Anda di halaman 1dari 13

PEDOMAN PRAKTIKUM

TANAMAN HIAS
PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA

AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA
KARAWANG 2019

Rommy Andhika Laksono


Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

HALAMAN PENGESAHAN

Mata Kuliah : Prod. Tanaman Hortikultura (Tanaman Hias)


Jumlah SKS : 3 (2-1)
Kode Mata Kuliah :
Semester : V (Lima)
Program Studi : Agroteknologi
Fakultas : Pertanian
Sumber Dana : APBN

Ketua Pelaksana
a. Nama : Rommy Andhika Laksono, SP.,MP.
b. Pangkat/Golongan : Penata Tk 1/ III d
c. Jabatan : Lektor
Fungsional

Anggota 1
a. Nama : Yayu Sri Rahayu, S.TP., MP.
b. Pangkat/Golongan : Penata Muda Tk 1/ IIIb
c. Jabatan : Asisten Ahli
Fungsional

Anggota 2
a. Nama : Winda Rianti, SP., M.Sc.
b. Pangkat/Golongan : Penata Muda Tk 1/ IIIb
c. Jabatan : Asisten Ahli
Fungsional

Menyetujui, Karawang, September 2019


Koordinator Program Studi Ketua Pelaksana
Agroteknologi

Rommy Andhika Laksono, SP.,MP.


NIDN. 0014058802

Mengetahui,
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

PETA KOMPETENSI

Program studi : Agroteknologi


Mata Kuliah : Prod. Tanaman Hortikultura (Tanaman Hias)
Mata Kuliah Prasyarat : -
Semester : V (Lima)
SKS/JPM : 3 (2-1) / 4 jam
Tahun Dikembangkan : 2011
Dosen Pengampu : Rommy Andhika Laksono, SP.,MP.
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

PENDAHULUAN

Mawar adalah suatu jenis tanaman semak dari genus Rosa sekaligus
nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar terdiri dari 100 spesies
lebih, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk.
Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri
atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter.
Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman
lain bisa mencapai 20 meter.
Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5–
15 cm dengan dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap
tangkai daun terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun
dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi
beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke
tanah. Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies
merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia
Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.
Bunganya terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian Rosa
sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Di antara warna yang
dimiliki oleh mawar adalah putih, merah muda, kuning dan biru pada
beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan daun
kelopak.
Bunga menghasilkan buah agregat (berkembang dari satu bunga dengan
banyak putik) yang disebut rose hips. Masing-masing putik berkembang
menjadi satu buah tunggal (achene), sedangkan kumpulan buah tunggal
dibungkus daging buah pada bagian luar. Spesies dengan bunga yang
terbuka lebar lebih mengundang kedatangan lebah atau serangga lain yang
membantu penyerbukan sehingga cenderung menghasilkan lebih banyak
buah. Mawar hasil pemuliaan menghasilkan bunga yang daun mahkotanya
menutup rapat sehingga menyulitkan penyerbukan. Sebagian buah mawar
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

berwarna merah dengan beberapa perkecualian seperti Rosa


pimpinellifolia yang menghasilkan buah berwarna ungu gelap hingga hitam.
Pada beberapa spesies seperti Rosa canina dan Rosa
rugosa menghasilkan buah rose hips yang sangat kaya dengan vitamin
C bahkan termasuk di antara sumber vitamin C alami yang paling kaya.
Buah rose hips disukai burung pemakan buah yang membantu penyebaran
biji mawar bersama kotoran yang dikeluarkan. Beberapa jenis burung seperti
burung Finch juga memakan biji-biji mawar.
Pada umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait yang
berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain. Beberapa
spesies yang tumbuh liar di tanah berpasir di daerah pantai seperti Rosa
rugosa dan Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum
yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan
binatang, menahan pasir yang diterbangkan angin dari segala arah dan
melindungi akar dari erosi. Walaupun sudah dilindungi duri, rusa kelihatannya
tidak takut dan sering merusak tanaman mawar. Beberapa spesies mawar
mempunyai duri yang tidak berkembang dan tidak tajam.
Mawar juga dikenal sebagai tanaman hias yang dapat dimanfaatkan
untuk berbagai keperluanseperti sebagai tanaman hias ditaman, di
pot,dijadikan bunga tabur, parfum, kosmetik dan obat-obatan.Mengingat
kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong
ataupun tanaman hias di dalam dan luar negeri, maka pengembangan
budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan
permintaan pasar.
Tanaman mawar dapat diperbanyak secara generatif maupun secara
vegetatif. Secara vegetatif dengan stek batang atau cabang, cangkok, dan
okulasi. Stek atau cutting yaitu dengan cara memotong sebagian tanaman
dan langsung ditanam ke media tanam Cara stek lebih dipilih, karena stek
menghasilkan tanaman yang memiliki persamaan dalam umur, tinggi,
ketahanan terhadap penyakit dan menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah
banyak.
Pewarnaan mawar secara profesional dapat dilakukan dengan cara
penyemprotan, pencelupan, atau saturasi melalui penyerapan.Tidak seperti
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

metode lainnya yang menghabiskan banyak uang, pewarnaan mawar melalui


metode penyerapan hanya memerlukan beberapa peralatan rumah tangga
dan waktu antara 2 hingga 24 jam. Salah satu cara yang paling terkenal untuk
membuat sebuah mawar putih menjadi biru adalah dengan menggunakan
metode osmosis. Secara Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), osmosis
adalah percampuran dua macam cairan melalui dinding sel atau selaput
(yang banyak porinya). Sementara dalam proses mewarnai mawar, osmosis
adalah menyelupkan batang mawar ke dalam cairan berwarna.
Rainbow rose tidak ditumbuhkan dari biji, rainbow rose adalah white
rose (bunga mawar putih) yang di dyed (atau disemer, diwarnai) dengan
pewarna dan teknik khusus (osmosis pada batangnya), dan menggunakan
teknik khusus. Dan benar, yang menemukan teknik pewarnaan ini pertama
kali adalah Mr. Van de Werken (41, Dutch). Jadi fakta yang sering kita dengar
itu ada benarnya juga, penemunya memang seorang Van de Werken, tapi
yang ditemukan adalah rainbow rose yang diwarnai melalui proses osmosis
zat pewarna pada batang bunga warna putih, BUKAN dari hasil perkawinan
antar varian bunga mawar. Dan karenanya tidak dapat tumbuh dari biji.
Karena asalnya dari hasil teknik pewarnaan terhadap bunga mawar putih
yang telah dipotong (cut flower), maka tentu saja tetap tidak akan hidup walau
ditanam lagi.
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

ALAT DAN BAHAN

Bahan yang dibutuhkan:

 4 tangkai mawar putih. Usahakan mawar hasil petik sendiri, pastikan


kalau mawar potong yang Anda beli bukan yang sedang direndam di
dalam air.
 Pewarna makanan (Merah, Biru, Kuning ) atau lainya
 Air
 Alkohol 70%

 Kapas /Tisu

Alat yang digunakan :

 Pisau cutter, atau gunting khusus tanaman


 8 buah gelas atau botol mineral. Ukurannya 100 ml /lebih
 Solasi
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

Metode Praktikum

1. Pangkaslah batang bunga.

 Potong batang bunga mawar hingga mencapai tinggi yang Anda


inginkan.
 Gunakan gunting yang tajam atau pisau yang tajam untuk memotong
bagian bawah dari batang bunga mawar sehingga memiliki ujung yang
miring.
 Untuk menentukan tinggi yang tepat, tentukan berdasarkan pada tinggi
wadah yang akan digunakan untuk pewarnaan atau berdasarkan tinggi
dari vas yang akan Anda gunakan untuk menaruh bunga mawar
setelah diwarnai.
 Batang dari bunga mawar Anda hanya perlu sedikit lebih tinggi dari vas
yang akan Anda gunakan untuk menaruh bunga-bunga tersebut.
Namun tidak boleh terlalu melebihi tinggi wadah yang Anda gunakan
untuk mewarnai, atau bunga mawar Anda tidak akan dapat berdiri
dengan seimbang dalam wadah pewarnaan.

2. Belah batang bunga menjadi beberapa bagian.


 Gunakan silet yang tajam untuk membelah ujung batang mnjadi
beberapa bagian. Anda dapat menggunakan gunting atau pisau,
namun alat apa pun yang Anda pilih haruslah tajam.
 Jika batang bunga mawar Anda cukup keras seperti kayu, dan Anda
menggunakan pisau yang tumpul, Anda dapat merusak batang bunga
dan bahkan merusak kuntum bunga Anda.
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

 Potongan pada batang yang Anda buat harus dimulai dari ujung batang
Jika Anda membelah terlalu banyak, Anda akan membuat batang
bunga menjadi lemah.
 Perhatikan bahwa banyaknya bagian yang anda buat pada batang
bunga akan menentukan banyaknya warna pada bunga mawar pelangi
Anda.

3. Campurkan beberapa warna dari pewarna makanan ke dalam


wadah berisi air.
 Isi beberapa wadah yang tinggi dengan air dan campurkan beberapa
tetes pewarna makanan ke dalamnya. Pilih satu warna untuk setiap
wadah.
 Seperti yang disebutkan di atas, banyaknya warna harus sesuai
dengan banyaknya bagian dari batang yang Anda belah.
 Semakin banyak pewarna makanan yang Anda gunakan, semakin
cerah warna yang akan dihasilkan pada bunga mawar pelangi Anda.
 Wadah yang terbaik adalah wadah yang kuat dan tidak lebar. Hindari
penggunaan wadah yang memiliki mulut yang lebar karena bagian-
bagian dari batang yang telah dibelah akan ditempatkan ke pada
masing-masing wadah, dan mulut wadah yang terlalu lebar akan
membuat penempatan bagian batang menjadi sulit.
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

4. Tempatkan setiap bagian batang ke dalam wadah yang berbeda.


 Tempatkan setiap bagian dengan hati-hati ke dalam wadah-wadah
yang telah diberi pewarna, dan pastikan bahwa ujung-ujung batang
telah terendam sepenuhnya.
 Perhatikan secara saksama saat menekuk dan menempatkan bagian-
bagian batang. Batang yang telah dibelah akan menjadi lemah, dan
jika Anda memindahkan bagian batang dengan tidak hati-hati, Anda
dapat membuat bagian tersebut patah tanpa disengaja.
 Tempatkan wadah-wadah yang telah diberi pewarna berdekatan
dengan satu sama lain untuk menjaga keutuhan bunga dan membatasi
jarak yang Anda butuhkan saat meregangkan belahan-belahan tangkai
tersebut.

5. Biarkan bunga mawar Anda terendam selama beberapa hari.


Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

 Anda akan dapat melihat perubahan warna pada 30 menit pertama,


namun untuk mendapatkan bunga mawar yang memiliki warna yang
jelas, Anda hasur merendam bunga Anda dalam pewarna untuk
beberapa hari.
 Mungkin akan membutuhkan waktu satu minggu penuh hingga warna-
warna pada bunga mawar terlihat jelas, namun setelah satu hari, setiap
helai kelopak bunga akan memiliki semburat warna yang diinginkan.
 Air yang telah diberi pewarna akan diserap melalui batang bunga
mawar seperti halnya air. Saat air berwarna tersebut dihantarkan
melalui bagian-bagian bunga dan mengalir ke kelopak bunga, pewarna
tersebut akan disimpan pada kelopak bunga. Karena kelopak-kelopak
bunga berwarna putih, maka pewarna akan dengan mudah dapat
terlihat.
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

FORMAT LAPORAN

Kertas A4 Margin ( kiri 4 cm, atas 4 cm, kanan 3 cm, bawah 3 cm)
Huruf Calibri ukuran 12 ( 1,5 spasi )

I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Tujuan

II. ALAT DAN PROSEDUR PRAKTIKUM


1. Bahan dan Alat
2. Prosedur
3. Variabel pengamatan (lama/ waktu osmosis)

Konsentrasi
2 cc/ 100ml 4cc /100 ml
Kombinasi
warna
1 warna Perlakuan 1 Perlakuan 2

3 warna Perlakuan 3 Perlakuan 4

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Hasil
2. Pembahasan

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan
2. Saran
Tanaman Hias 2019 | ROMMY A LAKSONO

Daftar Pustaka

1. Dirjen Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian 2007.


2. Suratiyah. 2011. Ilmu usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
3. Ambarwati,S. (2007) Budidaya Tanaman Hias”.Jakarta : Azka Mulia Media
4. Kadir A. 2008. Tanaman Hias Bernuansa Varigata. Jakarta: Lily Publisher.
5. Lestari K. 2008. Galeri Tanaman Hias Lanskap. Jakarta: Penebar Swadaya.
6. Tjiptandi F. 2008.Strategi Pemasaran.Yogyakarta: CV Andi Offset.
7. Redaksi Turbus. 2007. Tanaman Hias Indoor Populer. Penebar Swadaya:
Jakarta
8. Saerif. 1989. Kesuburan Dan Pemupukan Tanah. Pustaka Buana: Bandung
9. Sitompul, S. M. dan Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM
10. Press: Yogjakarta
11. Sri Wuryaningsih, Sutarter, Benny Tijia. 2000. Pertumbuhan Tiga Kultiva
Krisan
12. Pada Media Curah Sabut Kelapa. Jurnal Penelitian Pertanian: Agriniss
13. Suwasono, Heddy. 2001. Ekologi Tanaman. Raja Grafindo Prsada: Jakarta.