Anda di halaman 1dari 15

BED SIDE TEACHING

LIMFADENITIS TB

Presentan:
Desyani Aviciena A. P.
12100115058

Partisipan :
Natasha Annisa Putri 12100115105
Melvina Afika 12100115064
M. Ris Lubis 12100115032
Galuh Prasetiyo 12100115005
Ridha Diastari 12100115017
Rangga Satria P. 12100115152
Faiz Moch. Silmy 12100115145

Preseptor:
Yani Dewi Suryani, dr., SpA., M.Kes

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNISBA
SMF ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD AL IHSAN BANDUNG
2016
KASUS

1.1 Identitas Pasien


 Nama : An. Mr
 Jenis Kelamin : laki-laki
 Tempat, tgl lahir : Bandung,27-06-2011
 Umur : 5 tahun 2 bulan
 Alamat : Baleendah
 Tgl masuk : 1 Agustus 2016
 Tgl pemeriksaan : 19 Agustus 2016

1.2 Identitas Orang tua Pasien


 Nama ayah : Tn A
 Umur : 28 Tahun
 Pendidikan : SMA
 Pekerjaan :Karyawan

 Nama ibu : Ny E
 Umur : 27 Tahun
 Pendidikan : SMA
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

1.3 Anamnesis (Aloanamnesis)


1.3.1 Keluhan Utama
Benjolan di leher
1.3.2 Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik RSUD Al-Ihsan dengan keluhan
benjolan di leher sebelah kanan yang disadari sejak 1 bulan SMRS.
Benjolan muncul perlahan semakin membesar. Benjolan dirasa tidak nyeri
dan terasa kenyal. Menurut ibu pasien, benjolan pada leher hanya 1
benjolan

2
Ibu pasien mengaku keluhannya disertai rasa hangat pada daerah
benjolan. Keluhan juga disertai penurunan nafsu makan sejak 2 bulan
SMRS, dan disertai penurunan badan 2 kilo. Ibu pasien juga mengatakan
pasien sering mengalami demam berulang, demam yang dirasakan hilang
timbul dan tidak terlalu panas.
Ibu pasien menyangkal benjolannya muncul tiba-tiba dan
membesar dengan cepat. Ibu pasien menyangkal melakukan imunisasi
untuk anaknya sebelum keluhan muncul. Ibu pasien juga menyangkal
anaknya sering terjadi ruam merah dipipi jika terkena sinar matahari, luka
pada mulut, demam hilang timbul dan disertai keluhan pegal-pegal pada
sendi. Tidak ada keluhan mimisan dan anak mengeluh susah menghirup
nafas lewat hidung. Tidak ada riwayat benjol-benjol di hampir seluruh
bagian tubuh sesudah minum obat-obatan seperti obat kejang. Ibu pasien
menyangkal anaknya mengalami batuk lama lebih dari 3 minggu, sesak
nafas yang diperburuk jika berbaring dan membaik jika duduk atau miring
ke salah satu sisi. Pasien tidak mengeluhkan adanya benjolan yang borok,
bengkak didaerah persendian dan nyeri tulang hingga tidak bisa
degerakkan, tidak ada keluhan perut membesar disertai nyeri dan perut
menjadi keras, tidak ada rasa berdebar dan nyeri pada dada, tidak
mengalami nyeri mata, mata berair dan menjadi sensitif terhadap cahaya,
Pasien juga tidak mengalami kehilangan kesadaran.
Ibu pasien mengaku dirumahnya ada yang menjalankan
pengobatan penyakit paru yang sudah dijalani 4 bulan yaitu kakeknya.
Rumah pasien berukuran 60m2 , dihuni oleh 2 keluarga dengan total 10
orang penghuni. Di rumah hanya terdapat 2 jendela dengan masing-masing
berukuran 1.5 x 0.5 m. 3 hari SMRS pasien dilakukan tes mantoux dan
pada saat itu dilakukan pemeriksaan dan hasil dari tes mantoux tersebut
adalah positif.
1.3.3 Riwayat Penyakit Dahulu
Ibu pasien mengaku ini adalah kejadian yang pertama kali yang
dialami oleh pasien, dan belum pernah dirawat di Rumah Sakit
1.3.4 Riwayat Penyakit Keluarga

3
Kakek pasien menderita penyakit paru, dan sedang menjalani
pengobatan.
1.3.5 Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Bayi dilahirkan dari ibu P1A0. Pasien lahir dibidan secara normal

dengan presentasi kepala pada usia kandungan cukup bulan, air ketuban

jernih, anak langsung menangis saat dilahirkan, lahir dengan berat badan

lahir 3200 gr dan panjang badan lahir 51 cm.

1.3.6 Anamnesis Makanan


0 – 6 bulan : ASI

6 bulan – 12 bulan : ASI + MPASI

1 tahun – 2 tahun : PASI + MPASI + menu makanan keluarga

2 tahun-sekarang : menu makanan keluarga

1.3.7 Riwayat Imunisasi


 Hepatitis B  usia 0 hari
 BCG, polio 1 usia 1 bulan
 DPT+polio 2  usia 2 bulan
 DPT+polio 3  usia 3 bulan
 DPT+polio 4  usia 4 bulan
 Campak  usia 9 bulan

1.3.8 Riwayat Tumbuh Kembang


Motorik Kasar Motorik Halus Bahasa Sosial
Berjalan : Menulis Bericara lancar : Bermain dengan
13bulan mengikuti titik 2.5 tahun teman sebaya : 3
rangka : 4 tahun tahun

1.4 Pemeriksaan Fisik


 Kesadaran :compos mentis

4
 Keadaan umum : tampak sakit sedang
 Tanda vital :
- Tensi : 100/70 mmHg
- Nadi : 68 kali / menit, reguler, equal, isi cukup
- Respirasi : 32 kali / menit, reguler, tipe torakoabdominal
- Suhu : 37.4O C

 Antropometri :
- BB : 17 kg
- TB : 114 cm
- BMI : 13.1 kg/m2

 Status gizi
- BB / U : persentil 25/ berada di -1SD : normal
- TB / U : persentil 75/ 0SD dan 1 SD : normal
-BMI/U : dibawah persentil 3/diantara 0 SD dan -2 SD : normal
- Kesan : gizi baik

5
6
7
8
9
Status Gizi Menurut Waterlow dihitung melalui BB ideal menurut TB

17/21 x 100 = 80.9%  Gizi Kurang

10
Kepala
 Bentuk : normosefal,
 Wajah : simetris, edema (-), deformitas (-)
 Rambut : hitam halus, tidak mudah rontok
 Mata : edema palpebrae (-), konjungtiva anemis -/-, sclera icteric
-/-, pupil bulat isokor, reflex cahaya +/+, injeksi konjungtiva (-/-),
airmata (+), cekung infraorbital (-)
 Telinga : lokasi normal, simetris, bentuk normal, sekret (-)
 Hidung : lokasi normal, deviasi septum (-), sekret (-/-), epistaksis
(-/-), pch (-).
 Mulut :
 Bibir : basah, perioral sianosis (-)
 Gigi : sulit dinilai
 Gusi : sulit dinilai
 Mukosa : tidak ada kelainan, basah
 Lidah : tidak ada kelainan, basah
 faring : sulit dinilai
 Tonsil : sulit dinilai
Leher
 JVP : tidak meningkat
 Kel. Tiroid : tidak ada pembesaran
 KGB : terdapat pembesaran satu buah at regio coli
dextra, dengan ukuran ±2cm, konsistensi kenyal dan mobile.
Beberapa yang lain berukuran ±0,5cm
Thoraks
 Inspeksi : bentuk normal, pergerakan simetris, retraksi
intercostal (-)
 Palpasi : sulit dinilai
 Auskultasi :
 Bunyi paru anterior :VBS kanan=kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-),
slam (-/-)

11
 Bunyi paru post erior : VBS kanan=kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-),
slam (-/-)
 Bunyi jantung S1, S2 murni regular, murmur (-) gallop (-)

Abdomen
 Auskultasi : bising usus (+), frekuensi 22x
 Inspeksi : datar
 Palpasi : lembut, liver dan lien tidak terdapat pembesaran,
 Perkusi : timpani
AnoGenital : dalam batas normal
Ekstremitas
 Bentuk normal, deformitas (-)
 Sianosis perifer (-), petechiae(-) clubbing finger (-)
 Akral hangat
 CRT < 2 detik
Neurologis:
Tanda rangsang meningens:
 Kaku kuduk (-)
 Burdzinski I, II, III : (-)
 Kernig’s Sign : (-)
Refleks :
 Babinski : -/-
 Moro : -/-
 Palmar : -/-
 Plantar : -/-

12
Skoring TB pada Anak

Interpretasi : total skor  8  dilakukan pengobatan TB


1.5 Resume
Pasien anak laki-laki usia 5 tahun dengan gizi kurang datang dengan
keluhan terdapat benjolan di leher kanan banyaknnya1, tidak nyeri dan kenyal,
hangat di daerah benjolan. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan
penurunan berat badan sebanyak 2 kilo selama 1 bulan. Terdapat keluhan demam
berulag selama 1 bulan smrs. terdapat kontak TB dirumah yaitu kakeknya, hunian
rumah padat, ventilasi kurang dan tes mantoux positif.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien sakit sedang,
status gizi kurang, benjolan di coli dextra, pada skoring TB didapatkan 8.

13
1.6 Diagnosis Banding
1. Limfadenitis e.c Tuberculosis
2. Limfadenitis e.c streptokokus beta hemoliticus
3. Limfadenitis e.c stafilokokus aureus
1.7 Usulan Pemeriksaan
1. Laboratorium
a. Darah rutin (Hb, Leukosit, Ht, Trombosit)
b. Diff. count
c. LED
2. PPD 5 TU
3. Radiologi
a. Foto thoraks
b. Biopsi : FNAB
1.8 Diagnosis Kerja
Limfadenitis e.c Tuberculosis
1.9 Penatalaksanaan
Umum
1. Rawat Jalan >>> di rujuk balik ke puskesmas

Khusus
1. OBAT ANTI TUBERCULOSIS
A. OAT selama 2 bulan setiap hari (puyer)
Rifampisin 10mg x 17 = 170  200mg
Isoniazid 5mg x 17 = 85  100mg
Pirazinamid 15mg x 17 = 255  300mg
B. Selama 4 bulan
Isoniazid 5mg x 17 = 85mg  100mg
Rifampisin 10mgx17 = 170  200mg
C. Atau dapat menggunakan KDT dengan ketentuan
2 bulan 4 Tab RHZ (75/50/150) dan 4 bulan 4 tab HR(75/50)

2. Vitamin B6 10mg/hari  untuk pencegahan neuritis

14
3. Asupan Nutrisi tuberkulosis anak (Depkes)
BB anak 17 kg
10 kg x 100kal = 1000 kl
7kg x 50kal = 350kal
Total kebutuhan energi 1350 dengan rincian karbohidrat 60-70%,
protein 10-15%, lemak 20-25% sehingga
Karbohidrat = 810 – 945 kkal = 202 gr – 236.25 gr
Protein = 135 – 202.5 kkal = 33.75 gr – 50.62 gr
Lemak = 270 – 337.5 kkal = 30 gr – 37.5 gr

Edukasi
1. Menjelaskan pada penderita tentang penyakit penderita. bahwa
penderita harus minum obat hingga pengobatan tuntas
2. Mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat dan segera
pada pasien dewasa dengan BTA +
3. Tidak meludah sembarang (orang dewasa)
4. Memperbaiki ventilasi udara di rumah tinggal.
5. Imunisasi BCG

1.10 Prognosis
 Quo ad vitam : ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam : ad bonam

15