Anda di halaman 1dari 2

Soal Tes Formatif :

1. Di kota-kota besar biasanya banyak jalur alternative untuk mengurangi macet atau
mengurangi lama waktu perjalanan. Diketahui 3 kota yaitu A, B dan C. kota A dan kota B
dihubungkan oleh 4 jalan yaitu Jalan Rambutan, Jalan Mangga, Jalan Salak dan Jalan
Duku. Kota B dan C dihubungkan oleh 5 jalan, yaitu Jalan Mawar, Jalan Melati, Jalan
Cempaka, Jalan Anggrek dan Jalan Kenanga. Seseorang dari kota A ke kota C melalui
kota B dapat menggunakan pasangan jalan yang berbeda. Berapa banyak cara memilih
jalur yang dapat dilalui?

2. Berapa banyak bilangan yang terdiri 3 angka dapat dibentuk dari angka-angka 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7 dan 8 jika tiap-tiap angka boleh diulang?

3. Sebuah organisasi terdiri dari 20 anggota, akan dipilih tiga orang pengurus yang terdiri
dari ketua, sekretaris dan bendahara. Berapa cara untuk memilih susunan pengurus dalam
organisasi jika seseorang tidak boleh merangkap jabatan?

Rubrik penilaian
Rambutan
1.
Rambutan
Rambutan
Mangga

A B Rambutan C
Salak
…………(2)
Rambutan
Duku

Rambutan

Banyaknya cara memilih jalur yang dapat dilalui adalah 4 x 5 = 20 cara ………... (2)
Skor benar = 4

2.
8 8 8 ……………..(2)
Banyak bilangan yang terdiri 3 angka dapat dibentuk dari angka-angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
dan 8 jika tiap-tiap angka boleh diulang adalah 8 x 8 x 8 = 512
……………..(2)
Skor benar = 4

3.
20 19 18 ……………..(2)
Banyaknya cara untuk memilih susunan pengurus dalam organisasi jika seseorang tidak
boleh merangkap jabatan adalah 20 x 19 x 18 = 6840 cara
……..……..(2)
Skor benar = 4
Apersepsi

Sebuah sekolah mengadakan seleksi untuk memilih siswa yang akan mewakili sekolah dalam Olimpiade
Matematika. Ternyata ada 5 siswa yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan siswa-siswa yang
lain. Namun sekolah tersebut hanya akan mengirim 2 wakil dalam Olimpiade Matematika. Ada beberapa
kemungkinan susunan siswa yang mewakili sekolah tersebut?

Permasalahan diatas dapat diselesaikan dengan menggunakan konsep kombinatorik. Pada bab ini, Anda
akan belajar tentang aturan pencacahan yang meliputi penjumlahan, aturan perkalian, permutasi dan
kombinasi. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang aturan pencacahan, simaklah materi ringkasan
berikut dengan seksama.

Ringkasan Materi

Aturan pencacahan adalah cara yang digunakan untuk menentukan atau menghitung banyak
kemungkinan yang dapat terjadi dari suatu peristiwa atau percobaan tertentu. Dalam matematika,
aturan pencacahan dapat digunakan untuk membilang atau mencacah banyaknya anggota ruang sampel
dari suatu percobaan tanpa harus mendaftar seluruh anggota ruang sampel tersebut. Aturan
pencacahan terdiri atas aturan penjumlahan, aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi.

A. Aturan Penjumlahan

Diketahui suatu kejadian pertama dapat dilakukan dengan n cara, kejadian kedua dapat dilakukan
dengan n2 cara, kejadian ketiga dapat dilakukan dengan n3 cara, dan seterusnya sampai dengan kejadian
ke-r. semua kejadian tersebut tidak dapat dilakukan secara simultan (persamaan). Banyak cara yang
berbeda dari semua kejadian tersebut dapat dilakukan dalam (n1 + n2 + n3 +…..ni) cara.

Contoh:

Suatu perpustakaan mempunyai 25 buku Matematika dan 32 buku Biologi. Berapa banyaknya
kemungkinan siswa memilih sebuah buku dari kedua jenis buku tersebut tanpa memperhatikan jenis
buku?

Jawab

Ada 25 buku Matematika dan 32 buku Biologi diperpustakaan tersebut. Dengan demikian, ada 25 cara
untuk memilih buku Matematika dan nada 32 cara memilih buku Biologi. Berdasarkan aturan
penjumlahan, dapat ditentukan banyaknya cara memilih sebuah buku dari kedua jenis buku tersebut
tanpa memperhatikan jenis buku adalah 25 + 32 = 57 cara.