Anda di halaman 1dari 7

TOPIK 2

KALIBRASI ALAT UKUR PAM

A. TUJUAN
Tujuan Praktikum Fisika Dasar Topik 2 Kalibrasi Alat Ukur PAM
adalah mahasiswa dapat mengkalibrasi alat ukur PAM.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Kalibrasi adalah proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai
dengan rancangannya, menjamin hasil-hasil pengukuran. Kalibrasi model
jaringan distribusi air adalah sangat penting untuk pengelolaan yang optimal
dari sistem penyaluran air. Kalibrasi biasanya dilakukan dengan meniru hasil
model dengan kondisi lapangan. Model kalibrasi dapat dikategorikan ke
dalam dua langkah yang terdiri dari: 1. Perbandingan arus pipa, tekanan
nodal, dan tingkat air tangki. Diprediksi oleh model dengan yang diamati di
lapangan untuk kondisi operasi yang dikenal. 2. Penyesuaian input data
jaringan untuk mengurangi perbedaan antara nilai yang diprediksi dan diamati
(Atiquzzaman, 2004).
Koefisien kalibrasi mengacu ke kondisi acuan yang digunakan pada
laboratorium tersebut dan ini merupakan perbandingan dari nilai benar
konvensional dari besaran yang diukur terhadap nilai yang ditunjukkan.
Kondisi acuan adalah kondisi pada satu set nilai acuan dari besaran yang
mempengaruhi, dimana koefisien kalibrasi tersebut berlaku atau sah tanpa
koreksi lagi (Nazaroh, 2010). Metode kalibrasi merupakan metode umum
yang digunakan untuk menentukan konsentrasi karena cocok untuk
menganalisis banyak sampel secara tepat. Metode ini menggunakan seri
larutan standar dengan konsentrasi tertentu (Sulistyaningrum, 2014).
Perbedaan nilai antara yang ditampilkan dan yang sebenarnya harus
dikoreksi dengan suatu parameter disebut faktor kalibrasi (FK). Dalam
melakukan pengukuran, nilai yang ditampilkan alat harus dikalikan dengan
faktor kalibrasinya. Secara ideal, faktor kalibrasi bernilai 1 (satu), akan tetapi
pada kenyataannya tidak banyak alat ukur yang mempunyai faktor kalibrasi
yang bernilai satu (Holnisar, 2012).
Di bidang metrologi, ketertelusuran alat ukur volume diperoleh
dengan mengkalibrsi alat ukur tersebut sehingga pembacaannnya tertelusur ke
standar besaran dasarnya. Dalam praktek, kalibrasi alat ukur volume
dilakukan dengan pengukuran massa dari suatu fluida dalam hal ini air
destilasi yang densitasnya telah diketahui. Metode pengukuran volume yang
digunakan dalam kalibrasi alat ukur volume ini dikenal dengan metode
gravimetrik. Karena metode ini melibatkan pengkuran massa, maka dalam
menentukan teknik pengamatan dan analisis data kalibrasi alat ukur volume
diperlukan pemahaman yang baik tentang prinsip pengukuran massa (Hayu,
2003).
Kalibrasi juga bisa diterapkan pada pHmeter dan spetrotometer. Salah
satu proses yang dilakukan terkait dengan pekerjaan dan riset dalam bidang
kimia adalah pengukuran analitik. Tujuan pengukuran kimia pada prinsipnya
adalah mencari nilai sebenarnya dari suatu parameter kuantitas kimiawi. Nilai
parameter sebenarnya yang akan ditentukan dari suatu perhitungan analitik
tersebut adalah ukuran ideal. Nilai tersebut hanya bisa diperoleh jika semua
penyebab kesalahan pengukuran dihilangkan dan jumlah populasi tidak
terbatas. Faktor penyebab kesalahan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal
antara lain adalah faktor bahan kimia, peralatan, pemakai, dan kondisi
pengukuran dan lain-lain. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk
mengurangi kesalahan dalam pengukuran analitik adalah dengan proses
kalibrasi (Tahir, 2008).
Fluida adalah gugusan molekul yang jarak pisahnya besar untuk gas
dan kecil untuk zat cair. Jarak antarmolekul itu sangat besar jika
dibandingkan dengan garis tengah molekul itu. Di bidang rekayasa,
kebanyakan soal menyangkut ukuran yang jauh lebih besar daripada nilai
batas volume ini, sehingga rapat merupakan suatu titik fungsi yang utama dan
sifat-sifat fluida dapat dianggap terus-menerus berubah dalam ruang. Fluida
semacam itu disebut kontinum (continuum); yang arti tak lain bahwa
perubahan sifat-sifatnya sedemikian rupa berangsur sehingga kalkulus
diferensial dapat dipakai untuk menganalisis bahan tersebut (White, 1988).
Aliran atau debit fluida yaitu ketika suatu fluida yang emngisi sebuah
pipa mengatur di dalam pipa dengan rata-rata v, aliran atau debit J adalah
J = Av
Dimana A adalah luas penampang melintang pipa. Satuan J adalah m3/det
dalam satuan SI dan ft3/det dalam satuan umum. Kadang-kadang J disebut
sebagai laju aliran atau laju debit (Bueche, 2006).
Penentuan kecepatan di sejumlah titik pada suatu penampung
memungkinkan penentuan besarnya debit, maka pengukuran kecepatan
merupakan suatu fase yang penting dalam pengukuran aliran. Kecepatan
dapat diperoleh dengan mengukur waktu yang diperlukan suatu partikel yang
dapat dikenali untuk bergerak sepanjang suatu jarak yang diketahui. Sebuah
meteran volumetric, yaitu meteran perpindahan positif, mempunyai torak-
torak atau sekat-sekat yang mengalami perpindahan karena mengalirnya
fluida serta mempunyai mekanisme pencacah (penghitung) yang merekam
jumlah perpindahan dalam satuan yang layak, seperti liter atau foot kubik
(steeter, 1991).
Tiga keadaan dasar, atau fase materi adalah padat, cair, dan gas. Fase
padat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang tetap sekalipun suatu
gaya yang besar dikerjakan pada benda padat, ia tidak dengan mudah berubah
bentuknya ataupun volumenya. Fase cair tidak mempertahankan bentuk yang
tetap. Fase gas tidak mempunyai bentuk maupun volume yang tetap, ia akan
berkembang mengisi seluruh wadah (Giancoli, 1997).
Untuk dapat merancang energi strategi manajemen yang tepat bagi
sistem penyediaan air besih PDAM, maka perlu untuk dikenali sarana control
manajemen yang dapat dimanfaatkan. Dalam sistem penyediaan air bersih
PDAM, dua komponen yang digunakan sebagai sarana kntrol tersebut, yaitu
populasi pelanggan dan sistem jaringan distribusi air bersih dimana pra
penlanggar terbesar (Soetopo, 2003).
Banyak gejala alam yang indah dan menakjubkan yang terjadi akibat
gaya-gaya yang timbul oleh aliran udara atau air serta perilaku aliran fluida
ketika menjumpai halangan. Pipa air, baik yang dialiri air bersih maupun air
limbah, sama sekali bukan barang yang aneh. Kincir angin di ladang
pertanian mempunyai prinsip kerja yang sama dengan baling-baling di kapal,
di pesawat terbang, dalam pompa, pada kipas angin, pada turbin, bahkan pada
pengaduk makanan yang digunakan di dapur (Olson, 1993),

C. METODE PENELITIAN
1. Alat
a. Alat ukur PAM
b. Ember atau bak air
2. Bahan
a. Air
3. Cara kerja

Alat ukur volume standar

Pencatatan angka awal dalam


meteran PAM

Pematian kran bila wadah sudah


terisi sesuai yang ditetapkan

Pencatatan angka akhir dalam


meteran PAM

Perhitungan volume air


berdasarkan Meteran PAM

Gambar 2.1 Diagram Alir Pengukuran Kalibrasi PAM


Lampiran :
DOKUMENTASI TOPIK 2
KALIBRASI ALAT UKUR PAM

Gambar 1.2

Gambar 1.3
Gambar 1.4
DAFTAR PUSTAKA

Atiquzzaman., Md., Shie-Yui Liong. 2004. Using Shuffled Complex Evolution to


Calibrate Water Distribution Network Model. Journal of Civil Engineering
(IEB), 32(2).
Bueche, Frederick. J., Eugene Hecht. 2006. Teori dan Soal-Soal Fisika
Universitas Edisi Kesepuluh. Erlangga. Jakarta.
Giancoli, Douglas C. 1997. Fisika Jilid 1 Edisi Empat. Erlangga. Jakarta.
Hayu, Renanta. 2003. Penentuan Ketidakpastian dalam Kalibrasi Alat Ukur
Volume dengan Metode Gravimetrik. Instrumentasi, Vol. 27, No. 1.
Holnisar., Gatot Wurdiyanto. 2012. Pengaruh Jarak Ukur terhadap Penentuan
Faktor Kalibrasi 90Sr pada Pencacah Alpha-Beta Sample Counter.
Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo. ISSN:
0853-0823.
Nazaroh., Fendinugroho. 2010. Komparasi Pengukuran Laju Kerma Udara
Pesawat OB-85 Menggunakan Alat Ukur Radiasi Standar Sekunder dan
Standar Turunannya. Jurnal Standarisasi, Vol. 12, No. 3.
Olson, Reuben M., Steven J. Wright. 1993. Dasar-Dasar Mekanika Fluida Teknik
Edisi Kelima. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Soetopo, Widandi. 2003. Pengaruh Populasi Pelanggan dan Sistem Jaringan
Distribusi PDAM pada Unjuk Hasil Manajemen Kekurangan Air Bersih.
Jurnal Teknik Fakultas Teknik Unibraw, Vol X, No. 2.
Streeter, Victor L., E. B. Wylie. 1991. Mekanika Fluida Edisi Delapan Jilid 2.
Erlangga. Jakarta.
Sulistyaningrum, Ida., Melati Putri Git Utami., Reni Banowati Istiningrum. 2014.
Perbandingan Metode Kalibrasi dan Adisi Standar untuk Penentuan
Timbal Terlarut dalam Air Bak Kontrol Candi Borobudur Secara
Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-Nyala. Jurnal Konservasi Cagar
Budaya Borobudur, Vol. 8, No. 2.
Tahir, Iqmal. 2008. Arti Penting Kalibrasi pada Proses Pengukuran Analitik:
Aplikasi pada Penggunaan pHmeter dan Spektrotometer UV-Vis. Paper
Seri Manajemen Laboratorium.
White., Frank M. 1988. Mekanika Fluida Edisi Kedua Jilid 1. Erlangga. Jakarta.