Anda di halaman 1dari 5

CHAPTER 4

A. QUESTIONS 1-20
1. Dokumen yang mengawali proses penjualan adalah pesanan penjualan (sales
order). Proses penjualan dimulai dari pelanggan menghubungi departemen penjualan.
2. Perbedaan antara slip pengepakan, pemberitahuan pengiriman, dan Bill of
Lading:
a. Slip pengepakan adalah sebuah dokumen yang dibuat oleh bagian pengiriman
barang (terutama bagian pengepakan/packing) yang menampilkan nama item dan
kuantitas untuk menggambarkan isi kiriman tersebut, yang dikirim bersamaan
dengan barang kepada pelanggan.
b. Pemberitahuan pengiriman adalah dokumen/surat pemberitahuan tertulis yang
diberikan dan dibuat oleh bagian pengiriman barang selaku penjual kepada pihak
pembeli dimana di dalamnya termasuk item dan kuantitas barang yang dikirim dan
detail pengiriman (tanggal pengiriman dan jasa angkut pengiriman) bisa juga
disertakan copy dari slip pengepakan. Dokumen ini bertujuan untuk memberi
informasi bahwa barang pesanan telah dikirim/dalam proses pengiriman.
c. Bill of Lading adalah kontrak formal antara penjual dan perusahaan pengiriman
untuk mengirim barang ke pelanggan. Dokumen ini menentukan kepemilikan dan
tanggung jawab atas barang dalam perjalanan.
3. Fungsi departemen penerimaan barang dalam siklus pendapatan adalah ketika
barang dikembalikan, staf penerimaan menghitung, memeriksa dan menyiapkan slip
retur barang yang mendeskripsikan barang tersebut. Dengan kata lain, departemen
penerimaan barang dalam siklus pendapatan memiliki fungsi utama sebagai
penampung data-data barang yang berkaitan dengan retur, dari mulai pengecekan
barang, penghitungan barang, bukti notanya, dan lain-lain.
4. Rangkuman data diterima dari Departemen Piutang Dagang. Pada departemen
tersebut, staf piutang dagang melakukan pembukuan dan menyimpan salinan buku
besar yang kemudian secara berkala dilakukan rangkuman data saldo setiap akun
menjadi satu oleh petugas tersebut. Bentuk rangkumannya berupa saldo akhir dari
masing- masing akun yang ada yang muncul akibat transaksi penjualan yang
terjadi.
5. Tiga pengendali otorisasi, yaitu:
a. Pemeriksaan kredit. Departemen kredit memastikan bahwa kebijakan kredit
perusahaan dilaksanakan dengan benar, perhatian utamanya adalah kelayakan
pemberian kredit kepada pelanggan.
b. Kebijakan retur barang. Departemen kredit mengotorisasi proses retur barang.
Penentuan ini didasarkan pada sifat penjualan dan situasi retur. Konsep otoritas
khusus dan umum juga memengaruhi aktivitas ini. Kebanyakan perusahaan
mempunyai kebijakan khusus untuk menyetujui pengembalian kas dan kredit untuk
akun pelanggan.
c. Pradaftar Kas. Pradaftar kas menyediakan sarana untuk melakukan verifikasi
apakah cek dari pelanggan dan permintaan pembayaran sudah benar. Adanya
kelebihan pada permintaan pembayaran pada departemen kredit atau kurangnya
cek pelanggan pada depatemen penerimaan kas akan dapat dideteksi ketika
dilakukan pencocokan antara batch dengan daftar tersebut.
6. Tiga peraturan yang memastikan bahwa tidak satu pun karyawan atau
departemen yang meproses suatu transaksi secara keseluruhan:
a. Bagian yang mengotorisasi transaksi harus terpisah dengan bagian yang
memproses transaksi. Dalam siklus pendapatan, departemen kredit terpisah dari
seluruh proses, jadi otorisasi formal untuk transaksi merupakan aktivitas yang
independen.
b. Pengendalian aktiva harus terpisah dari tugas pembukuan aktiva. Dalam sistem
pemrosesan pesanan penjualan, gudang persediaan yang menyimpan aktiva fisik,
dan fungsi akuntansi (buku besar umum dan departemen pengendalian persediaan)
yang melakukan pencatatan.
c. Perusahaan harus terstruktur sehingga tindak penipuan memerlukan kolusi dua atau
lebih individu. Fungsi pembukuan harus dibagi dengan hati-hati. Secara khusus,
buku besar pembantu (penjualan dan penerimaan kas), dan buku besar umum harus
dipisah. Dengan memisahkan tugas-tugas tersebut, kolusi harus melibatkan lebih
banyak orang yang akan meningkatkan risiko terdeteksi, sehingga sulit terjadi.
7. Siklus pendapatan memerlukan verifikasi independen, ketika:
a. Departemen pengiriman memverifikasi bahwa barang yang dikirim ke pelanggan
dari gudang sudah benar dalam jenis dan jumlahnya.
b. Departemen penagihan mencocokkan pemberitahuan pengiriman dengan faktur
penjualan untuk memastikan bahwa tagihan sesuai dengan barang yang dikirimkan.
c. Staf buku besar mencocokkan voucher jurnal yang dibuat oleh masing-masing
departemen. Departemen penagihan meringkas jurnal penjualan, pengendalian
persediaan, meringkas penurunan pada buku besar pembantu persediaan.
Departemen penerimaan kas meringkas jurnal penerimaan kas dan departemen
kredit meringkas buku besar pembantu piutang dagang.
8. Otomatisasi adalah bagian bawah dari spectrum perubahan organisasi. Otomatisasi
(automation) mencakup penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pekerjaan.
9. Tujuan rekayasa ulang adalah untuk memperbaiki kinerja operasional dan
mengurangi biaya dengan cara mengidentifikasi dan menghilangkan tugas yang tidak
bernilai tambah. Hal ini meliputi penggantian prosedur tradisional dengan prosedur
yang inovatif dan seringnya sangat berbeda dari yang pernah dijalankan sebelumnya.
10. Perbedaan antara pengeditan (edit run), pengurutan (sort time), dan pembaruan
(update run):
a. Pengeditan (edit run) adalah memvalidasi transaksi dengan menguji setiap record
untuk menemukan jika ada kesalahan pengetikan atau kesalahan logis. Pengujinya
bisanya termasuk pemeriksaaan field, pengujian batasan, pengujian jangkauan, dan
perkalian harga dengan kuantitas.
b. Pengurutan (sort run) adalah file transaksi harus ditempatkan pada urutan yang
sama seperti file master yang diperbaharui.
c. Pembaruan (update run) adalah memasukan transaksi pertama ke record dengan
menggunakan kunci sekunder untuk mencari record yang sesuai secara langsung.
Record transaksi dicatat dalam jurnal dan program. Kemudian pindah ke transaksi
selanjutnya dan mengulangi proses ini. Sampai seluruh catatan dalam file transaksi
selesai dibukukan.
11. Fitur utama dalam sistem point of sale (POS) antara lain:
a. Inventory Management, mengelola persediaan barang yang dimiliki dan software
POS akan membantu mengecek tingkat stok barang dan data penjualan yang terjadi.
b. Pelaporan, mengetahui laporan mengenai penjualan dan kebiasaan pelanggan.
Sebagian aplikasi memiliki pelaporan dasar untuk memberikan laporan yang terjadi
dalam berbisnis.
c. Purchasing, mengetahui kapan persediaan barang habis. Beberapa software POS
dilengkapi dengan software acconting untuk memberi laporan barang yang hampir
kehabisan stok, sehingga pelanggan tak perlu kecewa karena barang tidak ada.
d. Customer Management, meciptakan cara promosi tertentu, kupon belanja dan
proses reservasi pelanggan di-handle dengan satu aplikasi, menciptakan customer
experience yang baik akan membuat pelanggan anda kembali lagi.
e. Standar Keamanan Transaksi, mempermudah pelanggan dengan sistem POS
yang dilengkapi dengan standar keamanan bertransaksi.
f. Return Processing, software POS yang tepat dapat membantu membuat proses ini
lebih mudah bagi anda dan pelanggan.
12. Peran penting dari kunci primer dalam jejak audit yaitu membantu auditor
menelusuri transaksi manapun melalui semua tahapan pemrosesan dari awal
peristiwa hingga laporan keuangan. Kunci primer merupakan atribut
pengidentifikasi dari record.
13. Keunggulan dari pemrosesan secara real-time:
a. Pemeriksaan Kredit. Depatemen kredit dapat memastikan bahwa kebijakan kredit
perusahaan dilaksanakan dengan benar, perhatian utamanya adalah kelayakan
pemberian kredit kepada pelanggan.
b. Kebijakan Retur Barang. Departemen kredit mengotorisasi proses retur barang.
Penentuan ini didasarkan pada sifat penjualan dan situasi retur. Konsep otoritas
khusus dan umum juga memengaruhi aktivitas ini. Kebanyakan perusahaan
mempunyai kebijakan khusus untuk menyetujui pengembalian kas dan kredit untuk
akun pelanggan.
c. Pradaftar Kas. Pradaftar kas menyediakan sarana untuk melakukan verifikasi
apakah cek dari pelanggan dan permintaan pembayaran sudah benar. Adanya
kelebihan pada permintaan pembayaran pada departemen kredit atau kurangnya
cek pelanggan pada depatemen penerimaan kas akan dapat dideteksi ketika
dilakukan pencocokan antara batch dengan daftar tersebut.
14. Departemen penagihan menerima salinan pesanan penjualan ketika pesanan
tersebut disetujui tetapi belum ditagihkan sampai barang dikirimkan karena
salinan pesanan penjualan yang diterima hanyalah menjadi berkas sebagai data atau
tanda bukti bahwa transaksi penjualan sedang terjadi dan pesanana telah disetujui.
Belum ditagihnya hingga barang dikirimkan kepada pembeli dilakukan untuk
menghindari kebingungan pembeli ketika ada penagihan padahal barang belum sampai
atau pengirimannya belum di proses oleh penjual.
15. EDI (Electronic Data Interchange) dibuat untuk mempercepat transaksi rutin
antara produsen dengan pedagang grosir, dan antara pedagang grosir dengan
pedagang eceran. Komputer pelanggan terhubung langsung ke komputer penjual
melalui telepon. Saat komputer pelanggan mendeteksi adanya kebutuhan untuk
memesan persediaan, sistem secara otomatis mengirimkan pesanan tersebut ke penjual.
Sistem yang dimiliki penjual menerima pesanan tersebut dan otomatis memprosesnya.
16. Jenis masalah pengendalian yang diciptakan oleh sistem akuntansi berbasis
komputer:
a. Otorisasi. Tugas otorisasi transaksi dalam sistem pemrosesan real-time dilakukan
secara otomatis. Proses otorisasi melibatkan validasi biaya kartu kredit dan
memastikan bahwa pelanggan tersebut adalah pengguna sah dari kartu kredit
tersebut. Setelah menerima persetujuan dari perusahaan yang mengeluarkan kartu
kredit secara online staf harus mencocokkan tanda tangan pelanggan pada slip kartu
kredit dengan yang berada pada kartu kredit itu tersendiri.
b. Pemisahan tugas. Sejumlah tugas yang biasanya dipisah-pisahkan dalam sistem
manual digabungkan pada sistem berbasis komputer. Akuntan harus memisahkan
tugas dalam mendesain, menyimpan, dan mengoprasikan program komputer.
c. Supervisi. Individu yang membuka surat mempunyai akses ke kas (aktiva) dan ke
dokumen pembayaran (yang mencatat transaksi). Karyawan yang tidak jujur
berpeluang untuk mencuri cek dan menghancurkan dokumen pembayaran.
17. Dalam sistem manual, pelanggan harus ditagih dalam proses penjualan yaitu
setelah dikirimnya barang oleh bagian gudang penjual ke pembeli. Artinya, saat
barang dikirim ke pembeli, maka muncul hak tagih untuk mendapatkan sejumlah uang
dari pembeli sebagai pembayaran atas barang yang telah dikirim.
18. Bill of Lading adalah sebuah interpretasi atas kontrak antara penjual dan agen
pengiriman terkait dengan data dan penanggung jawab atas barang yang akan dikirim
kepada pelanggan.

19. Dokumen yang mengawali proses penagihan adalah faktur penjualan. Saat
muncul faktur penjualan maka sebetulnya perusahaan sudah memulai suatu proses
penagihan atas pembayaran barang yang telah dibeli oleh pembeli. Namun,
penagihannya baru dapat dilakukan saat barang sudah dikirim.
20. Supervisi yang terlibat langsung dalam suatu proses kerja memainkan peran
penting dalam proses penerimaan kas dengan melakukan pengawasan terhadap
para bawahannya. Hal tersebut dilakukan karena karyawan yang terlibat pada proses
penerimaan kas memiliki akses langsung terhadap aktiva yang dimiliki oleh
perusahaan, dan rentan melakukan penyalahgunaan atas aktiva tersebut.