Anda di halaman 1dari 50

Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

KATA PENGANTAR

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan


(PPPPTK) Pertanian sebagai lembaga diklat, dituntut untuk dapat
menyelengarakan diklat terstandar. Standardisasi diklat ini diwujudkan dalam
bentuk penulisan sistem diklat.

Sisdiklat PPPPTK Pertanian, terdiri atas modul fasilitator dan modul belajar
peserta diklat. Modul fasilitator terutama berisi skenario proses pemelajaran yang
akan diselenggarakan, agar peserta diklat dapat belajar dengan benar dan
mendapatkan pengalaman belajar (Learning Experience). Modul belajar peserta
diklat terutama berisi tentang lembar informasi sebagai bahan kajian dan aktivitas
belajar siswa yang akan dilaksanakan dalam rangka membentuk kompetensi
vokasional, personal, keterampilan berpikir dan kemampuan sosial.

Pendekatan paket pelatihan/ judul modul mengacu pada Standar Kompetensi


Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada setiap jenis profesi, sedangkan
pelaksanaannya mengacu pada pelatihan berbasis produksi/ Production Based
Training (PBT), hal ini dimaksudkan agar diklat yang dilaksanakan mempunyai
relevansi, baik secara internal maupun eksternal, dan dilandasi tata nilai ( Value
system) dunia kerja seperti disiplin dan produktivitas yang tinggi, taat asas,
efisien dan mengacu pada mutu.

Semoga melalui pendekatan ini, kegiatan diklat dapat dilaksanakan secara


menyenangkan, melibatkan peserta secara penuh, dilandasi motivasi internal
yang tinggi dan terbentuknya kerja sama antar peserta.

Cianjur,

Drs. Dedy. H. Karwan, MM


NIP 130929635

VEDAC-Pengujian Lab Mutu i


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar………………………………………… ................... i
Peta Kedudukan Modul ……………………………………………... ii
Glosarium ...................................................................................... iii
Prasarat ………………………………………………........................ vi
Petunjuk Penggunaan Modul ……………………………………..... vii
Cek Kemampuan Awal ……………………………………………… x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………… 1
B. Tujuan ……………………………………………………………. 2
C. Kompetensi …………………………………………………… 2
BAB II PEMELAJARAN
Kompetensi Dasar Menyiapkan Peralatan, Bahan Dan Contoh
A. Tujuan Antara / enabling Objective (EO) ……………………… 3
B. Materi : Menyiapkan peralatan, bahan dan contoh …………. 3
C. Tugas …………………………………………………………… 8
D. Tes Formatif …………………………………………………… 11
E. Faktor Daftar Evidence of Learning …………………………… 11

Kompetensi Dasar Melakukan Analisis Secara gravimetri dan Titrimetri


A. Tujuan Antara / enabling Objective (EO) ……………………… 12
B. Materi : Melakukan analisis secara gravimetri dan titrimetri .. 12
C. Tugas ……………………………………………………………… 22
D. Tes Formatif ……………………………………………………… 24
E. Faktor Daftar Evidence of Learning …………………………… 25

Kompetensi Dasar Memproses Data


A. Tujuan Antara / enabling Objective (EO) ……………………… 26
B. Materi : Memproses data ………………………………………. 26
C. Tugas …………………………………………………………… 27
D. Tes Formatif ……………………………………………………… 29
E. Faktor Daftar Evidence of Learning …………………………… 30

VEDAC-Pengujian Lab Mutu ii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Kompetensi Dasar Memelihara Lingkungan Kerja


A. Tujuan Antara / enabling Objective (EO) ……………………… 31
B. Materi : Memelihara lingkungan kerja ………………………… 31
C. Tugas ……………………………………………………………… 34
D. Tes Formatif ……………………………………………………… 36
E. Faktor Daftar Evidence of Learning …………………………… 37

Kompetensi Dasar Memelihara Catatan Laboratorium


A. Tujuan Antara / enabling Objective (EO) ……………………… 38
B. Materi : Memelihara catatan laboratorium …………………… 38
C. Tugas ……………………………………………………………… 39
D. Tes Formatif ……………………………………………………… 42
E. Faktor Daftar Evidence of Learning …………………………… 42

BAB III EVALUASI


1. Penilaian ……………………………………………………… 43
2. Lembar Observasi Performansi……………… …………….. 44

Daftar Pustaka ………………………………………………………

VEDAC-Pengujian Lab Mutu iii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

PETA KEDUDUKAN MODUL

VEDAC-Pengujian Lab Mutu iv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

GLOSARIUM

VEDAC-Pengujian Lab Mutu v


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

PRASARAT

Unit kompetensi awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul Analisis


Secara Gravimetri dan Titrimetri :

1. Uji fisiko kimia dasar


2. Penggunaan peralatan gelas
3. Penggunaan peralatan dasar non gelas
4. Melakukan praktek berlaboratorium yang baik
5. Melakukan pekerjaan dengan aman sesuai prosedur K3
6. Menetapkan program sampling

VEDAC-Pengujian Lab Mutu vi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Penjelasan bagi siswa tentang tata cara belajar dengan modul antara lain
a. Langkah-langkah belajar yang ditempuh, peserta mendapat penjelasan
tentang ruang lingkup materi, kriteria keberhasilan penguasaan kompetensi
dan strategi diklat yang dilaksanakan.
b. Penguasaan konsep, peserta diklat mempelajari modul secara mandiri di luar
jam tatap muka, selanjutnya secara berkelompok peserta melakukan diskusi
(topik minimal mengacu pada lembar informasi yang telah didesain dalam
modul, dan apabila masih dirasa kurang dapat dikembangkan) untuk
menyamakan persepsi terhadap konsep dasar yang dipelajari. Kegiatan
diskusi ini dipandu oleh wiyaiswara. Setelah diskusi peserta melakukan
presentasi hasil diskusi secara bergantian, kelompok lain dapat mengajukan
pertanyaan, saran atau menambahkan. Selanjutnya peserta secara
berkelompok memperbaiki hasil diskusi berdasarkan saran/masukan dari
kelompok lainnya atau saran dari widyaiswara.
c. Pengenalan fakta, untuk mengetahui bagaimana konsep komptensi dasar
yang sedang dipelajari dilaksanakan oleh masyarakat/bagaimana masyarakat
kerja pada kompetensi dasar yang sedang dipelajari, peserta melakukan
observasi pengenalan fakta di masyarakat. Melalui pengenalan fakta ini
diharapkan dapat mengetahui sikap apa yang dapat dipelajari dari aktivitas
masyarakat dalam rangka memperkaya konsep yang sedang dipelajari atau
bagaimana menggunakan konsep yang sedang dipelajari untuk kinerja
masyarakat dalam melakukan aktivitasnya.
d. Refleksi, setelah peserta diklat menguasai konsep dasar dan melihat fakta di
lapangan tentang penerapan pengetahuan dalam kehidupan masyarakat,
selanjutnya peserta membuat refleksi apa yang akan Anda laksanakan
terhadap kompetensi dasar/kompetensi yang sedang dipelajari.
e. Menyusun analisis dan sintesis. Analisis dilakukan terhadap tingkat
kesesuaian daya dukung yang ada untuk melaksanakan hasil refleksi. Sintesis
dilakukan untuk melakukan rekontruksi/modifikasi hasil refleksi dengan
memperhatikan potensi dan daya dukung yang tersedia, agar kompetensi
tercapai.
f. Mengimplementasikan, kegiatan ini merupakan implementasikan konsep
dasar dalam kegiatan produksi (hasil analisis dan sintesis selanjutnya

VEDAC-Pengujian Lab Mutu vii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

dilakukan perencanaan kerja termasuk kriteria keberhasilan, pelaksanaan


kegiatan termasuk pembagian tugas, mengamati proses, melakukan evaluasi
hasil kegiatan, diskusi terhdap hasil kegiatan, membuat kesimpulan dan
umpan balik/rekomendasi terhadap konsep yang ada setelah dilakukan
analisis dan sintesis)
g. Sertifikasi, setelah peserta menyelesaikan suatu unit kompetensi, akan
dilakukan sertifikasi kompetensi. Sertifikasi dilakukan oleh eksternal dan
menggunakan portfolio hasil belajar/evidence of learning.
h. Fasilitator dalam proses diklat berfungsi memfasilitasi kegiatan belajar peserta
diklat, kegiatan ini berfokus pada aktivitas peserta diklat.
i. Semua aktivitas diklat hasilnya dikelola dalam bentuk portfolio sebagai bukti
penguasaan kompetensi

VEDAC-Pengujian Lab Mutu viii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

CEK KEMAMPUAN AWAL

Kondisi
No Pernyataan
Ya Tidak
1. Apakah Anda mengetahui peralatan yang
digunakan dalam analisis gravimetri dan titrimetri?
2. Apakah Anda mengetahui bahan yang digunakan
dalam analisis gravimetri dan titrimetri?
3. Apakah Anda mengetahui alat pelindung diri yang
digunakan dalam analisis gravimetri dan titrimetri?
4. Apakah Anda mengetahui cara persiapan contoh
dalam analisis gravimetri dan titrimetri?
5. Apakah Anda mengetahui contoh gravimetri cara
evolusi?
6. Apakah Anda mengetahui jenis-jenis titrasi?
7. Apakah Anda mengetahui prosedur analisis
secara gravimetri penentuan kadar sulfat dari
natrium sulfat ?
8. Apakah Anda mengetahui prosedur analisis
secara titrimetri penentuan kadar sulfat dari
natrium sulfat ?
9. Apakah Anda mengetahui cara mencatat
data/hasil analisis?
10. Apakah Anda mengetahui cara
menginterpretasikan data/hasil analisis?
11. Apakah Anda mengetahui cara menelusuri
ketidaksesuaian data/hasil analisis?
12. Apakah Anda mengetahui cara mencuci peralatan
gelas?
13. Apakah Anda mengetahui cara menyimpan
bahan/pereaksi kimia?
14. Apakah Anda mengetahui cara menangani
limbah/sisa pereaksi dan contoh?
15. Apakah Anda mengetahui sistem pencatatan

VEDAC-Pengujian Lab Mutu ix


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Kondisi
No Pernyataan
Ya Tidak
data/hasil analisis?
16. Apakah Anda mengetahui cara menjaga
kerahasiaan dan keamanan data/hasil analisis?

Apabila ada salah satu pernyataan yang Anda jawab tidak, maka Anda harus
mempelajari modul ini.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu x


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara garis besar jenis analisis dikelompokan menjadi : analisis secara fisik,
kimia, fisikokimia, mikrobiologis, organoleptik. Analisis berasal dari bahasa
latin yaitu analusys yang berarti melepaskan. Secara umum analisis dapat
diartikan usaha pemisahan satu-kesatuan materi bahan menjadi komponen-
komponen penyusunnya sehingga dapat diketahui lebih lanjut. Analisis juga
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif.
Analisis kualitatif adalah analisis yang menyangkut identifikasi zat, yaitu unsur
atau senyawa apa yang ada di dalam suatu contoh, sedangkan analisis
kuantitatif adalah analisis mengenai penentuan berapa zat tertentu ada di
dalam suatu contoh, zat yang ditentukan sering disebut sebagai zat yang
diinginkan atau analit ( dapat terdiri dari sebagian kecil atau besar dari contoh
yang dianalisis). Jika analit terdapat lebih dari 1% dianggap sebagai
konstituen utama, apabila berjumlah sekitar 0,01 sampai 1% disebut
konstituen kurang penting, sedangkan jumlahnya kurang dari 0,01% dianggap
sebagai konstituen runut.
Analisis volumetri merupakan bagian dari analisis secara kuantitatif. Analisis
volumetri disebut juga titrimetri karena proses analisisnya berupa titrasi,
larutan standar (pereaksi) sebagai titran yang ditempatkan di dalam buret
yang digunakan untuk mentitrasi larutan yang akan ditentukan jumlah
analitnya.
Sedangkan gravimetri merupakan salah satu cabang utama kimia analisis.
Gravimetri menjadi metode klasik yang masih sering digunakan. Gravimetri
adalah penentuan jumlah zat didasarkan pada penimbangan. Penimbangan
merupakan penimbangan hasil reaksi setelah zat yang dianalisis direaksikan.
Hasil reaksi dapat berupa sisa bahan atau suatu gas yang terjadi atau suatu
endapan yang dibentuk dari bahan yang dianalisis.
Gravimetri merupakan cara analisis tertua dan paling murah. Hanya saja
gravimetri memerlukan waktu yang relatif lama dan hanya dapat digunakan
untuk kadar komponen yang cukup besar. Suatu kesalahan kecil, secara
relatif akan berakibat besar. Kendati demikian gravimetri masih dipergunakan
untuk keperluan analisis karena waktu pengerjaannya yang tidak perlu terus-

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

menerus dilakukan analis karena setiap tahapan pengerjaan memakan waktu


yang cukup lama.

B. Tujuan
Setelah membaca modul ini, peserta diklat dapat melakukan analisis secara
gravimetri dan titrimetri.

C. Sub Kompetensi
Ruang lingkup sub kompetensi melakukan analisis secara gravimetri dan
titrimetri meliputi :
1. Menyiapkan peralatan, bahan dan contoh.
2. Melakukan analisis secara gravimetri dan titrimetri
3. Memproses data
4. Menjaga keamanan lingkungan kerja
5. Memelihara catatan laboratorium

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

BAB II PEMBELAJARAN

Tujuan akhir pembelajaran / Terminal Performance Objective (TPO) setelah


mempelajari kompetensi ini peserta diklat mampu melakukan melakukan analisis
secara gravimetri dan titrimetri.

Sub. Kompetensi Menyiapkan peralatan, bahan dan contoh

A. Tujuan Antara / Enabling Objective (EO)


Peserta mampu menyiapkan peralatan, bahan dan contoh.
B. Materi : Persiapan peralatan, bahan dan contoh.
Prinsip utama kegiatan menyiapkan peralatan, bahan dan contoh adalah
memilih peralatan gelas, peralatan pendukung non gelas bahan kimia, dan
perlengkapan laboratorium lainnya sesuai dengan kriteria dan
peruntukkannya.
Konsep pemilihan menyiapkan peralatan, bahan dan contoh didasarkan
pada :
a. Penggunaan peralatan pengujian dan persiapan bahan/pereaksi kimia.
Ketepatan hasil analisis tergantung dari beberapa faktor yang meliputi
pemilihan prosedur, peralatan yang digunakan, bahan kimia yang
digunakan serta kemampuan pelaksana analisis.
i. Peralatan pengujian
Ketepatan peralatan yang digunakan tergantung dari jenis
peralatan, ketelitian, akurasi, kebersihan dan ketepatan perawatan
dan perbaikan. Sedangkan kemampuan seorang analis
tergantung dari pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
dimiliki. Peralatan pengujian selalu digunakan dalam setiap
kegiatan analisis. Pemilihan peralatan gelas dan peralatan analisis
lainnya didasarkan pada kegunaannya dan disiapkan sesuai
dengan keperluannya.
Penguasaan cara pengoperasian peralatan dasar yang ada di
laboratorium pengujian yang benar mendasari cara pengoperasian
peralatan pengujian tingkat lanjut seperti peralatan instrumen.
Peralatan dasar yang digunakan di laboratorium meliputi :

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xiii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

a. Peralatan gelas (glass ware equipment)


Secara garis besar peralatan gelas dibedakan menjadi dua
yaitu peralatan gelas yang tahan panas (suhu tinggi) biaanya
mempunyai merk “Pyrex” dan peralatan gelas yang tidak
tahan suhu tinggi. Contoh : Buret, erlenmeyer, labu ukur,
corong saring dan gelas piala.
b. Peralatan non gelas (non glass equipment) pendukung
Peralatan bukan gelas diperlukan untuk mendukung
penggunaan peralatan lain seperti peralatan gelas, peralatan
pemanas dan peralatan untuk menimbang. Contoh : Klem dan
statif, kaki tiga, kawat kasa, krustang, cawan porselen dan
spatula.
c. Peralatan pemanas (heating equipment)
Peralatan pemanas digunakan untuk berbagai kegiatan di
laboratorium seperti pemanasan dan pendidihan larutan,
membantu melarutkan bahan kimia dan lain-lain. Peralatan
pemanas yang banyak digunakan adalah hot plate, oven dan
tanur.
d. Neraca (balance) untuk menimbang.
Secara garis besar timbangan yang digunakan dibedakan
menjadi timbangan kasar, sedang dan halus. Timbangan
kasar dengan ketelitian kurang atau sama dengan 0,1 g,
timbangan sedang dengan ketelitian antara 0,01 g – 0,001 g
dan timbangan halus dengan ketelitian lebih besar atau sama
dengan 0,0001 g.
ii. Bahan/pereaksi kimia
Bahan kimia/pereaksi yang akan digunakan dalam analisis harus
diidentifikasi dan disiapkan sesuai dengan metode pengujian.
Bahan kimia biasanya diproduksi oleh prabrik yang dikemas
dengan wadah yang dilengkapi label berisi informasi seperti nama
kimia, rumus molekul, berat molekul, kemurnian, simbol/tanda
bahaya, kode R/S. contoh bahan/pereaksi kimia adalah asam
sulfat (H2SO4), asam klorida dan natrium oksalat pentahidrat
(Na2S2O3.5H2O).

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xiv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Bahan kimia yang akan digunakan harus diperhatikan derajat


kemurniannya yaitu bahan kimia teknis atau p.a (pure analyzis).
Bahan kimia yang dipergunakan pada umumnya berbentuk larutan
dan harus dibuat sesuai konsentrasi yang diperlukan misalnya
konsentrasi dalam bentuk normalitas (N), molaritas (M), persen
(%) atau bahkan bpj ( bagian per juta) atau ppm (part per million).
Pembuatan dan standardisasi larutan sangat penting terutama bila
analisis berhubungan dengan analisis titrimetri. Larutan pereaksi
yang digunakan dalam titrimetri disebut dengan larutan baku.
Larutan baku adalah larutan yang konsentrasinya diketahui
dengan tepat, mengandung bobot yang diketahui dalam suatu
volume tertentu larutan.
Bila pereaksi yang digunakan dalam bentuk padatan maka
beratnya harus diketahui dengan tepat. Dan bila pereaksi yang
digunakan dalam bentuk larutan maka volume dan konsentrasinya
harus diketahui dengan tepat.
Larutan standar sekunder yang digunakan harus distandardisasi
dengan larutan standar primer.

b. Alat pelindung diri.


Alat pelindung diri (APD) merupakan peralatan pelindung yang
digunakan oleh seorang pekerja untuk melindungi dirinya dari
kontaminasi lingkungan. Setiap peralatan yang digunakan harus mampu
melindungi pemakainya.
Jenis alat pelindung diri :
1. Perlindungan mata dan wajah
Perlindungan mata dan wajah merupakan persyaratan mutlak yang
harus dikenakan pemakai saat bekerja di laboratorium terutama
saat bekerja dengan bahan kimia untuk melindungi mata dan wajah
dari tumpahan bahan kimia, uap kimia dan radiasi. Secara umum
perlindungan mata dan wajah terdiri atas kaca mata pelindung,
goggle, pelindung wajah dan pelindung mat khusus yaitu goggle
yang menyatu dengan masker khusus untuk melindungi mata dan
wajah dari radiasi dan bahaya laser.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

2. Perlindungan badan
Baju yang dikenakan selama bekerja di laboratorium atau yang
disebut jas laboratorium pada umumnya terbuat dari katun dan
bahan sintetik. Selain jas laboratorium, perlindungan badan lainnya
dapat berupa apron yang berfungsi untuk melindungi diri dari cairan
korosif dan iritan dan jumpsuits yang direkomendasikan untuk
keadaan berisiko tinggi seperti penanganan bahan karsinogenik
dalam jumlah banyak.
Bahan pelindung badan harus dapat melindungi pekerja
laboratorium dari percikan bahan kimia, panas, dingin, uap lembab
dan radiasi.
3. Perlindungan tangan
Sarung tangan merupakan alat yang sering digunakan untuk
melindungi tangan dari bahan kimia beracun dan korosif, perlatan
gelas yang pecah dan rusak, permukaan benda kasar atau tajam
dan material panas atau dingin.
Kriteria pelindung tangan harus dipilih bahan yang sesuai dengan
bahan kimia yang ditangani karena sifat sarung tangan yang mudah
rusak. Selain itu ketebalan dan daya tembus bahan kimia ke kulit
tangan.
4. Perlindungan pernafasan
Kontaminasi bahan kimia yng paling sering ke dalam tubuh manusia
lewat prnafasan seperti partikel udara, debu, uap dan gas yang
dapat membahayakan pernafasan.
Masker dapat digunakan sebagai pelindung pernafasan. Pemilihan
masker harus didasarkan pada jenis kontaminasi, konsentrasi dan
batas paparan. Beberapa jenis perlindungan pernafasan dilengkapi
filter pernafasan yang berfungsi menyaring udara yang masuk.
c. Persiapan contoh
Persiapan contoh merupakan hal yang sangat penting dalam analisis.
Sistem penerimaan dan penyimpanan menjadi faktor yang sangat
penting dalam proses persiapan contoh. Keadaan awal contoh harus
teridentifikasi dengan baik termasuk adanya penyimpangan dari kondisi
normal atau dari kondisi tertentu.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xvi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Contoh yang dipersiapkan untuk analisis harus mewakili contoh


keseluruhan. Contoh diambil secara acak yang berarti setiap bagian
contoh mempunyai kesempatan sama untuk dipilih ebagai contoh yang
akan dianalisis. Hal ini menjadi sangat penting terutama contoh yang
dikemas dalam kemasan kecil dan dalam jumlah banyak misalnya dus
atau karton.
Pengambilan contoh memiliki tata cara tersendiri meliputi pengambilan
contoh padatan, cairan atau gas.
Persiapan contoh harus disesuaikan dengan sifat dan keadaan contoh.
Contoh berbentuk padat atau cair dalam satu kemasan harus
dihomogenkan. Semua contoh padatan yang akan dianalisis dihaluskan
terlebih dahulu dengan diblender dan sejenisnya hingga dapat melewati
saringan 20 mesh. Masukan contoh ke dalam wadah plastik atau gelas
bersih bertutup. Homogenkan contoh yang telah dihaluskan sebelum
ditimbang. Jumlah (berat atau volume) contoh mencukupi untuk semua
analisis gravimetri dan titrimetri.
Contoh untuk penentuan kadar air dengan cara analisis gravimetri harus
segera dianalisis sebelum disimpan di dalam freezer. Contoh untuk
analisis lemak harus dihidrolisis dengan asam. Contoh untuk serat kasar
diekstraksi terlebih dahulu untuk menghilangkan lemak dalam contoh.
Contoh analisis titrimetri yang mempunyai konsentrasi tinggi dapat
diencerkan terlebih dahulu.
Sifat contoh yang akan dianalisis dicatat, kondisi bahan padat atau cair,
suhu saat penerimaan, wadah kemasan. Contoh mudah rusak disimpan
di dalam freezer. Contoh padatan ditempatkan dalam desikator atau
tempat yang tidak mudah terkontaminasi oleh bahan lain.

C. Tugas – Tugas
a) Penguasaan konsep
• Sebutkan jenis dan fungsi peralatan yang akan digunakan dalam
analisis gravimetri dan titrimetri!
• Bagaimana cara membuat larutan BaCl2 0,2 M dan NaOH 0,1 N?
• Jelaskan fungsi alat pelindung diri saat melakukan analisis gravimetri
dan titrimetri!

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xvii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

b) Mengenal fakta
• Melakukan observasi. Peserta melakukan observasi dikoordinir oleh
widyaiswara, kegiatan observasi ke laboratorium pengujian dalam
kegiatan persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Observasi dilakukan secara berkelompok pada tempat yang berbeda.
• Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana laboratorium
pengujian melakukan persiapan peralatan, bahan dan contoh. Dari
hasil observasi ini selanjutnya merumuskan kegiatan apa yang
dilakukan laboratorium pengujian dan mampu memberikan
konstribusi secara positif tetapi belum ada pada konsep dasar,
mengidentifikasi apa yang ada pada konsep dasar tapi belum
dilakukan oleh laboratorium pengujian dan bila dilakukan akan
mampu memberikan konstribusi dalam meningkatkan kemampuan
analisis. Saran apa yang bisa diberikan untuk memperbaiki kegiatan
persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk
subkompetensi/kompetensi dasar ; uji fisiko kimia, penggunaan
peralatan gelas dan penggunaan peralatan dasar non gelas.
c) Merefleksikan. Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep
dan mengenal fakta, selanjutnya peserta melakukan refleksi bagaimana
menyiapkan peralatan, bahan dan contoh.
d) Melakukan analisis dan sintesis
• Analisis daya dukung. Peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktik untuk
mengetahui kesesuaian dalam kegiatan persiapan peralatan, bahan
dan contoh (peralatan pengujian, bahan/pereaksi kimia dan
persiapan contoh). Kegiatan ini dilakukan berkelompok.
• Sintesis. Peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi persiapan peralatan, bahan dan contoh dan hasil analisis
terhadap tingkat kesesuaian daya dukung. Apabila terdapat
ketidaksesuaian terhadap daya dukung, peserta diklat melakukan
rekonstruksi/modifikasi terhadap hasil refleksi dalam kegiatan
persiapan peralatan, bahan dan contoh. Kegiatan rekonstruksi ini
tetap memperhatikan parameter persyaratan yang diperlukan.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xviii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

e) Menyusun dan melaksanakan rencana kerja


• Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana persiapan peralatan, bahan dan contoh, rencana
kerja/proposal memuat metode persiapan peralatan, bahan dan
contoh yang akan dilaksanakan, kriteria keberhasilan, waktu
pencapaian dan jadwal kegiatan serta pembagian tugas kelompok.
• Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja.
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana persiapan peralatan, bahan
dan contoh yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan daya
dukung dan persyaratan teknis dalam persiapan peralatan, bahan
dan contoh. Apabila ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan
dengan fasilitator.
• Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran setiap
anggota kelompok.
• Melaksanakan rencana kerja, peserta diklat melakukan kegiatan
persiapan peralatan, bahan dan contoh, mengacu pada rencana kerja
persiapan peralatan, bahan dan contoh yang telah disepakati.
• Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakuka
pengamatan dan pencatatan data kegiatan persiapan peralatan,
bahan dan contoh. Lembar pengamatan disiapkan peserta diklat
setelah mendapat persetujuan fasilitator.
• Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan.
Peserta diklat melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan dan pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
• Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik/rekomendasi
terhadap metode persiapan peralatan, bahan dan contoh untuk

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xix


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

mendapatkan hasil yang optimal. Perumusan umpan balik ini juga


harus mempertimbangkan dasar teori, fakta dan kondisi hasil kerja.

D. Tes

E. Daftar evidence of learning yang harus dikumpulkan


• Hasil perumusan penguasaan konsep dan tugas-tugas diskusi, presentasi
dan hasil perumusan tentang persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Hasil observasi mengenai fakta di laboratorium pengujian tentang
persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Hasil refleksi tentang persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Hasil analisis persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Hasil sintesis tentang persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Hasil penyusunan rencana kegiatan (berupa rencana kerja/proposal
implementasi) tentang persiapan peralatan, bahan dan contoh.
• Hasil pengamatan/recording tentang persiapan peralatan, bahan dan
contoh.
• Hasil evaluasi ketercapaian tentang persiapan peralatan, bahan dan
contoh.
• Kesimpulan dan rekomendasi/umpan balik tentang persiapan peralatan,
bahan dan contoh.

Sub. Kompetensi Melakukan Analisis Secara Gravimetri dan Titrimetri

A. Tujuan Antara / Enabling Objective (EO)


Peserta mampu melakukan analisis secara gravimetri dan titrimetri.
B. Materi : Analisis secara gravimetri dan titrimetri.
Prinsip utama kegiatan analisis secara gravimetri dan titrimetri adalah
kemampuan menggunakan peralatan pengujian dan teknik pengujian.
Konsep melakukan analisis secara gravimetri dan titrimetri didasarkan pada :
a. Teori dasar gravimetri
Gravimetri merupakan analisis kuantitatif dengan menimbang unsur atau
senyawa tertentu dalam bentuk murninya. Analitnya dipisahkan secara
fisis dari komponen lainnya. Sebagian analisis gravimetri menyangkut

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xx


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

unsur yang akan ditentukan menjadi senyawa murni yang stabil dan
mudah diubah ke dalam bentuk yang dapat ditimbang. Berat analat
dapat dihitung dari rumus dan berat atom senyawa yang ditimbang.
Pengendapan merupakan teknik yang paling luas penggunaannya. Hal
terpenting dalam pengendapan suatu analit adalah kemurniannya dan
kemudahan penyaringan yang pasti dilakukan dalam teknik
pengendapan.
Gravimetri terbagi menjadi dua :
1. Cara evolusi ; bahan yang direaksikan akan menimbulkan gas. Gas
didapatkan dengan cara pemanasan atau mereaksikan dengan
pereaksi tertentu.
a. Cara tidak langsung. Besar gas diperoleh sebagai selisih berat
analat sebelum dan sesudah reaksi.
Contohnya adalah penentuan kadar air. Bahan yang akan
dianalisis dipanaskan pada suhu tertentu dalam jangka waktu
tertentu sehingga air menguap dan beratnya diperoleh sebagai
selisih berat bahan sebelum dan sesudah pemanasan. Contoh
lain adalah penentuan karbonat, karena pemanasan, karbonat
terurai dan mengeluarkan gas CO2. Berat gas juga ditentukan
dengan menimbang bahan sebelum dan sesudah pemanasan.
b. Cara langsung. Gas yang terjadi ditimbang setelah diserap oleh
suatu bahan yang khusus untuk gas tertentu.
Pada penentuan kadar air, maka uap air yang terjadi dilewatkan
tabung berisi bahan higroskopis yang tidak menyerap gas-gas
lain. Berat tabung dengan isi sebelum dan sesudah uap diserap
menunjukkan jumlah air.
2. Cara pengendapan ; analat direaksikan sehingga terjadi suatu
endapan dan endapan itu ditimbang.
a. Endapan dibentuk dengan reaksi antara analat dengan suatu
pereaksi. Endapan biasanya berupa senyawa. Cara ini biasa
disebut dengan gravimetri.
b. Endapan dibentuk secara elektrokimia. Analat dielektrolisis
sehingga terjadi logam sebagai endapan. Cara ini biasa disebut
elektrogravimetri.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

b. Teori dasar titrimetri


Analisis volumetri (titrimetri) adalah suatu proses untuk menentukan
jumlah yang tidak diketahui dari suatu zat dengan mengukur volume
secara kuantitatif larutan pereaksi yang digunakan untuk bereaksi
sempurna dengan zat yang akan ditentukan.
Dalam analisis volumetri perhitungan-perhitungan yang digunakan
didasarkan pada hubungan stoikiometri sederhana dari reaksi kimia
seperti :
aA + tT produk
a merupakan molekul analit A, bereaksi dengan t molekul reagensia T.
Reagensia T disebut titran, ditambahkan sedikit-demi sedikit, biasanya
dari dalam buret dalam bentuk larutan yang konsentrasinya telah
diketahui dengan cara standardisasi.
Penambahan titran diteruskan sampai jumlah T yang secara kimia
setara dengan A, maka dikatakan telah tercapai titik ekivalensi dari
titrasi itu. Untuk mengetahui kapan penambahan titran itu harus
dihentikan maka digunakan suatu zat yang disebut indikator yang dapat
menunjukkan terjadinya kelebihan titran dengan perubahan warna.
Perubahan warna ini bisa tepat atau tidak tepat pada titik ekuivalensi.
Titik dalam titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir.
Dalam kondisi idealnya adalah titik akhir sedekat mungkin dengan titik
ekivalensi sehingga pemilihan indikator yang tepat merupakan salah
satu aspek yang penting dalam analisis titrimetri untuk mengimpitkan
kedua titik tersebut.
Reaksi kimia yang berperan sebagai dasar dalam analisis titrimetri
dikelompokkan dalam empat jenis, yaitu ;
• Reaksi asam – basa (Titrasi netralisasi)
Reaksi didasarkan pada netralisasi proton (asam) oleh ion hidroksil
(basa) atau sebaliknya :

H3O+ + OH- 2H2O

Asam kuat dan basa kuat terdisosiasi lengkap dalam larutan air jadi
pH pada berbagai titik selama titrasi dapat dihitung langsung dari
kuantitas stoikiometri asam dan basa yang bereaksi. Perubahan
besar pada pH selama titrasi digunakan untuk menentukan kapan
titik kesetaraan itu dicapai. Untuk menentukan titik akhir titrasi

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

digunakan indikator. Banyak asam dan basa organik lemah yang


bentuk ion dan bentuk tak terdisosiasinya menunjukkan warna yang
berlainan. Molekul-molekul semacam itu dapat digunakan untuk
menetapkan kapan telah ditambahkan cukup titran dan disebut
indikator tampak ( visual indicator)
Beberapa jenis indicator : fenolftalein, brom kresol hijau, metil
merah, metil oranye.
• Reaksi oksidasi – reduksi (Titrasi redoks)
Titrasi oksidasi reduksi adalah titrasi penentuan suatu oksidator
oleh reduktor atau sebaliknya. Reaksinya merupakan reaksi serah
terima elektron, yaitu elektron diberikan oleh pereduksi (proses
oksidasi) dan diterima oleh pengoksidasi (proses reduksi).
Indikator yang digunakan pada penentuan titik akhir titrasi redoks
adalah :
1. Warna dari pereaksinya sendiri (auto Indikator)
Apabila pereaksinya sudah memiliki warna yang kuat,
kemudian warna tersebut hilang atau berubah bila direaksikan
dengan zat lain maka pereaksi tersebut dapat bertindak
sebagai indikator. Contoh : KMnO4 berwarna ungu, bila
direduksi berubah menjadi ion Mn2+ yang tidak berwarna atau
larutan I2 yang berwarna kuning coklat dan titik akhir titrasi
diketahui dari hilangnya warna kuning, perubahan ini dipertajam
dengan penambahan larutan amilum.
2. Indikator Redoks
Indikator redoks adalah indikator yang dalam bentuk
oksidasinya berbeda dengan warna dalam bentuk reduksinya.
Contohnya Difenilamin dan Difenilbensidina, indikator ini sukar
larut di dalam air,pada penggunaannya dilarutkan dalam asam
sulfat pekat.
3. Indikator Eksternal
Indikator eksternal dipergunakan apabila indikator internal tidak
ada. Contoh, Ferrisianida untuk penentuan ion ferro
memberikan warna biru.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxiii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

4. Indikator Spesifik
Indikator spesifik adalah zat yang bereaksi secara khas dengan
salah satu pereaksi dalam titrasi menghasilkan warna. Contoh :
amilum membentuk warna biru dengan iodium atau tiosianat
membentuk warna merah dengan ion ferri.
• Reaksi pengendapan (Titrasi presipitasi)
Titrasi pengendapan adalah titrasi yang melibatkan terbentuknya
endapan. Berdasarkan pada cara penentuan titik akhirnya, ada
beberapa metode titrasi pengendapan , yaitu :
a. Metode Guy Lussac (cara kekeruhan)
b. Metode Mohr ( pembentukan endapan berwarna pada titik
akhir)
c. Metode Fajans (adsorpsi indikator pada endapan)
d. Metode Volhard (terbentuknya kompleks berwarna yang larut
pada titik akhir).
• Reaksi pembentukan kompleks (Titrasi kompleksometri)
Titrasi pembentukan kompleks (Kompleksometri) adalah suatu
metode analisis berdasarkan reaksi pembentukan senyawa
kompleks antara ion logam dengan zat pembentuk kompleks (ligan).
Ligan yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah
Dinatrium Etilen Diamin Tetra Asetat ( Na2EDTA) yang mempunyai
rumus bangun sebagai berikut :
HOOC---CH2 CH2---COONa
N---CH2---CH2---N
NaOOC---CH2 CH2---COOH
Reaksi pembentukan kompleks dengan ion logam adalah :
H2Y2- + Mn+ Myn-4 + 2H+
H2Y2- = EDTA
Penentuan titik akhir titrasi kompleksometri dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
1. Cara Visual
Sebagai indikator digunakan jenis indikator logam seperti :
Eriochrom Black T (EBT), Murexide, Xylenol Orange, Dithizon,
Asam sulfosalisilat.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxiv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

2. Cara Instrumen
Untuk menentukan titik akhir titrasi digunakan instrumen
fotometer atau potensiometer.
Macam-macam titrasi kompleksometri menggunakan EDTA adalah:

1. Titrasi langsung
Dilakukan untuk ion-ion logam yang tidak mengendap pada pH
titrasi, reaksi pembentukan kompleks berjalan cepat, dan ada
indikator yang cocok.
2. Titrasi kembali
Dilakukan untuk ion-ion logam yang mengendap pada pH titrasi,
reaksi pembentukan kompleks berjalan lambat dan tidak ada
indikator yang cocok.
3. Titrasi substitusi
Dilakukan untuk ion-ion logam yang tidak bereaksi (atau tidak
bereaksi sempurna) dengan indikator logam atau untuk ion-ion
logam yang membentuk kompleks EDTA yang lebih stabil
daripada kompleks ion-ion logam lain. (seperti ion-ion Ca2+ dan
Mg2+)
4. Titrasi tidak langsung
Dilakukan dengan berbagai cara yaitu;
a. Titrasi kelebihan kation pengendap (misalnya penetapan ion
sulfat)
b. Titrasi kelebihan kation pembentuk senyawa kompleks
(misalnya penetapan ion sianida).
Syarat reaksi yang dapat digunakan dalam analisis titrimetri adalah:
• Reaksi harus berjalan sesuai dengan suatu persamaan reaksi
tertentu. Tidak boleh ada reaksi samping.
• Reaksi harus berjalan secara lengkap pada titik ekuivalensi
(Tetapan kesetimbangan harus sangat besar)
• Ada indikator yang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi
• Reaksi harus berlangsung cepat, sehingga titrasi dapat dilakukan
dalam beberapa menit

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

c. Langkah kerja analisis gravimetri dan titrimetri.


a. Penentuan Kadar Sulfat dari Natrium sulfat
Prinsip : Mengendapkan sulfat dalam sampel
dengan bahan pengendap BaCl2
Alat : 1. Neraca analitik
2. Kaca arloji
3. Beaker glass 500 mL
4. Gelas ukur 50 mL
5. Spatula
6. Batang pengaduk
7. Kawat kasa
8. Lampu spirtus
9. Kaki tiga
Bahan : 1. Contoh
2. Natrium sulfat
3. HCl 37%
4. BaCl2 0,2 M
Cara Kerja :

• Pipet 25 mL larutan yang mengandung ± 0,3 gram Natrium


sulfat, masukan ke dalam beaker glass 500 mL dan tambahkan
0,3 – 0,6 mL HCl 37%
• Encerkan dengan aquadestt sampai volume – 200 mL.
Panaskan larutan hingga mendidih.
• Tambahkan 10 – 12 mL larutan BaCl2 0,2 M tetes demi tetes
sambil diaduk
• Biarkan endapan turun selama beberapa menit. Periksalah
pada bagian atas larutan apakah pengendapan telah
sempurna. Dengan menambahkan beberapa tetes larutan
pengendap
• Bila masih terjadi endapan, tambahkan 3 mL larutan
pengendap
• Biarkan endapan dan cairan selama 1 jam di atas penangas air
dalam keadaan tertutup kaca arloji. Jaga larutan hingga tidak
kurang dari 150 mL

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxvi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Endapan harus sudah mengendap dan larutan harus sudah


jernih. Periksa dengan beberapa tetes larutan BaCl2 hingga
tidak terbentuk larutan lagi dan siap disaring
• Dekantasi cairan bagian atas melalui kertas saring bebas abu
dan pindahkan endapan dalam kertas saring
• Bersihkan sisa endapan dengan menggunakan policeman
• Endapan di kertas saring dicuci dengan sedikit air panas
beberapa kali dan biarkan air cucian pertama habis terlebih
dahulu sebelum menambahkan air cucian baru
• Teruskan pencucian sampai – 5 mL air cucian terakhir hingga
tidak memberikan kekeruhan dengan setetes larutan AgNO3
• Lipat kertas saring kering dan masukan ke dalam cawan
porselen
• Keringkan endapan di atas nyala api kecil sampai kertas saring
menjadi hitam
• Pijarkan cawan tersebut dalam tanur hingga berwarna putih
• Dinginkan dan timbang hingga berat konstan
b. Titrasi asam basa
Prinsip : Reaksi penetralan asam oleh basa atau
sebaliknya
Alat : 1. Neraca analitik
2. Labu ukur 100 mL
3. Erlenmeyer 250 mL
4. Buret
5. Corong saring
Bahan : 1. Contoh
2. HCl 0,1 N
3. NaOH 0,1 N
4. Asam oksalat dihidrat
5. Fenolftalein
Cara Kerja :

a. Pembuatan Larutan Standar Sekunder HCl 0,1 N

• Didihkan kurang lebih 1 L aquadestt selama 5 – 10 menit,


dinginkan dan masukkan dalam botol tertutup

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxvii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Masukkan ke dalamnya kurang lebih 8 mL asam klorida


pekat ( –12N ).
• Kocok dan beri etiket. Standardisasi larutan asam klorida
ini dengan larutan standar primer
b. Pembuatan Larutan Standar Sekunder NaOH 0,1 N

• Larutkan kurang lebih 25 gram natrium hidroksida ke dalam


25 mL aquadestt di dalam botol tertutup plastik. Bila
diperlukan lakukan dekantasi.
• Sementara itu panaskan 1 L aquadestt, didihkan 5 – 10
menit, kemudian dinginkan dan masukkan ke dalam botol
lain yang bertutup plastik.
• Dengan menggunakan pipet ukur ambil 6,5 mL larutan
natrium hidroksida tersebut (bagian yang jernih), masukkan
ke dalam botol yang berisi aquadest tadi
• Beri label setelah botol dikocok.
• Standardisasi larutan natrium hidroksida ini dengan larutan
standar primer
• Kocok dan beri label.
c. Standardisasi larutan NaOH dengan larutan asam oksalat

• Timbang dengan teliti 0,1 gram H2C2O4.2H2O, masukkan


ke dalam erlenmeyer 250 mL.
• Tambahkan ke dalamnya 25 mL aquadest yang telah
dididihkan dan didinginkan.
• Tambahkan 3 tetes indikator Fenolftalein
• Titrasi dengan larutan NaOH dari buret sampai terbentuk
warna merah jambu yang tidak hilang setelah dikocok
selama 15 detik.
• Lakukan titrasi duplo.
• Hitung rata-rata dari normalitas natrium hidroksida.
d. Penetapan kadar HCl oleh NaOH o,1 N

• Pipet 25 mL sampel asam klorida masukkan ke dalam


erlenmeyer 250 mL.
• Tambahkan ke dalamnya 2 – 3 tetes indikator fenolftalein.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxviii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 N sampai


terbentuk warna merah muda yang tidak hilang setelah
dikocok 15 detik

C. Tugas – Tugas
1) Penguasaan konsep
• Sebutkan contoh elektrogravimetri yang paling sering digunakan!
• Sebutkan jenis titrasi redoks!
• Sebutkan indikator untuk titrasi redoks, titrasi pengendapan dan titrasi
kompleksometri!
• Jelaskan prinsip analisis secara gravimetri dan titrimetri!
• Sebutkan bahan pengendap yang dapat digunakan dalam analisis
secara gravimetri?
2) Mengenal fakta
• Melakukan observasi. Peserta melakukan observasi dikoordinir oleh
widyaiswara, kegiatan observasi ke laboratorium pengujian dalam
kegiatan analisis secara gravimetri dan titrimetri.
• Observasi dilakukan secara berkelompok pada tempat yang berbeda.
• Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana laboratorium
pengujian melakukan analisis secara gravimetri dan titrimetri. Dari
hasil observasi ini selanjutnya merumuskan kegiatan apa yang
dilakukan laboratorium pengujian dan mampu memberikan
konstribusi secara positif tetapi belum ada pada konsep dasar,
mengidentifikasi apa yang ada pada konsep dasar tapi belum
dilakukan oleh laboratorium pengujian dan bila dilakukan akan
mampu memberikan konstribusi dalam meningkatkan kemampuan
analisis. Saran apa yang bisa diberikan untuk memperbaiki kegiatan
analisis secara gravimetri dan titrimetri.
• Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk
subkompetensi/kompetensi dasar ; uji fisiko kimia, penggunaan
peralatan gelas dan penggunaan peralatan dasar non gelas.
3) Merefleksikan. Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep
dan mengenal fakta, selanjutnya peserta melakukan refleksi bagaimana
melakukan analisis secara gravimetri dan titrimetri, berdasarkan konsep

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxix


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

dasar dan hasil observasi analisis secara gravimetri dan titrimetri di


laboratorium pengujian.
4) Melakukan analisis dan sintesis
• Analisis daya dukung. Peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktik untuk
mengetahui kesesuaian dalam kegiatan analisis secara gravimetri
dan titrimetri (alat dan bahan, proses data, keselamatan lingkungan
dan pemeliharaan rekaman analisis). Kegiatan ini dilakukan
berkelompok.
• Sintesis. Peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi analisis secara gravimetri dan titrimetri dan hasil analisis
terhadap tingkat kesesuaian daya dukung. Apabila terdapat
ketidaksesuaian terhadap daya dukung, peserta diklat melakukan
rekonstruksi/modifikasi terhadap hasil refleksi dalam kegiatan analisis
secara gravimetri dan titrimetri. Kegiatan rekonstruksi ini tetap
memperhatikan parameter persyaratan analisis secara gravimetri dan
titrimetri.
5) Menyusun dan melaksanakan rencana kerja
• Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana analisis secara gravimetri dan titrimetri, rencana
kerja/proposal memuat metode analisis secara gravimetri dan
titrimetri yang akan dilaksanakan, kriteria keberhasilan, waktu
pencapaian dan jadwal kegiatan serta pembagian tugas kelompok.
• Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja.
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana analisis secara gravimetri
dan titrimetri yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan daya
dukung dan persyaratan teknis dalam analisis secara gravimetri dan
titrimetri. Apabila ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan dengan
fasilitator.
• Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran setiap
anggota kelompok.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxx


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Melaksanakan rencana kerja, peserta diklat melakukan kegiatan


analisis secara gravimetri dan titrimetri, mengacu pada rencana kerja
analisis secara gravimetri dan titrimetri yang telah disepakati.
• Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakukan
pengamatan dan pencatatan data kegiatan analisis secara gravimetri
dan titrimetri. Lembar pengamatan disiapkan peserta diklat setelah
mendapat persetujuan fasilitator.
• Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan.
Peserta diklat melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan dan pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
• Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik/rekomendasi
terhadap metode analisis secara gravimetri dan titrimetri untuk
mendapatkan hasil yang optimal. Perumusan umpan balik ini juga
harus mempertimbangkan dasar teori, fakta dan kondisi hasil kerja.

D. Tes

E. Daftar evidence of learning yang harus dikumpulkan


• Hasil perumusan penguasaan konsep dan tugas-tugas diskusi, presentasi
dan hasil perumusan tentang analisis secara gravimetri dan titrimetri.
• Hasil observasi mengenai fakta di laboratorium pengujian tentang analisis
secara gravimetri dan titrimetri.
• Hasil refleksi tentang analisis secara gravimetri dan titrimetri.
• Hasil analisis tentang analisis secara gravimetri dan titrimetri.
• Hasil sintesis tentang analisis secara gravimetri dan titrimetri.
• Hasil penyusunan rencana kegiatan (berupa rencana kerja/proposal
implementasi) tentang analisis secara gravimetri dan titrimetri.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Hasil pengamatan/recording tentang analisis secara gravimetri dan


titrimetri.
• Hasil evaluasi ketercapaian tentang analisis secara gravimetri dan
titrimetri.
• Kesimpulan dan rekomendasi/umpan balik tentang analisis secara
gravimetri dan titrimetri.

Sub. Kompetensi Memproses data

A. Tujuan Antara / Enabling Objective (EO)


Peserta mampu memproses data.
B. Materi : Memproses data.
Prinsip utama kegiatan memproses data adalah mencatat data hasil
pemeriksaan/pengujian, menginterpetasikan data, melakukan penelusuran
bila hasil mengalami ketidaksesuaian.
Konsep pemilihan memproses data didasarkan pada :
a. Pencatatan data/hasil analisis.
Data selama pengujian/analisis dicatat dalam buku analis seperti berat
contoh, berat cawan sebelum dan sesudah analisis, volume titrasi atau
berat akhir penimbangan, faktor pengenceran, faktor konversi dan
metode pengujian/analisis.
Buku analis disediakan untuk mencatat setiap pengujian/analisis yang
dilakukan di laboratorium.
Buku analis disediakan terpisah untuk masing-masing pengujian/analisis
dilengkapi dengan tanggal pengujian, jenis contoh, tabel data atau hasil,
kolom paraf analis dan penanggung jawab pengujian/analisis.
b. Interpetasi data
Data/hasil analisis yang telah dicatat dimasukan ke dalam perhitungan
(rumus) pengolahan yang telah ditentukan. Hasil perhitungan dilengkapi
dengan satuan (%b/b, %v/v, mg dan sebagainya). Data yang didapat
dilaporkan kepada penanggung jawab pengujian/analisis.
Bila dimungkinkan data yang didapat dibandingkan dengan syarat mutu
produk. Salah satu syarat mutu yang dapat digunakan adalah Standar

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi


Nasional (BSN).
c. Penelusuran ketidaksesuaian data/hasil analisis.
Data yang tidak sesuai dengan spesifikasi maka diadakan penelusuran
ketidaksesuaian terutama pada titik kritis pengujian.
Ketidaksesuaian data/hasil analisis dapat disebabkan banyak hal
diantaranya kesalahan persiapan contoh, teknik penggunaan alat,
pembuatan pereaksi kimia dan keterampilan analis.

C. Tugas – Tugas
a) Penguasaan konsep
• Tuliskan rumus perhitungan standardisasi NaOH oleh asam oksalat
dihidrat !
• Sebutkan titik kritis yang dapat terjadi pada analisis gravimetri!
• Sebutkan titik kritis yang dapat terjadi pada analisis titrimetri !
b) Mengenal fakta
• Melakukan observasi. Peserta melakukan observasi dikoordinir oleh
widyaiswara, kegiatan observasi ke laboratorium pengujian dalam
kegiatan memproses data.
• Observasi dilakukan secara berkelompok pada tempat yang berbeda.
• Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana laboratorium
pengujian melakukan memproses data. Dari hasil observasi ini
selanjutnya merumuskan kegiatan apa yang dilakukan laboratorium
pengujian dan mampu memberikan konstribusi secara positif tetapi
belum ada pada konsep dasar, mengidentifikasi apa yang ada pada
konsep dasar tapi belum dilakukan oleh laboratorium pengujian dan
bila dilakukan akan mampu memberikan konstribusi dalam
meningkatkan kemampuan analisis. Saran apa yang bisa diberikan
untuk memperbaiki kegiatan memproses data.
• Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk
subkompetensi/kompetensi dasar ; uji fisiko kimia, pengujian/analisis
proksimat, pembuatan dan standardisasi larutan, pengujian minyak
dan lemak, teknik analisis spektrofotometri dan lain-lain.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxiii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

c) Merefleksikan. Setelah peserta diklat melakukan penguasaan


konsep dan mengenal fakta, selanjutnya peserta melakukan
refleksi bagaimana memproses data, berdasarkan konsep dasar
dan hasil observasi memproses data di laboratorium pengujian.
d) Melakukan analisis dan sintesis
• Analisis daya dukung. Peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktik untuk
mengetahui kesesuaian dalam kegiatan memproses data
(penggunaan rumus, perhitungan dan interpretasi data/hasil analisis).
Kegiatan ini dilakukan berkelompok.
• Sintesis. Peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi memproses data dan hasil analisis terhadap tingkat
kesesuaian daya dukung. Apabila terdapat ketidaksesuaian terhadap
daya dukung, peserta diklat melakukan rekonstruksi/modifikasi
terhadap hasil refleksi dalam kegiatan memproses data. Kegiatan
rekonstruksi ini tetap memperhatikan parameter persyaratan
memproses data.
e) Menyusun dan melaksanakan rencana kerja
• Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana memproses data adalah, rencana kerja/proposal
memuat metode memproses data yang akan dilaksanakan, kriteria
keberhasilan, waktu pencapaian dan jadwal kegiatan serta
pembagian tugas kelompok.
• Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja.
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana memproses data yang
akan dilaksanakan dengan memperhatikan daya dukung dan
persyaratan teknis dalam analisis gravimetri dan titrimetri. Apabila
ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan dengan fasilitator.
• Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran setiap
anggota kelompok.
• Melaksanakan rencana kerja, peserta diklat melakukan kegiatan
memproses data, mengacu pada rencana kerja persiapan yang telah
disepakati.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxiv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakuka


pengamatan dan pencatatan data kegiatan memproses data. Lembar
pengamatan disiapkan peserta diklat setelah mendapat persetujuan
fasilitator.
• Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan.
Peserta diklat melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan dan pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
• Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik/rekomendasi
terhadap metode analisis gravimeti dan titrimetri untuk mendapatkan
hasil yang optimal. Perumusan umpan balik ini juga harus
mempertimbangkan dasar teori, fakta dan kondisi hasil kerja.

D. Tes

E. Daftar evidence of learning yang harus dikumpulkan


• Hasil perumusan penguasaan konsep dan tugas-tugas diskusi,
presentasi dan hasil perumusan tentang memproses data.
• Hasil observasi mengenai fakta di laboratorium pengujian tentang
memproses data.
• Hasil refleksi tentang memproses data.
• Hasil analisis tentang memproses data.
• Hasil sintesis tentang memproses data.
• Hasil penyusunan rencana kegiatan (berupa rencana kerja/proposal
implementasi) tentang memproses data.
• Hasil pengamatan/recording tentang memproses data.
• Hasil evaluasi ketercapaian tentang memproses data.
• Kesimpulan dan rekomendasi/umpan balik tentang memproses data.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Sub. Kompetensi Menjaga Keamanan Lingkungan Kerja

A. Tujuan Antara / Enabling Objective (EO)


Peserta mampu menjaga keamanan lingkungan kerja.
B. Materi : Menjaga keamanan lingkungan kerja.
Prinsip utama kegiatan menjaga keamanan lingkungan kerja adalah mencuci
dan penyimpan peralatan pengujian yang digunakan, menyipan
bahan/pereaksi kimia dan melakukan penanganan limbah/sisa pereaksi dan
contoh hasil analisis.
Konsep menjaga keamanan lingkungan kerja didasarkan pada :
a. Pencucian peralatan pengujian.
Semua peralatan yang akan digunakan harus berada dalam kondisi
bersih dan kering. Sebelum digunakan kondisi peralatan gelas harus
dicek terlebih dahulu. Pengecekan bertujuan untuk memastikan
kebersihan alat dan untuk mengetahui apakah alat dapat berfungsi
normal atau tidak dan apakah alat cacat atau tidak. Alat yang cacat atau
tidak normal tidak boleh dipergunakan. Alat bantu yang digunakan untuk
mencuci yaitu busa sabun misalnya untuk mencuci alat gelas yang
berukuran besar seperti erlenmeyer dan beaker glass, sikat untuk
mencuci peralatan gelas yang berukuran kecil seperti tabung reaksi,
gelas ukur dan peralatan gelas gelas lainnya, kawat kecil atau peniti
kecil yang digunakan untuk mengeluarkan kotoran yang sering tertinggal
dalam buret.

Peralatan gelas ditiriskan terlebih dahulu sebelum disimpan kemudian


dikeringkan. Pengeringan biasa dilakukan menggunakan hand dryer,
oven atau pengering lainnya. Pastikan sebelum dikeringkan peralatan
gelas dalam kondisi bersih. Hal ini dapat dibuktikan dengan tidak ada
kotoran dalam bagian dalam dan luar peralatan tersebut. Penyimpanan
peralatan gelas dilakukan berdasarkan jenisnya.Peralatan yang telah
digunakan yaitu peralatan gelas, peralatan non gelas, peralatan
pendukung dan peralatan pemanas disimpan kembali di tempatnya
setelah digunakan.
Peralatan gelas langsung dicuci sesuai dengan metode pencucian dan
karakteristik peralatan. Setelah dilakukan pencucian, alat dibilas dengan

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxvi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

aquadestt dan ditiriskan. Beberapa alat gelas dapat dikeringkan dengan


menggunakan oven dan hair dryer untuk mempercepat pengeringan.
Peralatan gelas yang digunakan untuk larutan basa harus dicuci segera
setelah digunakan lalu bilas dengan asam encer dan aquadest.
Peralatan non gelas dan peralatan pendukung yang tidak dapat dicuci
dengan air seperti kawat kasa, rak tabung dan lainnya dibersihkan
dengan lap bersih dari kotoran, kerak atau noda yang menempel.
Semua peralatan disimpan kembali di tempatnya sesuai karakteristik
alat. Listrik dan air yang tidak lagi digunakan dimatikan.
b. Penyimpanan bahan/pereaksi.
Pereaksi/ bahan kimia yang telah digunakan disimpan kembali
ditempatnya. Beberapa bahan kimia yang mempunyai konsentasi tinggi
seperti H2SO4 dan HCl 25% disimpan di ruang asam. Larutan pereaksi/
bahan kimia disimpan dalam botol coklat bertutup dan diberi label nama
larutan dan konsentrasi, tanggal pembuatan dan nama pembuat.
Pereaksi/ bahan kimia disimpan kembali di lemari penyimpanan khusus.
Semua peralatan disimpan kembali di tempatnya sesuai karakteristik
alat. Listrik dan air yang tidak lagi digunakan dimatikan.
c. Penanganan limbah pereaksi dan contoh.
Pereaksi atau bahan kimia dan contoh yang tersisa setelah analisis
gravimetri dan titrimetri berupa cairan, padatan dan pasta perlu dibuang.
Apabila bahan mengandung asam atau basa yang bersifat korosif maka
perlu dilakukan pengenceran atau penetralan. Pipa pembuangan
hendaknya dibuat dari bahan anti korosif dan tahan pelarut organik.
Bahan buangan padat berupa endapan yang dihasilkan endapan yang
dihasilkan dari reaksi dan kertas saring tidak boleh dibuang dalam
saluran pembuangan zat cair karena dapat menyumbat pipa
pembuangan. Bahan kimia seperti n-heksana, dapat disuling sehingga
dapat digunakan kembali.
Cara pembuangan bahan kimia :
1. Penetralan dan pengendapan
Bahan kimia yang bersifat asam atau basa dinetralkan (dengan
menggunakan indikator universal atau pHmeter) sebelum dibuang.
Setelah penetralan dilakukan, bahan kimia dapat dibuang dalam
bak pembuangan yang dihubungkan dengan septic tank.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxvii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

2. Pembakaran dalam insenerator


Bahan kimia sisa yang mengandung logam berat harus diendapkan
sebelum dibuang. Endapan yang telah dikumpulkan lalu dibakar
dalam insenerator. Insenerator dapat membakar pada suhu ±
1000 C sehingga terjadi pembakaran sempurna.
3. Penimbunan di tempat tertentu
Bahan buangan padatan yang reaktif atau beracun dapat ditimbun
dalam tanah dengan perlindungan tertentu untuk mencegah
terjadinya perembesan ke dalam sumur dan air tanah. Tempat
penimbunan harus jauh dari sumber air, terhindar dari sinar
matahari dan terbuat dari beton kuat.

C. Tugas – Tugas
1) Penguasaan konsep
• Bagaimana melakukan pencucian buret, erlenmeyer dan pipet
volume?
• Bagaimana cara mencuci peralatan gelas yang sulit dibersihkan
dengan air dan sabun?
• Jelaskan mengapa larutan NaOH harus disimpan dalam botol coklat
bertutup karet!
• Bagaimana cara menetralkan sisa asam sulfat, asam klorida dan
NaOH?
2) Mengenal fakta
• Melakukan observasi. Peserta melakukan observasi dikoordinir oleh
widyaiswara, kegiatan observasi ke laboratorium pengujian dalam
kegiatan menjaga keamanan lingkungan kerja.
• Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana laboratorium
pengujian menjaga keamanan lingkungan kerja. Dari hasil observasi
ini selanjutnya merumuskan kegiatan apa yang dilakukan
laboratorium pengujian dan mampu memberikan konstribusi secara
positif tetapi belum ada pada konsep dasar, mengidentifikasi apa
yang ada pada konsep dasar tapi belum dilakukan oleh laboratorium
pengujian dan bila dilakukan akan mampu memberikan konstribusi
dalam meningkatkan kemampuan analisis. Saran apa yang bisa

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxviii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

diberikan untuk memperbaiki kegiatan menjaga keamanan


lingkungan kerja.
• Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk
subkompetensi/kompetensi dasar ; uji fisiko kimia, pengujian/analisis
proksimat, pembuatan dan standardisasi larutan, pengujian minyak
dan lemak, teknik analisis spektrofotometri dan lain-lain
3) Merefleksikan. Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep
dan mengenal fakta, selanjutnya peserta melakukan refleksi
bagaimana menjaga keamanan lingkungan kerja, berdasarkan
konsep dasar dan hasil observasi di laboratorium pengujian.
4) Melakukan analisis dan sintesis
• Analisis daya dukung. Peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktik untuk
mengetahui kesesuaian dalam kegiatan menjaga keamanan
lingkungan kerja (alat, bahan dan limbah). Kegiatan ini dilakukan
berkelompok.
• Sintesis. Peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi menjaga keamanan lingkungan kerja dan hasil analisis
terhadap tingkat kesesuaian daya dukung. Apabila terdapat
ketidaksesuaian terhadap daya dukung, peserta diklat melakukan
rekonstruksi/modifikasi terhadap hasil refleksi dalam kegiatan
menjaga keamanan lingkungan kerja. Kegiatan rekonstruksi ini tetap
memperhatikan parameter persyaratan analisis gravimetri dan
titrimetri.
5) Menyusun dan melaksanakan rencana kerja
• Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana menjaga keamanan lingkungan kerja, rencana
kerja/proposal memuat metode persiapan yang akan dilaksanakan,
kriteria keberhasilan, waktu pencapaian dan jadwal kegiatan serta
pembagian tugas kelompok.
• Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja.
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana menjaga keamanan
lingkungan kerja yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan
daya dukung dan persyaratan teknis dalam menjaga keamanan

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xxxix


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

lingkungan kerja. Apabila ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan


dengan fasilitator.
• Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran setiap
anggota kelompok.
• Melaksanakan rencana kerja, peserta diklat melakukan kegiatan
menjaga keamanan lingkungan kerja, mengacu pada rencana kerja
persiapan yang telah disepakati.
• Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakuka
pengamatan dan pencatatan data kegiatan menjaga keamanan
lingkungan kerja. Lembar pengamatan disiapkan peserta diklat
setelah mendapat persetujuan fasilitator.
• Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan.
Peserta diklat melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan dan pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
• Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik/rekomendasi
terhadap metode menjaga keamanan lingkungan kerja untuk
mendapatkan hasil yang optimal. Perumusan umpan balik ini juga
harus mempertimbangkan dasar teori, fakta dan kondisi hasil kerja.

D. Tes

E. Daftar evidence of learning yang harus dikumpulkan


• Hasil perumusan penguasaan konsep dan tugas-tugas diskusi, presentasi
dan hasil perumusan tentang menjaga keamanan lingkungan kerja.
• Hasil observasi mengenai fakta di laboratorium pengujian tentang
menjaga keamanan lingkungan kerja.
• Hasil refleksi tentang menyiapkan menjaga keamanan lingkungan kerja.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xl


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Hasil analisis tentang menjaga keamanan lingkungan kerja.


• Hasil sintesis tentang menjaga keamanan lingkungan kerja.
• Hasil penyusunan rencana kegiatan (berupa rencana kerja/proposal
implementasi) tentang menjaga keamanan lingkungan kerja.
• Hasil pengamatan/recording tentang menjaga keamanan lingkungan
kerja.
• Hasil evaluasi ketercapaian tentang menjaga keamanan lingkungan kerja.
• Kesimpulan dan rekomendasi/umpan balik tentang menjaga keamanan
lingkungan kerja.

Sub. Kompetensi Memelihara Catatan Laboratorium

A. Tujuan Antara / Enabling Objective (EO)


Peserta mampu memelihara catatan laboratorium.
B. Materi : Memelihara catatan laboratorium.
Prinsip utama kegiatan memelihara catatan laboratorium adalah memelihara
data selama analisis secara gravimetri dan titrimetri yang meliputi
perhitungan pengolahan, perekaman data, pelaporan, penyimpanan dan
pemindahan data.
Konsep memelihara catatan laboratorium didasarkan pada :
a. Perekaman hasil analisis ke dalam sistem pencatatan di laboratorium.
Sebuah laboratorium pengujian harus memiliki sistem pencatatan
pengujian/analisis yang dilakukan. Pencatatan dimaksudkan agar data
selama pengujian/analisis tidak hilang. Sistem pencatatan dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu sistem pencatatan manual dan
komputerisasi.
Dalam pencatatan manual digunakan buku analis yang berisi data dan
perhitungan selama pengujian/analisis. Dalam sistem pencatatan ini
dapat diterapkan prosedur mengenai perlindungan kerahasiaan data
pengujian/analisis seperti tidak diperkenankan untuk melakukan
perubahan data seperti menghapus, mencoret, mengganti atau men-tip
ex data. Bila terjadi kesalahan, maka data yang salah dicoret tangan
dan diberi paraf.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xli


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Sistem komputerisasi mulai banyak digunakan di laboratorium. Semua


data pengujian/analisis dimasukan ke dalam komputer. Untuk
melindungi data seperti pemasukan dan pemasukan data,
penyimpanan, transmisi dan pengolahan data agar keutuhan dan
kerahasiaan tetap terjaga maka sistem pencatatan dilengkapi sistem
perlindungan yang disosialisasikan kepada seluruh pekerja laboratorium
dari mulai kepala laboratorium, analis hingga teknisi. Sistem
perlindungan ini dapat berupa penggunaan password rahasia untuk
membuka file atau folder data pengujian/analisis. Password hanya
dipegang oleh orang yang ditunjuk dan tidak diperkenankan untuk
memberitahukan password kepada orang yang tidak berwenang.
Dalam pencatatan secara komputerisasi hendaknya dilakukan back up
data untuk menjaga hilangnya data dalam computer akibat kerusakan
computer atau hal lain.
b. Penjaminan kerahasiaan dan keamanan data/hasil analisis.
Data/hasil analisis harus dijamin kerahasiaan dan keamanannya. Untuk
menjamin kerahasiaan dan keamanan data/hasil analisis dapat
dilakukan sistem perlindungan kerahasiaan dan keamanan data/hasil
analisis yang disosialisasikan kepada seluruh pekerja laboratorium dari
mulai kepala laboratorium, analis hingga teknisi berupa prosedur
mengenai perlindungan kerahasiaan dan keamanan data
pengujian/analisis.

C. Tugas – Tugas
1) Penguasaan konsep
• Jelaskan data/hasil analisis analisis secara gravimetri dan titrimetri
yang harus dicatat dalam buku analis !
• Tuliskan contoh prosedur perlindungan kerahasiaan data/hasil
analisis!
• Tuliskan contoh prosedur penjaminan kerahasiaan dan keamanan
data/hasil analisis!
2) Mengenal fakta

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xlii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

• Melakukan observasi. Peserta melakukan observasi dikoordinir oleh


widyaiswara, kegiatan observasi ke laboratorium pengujian dalam
kegiatan memelihara catatan laboratorium.
• Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana laboratorium
pengujian memelihara catatan laboratorium. Dari hasil observasi ini
selanjutnya merumuskan kegiatan apa yang dilakukan laboratorium
pengujian dan mampu memberikan konstribusi secara positif tetapi
belum ada pada konsep dasar, mengidentifikasi apa yang ada pada
konsep dasar tapi belum dilakukan oleh laboratorium pengujian dan
bila dilakukan akan mampu memberikan konstribusi dalam
meningkatkan kemampuan analisis. Saran apa yang bisa diberikan
untuk memperbaiki kegiatan memelihara catatan laboratorium.
• Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk
subkompetensi/kompetensi dasar ; uji fisiko kimia, pengujian/analisis
proksimat, pembuatan dan standardisasi larutan, pengujian minyak
dan lemak, teknik analisis spektrofotometri dan lain-lain
3) Merefleksikan. Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep
dan mengenal fakta, selanjutnya peserta melakukan refleksi bagaimana
memelihara catatan laboratorium, berdasarkan konsep dasar dan hasil
observasi di laboratorium pengujian.
4) Melakukan analisis dan sintesis
• Analisis daya dukung. Peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktik untuk
mengetahui kesesuaian dalam kegiatan memelihara catatan
laboratorium (pencatatan dan kerahasiaan data/hasil analisis).
Kegiatan ini dilakukan berkelompok.
• Sintesis. Peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi memelihara catatan laboratorium dan hasil analisis terhadap
tingkat kesesuaian daya dukung. Apabila terdapat ketidaksesuaian
terhadap daya dukung, peserta diklat melakukan
rekonstruksi/modifikasi terhadap hasil refleksi dalam kegiatan
memelihara catatan laboratorium. Kegiatan rekonstruksi ini tetap
memperhatikan parameter persyaratan analisis secara gravimetri dan
titrimetri.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xliii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

5) Menyusun dan melaksanakan rencana kerja


• Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana memelihara catatan laboratorium, rencana
kerja/proposal memuat metode persiapan yang akan dilaksanakan,
kriteria keberhasilan, waktu pencapaian dan jadwal kegiatan serta
pembagian tugas kelompok.
• Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja.
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana memelihara catatan
laboratorium yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan daya
dukung dan persyaratan teknis dalam memelihara catatan
laboratorium. Apabila ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan
dengan fasilitator.
• Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran setiap
anggota kelompok.
• Melaksanakan rencana kerja, peserta diklat melakukan kegiatan
memelihara catatan laboratorium, mengacu pada rencana kerja
persiapan yang telah disepakati.
• Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakuka
pengamatan dan pencatatan data kegiatan memelihara catatan
laboratorium. Lembar pengamatan disiapkan peserta diklat setelah
mendapat persetujuan fasilitator.
• Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan.
Peserta diklat melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan dan pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
• Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
• Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik/rekomendasi
terhadap metode memelihara catatan laboratorium untuk

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xliv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

mendapatkan hasil yang optimal. Perumusan umpan balik ini juga


harus mempertimbangkan dasar teori, fakta dan kondisi hasil kerja.

D. Tes

E. Daftar evidence of learning yang harus dikumpulkan


• Hasil perumusan penguasaan konsep dan tugas-tugas diskusi, presentasi
dan hasil perumusan tentang memelihara catatan laboratorium.
• Hasil observasi mengenai fakta di laboratorium pengujian tentang
memelihara catatan laboratorium.
• Hasil refleksi tentang memelihara catatan laboratorium.
• Hasil analisis tentang memelihara catatan laboratorium.
• Hasil sintesis tentang memelihara catatan laboratorium.
• Hasil penyusunan rencana kegiatan (berupa rencana kerja/proposal
implementasi) tentang memelihara catatan laboratorium.
• Hasil pengamatan/recording tentang memelihara catatan laboratorium.
• Hasil evaluasi ketercapaian tentang memelihara catatan laboratorium.
• Kesimpulan dan rekomendasi/umpan balik tentang memelihara catatan
laboratorium.

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xlv


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

BAB III EVALUASI

Penilaian sebagai proses pengakuan terhadap kompetensi peserta diklat


dilakukan pada setiap sub kompetensi dan unit kompetensi. Metode penilaian
dikembangkan memperhatikan aspek/domain yang ada pada setiap kriteria
kinerja (KUK) agar penilaian mampu mengukur dan menilai kompetensi peserta
sesuai tuntutan kompetensi.
Bentuk tes dikembangkan sesuai dengan karakter materi.
1. Penilaian aspek kognitif dapat dikembangkan beberapa bentuk tes/non tes
seperti pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, uraian tertutup (jawaban
singkat), uraian terbuka, lisan atau wawancara.
2. Penilaian aspek motorik menggunakan lembar observasi performansi
3. Penilaian sikap menggunakan fish bean analyzis
4. Penilaian terhadap benda kerja hasil praktik menggunakan lembar observasi
mengacu pada kriteria standar yang ditetapkan

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xlvi


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

Lembar observasi performansi

No Sub kompetensi/ Kriteria keberhasilan Hasil


Kriteria kinerja Ya Tidak
1. Menyiapkan
peralatan, bahan
dan contoh
• Peralatan dan • Peralatan pengujian untuk
bahan- analisis secara gravimetri dan
bahan/pereaksi titrimetri disiapkan.
yang akan • Bahan/pereaksi dibuat dan
digunakan disiapkan
diidentifikasi dan
disiapkan
• Metode standar • Mengetahui alat pelindung diri
dan peralatan yang harus digunakan saat
pelindung diri yang melakukan analisis secara
sesuai dipilih dan gravimetri dan titrimetri
disiapkan
• Sifat dan keadaan • Keadaan awal contoh
contoh dicatat dan diidentifikasi
dibandingkan • Penyimpangan keadaan awal
dengan spesifikasi contoh diidentifikasi dan dicatat
dan bila ada
perbedaan
dilaporkan
• Contoh disiapkan • Contoh dipreparasi sebelum
sesuai dengan analisis
kebutuhan
pengujian
Melakukan analisis
secara gravimetri
dan titrimetri

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xlvii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

No Sub kompetensi/ Kriteria keberhasilan Hasil


Kriteria kinerja Ya Tidak
• Contoh yang akan Contoh disiapkan sesuai
diuji kebutuhan analisis
ditimbang/diukur
sesuai dengan
prosedur
laboratorium
• Peralatan • Alat pelindung wajah, mata,
pelindung diri yang tangan dan pernafasan
telah disiapkan disiapkan
digunakan sesuai
dengan ketentuan
• Langkah-langkah • Prosedur analisis secara
kerja pengujian gravimetri dan titrimetri
dilaksanakan dilakukan
mengikuti prosedur
kerja yang relevan
• Data hasil analisis • Data/hasil analisis dicatat
masing-masing dalam buku analis
dicatat sesuai
dengan prosedur
Memproses data
• Hasil Analisis • Perhitungan data/hasil analisis
dihitung sesuai dilakukan sesuai rumus
dengan rumus dan • Satuan hasil analisis
satuan yang dicantumkan sesuai dengan
ditentukan perhitungan
• Hasil analisis • Pencatatan hasil analisis
dicatat dan • Pelaporan hasil analisis
dilaporkan sesuai
dengan prosedur
yang relevan

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xlviii


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

No Sub kompetensi/ Kriteria keberhasilan Hasil


Kriteria kinerja Ya Tidak
• Data/hasil analisis • Interpretasi data/hasil analisis
diinterpretasikan yang tidak sesuai dengan
bila tidak sesuai spesifikasi
dengan spesifikasi • Pelaporan data/hasil analisis
dan dilaporkan yang tidak sesuai dengan
kepada orang spesifikasi
yang berwenang
• Masalah tentang • Identifikasi masalah tentang
data atau hasil data atau hasil yang
yang menyimpang, menyimpang yang disebabkan
yang disebabkan oleh prosedur
oleh prosedur atau • Identifikasi masalah tentang
peralatan data atau hasil yang
diidentifikasi dan menyimpang yang disebabkan
dilaporkan kepada oleh peralatan
orang yang • Pelaporan masalah tentang
berwenang data atau hasil yang
menyimpang yang disebabkan
oleh prosedur
• Pelaporan masalah tentang
data atau hasil yang
menyimpang yang disebabkan
oleh peralatan
Memelihara
lingkungan kerja
• Peralatan yang • Peralatan yang digunakan
telah digunakan dicuci/dibersihkan sesuai
dicuci/dibersihkan dengan karakteristiknya
dan disimpan • Peralatan yang digunakan
kembali disimpan sesuai dengan
ketempatnya karakteristiknya
sesuai dengan

VEDAC-Pengujian Lab Mutu xlix


Modul Sisdiklat Gravitasi Peserta

No Sub kompetensi/ Kriteria keberhasilan Hasil


Kriteria kinerja Ya Tidak
ketentuan yang
berlaku di
laboratorium
• Bahan/pereaksi • Bahan/pereaksi disimpan
disimpan kembali sesuai dengan karakteristiknya
ketempatnya
sesuai dengan
ketentuan yang
berlaku di
laboratorium
• Limbah/sisa • Limbah/sisa pereaksi dibuang
pereaksi dan sesuai dengan karakteristiknya
contoh dibuang • limbah/sisa contoh dibuang
menurut peraturan sesuai dengan karakteristiknya
keselamatan dan
lingkungan
Memelihara catatan
laboratorium
• Hasil analisis yang • Perekaman hasil analisis
telah disetujui dalam sistem pencatatan
dicatat/direkam ke manual
dalam sistem • Perekaman hasil analisis
pencatatan di dalam sistem pencatatan
laboratorium komputerisasi
• Kerahasiaan dan • Proses penjaminan
keamanan kerahasiaan dan keamanan
data/hasil analisis data/hasil analisis
dijamin dan
dipastikan terjaga

VEDAC-Pengujian Lab Mutu l