Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BIOTEKNOLOGI

BIOTEKNOLOGI MIKROBA

OLEH :

KELAS B/V

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 4 :

1. HANDRIANI (E1A017030)
2. MAULINA (E1AO17044)
3. NI PUTU MAITRI V.C.R (E1A016044)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa sebab atas segala rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya, makalah mengenai “Bioteknologi Mikroba” ini dapat diselesaikan
tepat waktu. Meskipun kami menyadari masih banyak terdapat kesalahan didalamnya. Tidak
lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Lalu Zulkifli, M.Si,.Ph.D yang telah
membimbing dan memberikan tugas ini.

Kami sangat berharap dengan adanya makalah ini dapat memberikan manfaat dan
edukasi mengenai “Bioteknologi Mikroba” ini. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk kemudian makalah kami ini dapat
kami perbaiki dan menjadi lebih baik lagi.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Kami
juga yakin bahwa makalah kami jauh dari kata sempurna dan masih membutuhkan kritik serta
saran dari pembaca, untuk menjadikan makalah ini lebih baik ke depannya.

Mataram, September 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ………………………………………………………………................i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………...iii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………1

A. Latar Belakang…………………………………………………………………………...1
B. Rumusan Masalah……………………………………………………………………….1
C. Tujuan Penulisan………………………………………………………………………..2

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………….3

BAB III KESIMPULAN..............................................................................................20


DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………21
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetic
secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan mahluk hidup (baktri,
fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari mahluk hidup (enzim dan alcohol) dalam
proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dengan kata lain, bioteknologi
adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi
barang dan jasa.
Bioteknologi mikroba adalah pemanfaatan mikroba dalam prinsip-prinsip dan
kerekayasaan terhadap organisme, sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan atau
meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi
kepentingan hidup manusia. Mikroba adalah sejenis organisme yang sangat kecil dan
tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, sehingga diperlukan alat khusus untuk melihatnya
yaitu bakteri, mikroba juga termasuk viris, jamur seperti yeast dan mold, ganggang,
organisme bersel tunggal yaitu protozoa.
Dalam perkembangannya, bioteknologi telah mencapai tingkat rekayasa yang
lebih terarah, sehingga hasilnya dapat dikendalikan. Dengan teknik yang dikenal sebagai
teknik DNA rekombinan, atau secara popular dikenal sebagai rekayasa genetika. Para
ilmuan dapat menyambung molekul-molekul DNA yang berbeda menjadi suatu molekul
DNA rekombinan yang inti prosesnya adalah “kloning gena”

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana struktur mikroba ?
2. Bagaimana mikroorganisme sebagai bahan penelitian dalam bioteknologi?
3. Bagaimana peranan mikroba dalam bioteknologi ?
4. Bagaimana manfaat sekuensing genom mikroba?
C. Tujuan penulisan
1. Struktur mikroba
2. Untuk mengetahui mikroorganisme sebagai bahan penelitian bioteknologi
3. Peranan mikroba dalam bioteknologi
4. Untuk mengetahui manfaat dari sekuensing genom mikroba
BAB II

PEMBAHASAN

A. Struktur Mikroba
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang sangat kecil untuk dilihat dengan
mata telanjang dan membutuhkan bantuan mikroskop. Meskipun sebagian besar
mikroorganisme adalah bakteri, yang termasuk mikroba selain bakteri adalah ragi,virus, alga
dan protozoa. Bakteri telah ada 3,5 miliar tahun yang lalu dan jumlah mereka jauh lebih
banyak daripada manusia. Bakteri mudah beradaptasi pada lingkungan ekstrem seperti di
kutub utara, gurun, sumber mata air panas dan di bawah tekanan tinggi. Mikroba adalah
mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki membrane nuklea, aktif secara metabolik
dan dapat menanbah jumlahnya dengan melakukan pembelahan biner. Sel eukariotik
termasuk sel tumbuhan dan hewan, jamur seperti ragi ganggang dan organisme bersel
tunggal yang disebut protozoa, diantaranya adalah amoeba. Tidak seperti sel eukariotik, sel
prokariotik termasuk Bacteria dan Archaea —Struktur seluler mikroorganisme penting
dalam menentukan baik di mana mereka akan berkembang dan bagaimana mereka dapat
digunakan dalam bioteknologi. Misalnya, Archaea yang tinggal di lingkungan ekstrem
seperti kondisi yang sangat asin disebut halofil atau lingkungan panas disebut termofil;
sebagai hasilnya, mereka memiliki sifat metabolik yang sangat unik. Selain itu, fitur
struktural bakteri, khususnya, menjadikannya mikroorganisme yang sangat baik untuk
digunakan dalam penelitian bioteknologi. Sel bakteri jauh lebih kecil (1-5 mikrometer, atau
μm; 1 m 0,001 milimeter) dibandingkan sel eukariotik (10-100 μm) dan memiliki struktur
yang jauh lebih sederhana. Sel Bakteria juga menunjukkan fitur struktural sebagai berikut:
a. DNA tidak berada di dalam nukleus sebagaimana DNA yg ada pada di sel eukariotik,
kromoson bentuk sirkular dan tidak memiliki protein histon.
b. Bakteri mengandung DNA plasmid
c. Organel-organel sel bakteri tidak bermembran.
d. Dinding sel yang mengelilingi sel (plasma) membran secara struktural berbeda dari
dinding sel pada tanaman. Dinding sel terdiri dari polisakarida yang kompleks dan zat
protein yang disebut peptidoglikan, yang dinding sel yang kaku yang melindung sel dan
memberi bentuk pada sel. Di Archaea, struktur ini tidak mengandung peptidoglikan.
e. Beberapa bakteri mengandung lapisan luar terdiri dari karbohidrat, yang membentuk
struktur yang disebut kapsul.

Sebagian besar bakteri dapat dibedakan dan diklasifikasikan dengan pewarnaan Gram
(Gram stain) sebuah teknik pewarna yang digunakan untuk menodai dinding sel bakteri.
Bakteri gram positif berwarna ungu dan memiliki struktur dinding sel sederhana yang kaya
peptidoglikan, sedangkan bakteri gram negatif bernoda merah muda dan miliki struktur
dinding sel yang kompleks dengan peptidoglikan yang lebih sedikit.

Bakteri tidak membentuk jaringan multisel seperti sel hewan dan sel tumbuhan, meskipun
beberapa bakteri dapat berasosiasi satu sama lain yang saling terhububg membentuk rantai atau
ilamen. Bakteri memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi. Yang paling umum berbentuk bola
yang disebut cocci (singular, coccus), sel berbentuk batang yang disebut bacilli (bacillus,
bacillus), dan bacteria berbentuk pilinan atau spirillar. Bentuk-bentuk bakteri dapat dilihat pada
Gambar 1.

Nama-nama bakteri sering diberi nama berdasarkan dengan tipe bentuk sel-sel itu.
Misalnya, Staphylococci adalah bakteri berbentuk bola yang hidup di permukaan kulit kita yang
tumbuh seperti sekumpulan anggur, oleh sebab itu penamaan ini diberi dari istilah Yunani yang
mengacu pada kumpulan anggur. Kromosom melingkar tunggal yang terdiri genom dari sebagian
besar bakteri ukurannya relatif kecil. Kromosom bakteri rata-rata berkisar antara 2 juta hingga 4
juta pasangan basa, dibandingkan dengan 200 juta pasangan basa pada kromosom manusia.
Beberapa Bakteri juga mengandung plasmid DNA. DNA plasmid sering mengandung gen yang
tidak esensial untuk kehidupan — misalnya, gen untuk resistensi anti-biotik dan gen yang
mengkode protein untuk membentuk tabuh penghubung yang disebut pili, yang memungkinkan
bakteri pertukaran DNA antar sel. Tetapi DNA plasmid adalah suatu alat penting untuk ahli
biologi molekuler karena bisa digunakan untuk mengkloning potongan-potongan Klon DNA
dalam percobaan DNA rekombinan.

B. Mikroorganisme Sebagai Bahan Penelitian

Mikroorganisme baik alami maupun bentuk rekayasa genetika telah menjabat sebagai alat yang
berguna dalam berbagai cara yang menarik.

1. Enzim dari mikroba


Beberapa enzim dari mikroba dapat digunakan dalam penelitian biologi molekuler
karena mikroba dalah sumber enzim terbaik. DNA polimerase adalah beberapa dari enzim
terisolasi yang dapat dijual. DNA polimerasi awalanya terisolasi dari E.Coli, dia menjadi teknik
DNA rekombinan. Seperti label DNA sekuen untuk melakukan penyelidikan dan menggunakan
reaksi chainc polimerase untuk memperkuat reaksi DNA. Taq adalah enzim esensial yang
memiliki kestabilan untuk PCR yang di isolasi dari Archaean Thermus aquaticus yang mampu
hidup di sumber mata air panas. Karena kemampuan mikroba tersebut untuk tumbuh di bawah
panas yang ekstrem, mikroba ini disebut dengan termophile. Enzim selulase merupkan enzim
yang dihasilkan E.coli , selulase yang dihasilkan adalah polisakarida yang menyusun dari dinding
sel tanaman. Selulase digunakan oleh hewan untuk membuat makana agar lebih mudah dicerna.
2. Transformasi Bakteri
a. Teknik Kalsium Klorida
Transformasi merupakan kemampuan bakteri dalam mengambil DNA dari
lingkungan sehingga dapat terbentuk DNA rekombinan yang dimanfaatkan dalam
proses cloning. Terdapat bakteri yang tidak mudah mengambil DNA di lingkungan
secara langsung, sehingga dalam prosesnya dibutuhkan perlakuan agar lebih reseptif,
inilah yang disebut dengan sel kompeten. Salah satu teknik yang digunakan dalam
mempersiapkan sel kompeten adalah dengan ice-cold solution dari kalsium klorida.
Prinsipnya, kation kalsium klorida dapat merusak dinding sel dan membrane bakteri
dengan membentuk lubang kecil sehingga dimungkinkan DNA dapat masuk. DNA
yang dimasukkan dalam plasmid terdiri atas gen resisten antibiotic. Plasmid
rekombinan tersebut dicampurkan dengan selkompeten dalam tabung yang
ditempatkan pada ice dalam beberapa menit. Dalam keadaan dingin inilah
menyebabkan terbentuknya celah pada struktur lipid membrane sel sehingga DNA
dapat masuk. Kation dari kalsium klorida dapat menetralkan muatan negative dari
fosfat dalam membrane sel sehingga masing-masing dapat terjadi penolakan
diantaranya. Keadaan ini menyebabkan sel memanas secara singkat pada temperature
sekitar 37 – 420C. Dalam keadaan inilah DNA masuk kedalam bakteri. Kemudian sel
dikultur, dan setelah itu ditumbuhkan dalam medium yang mengandung antibiotic.
Prinsipnya, hanya sel yang mengandung DNA plasmid rekombinan (memiliki gen
resisten antibiotic) yang dapat tumbuh membentuk koloni. Teknik ini disebut dengan
antibiotic selection. DNA plasmid mengalami perbanyakn sehingga dihasilkan
protein. Keadaan ini sudah masuk dalam tahap produksi protein rekombinan.
b. Elektroporasi
Teknik lain yang dikembangkan dalam upaya transformasi bakteri yaitu elektroporasi.
Prinsipnya dengan pemberian kejutan listrik pada DNA tanpa membunuh sel bakteri.
Proses ini lebih efisien daripada teknik transformasi kalsium klorida karena prosesnya
lebih cepat, selyang dibutuhkan lebih sedikit dan dapat digunakan dalam
memasukkan DNA dengan berbagai tipe sel seperti yeast, jamur, hewan, dan
tumbuhan sekalipun. Penjelasan mengenai elektroporasi dapat dilihat pada Gambar 2
sebagai berikut.

3. Teknik Kloning dan ekpresinya


Selain mereplikasi DNA rekombinan, Bakteri berubah berharga karena mereka sering dapat
digunakan untuk protein secara besar-besaran untuk berbagai keperluan.
a. Membuat protein fusi bakteri untuk mensintesis dan mengsiolasi protein rekombinan
Teknik yang digunakan dalam sintesis dan isolasi protein rekombinan dengan menggunakan
protein fusi. Prinsipnya, DNA rekombinan dimasukkan dalam gen yang bekerja untuk protein
tertentu ke dalam plasmid yang terdiri atas protein yang belum diketahui fungsinya dan
dijadikan sebagai “tag”. Protein tag ini selanjutnya di isolasi dan dimurnikan dari protein
rekombinan sebagai protein fusi. Vektor plasmid yang digunakan dalam pembuatan protein
fungsi disebut dengan vector ekspresi. Vektor ekspresi ini berisi gen yang diharapkan
melalui proses transformasi, kemudian bakteri mensintesis mRNA dan nantinya akan
dihasilkan protein dengan gen yang diharapkan seperti protein yang berikatan dengan
maltosa. Teknik yang digunakan dalam mengetahui protein fusi yaitu dengan Affinity
Chromatography. Pemanfaatan protein fusi ini antara lain untuk mempelajari struktur dan
fungsi protein dari insulin dan bidang kesehatan lainnya.
4. Protein mikroba sebagai Reporter
Salah satu bentuk bahwa protein microba sebagai reporter yaitu adanya bentukan
biosensor. Biosensor ini dimanfaatkan untuk mendeteksi penyebab kanker seperti zat
karsinogen, polusi lingkungan, dan bakteri kontaminan dalam makanan. Keberadaan protein
microbial ini diilhami karena adanya bentukan Bioluminiscent di lautan. Hal ini dikarenakan
adanya gen lux yang dapat membentuk subunit protein enzim luciferase. Keberadaan enzim
inilah yang menyebabkan gen ini di cloning untuk mempelajari bagaimana ekspresi gen. Dengan
mengkloning gen lux pada plasmid dapat menghasilkan protein fusi yang berfungsi sebagai gen
reporter. Setelah dikembangkan, pemanfaatan gen lux inidapat dilihat pada bioassay fluorescent
untuk tes dari tuberculosis (TBC). TBC ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Proses analisisnya dilakukan dengan cara menggunakan saliva dari penderita yang kemudian
dicampurkan dengan lux yang berisi virus. Apabila sampel saliva tersebut terinfeksi oleh bakteri
maka akan nampak berpijar bersinar. Betuk pemanfaatan lainnya juga dapat terlihat pada strain
E. coli untuk mendeteksi kontaminasi arsenic di air..

C. Aplikasi bioteknologi mikroba dalam kehidupan sehari-hari


1. Produk Makanan
Mikroba digunakan untuk membuat berbagai jenis makanan, seperti roti, yogurt, keju, dan
asinan kubis. serta minuman seperti bir, anggur, sampanye, dan minuman keras. Untuk
beberapa jenis keju, strain tertentu dari bakteri yang disebut bakteri asam laktat (Lactococcus
lactis, L. acidophilus) digunakan untuk koagulasi. bakteri ini mendegradasi casien dan
menggunakan enzim yang disebut laktase untuk memecah gula dalam susu yang pada akhirnya
digunakan oleh bakteri untuk fermentasi
2. Fermentasi Mikroba
Fermentasi adalah proses mikroba penting yang menghasilkan banyak produk makanan dan
minuman termasuk berbagai roti, bir, anggur, sampanye dan yogurt dan keju.Sel hewan dan
tumbuhan dan mikroba lain mendapatkan energi dari karbohidrad seperti glokusa dengan
menggunakan elektron dari gula ini untuk membuat molekul yang disebut adenosin trifosfat.
Bakteri asam laktat fermentasi digunakan untuk memproduksi keju, krim asam, dan yogurt.
Produksi Yogurt biasanya melibatkan campuran bakteri, yang sering terlibat adalah strain asam-
fermentasi laktat mikroba anaerobik seperti streptococcus thermophilus, sebauah strain yang
disebut Lactobacillus. Proses metabolism mikroba ada yang secara aerob dan anaerob. Dalam
keadaan kekurangan oksigen, bakteri mengalami proses perubahan untuk dapat
mempertahankan hidupnya pada kondisi yang kekurangan oksigen dengan cara memanfaatkan
kembali NADH menjadi NAD+. Mikroba fermentasi memanfaatkan piruvat sebagai acceptor
electron dari NADH sehingga menjadi NAD+. Proses ini disebut dengan fermentasi asam laktat/
fermentasi alcohol. Selama proses fermentasi ini, hasil samping berupa CO2 dihasilkan. Salah
satu organism yang juga sebagai mikroba fermentasi yaitu Saccharomyces cereviseae yang
mampu menghasilkan fermentasi alcohol dengan baik. Dengan kemampuan mengontrol kadar
alcohol, maka produk makanan yang dihasilkan menghasilkan mutu yang baik.
3. Protein Pengobatan ( Terapeutik )
a. Memproduksi insulin rekombinan pada bakteri
Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel pancreas yang disebut sel beta. Ketika
insulin disekresikan dalam darah, maka metabolism karbohidrat telah terjadi. Diabetes mellitus
terjadi saat sel beta tidak memproduksi insulin. Kekurangan insulin mempengaruhi kadar
glukosa dalam darah, menyebabkan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, sirkulasi
yang buruk, katarak, dan kerusakan sistem saraf. Solusinya dengan menginjeksikan insulin dalam
darahnya. Insulin di cloning dengana menggunakan vector ekspresi plasmid yang terdapat pada
sel bakteri. Pada tahun 1982, insulin rekombinan manusia yang disebut Humulin diterima oleh
FDA. Dalam pancreas sel beta mensintesis 2 rantai insulin. Saat gen insulin pada manusia di
cloning dan terekspresi pada bakteri, terdapat ekspresi vector yang berisi lacZ yang mengkode
enzim betagalaktosidase. Ketika bakteri mensintesis protein maka hasilnya adala beta-galinsulin
yang merupakan protein fusi. Dengan adanya protein fusi ini memudahkan para peneliti untuk
mengisolasi dan memurnikan protein penyusun insulin. Setelah pemurnian sesuai prosedur FDA,
maka hormone rekombinan tersebut siap untuk diinjeksikan pada penderita. Penjelasan
mengenai pemanfaatan bakteri untuk memproduksi insulin dapat dilihat pada gambar 3.
sebagai berikut.

b. Menggunakan Mikroba Untuk Melawan Mikroba Lainnya


Antibiotik merupakan produk yang mampu menghalangi pertumbuhan dari mikroba lainnya.
Tergolong kedalam jenis obat-obatan. Produk pertamanya yaitu Penicillin. Penicilin merupakan
senyawa yang membuktikan bahwa mikroba dapat melindungi dirinya dari yang lainnya dengan
adanya senyawa antibiotic. Keberadaan antibiotic ini dapat mencegah bakteri mampu
bereplikasi dan membunuh bakteri lain secara langsung. Antibiotik dapat merusak dinding sel
atau menghambat sintesis, menghalangi sintesis protein, mencegah replikasi DNA, dan atau
menghambat sintesis atau aktivitas enzim penting dalam proses metabolism. Penjelasan
mengenai antibiotic dapat dilihat pada gambar 4. sebagai berikut.

c. Vaksin
Vaksin berasal dari bahasa latin vacca (sapi) dan vaccinia (cacar sapi). Antibiotik dan vaksin telah
terbukti efektif dalam mengobati infeksi dari penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme
pathogen. Penemuan vaksin pertama kali oleh Edward Jenner pada tahun 1976 virus cacar sapi
dapat digunakan sebagai vaksin untuk manusia dalam mencegah penyakit cacar. Seiring
berkembangnya waktu ditemukan berbagai macam vaksin sebagai berikut.
1. Vaksin DPT, untuk melindungi dari penyait dipteri, pertusis, dan tetanus.
2. Vaksin MMR (measless mumps-rubella).
3. Vaksin OPV (oral polio vaccine)
1. Primer Antibodi
Sistem imun manusia dan hewan sangat kompleks. Sejumlah besar sel dalam tubuh
bekerjasama dalam berbagai cara untuk mendeteksi adanya material asing yang masuk ke
dalam tubuh dan melakukan penyerangan untuk menghancurkan material asing tersebut.
Substansi asing yang menstimulus penyerangan tersebt adalah antigen. Antigen dapat
berupa bakteri, jamur, virus, atau molekul tunggal seperti protein, lipid yang terkandung
dalam spora. Seseorang yang menderita alergi memiliki sistem imun untuk merespon
protein, karbohidrat, dan lipid pada makanan tertentu. Sistem imun biasanya merespon
antigen dengan memproduksi antibody. Respon semacam ini disebut dengan Antibody-
mediated Immunity. Ketika tubuh mengenali suatu antigen, limfosit B yang merupakan salah
satu jenis sel darah putih akan mengenali dan berikatan denga antigen tersebut. Limfosit T
akan memainkan peran penting dalam membantu limfosit B merespon antigen. Limfosit B
akan membentuk plasma sel yang akan memproduksi antibody. Sebagian besar antibody
diedarkan melalui pembuluh darah, tapi ada juga yang terdapat pada saliva, air mata, dan
cairan disepanjang saluran pencernaan.
2. Tipe-tipe Vaksin: Bagaimana Vaksin dihasilkan?
Vaksin merupakan bagian dari pathogen atau tubuh organism yang dapat memberikan
manusia stimulasi untuk meningkatkan sistem imun terhadap infeksi pathogen. Ketika
manusia atau hewan diberi vaksin, maka sistem imun mereka akan merespon vaksin sebagai
benda asing dan terbentuklah limfosit B. vaksin ini nantinya akan masuk pada memori sel
sehingga di masa depan nanti sistem imun kita sudah siap apabila infeksi pathogen yang
sebenarnya masuk. Bagaimana vaksin dibuat? Ada 4 strategi dasar yang dapat digunakan
dalam pembuatan vaksin.
a. Sub unit vaksin Dibuat dengan cara menginjeksikan dosis tertentu viral atau bakteri
untuk menimbulkan respon sistem kekebalan tubuh. Contoh vaksin yang menggunakan
strategi ini adalah vaksin hepatitis B, tetanus, dan anthrax.
b. Vaksin yang disusutkan
Melibatkan bakteri hidup atau virus yang dilemahkan dengan cara diberi perlakuan
penuaan atau mengubah kondisi pertumbuhan mereka untuk mencegah replikasinya
setelah dimasukkan kepada resipien. Contoh vaksin dengan prinsip ini adalah vaksin TBC
dan kolera
c. Vaksin yang menginaktivasi
Disediakan untuk memusnahkan pathogen. Caranya adalah dengan memanfaatkan
mikroorganisme mati untuk bahan baku vaksin. Contohnya adalah vaksin Sach untuk
penyakit polio yang menggunakan campuran poliovirus yang telah inaktif. Contoh
lainnya adalah vaksin influenza dan vaksin hewan.
d. Vaksin berbasis DNA
Vaksin tipe ini terbukti kurang efektif, cara pembuatannya melibatkan plasmid dengan
enzim manusia tyrosinase. Contoh pembuatan vaksin ini adalah vaksin yang melawan
penyakit West Nile Virus pada kuda.

D. GENOM MIKROBIAL
1. Alasan Dilakukan Sekuensing Genom Mikrobial
Streptococcus pneumoniae adalah bakteri penyebab infeksi saluran pernafasan dan
pendengaran, dan telah menewaskan sekitar 3 juta anak di seluruh dunia setiap tahunnya.
Infeksi dari bakteri ini telah ditangani sejak 1946, akan tetapi tidak semua anak berhasil
ditangani dengan vaksin yang sesuai dan efektif. Pada tahun 2001 genome bakteri ini
telah berhasil disekuensing dan proteinprotein yang dihasilkan telah berhasil
diidentifikasi. Dengan adanya sekuensing genome bakteri ini, para ilmuwan optimis
dapat menemukan cara-cara terbaru dalam menciptakan pengobatan penyakit yang lebih
efektif. Dengan adanya sekuensing genom microbial ini juga ilmuwan dapat mengungkap
rahasia metabolism mikroba dan menciptakan strain baru untuk kepentingan
bioremediasi, pengurangan efek rumah kaca, mendeteksi senjata biologi, dan juga
melakukan kemajuan produksi bahan pangan.
2. Sekuens Genome Pilihan
Jutaan jenis bakteri telah berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan. Ada banyak sekali
bakteri penyebab penyakit serius yang akhirnya dapat diungkap. Misalkan saja strain
Pseudomonas aeruginosa yang menyebabkan infeksi saluran urin, infeksi kulit, dan juga
gangguan paru-paru. Telah diidentifikasi pula bakteri Vibrio cholerae yang biasanya
mencemari air dan menyebabkan penyakit kolera. Selain itu, para ilmuwan juga telah
mempelajari berbagai jenis bakteri asam laktat yang memiliki kemampuan menghasilkan
keju, yoghurt, dan banyak bahan pangan lainnya. Dengan mempelajari metabolism
mikroba melalui sekuensing genom mikrobial kita dapat menelusuri alternatif
penyembuhan apa yang dapat digunakan bagi penyakit-penyakit tertentu yang disebabkan
bakteri tersebut, serta mengembangkan berbagai strain yang memiliki kegunaan dalam
meningkatkan
BAB III

KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Goldman, E and L. Green. 2009. Practical Handbook of Microbiology 2nd Edition. Boca
Raton: CRC Press.

Nair, A.J.2008. Introduction to Biotechnology amd Genetic Engineering. New Delhi:


Infinity Science Press LLC.

Rozarie.De. R,A. 2016. Bakteriologi. Surabaya: Perpustakaan Nasional Republik


Indonesia.

Suwandi, Usman. 1990. Perkembangan Pembuatan Vaksin. Jakarta: Pusat Penelitian dan
Pengembangan PT Kalbe Farma

Thieman w.j & Palladino, M. 2004. Introduction to Biotechnology. USA : pearsen


education,inc (Handout kuliah biosintesis senyawa obat dan vaksin.2014.ITB).