Anda di halaman 1dari 3

LATSAR CPNS GOLONGAN III

ANGKATAN XL

KODE ETIK DAN KODE PERILAKU ASN

DISUSUN OLEH :

Ns. MISE IMANDA, S.Kep

A40.2.18

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


REGIONAL BUKITTINGGI
KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Kode etik dan kode perilaku ASN : menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan
Negara
Hubungan kode etik tersebut dengan peranan ASN

1. Pelaksana kebijakan publik


Sebagai pelaksana kebijakan publik tentu setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai
kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan
kepentingan publik, bangsa dan Negara di atas kepentingan lainnya, mengedepankan
kepentingan nasional ketimbang kepentingan sektoral dan golongan. Untuk itu pegawai
ASN harus memiliki karakter kepublikan yang kuat dan mampu mengaktualisasikannya
dalam setiap langkah-langkah pelaksanaan kebijakan publik. Bagi perawat, dalam
melaksanakan kebijakan publik, ASN harus mampu menjaga kerahasiaan yang
menyangkut kebijakan Negara. Apalagi dengan zaman yang sudah canggih, ASN harus
berhati-berhati salah satunya dalam penggunaan medsos.

2. Pelaksana pelayanan publik


Tugas pelayanan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh aparat
pemerintah. Yang menjadi objek layanan adalah masyarakat atau publik. Bentuk layanan
yang diberikan dapat berupa barang dan jasa sesuai kebutuhan masyarakat dan
perundangan-undangan yang berlaku. Masyarakat mendambakan pelayanan yang mudah
didapatkan, mendapatkan perlakuan yang sama, serta pelayanan yang jujur dan bermutu.
Masyarakat sebagai penerima layanan harus kita jaga kerahasiaannya, karena itu
merupakan hak masyarakat. Sehingga masyarakat puas dengan layanan yang diberikan.
Sebagi contoh, perawat harus menjaga kerahasiaan data suatu masyarakat yang terjangkit
KLB (Kejadian Luar Biasa) seperti diare pada balita. Cukup cantumkan jenis data
jumlah, jenis kelamin, umur dan angka kejadian. Untuk nama harus disamarkan.

3. Perekat pemersatu bangsa


ASN dituntut untuk mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam merekatkan
dan memersatukan masyarakat di tengah kemajemukan Indonesia. ASN harus memiliki
kepekaan sosial untuk senantiasa menjaga kedamaian ditengah-tengah masyarakat,
karena ASN merupakan unsur pelayanan masyarakat dan hampir setiap hari bersentuhan
dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan. Karena masyarakat Indonesia terdiri
dari berbagai suku, ras, agama dan budaya, ASN harus mampu menjaga kerahasiaan
masyarakat yang dilayani. Agar tidak terjadi perpecahan antar masyarakat. Oleh karena
itu, perawat dalam melakukan kegiatan promosi kesehatan, tidak boleh membocorkan
informasi mengenai kesehatan suatu masyarakat desa kepada masyarakat desa yang lain.

Contoh pelaksanaan kode etik menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara

Tugas perawat adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Setiap masyarakat
yang berobat ke fasilitas kesehatan harus dilayani dengan efektif dan efesien. Dimulai dari
pengkajian, analisis masalah, diagnosa, tujuan, intervensi, implementasi serta evaluasi. Semua
data pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan disatukan dalam rekam medis, dimana data
tersebut tidak boleh dibocorkan. Rahasia medis merupakan hak pasien yang harus dilindungi dan
dijunjung tinggi oleh setiap penyelenggara pelayanan kesehatan. Pelanggaran terhadap hak
pasien ini merupakan sebuah kejahatan yang dapat dimintai pertanggung jawaban hukum. Dan
ini tentu saja melanggar kode etik dan kode perilaku ASN yaitu menjaga kerahasiaan yang
menyangkut kebijakan Negara. Perlindungan terhadap hak rahasia medis ini dapat dilihat dalam
peraturan perundang-undangan pasal 32 (i) UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
mengatakan bahwa hak pasien untuk mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang
diderita termasuk data-data medisnya.