Anda di halaman 1dari 16

RANGKUMAN

1. Teori Belajar
a. Behavioristik (Stimulus-Respon)
Tokoh : Thorndike (Alat indra  Law of effect, excercise, readiness), Watson (kebiasaan  tingkah
laku yang dapat diukur), Clark Hull (Kebutuhan biologis danpemuasan kebutuhan biologis), Edwin
Guthrie (punishment), Skinner (penguatan positif dan negatif)
b. Kognitivisme (Tahapan perkembangan anak)
- Asimilasi a/ penyatuan info baru ke kognitif yg sdh dimiliki
- Akomodasi a/ penyesuaian struktur kognitif ke situasi baru.
- Ekuilibrasi a/ penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi
Tokoh :
- J. Piaget (proses genetik)
 Tahap sensorimotor (0-2 tahun)  kegiatan motorik dan persepsi sederhana
 Praoperasional (2-7/8 tahun)
 Praoperasional (2-4 tahun)  penggunaan simbol atau bahasa tanda, dan berkembang
proses intuitif
 Intuitif (4-7 tahun)  kesan abstrak, mengungkapkan isi hati secara simbolik
 Operasional konkrit (7-12 tahun)  menggunakan aturan yang jelas dan logis namun
hanya pada benda konkrit
 Operasional formal (11-18 tahun)  sudah mampu berpikir abstrak dan logis, berpikir
ilmiah
- Jerome Bruner (fungsi kognitif) menemukan konsep
 Tahap enaktif  pengetahuan motorik
 Ikonik  memahami objek melalui gambar atau visualisasi verbal
 Simbolik  ide/agasan abstrak, kemampuan berbahasa dan logika
- David Ausubel (beljar bermakna)
 Hirarki belajar  urutan materi dengan memunculkan gagasan mengenai prasyarat
belajar, yang di tuangkan dalam struktur isi
 Analisis tugas  urutan dalam tugas belajar
 Subsumptive sequence  umum ke rinci, asimilasi pengetahuan
 Kurikulum spiral  cara mengurutkan pengajaran. Umum ke rinci
 Skema  umum ke rinci. Mengaitkan dengan struktur kognitif yang sudah ada
 Webteaching  menata urutan isi bidang studi yang dikembangkan dengan menampilkan
pentingnya peranan struktur pengetahuan yang telah dimiiki oleh seseorang dan yang
akan dipelajari
 Elaborasi  integrasi pengetahuan pada tingkat makro
c. Konstuktivisme (konstruksi pengetahuan)
Tokoh
- Lev Vygotsky  belajar dengan bantuan orang lain
d. Humanistik  memanusiakan manusia
Tokoh
- Kolb (4 tahap belajar)
 Pengetahuan konkrit  memahami sesuatu sebagaimana adanya
 Pengamatan aktif dan reflektif  melalukan observasi ttng peristiwa yang dialaminya juga
melakukan refleksi
 Konseptualisasi  membuat abstraksi, mengembangkan teori, konsep, dan prosedur ttng objek
yg menjdi perhatiannya
 Eksperimentasi aktif  eksperimen secara aktif
- Honey dan Mumford (macam2 siswa)
 Kelompok aktivis  senang melibatkan diri pada beragai kegiatan
 Kelompok reflektor  berhati2 dan penuh pertimbangan
 Teoris  sangat kritis, suka menganaisis, berpikir rasional dgnpenalarannya
 Pragmatis  praktis
- Hubermas (tipe belajar)
 Belajar teknis  bagaimana berinteraksi dgn lingkungan alam scra benar
 Praktis  berinteraksi dgnlingkungan sosialnya
 Emansipatoris  kesadran akan transformasi budaya
- Bloom & krathwohl (taksonomi bloom)
 Domain kognitif
 Pengetahuan (mengingat, menghafal)
 Pemahaman (menginterpretasikan)
 Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan masalah)
 Analisis ( menjabarkan suatu konsep)
 Sintesis (menggabungkan bagian konsep menjadi utuh)
 Evaluasi (membandingkan nilai, ide, metode, dll)
 Domain pikomotor
 Peniruan (menirukan gerak)
 Penggunaan (menggunakan konsep u/ melakukn gerak)
 Ketepatan (melakukan gerak dgn benar)
 Perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus)
 Naturalisasi (melakukan gerak scr wajar)
 Domain afektif
 Pengenalan (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu)
 Merespon (aktif berpartisiasi)
 Penghargaan ( menerima nilai2 dan setia pd nilai trtentu)
 Pengorganisasian (menghubungkan nilai2 yg dipercayai)
 Pengamalan (menjadikan nilai sebagai bagian dri pola hidup)
2. Evaluasi
a. Pengukuran  pemberian angka a/u bentuk kuantitatif
- Skala nominal (kategorikal; jenis kelamin,golongan, dsb),
- ordinal (urutan/jenjang tanpa melihat jarak antar urutan),
- interval (jarak yg sama dri angka yg berurutan),
- rasio (mirip interval, hanya memiliki 0 mutlak)
b. Penilaian  proses pengumpulan info secara sistematis (menafsirkan hasil pengukuran)
- Batasan penilaian
 Formatif (untuk mengetahui sejauh mana suatu proses pembelajaran berlangsung/ materi ajar
setiap pelaksanaan pembelajaran)
 Sumatif (materi ajar pada kurun waktu tertentu)
- Prinsip penilaian
 Objektif  sesuai kriteria yg sdh ditetapkan
 Terpadu  memadukan kegiatan belajar (kognitif, afektif, psikomotorik)
 Sistematis  terencana & mengikuti tahapan yg baku
 Terbuka  terbuka bagi siapa saja
 Menyeluruh dan berkesinambungan  memperhatikan semua aspek
 Adil  keadilan bagi seluruh peserta didik
 Valid  mampu mengukur kompetensi sesuai dgn indikator
 Andal  dapat dipercaya dan memberikan hasil stabil & berulang
 Manfaat  memberikan nilai tambah, kebermaknaan, dan kebermanfaatan
- Bentuk Penilaian
 Unjuk kerja
 Observasi
 Tes tertulis
 Tes lisan
 Penugasan
 Portofoliowawancara
 Ter inventori
 Jurnal
 Penilaian diri
 Penilaian antar teman
c. Evaluasi
- Model Tyler  evaluasi langsung
- Formatif-sumatif  evaluasi program pengajaran
- Countenance  evaluasi awal, transaksi, dan hasil
- Bebas tujuan  tanpa mengetahui tujuan program
- CIPP  konteks, masukan, proses, dan hasil
d. Langkah2 kegiatan penilaian hasil belajar
- Perencanaan dan pengembangan perangkat
- Pelaksanaan penilaian a/u pengujian
- Penskoran
- Pelaporan
- Pemanfaatan hasil penilaian
e. Langkah2 menulis tes
- Perumusan tujuan tes
- Penentuan bentuk pelaksanaan tes
- Penyusunan kisi2
- Penulisan butir soal
- Penelaahan butir soal
- Uji coba/ analisis
- Perakitan soal/perangkat tes
f. Analisis kualitas
- Tingkat kesukaran  angka yg mnunjukkan besarnya proporsi peerta tes yang menjawab betul (0-
1). Jika 0 (sukar) dan 1 (terlalu mudah)
- Daya beda  tingkat kemampuan suatu butir soal untuk membedakan kelompok pandai dan kurang
pandai
- Keberfungsian alternatif pilihan jawaban (pengecoh 5%)
- Omit  proporsi tidak menjawab semua alternatif jawaban (10%)
- Validitas  memberikan hasil yang tepat dan akurat
- Reabilitas  konsistensi
g. Prosedur pengolahan nilai
- Melakukan penskoran
- Mengkonversi skor mentah ke skor standar
- Mengkonversi skor standar ke dalam nilai
3. Model pembelajaran
a. Pendekatan saitifik
- Mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, mengkomunikasikan
b. Kooperatif
- Karakteristik
 Belajar dlm kelompok kecil
 Melakukan interaksi seperti diskusi, curah pendapat dll
 Tiap individu memiliki tanggung jawab bagi pencapaian tujuan
 Guru sebagai fasilitator
Slavin
 Ketergantungan positif
 Interaksi tatap muka
 Tanggung jawab individual
 Keterampilan kooperatif
 Proses kelompok
 Pengelompokan siswa secara heterogen
 Kesempatan yg sama
- Tahap umum
 Orientasi
 Kerja kelompok
 Tes/kuis
 Penghargaan kelompok
- Model2
 STAD
 Orientasi
 Guru mempresentasikan materi
 Siswa belajar atau berdiskusi dalam kelompok
 Siswa mengerjakan kuis individual
 Pemberian skor peningkatan individual
 Penghrgaan kelompok
 Penutup
 Jigsaw
 Pemberian materi yang sudah dipecah berikut lembar kerja ahli kepada kelompok asal
 Diskusi kelompok ahli
 Diskusi kelompok asli
 Mengerjakan kuis
 Peghargaan
 GI
 Siswa dihadapkan pada situasi yang problematis
 Siswa merumuskan tugas2 belajar dan mengorganisasikannya
 Siswa melakukan kegiatan belajar individual dan keompok
 Menganalisis kemajuan proses dlm penelitian kelompok
 Melakukan proses pengulangan
 PBL
 Orientasi (masalah aktual)
 Mengorganisasikan siswa untuk belajar
 Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
 Project Based learning
 Mementukan pertanyaan mendasar
 Mendesain perencanaan projek
 Menyusun jadwal
 Memonitor peserta didik dan kemajuan projek
 Menguji hasil
 Mengevaluasi pengalaman
 Simulasi
 Orientasi
 Latihan partisipasi
 Pelaksanaan simulasi
 Wawancara partisipan
4. Gaya Belajar
a. Kecerdasan majemuk
- Logis matematika perhitungan secara matematis, berpikir logis, pemecahan masalah, perhitugan
deduktif-induktif
- Bahasa  menggunakan kata, baik verbal mapun tulisan
- Musikal  kepekaan irama, melodi, warna suara
- Visual spasial  mempersepso berupakepekaan warna, bentuk, ruang, hubungan yg terjadi
- Kinestetis  kemampan fisik, kecepatan, kelenturan, kekuatan
- Interpersonal  suara, gerak, isyarat membedakan tanda interpersonal
- Intrapersonal  memahami diri sendiri
- Naturalis  mengenali benda fisik dan fenomena alam
5. Penyusun atom  proton, elektron, neutron
6. Letak Unsur dalam SPU  golongan = e valensi, per = n kulit
a. blok s  s1 = IA, s2 = IIA
b. blok p (s + p)  3 = III A-VIII A
c. blok d (s + d)  3 = III B, 8-10 = VIII B
d. blok f  4f (lantanida), 5f (aktinida)
7. Sifat unsur
J E S K A
Kiri-kanan K B K B B
Atas-bawah B K B K K
A. REDUKSI  kiri-kanan reduksi makin besar
B. Asam-basa kiri-kanan asam makin kuat
8. Ikatan Kimia
a. Ikatan Ion  elektrovalen  ion positif + negatif
b. Ikatan kovalen  elektron bersama
9. Bentuk geometri
Jml domain Jml domain Jml domain
elektron elektron elektron Rumus contoh
Bentuk
total ikatan bebas umum
(DET) (DEI) (DEB)
2 2 0 AX2 linear BeH2, BeCl2.
3 0 AX3 Segitiga planar BH3,BF3,BCl3
3 2 1 AX2E Huruf V SO2
BF4-, BeCl42-, CH4,
4 0 AX4 tetrahedral
CCl4, SiCl4
3 1 AX3E Piramida trigonal NH3,NCl3,H3O+,PCl3
4
H2O, OCl2, SCl2,
2 2 AX2E2 Huruf V
SeCl2, TeCl2
1 3 AXE3 linear HF, OH-
PF5, PCl5
5 0 AX5 Trigonal bipiramida (TBP)
SF4, SeF4, TeCl4
5 4 1 AX4E Seesaw atau disfenoidal
ClF3, BrF3
3 2 AX3E2 Huruf T bengkok
2 3 AX2E3 linear ICl2-, I3-, XeF2
6 0 AX6 oktahedral SF6, SeF6
Piramida alas bujur sangkar BrF5, IF5
6 5 1 AX5E
terdistorsi
4 2 AX4E2 Bujur sangkar ICl4-, BrF4-, XeF4
7 7 0 AX7 Pentagonal bipiramida (PBP) IF7

10. Gaya antar molekul  hidrogen (HF, H2O, NH3, alkohol, karboksilat), van der waals (dipol-dipol, dipol-
nondipol, nondipol-nondipol (london)). Titik didik tertinggi adalah ikatan hidrogen. Yang lain dilihat dari
Mr. Jika Mr relatif sama maka gaya dipol-dipol > dipol-non>non-non
11. Rumus empiris  cari perbandingan mol
12. Pereaksi pembatas  jumlah lebih sedikit
13. Kadar  lihat buku. Sdh tau kan?
14. Kerja, Kalor, dan Gibbs
 Q = ∆U+ (P x ∆V)
 ∆E = ∆H - P∆V
 ∆G = ∆H - T∆S
 ∆G = nRT ln P2/P1
 ∆E = -1,36 (1/n1 – 1/n2) 1 eV = 1,602 x 10-9 J
15. Entapi reaksi kalorimeter  Q = m.c.∆T  ∆H = -Q/n
16. Entapi reaksi pembentukan standar  ∆H = Ka – Ki
17. Entapi reaksi hukum hess  bunuh dia!!!!!!!!!!!
18. Entapi reaksi ikatan  ∆H = Ki – Ka
19. Laju reaksi
a. Untuk cari orde, matikan yang konsentrasi sama
b. Faktor  suhu, konsentrasi, luas permukaan, katalis
c. Perhitungan pengaruh suhu  V = Vo (n)∆T/kenaikan  t = to (1/n)∆T/kenaikan
20. Kesetimbangan  K = [hasil]koef/[reaktan]koef
a. Derajat disosiasi  terurai/ mula2
b. Nilai Q
- Jika Q =K  setimbang
- Q > K  reaksi kanan ke kiri (produk  reaktan)
- Q < K  Reaksi kiri ke kanan (rektan  produk)
c. Kp = Kc.R.T∆n
d. Faktor
- Suhu  naik (endo), turun (ekso)
- Konsentrasi  tambah (jauh), kurang (dekat)
- Vol  besar (koef besar), kecil (koef kecil)
- Tekanan  kecil (besar), besar (kecil)
21. Analisis organik/anorganik
Jenis-jenis instrumen kimia
a. UV-Vis  mengukur kadar senyawa dari suatu sampel. Contoh : kadar besi
b. FT-IR  menentukan gugus fungsi dari suatu sampel
c. GC-MS (kromatografi-spektroskopi massa  melakukan pemisahan dari suatu sampel berdasarkan
sifat dan kesamaannya  menentukan struktur senyawa
d. HPLC  pemisahan terhadap suatu sampel khususnya cair (liquid)
e. AAS  analisis kadar analit terutama logam-logam dengan konsentrasi rendah
f. Piknometer  massa jenis zat
g. Polarimeter  polarisasi u/ glukosa (C optik)
h. Reflaktometer  indeks bias
i. Konduktometri  daya hantar listrik
j. Potensiometri  elektrolisis

Uji Sampel Organik


a. Uji karbohidrat
- Uji Seliwanoff  uji sukrosa/fruktosa (keton)  pereaksi (HCl + resolsinol)  merah
- Uji Molisch  uji umum karbohidrat  pereaksi (α-naftol 10% + H2SO4 pekat)  cincin merah-
ungu
- Uji Antron  uji umum karbohidrat  pereaksi (larutan antron 0,2% + H2SO4 pekat)  kompleks
warna hijau-hijau kebiruan
- Uji Barfoed  uji monosakarida  pereaksi (Pb asetat + as. asetat)  endapan merah (1-2 menit)
- Uj benedict  gula pereduksi  pereaksi (CuSO4 + Na-sitrat + Na2CO3)  endapan merah bata
- Uj fehling  gula pereduksi  pereaksi (CuSO4 [fehling A] + Na-K-tartratat [fehling B]) 
endapan merah bata
- Uji Tollens  gula pereduksi  pereaksi (AgNO3 dalam basa)  cermin perak
- Uji Iodin  polisakarida  peraksi (larutan iodin)  amilum (biru) amilopektin (merah ungu)
glikogen dan dekstrin (merah coklat)
b. Uji Protein
- Uji Ninhidrin  untuk menunjukkan adanya asam amino dalam sampel.  kompleks berwarna
biru/keunguan
- Uji Biuret  protein/ikatan peptida  ungu
- Uji Millon  tirosin (gugus fenol seperti tirosin)  pereaksi (HgSO4 + HgNO3)  merah setelah
dipanaskan
- Pereaksi xantoproteat  tirosin (gugus fenil [benzena] seperti tirosin, triptofan, fenilalanin) 
pereaksi (HNO3 pekat)  Kuning
- Uji Hopkin-Cole  triptofan  pereaksi (As. Glikosilat + H2SO4 pekat)  ungu
- Uji Sekaguci  gugus guanindin (N2) pada asam amino/protein (Arginin)  pereaksi (α-naftol +
NaClO)  merah setelah
- Uji Pb Asetat Metionin dan sistein  pereaksi (Pb-asetat)  hitam
- Nitroprusida  sistein  pereaksi (Na-nitroprusida + HNO3 encer)  merah
- Rx Pauli  histidin dan tirosin  pereaksi (As.sulfanilat + basa)  merah
- Rx Folin-Ciocalteu  tirosin  pereaksi (As. Fosfomolibdat)  biru

22. Keselamatan/Pegelolaan Laboratorium


a. Cara menangani kecelakaan
- Benda tajam  membersihkan luka secara hati2, jika karena pecahan benda tajam maka gunakan
pinset dan kasa steril. Tempelkan plaster obat
- Luka bakar karena benda panas  olesi minyak ikan atau lavetran (hanya memerah), mencelupkan
ke dalam air es/dikompres (jika kena api dan terasa nyeri)
- Luka karena asam  dihapus dengan kapas dan lap halus kemudian dicuci dengan air mengalir,
kemudian cuci dengan larutan 1% Na2CO3 kemudian air lagi. Keringkan dan olesi salep lavetran
- Luka akibat basa  dicuci dengan air sebanyak-banyaknya, bilas dengan asam asetat 1%, cuci
dengan air, keringkan dan olesi salep obor
- Luka mata karena terkena percikan asam  cuci dengan air bersih slama 1 menit. Dicuci Na2CO3 1%
- Luka mata karena basa  cuci dengan air lalu bilas dengan asam borat 1%
- Zat tertelan  asam (kumur2 dengan air lalu minum air kapur atau susu), basa kuat  kumur2
kemudian minum air sebanyak2nya, beri susu atau teh asam cuka dalam ½ L air
- Jika terkena zat kimia toxic lain  2-4 gelas air atau susu dan diberi antidot dlm ½ gelas air hangat
b. Cara penyimpanan bahan
a. Udara  botol tutup rapat (kristal besi (II) sulfat, logam yang reaktif pada air seperti K, N, dan Ca,
asam sulfat pekat, logam halideanhidrat, oksida non logam)
b. Sinar  botol cokelat (KMnO4, AgNO3)
c. Bereaksi dengan kaca  botol plastik (HF, NaOH, EDTA. H2O2, bahan padat)
d. Bereaksi dengan plastik  botol kaca (polimer)
e. Dalam lemari asam  asarn sulfat pekat, asam nitrat pekat, asam klorida pekat dan amonia pekat,
asam orthophosfat dan asam perklorat
f. Jangan diletakkan berdekatan

23. Larutan elektrolit dan non elektrolit


a. Elektrolit kuat  lampu nyala terang, gelembung banyak (garam netral, asam kuat, basa kuat)
b. Elektrolit lemah  lampu nyala redup/tdk nyala, gelembung sedikit (biasanya asam lemah, basa lemah,
garam terhidrolisis sebagian)
c. Non Elektrolit  lampu padam, gelembung tdk ada (senaywa organik biasanya)
24. Konsentrasi
a. Molaritas  massa/Mr x 1000/V
b. Molalitas  massa/Mr x 1000/P
c. Fraksi mol  nt/nt+np atau np/np+nt
d. PPM  massa zat terlarut/massa larutan x 106
e. Berat/berat = massa zat terlarut/massa total x 100%
f. Mol  massa/Mr
g. Jumlah partikel = n x L
h. V pada STP = n x 22,4
i. V pada gas ideal = PV/RT
25. Teori asam-basa
a. Arhenius  asam (dalam air H+) basa (dalam air OH-)
b. Bronsted-Lowry  asam (donor H+) basa (aseptor H+)
c. Lewis  asam (aseptor e) basa (donor e)
26. pH larutan tunggal
a. Asam kuat  [H+] = Ma. b
b. Basa kuat  [OH-] = Mb. b
c. Asam lemah  [H+] = √Ka x Ma atau [H+] = √Ka x Ma(1 − α) atau [H+] = α x Ma
d. Basa lemah  [OH-] = √Kb x Mb atau [H+] = √Kb x Mb(1 − α) atau [OH-] = α x Mb
Ka/Kb
e. Derajat disosiasi  α = √Ma/Mb
27. Indikator asam-basa
a. Kertas lakmus  asam (biru jadi merah) basa (merah jadi biru)
b. Universal  asam (0-6,...) basa (7,.... – 14) netral (7)
c. Daftar indikator yang lain bisa lihat tabel saja
28. Grafik titrasi
a. Asam kuat oleh basa kuat

b. Basa kuat oleh asam kuat

c. Asam lemah oleh basa kuat


d. Basa lemah oleh asam kuat

29. Larutan Penyangga


a. Syarat terjadinya penyangga
- Asam lemah dan garamnya
- Basa lemah dan garamnya
- Jika asam kuat + basa lemah dan yang bersisa basa lemah
- Jika basa kuat + asam lemah dan yang bersisa asam lemah
b. pH larutan
INGAT!!  pH ditentukan oleh yang lemah!
nb
- Penyangga Basa  [OH-] = ng x Kb  perhatikan pula valensi lemahnya yah ^^
na
- Penyangga Asam  [H+] = ng x Ka  perhatikan pula valensi lemahnya yah ^^
c. Penyangga Intra sel  H2PO4 dan HPO4-
d. Penyangga Ekstra sel  H2CO3 dan HCO3-
30. Media Pembelajaran
a. Media berbasis manusia
b. Media Berbasis Cetakan
c. Media berbasis audio
d. Media Berbasis Visual
e. Media Berbasis Audio-Visual
f. Media Berbasis Komputer
31. Hidrolisis Garam
Jenis hidrolisis
a. Tidak terhidrolisis  Asam kuat + Basa Kuat  pH netral
b. Hidrolisis parsial  as. Kuat + basa lemah (Asam) Bs. Kuat + As. Lemah (basa)
c. Hidrolisis total  Jika As. Lemah + As. Lemah  Jika Ka>Kb (asam Ka<Kb (basa) Ka = Kb (netral)
pH larutan
Kw
a. Garam asam  [H+] =√ Kb x [G]  perhatikan pula valensi lemahnya yah ^^

Kw
b. Garam basa  [OH-] =√ Ka x [G]  perhatikan pula valensi lemahnya yah ^^
32. Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
a. Biner  Ksp = s2
b. Terner  Ksp = 4s3
Ion Senama  mengurangi kelarutan
Pengendapan  Jika Q>Ksp (mengendap) Q<Ksp (larut) Q = Ksp (tepat jenuh)
33. Sifat Koligatif larutan
a. Perhitungan
- Non-Elektrolit
 Penurunan tekanan uap  P = Po x Xp
 Kenaikan titik didih  ∆Tb = m x Kb
 Penurunan titik beku  ∆Tf = m x Kf
 Tekanan osmotik   = MRT
- Elektrolit
Cukup tambahkan faktor Van Hoff  i = 1 + (n-1)α
b. Penerapan Sifat Koligatif
- Penurunan tekanan uap
 Kolam apung
- Kenaikan titik didih
 Penyulingan minyak bumi
 Penyulingan gula
 Menambahkan bumbu setelah air mendidih saat memasak
 Menambahkan garam saat memasak
- Penurunan titik beku
 Membuat campuran pendingin
 Anti beku pada radiator mobil
 Anti beku dalam tubuh hewan
 Mencairkan salju
- Tekanan osmotik
 Mengontrol bentuk sel
 Mesin cuci darah
 Pengawetan makanan
 Membasmi lintah
 Penyerapan air oleh akar tanaman
 Desalinasi air laut (osmotik balik)
 Penggunaan cairan tetes mata
34. Koloid
Perbedaan

Jenis-Jenis
Sifat-Sifat Koloid
a. Efek Tyndall  penghaburan cahaya oleh partikel koloid
- Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut
- Sorot lampu proyektor dalam gedung bioskop yang berasap
b. Gerak Brown  Gerak zig-zag partikel koloid karena tumbukan antara partikel koloid
c. Adsorpsi  penyerapan partikel (ion/molekul) pada permukaan koloid
- Penyembuhan sakit perut oleh serbuk karbon (norit)
- Pewarna kain
- Penyembuhan penyakit maag dengan Magnesium hidroksida
d. Elektroforesis  Bergeraknya partikel-partikel koloid yang bermuatan karena pengaruh medan listrik
- Penentuan muatan suatu partikel koloid
- Pengurangan zat-zat pencemar udara yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik
e. Koagulasi  penggumpalan partikel-partikel koloid karena adanya pemanasan, penambahan elektrolit
atau penambahan koloidyang muatannya berlawanan
- Pembentukan delta pada muara sungai
- Pengolahan karet
- Proses penjernihan air
- Penggumpalan darah
f. Dialisis  Pemurnian koloid dari partikel pengotor yang dapat mengganggu kestabilan koloid
- Proses kerja ginjal membersihkan darah
- Proses pencucian darah oleh alat hemodializer
Pembuatan Koloid
a. Cara Dispersi
35. Reaksi Redoks dan Elektrokimia
a. Penyetaraan reaksi 
- Buat setengah reaksi
- Setarakan jumlah atom yang mengalami perubahan biloks
- Setarakan jumlah O dengan menambah H2O pada ruas kekurangan (asam) kelebihan (basa)
- Setarakan jumlah H dengan menambah H+ (asam) OH- (basa)
- Setarakan jumlah muatan dengan menambahkan elektron
- Setarakan jumlah elektron
- Selesai ^^
b. Sel Volta
- Ingat!!  KPAN & KRAO
- Esel = Ered - Eoks
- Yang mengalami oksidasi adalah yang memiliki potensial lebih rendah
- X/X+//Y+/Y
- Deret umum : Li K Ba Ca Na Mg Al Mn H2O Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cr Hg Ag Pt Au
(lihat kalau bapak kaisar nanti meninggal H2O zaman kerajaan fir’aun kuda poni senang
pembagian harta sebab bila krupuk hangus agak pahit au)
c. Sel Elektrolisis
- INGAT!!  KNPA & KRAO
- Reaksi pada = katoda
 Ion-ion IA, IIA, IIIA Al, Mn  2H2O + 2e  2OH- + H2
 Ion logam lain  Mnn+ + ne-  M
 Ion H+  2H+ + 2e-  H2
 Jika lelehan maka pada poin (1) logamnya yang mengalami reduksi
- Reaksi Pada Anoda
 Ion-ion SO42-, NO3-  2H2O  4H+ + O2 + 2e-
 Ion VIIA  2X-  X2 + 2e
 Ion OH-  4OH-  2H2O + 4e- H2
 Jika pakai elektroda tidak inert maka yg teroksidasi adalah elektrodanya
d. Hukum Faraday I
- 1 F = 1 mol e = 96500 C
- F = Q/96500 = i x t/96500
- w = eF = eQ/96500 = e x i x t/96500
e. Hukum Faraday II
- w1/e1 = w2/e2
- n1 x e1 = n2 x e2
36. Tata Nama
a. Senyawa Ion  kation + anion + ida
b. Senyawa kovalen  pakai awalan mono (hanya pada unsur kedua), di, tri, dst + ida
c. Kompleks  jumlah ligan + nama ligan + nama atom pusat (kalau kation nama biasa kalau anion pakai
“at”) + (Romawi)  nama disambung 1 kata
37. Isomer
a. Isomer struktur adalah senyawa yang memiliki rumus molekul sama, tetapi strukturnya berbeda.
b. Isomer geometris adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama, tetapi struktur ruangnya
berbeda.
c. Isomer optik adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul, gugus fungsi, dan posisi gugus
fungsi yang sama, tetapi letak atom atau gugus fungsinya berbeda sehingga memiliki bidang cahaya
polarisasi yang berbeda.
d. Isomer gugus fungsi adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama, tetapi gugus
fungsinya berbeda.
e. Isomer posisi adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul dan gugus fungsi yang sama,
tetapi posisi gugus fungsinya berbeda
38. Reaksi pada senyawa organik
a. Reaksi pembakaran  + O2 menghasilkan CO2 dan H2O
b. Pada alkana, alkena, dan alkuna
- Adisi  pemutusan ikatan rangkap (penjenuhan)  Dengan H2, X2, atau HX (markovnikov dan
anti markovnikov [biasanya dengan bantuan katalis peroksida])
- Subtitusi  penggantian
- Eliminasi  Pembentukan rangkap
- Reaksi ozonolisis  mengetahui letak ikatan rangkap
- Reaksi identifikasi ikatan rangkap dengan Br2
c. Pada Turunan alkana
- Alkohol
 Alkohol + Na  Natrium etoksida + H2
 Eter + Na  tdk bereaksi
 Oksidasi
 Alkohol primer  aldehid  as. Karboksilat
 Alkohol sekunder  keton
 Alkohol tersier tdk mengalami oksidasi
 Alkohol + as. Karboksilat  ester
 Reaksi Uji Iodoform, reaksi uji ini dilakukan untuk menentukan keberadaan gugus metil ujung
dalam senyawa alkohol atau senyawa karbonil (aldehida atau keton): CH3-CHOH- atau CH3-
CO-
 Alkohol + asam halida/PX3/PX5  haloalkana
 Dehidrasi alkohol  alkena
 Uji Lukas  membedakan alkohol primer, sekunder, tersier
- Eter
 Eter + asam halida  alkohol + haloalkana
 Eter + PX5  halo alkana
- Aldehid
 Aldehid dioksidasi  asam karboksilat
 Aldehid + fehling/benedict  asam karboksilat + endapan merah bata
 Aldehid + Tolllens  asam karboksilat + cermin perak
 Adisi aldehid  alkohol primer
- Keton
 Adisi keton  alkohol sekunder
- Asam karboksilat
 Asam karboksilat + alkohol  ester
39. Asam amino dan Protein
a. Asam amino esensial  tdk dapat diproduksi oleh tubuh  asam amino esensial: valin (Val), leusin
(Leu), isoleusin (Ile), fenilalanin (Phe), triptofan (Trp), treonin (Thr), metionin (Met), lisin (Lys),
histidin (His), dan arginin (Arg).
b. Asam amino nonesensial  ada dalam tubuh  glisin (Gly), alanin (Ala), asparagin (Asn), glutamin
(Gln), prolin (Pro), serin (Ser), tirosin (Tyr), asam glutamat (Glu), sistein (Cys), asam aspartat (Asp),
sistin (Cys-Cys), hidroksiprolin, hidroksilisin.
40. POLIMER
Sumber Nama Polimer Monomer Polimerisasi Terdapat/Kegunaan
Protein Asam amino Kondensasi Daging, telur
Amilum Glukosa Kondensasi Beras, gandum
Alam Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu
As. Nukleat Nukleotida Kondensasi RNA
Karet alam Isoprene Adisi Getah pohon karet
Polietena Etena Adisi Plastik
PVC Vinil klorida Adisi Pipa, lantai
Polipropilena Propena Adisi Tali plastic
Teflon Tetrafloroetilena Adisi Panci anti lengket
Sintesis Bakelit Formaldehid+fenol Kondensasi Alat listrik
Dakron Etilena glikol Kondensasi Kain sintesis
Nilon Heksametilena Kondensasi Parasut
diamida + as.
Adipat

41. Pita kestabilan


- n/p = 1  tepat pada garis pita kestabilan
- n/p < 1  di bawah pita kestabilan
- n/p > 1  di atas pita kestabilan
42. Asam Lemak

43. Radioaktif
Jenis sinar
a. Sinar α  massa yang besar, daya tembus sinar ini paling lemah di antara sinar radioaktif, namun empunyai
daya pengion yang paling kuat. Sinar ini dibelokkan oleh medan magnet ke arah kutub negatif.
b. Sinar β  partikel ini dapat dianggap tidak bermassa sehingga dinyatakan dengan notasi. Energi sinar beta
sangat bervariasi, mempunyai daya tembus lebih besar daripada sinar alfa tetapi daya pengionnya lebih lemah.
Dalam medan magnet, sinar ini membelok ke arah kutub positif.
c. Sinar γ  Sinar gama memiliki daya tembus yang sangat besar, paling besar di antara sinar radioaktif tetapi daya
pengionnya paling lemah. Sinar ini tidak bermuatan listrik sehingga tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik.
Waktu Paruh
N = No x ( ½ )t/t1/2
44. Warna nyala
a. Li = merah
b. Na = Kuning
c. K = ungu
d. Rb = biru kemerahan
e. Sc = Biru
f. Ba = hijau
g. Mg = putih
h. Ca = jingga-merah
i. Sr = merah