Anda di halaman 1dari 36

Instrumentasi III-1

BAB 3
Instrumentasi III-2

Standar dan Kalibrasi Instrumen


Instrumentasi III-3

Buchla D., McLachlan W. 1992, Applied Electronic Instrumentation and Measurement,


Maxwell Macmillan International Publishing Group, New York.
Instrumentasi III-4

OBYEKTIF_____________________________________
Instrumentasi III-5

 Semua pengukuran berdasar pada perbandingan kuantitas yang


diukur terhadap kuantitas yang diketahui (standar).
 Tanpa standar, pengukuran akan berubah-ubah (arbitrary) dan
tak terduga-duga (capricious).
 Kemajuan teknologi telah menuntut lebih akurat (teliti),
jangkauan lebih lebar dan diversitas besar.
 Pekerjaan sain dan teknik mensyaratkan pengukuran dari
berbagai negara mempunyai definisi umum
 Sebelum mengadopsi satuan SI, berlaku – sistem metrik dan
sitem customary (sistem english).
 Standarisasi kerja di Amerika & Britain, masyarakat ilmiah &
teknik mengadopsi satuan SI (Sistem International).

Tujuan
Setelah mempelajari bab ini anda harus mampu:
1) Menetapkan satuan SI pokok (fundamental) dan menjelaskan
unit turunan didasarkan pada unit-unit pokok.
2) Mendaftar awalan (prefix) metrik dan pengertiannya.
3) Menguraikan misi organisasi-organisasi nasional dan
internasional bertanggung jawab pada standar pengukuran.
4) Menjelaskan keuntungan standar intrinsik dan bagaimana
perbedaannya dengan standar prototipe.
5) Membandingkan Standar Internasional, Standar Primer, Standar
Sekunder, dan Standar Pekerjaan.
6) Menguraikan standar-standar waktu dan frekuensi, voltase,
resistensi, kapasitansi, induktansi, temperatur dan potometri.
7) Mendiskusikan rasional untuk interval kalibrasi instrumen dan
keuntungan penyimpanan rekaman.

The National Institute of Standards and Technology (NIST),


sebelumnya dikenal sebagai the National Bureau of Standards
(NBS), didirikan 1901, menggantikan the Office of Standard
Weights and Measures.
Instrumentasi III-6

3-1. SATUAN-SATUAN PENGUKURAN

 Pegukuran kuantitas dikerjakan dengan satuan-satuan


pengukuran tertentu.
 Satuan-satuan pengukuran adalah kuantitas referensi yang
telah dipilih sebagai dasar perbandingan untuk kebanyakan
kuantitas-kuantitas dapat diukur.
 Definisi-definisi berbagai satuan dimodifikasi dan ditingkatkan
dari waktu ke waktu sesuai kebutuhannya.
 Satuan metrik lama asalnya diusulkan oleh Akademi Sains
Perancis pada 1790.
 The Convention du Meter (1875) ditanda tangani oleh 18 negara
untuk menetapkan dan memelihara bodi dari bobot dan ukuran-
ukuran di Paris.
 Melalui otoritas pemerintah, The Conference General des
Poids et Mesures (CGPM). Utusan-utusan dari negara-negara
anggota mengadopsi prosedur persyaratan untuk
meningkatkan/mengembangkan sistem metrik.
 The intenational System of Units (Le Systeme International
d’Unités disingkat SI) yang telah didefinisikan pada sebelas sesi
CGPM pada 1960.
 Sistem SI telah disederhanakan dari sistem orisinil dan
berdasarkan pada tujuh satuan pokok (=satuan dasar, pada
Tabel 3-1) dan dua satuan tambahan (=suplementary, pada
Tabel 3-2).
 Pada 1971, konferensi umum menambahkan standar kuantitas
disebut mole pada satuan-satuan pokok. (atom-atom atau
molekul-molekul dalam substansi sering lebih relevan pada
kimiawi dari pada massa substansi).
 Satu mole = banyaknya atom dalam 12 gram dari karbon 12.
 Semua satuan SI yang lain dapat dibentuk dengan
mengkombinasikan satuan-satuan pokok dan satuan tambahan
maka disebut satuan-satuan turunan.
Instrumentasi III-7

 Definisi satuan-satuan pokok diberikan pada Tabel 3-3

TABEL 3-1. Satuan-satuan Pokok SI

KUANTITAS SATUAN DASAR KEPENDEK AN


Panjang meter m
Massa kilogram kg
Waktu sekon s
Arus listrik ampere A
Temperatur kelvin K
Intensitas Lumen candela cd
Jumlah Substansi mole mol

TABEL 3-2. Satuan-satuan Tambahan SI

KUANTITAS SATUAN DASAR KEPENDEKAN


Sudut bidang radian r
Sudut solid steradian sr
Instrumentasi III-8

TABEL 3-3 Definisi-definisi Satuan-satuan Pokok

SATUAN-SATUAN POKOK
Panjang (meter) = panjang lintasan cahaya dalam vakum
selama interval 1/(299.792.458) detik (1983).
Massa (kilogram) = Massa kilogram prototipe
internasional (1889).
Waktu (sekon) = durasi 9.192.631.770 perioda radiasi
sesuai pada transisisi diantara dua level hyperfine
keadaan pengetanahan atom 133 cesium (1967).
Arus listrik (ampere) = arus konstan pada dua konduktor
paralel lurus panjang tak terbatas, penampang
melintang lingkaran diabaikan, dan ditempatkan satu
meter dalam vakum, akan manghasilkan diantara
konduktor-konduktor ini suatu gaya setara 2 x 10-7 N/m.
Temperatur (kelvin) = fraksi 1/273,16 temperatur
termodinamika `dari titik tripel air (1967).
Intensitas lumen (candela) = intensitas lumen, dari
sumber yang memancarkan radiasi monocromatik 540
x 1012 hertz dan mempunyai intensitas radian 1/683
W/sr (1979).
Jumlah substansi (mole) = jumlah substansi sistem yang
berisi banyak entitas dasar seperti atom-atom dalam
0,012 kilogram karbon 12 (1971).
Instrumentasi III-9

Penjumlahan satuan-satuan pokok dan tambahan, 27 satuan


turunan diadopsi oleh CGPM (Tabel 3-4) dan beberapa
tambahan satuan-satuan listrik.

TABEL 3-4 Satuan-satuan turunan oleh CGPM.


Instrumentasi III-10

SIMBOL
KUANTITAS NAMA SATUAN
SATUAN
Luas meter persegi m2
Volume meter kubik m3
Frekuensi hertz Hz (s-1)
kiloggram per meter
Density kg/m3
kubik
Kecepatan meter per sekon m/s
Kecepatan sudut radian per sekon r/s
meter per sekon
Percepatan m/s2
kuadrat
radian per sekon
Percepatan sudut r/s2
kuadrat
Gaya newton N (kg. m/s2)
newton per meter
Tekanan N/m2
kuadrat
newton sekon per
Viskositas (dinamik) N.s/m2
meter kuadrat
meter kuadrat per
Viskositas (kinematik) m2/s
sekon
Kerja, energi, kuantitas
joule J (N.m)
panas
Tenaga (power) watt W (J/s)
Kuantitas elektrisitas coulomb C (A.s)
Tensi elektrik,
perbedaan potensial, volt V (J/C)
gaya elektromotive
Kekuatan medan listrik volt per meter V/m
Resistensi ohm  (V/A)
Kapasitansi farad F (A.s/V)
Fluk magnetik weber Wb (V.s)
Induktansi henry H (V. s/A)
Instrumentasi III-11

T
Densitas fluk magnetik tesla
(Wb/m2)
Kekuatan medan
ampere per meter A/m
magnetik
Gaya magnetomotive gilbert Gb (A)
Fluk luminous lumen lm (cd.sr)
candela per meter
Luminansi cd/m2
kuadrat
Illuminasi lux lx (lm/m2)
SATUAN SATUAN ELEKTRIK BERGUNA (TAMBAHAN)
Koduktansi siemen S
Gain/atenuasi desibel dB
Instrumentasi III-12

Keuntungan penting dari satuan-satuan turunan adalah bertalian


(coherence).
Koheren = satuan-satuan turunan dapat dinyatakan langsung
dalam istilah hasil kali atau hasil bagi satuan-satuan
pokok tanpa faktor-faktor numerik.
Contoh, satuan gaya adalah Newton.
Gaya = massa x percepatan.
Newton = gaya yang memproduksi percepatan satu meter per
sekon terhadap massa satu kilogram.
1N = 1 kg.m.s-2.
Definisi tidak mencakup berubah-ubahnya konstanta numerik;
karena itu satuan turunan tersebut koheren.
Instrumentasi III-13

CONTOH
Hukum Lenz’s menyatakan
3-1
Persamaan vL
di
3-1 dt

v = voltase instantaneous, V
L = induktansi, H
di = perubahan kenaikan dalam arus, A
dt = perubahan kenaikan dalam waktu, s
Mulai dari hukum Lenz’s dan definisi satuan dasar dalam
Tabel 3-4, menunjukan bahwa satuan untuk induktansi, Henry
(H), dapat ditulis menggunakan satuan pokok:
kg . m 2
H 
A2 . s 2

SOLUSI Tinjau hukum Lenz’s L  v dt


di
Substitusikan satuan-satuan untuk setiap kuantitas
 J  s  N.m  s
H    
 C  A  A. s  A

Newton, N, satuan gaya:


kg . m
N 
s2
 N. m  1 kg. .m 2
Oleh karena itu H    2 2
 A.  A A .s

Kecuali ampere, semua satuan listrik adalah satuan turunan.


Satuan turunan = kombinasi aljabar dari satuan pokok =
nama khusus penghargaan orang yang bekerja dalam
bidangnya.
Ohm, untuk menghargai Goerge Simon Ohm (1787—1854),
seorang German yang mempelajari kelistrikan.
Instrumentasi III-14

PREFIX METRIK
Prefik metrik untuk menyatakan kuantitas sangat besar dan
sangat kecil.
Keuntungan penting dalam sistem metrik: prefik metrik
berbasis sistem desimal dan tampil pada sepuluh pangkat.
Nama dan kependekan prefik metrik, bersama-sama dengan
pangkat dari sepuluh (Tabel 3-5).
Prefik dapat digunakan dalam kata sambung dengan semua
satuan pengukuran; tetapi, pada pengukuran listrik, prefik
dengan sebuah eksponen kelipatan tiga lebih disukai.

Tabel 3-5 Nama dan singkatan prefix metrix


Faktor Pengali PREFIX SYMBOL
1.000.000.000.000 = 1012 tera T
1.000.000.000 = 109 giga G
1.000.000 = 106 mega M
1.000 = 103 kilo k
100 = 102 hecto h
10 = 101 deca da
0,1 = 10-1 deci d
0,01 = 10-2 centi c
0,001 = 10-3 mili m
0,000001 = 10-6 micro µ
0,000000001 = 10-9 nano n
0,000000000001 = 10-12 pico p
0,000000000000001 = 10-15 femto f
0,000000000000000001 = 10-18 atto a
Instrumentasi III-15

Angka-angka, diekspresikan dgn exponen atau prefik metrik,


yg kelipatan tiga disebut diekspresikan dlm notasi teknik.
Notasi teknik digunakan untuk menandai banyak komponen
elektronik dan juga membantu perhitungan.

3-2 ORGANISASI-ORGANISASI STANDAR


Semua pengukuran didasarkan pada perbandingan
terhadap sejumlah kuantitas yang diketahui atau referen
(standar).
Semula standar panjang, meter = 1/(10.000.000.000)
jarak meridian diantara kutub utara dan ekuator melalui
Dunkirk, France, dan Barcelona, Spain.
Standar batangan terbuat dari platina iridium yang dibuat
sebagai standar perbandingan berdasarkan definisi asli.
Pada th 1927 The International Conference on Weight
and Measures mengadopsi definisi panjang yang dapat
diproduksi di laboratorium, berdasarkan angka tertentu
panjang gelombang cahaya merah dari emisi cadmium.

ORGANISASI STANDAR INTERNASIONAL


Kebutuhan untuk struktur jelas bagi kerjasama
internasional untuk menjaga keseragaman pengukuran
yang telah dikenali.
Perubahan informasi sain, baik perdagangan
internasional, komunikasi, navigasi dan untuk berbagai
aktivitas membutuhkan derajat tinggi antar bangsa-bangsa.

Saat ini CGPM beranggotakan 50 negara, mencakup


negara-negara industri, yang memiliki persetujuan mutual
untuk menerima standar yang diadopsi CGPM.
Setiap 4 tahun delegasi dari bangsa-bangsa
mendiskusikan dan mengadopsi satuan SI. Organisasi
umum CGPM ditunjukan pada Gambar 3-1.
Instrumentasi III-16

Gambar 3-1 Organisasi Internasional dari Konvensi Ukuran


Instrumentasi III-17

Goal standarisasi adalah menemukan standar berbasis


alam, lebih disukai berkaitan dengan perilaku atom yang
dapat diproduksi dalam fasilitas teknik dimanapun di dunia.
Semua satuan SI pokok telah didefinisikan, kecuali unit
massa.
Kilogram masih didefinisikan dengan kuantitas prototipe
platinum-iridium, dikenal sbg kilogram internasional.
Kerja BIPM dan laboratorium nasional mempunyai tugas
untuk memvariasikan peningkatan penerimaan definisi
satuan-satuan pokok.
Contoh, definisi meter telah berubah dari standar
prototipe ke definisi berbasis pada garis spektral oranye
tertentu dari cahaya pada tahun 1960.
Kemudian Konferensi ke 17 CGPM Oktober 1983, definisi
meter didefinisikan kembali sebagai panjang lintasan yang
dilalui oleh cahaya dalam vakum pada interval waktu 1/
(299.792.458) sekon. Definisi ini jelas dan bernuansa ilmiah.
Lebih penting lagi hal itu dapat diproduksi dengan derajat
ketepatan tinggi melalui beberapa metoda dalam
laboratorium di seluruh dunia.
Instrumentasi III-18

ORGANISASI STANDAR NASIONAL


• Laboratorium nasional memberikan otoritas pusat
untuk standar pengukuran seragam.
• NIST (National Institut of Standards and
Technology), laboratorium nasional di AS, dahulu NBS (National
Bureau of Standards), dibentuk NBS 1901
• NIST berfungsi sebagai pemelihara standar fisik
nasional dan mengangkat misi penentuan konstanta fisik dan
sifat-sifat material sebaik dengan pengukuran yang tidak dapat
diperoleh akurasi yang cukup di tempat lain.
• Misi NIST juga mencakup pertimbangan sejumlah
penelitian ilmiah yang terkait dengan bidangnya, seperti
konservasi energi, proteksi lingkungan, kegunaan material,
pengembangan metoda uji dan kordinasi aktivitas seperti standar
produk.
• NIST mempublikasikan banyak literatur seperti
standar produk, studi matematik, catatan teknik dan informasi
konsumen.

3-3 TIPE-TIPE STANDAR


• Ada 4 ketegori standar:
▪ standar internasional,
▪ standar primer,
▪ standar sekunder,
▪ standar pekerjaan.
• Semua standar: harus dapat ditelusuri dengan
teliti melalui dokumentasi untuk diterima standar internasional;
atau merepresentasikan definisi-definisi satuan-satuan pokok.
▪ Dapat ditelusuri -- standar referen lokal telah dibandingkan
kepada standar eselon lebih tinggi, melalui rantai takterputus
perbandingan-perbandingan pada standar nasional dijaga
oleh NIST.
▪ Atribut penting lain dari seluruh standar: stabilitas jangka
panjang, akurasi dan sensitivitas terhadap kondisi lingkungan.
Instrumentasi III-19

STANDAR INTERNASIONAL
• Kecuali kilogram, semua satuan pokok
didefinisikan dalam istilah alam.
• Standar intrinsik merupakan standar yang dapat
direalisasikan langsung dari definisinya, bukan
membandingkannya dengan artifact yang dirawat di
laboratorium.
▪ Keuntungan standar intrinsik adalah dapat
dikuasai di laboratorium khusus di seluruh dunia, sehingga
menjamin bahwa satuan tetap stabil, dapat direproduksi dan
tidak dapat rusak.
• Ketika obyek fisik sebagai standar, seperti
kilogram disebut standar prototipe. Walaupun berguna
mempunyai standar masa yang didefinisikan oleh sifat dasar,
belum ada yang dapat mengusulkan standar dengan persyaratan
yang tepat. Kemungkinan di masa datang, perhitungan aktual
atom-atom dalam struktur kristal khusus dapat dikerjakan
sebagai standar massa reproduksibel.

STANDAR PRIMER NASIONAL


• Standar primer adalah standar yang tidak
mensyaratkan referensi yang lain untuk kalibrasi.
• Standar referen nasional adalah standar primer
yang dijaga dan dikontrol oleh laboratorium pengukuran
nasional, seperti National Institut of Standards and Technology
untuk Amerika, dan National Physical Laboratory untuk Inggris.
• Contoh, standar primer untuk waktu dibangkitkan
dari oscillator beam terkontrol atom cesium. NIST menggunakan
peralatan tersebut sebagai standar referen nasional.

STANDAR SEKUNDER
Instrumentasi III-20

• Perbedaan diantara standar primer dan standar


sekunder adalah bahwa standar primer tidak mensyaratkan
referen untuk kalibrasi, tetapi standar sekunder harus
dibandingkan secara periodik kepada standar primer, tergantung
pada ketelitian yang disyaratkan.
• Standar sekunder sering digunakan sebagai
standar transfer untuk memindahkan satuan pengukuran dari
standar primer kepada sesuatu yang dapat digunakan di
laboratorium sebagai standar pekerjaan.
• Standar sekunder, dengan kalibrasi langsung
dapat ditelusuri ke NIST, adalah disimpan oleh banyak
laboratorium dan industri.
• Contoh standar sekunder, standar frekuensi
rubidium. Walaupun 100 kali lebih akurat dari oscillator kristal
quartz biasa, sel gas rubidium adalah subyek sangat kecil derajat
dari drift dan harus secara periodik diuji terhadap standar primer.

STANDAR PEKERJAAN
• Peralatan pengukuran elektronik tidak dapat
mendekati ketepatan standar primer. Kecuali untuk kebanyakan
kerja ilmiah ketepatan jarang diperlukan untuk mengkalibrasi
peralatan elektronik kepada standar ini. Standar pekerjaan
adalah alat yang digunakan untuk menjaga satuan pengukuran
untuk kalibrasi rutin dan kerja sertifikasi pada peralatan
pengujian.
• Standar pekerjaan mensyaratkan kalibrasi
periodik dan sertifikasi untuk menjamin akurasinya. Standar
pekerjaan umumnya tidak digunakan untuk pekerjaan rutin
dalam organisasi tetapi menjadi cadangan untuk servis kalibrasi.
• Standar umum industri untuk panjang adalah
gage blok. Gage blok adalah blok mesin presisi dengan
pelapisan kualitas tinggi pada permukaan paralel, digunakan
untuk memeriksa pembacaan mikrometer.
Instrumentasi III-21

• Untuk peralatan elektrik, standar pekerjaan umum


termasuk: oscillator quartz, resistor standar, kapasitor, induktor,
weston cell, referen tegangan solid-state, dan pembanding
waktu.
Instrumentasi III-22

3-4 STANDAR FREKUENSI DAN WAKTU


Sepanjang sejarah, waktu telah diukur dengan observasi dari
beberapa kejadian periodik. Selama berabad-abad waktu
didasarkan pada rotasi bumi, dan sekon didefinisikan sebagai 1/
(86.400) hari matahari rata-rata, suatu definisi yang telah dipakai
selama 20 abad. Sayangnya rotasi bumi dapat bervariasi
sebanyak 3 sekon dalam setahun, suatu jumlah yang dapat
dengan mudah dideteksi dengan standar waktu presis.
Tidak terdapat perbedaan pokok antara standar waktu dan
standar frekuensi, selama keduanya diturunkan dari sekon. Ada
oscillator alam yang terjadi sebagai hasil transisi atom dari satu
keadaan energi ke lainnya, yang dapat diamati sebagai garis
spektral. Dari tahun 1967 General Reference mengadopsi transisi
hyperfine dalam cesium isotop 133 untuk mendefinisikan waktu,
hingga sekarang untuk akurasi standar cesium mencapai akurasi
1013. Presisi ini adalah terbaik dari tipe standar lainnya.

STANDAR WAKTU
 Ada dua aspek standar pengukuran waktu, satu diperlukan
untuk memantapkan interval waktu yang didefinisikan sekon;
persyaratan lain memantapkan waktu hari.
 Waktu hari (epoc time) didasarkan pada clock atomik sangat
stabil dan disebut waktu universal terkoordinat, UTC (universal
time of coordinated).
 Epoc time terkoordinat dengan sinyal-sinyal waktu menyiarkan
ke seluruh dunia dan dibedakan dari waktu lokal dengan angka
integer eksak dari jam.
 UTC adalah waktu lokal dekat Greenwich, England, dan
ekivalen terhadap waktu rata-rata Greenwich yang lebih lambat
5 jam dari waktu standar bagian timur.
 Skala waktu kedua, disebut waktu universal-1 (UT1), disebut
juga waktu astronomi adalah skala waktu tidak seragam dan
menduga dari observasi astronomi.
 UT1 dan UTC menjaga kesinkronan dengan melakukan
pencocokan langkah waktu tepatnya 1 sekon dalam waktu
Instrumentasi III-23

UTC ketika diperlukan sebagai perhitungan biro waktu


internasional ini normalnya dilakukan sekali dalam dua tahun
dan bisa ada penambahan atau penghapusan 1 sekon).
Sejumlah waktu dan frekuensi disiarkan stasiun-stasiun UTC ke
seluruh dunia.

STANDAR FREKUENSI
Sinyal radio dari stasiun-stasiun frekuensi tinggi NIST
mentransmisikan standar waktu dan frekuensi kualitas tinggi, tetapi
frekuensi yang diterima dari stasiun-stasiun ini dapat dalam
keadaan error disebabkan pengaruh atmosfeer. Pengintegrasian
atas waktu meningkatkan akurasi standar frekuensi radio frekuensi
tinggi yang diterima. Standar frekuensi yang menghindari masalah
ini menerima sinyal LORAN-C frekuensi rendah (100 kHz) yang
dirambatkan oleh gelombang bumi. LORAN (long-range radio
navigation) menggunakan oscillator referen frekuensi atom cesium
yang dapat di-trace kepada NIST. Setiap transmitter LORAN-C
menjaga tiga standar atomik cesium yang mempunyai stabilitas
jangka panjang sebesar satu per 1012, yang dapat diterima seluruh
hemisphere bagian utara (kecuali Rusia tengah dan sebagian
India). Jaringan standar frekuensi lainnya ditransmisikan oleh
stasiun televisi sebagai bagian sinyal video warna.

3-5 STANDAR VOLTASE DAN RESISTENSI

STANDAR VOLTASE
Standar voltase menggunakan standar voltase “junction”
Josepson. Brian Josepson: penerowongan pasangan elektron
melalui isolator yang sangat tipis (1 sampai 3 nm) disisipkan
diantara dua superkonduktor akan mengijinkan arus dc kontinyu
melalui isolator, dengan tidak ada resisten, hanya seperti dalam
material “superconducting”. Aspek lain dari efek Josepson adalah
voltase ac yang sangat tinggi muncul melintas isolator.
Sebaliknya jika junction Josepson diekspose kepada langkah
radiasi microwave muncul dalam kurva arus-tegangan pada level
tegangan diskrit tertentu. Level voltase tergantung pada frekuensi
Instrumentasi III-24

dan dua konstanta fisik pokok e muatan satu elektron, dan h


konstanta Plank’s. Sehingga junction dapat digunakan untuk
mengkonversi frekuensi microwave dalam satu voltase. Konstanta
proporsionalitas diantara frekuensi dan tegangan diberikan oleh
2e/h
h
Persama an 3-2 Vn    n f
 2e 

dimana: Vn = voltase level ke-n, V


n = jumlah langkah
e = muatan sebuah elektron, 1,602 x 10-19 C
h = Konstanta Plank, 6,626 x 10-34 J/Hz
f = frekuensi, Hz.
Instrumentasi III-25

STANDAR RESISTENSI
Dari semikonduktor yang diinginkan pada temperatur mendekati
absolut zero, ditemukan bahwa ketika medan magnet sangat tinggi
dihadirkan tahanan Hall untuk semikonduktor flat plate sangat tipis
menamlpilkan level diskrit resistensi. Voltase dan resistensi tidak
berubah secara linier ketika medan magnet meningkat tetapi lebih
menunjukan resistensi konstan, diistilahkan “Hall plateus”. Efek
yang disebut Efek Hall quantum (QHE) karena level resistensi
diskrit. Dapat ditandai, resistensi Hall dapat diperoleh dengan
perkalian angka integer dengan konstanta Plank dan dibagi dengan
kuadrat dari muatan elektron.
 h
Persama an 3-3 Rh    n
 e2 

dimana: Rh = resistensi Hall, V


h = Konstanta Plank, 6,626 x 10-34 J/Hz
e = muatan sebuah elektron, 1,602 x 10-19 C
n = sebuah integer
Instrumentasi III-26

3-6 STANDAR KAPASITANSI DAN INDUKTANSI

STANDAR KAPASITANSI
Standar primer NIST untuk kapasitansi adalah Kapasitor dapat
dihitung 1 pF dibuat secara khusus berdasarkan kerja teoritis oleh
A.M.Thompson dan D.G.Lampard dari Australian National
Measurement Laboratory (NML). Nilai kapasitor dapat dihitung
dapat dihitung dari panjang dan permitivitas keadaan bebas, yang
mana dalam putaran tergantung pada kuadrat kecepatan cahaya.
Realisasi praktis kapasitor dapat dihitung terdiri batang silindris
sama dengan sumbu-sumbu paralel dan menghasilkan kapasitansi
sekitar 2 pF per meter. NIST telah membuat lima kapasitor
calculatable 10 pF, yang telah dikalibrasi dengan standar primer.
Akurasinya diketahui pada 0,02 ppm, resolusi tinggi dari satuan
elektrik. Rata-rata kapasitansi grup digunakan sebagai dasar
untuk Fahrad resmi U.S.
Standar kapasitor pekerjaan adalah secara komersial tersedia
dengan akurasi beberapa bagian per sejuta. Kapasitor standar
pekerjaan termasuk kapasitor presisi tetap dengan nilai jangkauan
10 pF ke 1 F, kapasitor udara variabel presisi dan kapasitor-
kapasitor dekade. Standar pekerjaan bernilai lebih kecil biasanya
dibuat menggunakan kapasitor dielektrik udara dalam lingkungan
disegel. Standar nilai lebih tinggi adalah kapasitor muka perak
tetap khusus pada wadah disegel. Kapasitor standar pekerjaan
tetap dapat mempunyai akurasi 0.01 % . Kapasitor standar
dirancang untuk fluktuasi random ekstrim rendah dalam nilai.
Contoh, kapasitor standar ditunjukan pada Gambar 3-9
Instrumentasi III-27

STANDAR INDUKTANSI
Dalam teori induktor calculatable dapat dibuat untuk menjaga
nilai induktansi; tetapi NIST telah menemukan itu tidak
memadai untuk menjaga induktor standar, karena
peningkatan dalam kapasitor calculatable memberi suatu
keuntungan yang nyata atas induktor calculatable. NIST
mengkalibrasi induktor presisi menggunakan jembatan
khusus yang membandingkan induktansi ke standar referen
untuk kapasitansi dan resistansi. Metoda jembatan dapat
digunakan untuk jangkauan nilai dari 1 H ke 10 H pada
frekuensi radio.
Induktor standar pekerjaan adalah secara komersial
tersedia dalam kontainer rapat dengan jangkauan nilai sekitar
100 H ke 10 H dan akurasi  0,1 %. Contoh induktor
standar komersial ditunjukan pada Gambar 3-10.
Instrumentasi III-28
Instrumentasi III-29

3-7 STANDAR TEMPERATUR DAN PHOTOMETRIK

STANDAR TEMPERATUR
Temperatur adalah ukuran energi kinetik rata-rata dari partikel
substansi. Termometer gas adalah cara yang baik untuk
memikirkan masalah pembuatan skala temperatur. Gambarkan
suatu gas dalam kontainer tertutup pada temperatur TA. Kemudian
asumsikan gas adalah ideal- berarti menjadikan partikel-partikel
tidak bermassa dan tidak pernah berubah keadaan. Jika
temperatur direndahkan ke TB tekanan gas akan menurun. Dalam
fakta, jika dilakukan plot temperatur vs tekanan untuk gas ideal,
diperoleh hubungan linier diantara tekanan dan temperatur.
Hubungan ini dikenal sebagai hukum gas ideal, diberikan
sebagai:
Persamaan 3-4 PV  n RT

dimana: P = tekanan,
V = volume,
n = jumlah mole gas,
R = konstanta gas universal, 8,314472 m3.Pa.K-1.mol-1
T = temperatur, K.
Untuk setiap derajat kehilangan temperatur ditemukan bahwa
penurunan tekanan sejumlah tertentu. Kelanjutannya terdapat titik
dimana tekanan gas ideal drop ke 0. Ini berimplikasi bahwa
temperatur makin dingin dapat eksis dan mencapai titik dimana
atom-atom dan molekul-molekul kehilangan seluruh energi
kinetiknya. Point ini dikatakan menjadi pada temperatur nol
absolut. Gambar 3-11 mengilustrasikan perilaku ini untuk suatu
gas ideal.
Instrumentasi III-30
Instrumentasi III-31

STANDAR PHOTOMETRIK
Photometry memperlakukan pengukuran energi radiasi visibel.
Satuan standarnya kandela yang mempunyai akar dalam satuan
terakhir kandela standar. Realisasi praktis standar intensitas
luminous adalah sulit karena ketidak pastian berkaitan dengan
pengukuran temperatur dari rongga peradiasian. Sebagai hasilnya,
definisi satuan dasar telah mengalami beberapa perubahan.
Definisi pada tahun 1979, diadopsi oleh CGPM ke 60, diberikan
dalam Tabel 3-3. Lampu-lampu standar intensitas-luminous
dikalibrasi pada satu set arus atau temperatur warna khas. Ketidak
pastiannya mendekati 2 % relatif terhadap definisi SI dari intensitas
luminous
Sebagai bagian dari standar photometric, NIST membantu
mengembangkan standar untuk pengujian serat optik. Pengujian
mengukur loss atau bandwith (atau keduanya) dari serat optik—dua
parameter yang sangat diminati dalam sistem serat optik. Standar
terkait photometric lainnya dipelihara untuk filter-filter optik, atomik,
dan standar plasma, dan tenaga laser dan pengukuran-pengukuran
energi.

3-8 KALIBRASI

Kalibrasi menunjukan pada perbandingan instrumen pengukuran


terhadap standar atau instrumen lain yang akurasinya diketahui
“pasti” untuk membawa instrumen ke kesepakatan substansial
dengan suatu standar yang mapan. Standar mapan adalah secara
normal minimal empat kali lebih tinggi akurasinya dari instrumen
yang sedang dikalibrasi atau rata-rata standar multiple jika kriteria
empat kali tidak feasible. Untuk mengatakan bahwa instrumen
telah dikalibrasi berarti bahwa menandakan pengukuran dalam
batas khusus dari error untuk instrumen tersebut. Untuk
mengkalibrasi sebuah instrumen, orang yang mengerjakan kalibrasi
harus mempertimbangkan batas-batas akurasi instrumen yang
dikalibrasi, metoda-metoda yang digunakan untuk menjamin
persyaratan akurasi dapat diperoleh dan akurasi standar instrumen
Instrumentasi III-32

yang digunakan sebagai referen. Akurasi sebuah instrumen


tergantung pada tiga faktor utama:
1. Waktu dari kalibrasi terakhir,
2. Perbedaan diantara temperatur kalibrasi dan temperatur
operasi,
3. Ketidak tergantungan standar digunakan untuk kalibrasi.
Kebanyakan organisasi-organisasi kalibrasi adalah tanggung-
jawab grup terpisah. Grup tersebut memelihara standar pekerjaan,
menyimpan rekaman instrumen untuk kalibrasi periodik dan
sertifikasi, dan dapat diketahuinya prosedur kalibrasi terakhir.
Fasilitas kalibrasi biasanya ditempatkan dalam laboratorium
standar terpisah, yang dilengkapi peralatan untuk membuat
pengukuran akurasi tinggi oleh organisasi. Laboratorium standar
harus mempunyai kontrol lingkungan untuk menjamin konsistensi,
karena faktor-faktor lingkungan dapat berpengaruh terhadap
akurasi standar tertentu dan performa instrumen. Faktor-faktor
lingkungan yang dikontrol biasanya mencakup temperatur,
kelembaban, getaran, debu, interferensi, frekuensi radio,
pengetanahan, dan pengaturan tegangan kawat.
Umumnya instrumen harus dikalibrasi pada interval khusus atau
setelah kerja perbaikan untuk menjamin masih dalam spesifikasi
akurasi. Banyak instrumen mempunyai spesifikasi akurasi
berdasarkan jam operasi—secara khas 1000 sampai 2000 jam.
Interval kalibrasi tergantung pada bebagai faktor, termasuk akurasi
dan level kepercayaan yang disyaratkan, rata-rata penggunaan
harian instrumen, dan drift jangka panjang aktual atau prediksi dari
instrumen. Ketergantungan faktor-faktor ini, interval rekalibrasi
mungkin dapat sependek 30 hari untuk persyaratan yang ketat;
lebih khusus 6 bulan sampai setahun atau lebih, instrumen lain,
seperti kotak resisten pasif mungkin mempunyai interval kalibrasi
yang lebih lama—seringgnya lebih dari dua tahun.
Drift jangka panjang instrumen tergantung pada kelas
instrumen (oscilloscope, instrumen digital, meter) model spesifik,
dan tipe penggunaannya. Kemajuan dalam manufaktur komponen
presisi mempunyai drift jangka panjang rendah dan meningkatkan
standar yang memungkinkan memprediksi drift jangka panjang
Instrumentasi III-33

instrumen, mengijinkan perluasan interval rekalibrasi. Sejumlah


instrumen jarang memerlukan penyetelan, hanya verifikasi interval
kalibrasi yang direkomendasikan dapat diperluas pada instrumen-
instrumen dengan stabilitas jangka panjang yang ditunjukan; tetapi,
dokumentasi mensyaratkan memperluas interval dapat
menjadikannya secara ekonomis tidak memungkinkan.
Pemeriksaan performa suatu instrumen dapat semuanya
disyaratkan untuk menjamin bahwa instrumen masih dalam
spesifikasi
Prosedur kalibrasi dan pemeriksaan performa instrumen
umumnya dibuat oleh pabrik instrumen dalam manual yang
diberikan dengan instrumen. Kadang-kadang kalibrasi terdiri dari
check performa instrumen untuk menjamin bahwa pengoperasian
dalam batas spesifikasi khusus. Normalnya instrumen beroperasi
baik dalam batas akurasi khusus, penyetelan untuk
mengoptimiskan performa diperlukan dan harus dibuat. Sering
penyetelan tidak diperlukan dapat juga (bercampur) interfere
dengan catatan untuk instrumen dan penyimpang-an progressip
dipercepat dalam nilai. Pengecualian prosedur ini dapat dibuat jika
parameter sangat dekat dengan batas toleransi dan alasan tersebut
dapat dipercaya dapat keluar dari toleransi sebelum kalibrasi
berikutnya. Keputusan untuk menyetel instrumen yang dekat pada
batas khusus tergantung tipe instrumen dan pada praktek
pengoperasian dan philosophi dari laboratorium mengerjakan
rekalibrasi. Faktor kunci adalah laboratorium kalibrasi , dalam
pengaruh, penjaminan bahwa instrumen dikalibrasi dan akan
tinggal terkalibrasi sampai tanggal keharusan kalibrasi berikutnya.
Teknisi membuat penyetelan optimis pada instrumen membutuhkan
hati-hati bahwa penyetelan suatu parameter sering mempunyai
pengaruh interaksi pada parameter-parameter lainnya. Contoh, jika
suplay tenaga lemah, dapat berpengaruh pada semua parameter
dan syarat-syarat pemeriksaan kalibrasi lengkap dari instrumen .

PENCATATAN KALIBRASI
Setelah performa instrumen diperiksa atau telah dikalibrasi,
catatan tertentu harus dilengkapi. label atau kode ditempelkan pada
Instrumentasi III-34

instrumen untuk menandai identifikasi instrumen, tanggal, orang


yang mengkalibrasi, dan tanggal kapan instrumen perlu diperiksa
ulang. Label berbeda digunakan untuk menandai informasi spesifik
mengenai kalibrasi. Label mungkin menendakan kondisi bahwa
diakibatkan penggunaan instrumen, seperti pembatasan performa,
deviasi kalibrasi, bahwa instrumen dapat traceable kepada NIST,
atau tidak ada kalibrasi diperlukan. Gambar 3-12 menunjukan label
kalibrasi khas yang ditempelkan pada instrumen.
Tambahan pada label instrumen, suatu catatan file harus
dipelihara untuk setiap kepemilikan instrumen pada suatu
organisasi, terdaftarnya model dan nomor seri. Hal itu harus
meliputi informasi disebutkan sebelumnya plus berbagai pekerjaan
perbaikan dilakukan pada instrumen. Gambar 3-13
mengilustrasikan catatan khusus digunakan untuk setiap instrumen.
Catatan ini bernilai ketika penelusuran masalah sebuah instrumen
ketika dapat menunjukan lokasi masalah serupa. Catatan serupa
sering disimpan dalam data base untuk menyimpan jejak
komponen-komponen digunakan pada model instrumen tertentu,
waku teknisi, muatan keuangan, dan sejenisnya. Catatan komputer
juga menyederhanakan prosedur untuk penjaminan bahwa semua
instrumen mensyaratkan kalibrasi direcal oleh laboratorium pada
iterval waktu pribadi instrumen. Hati-hati monitoring sejarah
kalibrasi dari model atau kelas instrumen, termasuk catatan
padanya diluar toleransi dan sejarah perbaikan, dapat menunjuk
kebutuhan untuk aksi korektif sebagaimana perubahan interval
rekalibrasi, perubahan prosedur rekalibrasi, derating kalibrasi,
perubahan spesifikasi, atau kejadian pemindahan instrumen dari
servis.

RINGKASAN
1. Sistem SI berisi tujuh satuan dasar dan dua satuan tambahan.
2. Prefik metrik berdasarkan pada sistem desimal dan menampilkan
pangkat dari 10.
3. Semua instrumen didasarkan pada perbandingan pada standar;
semua standar harus stabil dan reproducible
4. Sistem international untuk standar pengukuran diketuai oleh
Instrumentasi III-35

otoritas pemerintahan, CGPM, Delegasi-delegasi dari negara-


negara anggota bertemu secara reguler untuk
meningkatkansistem metrik
5. Laboratorium Nasional memberi otoritas sentral untuk standar
pengukuran seragam dalam negara-negara yang dibinanya. Di
Amerika Serikat, otoritas tersebut ada pada NIST.
6. Definisi SI satu detik didasarkan pada transisi hyperfine dalam
cesium isotop 133. Epoc time diukur oleh UTC (Coordinated
universal time) dan disiarkan dari berbagai stasiun seluruh
dunia.
2
7. BIPM dan kebanyakan laboratorium standar nasional
menggunakan junction Josephson untuk memeriksa stabilitas
sel Weston, yang digunakan sebagai standar sekunder untuk
menjaga tegangan referen.
8. Standar resistensi internasional saat ini adalah satu grup dari
resistor2 1  yang nilai rata-ratanya diketahui dengan
membandingkannya pada impedansi kapasitor standar.
9. Skala temperatur internasional didefinisikan oleh 11 titik tetap.
Interpolasi diantara titik-titik dilakukan oleh thermometer
resistesi platinum, thermokopel, dan pyrometer.
10. Akurasi instrumen didefinisikan oleh standar yang digunakan
untuk kalibrasi dan kemampuan inheren instrumen.
11. interval rekalibrasi tepat untuk instrumen bergantung pada
akurasi dan persyaratan level kepercayaan dan pada drift
jangkapanjang aktual atau terprediksi dari instrumen. Catatan
adalah bagian penting dari sedikit operasi kalibrasi.

PERTANYAAN DAN MASALAH


1. (a) Apa keuntungan standar internnasional intrinsic dibanding
terhadap standar prototipe?.
(b) Ceritakan sebuah contoh satuan standar dijaga oleh standar
intrinsic dan satu dijaga oleh standar prototipe
2. Apa dua keuntungan sistem metrik atas sistem customary untuk
pengukuran?.
3. Apa perbedaan diantara satuan fundamental dan satuan
Instrumentasi III-36

turunan?.
4. (a) Bagaimana sebuah ampere didefinisikan?.
(b) Mengaapa ampere dipilih sebagai satuan listrik fundamental
dari pada coulomb?
5. Diawali dengan hukum Ohm, buktikan bahwa satuan
kg . m 2
fundamental untuk Ohm,  
A2 . S 3

6. Apa perbedaan diantara standar international, primer, sekunder


dan standar pekerjaan?.
7. Apa tangan laboratorium dar CGPM ?. Apa misinya?.
8. Apa pengaruh Josephson?. Mengapa penting sebagai standar?
9. Terangkan perbedaan diantara UTC dan UT1?
10. Apa kerugian hasil dari pengiriman sinyal waktu melalui radio
frekuensi tinggi?
11. Bagaimana televisi jaringan digunakan untuk standar
frekuensi?
12. Hitung tegangan langkah ke 200 dari Junction Josephson yang
diradiasikan dengan frekuensi 90 GHz.
13. Mengapa NIST tidak menjaga standar induktor calculatable?
14. Apa yang dimaksud dengan Zero absolut?
15. Faktor-faktor apa menentukan interval kalibrasi suitable untuk
instrumen?
16. Apa keuntungan dari penyimpanan catatan dari servis
instrumen dan kalibrasi?
17. Apabila bekerja dalam fasilitas kalibrasi dari perusahaan besar
dan anda akan mulai data base kalibrasi instrumen dan
rekaman reparasi untuk semua instrumen milik perusahaan.
Daftarlah alasan yang memutuskan keuntungan-keuntungan
seperti suatu data base.