Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PENGUMPULAN DATA EPIDEMOLOGI KETEPATAN DALAM


MELAKUKAN PENGUMPULAN DATA

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 2:

1. NABIL THORIQ
2. NELI
3. NISWATUN ASNAWATI
4. NISA SURYANA
5. NITA SULASTIA W
6. NI WYN NOVIANI SHINTARI

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN JENJANG S1
MATARAM
2019

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah tentang “Pengumpulan Data Epidemologi
Ketepatan Dalam Melakukan Pengumpulan Data’
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk
itu kami menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi sususnan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inspirasi terhadap pembaca.

Mataram,28 September 2019

ii
DAFTAR ISI

COVER .....................................................................................................................
KATA PENGANTAR ...............................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ...............................................................................................
1.3 Tujuan ................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................
2.1 Ketepatan Dalam Pengumpulan Data .................................................................
2.2 Ketepatan Mencari Sumber Data ........................................................................
2.3 Ketepatan Dalam Menggunakan Metode ............................................................
2.4 Ketepatan Dalam Menggunakan Tehnik.............................................................
2.5 Ketepatan Dalam Menggunakan Skala Pengumpulan Data ...............................
BAB II PENUTUP .....................................................................................................
3.1 Kesimpulan .........................................................................................................
3.2 Saran .....................................................................................................................
DAFTAR ISI .............................................................................................................

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Pengumpulan data adalah prosedur yang sistemik dan standar
untuk memperoleh data yang diperlukan. Pengumpulan data merupakan
langkah yang amat penting dalam metode ilmiah, karena data digunakan
untuk menguji hipotesa yang telah dirumuskan (kecuali pada penelitian
eksploratip). Pengumpulan data selalu memiliki hubungan dengan masalah
penelitian yang ingin dipecahkan. Masalah memberi arah dan
mempengarugi metode pengumpulan data. Banyak maslah yang
dirumuskan tidak dapat dipecahkan karena metode untuk pengumpulan
data tidak memungkinkan atau metode ada tidak dapat menghasilkan data
yang diinginkan.
Data yang harus dikumpulkan haruslah cukup valid untuk
digunakan. Validitas data dapat ditingkatkan jika alat pengukur serta
kualitas dari penggambilan data cukup valid. Pengumpulan data dapat
dilakukan dalam berbagai seting, berbagai sumber, berbagai cara. Bila
dilihat dari setingnya, data dapat dikumpulkan pada seting alamiah
(natural setting), laboratorium untuk eksperimen, dirumah untuk beerbagai
responden, seminar, diskusi, dam lain-lain.
Jika dilihat dari sumber data, maka pengumpulan data dapat menggunakan
sumber primer dan sumber sekunder. Bila dilihat dari cara atau tehnik
pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara (interview), angka
(quisioner), pengamatan (observation) dan gabungan ketiganya. Data yang
sudah didapatkan ini diukur dengan menggunakan skala pengukuran.
1. 2 Rumusan masalah
1. Bagaiman Ketepatan Dalam Pengumpulan Data?
2. Bagaimana Ketepatan Mencari Sumber Data?
3. Bagamana Ketepatan Dalam Menggunakan Metode?
4. Bagamana Ketepatan Dalam Menggunakan Tehnik?
5. Bagamana Ketepatan Dalam Menggunakan Skala Pengumpulan Data?

1
1. 3 Tujuan
1. Untuk mengetahui Ketepatan Dalam Pengumpulan Data?
2. Untuk mengetahui Ketepatan Mencari Sumber Data?
3. Untuk mengetahui Ketepatan Dalam Menggunakan Metode?
4. Untuk mengetahui Ketepatan Dalam Menggunakan Tehnik
5. Untuk mengetahui Ketepatan Dalam Menggunakan Skala
Pengumpulan Data

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ketepatan Dalam Pengumpulan Data
Pengumpulan data memegang peranan yang sangat penting dalam
mendapatkan informasi kesehatan, penelitian klinik dan kesehatan
masyarakat. Pengumpulan data dapat diibaratkan sebagai orang yang
memasak makanan, untuk itu timbullah pertanyaan seperti akan
memasak apa, bahan apa yang dibutuhkan, berapa banyak, siapa yang
belanja, dimana tempat untuk mendapatkan bahan tersebut dan siapa
yang memasak agar menghasilkan masakan yang enak. Apabila bahan
yang dibeli tidak baik atau terdapat bahan penting yang tidak diperoleh
maka makanan yang dihasilkan tidak enak walaupun dimasak oleh
ahlinya, demikian juga dengan pengumpulan data. Kegiatan
pengumpulan data yang baik dan sesuai dengan tujuan dibagi menjadi 2
tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan
hal yang dilakukan adalah menentukan dan merumuskan tujuan
penelitian secara baik, menentukan metode yang akan
digunakan,menentukan teknik pengmpulan data, menyusun pedoman
daftar pertanyaan yang dapat menjawab tujuan, menentukan sasaran,
menentukan tempat dimana data dikumpulkan dan jumlah responden,
menentukan siapa pelaksana pengumpulan data. Pada tahap pelaksanaan,
hal yang dilaksanakan adalah pengumpulan data dan survey lapangan
sebelum data dibawa dan diolah.
Metode pengumpulan data dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Review dokumen
Metode ini banyak digunakan dalam tahap-tahap audit kinerja. Hasil
review dokumen diharapkan dapat memberikan gambaran sejauh
mana suatu kondisi atau fakta dalam perusahaan memenuhi kriteria
yang ada. Beberapa kriteria dapat langsung terpenui dari ada atau
tidaknya suatu dokumen , namun ada beberapa kriteria yang hanya
dapat terpenuhi melalui analisis lebih lanjut untuk topic yang
belum/tidak terdukung oleh dukungan karena ketiadaan dokumen atau

3
ketidak cukupan dokumen harus dilakukan teknik lain misalnya
kuesioner , wawancara atau observasi.
a. Dokumen primer
Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang
langsung mengalami suatu pristiwa, misalnya autobiografi.
b. Dokumen sekunder
Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh
laporan/cerita orang lain misalnya biografi
2. Survei melalui kuesioner
Metode survei observasi seperti yang disebutkan sebelumnya adalah
metode pengumpulan data primer yang diperoleh secara langsung dari
sumber asli. Metode survei merupakan metode yang menggunakan
pertanyaan lisan dan tertulis, metode tertulis menggunakan kuesioner
sebagai alat bantunya. Kuesioner adalah seperangkat
pertanyaan/pernyataan yang telah disusun sebelumnya. Kuesioner
bertujuan mengumpulkan informasi guna menjawab kriteria-kriteria
yang telah ditetapkan.kuesioner merupakan mekanisme pengumpulan
data yang efisiensi apabila auditor mengetahui dengan tepat variable
atau data penting apa yang ingin diperoleh dan bagaimana cara
mengukurnya. Namun demikian , meskipun perancangan kuesioner
telah disusun dengan sangat hati-hati , jelas dan tidak bisa, kurangnya
pengetahui responden mengenai masalah yang dipertanyakan akan
sangat berpengaruh pada hasil akhir kuesioner.
Sehubungan dengan evaluasi kinerja , kuesioner merupakan bagian
dari metodelogi evaluasi kinerja yang dipakai mukai dari penelitian
SPM (berupa check list) sampai penilaian capaian kerja. Adapun
informasi yang ingin diperoleh melalui kuesioner adalah
a. Informasi yang tidak dapat diperoleh melalui reviu dokumen
ataupun observasi ;
b. Pendalaman atau validasi , serta ujian silang dari informasi lain
sudah diproleh sebelumnya.

4
Mempertimbangkan manfaat , kelebihan dan kekurangan dari
kuesioner , sangatlah penting untuk memperhatikan langkah-langkah
dalam penyusunan kuesioner sehingga tujuan pengumpulan informasi
dapat diproleh semaksimal mungkin
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode
survey yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subjek
pemeriksaan. Teknik wawancara dilakukan jika memerlukan
komunikasi atau hubungan dengan responden. Data yang
dikumpulkan umumnya berupa masalah tertentu yang bersifat
kompleks , sensitive atau kontrovesial , sehingga kemungkinan jika
dilakukan dengan teknik kuesioner akan kurang memproleh tanggapan
responden. Teknik wawancara dilakukan terutama untuk responden
yang dapat membaca dan menulis , atau pertanyaan yang memerlukan
penjelasan dari pewawancara atau memerlukan menerjemahan.
a. Wawancara terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, penelitian telah mengetahui dengan
pasti informasi apa yang hendak di gali dari narasumber. Pada
kondisi ini, penelitian biasanya sudah membuat daftar pertanyaan
secara sistematis. Penelitian juga bisa menggunakan berbagai
instrument penelitian seperti alat bantu recorder, camera untuk
photo, serta instrumen-instrumen lain
b. Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Penelitian
tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-
pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari
masalah yang ingin digali dari responden.
4. Observasi
Metode pengumpulan data lainnya adalah observasi , yaitu proses
pencatatan pola perilaku subjek (orang) , objek (benda) atau kejadian
yang sistematis tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan
individu sebagai narasumber. Kelebihan metode ini dibandingkan

5
dengan metode survai bahwa data dikumpulkan umumnya tidak
terdistorsi , lebih akurat dan menghasilkan data lebih rinci mengenai
objek tertentu. Metode observasi , meskipun demikian tidak bebas dari
kesalahan-kesalahan pengamat kemungkinan memberikan catatan
tambahan yang bersifat subjektif seperti halnya terjadinya bisa karna
pengaruh peran wawancara dalam metode survai. Metode
penggumpulan data terbagi menjadi dua kategori :
a. Participant observation
Dalam participant observation penelitian terlibat secara langsung
dalam kegiatan sehari-hari orang atau setuasi yang diamati
sebagai sumber data
b. Non participant observation
Berlawanan dengan participant observation, non participant
observation merupakan observasi yang penelitiannya tidak ikut
secara langsung dalam kegiatan atau proses yang telah diamatinya
2.2 Ketepatan Mencari Sumber Data
Data epideomologi dapat berasal dari berbagai sumber tergantung dari
tujuan yang ingin di capai dan di setiap sumbe mempunyai keuntungan
dan kerugian. Penetahuan tentang sumber data merupakan hal yang
sangat penting untuk di ketahui karna data yang di kumpulkan harus
sesuai dengan tujuan dan sebab bila terjadi kesalahan dalam sumber data
maka akan mengakibatkan kesalahan dalam penarikan kesimpulan.
Misalnya, di lakukan penelitian untuk mengetahui kemamfaatan sarana
pelayanan kesehatan yang terdapat di suatu daerah dan sebagai sumber
data di gunakan sarana pelayanan kesehatan tersebut.
Hal ini tidak dapat karna sumber data yang sesuai dengan tujuan
terletak di masyarakat.bila hal ini di lakukan,akan menimbulkan
kesalahan dalam menarik kesimpulan hasil penetelian.data yang di
kumpulkan dapat berupa data primer dan data sekunder.dari sumber data
kita dapat mengetahui apakah data yang di kumpulkan berupa data
primer dan data skunder.
Sumber Data dapat berupa :

6
1. Sarana pelayanan kesehatan misalnya :
a. Rumah sakit
b. Puskesmas
c. Balai pengobatan
2. Intansi yag berhubungan dengan kesehatan misalnya :
a. Department kesehatan
b. Dinas kesehatan
c. Biro pusat statistis
3. Absebsi :
a. Sekolah
b. Indstri
c. Perusahaan
4. Secara internasional,data epidemiologi dapat di peroleh dari WHO:
a. Population and vital statistic report
b. Population bulletin
c. Epidemiological repot
Untuk mengumpulkan data prmer,sumber data terletak di masyarakat
yang dapat di lakukan dengan cara : survey epidemiologi,pengamatan
epidemiologi.

2.3 Ketepatan Dalam Menggunakan Metode


metode atau teknik pengumpulan data adalah cara yang di lakukan oleh
peneliti untuk mendapatkan data yang di perluh dengan metode
pengumpulan data yang tepat dalam suatu penelitian akan
memungkinkan pencapain masalah secara valid dan terpercaya yang
akhirnya akan memungkinkan genelarilasi yang objektif.setelah di
temukan sumber data yang digunakan kemudian di lakukan
pengumpulan data di lakukan dengan berbagai metode :
a. Pengumpulan data dari catatan medic ke sarana kesehatan / instansi
yang berhubungan dengan kesehatan,cara ini mempuyai
keuntungan,yaitu mudah di lakukan,membutuhkan waktu an biaya

7
yang relative kecil.kelemahannya : sering di temukan data yang tidak
lengkap.
b. Pengumpulan data di lakukan dengan survey.pengumpulan data yang
di lakukan dengan cara survey data yang di kumpulkan adalah data
primer dan dapatkan di sesuaika dengan kebutuhan akan tetpi
mengunakan tenaga,waktu dan biaya yang cukup besar sebelum
melakukan survey perluh di pertimbangkan dahulu masalah waktu,
biaya dan tenaga yang tersedia. Keuntungan pengumpulan data
dengan metode survey data yang di dapatkan data primer yang
terpercaya sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan
waktu,tenaga, dan biaya yang cukup besar.
2.4 Ketepatan Dalam Menggunakan Tehnik
1. Direc observation (pengamatan langsung)
Pengamatan adalah suatu perbuatan secara aktif yang mengamati
subyek penelitian dan menguraikan fenomena yang ditemukan.
Observasi atau pengamatan memiliki kelebihan dibanding tehnik
pengumpulan data yang lain, karena biasanya lebih sistematik,
objektif dan langsung. Hasil observasi langsung biasanya
terorrganisasi dan dicatat dengan baik. Hasil observasi yang
dikuatifikasi biasanya disebut sebagai pengukuran yang kemudian
dinyatakan dalam unit yang baku
Metode ini meliputi tehnik-tehnik yang bervariasi dari
pengamatan visual sederhana sampai dengan cara pengamatan yang
memerlukan keterampilan, misalnya pemeriksaan klinis atau
menggunakan alat-alat atau fasilitas canggih seperti radiografi,
pemeriksaan mikrobiologi,atau kimia klinik.
2. Interview (wawancara)
Wawancara adalah suatu tehnik pengumpulan data yang informasi
yang diperoleh dengan cara bertanya langsung kepada responden.
Peranan wawancara dalam pengumpulan data sangatlah menentukan
akan keberhasilan menggali apa yang ingin diukur. Tehnik
pengumpulan data ini cocok untuk penelitian yang jumlah

8
respondennya kecil. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur
maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka
maupun dengan menggunakan telpon.
a. Wawancara terstruktur artinya penelitian dengan pasti apa
imformasi yang ingin di galih dari responden sehigga daftar
pertanyaannya sudah di buat secara sistematis.peneliti juga dapat
mengunakan alat bantu tape recorder,camera photo dan material
lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
b. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas,yaitu
peneliti tidak mengunakan pedoman wawancara yang berisi
pertanyaan yang akan di ajukan secara spesifik,yang hanya
memuat poin2 penting masalah yang di galih dari responden
Data yang di kumpulkan dapat bersifat :
a) Fakta misalnya : umur,pendidikan,pekerjaan, penyakit yang
pernah di derita
b) Sikap misalnya : sikap terhadap pembuatan jamban
keluarga,penyuluhan kesehatan.
c) Pendapat,misalnya pendapat tentang pelayanan kesehata yang
di lakukan oleh bidan di desa.
d) Keinginan, misalnya : pelayanan kesehatan yang di inginkan.
e) Pengalaman, misalnya pengalaman waktu terjadi,waba polera
yang melanda daerah mereka
f) Pengumpulan data dengan teknik wawancara mempunyai
beberapa keuntungan dan kerugian.
2.5 Ketepatan Dalam Menggunakan Skala Pengumpulan Data
1. Skala likert
Skala likert digunakan untuk mengukur siakap, pendapat dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert
mempunyai gladasi dari sangat positif sampai sangat negative, yang
dapat berupa kata-kata
1) Sangat setuju 1) setuju 1) baik sekali

9
2) Setuju 2) sering 2) cukup baik
3) Ragu-ragu 3) kadang-kadang 3) kurang baik
4) Tidak setuju 4) hampir tidak pernah 4) sangat tidak baik
5) Sangat tidak setuju 5) tidak pernah
untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi
skor, misalnya

1. sangat setuju diberi skor 5


2. setuju diberi skor 4
3. ragu-ragu diberi skor 3
4. tidak setuju di beri skor 2
5. sangat tidak setuju 1
Instrument penelitian yang digunakan skala likert dapat dibuat dalam
bentuk checklist dan atau pilihan ganda.
Kemudian jika kuisoner dengan skala likert tersebut diberikan
kepada 100 karyiawan dan kumpulan data sebagai berikut;
25 orang menjawab SS
40 orang dengan menjawab ST
5 orang ragu
20 orang TS
10 orang STS
Kemudian data dianalisa berdasarkan skoring jawaban
Jumlah skor 25 orang SS=25x5=125
Jumlah skor 40 orang ST=40x4=160
Jumlah skor 5 orang RG=5x3=15
Jumlah skor 20 orang TS=20x2=40
Jumlah skor 10 orang STS=10x1=10
Tol=350
Jumlah skor tertinggi untuk seluruh item
5x100=500(seandainya semua menjawab SS). Jumlah skor yang
diperoleh dalam penelitian adalah 350, jadi berdasarkan data itu maka
persetujuan terhadap metode kerja baru itu:(350:500)x 100 persen=70
persen

10
Skor terendah=1x100=100
Secara kontinum di gambarkan sebagai berikut
STS TS RG ST SS

100 200 300 350 400 500

Artinya bahwa dari 100 responden yang di teliti, di simpulkan bahwa


mereka setuju, karena 350 berada pada garis kontinum setuju.

2. Skala guttam
Skala guttam adalah sekala yang hanya ada dua gradasi data dua
interval yaitu setuju atau tidak setuju, ya atau tidak, positif atau
negative. Skala guttam bisa dibuat dalam bentuk pilihan ganda, dan
jawaban yang benar diberi sekor 1 dan jika salah diberi skor 0 (nol).
Contoh:
Bagaiman pendapat anda tentang pemberian insentif terhadap petugas
puskesmas
a. Setuju
b. Tidak setuju
Analisa skala gutam sama dengan perhitungan skala likert (untuk
perhitungan keseluruhan sampel)
Contoh perhitungan skala guttaam untyk perhitungan individu
Jika dua responden diberikan 10 pertanyaan, maka cara menghitung
pengetahuannya dapat dihitung sebagai berikut:
Responden Pertanyaan Skor Katagori
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Propors Baik Kurang
0 i
Ani 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 60% B
Ika 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 20% K

Jika pertanyaan nomor 1 dijawab betul, maka diberi skor 1 dan salah
diberi skor 0, karena responden ani menjawab 6 pertanyaan betul,
maka skor jawaban 6dibagi dengan total jumlah petanyaannya maka
responden ani pengetahuannya dikategorikaan baik.

11
3. Rating scale
Dengan rating scale data mentah yang akan diproleh berupa angka
kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam skala rating
scale , responden tidak akan menjawaban suatu jawaban kualitatif
yang disediakan tetapi menjawab pertanyaan kuantitatif yang
disediakan. Oleh karna itu rating scale lebih fleksibel , dan tidak
terbatas untuk pengukuran sikap saja tatpi untuk mengukur persepsi
responden. Yang penting bagi penyusun instrument dengan rating
scale adalah penyusunan harus dapat mengartikan setiap angka yang
diberikan pada alternative jawaban pada instrument.
Contoh rating scale :
Seberapa besar pengetahuan petugas kusta , sebelum dan sesudah
mengikuti pelatihan.
Pengetahuan sebelum Materi Pengetahuan sesudah
diklat diklat
01234 Penyebab 01234
01234 Penularan 01234
01234 Gejala 01234
01234 Cara mencegahan 01234
01234 Cara pengobatan 01234

Arti dari setiap angka rating scale


0 = bila sama sekali belum tahu
1 = telah mengetahui sampai dengan 25% (pengetahuan kurang)
2 = telah mengetahui sampai 50% (pengetahuan cukup)
3 = telah mengetahui 70% (pengetahuan baik)
4 = telah mengetahui 100% (pengetahuan baik sekali)
Bila instrument ini digunakan sebagai angket dan digunakan kepada
10 responden , maka data dapat ditabulisasikan seperti table berikut
ini .

No Jumlah Responden
Penyebab Penularan Gejala Pencegahan Pengobatan Total

12
Pengeta
huan
1 3 3 3 4 4 17
2 4 3 2 3 4 16
3 3 3 3 4 3 16
4 1 2 4 2 4 13
5 2 4 2 3 3 14
6 3 3 3 4 2 15
7 4 3 4 3 3 17
8 2 4 2 3 2 13
9 4 4 3 4 3 17
10 1 2 2 3 2 10
Total 27 30 28 33 30 148
Jumlah Skor kriterium tertinggi : 4x10x5=200
Keterangan :
Nilai 4 adalah skor tertinggi dari pilihan jawaban
Nilai 10 adalah jumlah responden
Nilai 5 adalah jumlah pertanyaan.
Jumlah skor hasil pengumpulan data 148 dengan demikian jumlah skor
prngumpulan data tentang pengetahuan petugas pusta sebelum dan sesudah
diberikan pelatihan adalah 148:200x100% = 78% atau secara garis kontinum
dapat digambarkan sebagai berikut :

0 100 148 dari150 200


50 demikian pengetahuan
Dengan peserta diklat 10 responden adalah
148:200=78% atau pengetahuannya baik.
Kurang Cukup Baik Sangat Baik
4. Sematic Deferensial
Skala ini juga biasa digunakan untuk mengukur sikap, hanya nbentuknya
tidak pilihan ganda maupun ceklis, tetapi tersusun dalamn garis kontinum
yang jawabannya sangat positif terletak dibagian kanan dan negatif terletak
dibagian kiri. Data yang dioperoleh adalah data internal dan biasanya sekala
ini digunakan untuk mengukur sikap dan karakteristik tertentu yang dimiliki
seseorang.
Berilah penilaian terhadap prilaku remaja terhadap penyebaran
HIV/AIDS diwalayah anda.

13
Tidak beresiko 5 4 3 2 1 beresiko responden dapat menjawab pada rentan
yang positif sampai yang negatif. Yang memberangka 5 berarti persepsi
responden terhadap prilaku remaja itu tidak beresiko terhadap penyebaran
HIV/AIDS.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sumber data merupakan tempat mendapatkan data , yang terdiri dari
sumber data primer dan sumber data skunder. Metode atau teknik
pengumpulan data adalah cara yang dilakukan seorang peneliti untuk
mendapatkan data yang diperlukan , teknik pengumpulan data dapat
dilakukan dengan cara wawancara , membagikan angket , survey dan
pemeriksaan langsung pada sasaran.
3.2 Saran

14
Melalui penulisan makalah ini penulis menyarankan kepada
pembaca agar mengumpulkan data yang akurat dari sumber data yang
dapat dipercayai. Penulis juga menyarankan agar pembaca dapat
mengumpulkan data dengan kebutuhan sehingga mendapatkan data yang
valid , data yang telah dikumpulkan ditentukan skala ukurnya.
Penulis juga menyarankan kepada pembaca agar mengumpulkan
data dengan benar dan apa adanya , data yang didapatkan tersebut harus
bisa dipertanggung jawabkan karena menyangkut keadaan/gambaran
kondisi dari suatu kelompok/daerah , selain itu data yang didapatkan
akan digunakan untuk intervensi yang akan dilakukan bahkan data yang
didapatkan akan menjadi pedoman oleh orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Afriani, A. d. (2013). Sumber Data, Metode dan Tehnik Pengumpulan Data,


Pengumpulan Data Kualitatif dan Skala Ukuran. Andalas:
http://www.Academia.edu/47267333/SUMBER-DATA-METODE-DATA-
KUALITATIF DAN SKALA-UKURAN.

Hasmi. 2012. Metode Penelitian Epidemologi. Jakarta:TIM

15