Anda di halaman 1dari 98

SEKOLAH TINGGI TEKNIK – PLN

ANALISIS KARAKTERISTIK PENUMPANG KERETA EKSPRES


YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI
BERBASIS REL MENUJU BANDARA INTERNASIONAL
SOEKARNO – HATTA

SKRIPSI

DISUSUN OLEH :

RIO KUSUMA SAHID

NIM : 2014 – 21 – 113

PROGRAM STUDI SARJANA

TEKNIK SIPIL STT-PLN

JAKARTA, 2019
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan Judul

ANALISIS KARAKTERISTIK PENUMPANG KERETA EKSPRES


YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI
BERBASIS REL MENUJU BANDARA INTERNASIONAL
SOEKARNO – HATTA

Disusun Oleh :

Rio Kusuma Sahid


NIM : 2014-21-113

Diajukan untuk memenuhi persyaratan


Program Studi SarjanaTeknik Sipil

SEKOLAH TINGGI TEKNIK- PLN


Jakarta, 06 Agustus 2019

Mengetahui, Disetujui,

Gita Puspa Artiani, S.T., M.T. Gita Puspa Artiani, S.T., M.T.
Kepala Departemen Sipil Pembimbing Skripsi

i
LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI

Nama : Rio Kusuma Sahid


NIM : 2014-21-113
Jurusan : S1 Teknik Sipil
Judul : Analisis Karakteristik Penumpang Kereta Ekspres Yang
Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi Berbasis Rel Menuju
Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

Telah disidangkan dan dinyatakan Lulus sidang skripsi pada Program


Sarjana Strata Satu, Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknik-PLN
pada tanggal 27 Agustus 2019

Nama Penguji Jabatan Tanda Tangan

Irma Wirantina K. ST,. MT Ketua Penguji

Pratiwi Setyaning Putri, ST.,


Sekretaris Penguji
MT

Ir. Hastanto Sm.,MT Anggota Penguji

Mengetahui :
Kepala Departemen Sipil

Gita Puspa Artiani, S.T., M.T.

ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Nama : Rio Kusuma Sahid


NIM : 2014 – 21 – 113
Jurusan : Teknik Sipil
Judul Skripsi : Analisis Karakteristik Penumpang Kereta Ekspres Yang
Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi Berbasis Rel
Menuju Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Skripsi ini tidak terdapat karya
yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar Sarjana baik di lingkungan STT-
PLN maupun di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga
tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh
orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan
dalam daftar pustaka. Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa
tanggungjawab serta bersedia memikul segala resiko jika ternyata pernyataan
ini tidak benar.

Jakarta, 06 Agustus 2019

Rio Kusuma Sahid

iii
UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan ini saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

Gita Puspa Artiani, S.T.,M.T

Yang telah memberikan petunjuk, saran-saran serta bimbingannya sehingga


Skripsi ini dapat diselesaikan.

Jakarta, 06 Agustus 2019

RIO KUSUMA SAHID

2014 – 21 – 113

iv
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademika Sekolah Tinggi Teknik – PLN, saya yang bertanda
tangan di bawah ini :

Nama : Rio Kusuma Sahid


NIM : 2014-21-113
Program Studi : Sarjana
Jurusan : Teknik Sipil
Jenis Karya : Skripsi
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Sekolah Tinggi Teknik – PLN Hak Bebas Royalti Non-ekslusif (Non-exclusive
Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :
ANALISIS KARAKTERISTIK PENUMPANG KERETA EKSPRES YANG
MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI BERBASIS REL MENUJU
BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO – HATTA

Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Non
ekslusif ini Sekolah Tinggi Teknik – PLN berhak menyimpan, mengalih media /
formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan
mempublikasikan Tugas Akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya
sebagai penulis / pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. Demikian pernyataan
ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Jakarta
Pada tgl : 06 Agustus 2019
Yang menyatakan

Rio Kusuma Sahid

v
ANALISIS KARAKTERISTIK PENUMPANG KERETA EKSPRES
YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI
BERBASIS REL MENUJU BANDARA INTERNATIONAL
SOEKARNO – HATTA
Rio Kusuma Sahid 2014-21-113
Dibawah bimbingan Gita Puspa Artiani, S.T., M.T.

ABSTRAK

Salah satu bandara utama yang tersibuk di Indonesia adalah Bandar


Udara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam rangka mendukung terciptanya
angkutan menuju bandar udara tersebut, perlu dilakukan analisis karakteristik
okupansi kerata ekpres yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi
berbasis rel dengan menggunakan metode yang dapat menggambarkan
karakteristik/preferensi para pengguna moda sehingga dapat diketahui kriteria
yang dapat menarik pengguna moda transportasi non rel untuk beralih
menggunakan kereta api bandara. Pemilihan moda merupakan salah satu
model yang digunakan dalam perencanaan transportasi, hal ini dikarenakan
peran kunci dari angkutan umum dalam upaya meningkatkan perbaikan dan
peningkatan pelayanan dari moda transportasi. Studi preferensi terhadap
responden dilakukan melalui survey primer (kuisioner survey dan interview)
pada okupansi kerata ekspres bandara Internasional Soekarno – Hatta dengan
sampel sebanyak 100 responden. Analisa model pemilihan moda
menggunakan analisis pembobotan dengan bantuan program Microsoft Excel
2007. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
pemilihan moda yang paling dominan terlihat pada Variabel (X5) yaitu dengan
mengguanakan KA bandara kemacetan dapat dihindari dengan bobot 92,8%,
variable (X10) yaitu fasilitas KA bandara lebih unggul dibandingkan moda
transportasi non rel. sebesar 90,6%, dan variable (X3) yaitu waktu yang
ditempuh dengan KA bandara lebih cepat. sebesar 88.2%.

Kata Kunci : Karakteristi okupansi, pemilihan moda, transportasi berbasis rel.

vi
CHARACTERISTIC ANALYSIS OF EXPRESS TRAIN
PASSENGERS AFFECTING SELECTION OF REL BASED
TRANSPORTATION MODELS TO INTERNATIONAL
SOEKARNO – HATTA AIRPORT

Rio Kusuma Sahid 2014-21-113


Under the guidance of Gita Puspa Artiani, S.T., M.T.

ABSTRACT

One of the busiest major airports in Indonesia is Soekarno-Hatta


International Airport. In order to support the creation of transportation to the
airport, it is necessary to analyze the characteristics of the expression train that
affect the selection of rail-based transportation modes by using methods that
can describe the characteristics / preferences of users of modes so that it can
be identified criteria that can attract users of non-rail transportation modes to
switch use the airport train. Mode selection is one of the models used in
transportation planning, this is due to the key role of public transportation in
efforts to improve the improvement and improvement of services from
transportation modes. The preference study of respondents was conducted
through a primary survey (survey questionnaire and interview) on the
occupancy of the express train of Soekarno-Hatta International Airport with a
sample of 100 respondents. Mode selection analysis using weighting analysis
with the help of Microsoft Excel 2007. The results of the study show that the
factors that influence the most dominant mode selection are seen in Variable
(X5), namely by using airport train congestion can be avoided with a weight of
92.8%, variable (X10), namely airport train facilities are superior to non-rail
transportation modes. by 90.6%, and variable (X3), namely the time taken by
airport trains is faster. of 88.2%.

Keywords: Occupancy Characteristics, Mode Selection, Rail-based


Transportation

vii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu


Wa Ta’ala, Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kapada baginda Nabi
Muhammad Shalawllaahu ‘Alaihi Wassalam, karena atas kuasa dan kehendak-
Nya penulis dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “Analisis Karakteristik
Penumpang Kereta Ekspres Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda
Transportasi Berbasis Rel Menuju Bandara Internasional Soekarno –
Hatta”.Penulisan skripsi ini adalah tujuan akhir untuk menyelesaikan program
Studi Strata Satu (S1) Teknik Sipil di Sekolah Tinggi Teknik–PLN Jakarta.

Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini penulis banyak


mendapatkan bimbingan, motivasi, dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena melalui kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima
kasih kepada :

1. Kedua orangtua penulis Ayahanda dan Ibunda yang saya sayangi yang
selalu memberikan doa serta dukungan kepada penulis secara moril
maupun materil sehingga skripsi ini bisa selesai.
2. Kepala Departemen, Kepala Prodi jurusan serta seluruh dosen jurusan
Teknik Sipil STT–PLN.
3. Dosen pembimbing skipsi dan pembimbing akademik.
4. Seluruh teman-teman jurusan Teknik Sipil STT- PLN dan semua pihak
yang telah memberikan dukungan serta semangat hingga skripsi ini
dapat terselesaikan.

Dalam skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan yang perlu


diperbaiki, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca untuk skripsi ini demi perbaikan di masa yang
akan datang. Harapan penulis, semoga hasil yang telah penulis susun dapat
bermanfaat bagi orang yang membaca. Atas perhatiannya diucapkan terima
kasih.

viii
Jakarta, 06 Agustus 2019

Rio Kusuma Sahid


(NIM : 2014-21-113)

ix
DAFTAR ISI
Hal

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ................................................................i


LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI ........................................................ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ..............................................................iii
UCAPAN TERIMA KASIH ...............................................................................iv
PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR ................................................v
ABSTRAK (INDONESIA) ................................................................................vi
ABSTRACT (INGGRIS) ..................................................................................vii
KATA PENGANTAR .......................................................................................viii
DAFTAR ISI ....................................................................................................x
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................xii
DAFTAR TABEL .............................................................................................xiv
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN

5.1 Latar Belakang .................................................................................. 1


5.2 Batasan Masalah .............................................................................. 3
5.3 Rumusan Masalah ............................................................................ 3
5.4 Tujuan Penelitian .............................................................................. 3
5.5 Manfaat penelitian............................................................................. 4
5.6 Sistematika Penulisan....................................................................... 4

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka .............................................................................. 6


2.2 Infrastruktur ....................................................................................... 9
2.3 Transportasi .................................................................................... 10
2.3.1 Transportasi Menurut Ahli ......................................................... 11
2.3.2 Fungsi Transportasi ................................................................... 12
2.3.3 Manfaat Transportasi................................................................. 13
2.3.4 Transportasi Umum ................................................................... 16

x
2.3.5 Moda Transportasi..................................................................... 17
2.3.6 Moda Transportasi Berbasis Rel ............................................... 18
2.3.7 Jenis – Jenis Transportasi ......................................................... 19
2.4 Bandar Udara ................................................................................. 20
2.4.1 Fungsi Bandar Udara ................................................................. 22
2.5 Karakteristik ................................................................................... 22
2.5.1 Usia............................................................................................ 24
2.5.2 Tingkat Pendidikan .................................................................... 24
2.5.3 Pekerjaan................................................................................... 26
2.5.4 Status Pekerjaan ....................................................................... 26
2.6 Pemilihan Moda Transportasi ........................................................ 26
2.6.1 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda .............. 28
2.6.2 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda
Transportasi Menuju Bandara ................................................... 30
2.7 Kuesioner ....................................................................................... 32
2.8 Populasi dan Sampel ..................................................................... 33
2.9 Metode Slovin ................................................................................ 34
2.10 Skala Likert .................................................................................... 35
2.11 Uji Validitas .................................................................................... 36
2.12 Uji Reliabilitas ................................................................................ 37

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian ............................................................................... 39


3.2 Fokus Penelitian ............................................................................. 39
3.3 Sumber Data ................................................................................... 39
3.3.1 Objek penelitian ..................................................................... 40
3.3.2 Subjek penelitian.................................................................... 41
3.3.3 Populasi dan Sampel ............................................................. 42
3.3.4 variabel penelitian .................................................................. 42
3.4 Teknik pengumpulan Data .............................................................. 44
3.5 Instrumen Penelitian ....................................................................... 45
3.6 Teknik Analisis ................................................................................ 46
3.6.1 Analisis Data menggunakan tingkat pembobotan (scoring) ... 46
3.7 Perancangan Penelitian .................................................................. 47

xi
3.7.1 Tahapan penelitian................................................................ 47
3.7.2 Diagram Alir Penelitian .......................................................... 52

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengumpulan Data ................................................................ 53


4.4.1 Distribusi Kuesioner ............................................................. 53
4.2 Karakteristik Responden ................................................................. 54
4.2.1 Jenis Kelamin ........................................................................ 56
4.2.2 Usia ....................................................................................... 57
4.2.3 Pendidikan Terakhir ............................................................... 57
4.2.4 Pekerjaan .............................................................................. 58
4.2.5 Penghasilan Perbulan ........................................................... 59
4.2.6 Tujuan Perjalanan ................................................................. 60
4.2.7 Alasan Memilih KA Bandara .................................................. 61
4.3 Metode Pembobotan....................................................................... 62
4.4 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ....................................................... 70
4.4.1 Uji Validitas ............................................................................ 70
4.4.2 Uji Reliabilitas ........................................................................ 71
4.5 Interpretasi Pembobotan................................................................. 72
4.5.1 Interpretasi Responden ......................................................... 72

BAB V KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan ..................................................................................... 74


5.2 Saran .............................................................................................. 75

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN – LAMPIRAN

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Stasiun BNI City ........................................................................ 40

Gambar 3.2 Stasiun Duri .............................................................................. 41

Gambar 3.3 Stasiun Internasional Soekarno Hatta ....................................... 41

Gambar 3.4 Diagram Alir Penelitian ............................................................. 52

Gambar 4.1 Diagram Jenis Kelamin Responden .......................................... 56

Gambar 4.2 Diagram Usia Responden ......................................................... 57

Gambar 4.3 Diagram Pendidikan Terakhir Responden ................................ 59

Gambar 4.4 Diagram Pekerjaan Responden ................................................ 59

Gambar 4.5 Diagram Tujuan Perjalanan Responden ................................... 60

Gambar 4.6 Diagram Alasan Responden Memilih KA Bandara.................... 61

xiii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1Tabel Interval Cronbach’s Alpha ................................................38

Tabel 3.1 Faktor – Faktor Pemilihan Moda ...............................................43

Tabel 3.2 Persentase Nilai ........................................................................47

Tabel 4.1 Data Distribusi Kuesioner .........................................................53

Tabel 4.2 Karakteristik Responden ...........................................................55

Tabel 4.3 Skala Penilaian Kuesioner ........................................................62

Tabel 4.4 Tabulasi Data Kuesioner ...........................................................63

Tabel 4.5 Persentase Nilai ........................................................................69

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas ......................................................................70

Tabel 4.7 Hasil Uji Varians........................................................................71

Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabel .......................................................................72

Tabel 4.9 Hasil Interpretasi Kuesioner Responden ...................................72

Tabel 4.10 Hasil Pembobotan Kuesioner Responden ..............................73

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Bimbingan Skripsi


Lampiran 2 Kuesioner Penelitian
Lampiran 3 Tabel r (Koefisien Korelasi Sederhana)
Lampiran 4 Dokumentasi

xv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tranportasi memiliki peranan pentig terhadap kehidupan manusia dalam
amendukung, mendorong, dan menunjang segala aspek kehidupan baik di
bidang ekonomi, sosial budaya, politik, dan pertahanan keamanan.
Transportasi merupakan cara memindahkan manusia/barang dari suatu temoat
ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan. Pengangkutan manusia atau
distribusi barang degan transportasi dibutuhkan karena keterbatasan tenaga
manusia dalam berpindah tempat dengan jarak yang jauh.
Pemilihan moda dapat dikatakan sebagai tahap terpenting dalam
perencanaan tranportasi. Ini karena peran kunci dari angkutan umum dalam
berbagai kebijakan tranportasi. Tingginya pergerakan masyarakat saat ini,
menurut penyelenggaraan transportasi yang tidak hanya bertumpu pada satu
moda. Pengintergrasian antar moda dengan memanfaatkan keunggulan yang
melekat pada masing-masing moda akan menciptakan sinergi, yang
menjadikan pergerakan masyarakat terlayani secara menerus.
Jabodetabek sebagai wilayah metropolitan yang mengalami
pertumbuhan yang sangat pesat hampir di segala bidang. DKI Jakarta Sebagai
Ibu kota negara Republik Indonesia yang merupakan pusat pemerintahan juga
berperan sebagai pertumbuhan ekonomi yang membuat wilayah Jabodetabek
semakin padat penduduk. Tuntutan akan kebutuhan sarana dan prasarana
umum dengan konsep yang mengikuti zamanya sekarang semakin bertambah
setiap tahunya. Salah satu permasalahan yang tidak pernah lepas dari
kehidupan sehari hari adalah masalah Kemacetan yang semakin parah akibat
pertumbuhan jumlah kendaraan dan panjang jalan yang tidak seimbang. Hal ini
juga dipacu dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk beralih
menggunakan trasnportasi umum.
Bandara sebagai simpul pergerakan mempunyai peranan penting dalam
pergerakan mempunyai peranan penting dalam mewujudkan keterpaduan antar
moda khususnya moda udara, moda jalan, dan moda rel (Buchari, 2008).

1
Bandara Interasional Soekarno-Hatta di Tanggereang, Provinsi Banten,
Merupakan pintu gerbang masuk dan keluar Indonesia. Dengan volume
penumpang mendekati 40 juta orang per tahun, bandara ini layak memiliki
jaringan kereta api ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, yang
merupakan tempat tinggal mayoritas penduduk Ibu kota.
Salah satu bandara utama yang tersibuk di Indonesia adalah Bandar
Udara Internasional Soekarno-Hatta. Akan tetapi, saat ini Bandar Udara
Internasional Soekarno-Hatta belum didukung dengan aksesibilitas menuju
bandar udara yang memadai. Sebagian besar aksesibilitas menuju bandara
masih banyak menggunakan angkutan transportasi darat yang waktu
perjalanannya tidak dapat diprediksi. Jika kondisi lalu lintas padat dan
gangguan cuaca (banjir) seringkali membuat tidak ada kepastian waktu yang
dibutuhkan untuk menuju bandara. Salah satu solusi untuk mengatasinya
adalah angkutan rel sebagai pemadu moda menuju bandara. Kereta api
merupakan moda transportasi yang bergerak di jalan rel (jalur terpisah dengan
moda lainnya) dan mampu mengangkut penumpang dengan kapasitas besar,
sehingga sangat cocok digunakan sebagai solusi menangani kemacetan dan
juga dapat memberikan kepastian waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke
bandara.
Dalam rangka mendukung terciptanya angkutan menuju bandar udara
tersebut, perlu dilakukan analisis karakteristik penumpang pesawat yang
mempengaruhi pemilihan moda transportasi berbasis rel dengan menggunakan
metode yang dapat menggambarkan karakteristik/preferensi para pengguna
moda sehingga dapat diketahui kriteria yang dapat menarik pengguna moda
transportasi non rel untuk beralih menggunakan kereta api bandara. Dari uraian
diatas, penulis mencoba untuk menganalisis karakteristik pemilihan moda
berdasarkan perilaku perjalanan dari sisi calon pengguna (user) pengguna KA
eskpres bandara, dengan studi kasus pada Bandar Udara Internasional
Soekarno – Hatta.

2
1.2 Batasan Masalah
Untuk memfokuskan penelitian maka dibuatlah masalah dalam penelitian
ini, yaitu:
1. Studi kasus pada Stasiun Duri, Stasiun Sudirman Baru (BNI City), dan
Stasiun KA Batu Ceper.
2. Koresponden yang diteliti adalah pengguna Kerata Api Ekpres Railink
Bandara dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
3. Objek pengamatan adalah Kereta Api Ekspes Railink Bandara
Internasional Soekarno-Hatta.
4. Waktu penelitian berdasarkan jadwal yang sudah di tentukan.

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan Batasan masalah yang telah penulis pilih maka dapat di
rumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :
1. Apa saja karakteristik yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda
transportasi berbasis rel menuju bandara Soekarno Hatta?
2. Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi penumpang kereta
ekpres Railink lebih memilih moda transportasi berbasis rel menuju
Bandara Soekarno – Hatta?
3. Apa pengaruh Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta
terhadap kondisi lalu lintas menuju Bandara Internasional Soekarno-
Hatta?

1.4 Tujuan Penelitian


Berdasarkan permasalahan yang di teliti, maka tujuan dari penelitiann ini
adalah:
1. Untuk mengetahui karakteristik pengguna moda transportasi berbasis
rel menuju bandara Soekarno Hatta.
2. Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi
okupansi kereta Railink lebih memilih moda transportasi berbasis rel
menuju Bandara Soekarno – Hatta.

3
3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh Kereta Api Bandara
Internasional Soekarno-Hatta terhadap kondisi lalu lintas menuju
Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

1.5 Manfaat Penelitian


1. Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan pembaca dan
memberikan pengertian faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik
pemilihan moda transportasi berbasis rel.
2. Sebagai masukan bagi pihak-pihak terkait dalam mengembangkan
peraturan serta sistem operasional transportasi berbasis Rel menuju
bandara.
3. Memberikan solusi dalam mendukung perkembangan Infrastruktur
trasnportasi umum untuk mengurangi kemacetan di wilayah
Jabodetabek.
4. Sebagai masukan dalam mengembangkan Infrastruktur transportasi.

1.6 Sistematika Penulisan


Dalam sistematika penulisan ini akan diuraikan menjadi lima bab yang
disusun secara singkat. Adapun uraian penulisan ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis memaparkan berbagai hal yang berkaitan
dengan penulisan laporan penelitian skripsi yang terdiri dari latar
belakang masalah, rumusan masalah, Batasan masalah, tujuan
penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini dijelaskan mengenai teori- teori yang berhubugan
dengan materi penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini penulis mejelaskan tahap- tahap pelaksanaan
penelitian dari awal hingga akhir penulisan laporan

4
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi penjelasan mengenai Analisis
Karakteristik Penumpang Kereta Ekspres Yang
Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi Berbasis Rel
Menuju Bandara Bandara Soekarno Hatta.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran dari serangkaian
kegiatan penelitian yang telah dilakukan.

5
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka


Ada beberapa penelitian mengenai Analisis faktor – faktor yang
mempengaruhi pemilihan moda transportasi menuju bandara, yaitu :
Irfan Fitriatmaja, Jurnal (Universitas Gajah Mada, 2015) Perilaku
Pemilihan Moda Transportasi Pengumpan Menuju Bandara Temon (Studi
Kasus: Kereta Api dan Kendaraan Pribadi) Berpindahnya Bandara Adisutjipto
ke Temon memunculkan satu masalah baru terkait jarak tempuh yang jauh,
sekitar 44.5 km dari pusat kota. Sehingga diperlukan adanya transportasi
penghubung menuju Bandara Temon dari pusat kota. Sehingga akan diteliti
beberapa skenario perjalanan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Data
primer di dapatkan dengan penyebaran kuesioner dan data sekunder
diperlukan dalam penentuan jumlah sampel. Dengan didapat data karakteristik
dan data stated preference, dapat dilakukan dengan analisis tabulasi silang dan
menggunakan program SPSS. Hasilnya dapat diketahui perilaku pemilihan
moda transportasi penghubung dari pusat Kota Yogyakarta menuju Bandara
Temon oleh pengguna bandara adalah skenario 1, dimana skenario 1 adalah
skenario dengan kondisi pelayanan terbaik namun dengan harga tertinggi
diantara 5 skenario lainnya.Dan juga skenario 3 dipilih karena memiliki kondisi
mirip dengan skenario 1 namun dengan harga dibawah skenario 1, tentunya
dengan sedikit pengurangan fasilitas yang ada dalam gerbong.
Dwi Novi Wulansai, Jurnal (Universitas 17 Agustus 1945, 2015) berjudul
Analisis Pemilihan Moda Angkutan Penumpang Menuju Bandara (Studi Kasus :
Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta) Dalam sistem transportasi di
suatu perkotaan perlu diamati perilaku pelaku perjalanan angkutan umum agar
diketahui faktor - faktor yang mempengaruhi pelaku perjalanan dalam
melakukan pemilihan moda. Sehingga diperoleh suatu model pemilihan moda
yang dapat menjelaskan probabilitas pelaku perjalanan dalam memilih moda
angkutan umum, serta dapat mengestimasi sensitivitas pelaku perjalanan
dalam penentuan pemilihan moda apabila dilakukan perubahan terhadap atribut

6
perjalanannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan
metode analisis pemilihan diskrit terhadap perilaku individu. Model pemilihan
moda yang digunakan adalah model Logit–Binomial-Selisih dengan pemilihan
dua moda yang ditinjau adalah 1) Kereta api bandara dan Bus Damri, 2) Kereta
api bandara dan taksi, 3) Kereta api bandara dan kendaraan pribadi (mobil).
Selanjutnya berdasarkan hasil analisis sensitivitas, diketahui bahwa yang paling
sensitif mempengaruhi probabilitas pemilihan moda adalah tarif (biaya
perjalanan). Dimana perubahan pada biaya perjalanan akan mengakibatkan
perubahan probabilitas pemilihan moda yang relatif lebih besar dibandingkan
bila terjadi perubahan pada atribut lainnya.
Danny Setiawan, Skripsi (Universitas Teknologi Yogyakarta, 2018)
berjudul Analisis Preferensi Penggunaan Moda Kereta Api Bandara menuju
New Yogyakarta International Airport Relokasi Bandara Adisutjipto ke Bandara
Internasional Baru Yogyakarta (NYIA) dalam jarak ± 45km dari pusat kota
Yogyakarta dengan kereta api bandara sebagai modal transportasi
penghubung, diperlukan penelitian preferensi penumpang dalam menganalisis
pilihan moda transportasi ke NYIA. Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah stated preference (SP) dan dianalisis dengan model ordered probit.
Hasilnya menunjukkan jarak ideal penumpang udara yang mau menggunakan
kereta bandara ketika jarak bandara ke kota sekitar 37 km. kesediaan
penumpang pesawat untuk membayar (WTP) yang menyatakan kereta bandara
“pasti menggunakan” adalah sekitar 56,00% untuk alternative 8. WTP kereta
bandara NYIA adalah Rp 50,067 dengan tingkat prioritas layanan tepat waktu.
Kondisi kemacetan dari kota Yogyakarta ke bandara NYIA akan berkurang
46,75% karena penumpang menggunakan kereta bandara.
Wahadi Wibowo, Jurnal (Universitas Diponegoro, 2017) berjudul
Pengaruh Karakteristik Penumpang Pesawat Terhadap Peluang Pemilihan
Moda Menuju Bandara Baru Kulonprogo Pertumbuhan jumlah penumpang
pesawat sipil membawa dampak tidak hanya terhadap penambahan jumlah
armada dan rute penerbangan, akan tetapi juga mengenai penyediaan
bandara dan fasilitas kelengkapannya. Fasilitas bandara tidak hanya mengenai
ruang terminal serta fasilitas sisi udara, tetapi juga berhubungan dengan

7
penyediaan fasilitas intermoda dari dan menuju bandara. Di Indonesia, terdapat
sebagian bandara yang mengalami peningkatan jumlah penumpang, sehingga
beberapa diantaranya memutuskan untuk memindahkan bandara lama ke
lokasi baru. Bandara Adi Sutjipto di kota Yogyakarta berencana untuk
memindahkan lokasinya ke kabupaten Kulonprogo yang masih dalam satu
provinsi. Keberadaan lokasi baru di Kulonprogo nantinya akan membawa
dampak terhadap pemilihan moda transportasi. Di sisi lain, pemilihan moda
menuju bandara baru tidak serta merta terjadi begitu saja, tetapi terdapat
beberapa faktor karakteristik dari para penumpang yang dapat mempengaruhi
pemilihannya. Beberapa karakteristik tersebut diantaranya adalah jarak tempat
tinggal, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, kepemilikan kendaraan pribadi,
tingkat usia penumpang dan jenis kelamin penumpang. Teknik analisis yang
dilakukan dalam studi ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengelompokan
berdasar criteria tertentu yang menggunakan teknik tabulasi silang. Penelitian
dilaksanakan dengan memberikan kuesioner terhadap para penumpang
pesawat untuk mendapatkan pemahaman tentang karakteristik mereka serta
pemilihan moda yang digunakan apabila bandara baru nanti sudah beroperasi.
Hasil penelitian merupakan keberadaan hubungan antara karakteristik para
penumpang pesawat dengan pemilihan moda menuju bandara baru. Preferensi
pemilihan moda menuju bandara baru dapat dijadikan pertimbangan di dalam
pengambilan keputusan terkait pembangunan fasilitas antarmoda menuju
bandara di Kulonprogo kedepannya.
Rimamunda Ekamarta, Skripsi (Universitas Lampung, 2018) berjudul
Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportas
Pada Mahasiswa Universitas Lampung Pemilihan moda merupakan salah satu
model yang digunakan dalam perencanaan transportasi, hal ini dikarenakan
peran kunci dari angkutan umum dalam upaya meningkatkan perbaikan dan
peningkatan pelayanan dari moda transportasi. Studi preferensi terhadap
responden dilakukan melalui survey primer (kuisioner survey dan interview)
pada mahasiswa Universitas Lampung dengan sampel sebanyak 150
responden. Analisa model pemilihan moda menggunakan analisis regresi
logistik dengan bantuan program SPSS 17. Hasil penelitian memperlihatkan

8
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda pada mahasiswa
Universitas Lampung adalah Variabel kepemilikan kendaraan (X6) dan Variabel
Pertimbangan kenyamanan (X9). Dari hasil uji statistik yang telah dilakukan,
didapatkan persamaan regresi logistic adalah sebagai berikut: Y = -2,038+
3,583 X6 +1,830 X9. Dengan probabilitas pada skenario 1 dengan variabel X6
dengan kode 0 dan X8 dengan kode 0 menghasilkan probabilitas angkutan
pribadi sebesar 11,53% dan angkutan lainnya sebesar 88,47%. Skenario 2
dengan variabel X6 dengan kode 1 dan X8 dengan kode 1 menghasilkan
probabilitas angkutan pribadi sebesar 96,69% dan angkutan lainnya sebesar
3,31%. Pada skenario 3 dengan variabel X6 dengan kode 1 dan X8 dengan
kode 0 menghasilkan probabilitas angkutan pribadi sebesar 82,42% dan
angkutan lainnya sebesar 17,58%. Pada skenario 4 dengan variabel X6
dengan kode 0 dan X8 dengan kode 1 menghasilkan probabilitas angkutan
pribadi sebesar 44,82% dan angkutan lainnya sebesar 55,18%.

2.2 Infrastruktur
Infrastruktur merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan
sekumpulan fasilitas yang sengaja dibuat untuk mendukung aktivitas kehidupan
manusia. Infrastruktur biasanya sengaja dibangun untuk bisa membantu dan
mempermudah suatu kegiatan tertentu seperti transportasi, pendataan
penduduk, dan berbagai macam kegiatan lainnya.(Neil S.,2004)
Definisi infrastruktur adalah sistem yang menipang sistem social dan
system ekonimi yang sekaligus menjadi penghubung dengan system
lingkungan, dimana system ini dapat dipakai sebagai dasar didalam mengambil
kebijakan. (Kodoatie,2005)
Infrastruktur merupakan bangunan keras yang memiliki bentuk fisik yang
nyata dan kegunaannya memang berasal dari bentuk fisik yang dimilikinya
tersebut. Infrastruktur merupakan bangunan keras yang paling banyak
berkaitan dengan kepentingan umum masyarakat. Kebanyakan masyarakat
juga mengartikan kata infrastruktur sebagai infrastruktur keras. Beberapa
contoh infrastruktur keras yaitu bandara, kereta api, pelabuhan, dermaga,
saluran irigasi, got, bendungan, jalan raya, dan lain – lain.(Robert, 2005)

9
Infrastruktur fisik dan sosial adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan
dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan
ekonomi sektor publik dan sektor privat sebagai layanan dan fasilitas yang
diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik Istilah ini umumnya
merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan
struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa jalan, kereta api, air bersih,
bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan,
telekomunikasi, pelabuhan secara fungsional, infrastruktur selain fasilitasi akan
tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,
distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat
melancarkan transportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian
untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat. dalam beberapa
pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan
dasar seperti antara lain termasuk sekolah dan rumah sakit, bila dalam militer,
istilah ini dapat pula merujuk kepada bangunan permanen dan instalasi yang
diperlukan untuk mendukung operasi dan pemindahan tersebut.

2.3 Transportasi
Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat
ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan
oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia
dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya
menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk di sana
jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar
menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi
sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara
merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya.
Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara
merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi
lainnya serta memiliki tingkat kecelakaan yang relatif lebih rendah daripada
transportasi darat dan air.

10
2.3.1 Transportasi Menurut Ahli
Menurut Steenbrink (2004), pengertian transportasi adalah
perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat atau
kendaraan dari dan ke tempat-tempat yang terpisah secara geografis.
Menurut Morlok (2002), pengertian transportasi adalah kegiatan
memindahkan atau mengangkut sesuatu dari suatu tempat ketempat
lainnya.
Menurut Bowersox (2002), pengertian angkutan adalah
perpindahan barang atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lain,
dimana produk dipindahkan ke tempat tujuan. Menurut Soegijatna
Tjakranegara, pengertian transportasi adalah memindahkan barang
(commodity of goods) dan penumpang dari suatu tempat ketempat lain,
sehingga pengangkut menghasilkan jasa angkutan atau produksi jasa
bagi masyarakat yang membutuhkan untuk pemindahan atau pengiriman
barang-barangnya.
Transportasi adalah kegiatan pemindahan barang (muatan) dan
penumpang dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam transportasi ada dua
unsur yang terpenting yaitu pemindahan/pergerakan (movement) dan
secara fisik mengubah tempat dari barang (comoditi) dan penumpang ke
tempat lain Salim (2000).
Transportasi atau pengangkutan dapat didefinisikan sebagai suatu
proses pergerakan atau perpindahan orang/barang dari suatu tempat ke
tempat lain dengan menggunakan suatu teknik atau cara tertentu untuk
maksud dan tujuan tertentu (Miro,2012). Suatu transportasi dapat
dikatakan baik jika waktu yang digunakan untuk perjalanan cepat dan
tidak terjadi kecelakaan, pelayanan cukup baik, serta aman (bebas dari
kecelakaan) dan dengan kondisi pelayanan yang nyaman. (Martok,2000
dikutip Miro,2012, mengungkapkan transportasi bukan merupakan tujuan
akhir, tetapi merupakan suatu alat yang dapat memenuhi maksud lain
dan sebagai akibat adanya pemenuhan kebutuhan (devided demand)
karena adanya kegiatan manusia dan menimbulkan permintaan atas
komoditas jalan. Terdapat beberapa faktor yang menentukan pada

11
komponen transportasi untuk mencapai kondisi transportasi yang ideal,
yaitu kondisi prasarana jalan serta sistem jaringan dan kondisi sarana
(kendaraan) juga yang tidak kalah penting adalah sikap mental dari
pengguna fasilitas transportasi tersebut.

Menurut (Ofyar Z Tamin, 2003)Beberapa tujuan transportasi yaitu:


1. Mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman,
cepat, lancar, tertib dan teratur.
2. Memadukan dengan transportasi lainnya dalam suatu kesatuan
system transportasi nasional.
3. Menjangkau seluruh pedalaman wilayah daratan guna menunjang
pemerataan perturnbuhan dan stabilitas serta sebagai pendorong
dalam pembangunan nasional.

Pada umumnya sistem transportasi di perkotaan terdiri dari system


angkutan penumpang dan sistem angkutan barang. Sistem angkutan
penumpang dapat diklasifikasikan menurut cara penggunaan dan
pengoperasiannya, yaitu:
a. Angkutan Pribadi adalah angkutan yang dimiliki dan dioperasikan
untuk keperluan pribadi dengan menggunakan prasarana pribadi
atau umum.
b. Angkutan umum adalah angkutan yang dimiliki oleh pengusaha
angkutan (operator) yang bisa digunakan untuk umum dengan
persyaratan tertentu.

2.3.2 Fungsi Transportasi


Fungsi transportasi (pengangkutan) memegang peranan penting
dalam usaha mencapai tujuan pengembangan ekonomi dalam suatu
bangsa. Alat transportasi memiliki beberapa fungsi utama bagi manusia.
Adapun beberapa fungsi transportasi adalah sebagai berikut:

12
1. Sebagai alat untuk memudahkan kegiatan manusia sehari-hari.
2. Sebagai alat untuk melancarkan proses perpindahan manusia dan
atau barang keperluan manusia.
3. Sebagai media yang dapat membantu pertumbuhan dan
perkembangan pembangunan di daerah tertentu.
4. Sebagai media yang dapat menunjang pertumbuhan dan
perkembangan ekonomi nasional melalui bisnis jasa transportasi.

Fungsi lain transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan


barang dari satu tempat ke tempat lain. Kebutuhan akan angktan
penumpang tegantung fungsi bagi kegunaan seseorang (personal place
utility). Peranan transportasi tidak hanya untuk melancarkan barang atau
mobilitas manusia. Tansportasi juga membantu tercapainya
pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara optimal. Transportasi
berfngsi sebagai sektor penunjang pembangunan (the promotion sector)
dan pemberi jasa (the servicing sector) bagi perkembangan ekonomi.

2.3.3 Manfaat Transportasi


Menurut (Sukarto, 2006) transportasi memiliki berbagai manfaat
bagi kehidupan manusia yang meliputi manfaat sosial, ekonomi, politik,
dan fisik.

1. Manfaat Sosial
Dalam kehidupan sosial / bermasyarakat ada bentuk hubungan
yang bersifat resmi, seperti hubungan antara lembaga pemerintah dengan
swasta, maupun hubungan yang bersifat tidak resmi, seperti hubungan
keluarga, sahabat, dan sebagainya. Untuk kepentingan hubungan sosial
ini, transportasi sangat membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas
dan kemudahan, seperti:
a. Pelayanan untuk perorangan maupun kelompok
b. Pertukaran dan penyampaian informasi
c. Perjalanan pribadi maupun sosial
d. Mempersingkat waktu tempuh antara rumah dan tempat bekerja

13
e. Mendukung perluasan kota atau penyebaran penduduk menjadi
kelompok-kelompok yang lebih kecil.

2. Manfaat Ekonomi
Manusia memanfaatkan sumberdaya alam untuk memenuhi
kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Sumberdaya alam ini perlu
diolah melalui proses produksi untuk menjadi bahan siap pakai untuk
dipasarkan, sehingga selanjutnya terjadi proses tukar menukar antara
penjual dan pembeli. Tujuan dari kegiatan ekonomi adalah memenuhi
kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah
salah satu jenis kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan
kebutuhan manusia melalui cara mengubah letak geografi orang maupun
barang. Dengan transportasi, bahan baku dibawa ke tempat produksi, dan
dengan transportasi pula hasil produksi dibawa ke pasar. Para konsumen
datang ke pasar atau tempat-tempat pelayanan yang lain (rumah sakit,
pusat rekreasi, pusat perbelanjaan dan seterusnya) dengan menggunakan
transportasi.

3. Manfaat Politik
Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, transportasi memegang
peranan penting. Beberapa manfaat politik transportasi, adalah:
a. Transportasi menciptakan persatuan nasional yang semakin kuat
dengan meniadakan isolasi.
b. Transportasi mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat dapat
dikembangkan atau diperluas secara lebih merata.
c. Keamanan negara sangat tergantung pada transportasi yang
efisien untuk memudahkan mobilisasi kemampuan dan ketahanan
nasional, serta memungkinkan perpindahan pasukan selama masa
perang atau untuk menjaga keamanan dalam negeri.
d. Sistem transportasi yang efisien memungkinkan perpindahan
penduduk dari daerah bencana.

14
4. Manfaat Fisik
Transportasi mendukung perkembangan kota dan wilayah sebagai
sarana penghubung. Rencana tata guna lahan kota harus didukung
secara langsung oleh rencana pola jaringan jalan yang merupakan rincian
tata guna lahan yang direncanakan. Pola jaringan jalan yang baik akan
mempengaruhi perkembangan kota sesuai dengan rencana tata guna
lahan. Ini berarti transportasi mendukung penuh terhadap perkembangan
fisik suatu kota atau wilayah.

Secara umum, manfaat transportasi dapat dibagi menjadi empat.


Beberapa manfaat transportasi adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Bagi Ekonomi
Seperti diketahui bahwa sebagian besar kegiatan ekonomi yang
dilakukan oleh manusia membutuhkan transportasi untuk memindahkan
manusia, hewan, dan barang.
2. Manfaat Bagi Sosial
Manusia merupakan mahluk sosial yang selalu membutuhkan satu
sama lainnya. Dengan adanya transportasi maka akan memudahkan
dalam berinteraksi satu sama lain. Beberapa manfaat transportasi bagi
sosial diantaranya :
a. Mempercepat proses perpindahan manusia dari suatu tempat ke
tempat lainnya.
b. Memudahkan proses pertukaran informasi dari setiap daerah.
c. Menjadi sarana pelayanan bagi masyarakat, baik perorangan
maupun kelompok.
d. Membuka peluang bisnis di bidang jasa angkutan atau perjalanan.

3. Manfaat untuk Kewilayahan


Indonesia terdiri dari banyak pulau sehingga dibutuhkan alat
transportasi agar bisa menjangkau setiap daerah di negara kita. Itu
sebabnya pembangunan prasarana untuk transportasi (jalan raya dan tol
laut) sangat dibutuhkan agar daerah-daerah pedalaman dapat dijangkau

15
sehingga proses pemenuhan berbagai kebutuhan di daerah tersebut
dapat dilakukan.
4. Manfaat Secara Politis
Transportasi juga memiliki manfaat secara politis, khususnya di
Indonesia. Adapun beberapa manfaa transportasi secara politis
diantaranya :
a. Mempersatukan setiap wilayah Indonesia.
b. Meningkatkan keamanan negara Indonesia.
c. Memudahkan dalam perluasan pelayanan bagi masyarakat.
d. Memudahkan dalam mengakses tempat-tempat tertentu, termasuk
ketika terjadi bencana.

2.3.4 Transportasi Umum


Kemacetan merupakan masalah bersama kota-kota besar di
Indonesia. Dari tahun ke tahun kemacetan ini tampak semakin parah dan
tak kunjung menemui jalan keluarnya. Sudah banyak sekali alternatif yang
dikemukakan oleh berbagai ahli untuk mengatasi masalah ini. Salah satu
yang populer adalah pengadaan angkutan umum yang memadai.
Transportasi Umum adalah kendaraan umum untuk mengangkut barang
atau orang dari satu tempat ke tempat lain, yang disediakan oleh pribadi,
swasta, atau pemerintah, yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan
cara membayar atau sewa. Terminologi angkutan umum dengan demikian
tidak hanya untuk mengangkut manusia saja, melainkan juga untuk
mengangkut barang.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun
1993 Tentang Angkutan Jalan angkutan umum adalah pemindahan orang
dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan
kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan untuk umum
dengan dipungut bayaran.

16
Warpani (2000) angkutan umum penumpang adalah angkutan
penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar dan tujuan
diselenggarakannya angkutan umum adalah memberikan pelayanan
angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat.
Vuchic (2001) menyatakan bahwa angkutan kota adalah sarana
transportasi penumpang perkotaan yang biasanya dijalankan di jalan raya
pada kondisi lalu lintas campuran (mixed trafffic) yang disediakan oleh
swasta atau operator umum dan berada dalam kelompok dan rute
tertentu.

2.3.5 Moda transportasi


Moda transportasi merupakan istilah yang digunakan untuk
menyatakan alat angkut yang digunakan untuk berpindah tempat dari satu
tempat ke tempat lain. Moda yang biasanya digunakan dalam transportasi
dapat dikelompokkan atas moda yang berjalan di darat, berlayar di
perairan laut dan pedalaman, serta moda yang terbang di udara. Moda
yang di darat juga masih bisa dikelompokkan atas moda jalan, moda
kereta api dan moda pipa.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang tersebar dengan 17
ribuan pulau hanya bisa terhubungkan dengan baik dengan sistem
transportasi multi moda, tidak ada satu modapun yang bisa berdiri sendiri,
melainkan saling mengisi. Masing-masing moda mempunyai keunggulan
dibidangnya masing-masing. Pemerintah berfungsi untuk
mengembangkan keseluruh moda tersebut dalam rangka menciptakan
sistem transportasi yang efisien, efektif dan dapat digunakan secara aman
dapat menempuh perjalanan dengan cepat dan lancar.
Jaringan transportasi dapat dibentuk oleh moda transportasi yang
terlibat yang saling berhubungan yang rangkai dalam Sistem Transportasi
Nasional (Sistranas). Masing-masing moda transportasi memiliki
karakteristik teknis yang berbeda dan pemanfaatannya disesuaikan
dengan kondisi geografis daerah layanan.
Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) adalah tatanan
transportasi yang terorganisasi secara kesisteman terdiri dari transportasi
17
jalan, transportasi kereta api, transportasi sungai, danau, dan
penyeberangan, transportasi laut serta transportasi pipa, yang masing-
masing terdiri dari sarana dan prasarana, kecuali pipa, yang saling
berinteraksi dengan dukungan perangkat lunak dan perangkat pikir
membentuk suatu sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif dan
efisien, berfungsi melayani perpindahan orang dan atau barang, yang
terus berkembang secara dinamis.

2.3.6 Moda Transportasi Berbasis Rel


Moda transportasi berbasis rel adalah pemindahan penumpang dan
barang di atas kendaraan beroda yang berjalan di atas rel. Sering disebut
sebagai transportasi kereta api atau perkeretaapian. Berbeda dengan
transportasi jalan, yakni kendaraan berjalan di atas permukaan datar,
sarana perkeretaapian selalu diarahkan oleh rel tempatnya berjalan. Rel
umumnya berupa batangan baja, dipasang pada bantalan dan ballast,
tempat sarana dengan roda, umumnya baja, bergerak. Variasi lain juga
dimungkinkan, seperti slab track, yaitu rel ditambatkan ke fondasi beton
tanpa perlu ballast.
Sarana dalam sistem transportasi kereta api umumnya menghadapi
hambatan gesek yang lebih rendah daripada kendaraan roda karet,
sehingga kereta penumpang dan gerbong dapat digabungkan menjadi
kereta yang lebih panjang. Operasi ini dilakukan oleh perusahaan kereta
api, yang menyelenggarakan operasi antara stasiun kereta penumpang
atau stasiun barang. Tenaga disediakan oleh lokomotif yang mengambil
daya listrik dari sistem elektrifikasi kereta api atau menghasilkan tenaga
sendiri, biasanya dengan mesin diesel. Sebagian besar rel disertai dengan
sistem persinyalan. Kereta api adalah sistem transportasi darat yang
aman jika dibandingkan dengan bentuk transportasi lainnya. Transportasi
kereta api mampu mengakomodasi arus penumpang dan barang yang
tinggi dan efisiensi energi, tetapi sering kurang fleksibel dan
membutuhkan banyak modal daripada transportasi jalan, ketika tingkat
lalu lintas yang lebih rendah dipertimbangkan.

18
Moda tansportasi berbasis rel atau kereta api memiliki keuntungan
dan kelemahan. Adapun keuntungan yang didapatkan dengan
menggunakan angkutan kereta api antara lain adalah:
a. Moda transportasi berbasis jalan rel (kereta api) merupakan tipe
moda angkutan yang memungkinkan pelayanan orang dan barang
dalam jarak pendek, menengah dan jauh dengan kapasitas yang
besar.
b. Angkutan kereta api memiliki potensi penggunaan energi yang
relatif kecil. Penggunaan energi yang relatif kecil bila dibandingkan
dengan besarnya kapasitas angkut dapat memberikan
kemungkinan biaya produksi aktivitas pengguna semakin kecil.
c. Keselamatan perjalanan akan lebih baik dibanding moda lainnya,
karena mempunyai jalur dan fasilitas terminal tersendiri.
d. Keandalan waktu cukup tinggi karena mempunyai jalur tersendiri,
kecepatan relatif lebih konstan, sehingga kemudahan dalam
pengaturan dan resiko keterlambatan kecil dan tidak terlalu
dipengaruhi oleh cuaca.
e. Tingkat keandalan keselamatan perjalanan relatif tinggi, dapat
sebagai angkutan wisata pada kawasan pariwisata.
f. Ramah lingkungan karena emisi gas buang kecil dan
pengembangan teknologi kereta berbasis energi listrik.

2.3.7 Jenis-Jenis Transportasi


Secara umum, ada tiga jenis transportasi yang sering digunakan
oleh manusia. Mengacu pada pengertian transportasi, adapun beberapa
jenis dan contoh alat transportasi adalah sebagai berikut:
A. Transportasi Darat
Transportasi darat terdiri dari dua kelompok, yaitu:
1. Transportasi Jalan Raya
Ini merupakan kendaraan yang beroperasi dengan
menggunakan jalan aspal/ beton. Beberapa prasarana yang

19
dibutuhkan adalah jalan raya, jembatan, halte, rambu lalu lintas,
dan lainnya. Alat transportasi jalan raya diantaranya:
a. Mobil, baik mobil penumpang maupun mobil angkutan.
b. Sepeda motor, kendaraan roda dua dengan motor penggerak
yang sangat banyak digunakan masyarakat Indonesia.
c. Sepeda, kendaraan roda dua yang digerakkan oleh manusia.
2. Kereta Api/ Listrik
Ini adalah kendaraan yang bergerak dengan menggunakan
bahan bakar batu bara atau daya listrik, dimana arah lajunya sesuai
dengan rel. Alat transportasi ini sangat populer digunakan karena
selain karena lebih ekonomis, kereta api juga cukup cepat dan
bebas macet. Beberapa prasarana yang dibutuhkan adalah rel
kereta api, stasiun kereta, rambu kereta, rangkaian listrik, dan
lainnya.
B. Transportasi Udara
Transportasi udara adalah kendaraan yang melakukan operasinya
diudara, baik mengangkut manusia, hewan, maupun barang.
Prasarana yang dibutuhkan transportasi udara adalah bandara udara,
operator penerbangan, dan lainnya.
C. Transportasi Air
Transportasi air adalah semua kendaraan yang dapat melakukan
operasinya di atas permukaan air, seperti perahu, kapal laut, feri, dan
lainnya. Prasarana angkutan air yang paling dibutuhkan adalah
pelabuhan sebagai tempat untuk mengangkut penumpang atau
barang.

2.4 Bandar Udara


Bandara atau bandar udara yang juga populer disebut dengan istilah
airport merupakan sebuah fasilitas di mana pesawat terbang seperti pesawat
udara dan helikopter dapat lepas landas dan mendarat. Suatu bandar udara
yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landasan pacu atau helipad (
untuk pendaratan helikopter), sedangkan untuk bandara-bandara besar

20
biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan
penerbangan maupun bagi penggunanya seperti bangunan terminal dan
hanggar.
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization) :
Bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk
bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara
keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan
pesawat.
Sedangkan definisi bandar udara menurut PT (Persero) Angkasa Pura I
adalah lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang
merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi
angkutan udara untuk masyarakat. Pada masa awal penerbangan, bandara
hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah
mana saja tergantung arah angin. Di masa Perang Dunia I, bandara mulai
dibangun permanen seiring meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan
landas pacu mulai terlihat seperti sekarang. Setelah perang, bandara mulai
ditambahkan fasilitas komersial untuk melayani penumpang. Sekarang,
bandara bukan hanya tempat untuk naik dan turun pesawat. Dalam
perkembangannya, berbagai fasilitas ditambahkan seperti toko-toko, restoran,
pusat kebugaran, dan butik-butik merek ternama apalagi di bandara-bandara
baru.
Transportasi udara umumnya dibagi menjadi tiga golongan, yakni,
angkatan udara penerbangan umum, dan militer. Kategori penerbangan swasta
dan umum selain penerbangan terjadwal yang dilaksanakan penerbangan
(airlines) meliputi juga penerbangan terjadwal pribadi dan yang digunakan oleh
industri swasta dan komersial untuk mengirimkan barang ataupun alat – alat
dan hasil produksi. Dalam kaegori penerbangan juga termasuk kegiatan
penerbangan non-transport, misalnya untuk keperluan inspeksi penerbangan,
pemadam kebakaran, dan lain – lain. Adapun istilah yang berkaitan dengan
operasi penerbangan adalah :

21
1. Penerbangan Terjadwal
Penerbangan secara teratur dan tetap pada jalur – jalur tertentu untuk
mengangkut penumpang, barang, dan pos.
2. Penerbangan Tidak Terjadwal
Penerbangan sewaktu – waktu pada jalur – jalur yang diperlukan untuk
pengangkutan penumpang, barang, dan pos termasuk penerbangan
cateran.

2.4.1 Fungsi Bandar Udara


Terminal Bandar udara digunakan untuk pemrosesan penumpang
dan bagasi untuk pertemuan dengan pesawat dan moda trasportasi
darat. Bandar udara juga digunakan untuk penanganan pengangkutan
barang (cargo). Pentingnya pengembangan sub sector transportasi
uadara yaitu:
1. Mempercepat arus lalu lintas penumpang, kargo dan servis melalui
transportasi udara di setiap pelosok Indonesia.
2. Mempercepat wahana ekonomi, memperkuat persatuan nasional
dalam rangka menetapkan wawasan nusantara.
3. Mengembangakan transportasi yang terintegrasi dengan sector
lainnya serta memperhatikan kesinambungan secara ekonomis.
Transportasi udara di Indonesia memiliki fungsi strategis sebagai
sarana transportasi yang menyatukan seluruh wilayah dan dampaknya
berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan dan peranannya maupun
dalam pengembangannya.

2.5 Karakteristik
Karakteristik adalah mengacu kepada karakter dan gaya hidup seseorang
serta nilai-nilai yang berkembang secara teratur sehingga tingkah laku menjadi
lebih konsisten dan mudah di perhatikan (Nanda, 2013). Selain itu, menurut
Caragih (2013) karakteristik merupakan ciri atau karateristik yang secara
alamiah melekat pada diri seseorang yang meliputi umur, jenis kelamin,
ras/suku, pengetahuan, status pekerjaan dan sebagainya.

22
A. Karakteristik Pelaku Perjalanan
Karakteristik pelaku perjalanan sangat berpengaruh terhadap pemilihan
moda transportasi yang merupakan aspek penting dari pembangunan suatu
moda tansportasi. Terdapat sebuah pertumbuhan kepentingan dalam hal-hal
yang berkaitan dengan perencanaan moda transportasi (Guisah Akar, 2013).
Jenis kelamin juga merupakan salah satu karakter yang terpenting dimana
terjadi pada penumpang, sebagai contoh wanita akan memilih transportasi yang
lebih nyaman dengan harga tinggi (Kuljanin et al, 2015).
Karakteristik pengguna dalam pemilihan moda transportasi dipengaruhi
oleh karakteristik meliputi penghasilan, jenis kelamin, umur, pendidikan
terakhir, pekerjaan, penghasilan. Faktor lainnya tergantung juga dari atribut
perjalanan meliputi; tujuan perjalanan seperti untuk bekerja, liburan, bisnis,
sekolah atau lainnya, waktu perjalanan, seperti hari, minggu,bulan atau
perjalanan tahunan. Perjalanan bekerja misalnya rutinitas yang dilakukan,
perjalanan mingguan atau bulanan juga mungkin dilakukan untuk bekerja
karena tugas di luar kota, sedangkan perjalanan tahunan biasanya merupakan
perjalanan liburan. Lokasi yang merupakan karakteristik yang akan membentuk
suatu bangkitan atau tarikan tertentu, dan panjang perjalanan (Dhinahadi
Vitriyana dan Eva Azhra Latifa 2018)
Karakteristik yang lainnya seperti pekerjaan dan penghasilan merupakan
faktor lain yang menjadi pertimbangan para peneliti dalam hal memahami
kondisi para penumpang. Berbagai tipe penumpang dapat mempengaruhi tipe
pemilihan modanya. Sebagai contoh seorang mahasiswa kemungkinan akan
memilih moda transportasi yang murah menuju ke bandara dibanding dengan
seorang pengusaha yang sangat menghargai waktu sehingga lebih memilih
moda yang lebih tepat waktu. Berhubungan dengan responden (para
penumpang), informasi demografisnya antara lain jenis kelamin, usia,
pendidikan, pekerjaan, penghasilan bulanan dan kepemilikan kendaraan pribadi
didalam rumah tangga (Chang, 2013). Adapun karakteristik responden yang
akan diteliti sebagai berikut:

23
2.5.1 Usia
Usia adalah waktu atau bertambahnya hari sejak lahir sampai akhir
hidup, usia sangat mempengaruhi seseorang semakin bertambah usia
maka semakin banyak pengetahuan yang di dapat. Kemungkinan besar
ada pengaruh faktor usia seseorang dalam pemilihan moda transportasi,
karena makin tua usia seseorang makin banyak pengalaman dan matang
dalam pengambilan keputusan.
Usia sangat mempengaruhi karakterisitik seorang. Usia yang lebih
muda atau menikah muda misalnya saat usia 17 tahun, dipastikan
mempunyai pengalaman, dan kematangan emosi yang berbeda dengan
orang yang sudah berumur 20 tahun ke atas. Pada usia misalnya 17
tahun, mungkin karena perbedaan pengalaman dan kurangnya informasi
karena dampak dari perbedaan umur akan berpengaruh pada pemilihan
moda transportasi. (Chang, 2013)

2.5.2 Tingkat Pendidikan


Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan
berlangsung seumur hidup. Pendidikan merupakan proses pengubahan
sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses,
cara, perbuatan mendidik (Notoatmodjo, 2010). Menurut UU RI No. 20
Tahun 2010, tingkat pendidikan dibagi menjadi :
1) Formal
a. Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan
Madrasah Ibtidaiyah atau bentuk lain yang sederajat serta
Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah
Tsanawiyah (MTS) atau bentuk lain yang sederajat.

24
b. Pendidikan Menengah
c. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah
umum dan pendidikan menengah jurusan, seperti : SMA, MA,
SMK, MAK atau bentuk lain yang sederajat
d. Pendidikan Tinggi.
Pendidikan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik,
sekolah tinggi, institut dan universitas.
2) Jalur Non-formal
Pendidikan non-formal ialah pendidikan yang disusun dan
dilaksanakan di luar dari pada sistem pendidikan formal.
Pendidikan ini boleh diperoleh melalui program seperti latihan,
kursus dalam, seminar, bengkel, forum dan persidangan. Menurut
definisi yang diberikan oleh PBB (Pertubuhan Bangsa-Bangsa
Bersatu) mengenai UNESCO, (pendidikan, sains dan kebudayaan)
program pendidikan yang bercorak vokasional, teknikal dan
kecakapan dikategorikan sebagai pendidikan non-formal di mana
program tersebut menyediakan orang dewasa didalam sesuatu
bidang kerja yang baru (Nanda, 2013).
3) Jalur Informal
Pendidikan informal ialah proses pendidikan pembelajaran
sampingan yang berlangsung secara spontan dan tanpa struktur.
Seseorang itu akan memperoleh dan menambahkan pengetahuan,
kemahiran dan membentuk sikap serta pandangan berdasarkan
pengetahuannya tiap-tiap hari sama ada di tempat bekerja, di
sekolah atau di tempat rekreasi. Umpamanya, jika seseorang
mendapat pengalaman dan merubah perlakuan melalui membaca
dan menonton televisi, maka ia boleh dikatakan mendapat
pendidikan informal dari pada media massa. Pendidikan informal
banyak disalurkan melalui media massa dan juga melalui interaksi
dengan masyarakat (Suparyanto, 2010).

25
2.5.3 Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu yang dilakukan oleh manusia untuk
mendapatkan penghasilan. Manusia perlu bekerja untuk mempertahankan
hidupnya. Dengan bekerja seseorang akan mendapatkan uang. Uang
yang diperoleh dari hasil bekerja tersebut digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup (Suparyanto, 2010).

2.5.4 Status pendapatan


Status pendapatan merupakan suatu posisi dalam hal
mendapatkan penghasilan,pemberian posisi ini disertai pula seperangkat
hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pembawa status.
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan dan pola
hidup yaitu status pendapatan. Selain itu, status ekonomi yang tinggi pada
seseorang akan menyebabkan orang tersebut mempunyai pola hidup dan
cara hidup yang lebih baik. Hal tersebut mempengaruhi pola pikir dari
seseorang sehingga kemungkinan berpengaruh terhadap pemilihan moda
tansportasi dengan kaca mata ekonomi atau pendapatan mereka masing-
masing (Anonim, 2012).Menurut Upah Minimun Propinsi (UMP) ataupun
Upah Minimum Regional (UMR) 2014 untuk standar upah tenaga kerja di
Provinsi DKI Jakarta yaitu Rp 3.940.973/ bulan.

2.6 Pemilihan Moda Transportasi


Moda Split atau pemilihan moda adalah salah satu bagian dari proses
Travel Demand Modelling yang memegang peranan penting dari angkutan
umum dalam kebijakan transportasi. Hal ini terkait dengan penyediaan sarana
angkutan dan juga prasarana jalan yang diperlukan untuk terjadinya proses
pergerakan dengan tersedianya moda yang ada.
Pemilihan moda (moda split) dapat didefinisikan sebagai pembagian dari
perjalanan yang dilakukan oleh pelaku perjalanan kedalam moda yang tersedia
dengan berbagai faktor yang mempengaruhi. Sedangkan model pemilihan
moda merupakan model yang menggambarkan perilaku pelaku perjalanan

26
dalam memilih moda yang digunakan. Faktor-faktor yang mendasari pemilihan
moda akan sangat bervariasi antara individu yang satu dengan yang lain.
Manusia sebagai pelaku perjalanan selalu memilih transportasi yang
paling menguntungkan, baik dilihat dari segi ekonomi, efisiensi maupun tingkat
pelayanan yang diinginkan. Dalam keadaan tertentu, pemakai alat transportasi
dalam melakukan perjalanan dapat memilih dari beberapa macam alat
transportasi yang tersedia.
Pemilihan alat transportasi oleh pengguna jasa transportasi ditentukan
oleh tipe dari perjalanan, karakteristik pelaku perjalanan maupun tingkat
pelayanan dari tingkat transportasi. Sikap perorangan terhadap angkutan umum
dapat di ukur dan di buat peringkat berdasarkan urutan kesukaan. Atribut
perjalanan yang paling bernilai dalam urutan adalah sampai tujuan tepat pada
waktunya, tidak perlu berganti kendaraan, pelayanan teratur, ada perlindungan
cuaca selama menunggu, dan waktu berhenti untuk menunggu lebih pendek.
Model pemilihan moda transportasi merupakan bagian yang sangat penting dari
model klasik perencanaan transportasi. Hal ini disebabkan oleh karena
pemilihan moda menjadi kunci yang memainkan peranan angkutan umum
dalam pembuatan kebijakan Transportasi.
Menurut Tamin (2002) dalam pemilihan moda transportasi mungkin
terdapat sedikit pilihan atau tidak ada pilihan sama sekali. Orang yang
mempunyai satu pilihan moda disebut Captive terhadap moda tersebut. Jika
terdapat lebih dari satu moda maka moda yang dipilih biasanya memiliki rute
terpendek, tercepat dan termurah, atau kombinasi dari ketiganya. Menurut
Khisty C.J (2003), Keputusan dalam pemilihan moda didasarkan pada
pertimbangan beberapa faktor seperti waktu, jarak, efesiensi, biaya, keamanan
dan Kenyamanan.
Sikap perorangan terhadap angkutan umum dapat diukur dan dibuat
peringkat berdasarkan urutan kesukaan. Atribut perjalanan yang paling bernilai
adalah sampai tujuan tepat pada waktunya, tempat duduk mudah didapat, tidak
perlu berganti moda, pelayanan teratur, ada perlindungan terhadap cuaca
selama menunggu dan waktu berhenti untuk menunggu lebih pendek (Hobbs,
2005).

27
Warpani (2002) menyatakan bahwa pemilihan moda angkutan didaerah
perkotaan bukan merupakan proses acak, melainkan dipengaruhi oleh faktor
kecepatan, jarak perjalanan, kenyamanan, kesenangan, biaya, keandalan,
ketersediaan moda, ukuran kota, usia, dan status sosial ekonomi pelaku
perjalanan.
Menurut Oktaviani dan Saputra (2015) pemilihan moda (moda split) dapat
didefinisikan sebagai pembagian dari perjalanan yang dilakukan oleh pelaku
perjalanan ke dalam moda yang tersedia dengan berbagai faktor yang
mempengaruhi. Wulansari pada 2016 menyatakan bahwa dalam pemilihan
moda transportasi, pengambil keputusan (konsumen) cenderung
memaksimalkan utilitas suatu pilihan. Sehingga alternatif moda yang
mempunyai utilitas yang tertinggi memiliki peluang besar untuk dipilih. Faktor-
faktor yang mempengaruhi pemilihan moda adalah ciri pengguna jalan, ciri
pergerakan, ciri fasilitas moda transportasi, dan ciri kota atau zona.

2.6.1 Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda


Memilih moda angkutan di daerah perkotaan bukanlah proses acak,
melainkan dipengaruhi oleh faktor kecepatan, jarak perjalanan,
kenyamanan, kesenangan, biaya, keandalan, ketersediaan moda, usia,
komposisi, dan status social ekonomi pelaku perjalanan. Pemilihan moda
berhubungan dengan prilaku pelaku perjalanan dalam menilai pelayanan
moda yang ditawarkan dan dipengaruhi banyak faktor. Adapun faktor-
faktor yang mempengaruhi orang dalam memilih moda menurut (Miro,
2012) adalah :
1. Faktor pertama adalah karakteristik perjalanan.
Pada kelompok ini terdapat beberapa variabel yang dianggap kuat
pengaruhnya terhadap prilaku pengguna jasa moda transportasi
dalam memilih moda transportasi dalam memilih moda angkut an,
yaitu terdiri dari :
a. Variabel tujuan perjalanan yang membentuk profil perjalanan
b. Variabel waktu perjalanan
c. Variabel jarak/panjang perjalanan

28
2. Faktor kedua adalah karakteristik pelaku per jalanan
Pada kelompok faktor ini, seluruh variabel ber hubungan dengan
individu pelaku per jalanan. Variabel – variable dimaksud ikut serta
berkontribusi mempengaruhi perilaku pembuat peRjalanan dalam
memilih moda angkutan. Variabel tersebut terdiri dari:
a. Variabel pendapatan
b. Variabel kepemilikan kendaraan
c. Variabel kondisi kendaraan pribadi
d. Variabel kepadatan permukiman
e. Variabel sosial - ekonomi lainnya
3. Faktor ketiga adalah karakteristik
pelayanan transportasi Pada faktor ini, seluruh variabel yang
berpengaruh terhadap per ilaku per jalanan dalam memilih moda
transportasi berhubungan dengan kinerja pelayanan sistem
transportasi, seperti berikut :
a. Variabel waktu total (lama perjalanan)
b. Variabel biaya perjalanan (relative travel cost)
c. Variabel tingkat pelayanan relative
d. Variabel tingkat akses/indeks daya hubung
e. Variabel tingkat kehandalan angkutan umum di segi waktu
Variabel-variabel di atas merupakan variabel pengukur nilai utilitas
yang disebut sebagai atribut, diperoleh denganmenggolongkan faktor-
faktor yang mempengaruhi manusia dalam menentukan pilihannya secara
sistematis. Hal tersebut dikarenakan pelaku perjalanan pada saat
mempertimbangkan atribut pelayanan mana yang dianggap penting, disini
timbul kesulitan karena pelaku perjalanan akan mempertimbangkan atribut
palayanan yang berbeda-beda.
Menurut (Ofyar Tamin, 2002) faktor – faktor yang mempengaruhi
seseorang dalam memilih suatu moda transportasi dapat dibedakan atas
tiga kategori sebagai berikut :
1. Karekteristik pelaku perjalanan
Hal-hal yang mempengaruhi sebagai berikut:

29
a. Keadaan sosial, ekonomi, dan tingkat pendapatan.
b. Ketersedian atau kepemilikan kendaraan.
c. Kepemilikan surat izin mengemudi (SIM).
2. Karakteristik perjalanan
Hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik perjalanan adalah:
a. Tujuan perjalanan di negara-negara maju akan lebih mudah
melakukan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum
karena ketepatan waktu dan tingkat pelayanan yang sangat baik,
serta biaya yang relatif murah dari pada menggunakan
kendaraan pribadi.
b. Jarak perjalanan Semakin jauh perjalanan, orang semakin
cendrung memilih angkutan umum dibandingkan dengan
kendaraan pribadi.
c. Waktu terjadinya perjalanan.
3. Karakteristik sistem transportasi
Tingkat pelayanan yang ditawarkan oleh masing-masing sarana
transportasi merupakan faktor yang sangat menentukan bagi
seseorang dalam memilih sarana transportasi. Tingkat pelayanan
dikelompokkan dalam dua kategori:
1) Faktor kuantitatif
a. Lama waktu perjalanan yang meliputi waktu di dalam
kendaraan, waktu tunggu dan waktu berjalan kaki.
b. Biaya transportasi, misalnya tarif, biaya bahan bakar, dan Iain
– lain .
2) Kaktor Kualitatif
a. Kenyamanan.
b. Keamanan

2.6.2 Faktor-Faktor Pemilihan Moda Transportasi Menuju Bandara


Menurut Joint Transport Research Centre (2008) dan Prasetya dan
Muthohar (2012) membahas tentang berbagai faktor yang menentukan
pilihan moda transportasi bagi calon penumpang pesawat, di antaranya:

30
1. Ketersediaan
Moda akses yang tersedia, keberadaan kendaraan pribadi;
Keberadaan pengantar untuk mengantarkan menuju bandara;
Transportasi publik yang tersedia.
2. Waktu akses
Waktu tempuh mencapai bandara (termasuk untuk parkir).
3. Biaya Akses
Berapa biaya untuk mencapai bandara.
4. Frekuensi
Seberapa sering layanan angkutan umum tersebut tersedia;
bagaimana peningkatan waktu tempuh apabila ketinggalan
angkutan tersebut.
5. Kenyamanan
Seberapa mudah cara melakukan perjalanan, seberapa sering
harus transit, apakah ada jaminan mendapat tempat duduk.
6. Kehandalan
Bagaimana kehandalan waktu perjalanan, seberapa handal proses
transfernya, berapa waktu yang dipersiapkan agar tidak ketinggalan
penerbangan.

Menurut Anggoman pada 2007 [6] kualitas pelayanan merupakan


suatu kondisi atau karakteristik dari angkutan umum yang diharapkan oleh
pengguna yang terdiri dari:
1. Keselamatan
Meliputi keselamatan pada waktu menggunakan angkutan umum
dan pada waktu kendaraan berhenti.
2. Kenyamanan
Meliputi kenyamanan fisik penumpang, keindahan dan lingkungan.
3. Kemudahan pencapaian
Meliputi distribusi rute yang menjangkau seluruh wilayah, kapasitas
kendaraan, frekuensi pelayanan dan pengoperasian jadwal,
identifikasi tempat perhentian dan distribusi papan informasi.

31
4. Keandalan
Elemen ini tergantung dari penyediaan pelayanan khusus yang
diberikan oleh operator.

2.7 Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dikirim kepada responden baik
secara Iangsung maupun tidak Iangsung. Kuesioner atau angket secara umum
dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab sesuai bentuk
angket. Apabila angket tertutup cara menjawab cukup dengan membubuhkan
check list (√) pada kolom. Sementara itu, apabila angket bersifat terbuka, cara
menjawabnya dengan mengisi jawaban pada kolom yang tersedia.
Kuesioner merupakan alat ukur untuk menganalisis suatu penelitian,
kuesioner ini dibuat untuk mengkaji penelitian ini lebih dalam yaitu
mengumpulkan jawaban dari responden. Sebuah kuesioner yang baik adalah
kuesioner yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang baik dimana
pertanyaan yang diajukan sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan
interpretasi lain dari responden.
Menurut Suroyo Anwar (2009) angket atau kuesioner merupakan
sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis tentang data faktual atau opini
yang berkaitan dengan diri responden,yang dianggap fakta atau kebenaran
yang diketahui dan perlu dijawab oleh responden. Angket adalah suatu alat
pengumpul data berupa serangkain pertanyaan yang diajukan pada responden
untuk mendapat jawaban.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
kuisioner adalah alat pengumpul data berupa serangkaian pertanyaan atau
pernyataan yang berhubungan dengan responden untuk mendapat jawaban.
Dewa Ktut Sukardi (1983), pengertian kuesioner adalah suatu bentuk
teknik alam pengumpulan data yang dilakukan pada metode penelitian dengan
tidak perlu/wajib memerlukan kedatangan langsung dari sumber data.
Menurut Bimo Walgito (1987), definisi kuesioner adalah daftar pertanyaan
dalam penelitian yang diharuskan untuk dijawab oleh responden atau informan
menurut Siharsini (2009) klasifikasi kuesioner terbagi atas 2 jenis, yaitu:

32
1. Kuesioner langsung dan tidak langsung.
langsung kepada orang yang dimintai pendapat. Sebaliknya, apabila
kuesioner dikirim kepada seseorang yang dimintai pendapat mengenai
keadaan orang lain, maka disebut kuesioner tidak langsung.Suatu
kuesioner dikatakan langsung apabila kuesioner tersebut dikirim
2. Kuesioner terbuka dan tertutup.
Kuesioner tertutup merupakan kuesioner yang menghendaki jawaban
pendek, atau jawabannya diberikan dengan membubuhkan tanda tertentu.
Daftar pertanyaan disusun dengan disertai alternatif jawaban, responden
diminta untuk memilih salah satu jawaban atau lebih dari altenatif yang
disediakan. Sedangkan kuesioner terbuka merupakan kuesioner yang
berupa item-item pertanyaan yang tidak disertai alternatif jawaban,
melainkan mengharapkan responden untuk mengisi dan memberi
komentar atau pendapat.

2.8 Populasi dan Sampel


Menurut Sugiyono (2008) Populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah proyek konstruksi di
wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Sampel menurut Arikunto yang dikutip oleh Dominikus Dolet Unaradjan
adalah bagian dari populasi.Sampel Penelitian adalah sebagian dari populasi
yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili populasi. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah okupansi kereta ekpres bandara
Soekarno – Hatta di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Dengan pengambilan sampel dapat melakukan investigasi yang lebih
lengkap, pengawasan dan pengolahan data yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan
dengan hasil penelitian bahwa 90 persen galat (error) penelitian disebabkan
oleh kesalahan non sampling dan hanya 10 persen yang disebakan kesalahan
sampling. Pengambilan sampel juga bisa menyediakan informasi secara cepat .

33
Kecepatan ini bisa meminimalkan waktu antara kebutuhan akan suatu informasi
dengan ketersediaan informasi tersebut.
Masalah utama mengenai pengambilan sampel ini adalah seberapa jauh
keterwakilan sampel tersebut terhadap populasi sasarannya. Hasil pengolahan
dari sampel, disebut statistik, bisa salah dalam menduga nilai pupulasi yang
disebut parameter. Hasil pengolahan dari sampel tersebut bias terlalu kecil
(underestimate) atau terlalu besar (over estimate) dari nilai parameter yang
sesungguhnya. Keragaman nilai-nilai statistik tersebut cenderung terjadi
kompensasi satu sama lain sehingga nilai statistik tersebut secara umum
mendekati nilai parameter. Masalah ini terkait dengan berapa jumlah elemen
dalam sampel yang cukup mewakili dan bagaiman cara pengambilan
contohnya. Sedangkan penjelasan teoritis mengenai keterwakilan ini adalah
prinsip peluang (probability) dan distribusi sampling.
Menurut Soegeng dalam Tahir (2011) menyebutkan syarat-syarat
terpenting dalam pengambilan sampel adalah:
1. Sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat
atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.
2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan
baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel
dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode
dilaksanakan sama.
3. Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan,
pengambilan sampel harus dapat memberikan banyak keterangan dengan
biaya minimal.

2.9 Metode Slovin


Metode slovin merupakan salah satu metode penelitian yang sering
digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Sampel sangat berkaitan dengan
populasi. Sampel yang terlalu kecil dapat menyebabkan penelitian tidak
menggambarkan populasi yang sesungguhnya.
Agar sampel yang diperoleh representative, peneliti menggunakan rumus
slovin (Husein Umar, 2009:120), yaitu sebagai berikut:

34
𝑁
𝑛 = 1+𝑁 (𝑒)2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (2.1)

Keterangan:
N = jumlah populasi
n = jumlah sampel
e = persentase kelonggaran karena kesalahan pengambilan sampel yang
masih ditolelir (ketidaktelitian)

Untuk menggunakan rumus ini, pertama-tama ditentukan batas toleransi


kesalahan. Batas toleransi kesalahan dinyatakan dengan persentase. Semakin
kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel menggambarkan populasi.
Tapi semakin kecil toleransi kesalahan, maka semakin besar jumlah sampel
yang dibutuhkan.

2.10 Skala Likert


Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur persepsi, sikap
atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau
fenomena sosial, berdasarkan definisi operasional yang telah ditetapkan oleh
peneliti. Skala ini merupakan suatu skala psikometrik yang biasa diaplikasikan
dalam kuesioner dan paling sering digunakan untuk riset yang berupa survei,
termasuk dalam penelitian survei deskriptif.
Penggagas dan pencipta skala likert adalah Rensis Likert asal Amerika
Serikat yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala
Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Dalam
pengukuran bidang pendidikan, skala Likert juga sering digunakan, selain juga
skala Guttman, semantik Diferensial, Rating scale, dan skala Thurstone. Dalam
penggunaan skala Likert, terdapat dua bentuk pertanyaan, yaitu bentuk
pertanyaan positif untuk mengukur skala positif, dan bentuk pertanyaan negatif
untuk mengukur skala negatif. Pertanyaan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1;

35
sedangkan bentuk pertanyaan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, dan 5 atau -2, -1, 0,
1, 2.
Skala Likert diambil dari nama penciptanya yaitu Rensis Likert, yang
menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaanya. Dalam
menanggapi pertanyaan pada skala Likert, Responden menentukan tingkat
persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari
pilihan yang tersedia. Bentuk jawaban skala Likert biasanya disediakan lima
pilihan skala sangat setuju, setuju, cukup, tidak setuju, sangat tidak setuju.

2.11 Uji Validitas


Validitas berasal dari kata validity yang berarti sejauhmana ketepatan dan
kecermatan pengukur (tes) dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2011).
Validitas menunjukkan keadaan yang sebenarnya dan mengacu pada
kesesuaian antara konstruk, atau cara seorang peneliti dalam
mengkonseptualisasikan ide dalam definisi konseptual dan suatu ukuran. Hal ini
mengacu pada seberapa baik ide tentang realitas “sesuai” dengan realitas
aktual. Dalam istilah sederhana, validitas membahas pertanyaan mengenai
seberapa baik realitas sosial yang diukur melalui penelitian sesuai dengan
konstruk yang peneliti gunakan untuk memahaminya (Neuman, 2007).
Validitas yaitu mengenai apa dan seberapa baik suatu alat tes dapat
mengukur, sedangkan reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai
oleh orang yang sama ketika diuji berulang kali dengan tes yang sama pada
kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen
(equivalent items)yang berbeda, atau dibawa kondisi pengujian yang berbeda
(Anastasi & Urbina, 1998).
Menurut Suharsimin Arikunto (2008), Validitas dapat diartikan yaitu suatu
ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu
instrument. Uji validitas kuesioner dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
kehandalan kuesioner. Dasar penelitian keputusan untuk menguji validitas butir
kuesioner adalah:

a. Jika r hitung > r tabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.

36
b. Jika r hitung < r tabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.

Dimana taraf signifikansi sebesar 10% (Suharsimi Arikunto, 2008)

2.12 Uji Reliabilitas


Validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang
valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat akan tetapi juga harus
memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut. Validitas berasal
dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketetapan dan kecermatan
suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya.
Menurut Masri Singarimbun, realibilitas adalah indeks yang menunjukkan
sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu
alat pengukur dipakai dua kali – untuk mengukur gejala yang sama dan hasil
pengukuran yang diperoleh relative konsisten, maka alat pengukur tersebut
reliable. Dengan kata lain, realibitas menunjukkan konsistensi suatu alat
pengukur di dalam pengukur gejala yang sama.
Reabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsistensi) suatu tes,yakni sejauh
mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg,relatif tidak
berubah walaupun diteskanpada situasi yang berbeda-beda.
Menurut Elvinaro Ardianto (2010) uji reliabilitas adalah indeks yang
menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya. . .atau
. . . . .dapat
. . . . . . .diandalkan.
. . . . . . (2.2)
Dalam pengujian ini perhitungan uji reliabilitas dibantu dengan menggunakan
program Microsoft excel. Reliabilitas Cronbanch’s Alpha digunakan untuk
mencari reliabilitas instrument yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket
atau soal dalam bentuk uraian (Sugiyono, 2010). Adapun rumus yang
dugunakan adalah sebagai berikut:

𝑘 ∑ 𝜎𝑖 2
𝑟= (1 − )
𝑘−1 𝜎𝑡 2
Keterangan :
r = koefisien reliabilitas
∑ 𝜎𝑖 2 = jumlah varian skor tiap-tiap item
𝜎𝑡 2 = varians total

37
k = jumlah item pertanyaan
Hasil dari perhitungan tersebut, suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai
alpha yang dihasilkan lebih besar dari 0,61. Tingkatakan reliabilitas suatu
angket dapat dilihat dari table berikut:

Tabel 2.1 Tabel interval Cronbach’s Alpha


Interval Cronbach’s Alpha Tingkat Hubungan
0,00 – 0,20 Tidak Reliabel
0,21 – 0,40 Kurang Reliabel
0,41 – 0,60 Cukup Reliabel
0,61 – 0,80 Reliabel
0,81 – 1,00 Sangat Reliabel
Sumber : (Sugiyono, 2008:176)

38
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Metode Penelitian yang digunakan penulis untuk melaksanakan penelitian
ini adalah metode kualitatatif. Menurut Meleong menyebutkan bahwa penelitian
kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk memahami suatu
fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan
proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena
yang diteliti.Upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan
data,mengorganisasikan data,memilih milihnya menjadi sesuatu yang dapat
dikelola,mensintesiskan serta memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada
orang lain.Berdasarkan definisi tersebut maka langkah awal yang dilakukan
adalah mengumpulkan data yang ada,menyusun secara sistematis,kemudian
mempresentasikan hasil penelitiannya kepada orang lain.

3.2 Fokus Penelitian


Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis karakteristik okupansi kereta
bandara dan faktor – faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi
berbasis rel menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dan pembatasan
masalah hanya pada transportasi berbasis rel.

3.3 Sumber Data


Salah satu pertimbangan dalam memilih masalah penelitian adalah
ketersediaan sumber data. Penelitian kuantitatif lebih bersifat explanation
(menerangkan, menjeleskan), karena itu bersifat to learn about the people
(masyarakat sebagai objek), sedangkan penelitian kualitatif lebih bersifat
understanding (memahami) terhadap fonemena atau gejala sosial, karena
bersifat to learn about the people (masyarakat sebagai subyek).
Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana
data dapat diperoleh. Sumber data penelitian ini yaitu sumber subjek dari

39
tempat mana data bisa didapatkan. Pada penelitian ini peneliti memakai
kuisioner didalam pengumpulan data, maka sumber data adalah responden,
yakni orang yang menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis ataupun lisan.
Sumber data berbentuk responden ini digunakan didalam penelitian.

3.3.1 Objek Penelitian


Lokasi penelitian secara langsung diambil pada tiga stasiun. Tiga
stasiun ini diambil karena karena stasiun tersebut merupakan wilayah
pusat bisnis dan perkantoran yang berada di provinsi DKI Jakarta dan
sesuai dengan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik dan faktor –
faktor yang mempengaruhi okupansi kereta bandara memilih moda
transportasi berbasis rel. Adapun stasiun yang menjadi lokasi survey
secara langsung yaitu :
a. Nama Stasiun : Stasiun BNI City
Lokasi Stasiun : Jalan Tanjung Karang No. 1, Kb. Melati,
Tanahabang, Kota Jakarta Pusat, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta.

Gambar 3.1 Peta lokasi Stasiun BNI City


( Sumber : Google Maps )

b. Nama Stasiun : Stasiun Duri


Lokasi Stasiun : Jalan Duri Utara, Duri Utara, Tambora, Kota
Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
11270.

40
Gambar 3.2 Peta Lokasi Stasiun Duri
(Sumber : Google Maps)

c. Nama Stasiun : Stasiun Batuceper


Lokasi Stasiun : Jl. KH. Agus Salim, Poris Palwad, Kec.
Cipondoh Kota Tangerang, Banten
15141

Gambar 3.3 Peta lokasi Stasiun Batu Ceper


(Sumber: Google Maps)

3.3.2 Subjek Penelitian


Subjek penelitian ini adalah para penumpang pesawat yang
menggunakan moda transportasi berbasis rel dan non rel menuju bandara
Soekarno Hatta, sedangkan objek yang diteliti adalah faktor internal dan
faktor eksternal karakteristik penumpang pesawat yang mempengaruhi
pemilihan moda transportasi berbasis rel dan non rel menuju bandara.

41
3.3.3 Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah okupansi
kereta bandara diwilayah provinsi DKI Jakarta. PT. Railink mencatat
okupansi kereta bandara Soetta pada hari biasa sekitar 2700 orang.
Sementara sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi. Berdasarkan populasi tersebut maka untuk
menentukan sampel penelitian digunakan Rumus Slovin (Rumus 2.1)
sebagai berikut:
𝑁 2850
𝑛= 𝑛= n=96,6=97 Responden
1+𝑁 (𝑒)2 1+2850(10%)2

Keterangan:
N = jumlah populasi
n = jumlah sampel
e = persentase kelonggaran karena kesalahan pengambilan sampel yang
masih ditolelir (ketidaktelitian) dimana taraf signifikansi sebesar 10%
(Suharsimi Arikunto, 2008)

3.3.4 Variabel Penelitian


Variabel bebas adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
pemilihan moda transportasi. Dalam menentukan variabel kemudian ada
beberapa tahapan yang harus dilakukan, hal pertama yang dilakukan ialah
dengan melihat variabel-variabel apa sajakah yang diambil pada hasil-
hasil penelitian terdahulu terkait dengan tema yang sama, hal ini dilakukan
sebelum penelitian dilakukan dan menambahkan variabel-variabel yang
berdasarkan logika saja sudah mempunyai keterkaitan (korelasi) dengan
variabel terikat. Variabel-variabel tersebut kemudian dijadikan sebagai
variabel hipotesa. Variabel ini diberi simbol X, adapun variabel-variabel
hipotesa yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Dalam hal ini variabel terikat adalah hasil dari analisa faktor yang
mempengaruhi pemilihan transportasi berbasis rel.

42
Tabel 3.1 Faktor – Faktor Pemilihan Moda

No. Variabel Pernyataan Referensi

1. X1 Dengan mengguanakan KA bandara dapat


(Miro 2012)
lebih menghemat biaya perjalanan

2. X2 Harga tiket KA bersaing dengan transportasi


(Miro 2012)
non rel menuju bandara lainya.

3. X3 Waktu yang ditempuh dengan KA bandara


(Miro 2012)
lebih cepat.

Keselamatan menggunakan KA bandara lebih


4. X4 tinggi daripada menggunakan transportasi non (Miro 2012)
rel.

5. X5 Dengan menggunakan KA bandara


(Miro 2012)
kemacetan bisa dihindari.

6. X6 Keamanan menggunakan KA bandara lebih (Dhinahadi


tinggi daripada transportasi non rel. Vitriyana 2018)

7. X7 Kenyamanan menggunakan KA bandara lebih (Dhinahadi


baik daripada transportasi non rel. Vitriyana 2018)

8. X8 Kebersihan KA bandara lebih baik (Dhinahadi


dibandingkan tansportasi non rel. Vitriyana 2018)

9. X9 Suasana KA bandara lebih nyaman (Dhinahadi


dibandingkan transportasi non rel. Vitriyana 2018)

10. X10 Fasilitas KA bandara lebih unggul (Dhinahadi


dibandingkan moda transportasi non rel. Vitriyana 2018)

11. X11 Frekuensi keberangkatan KA bandara (Dhinahadi


terkordinasi. Vitriyana 2018)
(Sumber : Berdasarkan pengumpulan data penelitian dan lliteratur)

Variabel – variabel ini di tentukan dari hasil studi literatur yang di tujukan
kepada okupansi kereta eskpres Bandara Internasional Soekarno – Hatta
sehingga didapatkan item pertanyaan yang menjadi bahan kuisioner untuk di
teliti. Pertanyaan dari Kuisioner ini di jawab oleh narasumber dengan
menggunakan Skala Likert dalam bentuk jawaban yang sudah disediakan lima
pilihan yaitu skala sangat setuju, setuju, cukup, tidak setuju, dan sangat tidak
setuju.

43
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Salah satu komponen yang penting dalam penelitian adalah proses
peneliti dalam pengumpulan data. Kesalahan yang dilakukan dalam proses
pengumpulan data akan membuat proses analisis menjadi sulit. Selain itu hasil
dan kesimpulan yang akan didapat pun akan menjadi rancu apabila
pengumpulan data dilakukan tidak dengan benar.
Pengumpulan data penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Terdapat langkah pengumpulan data dan teknik pengumpulan data yang harus
diikuti. Tujuan dari langkah pengumpulan data dan teknik pengumpulan data ini
adalah demi mendapatkan data yang valid, sehingga hasil dan kesimpulan
penelitian pun tidak akan diragukan kebenarannya.
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang
dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sebelum melakukan
penelitian, seorang peneliti biasanya telah memiliki dugaan berdasarkan teori
yang ia gunakan, dugaan tersebut disebut dengan. Untuk membuktikan
hipotesis secara empiris, seorang peneliti membutuhkan pengumpulan data
untuk diteliti secara lebih mendalam.
Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada
dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah
ditentukan sebelumnya. Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti bagi
penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Data bisa
memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka, bahasa,
simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data
asalkan dapat kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek,
kejadian, ataupun suatu konsep.
Adapun cara memperoleh data pada penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Data Primer
Untuk memperoleh data primer pengambilan sampel menggunakan
probability sampling, yaitu dilakukan secara acak dan objektif, sehingga
setiap anggota populasi (pengguna KA ekspres bandara) memiliki
kesempatan tertentu untuk terpilih menjadi sampel. Pembagian

44
kuesioner dibagikan secara langsung untuk pengguna KA ekspres
bandara yang sedang berada di Stasiun. Untuk responden yang tidak
sedang berada di Stasiun, dapat dilakukan dengan memberikan
kuesioner langsung dengan bertemu (kuesioner dicetak). Selain itu,
dapat juga digunakan kuesioner secara digital, yaitu dengan dibagikan
link yang berisi formulir kuesioner dengan menggunakan fasilitas Google
Docs (https://forms.gle/FaDQpvy6YYVqRqyx9).
a. Petunjuk pengisian kuesioner
Pada tahap ini responden diberikan pentunjuk pengisian kuesione
ragar responden tidak salah dalam pengisian kuesioner.
b. Pengisian Kuesioner
Jenis pertanyaan yang digunakan pada isi kuesioner adalah
tertutup agar mempermudah responden untuk menjawab
pertanyaan dan memfokuskan jawaban yang diharapkan penulis.
2. Data Sekunder
Untuk memperoleh data sekunder pada penelitian ini digunakan
beberapa metode, yaitu sebagai berikut:
a. Studi Literatur
Data sekunder yaitu data yang diperoleh berdasarkan acuan dan
literatur yang berhubungan dengan materi. Pada penelitian ini studi
literatur diperoleh dari buku,skripsi ataupun tesis, jurnal dan sumber
lainnya.
b. Dokumentasi
Dokumentasi pada penelitian ini berupa data didapatkan peneliti
saat survey.

3.5 Instrumen Penelitian


Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner (Lampiran). Penyebaran kuesioner berupa pertanyaan-pertanyaan
yang ditujukan kepada responden yang menggunakan transportasi massal
kereta bandara dengan tujuan bandara Soekarno Hatta dan pengguna jalan
pada umumnya dengan tujuan Bandara Soekarno Hatta untuk mendapatkan

45
informasi mengenai pengaruh perilaku terhadap pemilihan moda transportasi
berbasis rel dan non rel menuju bandara internasional soekarno hatta.

3.6 Teknik Analisis


Data-data yang telah diperoleh dari kuisioner dikumpulkan dan
selanjutnya diolah agar dapat digunakan sebagai data masukan dalam proses
analisa selanjutnya. Data yang diperoleh dari kuisioner masih dalam bentuk
respon individu berupa pilihan terhadap poin rating yang disajikan dalam skala
semantik. Untuk menganalisa data yang diperoleh maka penulis menggunakan
menggunakan tingkat pembobotan (scoring).

3.6.1 Analisis Data menggunakan tingkat pembobotan (scoring)


Metode yang digunakan untuk mengukur penilaian terhadap penyebab
kegagalan kontruksi pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan proyek
konstruksi gedung adalah metode skala likert. Skala likert mempunyai gradasi
positif sampai negatif, antara lain:
Skala 1 = Sangat Tidak Setuju
Skala 2 = Tidak Setuju
Skala 3 = Cukup
Skala 4 = Setuju
Skala 5 = Sangat Setuju
Dari data kuesioner yang didapatkan maka akan ditentukan jumlah skor
kuesioner dengan skala likert yaitu:

Jumlah skor hasil pengumpulan data


x 100% . . . . . . . . . . . . . . . . . . (3.1)
Jumlah skor tertinggi

Karena penelitian ini menggunakan skala likert, maka dibuat juga


kategori penilaian berdasarkan besarnya skala yang digunakan. Berikut kriteria
interpretasi interval persentase nilainya:

46
Tabel 3.2 Persentase Nilai
Jawaban Keterangan

0% – 19% Sangat Tidak Setuju

20% - 39,99% Tidak Setuju

40% - 59,99% Cukup

60% - 79,99% Setuju

80% - 100% Sangat Setuju

(Sumber: Berdasarkan perhitungan interval nilai tertinggi dan terendah)(Dhinahadi


Vitriyana,2018)

3.7 Perancangan Penelitian


Rancangan penelitian adalah pokok perencanaan yang bertujuan untuk
membuat target yang hendak dicapai dalam penelitian secara keseluruhan
berjalan dengan baik sesuai apa yang direncanakan atau dikehendaki sehingga
proses dan tujuan dari penelitian tersebut dalam memecahkan masalah bisa
berjalan dengan baik pula serta jelas dan terstruktur.
Rancangan penelitian berisi susunan data penelitian yang dihasilkan dan
dikumpulkan melalui instrument pengumpulan data, observasi maupun data
dokumentasi.
3.7.1 Tahapan Penelitian
Dalam penelitian ilmiah, ada beberapa tahap yang harus dilewati
dengan baik. Ada tiga tahapan penelitian yang akan dibahas dalam
pembahasan kali ini. Adapun ketiga tahap dalam penyusun penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan adalah kegiatan sebelum memulai mengumpulkan
data. Pada tahap persiapan ini menyusun rangkaian atau kerangka
kegiatan yang akan dilakukan dengan tujuan agar waktu dan
pekerjaan yang akan dilakukan dapat efektif. Adapun susunan dari
tahapan persiapan meliputi :

47
a. Identifikasi Masalah
Sebagaimana telah dijelaskan pada bab satu terdapat
beberapa pokok permasalahan utama yang dirumuskan sebagai
langkah dalam menganalisa permasalahan dan menerapkan teori –
teori yang berkaitan dengan hal yang sedang dibahas dari berbagai
pustaka.
b. Studi Literatur
Studi literatur yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan
melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis, baik
berupa buku-buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, atau
dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dikaji.
Sehingga informasi yang didapat dari studi kepustakaan ini
dijadikan rujukan untuk memperkuat argumentasi-argumentasi
yang ada. Studi literatur ini dilakukan oleh peneliti setelah
menentukan topik penelitian dan ditetapkannya rumusan
permasalahan, sebelum terjun ke lapangan untuk mengumpulkan
data yang diperlukan. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian
Studi Literatur.
c. Menyusun metodologi penelitian
Metode penelitian itu merupakan cara ilmiah agar bisa
memperoleh dan mengumpulkan data-data dengan fungsi dan
tujuan yang sudah ditentukan. Dalam menyusun penelitian
(research) baik penelitian skripsi maupun tesis, metode atau
metodologi penelitian yang digunakan mutlak harus disertakan.
Metodologi atau metode penelitian ini seperti pemilihan sampel,
metode analisis, dan pengumpulan data yang akan
menggambarkan bagaimana langkah atau strategi peneliti dalam
menjawab perumusan masalah penelitian, yang hasil dari jawaban
atas perumusan masalah tersebut akan diuraikan dalam bab
selanjutnya yaitu bab hasil penelitian dan pembahasan. seperti
pemilihan sampel, metode analisis, dan pengumpulan data.

48
d. Menetukan Variabel Penelitian
Menurut Dr. Soekidjo (2002) Variabel mengandung pengertian
ukuran atau ciri yang dimiliki oleh para anggota dalam suatu
kelompok yang berbeda dengan apa-apa yang dimiliki oleh
kelompok lain juga. Variabel adalah sesuatu yang dipakai sebagai
ciri, sifat, maupun sifat yang didapatkan dari penelitian tentang
konsep pengetian tertentu. Contoh, Pendidikan, umur, gen,
pekerjaan, pengetahuan, dan lain sebagainya. Adapun variabel
dalam penelitian ini adalah karakteristik okupansi kereta bandara
dan faktor – faktor yang mempengaruhinya.
e. Menyusun Kuesioner Karakteristik
Khusus untuk data atau parameter dimana pengumpulan
datanya dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, maka aspek
yang penting sebelum survey dilakukan adalah merancang
kuesioner. Maksud dari kegiatan ini adalah merancang isi, bentuk
maupun format yang diperkirakan paling tepat agar sasaran
pengumpulan data dapat tercapai, baik dari aspek kuantitatif
maupun kualitatif.
f. Menyusun Draf Kuesioner Pertimbangan
Tujuan pokok pembuatan kuisioner adalah untuk memperoleh
informasi yang relevan dengan tujuan penelitian dan memperoleh
informasi dengan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin.
Mengingat terbatasnya masalah yang dapat ditanyakan dalam
kuisioner, maka pertanyaan – pertanyaan kuesioner hanya
pertanyaan yang berkaitan dengan hipotesis dan tujuan penelitian.
Adapun skala dalam penyusunan kuesioner adalah menggunakan
skala likert..
g. Menentukan Penjadwalan Penyebaran dan Pengumpulan
Kuesioner.
2. Tahap Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan dilakukan dengan menyebarkan dan
mengumpulkan data yang bersumber dari hasil pengamatan

49
dilapangan berdasarkan kondisi stasiun. Adapun tahap pelaksanaan
adalah sebagai berikut :
a. Penyebaran Kuesioner
Pembagian kuesioner dibagikan secara langsung untuk
pengguna KA ekspres bandara yang sedang berada di Stasiun.
Untuk responden yang tidak sedang berada di Stasiun, dapat
dilakukan dengan memberikan kuesioner langsung dengan
bertemu (kuesioner dicetak). Selain itu, dapat juga digunakan
kuesioner secara digital, yaitu dengan dibagikan link yang berisi
formulir kuesioner dengan menggunakan fasilitas Google Docs
(https://forms.gle/FaDQpvy6YYVqRqyx9).
b. Pengumpulan Data Kuesioner
Pengumpulan data kuesioner untuk pengguna KA ekspres
bandara yang sedang berada di Stasiun dilakukan pengumpulan
secara langsung setelah responden selesai mengisi kuesioner..
Sementara Untuk responden yang tidak sedang berada di Stasiun,
pengumpulan kuesioner otomatis dilakukan secara digital, yaitu
data tersedia pada link yang berisi formulir kuesioner yang sudah di
sebarkan dengan menggunakan fasilitas Google Docs.
3. Tahap Pengolahan Data
Tahap pengolahan data atau data processing adalah mengubah
dan mengolah data – data yang sudah diperoleh ke dalam bentuk
yang lebih informative atau berupa informasi dan dalam bentuk
tertentu yang lebih mudah dipahami.
a. Menghitung Hasil kuesioner
Setelah semua data terkumpul,kemudian dilakukan analisis
data dengan cara kuantitatif, yaitu hasil survey berupa kuisioner
dari responden dan diolah sesuai dengan metode yang digunakan.
b. Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Uji validitas dan reabilitas digunakan untuk mengetahui
kelayakan butir-butir dalam suatu daftar (konstruk) pertanyaan
dalam mendefinisikan suatu variabel,dan untuk mengukur suatu

50
kestabilan konsistensi responden dalam menjawab hal yang
berkaitan dalam konstruk-konstruk pertanyaan yang merupakan
dimensi suatu variabel yang disusun dalam bentuk kuisioner.
c. Mengolah data hasil kuesioner menggunakan Microsoft Excel
2007.
d. Menganalisis data kuesioner dengan Metode Pembobotan
(Scoring).

51
3.7.2 Diagram Alir Penelitian

MULAI

Identifikasi Masalah

Studi Literatur

Menentukan data jumlah Wawancara pada okupansi


okupansi kereta bandara kereta bandara

Menentukan sampel okupansi


kereta bandara

Pembuatan Draft Kuesioner

Penyebaran Kuesioner

Uji Validitas dan Reliabilitas

Mengolah Data Hasil Kuesioner


Menggunakan Program Microsoft Excel 2007

Menganalisis Data Hasil Kuesioner

Kesimpulan dan Saran

SELESAI

Gambar 3.4 Diagram Alir Penelitian

52
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengumpulan Data


Kuesioner ini disebarkan secara online menggunakan aplikasi google
docs dan menyebarkan secara langsung di kawasan Stasiun KA bandara BNI,
Stasiun KA Duri, dan Stasiun KA Batu Ceper dengan teknik penentuan sampel
secara acak. Responden yang dapat melanjutkan untuk mengisi kueioner
adalah responden yang pernah setidaknya sekali menggunakan KA bandara
dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

4.1.1 Distribusi Kuesioner


Distribusi Kuesioner merupakan penyebaran kuesioner kepada
responden yang telah ditentukan. Berikut adalah data distribusi kuesioner:

Tabel 4.1 Data Distribusi Kuesioner


No Keterangan Rumus Jumlah
1 Kuesioner yang disebarkan X 100 buah

2 Kuesioner yang diterima Y=X-P 100 buah

3 Kuesioner yang tidak kembali P=X-Y 0 buah

4 Kuesioner yang tidak sah M=Y-N 0 buah

5 Kuesioner yang sah N=Y-M 100 buah

𝑁
6 Respon rate R= x 100% 100%
𝑋
(Sumber: berdasarkan hasil pengolahan data distribusi kuesioner)

Keterangan:
1. X adalah kuesioner yang akan disebarkan
2. Y adalah kuesioner yang diterima
3. P adalah kuesioner yang tidak kembali
4. M adalah kuesioner yang tidah sah

53
5. N adalah kuesioner yang sah
6. R adalah respone rata-rata ( tingkat respon yang telah diberikan oleh
responden terhadap kuesioner yang disebarkan yang dilambangkan
dengan persentase sebesar 100%)

4.2 Karakteristik Responden


Karakteristik pelaku perjalanan sangat berpengaruh terhadap pemilihan
moda transportasi yang merupakan aspek penting dari pembangunan suatu
moda tansportasi. Terdapat sebuah pertumbuhan kepentingan dalam hal-hal
yang berkaitan dengan perencanaan moda transportasi (Guisah Akar, 2013).
Jenis kelamin juga merupakan salah satu karakter yang terpenting dimana
terjadi pada penumpang, sebagai contoh wanita akan memilih transportasi yang
lebih nyaman dengan harga tinggi (Kuljanin et al, 2015).
Karakteristik pengguna dalam pemilihan moda transportasi dipengaruhi
oleh karakteristik meliputi penghasilan, jenis kelamin, umur, pendidikan
terakhir, pekerjaan, penghasilan. Faktor lainnya tergantung juga dari atribut
perjalanan meliputi; tujuan perjalanan seperti untuk bekerja, liburan, bisnis,
sekolah atau lainnya, waktu perjalanan, seperti hari, minggu,bulan atau
perjalanan tahunan. Perjalanan bekerja misalnya rutinitas yang dilakukan,
perjalanan mingguan atau bulanan juga mungkin dilakukan untuk bekerja
karena tugas di luar kota, sedangkan perjalanan tahunan biasanya merupakan
perjalanan liburan. Lokasi yang merupakan karakteristik yang akan membentuk
suatu bangkitan atau tarikan tertentu, dan panjang perjalanan (Dhinahadi
Vitriyana dan Eva Azhra Latifa 2018)
Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari
okupansi kereta bandara berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir,
pekerjaan, peghasilan per bulan, tujuan perjalanan, dan alasan memilih kereta
bandara. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup
jelas mengenai kondisi dari okupansi kereta bandara dan kaitannya dengan
masalah dan tujuan penelitian.

54
Tabel 4.2 Karakteristik Responden
Jumlah Presentase
No. Karakteristik Keterangan
Responden (%)
1. Jenis Kelamin a. Pria 37 37
b. Wanita 63 63
2. Usia (tahun) a. 18 – 25 60 60
b. 26 – 40 32 32
c. 40 – 55 5 5
d. >55 3 3

3. Pendidikan Terakhir a. SD 0 0
b. SMP 0 0
c. SMA 20 20
d. Akademi 15 15
e. Sarjana 57 57
f. Pascasarjana 8 8

4. Pekerjaan a. Pegawai 21 21
Negri/BUMN
b. Pegawai Swasta 39 39
c. Wiraswasta 9 9
d. Pelajar/Mahasiswa 18 18
e. Ibu Rumah Tangga 4 4

f. Lainya 9 9

5. Penghasilan a. <Rp. 5.000.000 52 52


Perbulan b. Rp. 5.000.000 - 31 31
Rp.10.000.000
c. Rp.10.000.000 - 12 12
Rp.15.000.000
d. >Rp. 15.000.000 5 5

6. Tujuan Perjalanan a. Liburan 14 14


b. Bisnis/Usaha 6 6

c. Dinas/Kantor 63 63

d. Sekolah/Kuliah 12 12

e. Lainya 5 5

55
Jumlah Presentase
No. Karakteristik Keterangan
Responden (%)
7. Alasan Memilih KA a. Lebih Cepat 45 45
Bandara Sampai ke
Bandara
b. Lebih Menghemat 19 19
Biaya
c. Lebih Nyaman 21 21
d. Sekedar Mencoba 15 15

(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

4.2.1 Jenis Kelamin


Dari 100 kuisioner yang disebar, didapatkan jumlah data jenis kelamin
responden. Dari tabel 4.1 karakteristik jenis kelamin responden didapatkan
bahwa 37% berjenis kelamin pria sebanyak 37 orang dan 63% berjenis kelamin
perempuan sebanyak 63 orang. Diagram presentase jenis kelamin responden
dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Jenis Kelamin Responden


80%

60%
Pria
40%
Wanita
20%

0%
Pria Wanita

Gambar 4.1 Diagram Jenis Kelamin


(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

Berdasarkan data di atas, maka okupansi kereta bandara berdasarkan


100 sampel kuesioner didominasi oleh responden berjenis kelamin wanita.

56
4.2.2 Usia
Dari data usia seluruh responden yang mengisi kuisioner telah
menjawab pertanyaan rentang usianya. Dilihat dari tabel 4.1 dinyatakan bahwa
usia 17-25 tahun sebesar 60% atau sebanyak 60 orang, usia 26-40 tahun
sebesar 32% atau sebanyak 32 orang, usia 41-55 tahun sebesar 5% atau
sebanyak 5 orang responden usia diatas 55 tahun sebesar 3% atau sebanyak 3
orang responden. Diagram usia responden dapat dilihat pada Gambar 4.2.

80%
17 - 25
60%
26 - 40
40%
40 - 55
20% Diatas 55

0%
Usia Responden (tahun)

Gambar 4.2 Diagram Usia Responden


(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

4.2.3 Pendidikan Terakhir


Dari data pendidikan terakhir seluruh responden yang mengisi kuisioner
telah menjawab pertanyaan pendidikan terakhir yang telah ditempuh
responden. Dilihat dari tabel 4.1 dapat dinyatakan bahwa sebagian besar
okupansi kereta bandara adalah responden dengan latar belakang pendidikan
sarjana sebesar 57% atau sebanyak 57 orang, latar belakang pendidikan SMA
sebesar 20% atau sebanyak 20 orang, latar belakang pendidikan pascasarjana
8% atau sebanyak 8 orang, latar belakang pendidikan akademi 15% atau 15
orang, dan latar belakang pendidikan yang menmpuh SMP dan SMA sebesar
0% atau sebanyak 0 orang responden.

57
60%

50% SD
SMP
40%
SMA
30%
Akademi
20% Sarjana

10% Pascasarjana

0%
Pendidikan Terakhir

Gambar 4.3 Diagram Pendidikan Terakhir Responden


(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

4.2.4 Pekerjaan
Berdasarkan jenis pekerjaan seluruh responden yang mengisi kuisioner
telah menjawab pertanyaan pekerjaan responden. Dilihat dari tabel 4.1 dapat
dinyatakan bahwa sebagian besar okupansi kereta bandara adalah responden
dengan latar belakang pekerjaan pegawai swasta yaitu sebesar 39% atau
sebanyak 39 orang, diikuti setelahnya latar belakang pekerjaan pegawai
negri/bumn sebesar 21% atau sebanyak 21 orang, status pekerjaan
pelajar/mahasiswa 18% atau sebanyak 18 orang, status pekerjaan wiraswasta
9% atau 9 orang, status pekerjaan ibu rumah tangga 4% atau 4 orang, dan
responden dengan status pekerjaan lainya sebesar 9% atau sebanyak 9 orang
responden. Diagram persentase pekerjaan responden dapat dilihat pada
Gambar 4.4.

58
40%
35%
Pegawai Negri/BUMN
30%
Pegawai Swasta
25%
Wiraswasta
20%
Pelajar/Mahasiswa
15%
Ibu Rumah Tangga
10%
Lainya
5%
0%
Pekerjaan %

Gambar 4.4 Diagram Kuesioner Pekerjaan


(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

4.2.5 Penghasilan Perbulan


Persentase keragaman responden berdasarkan penghasilan atau
pendapatan per bulan dapat dilihat pada Gambar 4.5.

60%

50%
<Rp. 5.000.000
40%
Rp. 5.000.000 -
30% Rp.10.000.000
Rp.10.000.000 -
20% Rp.15.000.000
>Rp. 15.000.000
10%

0%
Penghasilan

Gambar 4.5 Diagram Penghasilan Perbulan


(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

Berdasarkan karakteristik penghasilan responden pada Gambar 4.5


tersebut menunjukkan bahwa, karakteristik responden dengan penghasilan per

59
bulan dibawah Rp 5.000.000 sebanyak 52 orang dengan presentase 52%,
responden dengan penghasilan per bulan antara Rp 5.000.000 – Rp
10.000.000 sebanyak 31 orang dengan presentase 31%, responden dengan
penghasilan per bulan antara Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000 sebanyak 12
responden dengan presentase 12%, responden dengan penghasilan per bulan
lebih dari Rp 15.000.000 sebanyak 5 responden dengan presentase 5%.
Sebagian besar responden berpenghasilan dibawah Rp 5.000.000 yaitu
sebesar 42%. Karena usia yang mendominas adalah responden dengan usia
muda, sehingga responden sebagian besar adalah fresh graduate dengan
pendapatan kurang lebih sama dengan UMR kota DKI Jakarta dan
pelajar/mahasiswa yang berpenghasilan/uang saku per bulan dibawah Rp
5.000.000.

4.2.6 Tujuan Perjalanan


Setiap responden memiliki tujuan perjalanan yang berbeda untuk melihat
diagram persentase keragaman responden berdasarkan tujuan perjalanan
dapat dilihat pada Gambar 4.6.

70%

60%
Liburan
50%
Bisnis/Usaha
40%
Dinas/Kantor
30% Sekolah/Kuliah
20% Lainya

10%

0%
Tujuan Perjalanan

Gambar 4.6 Diagram Tujuan Perjalanan Responden


(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)
Berdasarkan tujuan perjalanan seluruh responden yang mengisi
kuisioner telah menjawab pertanyaan tujuan perjalanan responden. Dilihat dari

60
Gambar 4.5 dapat dinyatakan bahwa sebagian besar okupansi kereta bandara
adalah responden dengan tujuan perjalanan dinas/kantor yaitu sebesar 63%
atau sebanyak 63 orang, diikuti setelahnya responden dengan tujuan
perjalanan liburan sebesar 14% atau sebanyak 14 orang, tujuan perjalanan
Sekolah/Kuliah 12% atau sebanyak 12 orang, dan responden dengan tujuan
perjalanan bisnis/usaha 6% atau 6 orang, tujuan perjalanan lainya 5% atau 5
orang.

4.2.7 Alasan Memilih KA Bandara


Setiap responden memiliki alasan yang berbeda untuk melihat diagram
persentase keragaman responden berdasarkan alasan memilih KA bandara
dapat dilihat pada Gambar 4.7

45%
40%
35% Lebih Cepat
30% Sampai ke
Bandara
25%
20% Lebih
Menghemat
15%
Biaya
10%
5%
0%
Alasan Memilih KA Bandara

Gambar 4.7 Diagram Alasan Responden Memilih KA Bandaraa


(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

Berdasarkan tujuan perjalanan seluruh responden yang mengisi


kuisioner telah menjawab pertanyaan alasan responden memilih KA bandara.
Dilihat dari Gambar 4.7 dapat dinyatakan bahwa sebagian besar alasan
responden okupansi kereta bandara adalah agar lebih cepat sampai ke
bandara yaitu sebesar 45% atau sebanyak 45 orang, diikuti setelahnya
responden dengan alasan memilih lebih nyaman sebesar 21% atau sebanyak

61
21 orang, alasan memilih lebih nyaman sebesar 21% atau sebanyak 21 orang,
dan responden dengan alasan sekedar mencoba sebesar 15% atau 15 orang.

4.3 Metode Pembobotan


Pada penelitian ini, digunakan skala likert, dimana dapat menjawab
mengenai kategori penilaian kuesioner yang digunakan untuk analisis
selanjutnya dengan menggunakan metode pembobotan (scoring). Untuk setiap
item pertanyaan dinilai dengan skala likert yaitu 1 sampai 5 dimana masing-
masing skala dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.3 Skala Penilaian Kuesioner

No. Penilaian Skala

1. Sangat Tidak Setuju 1

2. Tidak Setuju 2

3. Cukup 3

4. Sangat Tidak Setuju 4

5. Sangat Setuju 5
(sumber: Sugiono, 2010)

Berdasarkan Variabel X yang ada maka jumlah item pada kuesioner


tersebut adalah 11 item pertanyaan yang diberi lambang X1 sampai X11.
Setelah memperoleh seluruh data yang diperlukan, maka dapat dilanjutkan ke
tahap selanjutnya yaitu pengolahan data dengan menggunakan metode
pembobotan (scoring) dengan bantuan Ms. Excel 2007. Adapun tabulasi data
yang telah diperoleh dapat dilihat pada Tabel 4.2.

62
Tabel 4.4 Tabulasi Data Kuesioner
Pertanyaan
Responden
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7
R1 5 5 4 5 5 5 5
R2 5 3 5 5 5 5 5
R3 3 3 3 4 4 3 3
R4 4 4 4 4 4 4 4
R5 4 4 5 3 4 5 4
R6 3 5 5 4 5 4 2
R7 5 3 4 5 5 5 5
R8 4 1 5 5 5 5 4
R9 4 2 5 4 5 4 4
R10 5 3 5 5 5 5 5
R11 4 3 5 5 5 5 5
R12 4 3 5 5 5 5 5
R13 4 5 5 5 5 5 5
R14 3 3 5 5 5 5 5
R15 5 4 5 4 5 4 4
R16 5 4 5 4 4 4 4
R17 3 3 5 4 5 4 5
R18 3 3 5 4 5 4 4
R19 3 4 5 5 5 4 4
R20 4 4 4 5 5 5 5
R21 3 3 5 5 5 5 4
R22 4 5 5 5 5 5 5
R23 1 1 5 5 5 5 5
R24 4 2 4 4 4 4 4
R25 2 4 3 5 5 4 3
R26 2 3 3 2 2 4 3
R27 5 5 5 5 5 5 5
R28 5 3 5 5 5 5 5
R29 3 4 3 3 4 4 3
R30 5 4 5 5 5 5 5
R31 3 3 5 5 5 5 5
R32 4 3 5 5 5 5 4
R33 3 3 5 4 4 4 4
R34 3 3 4 4 4 4 4

63
Pertanyaan
Responden
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7
R35 5 4 5 5 5 5 5
R36 4 3 5 5 5 5 3
R37 5 4 4 5 5 4 4
R38 3 4 3 3 5 4 3
R39 3 3 4 4 5 4 4
R40 3 3 5 5 5 5 5
R41 1 1 3 5 5 5 4
R42 2 2 5 4 5 5 3
R43 4 4 5 5 4 5 5
R44 1 1 5 5 5 5 5
R45 2 2 5 4 5 4 5
R46 4 5 5 5 4 5 5
R47 4 3 4 5 5 5 5
R48 3 3 5 5 5 5 5
R49 3 3 4 4 5 4 5
R50 2 2 5 5 4 4 4
R51 3 3 4 4 5 5 4
R52 4 4 5 4 5 4 3
R53 5 4 5 3 5 5 2
R54 3 3 4 4 5 4 3
R55 1 2 5 3 4 3 4
R56 3 3 4 4 5 3 2
R57 1 1 5 5 5 4 3
R58 4 4 5 4 5 5 4
R59 3 3 5 5 5 4 5
R60 4 4 5 3 5 3 4
R61 5 3 4 4 4 1 5
R62 3 3 4 5 4 1 4
R63 5 5 4 5 5 1 4
R64 5 4 5 4 4 2 4
R65 5 4 5 5 5 3 5
R66 5 4 4 4 4 2 3
R67 3 2 5 5 5 3 5

64
Pertanyaan
Responden
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7
R68 4 4 1 5 4 4 4
R69 5 4 2 4 5 5 5
R70 4 5 4 4 4 4 3
R71 3 4 3 5 5 4 4
R72 4 3 5 4 4 4 5
R73 3 3 1 5 5 4 4
R74 4 4 3 4 4 5 5
R75 4 3 4 3 5 5 4
R76 5 4 5 3 5 5 3
R77 5 3 4 4 5 4 2
R78 5 4 5 3 5 5 1
R79 5 5 4 5 4 4 5
R80 4 5 5 3 4 5 4
R81 4 5 5 3 5 5 3
R82 5 5 4 4 4 5 4
R83 3 4 4 5 4 4 4
R84 2 2 4 4 5 5 5
R85 4 5 5 5 5 5 5
R86 5 4 5 4 5 3 5
R87 4 3 5 4 4 5 4
R88 3 4 4 4 4 4 5
R89 4 5 5 5 4 5 4
R90 5 4 4 5 5 4 4
R91 4 4 3 3 4 5 3
R92 3 3 4 3 5 4 2
R93 2 2 5 5 5 4 1
R94 4 5 5 5 4 4 4
R95 5 4 4 5 4 4 5
R96 3 1 4 3 4 4 5
R97 4 3 5 4 4 4 4
R98 5 4 5 5 5 4 5
R99 5 4 5 5 5 5 4
R100 4 3 4 3 4 5 5

65
Pertanyaan
Responden
X8 X9 X10 X11 Total
R1 5 4 5 5 53
R2 5 5 5 4 52
R3 3 3 3 3 35
R4 4 4 4 4 44
R5 4 4 3 4 44
R6 3 3 5 2 41
R7 5 4 5 5 51
R8 4 5 4 5 47
R9 5 5 5 5 48
R10 5 5 5 3 51
R11 4 4 5 4 49
R12 5 5 5 4 51
R13 4 5 5 4 52
R14 5 5 5 3 49
R15 4 5 5 3 48
R16 4 5 5 4 48
R17 4 5 5 4 47
R18 4 5 5 3 45
R19 5 4 4 4 47
R20 5 5 4 5 51
R21 4 4 4 5 47
R22 5 5 5 5 54
R23 5 5 5 5 47
R24 4 4 4 4 42
R25 5 4 5 4 44
R26 4 3 3 4 33
R27 5 5 5 4 54
R28 5 5 5 4 52
R29 3 3 3 3 36
R30 5 5 5 4 53
R31 5 5 5 3 49
R32 4 5 5 3 48
R33 4 5 5 3 44
R34 4 4 4 4 42

66
Pertanyaan
Responden
X8 X9 X10 X11 Total
R35 5 5 5 5 54
R36 3 3 3 5 44
R37 4 5 4 5 49
R38 5 5 4 4 43
R39 4 5 5 3 44
R40 5 5 5 3 49
R41 4 3 5 3 39
R42 4 3 4 4 41
R43 5 5 5 4 51
R44 5 5 5 4 46
R45 4 4 4 4 43
R46 5 5 5 4 52
R47 5 5 5 4 50
R48 5 5 5 3 49
R49 4 3 5 5 45
R50 5 2 4 5 42
R51 5 2 5 5 45
R52 4 3 4 3 43
R53 3 2 5 2 41
R54 4 4 4 1 39
R55 5 5 5 3 40
R56 4 3 5 2 38
R57 5 4 5 4 42
R58 4 5 5 4 49
R59 4 3 4 4 45
R60 4 3 4 5 44
R61 4 4 4 3 41
R62 5 5 5 4 43
R63 5 4 5 5 48
R64 5 5 4 3 45
R65 5 4 5 4 50
R66 4 4 4 5 43
R67 5 4 5 3 45

67
Pertanyaan
Responden
X8 X9 X10 X11 Total
R68 5 4 4 4 43
R69 4 5 5 5 49
R70 4 4 5 4 45
R71 5 5 3 5 46
R72 4 4 4 5 46
R73 3 4 5 5 42
R74 5 4 4 4 46
R75 4 5 4 4 45
R76 5 5 4 4 48
R77 4 5 5 4 45
R78 3 5 5 5 46
R79 4 5 5 5 51
R80 5 4 4 4 47
R81 4 4 5 5 48
R82 5 4 4 3 47
R83 3 3 5 5 44
R84 5 4 5 3 44
R85 4 3 4 3 48
R86 4 3 4 2 44
R87 5 3 5 3 45
R88 4 4 5 4 45
R89 4 5 5 3 49
R90 5 3 5 4 48
R91 5 4 4 4 43
R92 4 3 4 3 38
R93 4 5 5 5 43
R94 4 3 5 4 47
R95 4 5 4 4 48
R96 5 3 5 3 40
R97 4 4 4 3 43
R98 5 4 3 4 49
R99 4 3 5 5 50
R100 5 2 4 5 44
(Sumber: Hasil Survey Kuesioner)

68
Dari tabulasi data di atas terdapat 100 responden yang dilambangkan
dengan R1 samapi R100 dengan 11 item pertanyaan yang dilambangkan
dengan X1 sampai X11. Data tabulasi ini diolah dengan bantuan program Ms.
Excel 2007. Untuk mendapatkan interpretasi pembobotan, maka harus
diketahui dulu nilai tertinggi (X) dan nilai terendah (Y) untuk item penilaian
dengan rumus berikut ini:

X = skala tertinggi likert x jumlah responden . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (4.1)


Y = skala terendah likert x jumlah responden . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (4.2)

Dengan demikian X = 5 x 100 = 500. Diperoleh nilai X adalah 500.


Sedangkan Y = 1 x 100 = 100. Diperoleh nilai Y adalah 100.

Untuk menghitung jumlah skor kuesioner digunakan rumus 3.1 sebagai


berikut:
Jumlah skor hasil pengumpulan data
x 100% . . . . . . . . . . . . . . . . . . (3.1)
Jumlah skor tertinggi

Karena penelitian ini menggunakan skala likert, maka besar skala yang
digunakan dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4.5 Persentase Nilai

Jawaban (1) Keterangan (2)

0%-19.99% Sangat Tidak Setuju

20%-39.99% Tidak Setuju

40%-59.99% Cukup

60%-79.99% Setuju

80%-100% Sangat Setuju

(Sumber : Berdasarkan perhitungan interval nilai tinggi dan terrendah)

69
Keterangan :
(1) Jawaban : nilai berupa persentase yang diperoleh berdasarkan dari
interval terendah ≤ 30% hingga tertinggi ≥ 70%. Dimana interval
persentase nilai dapat dihitung rumus sebagai berikut:
𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Interval = . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (4.4)
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙
100
Sehingga interval = = 20
5
Maka interval yang dihasilkan adalah 20. Dari interval yang telah
ditentukan kriteria persentase skor masing-masing item pertanyaan.
(2) Keterangan : adalah pernyataan yang menginterpretasikan arti dari
persentase nilai yang dihasilkan.

4.4 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas


4.4.1 Uji Validitas
Berikut ini adalah hasil uji validitas dengan menggunakan Ms. Excel
2007 untuk setiap variabel item pertanyaan.
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas

No. Variabel r hitung r tabel Status

1. X1 0,527704 0,1654 Valid

2. X2 0,378607 0,1654 Valid

3. X3 0,382314 0,1654 Valid

4. X4 0,562864 0,1654 Valid

5. X5 0,38334 0,1654 Valid

6. X6 0,412018 0,1654 Valid

7. X7 0,412018 0,1654 Valid

8. X8 0,446882 0,1654 Valid

9. X9 0,546363 0,1654 Valid

10. X10 0,431939 0,1654 Valid

11. X11 0,36198 0,1654 Valid


(Sumber: hasil pengolahan Ms. Excel 2007)

70
Berdasarkan tabel diatas terdapat 11 item pertanyaan yang diberi nama
X1 sampai X11. Item pertanyaan yang dikatakan valid jika r hitung > r tabel,
dimana r tabel diperoleh dengan melihat jumlah responden yaitu sebanyak 100
responden dengan nilai taraf signifikasi 10%, maka diperoleh r tabel sebesar
0,1654 (Sugiyono, 2010) dengan rumus Df = N – 2, dengan N merupakan
jumlah responden.
Berdasarkan tabel di atas, maka terdapat 2 item yang tidak valid, karena
nilai r hitung < r tabel. Kedua item pertanyaan itu adalah X5 dan X11.
Sedangkan item pertanyaan lainnya dinyatakan valid karena r hitung > r tabel.

4.4.2 Uji Reliabilitas


Uji Reliabilitas dilakukan untuk menguji kestabilan dan konsistensi suatu
instrumen apabila dilakukan pengukuran kembali dengan subjek yang sama.

Tabel 4.7 Hasil Uji Varians

No. Variabel Varians

1. X1 1,218081

2. X2 1,096061

3. X3 0,729192

4. X4 0,58697

5. X5 0,293333

6. X6 0,825354

7. X7 0,939394

8. X8 0,399596

9. X9 0,795455

10. X10 0,39303

11. X11 0,789798


(Sumber: hasil pengolahan Ms. Excel 2007)

71
Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabel
No. Keterangan Nilai

1. n 11

2. n-1 10

3. Jumlah Varian 8,066263

4. Varian Total 17,89939

5. Reliabilitas 0,649356

(Sumber: hasil pengolahan Ms. Excel 2007)

Berdasarkan tabel di atas nilai Alpha dari 11 item pertanyaan sebesar


0.649356 maka dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian ini adalah reliabel ,
karena nilai Cronbach Alpha berada lebih dari 0,60 (Reliabel).

4.5 Interpretasi Pembobotan


4.5.1 Interpretasi Responden
Berikut ini merupakan hasil kuesioner responden okupansi KA bandara
ditampilkan pada tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.9 Hasil Interpretasi Kuesioner Responden

Variabel Responden Total Skor Rata – Rata

X1 100 371 3,71

X2 100 343 3,43

X3 100 441 4,41

X4 100 433 4,33

X5 100 464 4,64

X6 100 427 4,27

X7 100 410 4,1

X8 100 438 4,38

X9 100 415 4,15

72
Variabel Responden Total Skor Rata – Rata

X10 100 453 4,53

X11 100 391 3,91


(Sumber: hasil pengolahan Ms. Excel 2007)

Intrepretasi pembobotan responden okupansi kereta bandara mengenai


variabel pernyataan ditampilkan pada tabel 4.7 sebagai berikut:
Tab Tabel 4.10 Hasil Pembobotan Kuesioner Responden

Bobot
Variabel Skor Tertinggi Total Skor
(%)

X1 500 371 74,2

X2 500 343 68,6

X3 500 441 88,2

X4 500 433 86,6

X5 500 464 92,8

X6 500 427 85,4

X7 500 410 82

X8 500 438 87,6

X9 500 415 83

X10 500 453 90,6

X11 500 391 78,2

Rata - Rata 70,55


(Sumber: hasil pengolahan Ms. Excel 2007)

Dari tabel 4.6 diatas maka diperoleh faktor tertinggi adalah variable (X5)
92,8%. Berdasarkan tabel 3.2 maka termasuk kategori sangat setuju yang
artinya adalah faktor yang paling mendominasi okpansi KA bandara untuk
memilih moda transportasi berbasis rel adalah pernyataan (X5) yaitu dengan
menggunakan KA bandara kemacetan dapat dihindari.

73
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisa karakeristik okupansi kereta ekspres yang


mempengaruhi pemilihan moda transportasi berbasis rel menuju bandara
Internasional Soekarno - Hatta serta jawaban responden terhadap kuisioner
yang diberikan maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Karakteristik mayoritas pengguna transportasi kereta ekspres bandara
lebih didominasi oleh responden dengan jenis kelamin Wanita sebesar
63%, karakteristik kelompok usia 17-25 tahun sebanyak 60%, dengan
tingkat pendidikan terakhir sarjana sebesar 57%, status pekerjaan
terbanyak pegawai swasta sebesar 39%, dengan penghasilan perbulan
dibawah Rp. 5.000.000. Berdasarkan hasil kuesioner, tujuan perjalanan
pengguna KA ekspres bandara terbanyak adalah pejalanan dinas/kantor
sebesar 63%, dan mayoritas alasan okupansi KA ekpres bandara adalah
agar lebih cepat sampai ke bandara sebesar 45%.
2. Berdasarkan hasil analisis dari 11 faktor yang telah disampaikan kepada
responden, faktor tersebut dapat direduksi menjadi 3 faktor yang paling
dominan adalah Variabel (X1) yaitu dengan menggunakan KA ekpres
bandara kemacetan dapat dihindari dengan bobot 92,8%, variable (X10)
yaitu fasilitas kereta api bandara lebih unggul dibandingkan transportasi
non rel sebesar 90,6%, dan variable (X3) yaitu waktu perjalanan yang di
tempuh dengan Kereta Api Ekspres Bandara lebih cepat sebesar 88.2%.
3. Pengaruh Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta terhadap
kondisi lalu lintas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta jika
dilihat dari variabel (X5) yaitu dengan menggunakan KA bandara
kemacetan dapat dihindari, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendapat
responponden mengenai pengaruh KA ekspres bandara terhadap
kondisi lalu lintas menuju Bandara adalah dengan menggunakan Kereta
Api Ekpres Bandara dapat mengurangi kemacetan.

74
5.2 Saran
Berikut ini dituliskan saran yang terkait dalam penyusunan dan
pengerjaan skripsi ini:
1. Keterbatasan pertanyaan karakteristik menjadikan penelitian ini tidak
memiliki gambaran secara luas tentang bagaimana karakteristik
okupansi KA ekspres bandara.
2. Keterbatasan variabel faktor – faktor menjadikan penelitian ini tidak
memiliki gambaran secara luas mengenai faktor – faktor apa saja yang
mempengaruhi okupansi kereta Railink lebih memilih moda transportasi
berbasis rel menuju Bandara Soekarno – Hatta.
3. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk moda transportasi berbasis rel
dan non rel lainnya sehingga didapatkan variabel-variabel pemilihan
yang lebih beragam. Misalnya pada comuterline, mrt, busway, damri,
transportasi online, dan lain-lain.

75
DAFTAR PUSTAKA

Irfan Fitriatmaja. 2015. Perilaku Pemilian Moda Transportasi Pengumpan


Menuju Bandara Temnon (Studi Kasus: Kereta Api dan Kendaraan
Pribadi). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Dwi Novi Wulansai. 2015. Analisis Pemilihan Moda Angkutan Penumpang
Menuju Bandara (Studi Kasus : Bandar Udara Internasional Soekarno –
Hatta). Jakarta: Universitas 17 Agustus 1945.
Danny Setiawan. 2018. Analisis Preferensi Penggunaan Moda Kereta Api
Bandara menuju New Yogyakarta International Airport. Yogyakarta:
Universitas Teknologi Yogyakarta.
Wahadi Wibowo. 2017. Pengaruh Karakteristik Penumpang Pesawat
TerhadapPeluang Pemilihan Moda MenujuBandara Baru Kulonprogo.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Rimamunanda Ekamarta. 2018. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi
Pemilihan Moda Transportasi Pada Mahasiswa Universita Lampung.
Bandar Lampung: Universtas Lampung.
Winda Puspa Ayu. 2018. Analisis Faktor – Faktor Keputusan Pengguna
Transportasi Gojek Di Jakarta Selatan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Morlock, E. K. (1978). Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi.
Jakarta: Erlangga. Ortuzar, J. d., & Willumsen, L. G. (1994). Modelling
Transport. West Sussex: John Wiley & Sons Ltd.
Tamin, O. Z. (1997). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: ITB.
Warpani, S. (1990). Merencanakan Sistem Pengangkutan. Bandung: ITB.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
ALFABETA.
Miro, Fidel. 2012. Pengantar Sistem Transportasi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Suthanaya, Putu Alit. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pemilihan Moda di Kota Denpasar (Studi Kasus: Koridor Jl. Raya
Sesetan). Jakarta: Universitas Trisakti.

Mulyono, Tri. 2003. Analisis Pemilhan Moda Angkutan KeretaApi Berdasarkan


Faktor Tingkat Pelayanan Dan Biaya Perjalanan Studi Kasus: Pada Kelas
Argo (Eksekutif) Dilintas Jawa. Tesis Program Pascasarjana Bidang Ilmu
Teknik Kekhususan Transportasi Program Studi Teknik Sipil Universitas
Indonesia.
Dhinahadi Vitriyana dan Eva Azhra Latifa, Analisis Pemilihan Moda
Transportasi Menuju Bandara Soekarno Hatta Menggunakan Mobil
Penumpang Dan Kereta Api. Jakarta Politeknik Negri Jakarta
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

a. Data Pribadi
NIM : 2014 – 21 – 113
Nama : Rio Kusuma Sahid
Tempat / Tgl. Lahir :Lubuk Linggau, 21Januari 1996
Jenis Kelamin :Laki-laki
Agama : Islam
Status Perkawinan :Belum Kawin
Program Studi :S1 Teknik Sipil
Alamat Rumah :Jl. Hangtuah ASM.PHB No. 99, Kecamatan Lima Puluh,
Kota Pekanbaru
Telp. / Hp. :082135676207
Email :Rio.kusoma99@gmail.com
b. Pendidikan

Jenjang Nama Lembaga Jurusan Tahun Lulus


SD SDN 008 Pekanbaru - 2008
SMP SMP Kartika 1-5 Pekanbaru - 2011
SMA SMA Negeri 6 Pekanbaru IPA 2014

Demikianlah daftar riwayat hidup ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 06 Agustus 2019


Mahasiswa Ybs.

( Rio Kusuma Sahid )


LAMPIRAN 1
LEMBAR ASISTENSI BIMBINGAN SKRIPSI
LAMPIRAN 2
KUESIONER PENELITIAN
LAMPIRAN 3
TABEL r (Koefisien Korelasi Sederhana)
df = 1-200
LAMPIRAN 4
DOKUMENTASI

Anda mungkin juga menyukai