Anda di halaman 1dari 22

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP )

BABY GYM

SENAM BAYI (BABY GYM)


PENGERTIAN
Yaitu Tindakan melemaskan dan melatih gerakan motorik bayi sebagai awal
menjain trust antara therapist dan klien

TUJUAN

1. Melemaskan otot-otot bayi


2. Memperlancar peredaran darah
3. Membina tust atau hubungan saling percaya antara therapist dan klien
4. Ungkapan kasih sayang dan keceriaan
5. Melatih gerakan motorik bayi
6. Langkah awal sebelum baby swimming

KEBIJAKAN
Bayi dalam kondisi sehat
PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi


1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat

B. Tahap Orientasi
1. Memberi salam kepada klien dan sapa nama klien
2. Menjelaskan tujuan dann prosedur pelaksaan
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien

C. Tahap Kerja
1. Gerakan tangan kanan bayi kearah atas sehingga ketiaknya terbuka dan tangan kiri
diletakan didepan dada. Lakukan delapan kali dan bergantian pada tangan lainya.
2. Lakukan gerakan membuka dan menutup tangan bayi didepan dada sebanyak delapan
kali.
3. Letakan tangan bayi didepan dada, bergantian antara tangan kiri dan kanan (gerakan
silang)
4. Tekuklah kaki kiri bayi sehingga dengkul berada diperut, bersamaan dengan itu
lengan kanan diayunkan sehingga bertemu dengan dengkul bayi. Lakukan gerakan
tersebut sebanyak delapan hitungan dan sebaliknya juga delapan hitungan
5. Tekuklah kedua kaki bayi sehingga dengkul menyentuh perut. Lakukanlah gerakan
ini pada kaki kanan dan kiri bergantian hingga delapan kali hitungan. Selanjutnya
lakukanlah dengan kaki kanan dan kaki kiri secara bersamaan.
6. Selanjutnya lakukanlah gerakan kaki kiri bayi menyilang pada kaki kanan dan
sebaliknya hingga delapan kali hitungan.
7. Angkat kedua kaki bayi membentuk sudut 90 derajat. Lakukanlah gerakan tersebut
hingga sebanyak 8 hitungan.
8. Akhiri baby gym dengan ucapan “sehat.. cerdas.. ceria..”

D. Tahap Evalusi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Merapikaan klien dan lingkungan
3. Berpamitaan dengan klien
4. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan asuhan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
BABY SWIMMING

BABY SWIMMING
PENGERTIAN

Tindakan stimulasi gerakan otot-otot tubuh bayi dengan menggunakan terapi air untuk
meningkatkan tumbuh kembang yang lebih optimal.

TUJUAN
1. Meningkatkan tumbuh kembang bayi
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik, emosional dan social
3. Meningkatkan kualitas tidur

KEBIJAKAN Bayi dalam kondisi sehat

PROSEDUR PELAKSANAAN
A. Tahap Pra Interaksi
1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat

B. Tahap Orientasi
1. Memberi salam kepada klien dan sapa nama klien
2. Menjelaskan tujuan dann prosedur pelaksaan
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien
C. Tahap Kerja
1. Sebelum berenang, pasang neck ring atau pelampung leher pada bayi
2. Pastikan klip berada dibelakang dan dagu bayi berada pada cekungan yang ada pada
neck ring
3. Masukan kaki bayi secara perlahan kedalam air kemudian gerakan tangan dan kaki
bayi didalam air
4. Biarkanlah bayi berenang dan menggerakan seluruh organ tubuhnya
5. Stimulasi dengan mainan dan berikanlah motivasi pada bayi untuk menggerakan
tubuhnya
6. Setelah selesai berenang langkah selanjutnya adalah memandikan bayi.

D. Tahap Evalusi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Merapikaan klien dan lingkungan
3. Berpamitaan dengan klien
4. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan asuhan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
SPA RAMBUT ANAK & MOM

PENGERTIAN

Tindakan membersihkan rambut klien dari kotoran serta meningkatkan sirkulasi darah pada
kepala serta mengatasi permasalahan rambut

TUJUAN

1. Meningkatkan sirkulasi darah pada area kepala


2. Meningkatkan kebersihan dan hygiene rambut klien
3. Menghilangkan berbagai permasalahan rambut seperti: rambut patah, kering, bercabang,
susah diatur dan rontok
4. Meningkatkan rasa nyaman klien

KEBIJAKAN Klien Dengan perawatan rambut sehat atau bermasalah


PERALATAN
1. Essential oil
2. Strawbeners
3. Air
4. Shampoo
5. Handuk 3 buah
6. Set kursi keramas
7. Vaporizer

PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi


1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat

B. Tahap Orientasi
1. Memberi salam kepada klien dan sapa nama klien
2. Menjelaskan tujuan dann prosedur pelaksaan
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien
C. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy klien
2. Memasang handuk pada bagian dada dan bahu
3. Melakukan hair analisis dan mengkaji permasalahan yang ada pada kepala klien
4. Mempersilahkan klien untuk duduk pada kursi keramas dan bersandar
5. Melakukan hair cleansing dengan membasahi rambut klien menggunakan air
kemudian melakukan gerakan keramas dengan memasukan jari-jari tangan hingga
menyentuh kulit kepala klien
6. Memberikan shampoo kemudian menggosok dari bagian kulit kepala hingga ujung
hingga berbusa kemudian membilas dengan air bersih hingga bersih
7. Mengeringkan rambut dengan menggunakan handuk kering
8. Menyisir rambut kemudian membagi area kepala klien menjadi 4 bagian
9. Membelah kulit kepala bagian atas diukur dari hidung keatas hingga ke pertengahan
alis lalu dengan menggunakan batang sisir belah rambut menjadi dua bagan
menyusuri kulit kepala klien
10. Berikanlah strawbeners pada kulit kepala klien dengan menggunakan jari telunjuk
pada kulit kepala
11. Lakukan masase dengan menggunakan tiga jari melingkar sebanyak empat kali
putaran, pada putaran yang keempat diberikan sedikit tekanan dan diulangi hingga
tiga kali pada masing-masing area
12. Lakukaan gerakan hingga semua kulit kepala merata kemudian oleskan strawbeners
pada batang rambut hingga ujung rambut kemudian ratakan dengan menggunakan
kedua jari tangan hingga seluruh bagian kepala klien
13. Tutup rambut klien dengan menggunakan handuk kemudian lakukan uaphorizer (jika
tidak mengalami kerontokan) selama lima menit lalu persilahkan untuk klien
menunggu hingga 30 menit (proses masker rambut)
14. Bilas rambut klien dengan air pada kursi keramas kemudian keringkan lalu sisir
rambut hingga rapi
15. Merapikan klien

D. Tahap Evalusi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Merapikaan klien dan lingkungan
3. Berpamitaan dengan klien
4. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
SPA TANGAN & KAKI ANAK

PENGERTIAN

Tindakan membersihkan tangan dan kaki klien serta merawat kesehatan kuku serta menunjang
penampilan yang lebih sehat dan menarik

TUJUAN

1. Meningkatkan sirkulasi darah tangan dan kaki


2. Menjaga kebersihan tangan dan kaki
3. Mencegah terjadinya luka pada kaki
4. Meningkatkan aktualisasi diri klien

KEBIJAKAN Klien sehat

PERALATAN

1. Moisteners
2. Menipedi tea
3. Sabun
4. Waslap
5. Air
6. Waskom 2 buah
7. Kursi duduk
8. Ners biomasker (masker anak)
9. Set perawatan kuku
10. Kuas masker

PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi


1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
B. Tahap Orientasi
1. Memberi salam kepada klien dan sapa nama klien
2. Menjelaskan tujuan dann prosedur pelaksaan
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien

C. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy klien
2. Menganjurkan klien untuk melakukan senam kaki
3. Memasukan air dan menipeditea kedalam gelas dan seduh dengan air panas
4. Merendam tangan/ kaki klien selama lima menit
5. Membersihkan tangan/kaki dengan menggunakan sabun dan waslap
6. Mengeringkan dengan menggunakan handuk
7. Melakukan skin analisis
8. Melakukan pemotongan atau perawatan kuku secara lengkap (memotong dan
merapikan area kuku)
9. Melaakukan masase dengan teknik yang berurutan
10. Melakukan pemberian masker pada tangan/ kaki
11. Membersihaakan dengan mengguanakan waslap basah
12. Mengeringkan dengan menggunakan handuk
13. Memberikan nail buffer untuk mengkilapkan kuku
14. Memberikan pelembap
15. Merapikan klien

D. Tahap Evalusi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Merapikaan klien dan lingkungan
3. Berpamitaan dengan klien
4. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PIJAT BAYI PREMATUR

PENGERTIAN

Tindakan stimulasi tubuh bayi dengan terapi sentuhan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan
tumbuh kembang bayi yang lebih optimal

TUJUAN

1. Merangsang kinerja organ-organ tubuh secara optimal


2. Membantu memperlancar sistem pencernaan
3. Meningkatkan ketenangan emosional anak
4. Meningkatkan pertumbuhan
5. Meningkatkan daya tahan tubuh
6. Membina ikatan kasih sayang orang tua dan anak

KEBIJAKAN Bayi dalam kondisi sehat

PERALATAN

1. Minyak pijat bayi lavender “Moisteners”


2. Handuk

PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi


1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
B. Tahap Orientasi
1. Memberi salam kepada klien dan sapa nama klien
2. Menjelaskan tujuan dann prosedur pelaksaan
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien
C. Tahap Kerja
1. Memberikan rangsangan raba (tactile stimuli) selama lima menitBayi dalam posisi
ditelungkupkan. (Tiap gerakan dilakukan dalam waktu 2x5 menit, Tiap gerakan
diulangi 6 kali, Dikerjakan selama 5 menit.
2. A. Kepala: dengan menggunakan kedua telapak tangan, usap kepala dari puncak
kepala sampai keleher menggunakan viconers platinum, kemudian kembali lagi
kepuncak kepala
b) Bahu: dengan dua jari tangan kanan dan kiri usap kedua belah bahu bayi dari
pertengahan punggung ke pangkal lengan, kemudian kembali ke pertengahan
punggung
c) Punggung: dengan dua jari kedua tangan usaplah leher ke pantat, lalu ke leher
d) Kaki: dengan dua jari kedua tangan usaplah: Kedua kaki secara bersamaan
Dari pangkal paha ke pergelangan kaki, kemudian kembali ke pangkal paha.
3. Memberi rangsangan kinestetik (kinesthetic stimuli) selama 5 menit
a. Bayi dalam keadaan ditelentangkan
b. Tiap gerakan dilakukan dalam waktu 2x5 menit
c. Tiap gerakan diulangi 6 kali
d. Dikerjakan selama 5 menit
4. Lengan: 6 gerakan pada tiap lengan
a. Dikerjaan satu per satu
b. Pegang lengan pada pergelangan tangan, kemudian tekuk didaerah dada
5. Kaki: enam gerakan tiap kaki
a. Dikerjakan satu per satu
b. Pegang daerah pergelangan kaki, kemudian tekuk didaerah lutut dan pinggul
c. Dikerjakan pada kedua kaki secara bersamaan, enam gerakan
d. Pegang daerah pergelangan kaki, kemudian tekuk didaerah lutut
e. Tekan kedua kaki kea arah perut.

D. Tahap Evalusi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Merapikaan klien dan lingkungan
3. Berpamitaan dengan klien
4. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan asuhan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
FORMULASI BABY OIL HERBAL

PENGERTIAN

Tindakan formulasi atau pencampuran antara minyak aromatherapy dengan aneka minyak
tumbuhan (lemak) untuk mendapatkan minyak yang berkualitas dalam perawatan bayi dan anak
TUJUAN

1. Memperoleh minyak yang bernutrisi secara topical therapy


2. Mendapatkan minyak yang aman untuk terapi
3. Mengembangkan kualitas pelayanan dengan cutomer great experience
PERALATAN

1. Spuit 10 cc
2. Timbangan digital
3. Essensial oil
4. Viconers platinum
5. Minyak biji zaitun
6. Minyak biji bunga matahari
7. BHT
8. Botol pet
9. Sendok
10. Gelas pencampur
PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Kerja
1. Menyiapkan peralatan dan bahan yang akan diracik
2. Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan
3. Memakai masker, handscoon dan penutup rambut
4. Mengambil 80% Viconers platinum (minyak kelapa murni) dengan spuit dan
maasukan dalam gelas kaca bening
5. Mengambil 10% minyak bii bunga matahari dengan spuit kemudian campur dalam
wadah yang berisi voconers platinum
6. Mengambil 10% minyak biji zaitun dengan spuit kemudian campur dengan minyak
biji bunga matahari dan viconers platinum kemudian aduk hingga bercampur
homogeny
7. Timbang BHT 0,1% dengan timbangan digital kemudian campur kedalam minyak
lalu aduk hingga merata
8. Timbang essensial oil 0,2% sesuai takaran kemudian masukan dalam campuran
oleum tadi hingga tercampur homogen
9. Masukan campuran oleum dalam botol dan siap digunakan untuk kalanga sendiri.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
FORMULASI TELON OIL HERBAL SUPER NUTRISI

PENGERTIAN

Tindakan formulasi atau pencampuran antara minyak aromatherapy dengan aneka minyak
tumbuhan (lemak) untuk mendapatkan minyak yang berkualitas dalam perawatan bayi dan anak
TUJUAN

1. Memperoleh minyak yang bernutrisi secara topical therapy


2. Mendapatkan minyak yang aman untuk terapi
3. Mengembangkan kualitas pelayanan dengan cutomer great experience
PERALATAN

1. Spuit 10 cc
2. Timbangan digital
3. Viconers platinum
4. Minyak zaitun
5. BHT
6. Botol pet
7. Sendok
8. Gelas pencampur
PROSEDUR PELAKSANAAN
A. Tahap Kerja
1. Menyiapkan peralatan dan bahan yang akan diracik
2. Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan
3. Memakai masker, handscoon dan penutup rambut
4. Mengambil 50% Viconers platinum (minyak kelapa murni) dengan spuit dan
maasukan dalam gelas kaca bening
5. Mengambil 20% minyak zaitun dengan spuit kemudian campur dalam wadah yang
berisi voconers platinum
6. Mengambil 30% minyak kayu putih dengan spuit kemudian campur dengan minyak
zaitun dan viconers platinum kemudian aduk hingga bercampur homogeny
7. Timbang BHT 0,1% dengan timbangan digital kemudian campur kedalam minyak
lalu aduk hingga merata
8. Masukan campuran oleum dalam botol dan siap digunakan untuk kalanga sendiri.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
MASASE TUBUH AROMATHERAPY

PENGERTIAN

Tindakan perawatan tubuh klien dengan memberikan sentuhan pemijatan untuk mengurangi
ketegangan otot, nyeri serta meningkatkan kebugaran
TUJUAN

1. Mengurangi ketegangan otot


2. Meningkatkan relaksasi fisik dan psikologis
3. Mengkaji kondisi kulit
4. Meningkatkan sirkulasi/ peredaran darah pada area yang dimasase

KEBIJAKAN Klien post partum

PERALATAN

1. Moisteners lavender oil


2. Handuk
PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi


1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
B. Tahap Orientasi
1. Memberi salam kepada klien dan sapa nama klien
2. Menjelaskan tujuan dann prosedur pelaksaan
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien
C. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy klien
2. Atur klien dalam posisi prone. Bila tidak bisa dapat diatur dengan posisi miring
3. Letakan sebuah bantal kecil dibawah perut klien untuk menjaga posisi yang tepat.
4. Tuangkan moisteners ke tangan . usap kedua tangan sehingga oleum akan merata
pada kedua tangan
5. Lakukan masase pada punggung. Masase dilakukan dengan menggunakan jari-jari
dan telapak tangan, dan tekanan yang halus.
6. Metode masase
a. Selang seling tangan. Masase punggung dengan tekanan pendek, cepat, bergantian
tangan
b. Remasan. Usap otot bahu dengan setiap tangan anda yang dikerjakan secara
bersama
c. Gesekan. Masase punggung dengan ibu jari, dengan gerakan memutar sepanjang
tulang punggung dari sacrum ke bahu
d. Eflurasi. Masase punggung dengan kedua tangan, denganmenggunakan tekanan
lebih halus dengan gerakan keatasuntuk membantu aliran balik vena
e. Petriasi. Tekan punggung secara horizontal. Pindah tangan anda kearah yang
berlawanan dengan menggunaakan gerakan meremas.
f. Tekanan menyikat. Secara halus tekan punggung dengan ujung-ujung jari untuk
mengakhiri masase.
g. Merapikan klien

D. Tahap Evalusi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Merapikaan klien dan lingkungan
3. Berpamitaan dengan klien
4. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan asuhan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PIJAT BAYI

PENGERTIAN

Tindakan stimulasi tubuh bayi dengan terapi sentuhan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan
tumbuh kembang bayi yang lebih optimal

TUJUAN

1. Merangsang syaraf motorik


2. Memperbaiki pola tidur
3. Membantu memperlancar sistem pencernaan
4. Meningkatkan ketenangan emosional anak
5. Meningkatkan pertumbuhan
6. Meningkatkan daya tahan tubuh
7. Membina ikatan kasih sayang orang tua dan anak

KEBIJAKAN Bayi dalam kondisi sehat

PERALATAN

1. Minyak pijat bayi lavender “Moisteners”


2. Handuk

PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi


1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat

B. Tahap Orientasi
1. Memberi salam kepada klien dan sapa nama klien
2. Menjelaskan tujuan dann prosedur pelaksaan
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan klien
C. Tahap Kerja
Pedoman melaksanakan terapi:
1. Kaki
a. Perahan cara India
Langkah yang pertama adalah basahi tangananda menggunakan moisteners
oil kemudianpeganglah kaki bayi pada pangkal paha sepertimemegang pemukul
softball, kemudiangerakkan tanganandake pergelangan kakibayisecara
bergantian seperti memerah susu.Dengan arah yang sama anda
dapatmenggunakan kedua tangan anda untukmemeras, memijat serta
memutar kedua kakibayi dari pangkal paha menuju kebawah secaralembut
sehingga tidak menyakiti bayi.
b. Perahan cara Swedia
Cara yang lain adalah perahan cara swediayaitu anda dapat memegang
kedua pergelangan kaki bayi kemudian kemudian gerakkan kedua tangan
secara bergantian dari pangkal kaki hingga ke pangkal paha. Lakakan teknik
meremas, memijat, serta memutar dengan lembut kedua kaki bayi. Kajilah
respon bayi, apabila bayi merasa tidak nyaman atau menangis hentikanlah
pemijatan.
2. Telapak kaki
a. Gunakanlah moisteners oil untuk menguruttelapak kaki bayi. Urutlah telapak
kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki
menuju ke jari. Atau anda dapat membuat lingkaran-lingkaran kecil dengan
kedua ibu jari secara bersamaan pada seluruh telapak kaki dimulai dari tumit
bayi. Hal tersebut dapat diulang hingga beberapa kali.
3. Jari
Langkah pemijatan selanjutnya adalah pada jari-jari kaki bayi. Pijatlah jari-jari
kaki satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki dan diakhiri
dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari kaki bayi. Janganlah menekan terlalu
kuat karena akan mengakibatkan ketidaknyamanan pada bayi.
4. Punggung kaki
Setelah selesai melakukan terapi pada jari maka langkah selanjutnya adalah
punggung kaki. Dengan kedua ibu jari, buatlah lingkaran di sekitar kedua mata
kaki sebelah dalam dan luar. Kemudian urutlah seluruh punggung kaki dengan
kedua ibu jari secara bergantian dari pergelangan kaki ke arah jari. Atau
buatlah gerakan yang membentuk lingkaran-lingkaran kecil dengan kedua ibu jari
secara bersamaan,dari daerah mata kaki ke jari kaki.
5. Gerakan menggulung Peganglah pangkal paha dengan kedua tangan anda,
kemudian gerakkan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki
dengan lembut kemudian, lakukan hingga beberapa kali.
6. Gerakan akhir Rapatkanlah kedua kaki bayi, kemudian letakkan kedua tangan anda
secara bersamaan pada pangkal paha, kemudian usap beberapa kali kedua kaki bayi
dari atas ke bawah dengan lembut.
7. Perut Pedoman pemijatan pada derah perut ini sangat penting karena bayi sangat
sensitif dan tulangnya masih lunak. Sehingga anda harus menghindari melakukan
pemijatan di bagian perut pada tulang rusuk atau ujung tulang rusukbayi.
8. Mengayuh pedal sepeda Basahilah tangan anda dengan moisteners oil untuk
memijat bagian perut, kemudian langkah selanjutnya anda dapat melakukan
gerakan pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, gerakan dari atas ke
bawah perut secara bergantian dengan tangan kanan dan kiri.
9. Menekan perut Tekuklah kedua lutut kaki bayi secara bersamaan dengan lembut ke
permukaan perut bayi. Anda juga dapat melakukan hal ini secara bergantian yang
dimulai dengan lutut kanan dan dilanjutkan dengan lutut kirisecara lembut.
10. Bulan-matahari Buatlah lingkaran dengan ujung-ujung jari tangan kanan anda
mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) sesuai arah jarum
jam, kemudian kembali ke daerah kanan bawah (seperti bentuk bulan), diikuti oleh
tangan kiri yang selalu membuat bulatan penuh (seperti bentuk matahari). Lakukan
hal ini secara berulang-ulang.
11. Jam metode lain yang dapat anda gunakan adalah dengan membayangkan ada
gambar jam pada perut bayi. Perut bayi bagian paling atas dianggap jam 12,
bagian bawah perut dianggap jam 6, lalu buat gerakan berikut : Buat lingkaran searah
jarum jam dengan tangan kanan anda dibantu tangan kiri dimulai pada jam 8
(di daerah usus buntu)
12. Gerakan I Love You
”I” : Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan
menggunakan jari-jari tangan kanan seolah membentuk huruf ”I”.
”LOVE” : Bentuklah huruf ”L” terbalik, dengan melakukan pemijatan dari
kanan atas perut ke kiri atas kemudian dari kiri atas ke kiri bawah.
”YOU” : Bentuklah huruf ”U” terbalik, dimulai dari kanan bawah (daerah usus
buntu) ke atas kemudian ke kiri, ke bawah, dan berakhir diperut kiri bawah.
13. Gelembung Letakkanlah ujung-ujung jari pada perut bayi dibagian kanan bawah
dan buatlah gerakan dengan tekanan sesuai arah jarum jam dari kanan ke kiri
bawah guna memindahkan gelembung-gelembung udara. Dengan kedua telapak
tangan buatlah gerakan dari tengah dada ke samping luar seolah sedang meratakan
kertas pada buku tua.
14. Dada
Jantung besar
Gunakanlah kembali moisteners oil untuk memudahkan pemijatan. kemudian
buatlah gerakan seperti membentuk gambar jantung dengan meletakkan ujung-
ujung jari kedua tangan anda diulu hati. Setelah itu buatlahgerakan ke atas sampai
di bawah leher, kemudian ke samping di atas tulang selangka, lalu ke bawah ke
ulu hati seolah-olah anda membuat gambar jantung.
Kupu-kupu
Gerakan pada dada selanjutnya yaitu dengan membuat gambar kupu-kupu.
Dimulai dengan tangan kanan yang memijat menyilang dari ulu hati ke arah bahu
kanan, dan kembali ke ulu hati, kemudian dengan tangan kiri ke bahu kiri,
kemudian kembali ke ulu hati. Lakukan dengan lembut dan penuh kehangatan.
Jantung kecil
Anda dapat melakukan gerakan membuat gambar jantung kecil pada kedua
puting bayi secara bergantian.
Burung Kecil
Buatlah gerakan seolah membuat gambar jantung besar hingga ke tepi selangka.
Kemudian dengan jari-jari tangan yang diregangkan buatlah gerakan seolah
membuat gambar sayap burung kecil, dimulai dari samping dada ke atas.
15. Tangan
a. Perahan cara India
Gunakanlah moisteners secukupnya. Perahan cara India bermanfaat untuk
relaksasi otot dan arahnya menjauhi tubuh. Peganglah lengan bayi dengan
kedua telapak tangan mulai dari pundak, seperti memegang pemukul
softball. Gerakkan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergantian dan
berulang-ulang seolah memerah susu sapi. Cara lain yaitu kedua tangan
anda dapat melakukan gerakan memeras, memijat, dan memutar lengan bayi
mulai dari pundak ke pergelangan tangan secara lembut.
b. Perahan cara Swedia
Modifikasi pemijatan selanjutnya adalah perahan cara swedia yaitu pijatan
yang dimulai dari pergelangan tangan ke arah badan untuk mengalirkan darah
ke jantung dan ke paru-paru. Gerakkan tangan kanan dan kiri secara bergantian,
mulai dari pergelangan ke arah pundak. Cara lain yaitukedua tangananda
dapat melakukan gerakan memeras, memutar, dan memijat lengan bayi mulai
dari pergelangan tangan hingga ke pundak secara lembut.
16. Telapak tangan
Gunakanlah kedua ibu jari anda untuk memijat telapak tangan seolah membuat
lingkaran-lingkaran kecil dari pergelangan tangan ke arah jari-jari. Sedangkan
keempat jari lainnya memijat punggung tangansecara bergantian.
17. Jari
Pijatlah jari bayi satu per satu menuju ujung jari dengan gerakan memutar.
Akhiri gerakan ini dengan tarikan yang lembut pada tiap ujung jari. Tarikan yang
terlalu kuat dapat menyebabkan resiko cidera pada bayi
16. Gerakan menggulung
Gerakan selanjutnya adalah menggulung, caranya yaitu peganglah lengan bayi
bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan. Bentuklah gerakan menggulung
dari pangkal lengan menuju pergelangan tangan/jari-jari. Lakukan selama
beberapakali secara lembut.
17. Gerakan akhir
Rapatkanlahkedua tanganbayi, kemudian letakkan kedua tangan anda secara
bersamaan pada pangkal lengan tangan bagian atas, kemudian usap beberapa
kalikedua tanganbayi dari atas ke bawah dengan lembut.
18. Muka
a. Membasuh muka
Hindari menggunakan minyak pijat pada daerah sekitar mata atau selaput
lendir lainya karena dapat menyebabkan resiko iritasi pada bayi.Tutuplah
wajah bayi dengan kedua telapak tangan anda dengan lembut sambil bicara
pada bayi secara halus seolah-olah anda dan bayi sedang berbicara berdua.
Gerakkan kedua tangan anda ke samping pada kedua sisi wajah bayi seperti
gerakan membasuh muka.Lakukan hingga beberapa kali
b. Dahi (menyetrika dahi)
Anda dapat meletakkan jari-jari kedua tangan pada pertengahan dahi bayi.
Tekankan jari-jari anda dengan lembut mulai dari tengah dahi bayi ke arah
samping kanan dan kiri seolah menyetrika dahi. Setelah itu gerakkan ke
bawah ke daerah pelipis dan buatlah lingkaran-lingkaran kecil di pelipis
kemudian gerakkan ke arah dalam melalui daerah pipi di bawah mata.
c. Alis (menyetrika alis)
Anda dapat meletakan kedua ibu jari di antara kedua alis mata. kemudian
pijatlah secara lembut bagian atas mata atau alis mulai dari tengah ke
samping seperti menyetrika alis. Perhatikan respon bayi saat anda melakukan
terapi.
d. Hidung (senyum pertama)
Langkah selanjutnya anda dapat meletakkan kedua ibu jari di antara kedua alis
bayi. Tekankanlah ibu jari anda dari pertengahan kedua alis turun melalui tepi
hidung ke arah pipi kemudian gerakkan ke samping dan ke atas seolah
membuat bayi tersenyum.
e. Rahang atas : senyum kedua
Letakkan kedua ibu jari anda pada pertengahan rahang atas atau di atas
mulut di bawah sekat hidung. Gerakkan kedua ibu jari anda dari tengah ke
samping dan ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.
f. Dagu/rahang bawah : senyum ketiga
Letakkan kedua ibu jari anda di tengah dagu.Tekankan dua ibu jari pada
dagu, lalu gerakkan dari tengah ke samping kemudian ke atas seolah membuat
bayi tersenyum.
g. Belakang telinga
Dengan tekanan lembut gerakkan jari-jari kedua tangan anda dari belakang
telinga kanan dan kiri ke tengah dagu. Atau dengan tekanan lembut gerakkan
kedua tangan anda dari belakang telinga membentuk lingkaran-lingkaran kecil
ke seluruh kepala.
h. Punggung
Gerakan maju mundur sepertikuda goyang Teteskan besukupnya moisteners oil
pada kedua tangan anda kemudian ubahlah posisi bayi dalam posisi
tengkurap melintang di depan anda dengan kepala di sebelah kiri dan kaki
di sebelah kanan anda. Pijatlah dengan gerakan maju mundur menggunakan
kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, dari bawah leher sampai ke
pantat bayi.
i. Gerakan menyetrika
Langkah selanjutnya adealah melakukan usapan dengan telapak tangan kanan
anda, menyerupai gerakan menyetrika dengan lembut yang dimulai dari
pundak hingga ke bawah sampai pada pantat bayi.

CATATAN:

1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pijat bayi. Pedoman yang perlu diperhatikan
dalam melakukan pemijatan adalah:
2. Awali pemijatan dengan sentuhan ringan kemudian secara bertahap tambah tekanannya.
3. Tekanan pemijatan disesuaikan umur:
a. 0-1 bulan: Gerakan atau tekanan lebih mendekati usapan halus dan sebelum tali pusat
lepas sebaiknya tidak dilakukan pemijatan daerah perut.
b. 1-3 bulan: Tekanan lebih kuat dan gerakan lebih variatif.
c. 3 bulan- 3 tahun: Dilakukan seluruh gerakan pemijatan sesuai teknik pada seluruh
tubuh.
d. Pada bayi premature sebelum bayi sehat betul, hanya diberikan sentuhan ringan.
e. Pemijatan dimulai dari ujung kaki kemudian keatas serta pertahankan kontak mata
selama pemijatan.
f. Tanggap terhadap bayi, seperti bila bayi menangis tenangkan dulu baru setelah diam
pemijatan dilanjutkan.
g. Tidak membangunkan bayi hanya untuk melakukan pemijatan
4. Tidak melakukan pemijatan bila:
a. Segera setelah selesai makan.
b. Bayi dalam keadaan tidak sehat.
c. Bayi tidak mau dipijat atau memaksakan posisi pijat tertentu.
d. Siapkan perlengkapan pijat seperti: popok bersih dan pakaian ganti.
e. Perawat atau bidan harus melepaskan gelang, cincin dan memotong kuku-kuku jari.
yang panjang agar tidak menyakiti kulit bayi yang lembutdan sangat sensitif.

D. Tahap Evalusi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Merapikaan klien dan lingkungan
3. Berpamitaan dengan klien
4. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan asuhan

Beri Nilai