Anda di halaman 1dari 2

BIAYA HISTORIS

Biaya historis adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh suatu aset (harga beli). Aturan
dalam biaya historis adalah aset harus diakui pada harga yang dikeluarkan ketika membeli.

Pengecualian pemakaian nilai historis pada instrumen keuangan (mis, invetasi, kas, piutang).
Sejumlah aset memungkinkan untuk diukur dengan dasar yang berbeda apabila dasar tersebut
dalam kondisi yang terpenuhi (dapat dipercaya/tersedia).

Keterbatasan utama pada relavansi, apabila perusahaan A membeli sebuah aset pada 2008 dengan
harga 10,000 yang memiliki masa manfaat 5 tahun dengan perusahaan B yang membeli aset yang
sama pada 2010 dengan harga 20,000 dengan penyusutan garis lurus.

Maka akan menghasilkan anomali akuntansi karena pada akhir 2010 tipe aset yang sama memiliki
nilai yang berbeda, aset perusahaan A memiliki nilai 2,000 (setelah dikurangi penyusutan) sedangkan
aset perusahaan B memiliki nilai 20,000. Biarpun perusahaan A sebenarnya memberikan manfaat
ekonomi lebih besar daripada perusahaan B (senilai 50% (harga beli)), dilakukan dengan biaya
historis yang hanya setara 10% dari nilainya (2/20x100).

Biaya penyusutan pada perusahaan A (2,000/tahun) tidak mencerminkan biaya peluang penggunaan
pabrik. Akibatnya selama masa manfaat, perusahaan akan membebankan depresiasi 10,000 pada
laporan keuangan padahal biaya pemeliharaan aset bisa saja meningkat. Apabila perusahaan A
menggunakan semua keuntungannya untuk membayar deviden, perusahaan tidak akan memiliki
biaya yang cukup untuk menggantikan aset pabrik di akhir masa manfaatnya sehingga biaya historis
mengakibatkan laporan keuangan yang tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Kelebihan

1. relevan dalam membuat keputusan ekonomi


manajer yang membuat keputusan mengenai komitmen masa depan, mereka
membutuhkan data transaksi masa lalu.
2. berdasarkan transaksi yang sesungguhnya
3. dalam sejarah, lapkeu historical cost berguna
Mautz (Godfrey et al, 2000:130) menyatakan,”Jika orang-orang yang membuat keputusan
manajemen dan investasi belum menemukan bahwa laporan keuangan berdasarkan
historical cost berguna selama bertahun-tahun, perubahan akuntansi akan sejak lama
dibuat.
4. keuntungan dari harga jual lebihan historical cost
mengejar keuntungan mengharuskan penggunaan waktu yang cukup, tempat dan bentuk
yang ditambahkan ke bahan, produk atau jasa yang dibeli sehingga mereka bisa dijual di atas
biaya. Keputusan mengenai akankah melanjutkan lini produk atau divisi atau pabrik
tergantung untuk sebagian besar pada apakah ada sebaran yang menguntungkan antara
pendapatan dan biaya.
5. sejauh mana kegunaanya bergantung pd current cost dan exit price
Jika harga sebuah aset pada akhir tahun lebih rendah dari harga selama tahun tersebut, ini
mendorong kritik terhadap manajemen dari pemegang saham karena tidak membuang aset
lebih awal. Current cost dan exit price accounting menginduksi pandangan jangka pendek
dari keuntungan. Ada alasan penting untuk mempertahankan aset selain merealisasikan
keuntungan secara langsung.
6. Akuntan harus menjaga integritas terhadap modifikasi internal
kebanyakan orang berpendapat bahwa historical cost lebih sedikit dalam persoalan
manipulasi dibandingkan current cost atau exit price.
7. Perubahan harga pasar dapat diungkapkan sebagai data tambahan
Dalam banyak kasus, para pendukung historical cost berpendapat bahwa biaya historis tidak
memiliki perbedaan yang material dengan current cost. Tambahan data pada harga saat ini
adalah cara yang praktis dan efisien dalam berhadapan dengan informasi tersebut tanpa
harus bergeser dari basis historical cost ke current cost.

Tujuan dari penggunaan historical cost accounting menekankan hubungan ‘kontrak’ antara
perusahaan dengan pihak yang menyediakan sumber daya. Hal ini membuat manajemen
bertanggungjawab atas penggunaan asset dalam operasi perusahaan dan dampaknya terhadap net
asset. Tanggungjawab manajemen tersebut dituangkan dalam bentuk laporan keuangan.

Kritik terhadap historical cost menyatakan bahwa melaporkan ekuitas tanpa pengakuan terhadap
perubahan nilai asset dan hutang menyesatkan dan menghasilkan kebijakan dividen yang tidak
tepat. Menentukan ‘net worth’ dari pemilik tidaklah penting. Dari sudut pandang akuntansi,
terutama untuk perusahaan besar, pemilik hanyalah pemasok dana. Asset dan income adalah dari
perusahaan, bukan pemegang saham.

Menurut teori konvensional, net worth bukan merupakan pengukuran yang relevan. Pemegang
saham ingin mengetahui hasil investasi mereka dalam perusahaan; dengan demikian, penentuan
laba adalah fungsi yang paling penting bagi akuntan. Sementara laba adalah fokus utama, kinerja
operasi atau hasil perlu dipertimbangkan dalam kaitannya dengan net asset (equity) yang digunakan
untuk mencapai laba yang dilaporkan. Akibatnya, dalam historical cost system, isu-isu utama
berhubungan dengan pengukuran dan pelaporan income dalam hubungannya dengan net asset yang
digunakan.

Dapat kita simpulkan bahwa historical cost merupakan sistem pengukuran dalam akuntansi yang
mengukur dan melaporkan income dihubungkan dengan net asset yang digunakan. Serta
dalamhistorical cost pencatatan aktiva, utang, modal, dan biaya dilakukan dengan menggunakan
harga perolehan.

Referensi:

http://supraptiakuntansi.blogspot.com/2015/11/historical-costbiaya-historis.html