cymodecea Rotundata)

Terhadap Bakteri staphylococcus Aureus. persamaan penelitian ini yang akan dilakukan

adalah menggunakan metode difusi sumur untuk menghambat bakteri e. coli, sedangkan

perbedaannya yaitu ekstrak sampel yang berbeda.