Anda di halaman 1dari 19

MANAJEMEN PEMASARAN

PENGEMBANGAN PRODUK

Dosen Pengampu :

Deki Fermansyah, S.E., M.Si.

Oleh :

TRI JULIYA UTARI


1651010272

JURUSAN EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2019

i
Daftar Isi

Daftar Isi ................................................................................................................................. ii

Pokok Bahasan :

A. Pengembangan produk .............................................................................................. 1


1. Definisi pengembangan produk ............................................................................. 2
2. Penentu-penentu Kualitas ...................................................................................... 2
3. Gaya dan mode ..................................................................................................... 3
4. Positioning produk ................................................................................................. 3
5. Pengertian produk baru .......................................................................................... 5
6. Tujuan Pengembangan Produk Baru ..................................................................... 7
7. Tahap – Tahap Pengembangan Produk Baru ......................................................... 8
8. Langkah Pengembangan Produk Baru ................................................................... 9
9. Faktor – Faktor yang Menghambat Perusahaan Melakukan Pengembangan Produk
................................................................................................................................ 10
10. Faktor – Faktor yang Mendorong Perusahaan Melakukan Pengembangan Produk
................................................................................................................................ 10
B. Contoh studi kasus pengembangan produk Lifebuoy ............................................ 13

Daftar Pustaka ....................................................................................................................... 17

ii
Pokok Bahasan

A. Pengembangan Produk
1. Definisi pengembangan produk
Pengembangan produk (product development) disebut juga merchandising adalah
kegiatan-kegiatan pembuat barang (manufacturer) dan perantara (middlemen) yang
bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk
dijual atas permintaan pembeli. Termasuk di dalam pengembangan produk adalah
pennetuan kualitas, ukuran bentuk, daya tarik lahiriah, labeling, cap tanda (branding),
pembungkus (packaging) dan sebagainya untuk menyesuaikan selera yang sedang
tumbuh. Pengembangan produk dan perencanaan produk harus menjamin bahwa
(Suhardi Sigit, 1992) :
 Kualitas barangnya baik
 Desain barangnya baik
 Barang baru dapat ditambahkan jika diperlukan
 Barang sekarang dapat dikurangi jika diperlukan
 Kegunaan – kegunaan baru selalu diusahakan
 Bungkusnya sesuai
 Barangnya diberi cap yang pantas

Pengembangan produk adalah mengembangkan konsep produk menjadi produk


fisik agar meyakinkan bahwa gagasan produk dapat diubah menjadi produk yang dapat
diwujudkan. (Kotler dan Amstrong, 2001)
Pengembangan produk adalah strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan
menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmen pasar yang
sekarang.Mengembangkan konsep produk menjadi produk fisik untuk meyakinkan
bahwa gagasan produk dapat diubah menjadi produk yang dapatdiwujudkan. (Kotler
dan Keller, 2009).
Menurut Henry Simamora, “pengembangan produk adalah proses pencarian
gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya kedalam tambahan lini
produk yang berhasil secara komersial”. Pencarian produk baru didasarkan pada

1
asumsi bahwa para pelanggan menginginkan unsur-unsur baru dan pengenaan produk
baru akan membantu mencapai tujuan perusahaan.
Penanganan yang cermat terhadap pengembangan produk dan perencanaan
produk itu disebabkan oleh adanya tiga faktor yang selalu berubah, yaitu:
- Jumlah pembeli potensial
- Kebutuhan dan preferensi para pembeli
- Daya beli para pembeli
Jumlah pembeli potensial selalu berubah sebab adanya kelahiran, kematian,
urbanisasi, imigrasi, dan emigrasi. Kebutuhan dan preferensi pembeli dapat berubah
karena beberapa hal antara lain perubahan susunan amur penduduk, perubahan daya
beli, adanya penemuan baru, adanya perbaikan baru atau cara-cara baru, pengaruh
fashion, perubahan sikap masyarakat, perubahan kesenangan dan kebiasaan
masyarakat.
Perubahan daya beli dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain pendapatan,
keadaan gelombang konjungtur, peraturan pajak, pengangguran, inflasi.
Pengembangan produk ini sendiri bukanlah hal yang mudah, karena dalam
pengembangan produk itu sendiri terdapat banyak hambatan baik itu dari dalam
perusahaan ataupun dari luar perusahaan.Tidak sedikit perusahaan yang mengalami
kegagalan dalam mengembangan produknya yang disebabkan karena perusahaan
tersebut tidak dapat memecahkan hambatan-hambatan itu.
Kegagalan ini akan mengakibatkan perusahaan tidak berkembang dalam hal
produk yang selanjutnya perusahaan akan tampil dengan produk yang lama yang
kemungkinan besar sudah mengalami kejenuhan di pasar, karena perusahaan tampil
dengan produk lama, maka perusahaan tidak dapat bersaing dengan pesaingnya yang
telah mampu mengembangkan produknya. Setiap perusahaan menghendaki adanya
inovasi dan pengembangan produk,yang akhirnya menjadi suatu keharusan agar
perusahaan tersebut dapat bertahan hidup atau bahkan lebih berkembang lagi. (Suardi,
2005).
2. Penentu-penentu Kualitas
Konsumen pada umumnya tidak segera mengetahui kualitas produk yang akan
dibelinya. Karena itu cap yang dipasang harus dapat memberi jawaban atas

2
pertanyaan, sampai kapan tanggal kadaluarsanya atau jatuh tempo produk haryus
ditarik dari pasar? Komposisi bahan, kegunaan, cara pakainya, di produksi oleh
perusahaan mana?
Kualitas produk dapat ditentukan oleh:
- Material
- Teknik atau cara pembuatan
- Tingkat keahlian orang atau perusahaan yang mengerjakan
- Engineering design dan specifications
- Daya tarik
Sehubungan dengan kualitas itu maka perlu di dengar pandangan pada pendapat dari
beberapa golongan berikut:
- Organisasi-organisasi swasta
- Perkumpulan dagang
- Lembaga pemerintah
- Golongan konsumen

3. Gaya dan mode


Pengertian dari gaya atau style adalah karakteristik/sifat-sifat yang luar biasa,
atau metode pengungkapan, penyajian, atau konsepsi di dalam beberapa bidang seni.
Sedangkan pengertian dari mode (fashion) adalah gaya yang sedang berlaku pada
suatu masa atau waktu. Gaya itu selalu muncul, apakah cepat atau lambat. Jika gaya
diterima oleh masyarakat maka terjadilah suatu fashion. Tiap-tiap gaya yang popular
pada umumnya sudah pernah satu atau beberapa kali menjadi fashion.
Pengertian desain adalah interpretasi orag terhadap gaya, cara-cara
mengombinasikan garis, bentuk dan warna. Dapat juga didalam satu gaya terdapat
beberapa desain.

4. Positioning produk
Positioning produk adalah cara pemasar menanamkan citra, persepsi dan
imajinasi atas suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen melalui proses
komunikasi. Dengan perkataan lain positioning bukan menempatkan produk untuk

3
kelompok tertentu (segmen), tetapi berusaha menanamkan citra produk di benak
konsumen pada segmen yang telah dipilih. Positioning berhubungan dengan
bagaimanakah memainkan komunikasi agar dalam benak konsumen tertanam suatu
citra tertentu. (Sutisna, 2002).
Positioning adalah strategi komunikasi untuk memasuki jendela otak konsumen
agar produk/merek/nama Anda mengandung arti tertentu yang dalam beberapa segi
mencerminkan keunggulan terhadap produk/merek/nama lain dalam bentuk hubungan
asosiatif.Komunikasi yang di bangun oleh pemasar seharusnya menciptakan
hubungan yang asosiatif antara produk dengan arti-arti tertentu yang positif, sehingga
mempunyai keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis lainnya. (Kasali, 1999).
Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan pengertian diatas, sebagai berikut
(Renald Kasali, 1999):
- Positioning adalah strategi komunikasi.
- Positioning bersifat dinamis.
- Positioning berhubungan dengan event marketing, karena berhubungan dengan citra di
benak konsumen, pemasar harus mengembangkan strategi market public relations
melalui event marketing yang dipilih sesuai dengan karakter produk.
- Positioning harus memberi arti yang penting bagi konsumen.
- Atribut-atribut yang dipilih harus unik.
- Positioning harus diungkapkan dalam bentuk suatu pernyataan.
Cara- cara positioning produk dapat dilakukan sebagai berikut (Kasali, 1999):
 Positioning berdasarkan perbedaan produk
Marketer dapat menunjukan kepada pasarnya dimana letak perbedaan produknya
terhadap pesaing.
 Positinoning berdasarkan manfaat produk
Manfaat produk dapat ditonjolkan sebagai positioning sepanjang dianggap
penting oleh konsumen. Manfaat dapat bersifat ekonomis, fisik, dan emosional
berhubungan dengan self image.
 Positioning berdasarkan pemakaian produk

4
Disini atribut-atribut produk yang ditonjolkan, salah satunya adalah attribut
pemakaian produk, missal produk obat herbal dan pupuk organic yang menawarkan
kembali kea lam atau antikimia.
 Positioning berdasarkan kategori produk
Positioning biasanya dilakukan oleh produk-produk baru yang muncul dalam
suatu kategori produk.
 Positioning kepada pesaing
 Positioning melalui imajinasi
Positioning produk merupakan hubungan asosoatif dan kita dapat menggunakan
imajinasi-imajinasi produk berdasarkan tempatnya, pemakainya, situasi dan sebagainya.
 Positioning berdasarkan masalah
Terutama untuk produk/jasa baru belum begitu dikenal oleh konsumen.
Produk/jasa baru umumnya diciptakan untuk memberikan solusi kepada konsumenya,
masalah yang dirasakan dalam masyarakat atau dialami konsumen diangkat ke
permukaan.

5. Pengertian produk baru


Pengembangan dan peluncuran produk baru merupakan aktivitas yang berrisiko
(risiko financial, social, psikologis dan fisik) dan membutuhkan biaya besar. Risiko
pengembangan produk baru kian hari kian meningkat. Produk baru adalah produk
yang benar-benar baru bagi dunia, penyempurnaan produk produk, modifikasi produk
dan merek baru.
Produk baru dapat didefinisikan sebagai barang dan jasa yang pada dasarnya
berbeda dengan produk yang telah dipasarkan oleh sebuah perusahaan. Definisi
tersebut dipandang sangat luas sehingga dapat menimbulkan pengertian-pengertian
yang agak berbeda. (Putri, 2017).
Produk baru meliputi produk asli, produk yang ditingkatkan, produk yang
dimodifikai dan merk baru.Alasan dasar perusahaan mengembangkan produk baru
adalah meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan.Dengan adanya
perubahan cepat dalam selera, teknologi, dan persaingan, perusahaan harus
mengembangkan arus produk dan jasa baru secara tepat. Sebuah perusahaan dapat

5
memperoleh produk baru lewat dua cara. Pertama adalah akuisisi yaitu dengan
membeli seluruh perusahaan, paten, atau lisensi untuk membuat produk perusahaan
lain. Kedua adalah lewat pengembangan produk baru yaitu pengembangan produk
asli. Perbaikan produk, modifikasi produk, dan merek baru lewat usaha litbang milik
perusahaan sendiri.Karena biaya mengembangkan dan memperkenalkan produk baru
terus meningkat, banyak perusahaan besar membeli merek yang sudah ada ketimbang
menciptakan produkbaru. Peursahaan lain menghemat biaya dengan meniru merek
pesaing atau dengan menghidupkan kembali merek lama. (Kotler dan Keller, 2009).
Ada beberapa pengertian dari produk baru adalah:
a. Produk yang benar-benar inovatif dan benar-benar unik.
b. Produk pengganti yang benar-benar berbeda dari produk yang ada, misalnya kopi
instan.
c. Produk imitatif, yaitu produk yang baru bagi perusahaan tertentu, tapi bukan baru di
pasar, misalnya komputer Jepang imitasi komputer Amerika.
d. Produk yang menggunakan bahan baku baru sama sekali, misalnya sepatu dari
plastik.
Modifikasi produk (product modification) adalah memperbaiki produk yang ada,
yang meliputi kualitas, feature, dan style yang tujuannya meningkatkan penjualan.
Modifikasi produk menciptakan 3 dimensi:
- Perbaikan mutu (quality improvement)
- Perbaikan ciri-ciri khas (feature improvement)
- Perbaikan gaya (style improvement)
Perencanaan produk baru bisa ditempuh dengan dua metode, yaitu metode
akuisisi (pengambilalihan perusahaan lain) dan metode pengembangan produk baru.
(Kotler, 1992).
a. Metode Akuisisi
Metode ini bisa ditempuh dengan tiga bentuk, yaitu:
- Perusahaan menyusun rencana akuisisi perusahaan termasuk penelitian mengenai
perusahaan-perusahaan yang lebih kecil dan memiliki lini produk yang menarik.
- Perusahaan bisa mengusahakan akuisisi paten, yaitu pengalihan atau pembelian hak
atas produk-produk baru dari para pemegang hak paten.

6
- Perusahaan melakukan akuisisi lisensi untuk memproduksi berbagai produk.
b. Metode Pengembangan Produk Baru
Metode ini dapat ditempuh dengan dua bentuk pokok, yaitu:
- Perusahaan menjalankan pengembangan produk baru intern dengan membentuk
bagian penelitian dan pengembangan.
- Memilih pengembangan produk baru dengan kontrak, yaitu menyewa jasa peneliti
atau biro pengembangan produk yang independen agar menyiapkan segalanya
mengenai produk tertentu bagi perusahaan.

Pengembangan produk baru merupakan proses kompleks yang menuntut perencanaan


matang. Tidak ada formula ajaib yang bias memastikan bahwa sebuah gagasan
cemerlang pasti akan sukses dipasarkan secara komersial sebagai produk baru. Selain
itu, tidak ada jaminan bahwa produk baru pasti akan sukses bila perusahaan telah
sukses meluncurkan beberapa produk sebelumnya. Selama ini fakta justru menunjukan
bahwa mayoritas bahwa mayoritas produk baru mengalami kegagalan dikarenakan
sejumlah factor, di antaranya :

(1) Target pasar yang dituju terlampau kecil, sehingga penjualan tidak dapat menutupi
biaya riset dan pengembangan, biaya produksi, dan biaya pemasaran.
(2)Kualitas produk tidak memadai dan bahkan tidak lebih bagus dibandingkan
produk-produk yang sudah ada.
(3)Perusahaan tidak memiliki akses ke distributor dan pasar, misalnya kalah bersaing
dalam mendapatkan tempat (space) dalam rak-rak pajangan pasar swalayan atau
took pengecer lainya.
(4)Timing tidak tepat, artinya produk baru diluncurkan terlalu cepat, terlalu lambat,
atau bahkan pada saat selera jonsumen telah berubah secara drastis.

6. Tujuan Pengembangan Produk Baru


Suatu perusahaan yang melakukan pengembangan terhadap produknya terlebih
dahulu harus menyadari apa tujuan dilakukannya pengembangan tersebut dan
bagaimana proses pengembangan produk tersebut dilaksanakan sehingga dapat
mencapai sasaran yang diinginkan.

7
Untuk memperoleh laba yang diinginkan melalui volume penjualan yang
ditingkatkan suatu perusahaan harus memperbaiki maupun menambah produk-produk
yang dihasilkan berdasarkan atas dua fungsi dasar yaitu pemasaran dan inovasi
produk.Produk baru secara keseluruhan, misalnya produk baru di rancang untuk
menjaga posisi perusahaan dalam pangsa pasar, atau untuk menjaga posisi perusahaan
untuk mengembalikan investasi disaat merintis posisi dalam pasar baru, sehingga
dapat dikatakan bahwa tujuan pengembangan produk yang dilaksanakan oleh
perusahaan.
Umumnya tujuan yang ingin di capai dari penciptaan produk baru adalah:
a. Untuk memenuhi kebutuhan baru dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai
investor, yaitu dengan menawarkan produk yang lebih baru dari pada produk
sebelumnya.
b. Untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang sudah ada, yaitu dengan
jalan menawarkan produk yang dapat memberikan jenis kepuasan yang baru.
Bentuknya bisa bertambah terhadap lini produk yang sudah ada maupun revisi terhadap
produk yang telah ada.

7. Tahap – Tahap Pengembangan Produk Baru


Program pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaan pada dasarnya
adalah untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan kebutuhan dankeinginan
konsumen.Dengan demikian, para eksekutif puncak, khususnya yangberhubungan
dengan program ini, dituntut haruslah benar-benar mengembangkan danmengelola
produknya dengan sebaik mungkin.Untuk mencapai hal itu, perusahaan tentuharus
mengikuti langkah-langkah dari pengembangan produk ini secara sistematis.
Menurut Philip Kotler Tahap-tahap pengembangan produk ada 8 diantaranya:
a. Lahirnya Gagasan (Idea Generation)
b. Penyaringan Ide (Idea Screening)
c. Pengembangan dan pengujian konsep
d. Pengembangan strategi pemasaran(Marketing Strategi Development)
e. Analisis bisnis (Business Analysis)
f. Pengembangan produk (Product Development)

8
g. Pengujian pasar (Market Testing)
h. Komersialisasi (Commercialization)

8. Langkah Pengembangan Produk Baru


Menurut William J. Stanton langkah pengembangan produk baru antara lain:
a. Mewujudkan gagasan produk baru (generation of new product ideas)
Pengembangan produk baru dimulai dengan sebuah ide atau gagasan, yang
penting pengembangan suatu sistem perusahaan untuk merangsang gagasan – gagasan
baru dan kemudian mengakui dan meninjaunya dengan tepat.
b. Menyaring dan menilai gagasan – gagasan (screening and evaluation of ideas)
Gagasan – gagasan baru itu di evaluasi yang dapat dijadikan suatu jaminan yang
berharga untuk dikembangkan.
c. Analisis bisnis (business analysis)
Analisis Bisnis adalah tingkat pengembangan konsep menjadi suatu usulan bisnis
yang konkret. Kewajiban perusahaan dalam tahap ini antara lain; mengidentifikasikan
ciri-ciri produk, memperkirakan permintaan pasar, menyusun sebuah program untuk
pengembangan produk, menetapkan tanggung jawab untuk, studi lebih lanjut
kemungkinan pelaksanaan pembuatan produk.
d. Pengembangan produk (product development)
Pengembangan produk adalah mewujudkan gagasan ke dalam produk yang
konkret
e. Uji pemasaran (test marketing)
Produk tersebut selanjutnya dilakukan uji coba yang dilaksanakan di daerah
geografis yang terbatas, sehingga manajemen dapat mengambil suatu keputusan yang
menguntungkan.
f. Komersialisasi (commerzialitation)
Komersialisasi adalah tahap peluncuran produk ke pasar dengan program
pemasaran dalam skala penuh. Kewajiban manajamen pada tahap komersialisasi antara
lain; kapan kita mulai memasarkan produk (when), ke daerah mana kita memasarkan
produk (where), kepada siapa kita memasarkan produk (to whom), dan bagaimana kita
memasarkan produk (how).

9
9. Faktor – Faktor yang Menghambat Perusahaan Melakukan Pengembangan
Produk
Adapun faktor-faktor yan menghambat dalam melakukan pengembangan produk
baru menurut Philip Kotler yaitu:
a. Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting di bidang tertentu. Mungkin
hanya ditemukan sedikit cara untuk memperbaiki beberapa produk dasar.
b. Pasar yang terbagi-bagi: persaingan yang ketat menyebabkan pasar menjadi terbagi-
bagi (market frugmentation). Perusahaan harus mengarahkan produk baru ke segmen
pasar yang lebih kecil, dan hal ini berarti penjuaan dan laba yang lebih rendah
untuktiap produk.
c. Kendala sosial dan pemerintah: produk baru harus memenuhi kriteria seperti keamanan
konsumen dan keseimbangan lingkungan.
d. Mahalnya proses pengembangan produk baru: sutau perusahaan pada umumnya harus
menciptakan berbagai gagasan tentang produk baru untuk menentukan hanya satu
produk yang layak dikembangkan.
e. Kekurangan modal: beberapa perusahaan yang memiliki gagasan-gagasan yang baik
tidak dapat mengumpulkan dana yang diperlukan untuk melakukan riset dan
meluncurkan produk baru.
f. Waktu pengembangan yang lebih singkat: perusahaan-perusahaan yang tidak dapat
mengembangkan produk-produk baru secara cepat akan berada di pihak yang tidak
memiliki keunggulan.
g. Siklus hidup produk yang lebih singkat: ketika suatu produk baru berhasil, pesaing
dengan cepat akan meniru.
10. Faktor – Faktor yang Mendorong Perusahaan Melakukan Pengembangan
Produk
Ada beberapa faktor yang mendorong perusahaan untuk melakukan
pengembangan produk, faktor-faktor ini harus dipertimbangkan agar terlaksananya
pengembangan produk yang berhasil. Apabila dalm situasipersaingan yang ketat
perusahaan tidak melakukan usaha pengembangan produk, maka akan menghadapi
resiko yang besar, sehingga akan kehilangan pasar dan pelanggan potensial. Menurut

10
William J. Stanton, faktor-faktor yang mendorong perusahaan melakukan
pengembangan produk adalah:
a. Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi yang pesat memungkinkan terciptanya sarana produksi
yang baru untuk dimanfaatkan oleh perusahaan untuk membuat dan menyempurnakan
produk, sehingga kualitas produk menjadi lebih baik dan jumlah produksi yang
diperoleh akan dapat ditingkatkan.
b. Perubahan Selera Konsumen
Perubahan ini dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, tingkat perkembangan
penduduk, tingkat pendidikan, serta kesetiaan konsumen terhadap produk yang
bersangkutan.
c. Persaingan
Adanya persaingan yang kuat di antara perusahaan yang sejenis akan
menyebabkan perusahaan berusaha untuk selalu mengembangkan produknya dengan
harapan dapat menyaingi volume produksi pesaing.
d. Adanya Kapasitas Produk Berlebihan
Dengan meningkatkan kapasitas mesin-mesin yang dimiliki perusahaan, maka
perusahaanberusaha untuk menggunakan kelebihan kapasitas tersebut dengan jalan
memproduksi perusahaan.
e. Siklus Hidup Produk yang Pendek
Siklus kehidupan produk yang pendek mendorong perusahaan untuk terus
mengembangkan produknya, sehingga konsumen tidak bosan denganproduk-produk
yang diproduksi perusahaan.
f. Adanya Keinginan untuk Meningkatkan Laba
Perusahaan mempunyai keinginan untuk memperkuat posisi produknya di pasar,
untuk memperluas pasar.

Kriteria produsen untuk produk baru, meliputi:


(1) Harus ada permintaan pasar yang cukup
(2) Produk yang akan dikembangkan harus sesuai dengan kemampuan keuangan
perusahaan.

11
(3) Produk harus cocok dengan standar sosial dan lingkungan.
(4) Produk harus sesuai dengan struktur pemasaran perusahaan yang sedang berjalan.
(5) Fasilitas yang dimiliki, karyawan dan manajemen perusahaan hatus mempunyai
kemampuan mengelolanya.
(6) Produk harus sesuai dengan undang-undang atau peraturan manajemen perusahaan,
harus mempunyai kemampuan, waktu untuk mengelola produk tersebut.
(7) Produk harus sesuai dengan citra dan tujuan perusahaan.

Kriteria perantara untuk produk baru, meliputi:


(1) Hubungan dengan produsen harus memerhatikan reputasi produsen, kemungkinan
memperoleh hak tunggal di daerah penjualan tertentu, dan tipe bantuan promosi yang
bisa diberikan oleh produsen danlain-lain.
(2) Kebijakan dan praktik dalam toko, apakah produk baru itu sesuai dengan kebijaksanaan
toko terutama yang menyangkut pelayanan toko, perubahan, kredit, dan pengiriman
barang.
Menurut Booz, Allen, dan Hamilton ada enam peran strategis pokok yang diharapkan
perusahaan atas produk barunya dan angka persen (%) menunjukkan besarnya peranan
produk:
- Mempertahankan posisi sebagai pembaharu produk (46%)
- Mempertahankan tingkat bagian pasar (44%)
- Meletakkan dasar bagi pasar baru mendatang (37%)
- Menduduki lebih dulu satu segmen pasar (33%)
- Menggarap kemajuan teknolohi dengan cara yang lebih baru (27%)
- Memanfaatkan kekuatan-kekuatan di bidang distribusi (24%)

Penyebab Kegagalan Produk Baru

a. Riset pemasaran yang jelek


(1) Salah menilai produk yang dikehendaki pasar
(2) Terlalu optimis menilai potensi penjualan produk baru
(3) Kekurangan pengetahuan akan motif dan kebiasaan pembelian
b. Masalah teknis dalam desain produk atau produknya

12
c. Kualitas penampilan yang buruk dari produk
d. Produk terlalu rumit
e. Produk tidak memiliki kelebihan dibandingkan produk pesaingnya
f. Meluncurkan produk ke pasar dalam waktu yang kurang tepat (terlalu lambat atau terlalu
cepat)
g. Praktek manajemen yang buruk
h. Kurangnya strategi pengembangan produk baru
i. Kurangnya dukungan manajemen puncak
j. Organisasi pengembangan produk baru yang tidak efektif

Penyebab Suksesnya Produk Baru

a) Produk memuaskan satu atau lebih kebutuhan pasar


b) Produk secara teknologi hebat dan tentunya memiliki keuntungan dalam persaingan
c) Produk sesuai dengan kekuatan fungsional di dalam perusahaan seperti bagian
penjualan, distribusi dan produksi
d) Manajemen puncak mempunyai keterikatan jangka panjang dalam pengembangan
produk baru. Pengalaman-pengalaman mereka memungkinkan peningkatan
penampilan dalam meluncurkan produk baru ke pasar
e) Strategi produk baru dirancang dengan jelas, produk baru yang dipilih benar-benar
sesuai dengan kebutuhan strategi dalam perusahaan dan kebutuhan pasar.
f) Gaya manajemen yang baik dan organisasi yang efektif.

B. Contoh studi kasus pengembangan produk Lifebuoy


Lifebuoy diluncurkan pada tahun 1894 sebagai produk yang memberikan solusi
kebersihan dan kesehatan, yang terjangkau dan mudah diperoleh, sehingga orang dapat
menjalani hidup tanpa rasa khawatir dengan kebersihan dan akibatnya terhadap
kesehatan. Lifebuoy bekerja sama dengan pakar kesehatan global sesuai dengan
bidangnya. Pemeriksaan laboratorium membuktikan sabun Lifebuoy memberikan
perlindungan 100% yang paling efektif terhadap kuman dibandingkan dengan sabun
biasa. Lifebuoy dijual di Asia dan sebagian wilayah Afrika. Lifebuoy merupakan
pemimpin pasar di setiap pasar Asia yang menjualnya. Hampir separuh pemakai produk

13
Lifebuoy adalah di daerah pedalaman Asia, tempat sebagian besar penduduk tinggal
dengan penghasilan kurang dari US$ 1 sehari. Produk lifebuoy tidak hanya sabun mandi
tapi ada juga : cuci tangan, lifebuoy untuk perawatan muka remaja, lifebuoy shampoo

Pengembangan Produk Lifebuoy

1) Lifebuoy yang mulanya bentuk batu bata merah keras klasik, telah digantikan dengan
bentuk Lifebuoy signature yang baru, yang membuat mudah digenggam dan
digunakan.
2) Tim Lifebuoy mengembangkan formula baru yang memberikan perlindungan yang
lebih baik terhadap kuman dan menimbulkan busa yang kaya pada kulit.
3) Aroma Lifebuoy yang khas seperti obat dan karbol telah digantikan dengan
wewangian kesehatan yang lebih menyenangkan dan modern.
4) Lifebuoy memberikan solusi kebersihan dan kesehatan bagi keluarga, termasuk
rangkaian sabun batangan, cairan pencuci tangan dan gel pencuci cair. Inovasi
Lifebuoy yang paling baru diarahkan kepada keprihatinan utama pada kebersihan dan
kesehatan kulit di kalangan remaja ABG dan para pemuda: kulit berminyak dan
berjerawat. Lifebuoy Clear Skin adalah sabun batangan yang diformulasikan dengan
menggunakan teknologi baru radikal yang sudah terbukti secara klinis mengurangi
jerawat yang parah hingga 70% dalam waktu 6 minggu. Dengan pemakaian teratur,
dua kali sehari terbukti dapat mencegah dan mengurangi timbulnya kembali jerawat.
5) Hulk pencuci tangan, Lifebuoy meluncurkan sabun cuci tangan inovatifnya yang
berubah warna, kelebih banyak pasar di Asia dan Afrika pada 2013. Warna busa akan
berubah dari putih ke hijau dalam waktu sepuluh detik, yakni waktu yang dibutuhkan
oleh formula khusus Lifebuoy untuk memberi perlindungan 99,9% dari kuman.
Kampanye brand ini menggunakan karakter komik terkenal dari Marvel, yakni ‘The
Hulk’. Kampanye ini menampilkan tangan seorang anak laki-laki yang berubah
menjadi tangan Hulk pembasmi kuman yang kuat ketika busa Lifebuoy berubah
warna. Teknologi produk baru ini membantu Lifebuoy mengubah kebiasaan cuci
tangan dan berkembang lebih cepat.
Produk Lifebuoy Sabun Mandi :
 Lifebuoy 10 Total

14
 Lifebuoy Coll Fresh
 Lifebuoy L Fresh
 Lifebuoy Mild Care
 Lifebuoy Nature Pure
 Lifebuoy Vita Protect
Produknya mulai dari sabun batang, sampai sabun cair kemasan botol dan
kemasan isi ulang, ini semua sesuai dengan ukurannya masing – masing.

Produk Lifebuoy Sabun Tangan :


 Lifebuoy 10 Total
 Lifebuoy Coll Fresh
 Lifebuoy Mild Care
 Lifebuoy Kitchen Fresh
 Lifebuoy Colour Changing.

Produk Lifebuoy Hand Sanitiser :

 Lifebuoy 10 Total
 Lifebuoy Mild Care
 Lifebuoy Active Fresh

Produk Sabun Lifebuoy Clini Shield : Complete, dan Fresh. Produknya mulai dari sabun
batang, sampai sabun kemasan botol dan kemasan botol pecet, sesuai dengan ukurannya
masing – masing.

Peran lifebuoy peran dimasa - masa krisis, yaitu :


 Selama serangan kilat ke London pada tahun 1940, sabun Lifebuoy memberikan fasilitas
mencuci darurat gratis bagi penduduk kota London. Mobil gerbong Lifebuoy dilengkapi
dengan alat pancuran air hangat, sabun dan handuk.
 Setelah terjadinya tsunami di Asia pada tahun 2004, sabun batangan Lifebuoy merupakan
elemen kunci dalam paket lepas yang dibagi – bagikan di wilayah India Selatan, Sri

15
Lanka dan Indonesia untuk membantu mencegah penyebaran penyakit infeksi yang
mewabah setelah terjadinya bencana tersebut.
 Pada tahun 2005 lebih dari 200.000 sabun batangan Lifebuoy disumbangkan kepada
UNICEF dan Komite Palang Merah Internasional untuk membantu operasi
penanggulangan akibat gempa bumi di India Utara dan Pakistan.

Analisis Lingkungan Dari Sisi Pesaing Produk Lifebuoy


Lifebuoy menyediakan sinyal pasar untuk mengetahui segala macam aktivitas
pesaingnya. Lalu lifebuoy menilai strategi pesaingnya, lalu lifebuoy memperkirakan strateginya
bersaing untuk yang akan mendatang.

Analisis Lingkungan Dari Sisi Pelanggan Produk Lifebuoy


Lifebuoy membuka layanan komunikasi dengan konsumen, yang diberi nama : suara
konsumen, yang mencantumkan pada setiap kemasan produk lifebuoy dengan nomor layanan :
0-800-1-558000 bebas pulsa dan bayar pulsa dengan nomor : 021-52995299, supaya, konsumen
atau pelanggan bisa memberikan komentar,apa yang kurang atau apa yang dibutuhkan dari
produk tersebut. Tahapan yang dilakukan : mengumpulkan data mentah dari pelanggan,
menginterpretasikan data mentah menjadi kebutuhan pelanggan, mengorganisasikan kebutuhan
menjadi beberapa hierarki, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan jika diperlukan tersier,
menetapkan derajat kepentingan relatif setiap kebutuhan, lalu lifebuoy melakukan perbaikkan
terhadap produknya tersebut.

16
Daftar isi

Kotler, P. dan Keller, K.L. (2008). Manajemen pemasaran (2-13) Jakarta : Erlangga.
Putri, B.R.T. (2017). Manajemen Pemasaran (1). Denpasar : Universitas Udayana.
https://simdos.unud.ac.id
Rhenald, Kasali. (1999). Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting, Positioning.
Jakarta: Penerbit Gramedia.

Shinta, A. (2011). Manajemen Pemasaran (1). Malang : UB press.


http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id
Stanton, Willian J., (1996).Prinsip Pemasaran, Jilid 1., Ed. VII. Terj. Yohanes Lamarto, Jakarta:
Erlangga.
Sutisna.(2012). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Edisis Kedua.Bandung:
Remaja Rosdakarya.
http://tugasutqu.blogspot.com/2016/04/tugas-2-kedua-pengembangan-produk-ekma.html diakses
pada hari Kamis, 3 Oktober 2019 pukul 13.42.

17