Anda di halaman 1dari 19

BAB 8

RETURN DAN RISIKO

PENDAHULUAN

Pada bab ini kita akan membahas tingkat keuntungan & risiko. Pembicaraan dimulai
dengan perhitungan return atau tingkat keuntungan. Kemudian diteruskan dengan pembicaraan
mengenai risiko dan tingkat keuntungan dalam konteks portopolio. Konsep risiko dan return
dipopulerkan oleh Markowitz pada tahun 1955. Markowitz memperkenalkan model yang disebut
two – parameter model, yang intinya mengatakan bahwa investor seharusnya memfokuskan pada
dua parameter: (1) return atau tingkat keuntungan yang diharapkan dari suatu aset, dan (2) risiko
yang dilihat melalui standar deviasi return aset tersebut.

Dalam bahasa sehari-hari return adalah tingkat keuntungan. Formula yang lebih umum
untuk menghitung return adalah sebagai berikut.

Return =b{[P t – P t-1) + D t] / P t-1 } x 100%

Dimana : P t = harga atau nilai pada periode t

P t-1= harga atau nilai pada periode sebelumnya ( t-1)

D t = dividen yang dibayarkan pada periode t

Risiko bisa didefenisikan sebagai kemungkinan penyimpangan dari hasil yang


diharapkan. Untuk mengoperasionalkandefenisi tersebut, kita bisa menggunakan standar deviasi
yang menghitung dispersi ( penyimpangan ) dari hasil yang diharapkan. Dengan demikian
standart deviasi kita gunakan untuk mengukur risiko, semakin besar standar deviasi tingkat
keuntungan suatu aset, maka semakin tinggi risiko aset tersebut.

Misalkan ada dua aset A dan aset B

Tabel 1. Perhitungan tingkat keuntungan yang diharapakan

Kondisi probabilitas Astra Niaga


perekonomian
(A) (B)

Sangat baik 0,20 20 % 2.5 %

Baik 0,20 10 4

Normal 0,20 7.5 6

Jelek 0,20 5 6.5


Kondisi probabilitas Astra Niaga
perekonomian
(A) (B)

Sangat jelek 0,20 2.5 7

Tingkat keuntungan 9% 5,2%


yang diharapkan

Terlihat bahwa probabilitas berjumlah satu (0,2+0,2+0,2+0,2+0,2 = 1). Ada dua hukum
probabilitas: pertama yaitu jumlah probabilitas harus sama dengan 1, dan yang kedua yaitu nilai
probabilitas harus lebih besar atau sama dengan nol. Kedua hal tersebut merupakan persyaratan
dari probabilitas . Berapa tingkat keuntungan dan risiko untuk aset A dan aset B ?

E (RA) = 0,20(20%)+0,20(20%)+0,20(20%)+0,20(20%)+0,20(20%)= 9%

E (RB) = 0,20(2,5%)+0,20(4%)+0,20(6,5%)+0,20(5,2%) = 5,2%

Portofolio adalah gabungan dari dua aset atau lebih. Tingkat keuntungan portopolio
merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat keuntungan aset individualnya. Perhitungan risiko
portofolio lebih kompleks. Risiko portopolio tidak hanya merupakan rata-rata tertimbang dari
risiko individualnya. Risiko portofolio bisa dihitung dengan rumus:

Formula untuk menghitung ekspektasi return suatu portfolio, E(Rp) adalah sebagai
berikut:

E(Rp) = Σ E(Ri) Xi

Keterangan:

E(Rp) = tingkat keuntungan / ekspektasi return dari suatu porfolio

E(Ri) = ekspektasi return dari sekuritas

Ri = satu outcome dari sekuritas

Xi = proporsi asset / dana yang diinvestasikan pada saham i

Formula untuk menghitung satndar deviasi sebuah portfolio,σp adalah sbb :

σp2= Σ Xiσi2+ Σ Σ Xi Xjσij

Σp2= √ Σ Xi2σi2+ Σ Σ Xi Xjσij


Keterangan :

σp2 = varian portfolio

σi = kovarian saham i ( i = 1,2,… ; i ≠ j )

σij = kovarian antara i dan jXi = proporsi dana ke sekuritas i

Xj = proporsi dana ke sekuritas j

Secara umum, korelasi antar-aset biasanya bernilai positif tetapi kecil. Karena secara
umunya korelasi antar- aset akan bertanda positif, maka set yang efisien yang akan kita peroleh
mempunyai bentuk lengkung.Risiko yang tidak bisa dihilangkan disebut sebagai risiko sistematis
( tidak sistematis). Set yang efesien bisa dibentuk dengan menggunakan parameter risiko dan
tingkat keuntungan.

BAB 9

MODEL KESEIMBANGAN RISIKO

DAN RETURN

Dalam berinvestasi di pasar modal khususnya portofolio, selain menghitung return yang
diharapkan, seorang investor juga harus memperhatikan risiko yang harus ditanggungnya. APT
(ArbitragePricingTheory) dan CAPM (Capital AssetPricing Model) merupakan model
keseimbangan yang sering digunakan untuk menentukan risiko yang relevan terhadap suatu aset,
serta hubungan risiko dan return yang diharapkan. CAPM menggunakan volatilitas return suatu
sekuritas atau return portofolio terhadap return pasar sebagai pengukur risiko.

Sedangkan APT menggunakan banyak variabel sebagai pengukurnya yang sering disebut
dengan model faktor. Variabel yang digunakan sebagai faktor risiko dalam APT yaitu inflasi,
kurs Dollar, kurs Euro, Indeks Harga Konsumen (IHK), Indeks Harga Perdagangan Besar
(IHPB), Indeks LQ-45 serta tingkat suku bunga Bank Indonesia sebagai aset tidak berisiko
(riskfreeasset). Penggabungan CAPM dan APT memungkinkan untuk membentuk portofolio
optimal dengan memasukkan volatilitas return portofolio terhadap return pasar dan ketujuh
variabel sebagai pengukur risiko.

Dalam pasar keuangan yang efisien, dan jika investor tidak suka risiko (risk-averse),
maka kenaikan risiko harus dikompensasi oleh tingkat keuntungan yang lebih tinggi. Semakin
tinggi risiko, semakin tinggi tingkat keuntungan yang diharapkan.
Capital Aset Pricing Model (CAPM) merupakan Model yang menggambarkan hubungan
risiko dan pengembalian yang diharapkan, dalam model ini pengembalian surat berharga yang
diharapkan adalah tingkat bebas risiko di tambah premium yang di dasarkan pada risiko
sistimatis surat berharga. Dalam keadaan ekuilibrium, required rate of return investor untuk suatu
saham akan dipengaruhi oleh risiko saham tersebut. Dalam hal ini risiko yang diperhitungkan
hanyalah risiko sistimatis atau risiko pasar. Sedangkan risiko yang tidak sistimatis dianggap tidak
relevan karena risiko ini dapat dihilangkan melalui diversifikasi.

CAPM merupakan model yang bisa menggambarkan atau memprediksi realitas di pasar
yang bersifat komplek, meskipun bukan kepada realitas asumsi-asumsi yang digunakan. Oleh
karena itu, CAPM sebagai sebuah model keseimbangan bisa membantu kita menyederhanakan
gambaran realitas hubungan risk dan return. Secara teoritis memang dimungkinkan
menghilangkan risiko (yang diukur dengan beta) apabila korelasi antar aktiva tersebut adalah
negatif sempurna.

Capital market lain merupakan garis yang menunjukkan semua kemungkinan kombinasi
portofolio efisien yang terdiri dari aktiva-aktiva berisiko dan aktiva bebas risiko. Harga pasar
dari risiko menunjukkan tambahan return yang dituntut oleh pasar karena adanya kenaikan risiko
portofolio relative terhadap risiko pasar.

Hubungan antara risiko dan return portofolio efisien akan menghasilkan garis pasar
modal (capital market line, CML), sementara hubungan antara risiko dan return sekuritas
individual akan menghasilkan garis pasar sekuritas (security market line, SML). Garis pasar
modal menggambarkan hubungan antara return harapan dan risiko total dari portofolio efisien
pada pasar yang seimbang.

Security market line adalah menjelaskan hubungan antara risiko dengan return untuk
semua aset. Garis pada security market line diturunkan dari capital market lain. Secara spesifik
capital asset pricing model mempunyai dua tujuan yaitu :

Menjelaskan hubungan antara risiko dengan return

Menjelaskan kondisi keseimbangan dalam pasar keuangan

Menurut capital asset pricing model hanya risiko sistematis ( estimasi beta ) yang
berpengaruh terhadap return. Bagaimana menghitung risiko sistematis? Untuk mengestimasi
besarnya koefisien beta, bisa digunakan market model. Pada Market model tidak digunakan
asumsi bahwa error term untuk setiap sekuritas tidak berkorelasi satu dengan lainnya.

Persamaan market model bisa dituliskan juga seperti persamaan single index model seperti
berikut :
Ri = αi + βiRM + ei

Dalam hal ini :

Ri = return sekuritas i

αi = return indeks pasar

βi = intersep

RM = slope

ei = residual error

Perlu kita ketahui bahwa risiko sistematis adalah risiko yang relevan dalam model
tersebut. Risiko sistematis bisa diestimasi dengan market model, yaitu regresi dengan
menggunakan return aset i sebagai variabel tidak bebas, dan return pasar adalah sebagai variabel
bebas.

BAB 8 RETURN DAN RISIKO : PENDAHULUAN

PERTANYAAN
1. Jelaskan perhitungan return!
Dalam bahasa sehari-hari, return adalah tingkat keuntungan.
Formula :
Return = {[(Pt-Pt-1) + Dt]/ Pt-1} X 100%
Dimana : Pt = Harga atau nilai pada periode t
Pt-1 = Harga atau nilai pada periode sebelumnya (t-1)
Dt = Deviden yang dibayarkan pada periode t
Misalkan kita membeli saham dengan harga Rp. 1000,00, kemudian satu tahun mendatang kita
jual dengan harga Rp. 1.200,00. Perusahaan membayar deviden sebesar Rp. 100,00 pada tahun
tersebut.
Tingkat keuntungan dihitung sebagai berikut ini :
Return = Rp. 1.200,00 + Rp. 100,00 – Rp. 1.000,00 X 100%
Rp. 1.000,00
= (Rp. 300,00 / Rp. 1.000,00) X 100%
= Rp. 30%

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 192)

2. Jelaskan perhitungan return yang diharapkan!


Tingkat keuntungan yang diharapkan (expeted return) bisa dihitung sebagai berikut ini.
E(RA) = 0,20 (20%) + 0,20 (10%) + 0,20 (7,5%) + 0,20 (5%) + 5% + 0,20 (2,5%) 9%
E(RB) = 0,20 (2,5%) + 0,20 (4%) + 0,20 (6%) + 0,20 (6,5%) + 0,20 (7%)
= 5,2%
(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 193)

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan resiko! Bagaimana perhitungannya ?


Risiko bia didefinisikan sebagai kemungkinan penyimpanan dari hasil yang diharapkan. Untuk
mengoperasinalkan definisi tersebut kita bisa menggunakan standar deviasi yang menghitung
dispersi (penyimpangan) dari hasil yang diharapkan. Dengan demikian standar deviasi kita
gunakan untuk mengukur risiko, semakin besar standar deviasi tingkat keuntungan suatu asset,
semakin tinggi risiko astet tersebut.
Dengan Rumus:
E(R) = ∑pi Ri
σR² = ∑pi (Ri – E (R)²
σR = (σ²)½
Dimana : E (R) = tingkat keuntungan yang diharapkan
Pi = probabiitas untuk kondisi/scenario i
Ri = Return atau tingkat keuntungan pada scenario i
σR = standar deviasi return (tingkat keuntungan)
σR² = variasi return (tingkat keuntungan)

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. mamduh Hanafi, M. B. A Halaman 194)

4. Jelaskan perhitungan return dalam konteks portofolio!


E (Rp) = ∑Xᵢ E (Rᵢ)
Dimana : E (Rp) = tingkat keuntungan yang diharapkan untuk portofolio
Xᵢ = proporsi (bobot) untuk asset individual i
E(Rᵢ) = tingkat keuntungan yang diharapkan untuk asset individual i

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 195)

5. Jelaskan perhitungan risiko dalam konteks porofolio!


Perhitungan risiko portofolio lebih kompleks. Risiko portofolio tidak hanya merupakan rata-rata
pertimbangan dari risiko individualnya. Risiko (varians) untuk portofolio dengan dua set, sebagai
berikut ini.
E(Rp) = ∑ Xᵢ E(Rᵢ)
Dimana : E (Rp) = tingkat keuntungan yang diharapkan untuk portofolio
Xᵢ = proporsi (bobot) untuk asset individual i
E(Rᵢ) = tingkat keuntungan yang diharapkan untuk asset individual i

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 194-195)

6. Apa yang dimaksud dengan kovarians? Perbedaannya dengan korelasi?


Risiko portofolio tidak hanya merupakan rata-rata tertimbang dari risiko individualnya. Kovarians
digunakan untuk mengukur eratnya hubungan antar dua variabel dengan nilai risiko +1 sampai -1
(inklusif). Risiko (varians) portofolio, untuk portofolio dengan dua asset bisa dihitung sebagai
berikut.
σp² = XA²σA² + XB² σ² + 2 XA XB ΣAB
dimana : XA dan XB = proporsi investasi untuk asset A dan B
σA² dan σB²= varians reurn asset A dan varians return asset B
σAB = kovariabs return asset A dan B
Sedangkan korelasi mempunyai nilai antara -1 sampai +1 inklusif (-1 < = ┌AB < + +1).

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 195-198)

7. Kenapa kovarians penting diperhitungkan dalam perhitungan risiko portofolio?


Risiko portofolio yang lebih rendah dbandingkan dengan rata-rata tertimbang risiko individualnya
menunjukkan manfaat diversifikasi. Manfaat disverifikasi tersebut diperoleh Karena kovarians
yang negative (arah pergerakan berlawanan arah) antara asset A dengan asset B. jika korelasi
antara dua asset lebih kecil dari satu (korelasi akan dibicarakan pada bagian berikutnya), maka
ada manfaat penurunan risiko melalui disversifikasi.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 197)

8. Jelaskan bagaimana dekomposisi total risiko!


 Risiko portofolio merupakan gabungan dari kotak-kotak.
 Jika asset dalam portofolio bertambah, maka jumlah kotak juga semakin bertambah ,
yang berarti komponen dalam risiko totalmenjadi semakin bertambah.
 Jika asset dalam portofolio bertambah, maka komponen yag perlu dihitung dalam
portofolio menjadi semakin banyak.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 210)

9. Jelaskan set yang efisien!


Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio yang memberikan
return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu atau memberikan resiko yang
terkecil dengan return ekspektasi yang sudah tertentu. Portofolio yang efisien ini dapat
ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan
resikonya atau menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return
ekspektasinya.

Sumber : 1. http://okta-wiskey.blogspot.com/2013/11/manajemen-investasi.html
2. Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 202

10. Jelaskan kelemahan model Markowitz untuk perhitungan risiko portofolio!


Biasanya hasil yang diperoleh oleh model indeks tunggal bisa berbeda dengan perhitungan
secara langsung (dengan Markowitz, langsung menghitung standar deviasi return aset) dan hasil
yang diperoleholeh model indeks tunggal cenderung lebih rendah dari perhitungan langsung.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 212)

11. Jelaskan model indeks tunggal!


Model indeks tunggal yaitu model yang membantu memecahkan dua persoalan yang menjadi
kendala model Markowitz, yaitu jumlah parameter yang terlalu banyak dan organisasi para analis
yang tidak memungkinkan komunikasi antar lintas sector.
(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 214)

12. Jelaskan bagaimana menghitung risiko dan return yang diharapkan untuk model indeks tunggal!
Risiko portofolio dengan menggunakan indeks tunggal bisa dihitung sebagai berikut ini.
σp² = β² σM² + σ ep²

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 213)

13. Jelaskan perbedaan model indeks tunggal Markowitz!


Model indeks tunggal merupakan pendekatan terhadap model perhitungan risiko Markowitz.
Karena itu hasil yang diperoleh darimodel indeks tunggal bisa berbeda dengan perhitungan
secara langsung (dengan Markowitz, langsung menghitung standar deviasi return aset).biasanya
hasil yang diperoleh oleh model indeks tunggal cenderung lebih rendah dari perhitungan
langsung.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 212)

14. Jelaskan penggunaan data historis untuk perhitungan return dan risiko!
Return yang telah terjadi (return aktual) yang dihitung berdasarkan data historis (expost data).
Return historis ini berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi (expected return) dan
risiko di masa datang (conditioning expected return). Return  realisasi (realized return) Yang
Diharapkan (Expected Return) Return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa
mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang bersifat sudah terjadi (ex post data), return
yang diharapkan merupakan hasil estimasi sehingga sifatnya belum terjadi (ex ante data).
(Sumber::https://www.slideshare.net/aitasao/materi4returnyangdiharapkandanrisikoportofol
io1)

Problem

1. Berikut ini merupakan return pasar dari saham biasa dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sesuai dengan
beberapa kondisi ekonomi:

Kondisi Ekonomi Probabilitas Return Pasar SBI

Resesi 0,25 -8,2% 3,5%

Normal 0,50 12,3 3,5

Berkembang pesat 0,25 25,8 3,5

a. Hitunglah return yang diharapkan pada pasar dan SBI!

b. Hitunglah risiko premium yang diharapkan

Jawab:

a. Tingkat keuntungan yang diharapkan (expect return) bisa dihitung sebagai berikut ini.

E(RPasar) = 0,25(-8,2%)+0,50(12,3%)+0,25(25,8%)

= -0,0205+0,0615+0,0645
= 0,1055×100

= 10,55%

E(RSBI) = 0,25(3,5%)+0,50(3,5%)+0,25(3,5%)

= 0,00875+0,0175+0,00875

= 0,0035×100

= 3,5%

b. Hitunglah risiko premium yang diharapkan!

σPasar2 = 0,25(-8,2-10,55)2+0,50(12,3-10,55)2+0,25(25,8-10,55)2

= 87.8+1,5+58,1

= (147,4)1/2 = 12,14%

σSBI2 = 0,25(3,5-3,5)2+0,50(3,5-3,5)20,25(3,5-3,5)2

= 0+0+0

= 0%

(Sumber: Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 193)

2. Anggaplah return yang diharapkan dan standar deviasi suatu portofolio yang terdiri dari
saham A dan B secara berurutan adalah R A = 0,15, RB = 0,25, σB = 0,1, dan σB = 0,2

a. Hitunglah return yang diharapkan dan standar deviasi suatu portofolio yang terdiri dari
40% A dan 60% B di mana koefisien korelasi antarsaham adalah 0,5!

b. Hitunglah standar deviasi suatu portofolio yang terdiri dari 40% A dan 60% B di mana
koefisien korelasi antarsaham adalah -0,5!

c. Bagaimana koefisien korelasi mempengaruhi standar deviasi dari portofolio?

Jawab:

a. Diketahui :

Saham A : RA = 0,15
σ = 0,1

40%

Saham B : RB = 0,25

σ = 0,2

60%

Koefisien korelasi antarsaham : 0,5

Ditanya : Hitunglah return yang diharapkan dan standar deviasi!

Penyelesaian :

return yang diharapkan

E (Rp) = 0,15 (0,4) + 0,25 (0,6)

= 0,06 + 0,15

= 0,21

Standar deviasi

σp = [(0,4)2 (0,1)2 + (0,6)2 (0,2)2 + 2 (0,4) (0,6) (0,5 , 0,5) (0,1) (0,2)] 1/2

= [0,0016 + 0,0144 + 2 (0,0012)]1/2

= (0,016 + 0,0024]1/2

= (0,0184)1/2 = 0,14%

b. Standar deviasi

σp = [(0,4)2 (0,1)2 + (0,6)2 (0,2)2 + 2 (0,4) (0,6)

(-0,5 , -0,5) (0,1) (0,2)]1/2

= [0,0016 + 0,0144 + 2 (0,0012)]1/2

= (0,016 + 0,0024]1/2

= (0,0184)1/2 = 0,14%
(Sumber:

1.Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 194
2.https://www.slideshare.net/mobile/aitasao/materi4returnyangdiharapkandanrisikoportofolio1)

3. Misalkan ada tiga saham dengan matriks korelasi sebagai berikut ini.

A B C

A 1 0,2 -0,1

B 1 0,3

C 1

Standar deviasi Return A, B, dan C masing-masing adalah 10%, 15%, dan 20%. Tingkat keuntungan yang
diharapkan untuk A, B, dan C masing-masing adalah 15%, 20% dan 30%. Kita membentuk portofolio yang
terdiri dari A, B dan C dengan bobot masing-masing 1/3. Hitunglah tingkat keuntungan yang diharapkan
dan risiko portofolio tersebut !

Jawab :

σp2 = XA2 σA2 + XB2 σB2 + XC2 σC2 + 2 XA XB σAB + 2 XA XC σAC + 2 XB XC σBC

σp2 = (0,3)2 (10)2 + (0,3)2 (15)2 + (0,3)2 (20)2 + 2 (0,3) (0,3) (0,2 × 10 × 15) + 2 (0,3) (0,3)

(-0,1 × 10 × 20) + 2 (0,3) (0,3) (0,3 × 15 × 20)


σp2 = 9 + 20,25 + 36 + 5,4 -3,6 + 16,2 = 83,25

σp = 9,12%

(Sumber: Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 209)

4. Tingkat keuntungan (return) emas lebih rendah dibandingkan dengan saham. Misalkan pernyataan
tersebut benar, evaluasi apakah dengan demikian emas tidak terpilih dalam portofolio kita? Jelaskan!

Jawab:

Emas tidak dipilih dalam portofolio kita dikarenakan harga emas di pasaran tidak stabil dan mengalami
perubahan yang cepat. Mengingat resiko investasi tersebut, maka ketika melakukan investasi dalam
bentuk emas, kita tetap dianjurkan untuk melakukan investasi dalam bentuk portofolio lainnya. harga
emas terbilang sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh nilai inflasi membuat harga emas itu sendiri sangat
sensitif dan mudah berubah sewaktu-waktu, nilai emas ditentukan dalam bentuk Dollar. Hal semacam ini
tentu akan membuatnya sangat sensitif dan mudah berubah sewaktu-waktu, di mana nilai tukar rupiah
akan sangat berpengaruh pada harga emas di pasaran. Semakin rendah nilai tukar rupiah terhadap dolar,
maka akan semakin tinggi harga emas di pasaran. Hal seperti ini tentu akan sangat mempengaruhi nilai
investasi yang kita lakukan,

(Sumber:https://www.cermati.com/artikel/memahami-investasi-emas-dan-risiko-yang-dimiliki)

5.

BAB 9 MODEL KESEIMBANGAN RISIK0 DAN RETURN CAPITAL ASSET PRINCING MODEL

PERTANYAAN
1. Jelaskan pengertian risiko dan return! Bagaimana mengukur keduanya?
Pengertian return dan risiko
 Return adalah tingkat keuntungan.
 Risiko bisa didefinisikan sebagaikemungkinan penyimpangan dari hasil yang diharapkan.
Cara pengukuran return dan risiko
 Dalam pasar keuangan yang efisien, jika investor tidak suka risiko (risk-averse), maka kenaikan
risiko harus dikompensasi oleh tingkat keuntungan yang lebih tiggi. Semakin tinggi risiko,
semakin tinggi tingkat keuntungan yang diharapkan.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 219)

2. Jelaskan yang dimaksud dengan set efisien!


Set yang efisien yaitu set yang garisnya terdiri dari portofolio yang mendominasi aset lainnya.
(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 222)

3. Jelaskan terbentuknya set yang efisien yang baru jika investasi bebas risiko dimasukkan!
Garis melengkung yang terdapat pada bagan halaman 222 tersebut merupakan set yang efisien,
yaitu garis yang terdiri dari portofolio yang mendominasi aset lainnya. Perhatikan bahwa garis
yang berada dibawah garis pertama (missal portofolio K, dibandingkan dengan portofolio
S),didominasi oleh garis yang berada diatasnya. Titik K didominasi oleh portofio S, karena untuk
risiko yang sama, tingkat keuntungan S lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat keuntungan K;
yang berarti titik S mempunyai profilrisiko return yang lebih menarik dibandingkan dengan titik
K. Titik Z didominasi oleh portofolio S. tingkat keuntungan S dan Z sama, tetapi risiko S lebih kecil
dibandingkan dengan risiko Z.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 222)

4. Jelaskan asumsi-asumsi CPAM! Apakah asumsi yang realistis diperlukan untuk pembentukan
teori?
 Investor memfokuskan pada periode kepemilikan tunggal, mereka mencoba
memaksimumkan tingkat kepuasan mereka (expected utility) dengan memilih alternative
portofolio dengan menggunakan basi tingkat keuntungan yang diharapkan dan standar
deviasi.
 Investor bisa meminjam dan meminjamkan dengan jumlah yang tidak terbatas pada tingkat
bunga bebas risiko, dan tidak ada pembatasan terhadap short-sales.
 Investor mempunyai tingkat perkiraan tingkat keuntungan yang diharapkan, varians, dan
kovarians aset-aset, yang sama satu sama lain. Jika investor yang satu memperkirakan tingkat
keuntungan aset X adalah 15%, maka investor lain juga memperkirakan 15%. Dengan kata lain
pengharapan investor adalah homogen.
 Aset bisa dibagi-bagi secara sempurna dan likuid sempurna (bisa dijual pada harga pasar saat
ini).
 Tidak ada biaya transaksi.
 Tidak ada pajak
 Investor tidak bisa mempengaruhi harga, semuanya price takers (harga ditentukan oleh
pasar). Situasi semacam ini dipasar persaingan sempurna. Seorang investor sangat kecil
ukurannya dibandingkan dengan pasar.
 Kuantitas semua aset ditentukan.
Baik atau tidaknya suatu model tergantung tidak tergantung dari realistis tidaknya suatu asumsi
yang dipakai. Baik tidaknya teori akan ditentukan oleh bukti empiris, apakah mendukung atau
konsisten dengan model tersebut atau tidak.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 223)

5. Jelaskan yang dimaksud dengan separation principle!


Dari bagan halaman 225 beberapa observasi bisa dilakukan. Titik M yang merupakan titik
persinggungan pada bagan tersebut merupakan portofolio pasar. Semua investor akan memilih
titik M untuk investasi berisiko, meslipun kurva kepuasan mereka berbeda-beda. Mekanisme
atau prinsip semacam itu disebut sebagai prinsip pemisahan (separation principle).

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 225)
6. Jelaskan pembentukan model CPAM! Bagaimana CPAM menjelaskan risiko dan return, dan
bagaimana CPAM menjelaskan kondisi kesetimbangan di pasar keuangan?
Model CPAM menggunakan risiko sistematis (beta pasar saham) sebagai indicator risiko.
Sebagian dari risiko total (yang diukur melalui standar deviasi) bisa dihilangkan melalui
disverifiksi. Disverifiksi tersebut secara teoritis mudah dilakukan. Dengan membentuk portofolio
yang terdiri dari beberapa aset, risiko tidak sistematis praktis bisa dihilangkan. Karena itu hanya
risiko sistematis (risiko yang tidak bisa dihilangkan melalui disverifikasi) yang relavan. CPAM
berusaha menjelaskan hubugan antara risiko sistematis dengan tingkat keuntungan (return).
Jika keuntungan tidak berada digaris SML, maka harga-harga menunjukkan situasi
kesetimbangan. Perubahan harga akan terjadi menuju kesetimbangan baru.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 233)

7. Jelaskan bagaimana menghitung risiko sistematis!


βᵢ = σᵢM / σ²M
Dimana : βᵢ = beta atau risiko sistematis aset i
σᵢM = kovarians atara return aset i dengan return aset pasar
σ²M = varians return pasar

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 233)

8. Jelaskan pada kondisi bagaimana SML bisa berubah!


Garis SML tidak selamanya konstan, garis tersebut bisa berubah mengikuti perubahan kondisi
dan ekonomi.

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 237)

9. Jelaskan perbedaan antara model indeks tunggal dengan model Markowitz!


Menurut model indeks tunggal, risiko total merupakan penjumlahan risiko sistematis dengan
risiko tidak sistematis. Sedangkan menurut model Markowitzrisiko total dihitung langsung
melalui varians return dan risiko sitematis dihitung melalui varians residual dari model pasar
(market model).

(Sumber : Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A Halaman 239-240)

Problem

1. Perusahaan "Beta" membuat peralatan rumah sakit. Beta perusahaannya adalah 1,2. Risiko premium
pasar adalah 8,5% dan risk-free saat ini adalah 6% Berapakah return yang diharapkan untuk perusahaan
"Beta"?

Jawab:

Dari informasi diatas diperoleh Rf = 6%, E(RM) = 8,5%, Bi = 1,2. Berapa E(Ri)?

E(Ri) = 6% + (8,5%-6%) × 1,2


= 9%

(Sumber: Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 230)

2. Anggaplah premi risiko adalah 7,5% dan risk-free-nya adalah 3,7%. Return yang diharapkan dari
perusahaan tekstil "Bintang Tiga Bintang" adalah 14,2%. Berapakah beta untuk perusahaan tekstil
tersebut?

Jawab:

Diketahui : Risk-free = 3,7%

Premi risiko = 7,5%

Return = 14,2%

Ditanya : β =?

Penyelesaian :

Return- Risk free = 14,2 - 3,7 = 10,5

Premi risiko - Risk free = 7,5 - 3,7 = 3,8

β = 10,5/3,8

= 2,76

(Sumber : https://id.m.wikihow.com/Menghitung-Beta?amp=1)

3. Misalkan standar deviasi return A adalah 15%, standar deviasi return pasar adalah 10%. Korelasi
antara return A dengan return pasar adalah 0,4. Tingkat keuntungan pasar adalah 20%. Tingkat
keuntungan aset bebas risiko adalah 10%. Berapa tingkat keuntungan yang seharusnya untuk aset A?

Jawab :

Dari informasi diatas diperoleh Rf = 10%, E(RM) = 20%, σM = 10% σA = 15%

Rumus : E(Ri) = Rf + [ (E (RM) - Rf) / (σM) ] σi

Di mana E(Ri) = tingkat keuntungan yang diharapkan untuk aset i


Rf = tingkat keuntungan aset bebas risiko
E(RM) = tingkat keuntungan pasar yang diharapkan
σM = risiko (standar deviasi) keuntungan pasar
σRf = risiko (standar deviasi) investasi bebas risiko
σi = risiko (standar deviasi) aset i
Penyelesaian:
E(RA) = 10% + (20% - 10%) × (10/15) = 16,66%
Tingkat keuntungan yang pantas untuk portofolio A tersebut adalah 16,66%

(Sumber: Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 228)

4. Asumsikan dunia dengan keseragaman (homogen) harapan, (semua orang setuju dengan return yang
diharapkan dan deviasi standar). Pada dunia ini portofolio pasar memiliki return yang diharapkan sebesar
12% dan standar deviasi 10%. Aset bebas risiko memiliki return yang diharapkan sebesar 5%.

a. Berapakah seharusnya return yang diharapkan dari portofolio jika standar deviasinya 7%?

b. Berapakah seharusnya standar deviasi dari portofolio jika return yang diharapkannya sebesar 20%?

Jawab :

a. Dari informasi diatas diperoleh Rf = 5%, E(RM) = 12%, σM = 10% σi = 17%

Rumus : E(Ri) = Rf + [ (E (RM) - Rf) / (σM) ] σi

Di mana E(Ri) = tingkat keuntungan yang diharapkan untuk aset i

Rf = tingkat keuntungan aset bebas risiko

E(RM) = tingkat keuntungan pasar yang diharapkan

σM = risiko (standar deviasi) keuntungan pasar

σRf = risiko (standar deviasi) investasi bebas risiko

σi = risiko (standar deviasi) aset i

Penyelesaian :

E(Ri) = 5% + (12% - 5%) × (10/17) = 9,11%

b. σp = [(0,005)2 (0,1)2 + (0,005)2 (0,07)2 + 2 (0,005)(0,005)(12)(9,11)(0,1)(0,07)] 1 /2

= [ 0,00 + 0,00 + 0,00 ]1/2

= [0,00]1/2
=0

(Sumber: 1. Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 228)

2. https://www.slideshare.net/mobile/juditjnugroho/portofolio-
investasibab4returnyangdiharapkanresikoportofolio

5. Sekuritas A, B, dan C memiliki karakteristik sebagai berikut:

Sekuritas E(R)% Beta

A 10% 0,7

B 14 1,2

C 20 1,8

a. Berapakah return yang diharapkan pada fortopolio dengan proforsi seimbang?

b. Berapakah beta dari portofolio dengan proforsi seimbang!

c. Apakah ketiga sekuritas dihargai pada kondisi equilibrium ?

Jawab:

a. E(R) = (0,10) (0,7) + (0,14) (1,2) + (0,20) (1,8)

= 59,8%

b. Total beta / E(R)

= 3,7 / 59,8 = 0,06

c.
6. Anggaplah tingkat risk-free saat ini adalah 7,6%. Saham "Potkembang Tbk", memiliki beta 1,7 dan
return yang diharapkan sebesar 16,7% (asumsikan bahwa CAPM berlaku).

a. Berapakah premi risiko?

b. Saham industri "Magma" memiliki beta 0,8. Berapakah return yang diharapkan pada saham
Magma?

c. Anggaplah Anda telah menginvestasikan Rp 10.000.000,00 pada potkembang dan Magma, dan
beta Portofolionya adalah 1,07%. Berapa banyak yang telah Anda investasikan untuk setiap
saham? Berapa return yang diharapkan dari portofolio tersebut?

Jawab:

a. Slope = (E(RM) - Rf) / (βM - βRF)

= (16,7 - 7,6)/(1,7 - 0)
= 9,1 / 1,7

= 5,35%

(Sumber: 1. Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 238)

b. E(Ri) = Rf + [ (E(RM) - Rf) / (βM - βRf) ] βi

= 7,6% + [ (16,7% - 7,6%) ] × 0,8

= 7,6% + 9,1% × 0,8

= 14,89%

(Sumber: 1. Buku Manajemen Keuangan Edisi 2 Dr. Mamduh Hanafi, M.B.A halaman : 229)