Anda di halaman 1dari 4

Tugas

MANAJEMEN STRATEGIK
Dosen Pengampu : Drs. Fiasco Darung, M.Si

Oleh :

Nama : Friska Molita Maharani


NIM : BBA 117 248
Kelas : E
Jurusan : Manajemen

13 Desember 2018
Pertanyaan dan Pembahasan
1) Apa yang dikatakan dalam New Competitive Landscape dalam manajemen strategik
?
 New Competitive Landscape merupakan suatu analisis bisnis yang dipergunakan
untuk mengidentifikasi pesaing langsung maupun tidak langsung dalam persaingan
pasar. Analisis ini mencakup kekuatan dan kelemahan, produk dan layanan serta
model pertumbuhan. Selain itu, analisis ini dapat mencakup banyak bagian informasi
yang berbeda, termasuk layanan utama dan produk yang disediakan oleh bisnis,
penjualan tahunan dan tingkat pangsa pasar.
2) Mengapa politik internal merupakan masalah potensial dalam implementasi
strategik? Apa yang perlu dilakukan?
 Implementasi strategis merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan
diubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.
Politik internal memiliki peran penting yang sangat berpengaruh dalam proses
pengimplementasian strategi dalam perusahaan. Misalnya, apabila terjadi suatu
konflik politik dalam internal perusahaan tentunya akan menghambat pelaksanaan
strategi yang telah dirumuskan sebelumnya, dimana hal ini akan berpengaruh
terhadap kinerja perusahaan untuk terjun ke dalam persaingan pasar dalam rangka
memperoleh laba. Begitu sebaliknya, apabila politik internal perusahaan terjaga dan
minim akan konflik akan membantu dalam pelaksanaan strategi perusahaan.
Dalam hal ini, setiap perusahaan haruslah mampu menjaga kestabilan politik
internalnya dan berusaha agar masalah politik internal tidak berpengaruh langsung
terhadap pelaksanaan implementasian startegi perusahaan dalam bisnis.
3) Bagaimana mencapai suatu keunggulan bersaing melalui strategi keunggulan biaya,
strategi diferensiasi dan strategi fokus ?
 Dalam mencapai keunggulan bersaing dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
 Strategi biaya, menekankan pada upaya memproduksi produk dengan biaya
per unit yang sangat rendah. Produk ini biasanya ditujukan kepada konsumen
yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau
menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan. Dengan demikian,
perusahaan akan memilki keunggulan bersaing dengan menggunakan beban
biaya yang rendah atau menekan biaya produksi.
 Strategi diferensiasi, mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan
keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk
(barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan
untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya.
 Strategi fokus, digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam
suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk
melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam
pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh

1
harga. Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan
suatu kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya
perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu
kelompok pasar tertentu.
4) Mengapa penting bagi suatu perusahaan untuk mempelajari dan memahami
lingkungan eksternal dan internal. Mana yang lebih penting untuk dipelajari
lingkungan ekternal atau lingkungan eksternal? Jelaskan!
 Kemajuan suatu usaha merupakan tujuan penting dalam suatu perusahaan,tentunya
berbagai strategi perlu dilakukan oleh perusahaan untuk memajukan suatu usaha
tersebut. Seorang manajer haruslah mampu menganalisis berbagai situasi dan kondisi
yang akan berpengaruh dan berdampak pada keputusan yang akan diambil
kedepannya. perlu adanya kehati-hatian dan kesiapan dalam menentukan suatu
kebijakan sehingga nantinya kendala serta resiko usaha yang timbul akan dapat
diantisipasi seminimal mungkin. Lingkungan eksternal dan lingkungan internal
mempunyai peran yang cukup penting dalam usaha pengambilan keputusan guna
mewujudkan visi perusahaan ataupun organisasi. Interaksi antar lingkungan internal
maupun eksterrnal akan sangat mempengaruhi kemampuan serta strategi-strategi
penting bagi para pengambil keputusan.
Memahami lingkungan internal perusahaan merupakan hal yang berguna dalam
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan atas dasar sumber daya
dan kapabilitas yang dimilikinya sehingga mampu bersaing di pasar dengan percaya
diri. Selain itu, memahami lingkungan eksternal perusahaan juga tak kalah
pentingnya, dimana perusahaan mengidentifikasi kondisi pasar dan kemampuan
pesaing lain serta menyesuaikan kondisi global yang ada agar mampu bertahan dan
bersaing secara kompetitif di pasar.
Kedua hal ini sangatlah penting dan dalam pelaksanaannya diperlukan kesinergisan
antara memahami lingkungan internal perusahaan dan lingkungan eksternal
perusahaan dan seolah-olah tidak dapat dipisahkan. Misalnya, apabila kita hanya
mengetahui daya saing perusahaan dan kemampuan lainnya, dan tidak memahami
kondisi pasar yang ada tentunya akan tidak seimbang. Begitu juga sebaliknya, apabila
kita memahami segala seluk beluk persaingan pasar tetapi kita tidak memiliki
kemampuan/daya saing yang memumpuni, tentunya kita tidak akan mampu
memajukan perusahaan.
5) Jelaskan perbedaan Value Chain Analysis (Analisis Mata Rantai Nilai) dengan
Outsourching. Mengapa perusahaan melakukan kedua aktivitas tersebut ?
 Value Chain Analysis (Analisis Mata Rantai Nilai) merupakan alat analisis strategik
yang digunakan untuk memahami secara lebih baik terhadap keunggulan kompetitif
untuk mengidentifikasi dimana nilai pelanggan dapat ditingkatkan atau penurunan
suatuu biaya, dan untuk memahami secara lebih baik hubungan perusahaan dengan
pemasok/supplier, pelanggan, dan perusahaan lain dalam industri. Analisis mata rantai
nilai mengidentifikasikan dan menghubungkan berbagai aktivitas strategik
diperusahaan. Dimana dalam konsep ini perusahaan harus mampu mengenali

2
posisinya pada rantai nilai yang membentuk produk atau jasa yaitu nilai yang berawal
dari bahan mentah sampai dengan penanganan produk setelah dijual kepada
konsumen.
Sedangkan, Outsourching merupakan pendelegasian operasi dan manajemen dari
suatu proses bisnis kepada pihak lain (pihak luar perusahaan), dimana pengelolaan
atau proses produksi tidak dilakukan oleh perusahaan itu sendiri tetapi dilimpahkan
kepada perusahaan jasa outsourching. Biasanya hal ini dilakukan sebagai bentuk
pemotongan biaya, dalam artian apabila perusahaan melaksanaan hal ini akan lebih
murah daripada memproduksi produk/jasa tersebut secara mandiri.
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif dizaman sekarang ini, perusahaan
haruslah menemukan cara/teknik dalam bersaing dengan perusahaan lainnya dalam
pangsa pasar yang ada. Tujuan utama perusahaan tentulah mendapatkan keuntungan/
laba sebesar-besarnya, dan untuk mewujudkan hal tersebut dapat digunakan aktivitas-
aktivitas tertentu seperti analisis mata rantai nilai ataupun outsourching. Tujuan dari
kedua aktivitas ini adalah sama yaitu memperkecil biaya/anggaran dalam
menghasilkan produk/jasa agar mampu bersaing di pasar yang sangat kompetitif ini.