Anda di halaman 1dari 18

Rancangan Pengajaran

Modul Elektif Patofisiologi dan Dasar


Pengelolaan Nyeri
Pendidikan Jarak Jauh – FK UNPAR
Pengelola: Departemen Fisiologi FKUI

PENDAHULUAN
Nyeri adalah suatu gejala yang membawa penderitanya untuk berobat ke dokter atau ke seseorang
atau ketempat lain yang dianggap mampu untuk menyembuhkannya, bahkan apabila perlu penderita
akan minta pertolongan kepada benda-benda keramat yang dianggap dapat meringankan
penderitaannya.
Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosi yang berhubungan dengan kerusakan atau akan
rusaknya jaringan tubuh atau berhubungan dengan terjadinya kerusakan jaringan tubuh. (International
Association Society for Pain, IASP, 1986). Dengan demikian nyeri adalah suatu tanda alarm yang
berperan sebagai proteksi tubuh, atau sebagai akibat keadaan patologis yang membutuhkan
penanggulangan lanjut
Dewasa ini, nyeri dianggap masalah universal yang mengganggu kesehatan penderita dan masalah
dalam dunia kedokteran karena nyeri merupakan gangguan perasaan atau modalitas sensoris yang
bersifat subyektif, sehingga hanya dapat dirasakan oleh penderitanya sendiri dan agak sulit diukur
secara kuantitatif. Nyeri dapat mengganggu produktifitas kerja penderitanya sampai mengganggu
kondisi ekonomi dan bahkan dapat mengganggu hubungan sosial penderitanya.
Dengan semakin banyaknya penderita nyeri, maka semakin mengganggu produktifitas kerja suatu
negara dan akhirnya dapat mengganggu perekonomiannya. Dinyatakan bahwa nyeri pada penderita
yang sebagian besar usia produktif di Amerika dapat menimbulkan kerugian sampai milyaran dolar per
tahun karena di samping untuk terapi penderitanya, juga Amerika kehilangan jam kerja tenaga
kerjanya.
Nyeri dapat disebabkan oleh berbagai penyebab mulai dari faktor fisik sampai faktor psikologik.
Berbagai penyebab fisik seperti trauma, inflamasi, penyakit degeneratif, sampai keganasan Sementara
faktor psikologik seperti masalah emosi dan gangguan mental dapat pula menimbulkan nyeri. Dengan
demikian untuk mengelola penanggulangan masalah nyeri diperlukan pendekatan yang komprehensif
dan terintegrasi dari berbagai cabang ilmu kedokteran.
Modul PATOFISIOLOGI DAN DASAR PENGELOLAAN NYERI merupakan modul elektif non-klinik yang
dilaksanakan pada semester 7 selama 3-4 minggu dengan beban 3 SKS.

Tujuan Umum
Setelah menyelesaikan Modul PATOFISIOLOGI DAN DASAR PENGELOLAAN NYERI, mahasiswa memiliki
kompetensi derajat 1 terkait bidang pengelolaan nyeri yang wajib dimiliki seorang dokter dan
merupakan modal dasar dalam pengelolaan masalah nyeri pada layanan kesehatan serta
menumbuhkan minat penelitian dan bidang pengelolaan nyeri.

Tujuan Khusus
Setelah menyelesaikan Modul PATOFISIOLOGI DAN DASAR PENGELOLAAN NYERI, mahasiswa mampu
untuk:
1. Berkomunikasi disertai empati dalam pengelolaan pasien dengan masalah nyeri
2. Memberi informasi secara efektif tentang masalah dan pengelolaan nyeri
3. Menggunakan bahasa verbal dan tertulis secara efektif untuk membahas masalah nyeri
4. Menggunakan teknologi komputer secara efektif untuk mencari dan membahas masalah dan
dasar pengelolaan nyeri
5. Melakukan sintensa dan analisa data khususnya pengelolaan nyeri dengan mengintegrasikan
ilmu-ilmu dasar (biomedik) dan ilmu kedokteran klinik secara kritis.
6. Mengidentifikasi masalah nyeri dan dasar pengelolaan nyeri pada pasien
7. Menganalisis kemungkinan penyelesaian masalah dan dasar pengelolaan nyeri berdasarkan
informasi yang diperlukan
8. Mengidentifikasi isu dan dilema etik serta masalah medikolegal berkaitan dengan masalah dan
pengelolaan nyeri serta mengetahui kapan dan bagaimana mendapatkan bantuan ahli lain atau
sumber lain dalam menyelesaikan pilihan etik dan medikolegal tersebut
9. Mengidentifikasi tata nilai masyarakat dan memadukan pertimbangan moral serta memiliki
keterampilan untuk memutuskan masalah etik yang berhubungan dengan masalah dan
pengelolaan nyeri

Cabang Ilmu Terkait


Fisiologi, Anatomi, Histologi, Farmakologi, Neurologi, Rehabilitasi Medik, Anestesiologi, Akupuntur

KARAKTERISTIK MAHASISWA
Mahasiswa yang dapat mengikuti modul PATOFISIOLOGI DAN DASAR PENGELOLAAN NYERI adalah
mahasiswa yang telah lulus seluruh modul-modul semester 1-6.
Modul ini akan dilaksanakan sebagai modul pandidikan jarak jauh (PJJ) dengan peserta mahasiswa dari
Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (FK UNPAR).

SASARAN PEMBELAJARAN

Sasaran Pembelajaran Terminal


Setelah mengikuti kegiatan akademik modul PATOFISIOLOGI DAN DASAR PENGELOLAAN NYERI, jika
mahasiswa dihadapkan pada data sekunder masalah nyeri, mahasiswa mampu menjelaskan dan
merumuskan masalah tersebut berdasarkan ilmu biomedik terkini atas proses molekular, selular,
jaringan dan organ yang terjadi dalam sistem saraf terkait.

Sasaran Pembelajaran Penunjang


1. Bila diberikan pemicu mengenai nyeri, mahasiswa mampu untuk
a. Menjelaskan anatomi dan struktur mikroskopik sistem persarafan nyeri
b. Menjelaskan fisiologi nyeri melalui sistem saraf dan interaksi dengan sistem organ terkait
c. Menjelaskan histopatologi dan patofisiologi penyakit yang menimbulkan masalah nyeri
d. Menjelaskan etiologi dan sistem deteksi (pemeriksaan penunjang) yang diperlukan
berdasarkan patogenesis dan patofisiologi dari penyakit yang menimbulkan masalah nyeri
2. Jika mahasiswa dihadapkan pada data sekunder tentang masalah klinik, laboratorik, pencitraan
radiologik dan epidemiologik masalah nyeri, mahasiswa mampu untuk
a. Menjelaskan mekanisme selular dalam etiopatologi dan patofisiologi nyeri
b. Menjelaskan dasar pengelolaan nyeri secara umum
c. Menjelaskan dasar terapi fisik terhadap nyeri serta mekanisme yang mendasarinya
d. Menjelaskan prinsip farmakologik dan mekanisme kerja obat pada pengelolaan nyeri di tingkat
reseptor dan selular
e. Menjelaskan berbagai terapi dalam pengelolaan nyeri serta mekanisme yang mendasarinya.

Lingkup Bahasan
1. Introduksi nyeri
2. Anatomi persarafan nyeri
3. Histologi persarafan nyeri
4. Fisiologi nyeri
5. Neurotransmitter nyeri
6. Farmakologi obat analgetik dan anestetik
7. Diagnosa nyeri secara neurologik
8. Prinsip pengelolaan nyeri menurut neurologi
9. Prinsip pengelolaan nyeri menurut rehabilitasi medik
10. Prinsip pengelolaan nyeri menurut anestesi
11. Prinsip pengelolaan nyeri menurut akupunktur
Sasaran Pemelajaran, Topik Bahasan, Subtopik Bahasan, Rujukan
Sasaran Pemelajaran Topik Bahasan Subtopik Bahasan Metode Pembelajaran Rujukan
Menjelaskan anatomi, struktur Jalur persarafan nyeri dan 1. Anatomi sistem nyeri dari  Flipped classroom  Barrett KE, Barman SM,
mikroskopik, dan fisiologi sistem mekanisme persepsi nyeri nosiseptor sampai ke otak  BDM Boitano S, Brooks HL.
persarafan nyeri 2. Potensial generator,  Praktikum Ganong’s Review of Medical
penghantaran dan transmisi Physiology, 24th ed. New
sinaps sinyal nosiseptif York: McGraw-Hill. 2012.
3. Modulasi persepsi nyeri:  McMahon S, Koltzenburg M,
Fungsi neuron nosiseptif di Tracey I, Turk DC. Wall &
medulla spinalis dan otak Melzack’s Textbook of Pain,
4. Klasifikasi nyeri berdasarkan 6th ed. Philadelphia: Elsevier
mekanismenya: nosiseptif, Saunders. 2013.
inflamatorik, fungsional,
dan neuropatik

Menjelaskan histopatologi dan Pengalaman nyeri (pain 1. Definisi dan mekanisme tiga
patofisiologi penyakit yang experience) dan hubungannya komponen pengalaman
menimbulkan masalah nyeri dengan sumber nyeri beserta nyeri (pain experience):
jalur persarafannya  sensorik/diskriminatif
 afektif/emosi
 evaluatif/kognitif
2. Berbagai aspek nyeri:
 Nyeri nosiseptif dari
kulit dan jaringan
dalam (deep tissues)
 Nyeri cepat dan nyeri
lambat
 Sensitisasi pusat dan
perifer
 Inflamasi neurogenik
 Nyeri neuropatik
 Hiperalgesia
 Allodinia
3. Aspek genetik nyeri
Sasaran Pemelajaran Topik Bahasan Subtopik Bahasan Metode Pembelajaran Rujukan
Menjelaskan etiologi dan sistem Klasifikasi, etiologi, pemeriksaan 1. Nociceptive pain  Flipped classroom  Purba JS. Patofisiologi dan
deteksi (pemeriksaan penunjang nyeri 2. Neuropathic pain  BDM Penatalaksanaan Nyeri, edisi
penunjang) yang diperlukan 3. Mixed Pain  Makalah 2. Jakarta: Badan Penerbit
berdasarkan patogenesis dan 4. Cancer Pain FKUI. 2014.
patofisiologi dari penyakit yang 5. Headache  Guide to pain management in
menimbulkan masalah nyeri Low-Resource Settings. IASP.
2010

Menjelaskan prinsip farmakologik Farmakologi analgesik opioid 1. Farmakologi Analgesik  Flipped classroom  Katzung BG, ed. Basic and
dan mekanisme kerja obat pada dan non-opioid opioid: reseptor opioid,  BDM Clinical Pharmacology, 13th
pengelolaan nyeri di tingkat farmakokinrtik, ed. Philadelphia: McGraw-
reseptor dan selular farmakodinamik, toleransi Hill. 2014. Chapter 31: 543-
dan adiksi, penggunaan 565; Chapter 36: 635-659.
klinis  Dipiro JT et al, ed.
2. Farmakologi Analgesik non- Pharmacotherapy, a
opioid: NSAIDs, pathophysiologic approach,
asetaminofen, derivat ergot, 7th ed. Philadelphia:
karbamazepin, gabapentin McGraw-Hill. 2008. Chapter
62: Pain management: 989-
1005.
Sasaran Pemelajaran Topik Bahasan Subtopik Bahasan Metode Pembelajaran Rujukan
Menjelaskan dasar pengelolaan Pengelolaan nyeri melalui 1. Tujuan tata laksana nyeri  Flipped classroom  Frontera WR. DeLisa JA.
nyeri secara non-farmakologik pendekatan kedokteran fisik dan 2. Mekanisme tata laksana  BDM Gans BM, Walsh NE,
(terapi fisik, akupuntur, anestesi) rehabilitasi nyeri melalui: Robinson LR. DeLisa’s
 Manipulasi Physical Medicine &
 Traksi Rehabilitation Principles and
 Massase Practice, 5th ed.
 Modalitas Fisik Philadelphia: Lippincott
o Heat Williams & Wilkins. 2010.
o Cold  Braddom RL, Chan L,
o Hidroterapi Harrast MA, Kowalske KJ,
o Laser Matthews DJ, Ragnarsson
o Stimulasi Elektrik KT, Stolp KA. Physical
o Orthosis Medicine & Rehabilitation,
o Kinesiotaping 4th ed. Philadelphia: Elsevier
 Dry needling & Saunders. 2007.
injection  Hall C, Brody LT.
 Exercise Therapeutic Exercise
o Muscle stretching Moving Toward Function,
o Muscle 2nd ed. Philadelphia:
strengthening Lippincott Williams &
o Proper body Wilkins. 2005.
mechanic  Kissner C, Colby LA.
o Cardiorespiratory Therapeutic Exercise
endurance Foundations and
Techniques, 5th ed. F.A.
Philadelphia: Davis
Company. 2007.
Sasaran Pemelajaran Topik Bahasan Subtopik Bahasan Metode Pembelajaran Rujukan
Pengelolaan nyeri melalui 1. Perkembangan Akupunktur  Flipped classroom  Scheideman I, Medical
pendekatan akupuntur Klasik menjadi Akupunktur  BDM Acupunture. Hongkong:
Medik Everbest Printing Co. Ltd.
 Macam-macam teknik 1988
terapi akupunktur  Kiswojo H, Akupunktur
 Kontra indikasi terapi Medik. Jakarta: Penerbit
akupunktur Akupunktur Indonesia. 2013
 Risiko, komplikasi dan  WHO standard acupuncture
efek samping terapi point location in the
akupunktur western pacific region.
2. Akupunktur untuk nyeri dan World Health Organization.
anestesi 2009
 Pemilihan teknik  Gartner P, Hiatt JL, Color
akupunktur untuk nyeri textbook of Histology 3 rd
dan anastesi Ed. Philadelphia: Saunders
3. Mekanisme kerja Elsevier.
akupunktur nyeri  Sup Soh K, Kang KA, Ryu
4. Anatomi dan Histologi nyeri YH. Review article 50 years
terkait akupuntur of Bong-Han Theory and 10
 Sistem Akupunktur dan years of Primo-Vascular
Primo vaskular System System. Evidence-Based
 Resesptor Nyeri dan Complementary and
badan akhir saraf Alternative Medicine. 2013;
12 p. DOI:
10.1155/2013/587827.
Hindawi Article ID 587827.
Sasaran Pemelajaran Topik Bahasan Subtopik Bahasan Metode Pembelajaran Rujukan
Pengelolaan nyeri melalui 1. Manajemen nyeri intervensi  Flipped classroom  Butterworth, J., Mackey, D.
pendekatan anestesiologi minimally ivasive  BDM and Wasnick, J.
 Needle injection (2013). Morgan &
2. Manajemen intervensi nyeri Mikhail’s Clinical
akut: Analgesia regional Anesthesiology, 5e.
 Opioid intratekal  Miller, R. and Cohen, N.
 Analgesia epidural (2015). Miller’s anesthesia.
 Blok saraf Philadelphia, Pa: Elsevier,
3. Manajemen intervensi nyeri Saunders, pp.1901-1916.
kronik:
 Trigger point injection
 Epidural
 Blok simpatis
 Radiofrequency
 Neuromodulasi
 Intratekal
Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang digunakan pada Modul patofisiologi dan dasar pengelolaan nyeri adalah
pembelajaran aktif mandiri pada mahasiswa (student centered learning), pembelajaran terintegrasi
(Integrated Learning) dengan menggunakan pendekatan metode Question-Based Discussion (QBD)
sebagai metode pembelajaran utama serta metode pembelajaran lainnya seperti praktikum, video
kuliah, dan penulisan makalah. Metoda pembelajaran QBD meliputi kegiatan belajar mandiri, diskusi
kelompok (DK), dan diskusi pleno (DP) termasuk masukan dari narasumber.

1. Flipped classroom: 11 topik


Video mengenai setiap topik kuliah diunggah ke SCeLE sebelum jadwal pelaksanaan modul,
mahasiswa diwajibkan telah menonton video kuliah terkait, dan mengisi kuis kuliah sebagai salah
satu prasyarat mengikuti ujian.
Judul Kuliah Narasumber Departemen
K-1 Patofisiologi Nyeri Sophie Yolanda Fisiologi
K-2 Nyeri Nosiseptif Henry Rianto Sofyan Neurologi
K-3 Nyeri Neuropatik Salim Harris Neurologi
K-4 Nyeri Campuran Manfaluthy Hakim Neurologi
K-5 Nyeri Kanker Tiara Aninditha Neurologi
K-6 Nyeri Kepala Freddy Sitorus Neurologi
K-7 Farmakologi Analgesik Opioid Wawaimuli Arozal Farmakologi
K-8 Farmakologi Analgesik Non-Opioid Wawaimuli Arozal Farmakologi
K-9 Dasar Pengelolaan Nyeri secara terapi fisik Nurul Paramita Fisiologi
K-10 Dasar Pengelolaan Nyeri secara akupuntur Atikah C Barasila Histologi
K-11 Dasar Pengelolaan Nyeri intervensional dan Besthadi Sukmono Anestesi
multimodal
TOTAL

2. Question-Based Discussion
Kegiatan QBD pada modul ini akan menggunakan dua pemicu dengan total 2 kali pertemuan (6
jam). Hasil diskusi berupa lembar tugas mandiri (LTM individual) dan ppt kelompok diunggah ke
SCeLE dan akan diberikan masukan dan umpan balik oleh narasumber. Rincian kegiatan serta
pemicu tertera dalam lampiran.

3. Praktikum
Video mengenai praktikum diunggah ke SCeLE sebelum jadwal pelaksanaan modul, mahasiswa
diwajibkan telah menonton video praktikum terkait, dan mengisi kuis pretes praktikum sebagai
salah satu prasyarat mengikuti ujian.
Judul Praktikum Tutor Praktikum
Fisiologi Nyeri Alih Tutor FK UNPAR

4. Penyusunan Makalah
Setiap mahasiswa akan diberikan tugas untuk menyusun sebuah makalah ilmiah dengan topik yang
berhubungan dengan kondisi nyeri yang paling sering dijumpai pada setting klinik sebagai berikut:
a. Herpes zoster f. Migrain
b. Nyeri kepala cluster g. Urolithiasis
c. Frozen shoulder h. Neuralgia trigeminal
d. Herniasi nukleus pulposus i. Gout
e. Artritis j. Fibromialgia
Setiap mahasiswa memilih 1 topik, setiap topik dipilih oleh maksimal 2 mahasiswa. Setiap 6-8
mahasiswa akan mendapatkan seorang pembimbing penyusun makalah dari FKUI dan diskusi
dilaksanakan secara daring melalui SCeLE. Makalah dinilai sebagai salah satu komponen penilaian
modul.
Matriks Kegiatan
Minggu Persiapan: 7 – 11 Oktober 2019
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
Menonton video kuliah topik 1-11, video praktikum Mengunggah
makalah tahap 1

Minggu 1: 14 – 18 Oktober 2019


Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
Diskusi QBD 1 Diskusi SCeLE Mengunggah LTM, Jawaban Kuis kuliah 1
untuk bertanya MindMap dan ppt pertanyaan dari
kepada narsum kelompok QBD 1 narsum kuliah video Umpan balik dan
kuliah video dibuka (topik 1-6) klarifikasi dari
(topik 1-6) narsum QBD 1
Mengunggah
makalah tahap 2

Minggu 2: 21 – 25 Oktober 2019


Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
Diskusi QBD 2 Diskusi SCeLE Mengunggah LTM, Jawaban Kuis kuliah 2
untuk bertanya MindMap dan ppt pertanyaan dari
kepada narsum kelompok QBD 2 narsum kuliah video Umpan balik dan
kuliah video dibuka (topik 7-11) klarifikasi dari
(topik 7-11) Praktikum narsum QBD 2
Mengunggah
Kuis pretes makalah tahap 3
praktikum

Minggu 3: 28 Oktober – 1 November 2019


Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
Mengunggah Mengunggah Ujian sumatif Remedial ujian
makalah final laporan praktikum sumatif
kelompok

Tim Modul Patofisiologi dan Dasar Pengelolaan Nyeri


Jabatan Nama Kontak
Ketua modul dr. Sophie Yolanda, MBiomed 08161958138
sophie.y@ui.ac.id
Tim modul dr. Imelda Rosalyn Sianipar, MBiomed, PhD 081284197445
imelda.rosalyn@ui.ac.id
Gulshan Fahmi El Bayani, SGz, MBiomed 085718085708
el.fahmi8@gmail.com

Narasumber Pleno
Pleno Nama Narasumber Departemen
QBD 1 Sophie Yolanda Fisiologi
QBD 2 Henry Rianto Sofyan Neurologi
Wawaimuli Arozal Farmakologi

Pembimbing Makalah
 Gulshan Fahmi El Bayani
 Imelda Rosalyn Sianipar
 Sophie Yolanda

Fasilitator QBD
 Tutor FK UNPAR
Evaluasi Hasil Pendidikan (EHP)
Evaluasi hasil pendidikan ditentukan berdasarkan proses dan hasil pendidikan mahasiswa. Untuk
mengikuti evaluasi sumatif, mahasiswa harus memenuhi persyaratan yang meliputi kewajiban:
 Hadir pada setiap kegiatan modul: 2 sesi QBD, 1 sesi praktikum
 Mengumpulkan semua tugas tepat waktu: LTM, MindMap dan ppt kelompok, makalah individu,
laporan praktikum kelompok
 Mengerjakan semua kuis kuliah (2 kuis) dan kuis pre-tes praktikum (1 kuis)

Pembobotan
Proses
 Observasi QBD 10%
 LTM 10%
 Praktikum 10%
 Kuis 20%
Pengetahuan
 Uji Sumatif 30%
 Makalah 20%

Kriteria kelulusan: Nilai rata-rata minimal 55 untuk masing-masing komponen. Apabila terdapat nilai
evaluasi masing-masing komponen <55, maka akan diberi kesempatan mengikuti perbaikan nilai
(remedial). Remedial hanya dilaksanakan 1 (satu) kali.
PEMICU
Pemicu 1
Seorang pria berusia 21 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri perut yang dirasakan sejak 3
jam yang lalu. Nyeri awalnya dirasakan pada sekitar daerah pusar, kemudian berpindah ke daerah
perut kanan bawah, semakin lama semakin parah. Pasien merasa mual dan terdapat muntah 1 kali, isi
makanan, tidak ada darah maupun lendir. Badan terasa agak hangat. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 92x/menit, frekuensi napas 18x/menit, suhu 37.8°C. Terdapat nyeri
tekan dan nyeri lepas pada titik McBurney. Pasien didiagnosis apendisitis akut.

Daftar Pertanyaan:
 Jelaskan jenis dan patofisiologi nyeri secara umum (akut vs kronik; nosiseptif, inflamatorik,
neuropatik, psikogenik; somatik vs viseral)
 Jelaskan patofisiologi nyeri alih (referred pain)
 Jelaskan patofisiologi nyeri alih pada kasus apendisitis akut

Pemicu 2
Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol. Ia mengeluhkan nyeri kedua
lutut berulang sejak 5 tahun tearkhir. Menurut pasien, ia pernah didiagnosis sebagai penderita rematik.
Pemeriksaan fisik: BB 80 kg, TB: 160 cm, status generalis dalam batas normal, hanya terdapat nyeri
ulu hati. Status lokalis: genu varum, nyeri tekan (+), krepitasi (+), nyeri gerak (+), lingkup gerak sendi
terbatas, pada palpasi tidak panas dan tidak ada efusi. Pasien mengkonsumsi rutin obat nyeri baik dari
resep dokter maupun yang dijual bebas, termasuk jamu. Riwayat penyakit darah tinggi, sakit jantung,
diabetes, dan sakit paru-paru disangkal. Pasien tidak memiliki riwayat alergi.

Daftar Pertanyaan:
 Jelaskan patofisiologi nyeri pada artritis
 Jelaskan diagnosis banding pada kasus artritis (osteoarthritis, rheumatoid arthritis, gout, septic
arthtritis)
 Dasar penatalaksanaan nyeri pada artritis secara farmakologis dan non-farmakologis
UNIT PENDIDIKAN KEDOKTERAN
(MEDICAL EDUCATION UNIT) FKUI

LEMBAR EVALUASI PESERTA DALAM DISKUSI KELOMPOK


(UNTUK DISERAHKAN KEPADA PENGELOLA MODUL)

Kelompok : ______________ Modul : ______________


Nama Fasilitator : ______________ Tahun akademik : ______ – ______
Tanggal : ______________

Peran Serta Perilaku

Argumentasi

Komunikasi
Kehadiran
Dominan
Aktivitas

Disiplin/
Jumlah

Sharing
No Nama
(Max= 40)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Keterangan:
Nilai Nilai
0-5 6-7 8-10 -5 -3 0
Sharing Kurang Kadang2 Selalu Dominasi Ya Kadang2 Tidak
Terlambat Terlambat Tepat
Argumentasi Kurang Cukup Baik Disiplin/Kehadiran
> 15’ < 15’ Waktu
Aktivitas Kurang Cukup Baik
Komunikasi Kurang Cukup Baik

Definisi butir evaluasi :

Sharing : berbagi pendapat/ pengetahuan yang sesuai dengan lingkup Jakarta_______________20


bahasan di antara anggota kelompok
Argumentasi : memberikan pengetahuan dan tanggapan yang logis berdasarkan
literatur yang dibacanya
Aktivitas : giat dalam diskusi tanpa didorong fasilitator
Dominan : sikap menguasai forum pada saat diskusi kelompok (________________________)
Komunikasi : menyimak, menjelaskan dan bertanya dengan menggunakan nama jelas fasilitator
bahasa yang baik dan benar serta sistematis
PENILAIAN HASIL PENELUSURAN MANDIRI DAN PEROLEHAN PENGETAHUAN
BARU MAHASISWA
(PentiNG: Penilaian tugas individu Next Generation)
MEDICAL EDUCATION UNIT FKUI

a. Tujuan penilaian PentiNG


i. Penilaian untuk hasil belajar mandiri mahasiswa dalam diskusi PBL
ii. Penilaian perolehan pengetahuan baru dalam diskusi PBL
iii. Meningkatkan keterampilan menulis ilmiah dan mensitasi referensi (untuk
menunjang upaya pencegahan plagiarisme)
iv. Umpan balik proses pembelajaran oleh fasilitator

b. Komponen dan kriteria penilaian


i. Hasil penelusuran mandiri (60%)
1. Kelengkapan materi yang dicakup sesuai tugas (20%)
2. Kejelasan uraian materi, termasuk bahasa yang dipergunakan (30%)
3. Ketepatan cara sitasi (Vancouver), cara penulisan referensi dan kualitas
referensi (minimal 1 referensi berasal dari daftar rujukan utama yang
tercantum dalam BPKM, tidak diijinkan menggunakan wikipedia sebagai
referensi) (10%)

ii. Rangkuman perolehan pengetahuan baru (40%)


1. Kelengkapan poin materi sesuai sasaran pembelajaran, termasuk identifikasi
topik yang belum dipahami (20%)
2. Kemampuan menghubungkan konsep dari materi yang dipelajari (20%)
3. Catatan:
- Rangkuman perolehan pengetahuan memasukkan pengetahuan yang
diperoleh saat pleno.
- Perolehan pengetahuan dibandingkan dengan sasaran pembelajaran
yang ditetapkan untuk masing-masing pemicu PBL.
- Mahasiswa dapat menggunakan pointers, skema, mind mapping, dll

c. Teknis pelaksanaan
i. Penilai PentiNG adalah fasilitator kelompok mahasiswa dalam suatu modul.
ii. Mahasiswa wajib mengumpulkan PentiNG yang terdiri dari 2 komponen dengan
rincian sebagai berikut:
1. Saat diskusi 2 PBL:
Hasil penelusuran mandiri dikumpulkan dalam bentuk cetak/soft copy
kepada fasilitator
2. Setelah pleno:
Rangkuman perolehan pengetahuan dikumpulkan dalam bentuk tertulis
(tulisan tangan) di buku tulis/lembar kertas dengan nama lengkap kepada
fasilitator
iii. Saat diskusi 2 PBL, mahasiswa dapat melakukan sharing hasil diskusi dalam
bentuk power point atau bentuk lain (skema, gambar, model, dan lain-lain).
Penilaian pemahaman mahasiswa saat sharing dilakukan oleh fasilitator dengan
memasukkannya ke komponen penilaian sharing dalam borang penilaian diskusi.
iv. Fasilitator memberikan umpan balik secara tertulis dalam dokumen hasil
penelusuran mandiri dan dokumen perolehan pengetahuan.
v. Fasilitator menyampaikan umpan balik tersebut kepada mahasiswa. Batas akhir
penyampaian umpan balik adalah saat akhir pelaksanaan modul.
BORANG PENILAIAN HASIL PENELUSURAN MANDIRI DAN PEROLEHAN PENGETAHUAN BARU MAHASISWA (PentiNG) DALAM DISKUSI
PROBLEM BASED LEARNING
MEDICAL EDUCATION UNIT FKUI

GROUP/KELOMPOK :
PEMICU : 1 / 2 / 3 / 4 / 5 (lingkari salah satu)
MODUL : ………………………………………………………………………………

Hasil penelusuran mandiri (HPM) Rangkuman perolehan pengetahuan baru


(maksimal 60) (maksimal 40) Total nilai
No Nama Kelengkapan materi Kejelasan uraian Kemampuan (Σ Bobot A-E,
Sitasi & referensi Kelengkap sesuai sasbel
sesuai tugas materi menghubungkan konsep
Max. 100)
Nilai Bobot A Nilai Bobot B Nilai Bobot C Nilai Bobot D Nilai Bobot E
(0-10) (x2) (0-10) (x3) (0-10) (x1) (0-10) (x2) (0-10) (x2)
KRITERIA PENILAIAN
KRITERIA NILAI
Di bawah harapan Sesuai harapan Sangat baik
<7 7-8,4 ≥8,5
Hasil penelusuran mandiri (HPM)
 Tidak ada penjelasan rinci dari topik  Beberapa topik dijelaskan secara  Semua topik yang diperlukan
yang sedang dibahas atau ditugaskan rinci, tetapi tidak selengkap yang dijabarkan secara komprehensif
Kelengkapan
materi sesuai
oleh kelompok seharusnya  Semua topik didukung oleh rincian
tugas  Ringkasan hanya berupa daftar poin  Topik yang relevan hanya dan penjelasan yang memadai
tanpa elaborasi dibahas sebagian
 Sulit untuk dipahami  Sebagian aspek dapat dipahami  Mudah dimengerti
 Tidak tersusun dan terorganisir  Susunan tidak konsisten,  Tersusun dan terorganisir dengan
Kejelasan uraian dengan baik kadang terorganisir dengan sangat baik
materi  Menggunakan bahasa yang tidak baik  Bahasa ilmiah digunakan secara konsisten
ilmiah (pemilihan kata yang  Bahasa ilmiah digunakan
tidaksesuai)
 Tidak menggunakan metode Vancouver  secara inkonsisten
Menggunakan metode Vancouver  Menggunakan metode Vancouver
Sitasi & referensi  Kualitas referensi tidak baik namun tidak tepat dengan tepat
(wikipedia/blog/wordpress) atau tidak  Terdapat 1 buku teks wajib  ≥1 buku teks wajib + ≥1 jurnal
menggunakan buku tek swajib bereputasi
Rangkuman perolehan pengetahuan baru
 Hanya mencakup ≤ 50% topik pemelajaran  Mencakup hampir seluruh topik  Mencakup semua (atau bahkan
Kelengkapan  Penjabaran setiap topik pemelajaran pemelajaran lebih) topik pemelajaran
sesuai sasaran tidak memadai  Penjabaran sebagian besar  Penjabaran semua topik pemelajaran
pemelajaran topik pemelajaranmemadai memadai atau lebih dari
 Tidak ada hubungan dari konsep-  Terdapat hubungan logis dari yangdiharapkan
 Mampu merangkum dan
konsep yang muncul berdasarkan topik sebagian konsep yang dipelajari menghubungkan seluruh konsep yang
Kemampuan
pemelajaran dipelajari dengan logis
menghubungkan
konsep  Mampu mengidentifikasi hubungan
sebab-akibat, urutan, atau hubungan
lain antar topik pemelajaran
Fasilitator

(………………………………….)
Borang Penilaian Makalah
Kelompok : ______________ Modul : ______________
Nama Tutor Praktikum : ______________ Tahun akademik : ______ – ______
Tanggal : ______________

Kelengkapan

Alur Berpikir

Tata Bahasa

Referensi
Jumlah
No Nama (Max=
40)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Keterangan:
Kelengkapan : Terdapat Pengantar, Isi, dan Penutup; kedalaman sesuai dengan tingkat S1
Alur Berpikir : runut, tidak melompat
Tata Bahasa : sesuai bahasa Indonesia yang baik dan benar, teks asli diterjemahkan dengan benar
Referensi : Sahih (sesuai metode Vancouver) dan up to date

Penilai,

(………………………………….)
Borang Penilaian Praktikum

Kelompok : ______________ Modul : ______________


Nama Tutor Praktikum : ______________ Tahun akademik : ______ – ______
Tanggal : ______________

Disiplin/ Jumlah
No Nama Kerjasama Peran serta
Kehadiran (Max= 20)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Keterangan:
Nilai Nilai
0-5 6-7 8-10 -5 -3 0
Terlambat Terlambat Tepat
Kerjasama Kurang Cukup Baik Disiplin/Kehadiran
> 15’ < 15’ Waktu
Peran serta Kurang Kadang2 Selalu

Definisi butir evaluasi:

Kerjasama : mampu melakukan percobaan dalam praktikum dengan baik dan Jakarta_______________20
melibatkan seluruh anggota kelompok
Peran serta : aktif dalam percobaan, bertanya dan menjawab pertanyaan tanpa
didorong tutor

(________________________)
tutor praktikum
Absensi Kegiatan Modul

Kegiatan :
Hari/Tanggal :
Waktu :
Nama Dosen :

No Nama Mahasiswa NPM Tanda Tangan

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8

9 9

10 10

11 11

12 12

Dosen,

(………………………………….)