Anda di halaman 1dari 22

LOG BOOK

NAMA : DINA AULIYA


NIM : P1337420919017
RUANG : ICU - RSUD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG
STASE : KEPERAWATAN KRITIS

TTD
NO WAKTU AKTIVITAS REFLEKTIF
PRECEPTOR
1 Senin, 1. Melakukan oral hygiene pada 1. Saat saya melakukan tindakan oral hygiene menggunakan
2 September 2019 klien oral set dan betadine mouthwash pada klien yang terpasang
(PAGI) 2. Memberikan obat bronkodilator ETT, saya membersihkan area gigi klien bahkan langit-langit
melalui nebul kombinasi dengan mulut dan lidah klien. Hambatan yang saya temui pada klien
ventilator yang tingkat kesadarannya composmentis yaitu pasien kadang
3. Melakukan suction pada klien menggigit kapas yang digunakan untuk oral hygiene sehingga
baik oral maupun lewat ETT proses membersihkan terhambat. Solusi yang bisa dilakukan
4. Memberikan susu dan obat oral adalah memberikan instruksi kepada klien untuk tidak
melalui selang NGT pada klien. menggigit kapas oral hygiene yang digunakan walaupun
Lalu melakukan injeksi per IV memakan waktu yang agak lama.
pada klien 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
5. Melakukan dressing pada tube cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
ETT dan pada selang NGT dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
6. Membantu klien keramas melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
ditempat tidur Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
7. Membuang dan menghitung urin adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
maupun drain pada klien pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan dressing pada fiksasi tube ETT
dan selang NGT menggunakan hypavik yang sudah dipotong
sesuai dengan kebutuhan. Hambatan yang saya temukan
dalam melakukan dressing fiksasi tube khususnya tube ETT
adalah hypavik yang saling menempel pada saat dilakukan
pelilitan karena kertas pada bagian perekat sudah dilepas
semuanya. Solusinya yaitu adalah pelepasan kertas bagian
perekat dilepas mengikuti alur fiksasi sehingga tidak saling
menempel.
6. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien
2 Selasa, 1. Melakukan oral hygiene pada 1. Saat saya melakukan tindakan oral hygiene menggunakan
3 September 2019 klien oral set dan betadine mouthwash pada klien yang terpasang
(PAGI) 2. Memberikan obat bronkodilator ETT, saya membersihkan area gigi klien bahkan langit-langit
melalui nebul kombinasi dengan mulut dan lidah klien. Hambatan yang saya temui pada klien
ventilator yang tingkat kesadarannya composmentis yaitu pasien kadang
3. Melakukan suction pada klien menggigit kapas yang digunakan untuk oral hygiene sehingga
baik oral maupun lewat ETT proses membersihkan terhambat. Solusi yang bisa dilakukan
4. Memberikan susu dan obat oral adalah memberikan instruksi kepada klien untuk tidak
melalui selang NGT pada klien. menggigit kapas oral hygiene yang digunakan walaupun
Lalu melakukan injeksi per IV memakan waktu yang agak lama.
pada klien 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
5. Melakukan dressing pada tube cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
ETT dan pada selang NGT dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
6. Melakukan tindakan ganti balut melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
pada luka post drain Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
7. Membantu klien keramas adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
ditempat tidur pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
8. Melakukan tindakan rekam suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
jantung (EKG) dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
9. Membuang dan menghitung urin dapat terpenuhi kembali.
maupun drain pada klien 3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien.
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan dressing pada fiksasi tube ETT
dan selang NGT menggunakan hypavik yang sudah dipotong
sesuai dengan kebutuhan. Hambatan yang saya temukan
dalam melakukan dressing fiksasi tube khususnya tube ETT
adalah hypavik yang saling menempel pada saat dilakukan
pelilitan karena kertas pada bagian perekat sudah dilepas
semuanya. Solusinya yaitu adalah pelepasan kertas bagian
perekat dilepas mengikuti alur fiksasi sehingga tidak saling
menempel.
6. Saat saya melakukan tindakan ganti balutan post drain pada
klien dengan tindakan steril yaitu membersihkan luka dengan
satu arah, lalu menutup kembali dengan kassa lalu
menutupnya kembali menggunakan hypavix.
7. Saat saya melakukan tindakan EKG untuk rekam jantung
pada klien, kendala yang ditemukan yaitu seringnya elektroda
terlepas sehingga solusinya olesi kembali dengan jelly dan
pastikan elektroda terpasang dengan tepat agar tidak
mempengaruhi hasil EKG.
8. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
3 Rabu, 1. Melakukan oral hygiene pada 1. Saat saya melakukan tindakan oral hygiene menggunakan
4 September 2019 klien oral set dan betadine mouthwash pada klien yang terpasang
(PAGI) 2. Memberikan obat bronkodilator ETT, saya membersihkan area gigi klien bahkan langit-langit
melalui nebul kombinasi dengan mulut klien. Hambatan yang saya temui pada klien yang
ventilator tingkat kesadarannya composmentis adalah pasien kadang
3. Melakukan suction pada klien menggigit kapas yang digunakan untuk oral hygiene sehingga
baik oral maupun lewat ETT proses membersihkan terhambat. Solusi yang bisa dilakukan
4. Memberikan susu dan obat oral adalah memberikan instruksi kepada klien untuk tidak
melalui selang NGT pada klien. menggigit kapas oral hygiene yang digunakan walaupun
Lalu melakukan injeksi per IV memakan waktu yang agak lama.
pada klien 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
5. Melakukan dressing pada tube cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
ETT dan pada selang NGT dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
6. Menghitung CVP secara manual melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
pada pasien Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
7. Melakukan perawatan jenazah adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
8. Membuang dan menghitung urin pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
maupun drain pada klien suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien.
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan dressing pada fiksasi tube ETT
dan selang NGT menggunakan hypavik yang sudah dipotong
sesuai dengan kebutuhan. Hambatan yang saya temukan
dalam melakukan dressing fiksasi tube khususnya tube ETT
adalah hypavik yang saling menempel pada saat dilakukan
pelilitan karena kertas pada bagian perekat sudah dilepas
semuanya. Solusinya yaitu adalah pelepasan kertas bagian
perekat dilepas mengikuti alur fiksasi sehingga tidak saling
menempel.
6. Saat saya menghitung CVP dengan manual, hal yang harus
diperhatikan yaitu memastikan aliran infus lancar ke pasien,
aliran infus lancar ke manometer dan aliran manometer lancar
ke pasien, kendala yang sering terjadi yaitu saat menentukan
jalur threeway.
7. Saat saya melakukan tindakan ganti balutan post drain pada
klien dengan tindakan steril yaitu membersihkan luka dengan
satu arah, lalu menutup kembali dengan kassa lalu
menutupnya kembali menggunakan hypavix.
8. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
4 Kamis, 1. Membantu klien mandi ditempat 1. Memandikan klien dilakukan dengan menggunakan air hangat
5 September 2019 tidur yang sudah disiapkan pada baskom begitu juga plastik kuning
(SORE) 2. Memberikan obat bronkodilator kecil untuk membuang sampah underpath, pampers maupun
melalui nebul kombinasi dengan tisu basah yang digunakan untuk membersihkan area
ventilator genetalia klien, lalu trash bag kuning untuk tempat linen,
3. Melakukan suction pada klien baju, selimut kotor yang sudah klien pakai. Sibin dilakukan
baik oral maupun lewat ETT dengan menggunakan 2 washlap untuk sabun mandi dan
4. Memberikan susu dan obat oral membilas tubuh klien, lalu dikeringkan menggunakan handuk
melalui selang NGT pada klien. dan mengganti baju dan selimut bersih. Hambatan yang
Lalu melakukan injeksi per IV sering ditemui adalah untuk pasien yang mengalami kaku
pada klien kesulitan untuk memiringkan pasien guna mengganti linen
5. Melakukan pengecekan GDS dan pampers dll sehingga tindakan dibutuhkan lebih dari 1 orang.
memberikan suntikan insulin 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
6. Membuang dan menghitung urin cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
maupun drain pada klien dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan mengecek GDS pada klien
dengan cara memasukkan strip tes ke meteran glukosa lalu
mengusap ujung jari klien dengan alkohol swab dan menusuk
ujung jari klien dengan lanset agar darah dapat keluar dan
diambil.setetes darah pada strip tetes dan tunggu hasilnya
maka angka yang menunjukkan kadar gula darah akan
muncul dalam beberapa detik pada layar.
6. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
5 Jumat, 1. Membantu klien mandi ditempat 1. Memandikan klien dilakukan dengan menggunakan air hangat
6 September 2019 tidur yang sudah disiapkan pada baskom begitu juga plastik kuning
(MALAM) 2. Memberikan obat bronkodilator kecil untuk membuang sampah underpath, pampers maupun
melalui nebul kombinasi dengan tisu basah yang digunakan untuk membersihkan area
ventilator genetalia klien, lalu trash bag kuning untuk tempat linen,
3. Melakukan suction pada klien baju, selimut kotor yang sudah klien pakai. Sibin dilakukan
baik oral maupun lewat ETT dengan menggunakan 2 washlap untuk sabun mandi dan
4. Memberikan susu dan obat oral membilas tubuh klien, lalu dikeringkan menggunakan handuk
melalui selang NGT pada klien. dan mengganti baju dan selimut bersih. Hambatan yang
Lalu melakukan injeksi per IV sering ditemui adalah untuk pasien yang mengalami kaku
pada klien kesulitan untuk memiringkan pasien guna mengganti linen
5. Melakukan pengecekan GDS dan pampers dll sehingga tindakan dibutuhkan lebih dari 1 orang.
memberikan suntikan insulin 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
6. Membuang dan menghitung urin cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
maupun drain pada klien dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan mengecek GDS pada klien
dengan cara memasukkan strip tes ke meteran glukosa lalu
mengusap ujung jari klien dengan alkohol swab dan menusuk
ujung jari klien dengan lanset agar darah dapat keluar dan
diambil.setetes darah pada strip tetes dan tunggu hasilnya
maka angka yang menunjukkan kadar gula darah akan
muncul dalam beberapa detik pada layar.
6. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
6 Minggu, 1. Melakukan oral hygiene pada 1. Saat saya melakukan tindakan oral hygiene menggunakan
8 September 2019 klien oral set dan betadine mouthwash pada klien yang terpasang
(PAGI) 2. Memberikan obat bronkodilator ETT, saya membersihkan area gigi klien bahkan langit-langit
melalui nebul kombinasi dengan mulut dan lidah klien. Hambatan yang saya temui pada klien
ventilator yang tingkat kesadarannya composmentis yaitu pasien kadang
3. Melakukan suction pada klien menggigit kapas yang digunakan untuk oral hygiene sehingga
baik oral maupun lewat ETT proses membersihkan terhambat. Solusi yang bisa dilakukan
4. Memberikan susu dan obat oral adalah memberikan instruksi kepada klien untuk tidak
melalui selang NGT pada klien. menggigit kapas oral hygiene yang digunakan walaupun
Lalu melakukan injeksi per IV memakan waktu yang agak lama.
pada klien 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
5. Melakukan dressing pada tube cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
ETT dan pada selang NGT dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
6. Melakukan tindakan ganti balut melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
pada luka post drain Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
7. Melakukan tindakan rekam adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
jantung (EKG) pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
8. Melakukan tindakan pemasangan suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
infus dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
9. Membuang dan menghitung urin dapat terpenuhi kembali.
maupun drain pada klien 3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien.
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan dressing pada fiksasi tube ETT
dan selang NGT menggunakan hypavik yang sudah dipotong
sesuai dengan kebutuhan. Hambatan yang saya temukan
dalam melakukan dressing fiksasi tube khususnya tube ETT
adalah hypavik yang saling menempel pada saat dilakukan
pelilitan karena kertas pada bagian perekat sudah dilepas
semuanya. Solusinya yaitu adalah pelepasan kertas bagian
perekat dilepas mengikuti alur fiksasi sehingga tidak saling
menempel.
6. Saat saya melakukan tindakan ganti balutan post drain pada
klien dengan tindakan steril yaitu membersihkan luka dengan
satu arah, lalu menutup kembali dengan kassa lalu
menutupnya kembali menggunakan hypavix.
7. Saat saya melakukan tindakan EKG untuk rekam jantung
pada klien, kendala yang ditemukan yaitu seringnya elektroda
terlepas sehingga solusinya olesi kembali dengan jelly dan
pastikan elektroda terpasang dengan tepat agar tidak
mempengaruhi hasil EKG.
8. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
7 Senin, 1. Melakukan oral hygiene pada 1. Saat saya melakukan tindakan oral hygiene menggunakan
9 September 2019 klien oral set dan betadine mouthwash pada klien yang terpasang
(PAGI) 2. Memberikan obat bronkodilator ETT, saya membersihkan area gigi klien bahkan langit-langit
melalui nebul kombinasi mulut dan lidah klien. Hambatan yang saya temui pada klien
dengan ventilator yang tingkat kesadarannya composmentis yaitu pasien kadang
3. Melakukan suction pada klien menggigit kapas yang digunakan untuk oral hygiene sehingga
baik oral maupun lewat ETT proses membersihkan terhambat. Solusi yang bisa dilakukan
4. Memberikan susu dan obat oral adalah memberikan instruksi kepada klien untuk tidak
melalui selang NGT pada klien. menggigit kapas oral hygiene yang digunakan walaupun
Lalu melakukan injeksi per IV memakan waktu yang agak lama.
pada klien 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
5. Melakukan dressing pada tube cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
ETT dan pada selang NGT dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
6. Melakukan tindakan ganti balut melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
pada luka post drain Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
7. Melakukan tindakan rekam adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
jantung (EKG) pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
8. Melakukan tindakan suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
pemasangan infus dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
9. Melakukan RJP pada klien dapat terpenuhi kembali.
asystole 3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
10. Membuang dan menghitung bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
urin maupun drain pada klien mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien.
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan dressing pada fiksasi tube ETT
dan selang NGT menggunakan hypavik yang sudah dipotong
sesuai dengan kebutuhan. Hambatan yang saya temukan
dalam melakukan dressing fiksasi tube khususnya tube ETT
adalah hypavik yang saling menempel pada saat dilakukan
pelilitan karena kertas pada bagian perekat sudah dilepas
semuanya. Solusinya yaitu adalah pelepasan kertas bagian
perekat dilepas mengikuti alur fiksasi sehingga tidak saling
menempel.
6. Saat saya melakukan tindakan ganti balutan post drain pada
klien dengan tindakan steril yaitu membersihkan luka dengan
satu arah, lalu menutup kembali dengan kassa lalu
menutupnya kembali menggunakan hypavix.
7. Saat saya melakukan tindakan EKG untuk rekam jantung
pada klien, kendala yang ditemukan yaitu seringnya elektroda
terlepas sehingga solusinya olesi kembali dengan jelly dan
pastikan elektroda terpasang dengan tepat agar tidak
mempengaruhi hasil EKG.
8. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
8 Selasa, 1. Membantu klien mandi ditempat 1. Memandikan klien dilakukan dengan menggunakan air hangat
10 September 2019 tidur yang sudah disiapkan pada baskom begitu juga plastik kuning
(SORE) 2. Memberikan obat bronkodilator kecil untuk membuang sampah underpath, pampers maupun
melalui nebul kombinasi dengan tisu basah yang digunakan untuk membersihkan area
ventilator genetalia klien, lalu trash bag kuning untuk tempat linen,
3. Melakukan suction pada klien baju, selimut kotor yang sudah klien pakai. Sibin dilakukan
baik oral maupun lewat ETT dengan menggunakan 2 washlap untuk sabun mandi dan
4. Memberikan susu dan obat oral membilas tubuh klien, lalu dikeringkan menggunakan handuk
melalui selang NGT pada klien. dan mengganti baju dan selimut bersih. Hambatan yang
Lalu melakukan injeksi per IV sering ditemui adalah untuk pasien yang mengalami kaku
pada klien kesulitan untuk memiringkan pasien guna mengganti linen
5. Melakukan pengecekan GDS dan pampers dll sehingga tindakan dibutuhkan lebih dari 1 orang.
memberikan suntikan insulin 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
6. Menghitung CVP secara manual cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
pada pasien dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
7. Membuang dan menghitung urin melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
maupun drain pada klien Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya menghitung CVP dengan manual, hal yang harus
diperhatikan yaitu memastikan aliran infus lancar ke pasien,
aliran infus lancar ke manometer dan aliran manometer lancar
ke pasien, kendala yang sering terjadi yaitu saat menentukan
jalur threeway.
6. Saat saya melakukan tindakan mengecek GDS pada klien
dengan cara memasukkan strip tes ke meteran glukosa lalu
mengusap ujung jari klien dengan alkohol swab dan menusuk
ujung jari klien dengan lanset agar darah dapat keluar dan
diambil.setetes darah pada strip tetes dan tunggu hasilnya
maka angka yang menunjukkan kadar gula darah akan
muncul dalam beberapa detik pada layar.
7. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
9 Rabu, 1. Membantu klien mandi ditempat 1. Memandikan klien dilakukan dengan menggunakan air hangat
11 September 2019 tidur yang sudah disiapkan pada baskom begitu juga plastik kuning
(SORE) 2. Memberikan obat bronkodilator kecil untuk membuang sampah underpath, pampers maupun
melalui nebul kombinasi dengan tisu basah yang digunakan untuk membersihkan area
ventilator genetalia klien, lalu trash bag kuning untuk tempat linen,
3. Melakukan suction pada klien baju, selimut kotor yang sudah klien pakai. Sibin dilakukan
baik oral maupun lewat ETT dengan menggunakan 2 washlap untuk sabun mandi dan
4. Memberikan susu dan obat oral membilas tubuh klien, lalu dikeringkan menggunakan handuk
melalui selang NGT pada klien. dan mengganti baju dan selimut bersih. Hambatan yang
Lalu melakukan injeksi per IV sering ditemui adalah untuk pasien yang mengalami kaku
pada klien kesulitan untuk memiringkan pasien guna mengganti linen
5. Melakukan pengecekan GDS dan pampers dll sehingga tindakan dibutuhkan lebih dari 1 orang.
memberikan suntikan insulin 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
6. Membuang dan menghitung urin cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
maupun drain pada klien dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan mengecek GDS pada klien
dengan cara memasukkan strip tes ke meteran glukosa lalu
mengusap ujung jari klien dengan alkohol swab dan menusuk
ujung jari klien dengan lanset agar darah dapat keluar dan
diambil.setetes darah pada strip tetes dan tunggu hasilnya
maka angka yang menunjukkan kadar gula darah akan
muncul dalam beberapa detik pada layar.
6. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
10 Kamis, 1. Melakukan oral hygiene pada 1. Saat saya melakukan tindakan oral hygiene menggunakan
12 September 2019 klien oral set dan betadine mouthwash pada klien yang terpasang
(PAGI) 2. Memberikan obat bronkodilator ETT, saya membersihkan area gigi klien bahkan langit-langit
melalui nebul kombinasi dengan mulut dan lidah klien. Hambatan yang saya temui pada klien
ventilator yang tingkat kesadarannya composmentis yaitu pasien kadang
3. Melakukan suction pada klien menggigit kapas yang digunakan untuk oral hygiene sehingga
baik oral maupun lewat ETT proses membersihkan terhambat. Solusi yang bisa dilakukan
4. Memberikan susu dan obat oral adalah memberikan instruksi kepada klien untuk tidak
melalui selang NGT pada klien. menggigit kapas oral hygiene yang digunakan walaupun
Lalu melakukan injeksi per IV memakan waktu yang agak lama.
pada klien 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
5. Melakukan dressing pada tube cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
ETT dan pada selang NGT dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
6. Melakukan tindakan ganti balut melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
pada luka post drain Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
7. Melakukan tindakan pemasangan adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
infus pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
8. Membuang dan menghitung urin suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
maupun drain pada klien dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien.
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan dressing pada fiksasi tube ETT
dan selang NGT menggunakan hypavik yang sudah dipotong
sesuai dengan kebutuhan. Hambatan yang saya temukan
dalam melakukan dressing fiksasi tube khususnya tube ETT
adalah hypavik yang saling menempel pada saat dilakukan
pelilitan karena kertas pada bagian perekat sudah dilepas
semuanya. Solusinya yaitu adalah pelepasan kertas bagian
perekat dilepas mengikuti alur fiksasi sehingga tidak saling
menempel.
6. Saat saya melakukan tindakan ganti balutan post drain pada
klien dengan tindakan steril yaitu membersihkan luka dengan
satu arah, lalu menutup kembali dengan kassa lalu
menutupnya kembali menggunakan hypavix.
7. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.
11 Jumat, 1. Membantu klien mandi ditempat 1. Memandikan klien dilakukan dengan menggunakan air hangat
13 September 2019 tidur yang sudah disiapkan pada baskom begitu juga plastik kuning
(MALAM) 2. Memberikan obat bronkodilator kecil untuk membuang sampah underpath, pampers maupun
melalui nebul kombinasi dengan tisu basah yang digunakan untuk membersihkan area
ventilator genetalia klien, lalu trash bag kuning untuk tempat linen,
3. Melakukan suction pada klien baju, selimut kotor yang sudah klien pakai. Sibin dilakukan
baik oral maupun lewat ETT dengan menggunakan 2 washlap untuk sabun mandi dan
4. Memberikan susu dan obat oral membilas tubuh klien, lalu dikeringkan menggunakan handuk
melalui selang NGT pada klien. dan mengganti baju dan selimut bersih. Hambatan yang
Lalu melakukan injeksi per IV sering ditemui adalah untuk pasien yang mengalami kaku
pada klien kesulitan untuk memiringkan pasien guna mengganti linen
5. Melakukan pengecekan GDS dan pampers dll sehingga tindakan dibutuhkan lebih dari 1 orang.
memberikan suntikan insulin 2. Saat saya melakukan tindakan suction yang dilakukan dengan
6. Membuang dan menghitung urin cara selang suction dihubungkan ke suction central lalu
maupun drain pada klien dinyalakan dan dimasukkan ke selang ETT dengan cara
melepas selang penghubung ventilator terlebih dahulu.
Hambatan yang saya temui pada saat melakukan suction
adalah terkadang saat dilakukan suction kita harus waspada
pasien mengalami sesak sehingga solusinya adalah tindakan
suction dilakukan dengan cepat dan pastikan segera
dihubungkan kembali ke ventilator sehingga oksigen klien
dapat terpenuhi kembali.
3. Melakukan tindakan nebul dengan menggunakan obat
bronkodilator yaitu pulmicort dan ventolin guna untuk
mengencerkan dahak dan mengurangi sesak pada klien
4. Saat saya melakukan tindakan pemberian susu dan obat oral
pada klien melalui selang NGT yang dilakukan dengan cara
obat oral dihaluskan menggunakan blender obat maupun
muser yang dicampurkan dengan susu sesuai diit tiap klien.
Setelah obat dan susu selesai dimasukkan lalu dibilas dengan
air putih dan selang NGT di tutup kembali. Hambatan yang
dialami yaitu salah satunya pada pasien yang residu lambung
harus dilakukan kumbah lambung terlebih dahulu sehingga
terhambat dalam pemberian sonde maupun obat oral namun
obat injeksi per IV tetap diberikan.
5. Saat saya melakukan tindakan mengecek GDS pada klien
dengan cara memasukkan strip tes ke meteran glukosa lalu
mengusap ujung jari klien dengan alkohol swab dan menusuk
ujung jari klien dengan lanset agar darah dapat keluar dan
diambil.setetes darah pada strip tetes dan tunggu hasilnya
maka angka yang menunjukkan kadar gula darah akan
muncul dalam beberapa detik pada layar.
6. Membuang cairan urin dan cairan ngt dari urine bag tiap shift
guna menghitung balance cairan pada pasien.