Anda di halaman 1dari 7

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER

Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia.

Dosen Pengampu : Danang Try Purnomo, S.S., M.Hum.

Disusun Oleh :

NAMA : INNES ELITA FAHMA

NIM : 173221002

JURUSAN S1 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA

2017

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia memiliki ciri khas yang secara prinsipil berbeda dengan hewan. Pemahaman
pendidik terhadap sifat hakikat manusia akan membentuk peta tentang karateristik
manusia. Peta ini akan menjadi landasan serta memberikan acuan baginya dalam
bersikap, menyusun strategi, metode, dan teknik, serta memilih pendekatan dan orientasi
dalam merancang dan melaksanakan komunikasi transaksional di dalam interaksi
edukatif.

B. Rumusan masalah
Makalah ini memilki beberapa rumusan masalah, antara lain:
1. Apa Pengertian Sifat Hakikat Manusia?
2. Apa sajakah hal yang Membedakan antara Manusia dengan Hewan?
3. Apa saja Macam sifat hakikat manusia?
4. Apa saja Macam Dimensi Kemanusiaan?
C. Tujuan
Penulisan makalah ini memiliki beberapa tujuan, yaitu;
1. Mengetahui Pengertian Sifat Hakikat Manusia
2. Mengetahui Hal-Hal yang membedakan antara Manusia dengan Hewan
3. Mengetahui Macam-Macam sifat hakikat manusia
4. Mengetahui Penjelasan tentang Macam-Macam Dimensi Kemanusiaan
D. Pembatasan masalah
Mengingat kurangnya kemampuan, keterbatasan waktu dan pikiran, maka kami hanya
akan membahas tentang lingkungan pendidikan yang meliputi; pengertian, hal-hal,
macam-macam sifat hakikat manusia, serta penjelasan manusia sebagai makhluk
penghubung.

E. Teknik pengumpulan data


Teknik pengumpulan data yang kami lakukan yaitu dengan Mengumpulkan
data/informasi dari 2 buku, dan juga internet tentang Sifat Hakikat Manusia.
F. Sistematika penulisan
 Bab I pendahuluan terdiri dari beberapa sub bahasan meliputi: latar
belakang, rumusan masalah, tujuan, penbatasan masalah, teknik pengumpulan
data, dan sistematika penulisan
 Bab II yaitu pembahasan terdiri dari beberapa sub bahasan meliputi:
pengertian Sifat Hakikat Manusia, Hal yang membedakan Manusia dengan
Hewan, Macam-macam Sifat Hakikat Manusia, dan Macam-macam Dimensi
Kemanusiaan.
 Bab III yaitu penutup, meliputi; kesimpulan, kritik dan Saran. dan Daftar
pustaka.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sifat Hakikat Manusia.


Sifat Hakikat Manusia adalah masalah yang rumit. ada beberapa pendapat, sesuai dengan
sudut pandangnya masing-masing. Yaitu :
1. Pandangan Filsafat.
Salah satu pandangan filsafat mengatakan bahwa manusia adalah makhluk
‘’monodualis’’ yaitu bahwa manusia memiliki cipta, rasa, dan karsa, sehingga ia mampu
mempertimbangkan betul salah, baik buruk, yang didorong oleh instingnya.
2. Pandangan teori Evolusi
Menurut teori ini, manusia awalnya berasal dari kera. Lalu mengalami perubahan yang
lebih sempurna, dan lama-lama menjadi Manusia Sempura.
3. Pandangan Agama.
Menurut pandangan islam manusia itu diciptakan Tuhan dari tanah liat kering (yang
berasal) lumpur hitam. (QS. 15: 28-29).

B. Hal-hal yang Membedakan antara Manusia dengan Hewan.


Bila ditinjau dari aspek antropologi, hakikat manusia iu bermacam-macam
formulasinya, sesuai dengan sudut tinjaunya (khusus dari ahli yang bersangkutan), sebagai
ilustrasi tentang formulasi hakikat manusia itu, berikut ini dikemukakan diantaranya:
1. Manusia adalah makhluk berbudi (homosapien)
2. Manusia adalah makhluk berakal (homorational)
3. Manusia adalah makhuk kreatif (homofaber)
4. Manusia adalah makhluk berTuhan (homoreligius)

Ciri Khas yang membedakanya dari hewan terbentuk dari kumpulan terpadu
( integrated) dari apa yang disebut Sifat Hakikat Manusia. Disebut Sifat Hakikat Manusia
karena secara hakiki sifat tersebut hanya dimiliki oleh Manusia dan tidak terdapat pada
Hewan. Maka kita harus bersyukur kepada Allah Swt, karena telah meninggikan derajat
kita sebagai Makhluk yang Sempurna.

C. Macam- macam Sifat Hakikat Manusia.


1. Kemampuan menyadari diri sendiri.
Manusia harus mampu menyadari dirinya sendiri. Dalam artian yang lebih luas,
manusia harus mampu dan mengembangkan apa yang ada dalam dirinya demi
kemanusiaanya.
2. Kemampuan bereksistensi.
Bereksistensi menyatakan bahwa manusia itu ada dan mengetahui apa yang ada
diluar dirinya, yang berarti manusia harus mampu membuat jarak antara “aku” atau
egonya dengan “dirinya” sebagai obyektif. Oleh sebab itu manusia harus mampu
menyatakan keeksistensinya agar tidak terpengaruh dengan yang lainya.
3. Pemilikan kata hati
Manusia berbeda dengan hewan karena manusia memiliki hati yang dapat
memberikan penerangan tentang baik buruknya perbuatan sebagai manusia. Dan jika
ada sesuatu yang salah maka hati akan berbicara, begitu pula sebaliknya.
4. Moral
Seseorang dikatakan bermoral tinggi karena ia menyatukan diri dengan nilai-nilai yang
tinngi, serta segenap perbuatannya merupakan peragaan dari nilai-nilai yang tinggi.
Moral (etika) menunjuk kepada perbuatan yang baik/benar ataukah yang salah, yang
berperikemanusiaan atau yang jahat.

5. Tanggung Jawab.
Tanggung jawab yaitu keberanian untuk menentukan bahwa sesuatu perbuatan sesuai
dengan tuntutan kodrat manusia. Dengan demikian tanggung jawab dapat diartikan
sebagai keberanian untuk menentukan bahwa suatu perbuatan sesuai dengan tuntutan
kodrat manusia.
6. Rasa Kebebasan
Merdeka adalah rasa bebas (tidak terikat oleh sesuatu) yang sesuai dengan kodrat
manusia. Kemerdekaan berkait erat dengan kata hati dan moral. Yaitu kata hati yang
sesuai dengan kodrat manusia dan moral yang sesuai dengan kodrat manusia.

7. Kewajiban dan Hak

Kewajiban merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia. Sedangkan hak
adalah merupakan sesuatu yang patut dituntut setelah memenuhi kewajiban. Kita tak perlu
menuntut hak lebih awal jika kewajiban yang dituntut belum dijalankan. Hak itu ada karena
kewajiban ada.

8. Menghayati Kebahagiaan
Menghayati Kebahagiaan berarti memadukan antara pengalaman yang
menyenangkan dengan yang pahit melalui sebuah proses, dimana hasil yang
didapat adalah kesediaan menerima apa adanya dan mensyukurinya.

D. Dimensi Kemanusiaan
1. Dimensi Keindividualan.
Dikatakan oleh Lyson bahwa individu adalah orang seseorang, sesuatu yang
merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide). setiap anak
memiliki potensi, potensi yang dimaksud adalah yang seperti dikemukakan oleh
Gardner. Ia menyatakan bahwa manusia memiliki tujuh kecerdasan yaitu :
kecerdasan linguistik, kecerdasan logika kecerdasan logika matematika,
kecerdasan spasial, kecerdasan kinestik tubuh, kecerdasan music, kecerdasan
interpersonal, kecerdasan intrapersonal.
2. Dimensi Kesosialan.
Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas dorongan untuk bergaul.
Dengan adanya dorongan untuk bergaul, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya.
Betapa kuatnya dorongan tersebut sehingga bila dipenjarakan merupakan hukuman
yang paling berat dirasakan oleh manusia. Karena dengan diasingkan di dalam penjara
berarti diputuskannya dorongan bergaul tersebut secara mutlak.
3. Dimensi Kesusilaan.
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. Akan tetapi
di dalam kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jika di
dalam yang pantas atau sopan itu misalnya terkandung kejahatan terselubung. Karena
itu pengertian susila berkembangsehingga memiliki perluasan arti menjadi kebaikan yang
lebih.

4. Dimensi Keberagaman.
Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah
sehingga memerlukan tempat bertopang. Manusia memerlukan agama demi
keselamatan hidupnya. Dapat dikatakan bahwa agama menjadi sandaran vertikal
manusia. Ph. Khonstam berpendapat bahwa pendidikan agama seyogyanya menjadi
tugas orang tua dalam lingkungan keluaraga, karena pendidikan agama adalah persoalan
afektif dan kata hati.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan.
Hakikat Manusia adalah masalah yang rumit sehingga masalah manusia ini menimbulkan
beberapa sudut pandang yakni pandangan filsafat, pandangan teori evolusi, dan pandangan
agama.
Manusia pada saat dilahirkan adalah lemah, karena aspek-aspek yang berkaitan dengan
jasmani dan rohanimasih bersifat potensial. Dan untuk mencapai kesempurnaanya, maka
perlu pengembangan potensi yang telah dimiliki oleh manusia tersebut. Peran pendidikan
sangat diperlukan dalam rangka pengembangan potensi tersebut.
Dilihat dari dimensi Kemanusiaanya, manusia dapat dipahami dari beberapa dimensi, yaitu
dimensi individual, dimensi social, dimensi susila, dan dimensi kegamaan.
2. Kritik

Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, akan tetapi kita sudah
berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan ini.

3. Saran

Sebaiknya peranan lingkungan pendidikan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya


sehingga bisa melahirkan generasi yang lebih baik, baik dalam ilmu pengetahuan maupun
moral.

Daftar Pustaka

Buku Pengantar Ilmu Pendidikan untuk Perguruan Tinggi Islam fataba press,
http://blog.beswandjarum.com, dan buku