Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

MODUL II
PENGAMATAN SEL

DISUSUN OLEH

NAMA : ROHIS RACHMAN


STAMBUK : G 501 19 044
KELOMPOK : VI (EMPAT)
ASISTEN : RAY RANDERS

LABORATURIUM BIOSISTEMATIKA TUMBUHAN


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO

OKTOBER, 2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Organisasi seluler adalah susunan bagian-bagian tubuh yang berupa
kumpulan sel. Sel berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil.
Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke
(1665) yang melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan
menggunakan mikroskop. Dia melihat ada ruangan-ruangan kecil.
Ruangan-ruangan kecil itu diberinya nama sel. Saat ini telah diketahui
bahwa ruangan-ruangan kecil itu sebenarnya adalah sel-sel yang telah
mati, yang kosong tanpa isi. Meskipun demikian, istilah sel itu tetap
digunakan hingga sekarang (Syamsuri, 2004).

Pada tahun 1831 Robert Brown mengemukakan bahwa sel merupakan


suatu ruangan kecil dibatasi oleh membran yang di dalamnya terdapat
cairan (protoplasma). Pada tahun 1838 Mathias Jacob Schleiden dan
Theodor Schwan mengemukakan teori bahwa sel adalah unit struktural
makhluk hidup. Sel dikatakan sebagai unit struktural makhluk hidup
berarti bahwa tubuh makhluk hidup tersusun atas unit-unit kecil yang
disebut sel. Rudolf Virchow (1858) mengemukakan teori bahwa sel
berasal dari sel sebelumnya (omne cellula ex cellulae). Menurut Felix
Durjadin bagian yang paling penting dari sel adalah cairan sel. Cairan
tersebut dinamakan protoplasma oleh Johanes Purkinye (1869). Pada
tahun 1874 Max Schulze mengemukakan teori bahwa sel merupakan unit
fungsional makhluk hidup yang didasarkan oleh adanya kenyataan bahwa
protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Sel dikatakan sebagai unit
fungsional makhluk hidup karena seluruh kegiatan makhluk hidup
berpusat, diatur, dan dikendalikan oleh sel (Wati, 2017).

Sel sendiri mempunyai bentuk yang berbeda pada berbagai jenis


organisme seperti pada tumbuhan, hewan, dan protozoa. Dibandingkan
dengan struktur sel nya, pada jenis organisme tumbuhan dan hewan ada
beberapa perbedaan sturktur sel yang dimana pada sel tumbuhan
memilikinya tetapi tidak terdapat pada sel hewan, begitu juga sebaliknya.
Namun, terdapat juga kesamaan pada struktur sel tumbuhan dan sel hewan
karena pada umumnya sel tumbuhan dan sel hewan termasuk pada struktur
sel eukariotik. Oleh karena itu, pada prinsipnya sel tumbuhan dan sel
hewan mempunyai banyak kemiripan. Meskipun tampak mirip, kedua sel
tersebut memiliki perbedaan pada organel-organel selnya (Wati, 2017).

Oleh karena itu, inilah yang mendasari praktikum ini dilakukan yaitu
tentang pengamatan sel. Dimana, mahasiswa atau praktikan diharapkan
mampu membandingkan jenis sel, menggambarkan bentuk sel dan struktur
sel pada tumbuhan, hewan dan protozoa.

1.2 Tujuan

1. Mengenal bentuk dan struktur sel secara umum dan mampu


membandingkan berbagai jenis sel dari tumbuhan, hewan dan
protozoa.
2. Dapat menggambarkan dan menjelaskan struktur sel tumbuhan,
hewan, dan protozoa.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan.
Sel dikatakan sebagai unit terkecil karena sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi
menjadi bagian yang lebih kecil dan dapat berdiri sendiri. Sel dapat melakukan
proses kehidupan seperti respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui
pembelahan sel dan peka terhadap rangsangan (Wati, 2017).

Sel disebut sebagai satuan struktural terkecil makhluk hidup karena semua tubuh
makhluk hidup tersusun atas sel-sel. Ada makhluk hidup yang hanya terdiri atas
satu sel (uniseluler) dan ada makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel
(multiseluler). Sel disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup karena di
dalam sel terjadi berbagai proses kehidupan. Dengan demikian, tubuh makhluk
hidup dapat menyelenggarakan kehidupan jika sel-sel penyusunnya itu berfungsi
dengan baik (Wati, 2017).

Struktur sel dibagi menjadi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Sel prokariotik
merupakan sel yang tidak memiliki membran inti serta tidak memiliki
endomembran (membran dalam) seperti retikulum endoplasma dan bagan golgi.
Makhluk hidup yang termasuk golongan sel prokariotik adalah makhluk hidup
uniseluler seperti bakteri. Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki membran
inti dan sistem endomembran. Sistem endomembran merupakan susunan dari
organel-organel bermembran seperti retikulum endoplasma, komplek golgi,
mitokondria dan lisosom. Golongan sel eukariotik antara lain sel hewan dan sel
tumbuhan (Wati, 2017).

Struktur sel eukariotik terdiri atas tiga komponen utama yaitu membran plasma,
sitoplasma dan organel-organel sel (nukleus, retikulum endoplasma, ribosom,
kompleks golgi, lisosom, badan mikro dan mitokondria) (Wati, 2017).

Tumbuhan dan hewan merupakan makhluk hidup multiseluler yang terdiri atas
banyak sel. Sel tumbuhan memiliki organel tertentu yang tidak terdapat pada sel
hewan, demikian pula sebaliknya. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastida,
dan vakuola yang tidak dimiliki oleh sel hewan. Sebaliknya, sel hewan memiliki
sentriol yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan (Syamsuri, 2004).
Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang merupakan lapisan terluar yang
tesusun atas selulosa, hemilulosa dan pektin. Dinding sel berfungsi sebagai
penyokong dan pelindung selaput plasma serta memelihara keseimbangan sel dari
tekanan. Vakuola adalah organel sitopalsmik berisi cairan yang dibatasi membran
tonoplas. Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan muda
memiliki banyak vakuola berukuran kecil, sedangkan sel-sel tumbuahn dewasa
hanya memiliki satu vakuola berukuran besar. Vakuola berfungsi sebagai tempat
menyimpang cadangan makanan, menyimpan pigmen, menyimpan minyak atsiri,
dan menyimpan sisa metabolisme. Plastida merupakan organel bermembran
rangkap yang berasal dari perkembangan proplastida di daerah meristematik.
Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, plastida dibagi menjadi tiga tipe yaitu
kloroplas (merupakan plastida yang mengandung klorofil, karotenoid, dan pigmen
fotosintetik lainnya), kromoplas (plastida yang mengandung pigmen
nonfotosintetik, merah, jingga dan kuning) dan leukoplas (plastida yang tidak
mengandung pigmen warna) (Wati, 2017).

Pada sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol itu terdapat dalam satu
tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap-tiap sentriol saling
memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-
benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom. Sel hewan
umumnya tidak memiliki vakuola. Jika ada, vakuola tersebut berukuran kecil.
Bagian yang paling besar pada sel hewan adalah nukleus (Syamsuri, 2004).

Protozoa merupakan hewan bersel satu dan memiliki bentuk yang bermacam-
macam ada yang tetap dan tidak tetap. Pada protozoa yang berbentuk tetap ini
dikarenakan karena telah memiliki kulit dan ada beberapa yang memiliki
cangkang kapur. Hewan filum ini sebagian besar memiliki sitoplasma yang tidak
berwarna. Namun pada Stento coereleus berwarna biru dan Blepharisma laterilla
berwarna merah atau merah muda (Ulfah, 2014).

Umumnya pada protozoa hanya memiliki satu nukleus, tetapi ada juga yang lebih.
Pada prinsipnya nukleus memiliki struktur vasikula dan granular. Terdapat dua
vakuola pada protozoa, yaitu vakuola makanan dan vakuola stasionari. Pada
vakuola stasionari terdapat cairan-cairan kristal, butiran-butiran minyak dan
materi lainnya ynag ada pada protozoa. Sementara itu vakuola makanan dan
vakuola kontraktil hanya terdapat pada protozoa air tawar. Pada sebagian besar
protozoa sedikitnya terbungkus oleh membran dan mempunyai sedikit granula
seluas permukaannya. Membran memiliki peranan yang sangat penting dalam
sistem pengangkutan enzim, sehingga metabolisme menjadi lebih efisien (Ulfah,
2014).

BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 september 2019


Pada pukul 15.30 sampai dengan selesai. Di Laboraturium Biologi Sel dan
Molekul, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Tadulako.

3.2 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu mikroskop, gelas


objek, gelas penutup, pipet tetes, cawan petri, silet, pinset, botol
erlenmeyer, alat-alat dokumentasi serta alat tulis-menulis.

Bahan-bahan yang digunakan adalah ephitelium rongga mulut, darah


katak, darah manusia, bawang merah (allium cepa), ubi kayu (manihot
esculenta), hydrilla verticillata, alkohol 70%, cotton buds, kapas, tissue,
pewarna metylen biru dan gemsa.

3.3 Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

3.3.1 Pengamatan penampang melintang empulur batang ubi kayu sebagai


gambaran bentuk sel tumbuhan

1. Di buat potongan melintang empulur batang ubi kayu setipis


mungkin.
2. Di letakkan potongan kecil tersebut pada gelas objek dan jaga
jangan sampai terjadi lipatan atau kerutan.
3. Di tambahkan satu atau dua tetes air, kemudian tutuplah dengan
gelas penutup.
4. Di Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran (40x),
kemudian gambar beberapa sel.
3.3.2 Pengamatan struktur sel umbi lapis bawang merah sebagai gambaran
sel tumbuhan

1. Potonglah siung bawang merah segar.


2. Ambillah salah satu bagian yang cekung tampak adanya
epidermis tipis.
3. Dengan menggunakan pinset jepitlah epidermis tersebut dan
lepaskan dari umbinya dengan perlahan-lahan.
4. Letakkan potongan kecil epidermis pada gelas objek dan jaga
jangan sampai terjadi lipatan atau kerutan.
5. Tambahkan satu atau dua tetes air, kemudian tutuplah dengan
gelas penutup.
6. Amatilah dibawah mikroskop dengan pembesaran paling lemah
(10x), kemudian gambar bebrapa sel dan bagian-bagiannya.
7. Teteskan satu zat warna metylen biru di salah satu tepi gelas
penutup dan isaplah dengan tissue pada sisi yang berlawanan,
kemudian amati dengan pembesaran yang lebih besar (40x)
sehingga terlihat dengan jelas bagian-bagiannya.
8. Gambarlah selnya dengan bagian-bagian yang bisa anda kenali.

3.3.3 Pengamatan struktur sel daun hydrilla vericillata sebagai gambaran


sel tumbuhan

1. Ambil selembar daun yang muda yang telah disiapkan, kemudian


letakkan diatas gelas objek dalam posisi bentangan membujur
yang rata lalu tetesi dengan air.
2. Tutup daun tersebut dengan gelas penutup dengan hati-hati jangan
sampai terbentuk gelembung udara.
3. Amati sel tumbuhan dibawah mikroskop.
4. Perhatikan bentuk sel dan bagian-bagiannya seperti butir-butir
kloroplas dan vakuola pada sitoplasma sel.
5. Gambarlah sle lengkap dengan bagian-bagian yang anda kenali.

3.3.4 Pengamatan struktur sel selaput rongga mulut sebagai gambaran sel
hewan

1. Dengan menggunakan ujung cotton buds keruklah epitel pada


bagian dalam dinding pipi anda.
2. Tebarkan epitel yang diperoleh ke dalam setetes air pada gelas
objek.
3. Tutup sediaan tersebut dengan gelas penutup.
4. Teteskan metylen biru secara hati-hati pada salah satu tepi gelas
penutup.
5. Hisaplah metylen biru menggunakan tissue melalui sisi yang
berlawanan dengan tempat meneteskan metylen biru.
6. Amatilah preparat tersebut dibawah mikroskop yang dimulai
dengan pembesaran (40x).
7. Gambarlah struktur sel epitel rongga mulut.

3.3.5 Pengamatan darah katak dan darah manusia sebagai gambaran sel
hewan

Untuk darah katak:


1. Sediakan gelas objek dan gelas penutup yang telah dibersihkan.
2. Ambil dengan pipet darah katak yang tela dicampur dengan
gemsa, lalu tetes pada gelas objek dan tutup dengan gelas
penutup.
3. Amati sediaan tersebut dibawah mikroskop dengan perbesaran
(40x).

Untuk darah manusia:


4. Rendaman lanset dengan alkohol 70%.
5. Bersihkan jari telunjuk dengan alkohol 70%.
6. Dengan menggunakan lanset tusukan jari telunjuk dengan hati-
hati dan oleskan darah tersebut pada gelas objek dengan
membuang tetesan darah yang pertama.
7. Amati sediaan apusan darah tersebut dibawah mikroskop dengan
perbesaran (40x).
8. Perhatikan dan gambar sel darah.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

No Gambar Keterangan
1 Gambar sel ubi kayu 1. Dinding sel
2. Ruang kosong
2

1
Sel umbi lapis bawang merah 1. Inti sel
Sebelum diwarnai 2. Dinding sel

1 2

Setelah diwarnai 1. Inti sel


1 2
2. Dinding sel

3 Sel hydrilla vericillata 1. Kloroplas


2. Sitoplasma
3. Dinding sel
4. Inti sel
1 2

3 4

Membran Plasma

1. Membran plasma
4 2. Sitoplasma
3. Inti sel

2 3
5 Sel darah manusia 1. Sel darah putih
1 2 2. Keping darah

Sel darah katak


1. Inti sel
2. sitoplasma

1 2

4.2 Pembahasan

Pada pengamatan penampang melintang empulur batang ubi kayu, yang


dapat diamati bahwa penampang melintang empulur ubi kayu merupakan
sel mati. Sehingga, yang terdapat hanyalah dinding sel tanpa inti sel.

Pada pengamatan struktur sel umbi lapis bawang merah, sebelum diberi
pewarna, terlihat bahwa pada sel umbi lapis bawang merah ini terdapat inti
sel dan dinding sel, yang merupakan sel hidup. setelah diberi pewarna
metylen blue, inti sel dan dinding sel pada sel umbi lapis bawang merah
terlihat lebih jelas dan lebih mudah diamati.

Pada pengamatan struktur sel daun hydrilla vericillata bagian sel yang
terlihat yaitu inti sel, dinding sel, sitoplasma dan kloroplas. Bagian warna
putih yang terlihat pada gambar merupakan bagian kloroplas yang sudah
kosong atau klorofilnya sudah menghilang.

Pada pengamatan struktur sel selaput rongga mulut bagian yang terlihat
yaitu terdapat membran sel, inti sel dan sitoplasma. Pada pengamatan ini,
ephitelium rongga mulut diberi pewarna metylen blue, agar bagian-bagian
sel yang ada pada ephitelium rongga mulut dapat terlihat.

Pada pengamatan darah katak dan darah manusia sebagai gambaran sel
hewan, untuk struktur sel darah manusia terdapat adanya sel darah putih,
dan keping darah yang terlihat. Sedangkan untuk struktur sel darah katak,
terdapat inti sel dan sitoplasma. Pada waktu pengamatan sel darah
manusia, dilakukan metode apusan yang bertujuan agar sel darah manusia
lebih mudah diamati.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup yang dapat melaksanakan


kehidupan. Untuk mengamati sel diperlukan alat bantu berupa mikroskop
untuk mengamati bagian-bagian sel yang terdapat pada struktur sel
organisme. Pada percobaan yang telah dilakukan, perbedaan yang sangat
terlihat untuk membedakan antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah
pada pengamatan struktur sel hydrilla verticillata karena pada pengamatan
tersebut tedapat kloroplas yang dapat membedakannya dengan sel hewan.
Karena sesuai dengan literatur, pada sel hewan tidak mempunyai
kloroplas.

5.2 Saran

Kepada praktikan supaya tetap berkonsentrasi ketika sedang melaksanakan


praktikum dan tidak ribut dalam ruangan. Sebaiknya praktikan
menggunakan waktu se efesien mungkin agar praktikum berjalan lancar
dan dapat selesai tepat pada waktunya. Praktikan juga harus lebih teliti
dalam mengiris bahan dan mengamati preparat.

DAFTAR PUSTAKA
Syamasuri dan Istamar. 2004. Biologi jilid 2A untuk SMA kelas XI. Jakarta:
Erlangga.

Ulfah dan Yayu Maria. 2014. Filum Protozoa. Bandung: Universitas Pendidikan
Indonesia.

Wati dan Henny Purnama. 2017. Biologi Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu
Alam. Klaten: PT Intan Pariwara.