Anda di halaman 1dari 19

TUGAS INDIVIDU

PERBEDAAN KTSP DAN KURIKULUM 2013


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Ilmu Komputer yang
diampu oleh Drs. H. Eka Fitrajaya Rahman, M.T.

Oleh :
Dela Adelia 1703734

DEPARTEMEN PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2019
KURIKULUM KTSP DAN KURIKULUM 2013

A. Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)


1. Pengertian KTSP
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional
yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Depdiknas,
2005). KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada
posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan
(Mulyasa, 2006:21). Dengan demikian, KTSP merupakan salah satu wujud reformasi
pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk
mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan, dan kebutuhan masing-
masing.
KTSP secara yuridis diamankan oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 19 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan berdasarkan standar
kompetensi dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
2. Konsep Dasar KTSP
KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh
masing-masing perguruan tinggi berdaarkan Standar Pendidikan Indonesia (BNSP).
KTSP disusun dan dikembangkan beradasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003
tentang system pendidikan nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut :
a) Pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional
b) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan
prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pandidikan, potensi daerah, dan
peserta didik.
Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat
satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut:
a) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan
karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
b) Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan
pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar
kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas pendidikan kebupaten/kota, dan
depertemen agama yang bertanggungjawab dibidang pendidkan.
c) Kurikulum tingkat satuan pendidikanm untuk setiap program studi di perguruan
tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi
dengan mangacu pada standar nasional pendidikan.
Kegiatan Pembelajaran dalam Kurikulum KTSP mempunyai karakteristik
karakteristik sebagai berikut :
a) Bepusat pada peserta didik
b) Mengembangkan kreativitas
c) Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang
d) Kontekstual
e) Menyediakan pengalaman belajar yang beragam
f) Belajar melalui bakat

3. Tujuan KTSP

Menurut Mulyasa (2007 :65) secara umum tujuan diterapkannya kurikulum


KTSP yaitu utnuk memandirikan dan memberdayakan satuan Pendidikan melalui
pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong
sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam
pengembangan kurikulum.

Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk

a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam


mengembangkan kurikulum, mengelola, dan memberdayakan sumber daya yang
tersedia.
a) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangkan
kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama .
b) Meningkatkan kompetisi yang sehat antara satuan pendidikan tentang kualitas
pendidikan yang akan dicapai.
4. Landasan Hukum KTSP
Adapun landasan hokum penyelenggaran KTSP yaitu sebagai berikut :
1) UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2) PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3) Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
4) Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
5) Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang
pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006
6) Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan
5. Karakteristik KTSP
a) Dilihat dari desainnya KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada displin ilmu.
Hal ini dapat dilihat dari pertama, strukutur program KTSP yang memuat sejumlah
mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. K
b) Kriteria keberhasilan KTSP lebih banyak diukur dari kemampuan siswa menguasai
materi pelajaran
c) KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu
d) KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah
e) KTSP adalah kurikulum teknologis
f) Pengembangan kurikulum KTSP dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite
sekolah dan dewan pendidikan.

(a) (b)
Gambar a dan b adalah contoh gambar implementasi KTSP yang dilakukan oleh guru mata
pelajaran.

6. Prinsip Pengembangan KTSP


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan jenjang Pendidikan Dasar dan
Menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Standar
Kompetensi Lulusan dan Standar Isi serta paduan penyusunan kurikulum yang dibuat
oleh BSNP. Kurikulum Sekolah Dasar dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip
sebagai berikut :
a) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dam menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan
dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
b) Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa
membedakan agama, suku budaya, dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi
dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum,
muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu. Kurikulum tersebut disusun
secara berkaitan dan berkesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
c) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan
isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara
tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
d) Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
(stakeholders) untuk menjamin relevansi di pendidikan dengan kebutuhan
kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan
dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan
berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan
vokasional merupakan keniscayaan.
e) Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan, dimensi kompetensi, bidang kajian
keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
f) Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan pembudayaan dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan
informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
g) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Pencapaian Standar Kompetensi KTSP
Muslich (2007) berpendapat, dalam rangka pencapaian standar kompetensi perlu
upaya-upaya terencana dan konkret berupa kegiatan pembelajaran bagi siswa.
Pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual
menjadi pilihan utama dalam KTSP karena dua hal yaitu :
a) Kehadiran KTSP dijiwai oleh semangat kompetensi yang hendak dicapai melalui
pembelajaran.
b) Kompetensi akan lebih cepat tercapai apabila dalam pembelajarannya didukung
oleh konteks atau kenyataan yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun pembelajaran dengan pendekatan kontekstual tersebut mempunyai tujuh


prinsip dasar sebagai berikut:
a) Konstruktivisme.
Prinsip ini menekankan terbangunnya pemahaman sendiri secara aktif, kreatif, dan
produktif dari pengalaman atau pengetahuan terdahulu dan dari pengalaman
belajar yang bermakna,
b) Questioning (bertanya) dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong siswa
mengetahui sesuatu, mengerahkan siswa untuk memperoleh informasi,
membimbing dan mengetahui kemampuan berpikir siswa,
c) Inquiri adalah kegiatan yang diawali dengan pengamatan untuk memahami
konsep/fenomena dan dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan bermakna untuk
menghasilkan temuan,
d) Learning community adalah kegiatan pembelajaran yang difokuskan pada
aktivitas berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain,
e) Modelling adalah kegiatan pemberian model dengan tujuan untuk membahasakan
gagasan, melakukan apa yang kita inginkan agar siswa melakukannya,
f) Reflection adalah kegiatan memikirkan apa yang telah kita pelajari, menelaah dan
merespon semua kejadian, aktivitas atau pengalaman yang terjadi dalam
pembelajaran,
g) Authentic assessment (penilaian autentik) dilakukan untuk mengukur proses dan
hasil belajar siswa secara menyeluruh. Dalam penilaian autentik digunakan
berbagai bentuk penilaian yang merefleksikan proses pembelajaran yang dialami
siswa, kemampuan siswa, motivasi, dan sikap-sikap yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran (Priyatni, 2006:5--6).
8. Struktur dan Muatan KTSP
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang ahrus ditempuh
oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dalam struktur KTSP meliputi :
a) Mata Pelajaran
Mata pelajaran yang terapat pada struktur KTSP jenjang pendidikan dasar dan
menengah tercantum dalam standar isi meliputi lima kelompok mata pelajaran,
yaitu sebagai berikut :
• Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
• Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
• Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
• Kelompok mata pelajaran estetika
• Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

b) Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi
yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan
daerah. Substansi muatan local ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas
oleh mata pelajaran keterampilan.
c) Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan
minat setiap siswa, sesuai dengan kondisi sekolah, dan difasilitasi atau dibimbing oleh
konselor, guru atau tenaga kependiidkan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakulikuler.
d) Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh siswa
untuk mengikuti program pembelajaran melalui system tatap muka, penugasan
terstruktur dan kegiatan mandiri yang tak terstruktur, yang dimana dimaksudkan
ntuk mencapai standar kompetensi kelulusa, dengan memperhatikan tingkat
perkembangan siswa.
e) Ketuntasan Belajar
f) Kenaikkan dan Kelulusan
g) Pendidikan Kecakapan Hidup
Meliputi kecakapan pribadi, kecakapan social, kecakapan akademik atau kecakapan
vokasional.
h) Penididkan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Adapun contoh struktur KTSP yaitu :

Gambar c contoh struktur KTSP SD/MI


Gambar d contoh struktur KTSP jenjang SMP

Gamabar E contoh struktur KTSP SMA/SMK/MA


B. Kurikulum 2013 (K-13)
1. Pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan
pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas
materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin
yang tinggi.
Menurut Mulyasa (2014, h. 6) kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menekankan
pada pendidikan karakter, terutama pada tingkat dasar yang akan menjadi fondasi pada
tingkat berikutnya. melalui pengembangan kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan
berbasis kompetensi kita berharap bangsa ini menjadi bangsa yang memiliki nilai jual yang
bisa ditawarkan kepada bangsa lain didunia.
2. Tujuan Kurikulum 2013
Adapun tujuan kurikulum 2013 tertuang pada Permendikbud No. 69 Tahun
2013 Tentang Krangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas atau
Madrasah Aliyah yaitu tujuan Kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia
Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang
beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada
kehidupan bermasyarakat, berbangsa,bernegara, dan peradaban dunia.
Dalam tujuan kurikulum 2013, siswa dituntut untuk berpikir lebih kreatif,
inovatif, cepat dan tanggap dan selain itu dalam kurikulum 2013 siswa dilatih untuk
menumbuhkan keberanian dalam dirinya.
3. Landasan Hukum Kurikulum 2013
Adapun landasan hokum penyelenggaraan kurikulum 2013 yaitu sebagai berikut :
a) Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b) PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
c) PP No 23 tahun 2013 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan
d) Permendikbud No 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
e) Permendikbud No 64 tahun 2013 tentang Standar Isi
f) Permendikbud No 65 tahun 2013 tentang Standar Proses
g) Permendikbud No 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
h) Permendikbud No 67 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Kurikulum
Kompetensi SD
i) Permendikbud No 68 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Kurikulum
Kompetensi SMP
j) Permendikbud No 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Kurikulum
Kompetensi SMA
k) Permendikbud No 70 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Kurikulum
Kompetensi SMK
l) Permendikbud No 71 tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran Layak

4. Karakteristik Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 memiliki karakteristik sebagai berikut :
a) Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk
Kompetensi Inti (KI) satuan pendidikan dan kelas, dirinci lebih lanjut dalam
Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
b) Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif dan
psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah,
kelas dan mata pelajaran
c) Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik
untuk suatu tema untuk SD/MI, dan untuk mata pelajaran di kelas tertentu
untuk SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK
d) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dijenjang pendidikan menengah
diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan menengah
berimbang antara sikap dan kemampuan intelektual (kemampuan kognitif
tinggi).
e) Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements)
Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan
untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti.
f) Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif
saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata
pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal) diikat
oleh kompetensi inti.
g) Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu tema (SD). Dalam
silabus tercantum seluruh KD untuk tema atau mata 25 pelajaran di kelas
tersebut. (8). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap
KD yang untuk mata pelajaran dan kelas tersebut.
5. Prinsip dan Pendekatan Penilaian Kurikulum 2013
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK).
PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria
ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal
yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik
Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta
Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa standar penilaian pada kurikulum
2013 lebih menekankan pada pada prinsif-prisif kejujuran, yang mengedepankan
aspek-aspek berupa knowledge, skill dan attitude. Adapun Teknik dan instrument
penilaian dalam pelaksanaan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut :
a) Penilaian kompetensi sikap. Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap
melalui observasi, penilaian iri, penilaian teman sejawat(peer evaluation) oleh
peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian
Diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian
(rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan
pendidik.
b) Penilaian Kompetensi Pengetahuan, menilai kompetensi pengetahuan
melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
c) Penilaian Kompetensi Keterampilan, Pendidik menilai kompetensi
keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta
didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes
praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa
daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
6. Struktur Kurikulum 2013
a) Kompetensi Inti
Adapun rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
• Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
• Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap social.
• Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
• Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Gambar f contoh kompetensi inti kurikulum 2013

b) Mata Pelajaran

Gambar g contoh mata tabel pelajaran pada kurikulum 2013


c) Beban Belajar
d) Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan
kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta
didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar
dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi
inti sebagai berikut:
• kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka
menjabarkan KI-1.
• kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2
• kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI-3
• kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4.

Gambar h contoh kompetensi dasar pada kurikulum 2013


C. Perbedaan KTSP dan Kurikulum 2013
No KTSP Kurikulum 2013
1 Standar Isi ditentukan terlebih dahulu SKL (Standar Kompetensi Lulusan)
melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. ditentukan terlebih dahulu, melalui
Setelah itu ditentukan SKL (Standar Permendikbud No 54 Tahun 2013.
Kompetensi Lulusan) melalui Setelah itu baru ditentukan Standar
Permendiknas No 23 Tahun 2006 Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar
Kurikulum, yang dituangkan dalam
Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70
Tahun 2013
2 lebih menekankan pada aspek Aspek kompetensi lulusan ada
pengetahuan keseimbangan soft skills dan hard
skills yang meliputi aspek
kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan
3 di jenjang SD Tematik Terpadu untuk di jenjang SD Tematik Terpadu
kelas I-III untuk kelas I-VI
4 Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan Jumlah jam pelajaran per minggu
jumlah mata pelajaran lebih banyak lebih banyak dan jumlah mata
dibanding Kurikulum 2013 pelajaran lebih sedikit dibanding
KTSP
5 Standar proses dalam pembelajaran terdiri Proses pembelajaran setiap tema di
dari Eksplorasi, Elaborasi, dan jenjang SD dan semua mata pelajaran
Konfirmasi di jenjang SMP/SMA/SMK
dilakukan dengan pendekatan ilmiah
(saintific approach), yaitu standar
proses dalam pembelajaran terdiri
dari Mengamati, Menanya,
Mengolah, Menyajikan,
Menyimpulkan, dan Mencipta.
6 TIK sebagai mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan
Komunikasi) bukan sebagai mata
pelajaran, melainkan sebagai media
pembelajaran
7 Penilaiannya lebih dominan pada aspek Standar penilaian menggunakan
pengetahuan penilaian otentik, yaitu mengukur
semua kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan
berdasarkan proses dan hasil.
8 Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib Pramuka menjadi ekstrakuler wajib
9 Penjurusan mulai kelas XI Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X
untuk jenjang SMA/MA
10 BK lebih pada menyelesaikan masalah BK lebih menekankan
siswa mengembangkan potensi siswa
11 Satuan pendidikan mempunyai kebebasan Pemerintah Pusat dan Daerah
dalam pengelolaan kurikulum memiliki kendali kualitas dalam
pelaksanaan kurikulum di tingkat
satuan pendidikan.
Proses pembelajaran • Berpusat pada peserta didik
• Berpusat pada guru (teacher (student centered active learning)
centered learning) • Sifat pembelajaran yang
• Sifat pembelajaran yang kontekstual
berorientasi pada buku teks • Buku teks memuat materi dan
• Buku teks hanya memuat materi proses pembelajaran, sistem
bahasan penilaian serta kompetensi yang
diharapkan

7. Keunggulan dan Kelemahan Kurikulum 2013


No Keunggulan Kelemahan
1 Siswa lebih dituntut untuk aktif, kreatif dan Banyak sekali guru-guru
inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang yang belum siap secara
mereka hadapi di sekolah. mental dengan kurikulum
2013 ini, karena kurikulum
ini menuntut guru lebih
kreatif, pada kenyataannya
sangat sedikit para guru
yang seperti itu, sehingga
membutuhkan waktu yang
panjang agar bisa membuka
cakrawala berfikir guru,
dan salah satunya dengan
pelatihan-pelatihan dan
pendidikan agar merubah
paradigm guru sebagai
pemberi materi menjadi
guru yang dapat
memotivasi siswa agar
kreatif.
2 Adanya penilaian dari semua aspek. Penentuan
nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai Kurangnya pemahaman
ujian saja tetapi juga didapat dari nilai guru dengan konsep
kesopanan, religi, praktek, sikap dan lain-lain. pendekatan scientific
3 Munculnya pendidikan karakter dan pendidikan Kurangnya ketrampilan
budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam guru merancang RPP
semua program studi.
4 Adanya kompetensi yang sesuai dengan Tidak pernahnya guru
tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. dilibatkan langsung dalam
proses pengembangan
kurikulum 2013, karena
pemerintah cenderung
melihat guru dan siswa
mempunyai kapasitas yang
sama.
5 Kompetensi yang dimaksud menggambarkan Beban belajar siswa dan
secara holistic domain sikap, ketrampilan, dan guru terlalu berat, sehingga
pengetahuan. waktu belajar di sekolah
terlalu lama.
6 Banyak kompetensi yang dibutuhkan sesuai Pramuka menjadi beban
perkembangan seperti pendidikan karakter, bagi siswa yang tidak
metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan menyukai Pramuka,
soft skills dan hard skills, kewirausahaan. sehingga ada unsur
keterpaksaan.
7 Hal yang paling menarik dari kurikulum 2013 Kurangnya kekmampaun
ini adalah sangat tanggap terhadap fenomena guru dalam proses
dan perubahan sosial. Hal ini mulai dari penilaian sikap,
perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, ketrampilan dan
nasional, maupun global. pengetahuan secara
holistic.
Referensi

(Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia, 2013)Menteri Pendidikan dan


Kebudayan Republik Indonesia (2013) ‘Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan’, Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013, (Standar Penilaian Pendidikan),
pp. 1–234. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.
‘KONSEP DASAR KTSP _ Kumpulan-kumpulan Artikel (Thematic clusters Articles)’ (no
date).

‘Konsep dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)’ (no date).

‘Perbedaan Kurikulum 2013 Dengan Ktsp’ (no date) Moch.Fatkoer Rohman. Available at:
https://fatkoer.wordpress.com/2013/07/28/perbedaan-kurikulum-2013-dan-ktsp/.

Sumarni, S. (2010) ‘Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( Ktsp ) Berbasis


Filsafat’, Tajidukasi, pp. 109–123.

(Dasar, 2013)Dasar, K. (2013) ‘Kurikulum 2013 Sekolah Dasar’, (Mi).


(PUSTAKA Kajian Teori, 2013)PUSTAKA Kajian Teori, K. A. (2013) ‘Tujuan Kurikulum’,
pp. 9–38.