Anda di halaman 1dari 7

SOAL 1

a.Jelaskan penambangan batubara secara tambang terbuka Conventional Shovel and


Truck,

Sangat fleksibel untuk berbagai bentuk endapan batubara


Mudah disesuaikan dengan target produksi, tersedia peralatan dengan berbagai
kapasitas
Bisa dikombinasikan dengan dragline atau continuous mining
Banyak diterapkan di tambang-tambang batubara di Indonesia

b. Apa pula perbedaannya dengan penambangan secara continous mining,

- Batuan hasil galian ditransport secara kontinyu sampai ke tempat penimbunan


Menggunakan kombinasi bucket wheel excavator (BWE) / bucket chain excavator
(BCE) – belt conveyor – spreader
- Banyak diterapkan di Jerman dan Eropa Timur – untuk menambang lignite; di
Indonesia: tambang Air Laya di Tanjung Enim, Sumatra Selatan
- Cocok untuk batuan yang mudah tergali (direct digging) dan lapisan yang
relative datar

c. Jelaskan pula kelebihan dan kekurangan dari masing – masing metode penambangan
tersebut .

SOAL 2
a.Jelaskan perbedaan metode penambangan batubara secara room & pillar dan
longwall,

LONGWALL
Dibagi menjadi panel-panel longwall – lebar sampai 250 m dengan panjang sampai 1000 m
Metode continuous dengan menggunakan:
◦ Shearer atau plough sebagai alat gali pada longwall face
◦ Armoured face conveyor – chain conveyor sebagai alat angkut di longwall face
◦ Powered roof support – untuk menyangga longwall face

Sistem pengangkutan: AFC (armoured face conveyor) di longwall face, Stage loader, Chain
conveyor, Belt conveyor

Arah kemajuan face: Advancing, Retreating

Kelebihan: Mining recovery, Kapasitas produksi, Sistem ventilasi


Kekurangan: Waktu persiapan, Tidak fleksibel terhadap perubahan, Tidak bisa manual
ROOM AND PILLAR
Conventional cyclic method: Undercutting/top cutting and drilling, Charging, Blasting &
smoke clearing, Coal loading, Support – roof bolting
Continuous method – menggunakan continuous miner

Mining recovery – rendah hanya sekitar 40% - tetapi dapat ditingkatkan dengan cara ‘pillar
robbing’ secara retreating –mining recovery bisa mencapai 80%
Kelebihan: Waktu persiapan pendek, Fleksibel terhadap perubahan, Bisa manual
Kekurangan: Kapasitas produksi, Sistem ventilasi

b.Gambarkan masing – masing metode penambangan tersebut dan lengkapi gambar


tersebut dengan peralatan –peralatan yang sering digunakan dalam proses
Penambangannya,

ALATNYA: DRUM SHEARER


Tambang terbuka: Conventional truck & shovel, Dragline, Continuous mining, Highwall
mining

Tambang bawah tanah: Longwall, Room & pillar, Shortwall

HIGHWALL MINING
- Merupakan kelanjutan dari penambangan secara tambang terbuka yang telah mencapai final pit
limit/depth
- Untuk meningkatkan mining recovery
- Merupakan pilihan jika penambangan secara tambang bawah tanah tidak bias dilakukan
(misalnya karena kondisi atap, overburden tidak cukup tebal, jumlah & bentuk cadangan yang
tersisa)
- Dilakukan dengan cara menggali dari dinding highwall – menggunakan continuous miner atau
auger

SOAL 3
a.Apa yang dimaksud dengan proses karbonisasi,

Karbonisasi – proses pemanasan batubara pada suhu beberapa ratus derajat tanpa
kehadiran udara

b. Sebutkan hasil- hasil dari proses karbonisasi

hasilnya:
◦ Carbon-enriched solid: coke/kokas atau char
◦ Liquid products: tar dan ammoniacal liquor
◦ Hydrocarbon dan senyawa lain dalam fasa gas

c. Sebutkan pemanfaatan batubara yang memerlukan proses karbonisasi.

- Caking coal (=binding coal): batubara yang akan sepenuhnya atau sebagian melunak
(softening) dan menggumpal (agglomerating) jika dipanaskan, melepaskan zat
terbangnya pada temperatur tinggi dan menyisakan residu padat/keras.
- Caking power = caking property – menggambarkan “agglutinating power” dari
batubara selama dipanaskan secara cepat; merupakan salah satu parameter dalam
International Coal Classification; dinyatakan dalam Free Swelling Index dan Roga
Test
- Coking coal: batubara yang dapat dijadikan kokas yang cukup kuat terhadap
tekanan dan pecah. Secara umum, coking coal memiliki fixed carbon 72-82%
- Coking property: bergantung pada laju degasifikasi dan perilaku plastik dari
batubara selama pemanasan lambat; juga parameter dari International Coal
Classification; dinyatakan dalam Gray-King Assay dan Dilatometer Test

SOAL 4
A. Jelaskan analisis kualitas apa saja yang berpengaruh dalam proses teknologi
pembakaran batubara

Analisis proksimat
- Ditujukan untuk mengetahui tingkat kemanfaatan dari batubara di dalam
industry pengguna batubara
- Menggambarkan jumlah relatif dari komponen organik ringan (volatile matter),
material organik non-volatile (fixed carbon) serta lengas (moisture) dan
kandungan material anorganik

Lengas (moisture)
Kandungan lengas total:
◦ Lengas permukaan atau bebas (surface atau free moisture) – merupakan lengas yang
menempel pada permukaan atau berada di celah rekahan batubara– dihilangkan
dengan cara menganginanginkan batubara – sampel yang sudah dikering udarakan ini
disebut – air dried sample.
◦ Lengas bawaan (inherent moisture) – merupakan lengas yang terikat di dalam pori
internal batubara dan umumnya terikat bersamaan dengan proses pembatubaraan –
ditentukan dengan cara air dried sample dipanaskan di dalam tungku pada suhu 105º -
110º C
◦ Dinyatakan dalam % (air dried basis, adb)

Ash content
- Abu adalah bahan anorganik (mineral) yang terkandung di dalam batubara sejak
pada proses pembentukannya (pengotor bawaan)– berupa residu yang
dihasilkan setelah batubara dibakar secara sempurna; dapat juga batubara
mengandung pengotor luar,yaitu material anorganik yang terbawa pada saat
proses penambangan (extraneous impurities)
- Sampel (adb) dibakar di dalam tungku pada suhu 815º C dengan mengalirkan
udara secara lambat ke dalam tungku.
- Dinyatakan dalam % (adb)

Zat terbang
- Adalah komponen batubara yang menguap jika batubara dipanaskan tanpa
kehadiran udara – umumnya berupa senyawa organic seperti CH4 dan senyawa
lainnya
- Sampel (adb) dimasukkan ke dalam crucible silika dan dipanaskan pada tungku
tertutup tanpa udara pada suhu 900º C selama 7 menit.
- Dinyatakan dalam % (adb)

Karbon tertambat
- Adalah carbon yang tersisa setelah volatile matter dihilangkan
- Merupakan residu dari proses dekomposisi komponen organik dari batubara
- Tidak ditentukan secara langsung tetapi dengan cara: 100% - (inherent
moisture-ash content-volatile matter)

Analisis ultimat
- Adalah analisis untuk menentukan kandungan unsur-unsur karbon, hidrogen,
oksigen, nitrogen dan sulfur
- Kandungan karbon, hidrogen dan oksigen penting untuk menilai karakteristik
pengkokasan, gasifikasi dan likuifaksi dari batubara
- Nitrogen dan sulfur menunjukkan potensi pencemaran yang dapat ditimbulkan
dari pemanfaatan batubara

Kandungan Sulfur
- Kandungan sulfur merupakan salah satu parameter penting dalam penggunaan
batubara sebagai bahan bakar
- Keterdapatan sulfur di dalam batubara: Sulfur organik yang terikat dalam rantai
hidrokarbon dan terbentuk bersama dengan proses pembentukan batubara,
Sebagai mineral sulfida dalam komponen anorganik (umumnya pyrite), Sebagai
mineral sulfat – umumnya besi atau kalsium sulfat dan merupakan hasil oksidasi
mineral sulfida
- Cara pengukuran: Eschka method dan high temperature method (dg Leco
furnace)

Nilai Kalori
- Jumlah bahang (heat) yang dihasilkan apabila sejumlah tertentu batubara
dibakar
- Dibedakan menjadi: Gross calorific value (GCV) – jumlah bahang total yang
diukur melalui pengukuran standar dengan bomb calorimeter, Nett calorific value
(NCV) – jumlah bahang yang dapat dimanfaatkan dari batubara
- NCV = GCV – 0.212 H – 0.0008 O – 0.0245M
- Dalam MJ/kg = 238.85 kcal/kg.

Indeks ketergerusan
- Indeks ketergerusan dari batubara menunjukkan kemudahan batubara digerus
- Nilainya antara 20 sampai lebih dari 80, semakin besar nilainya semakin mudah
- digerus

abu batubara
- Salah satu parameter penting untuk penggunaan batubara sebagai bahan bakar
- adalah titik leleh abu (ash fusion temperature – AFT) – yang memberikan
gambaran proses pelunakan dan pelelehannabu batubara pada waktu dibakar
- Deformation temperatur, sphere temp,nhemisphere temp, flow temp
- Dipengaruhi oleh komposisi abu
- Berkisar antara 1000 - 1600ºC
- Komposisi abu: SiO2, Al2O3, TiO2, Fe2O3, CaO, MgO, Na2O, K2O
- slagging – abu batubara meleleh di zone pembakaran akibat suhu operasi yang
melebihi titik leleh abu (sphere temp) membentuk slag
- Fouling – abu batubara meleleh pada temperatur yang lebih rendah (400º C)
akibat interaksi antara uap natrium dan kalium dengan oksida belerang

b.Jelaskan teknologi- teknologi Pembakaran dari pemanfaatan Batubara


???

SOAL 5
a.Jelaskan dua pasar batubara yang dikenal saat ini
Atlantic Market: Steam : 210 Mt, Coking : 67 Mt
Pasific Market: Steam : 274 Mt, Coking : 123 Mt

b.Faktor apa yang menyebabkan terbentuknya kedua pasar tersebut

??

c.Jelaskan waktu yang dibutuhkan oleh kedua pasar tersebut untuk mengirim batubara
ke pelabuhan yang di Jerman

???

d.Sebutkan 3 (tiga) produsen dan konsumen terbesar untuk masing – masing pasar.
SHORTWALL
Mengkombinasikan metode longwall dengan room & pillar
Panel lebih kecil daripada longwall
Penggalian menggunakan continuous miner
Penyanggaan dengan hydraulic support (PRS)
Pengangkutan dengan shuttle car