Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa


(YME).Dimana Tuhan YME telah memberikan rahmat dan karunia-Nya.Sehingga
kami dari kelompok 4 dapat melaksanakan sebuah tugas dan menyelesaikannya
dengan baik.

Dan akhirnya tersusunlah sebuah makalah resmi tugas Pengantar


Administrasi Kesehatan ini. Laporan ini telah kami susun dengan sistematis dan
sebaik mungkin. Hal ini bertujuan untuk memenuhi tugas Pengantar Administrasi
Kesehatan.

Dengan selesainya tugas ini,maka kami tidak lupa mengucapkan banyak


terima kasih. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
terlibat dalam tugas Pengantar Administrasi Kesehatan.

Demikian makalah yang telah kami buat. Kami mohon kritik dan sarannya
apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak.Juga bermanfaat bagi kami selaku penulis.

Malang, Juni 2019

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. 1

DAFTAR ISI ................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 3

1.1 Latar Belakang................................................................... ..... 3


1.2 Rumusan Masalah................................................................... 3
1.3 Tujuan................................................................... .................. 3

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 4

2.1 Definisi Pembiayaan Kesehatan .............................................. 4


2.2 Sumber Biaya Kesehatan ......................................................... 5
2.3 Macam Biaya Kesehatan ......................................................... 5
2.4 Syarat Pokok Pembiayaan Kesehatan ...................................... 6

BAB III PENUTUP ..................................................................................... 8

3.1 Kesimpulan .............................................................................. 8


3.2 Saran ........................................................................................ 8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 9

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi
serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks
Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama
selain pendidikan dan pendapatan Dalam Undang-undang Nomor 23 tahun
1992 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera
dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomi.
Kesehatan adalah unsur vital dan merupakan elemen konstitutif dalam
proses kehidupan seseorang. Tanpa adanya kesehatan yang baik maka tidak
aka nada masyarakat yang produktif. Dalam kehidupan berbangsa,
pembangunan kesehatan merupakan suatu yang bernilai sangat intensif. Nilai
investasinya terletak pada tersedianya sumber daya yang senantiasa “siap
pakai” dan terhindarnya dari ancaman penyakit. Di Indonesia sendiri tak bias
dipungkiri bahwa trend pembangunan kesehatan bergulir mengikuti pola
rezim penguasa. Ketika pemerintah negeri ini hanya memandang sebelah mata
pada pembangunan kesehatan, maka kualitas hidup dan derajat kesehatan
masyarakat akan menjadi sangat memprihatinkan.
Salah satu sub sistem kesehatan nasional adalah subsistem pembiayaan
kesehatan. Jika ditinjau dari definisi sehat, sebagaimana yang dimaksud
WHO, maka pembiayaan pembangunan perumahan dan atau pembiayaan
pengadaan pangan, yang karena juga memiliki dampak terhadap derajta
kesehatan, seharusnya turut pula diperhitungkan. Pada akhir-akhir ini, dengan
makin kompleksnya pelayanan kesehatan serta makin langkanya sumber dana
yang tersedia, maka perhatian terhadap subsistem pembiayaan kesehatan
makin meningkat. Pembahasan tentang subsistem pembiayaan kesehatan ini

3
tercakup dalam suatu cabang ilmu khusus yang dikenal dengan nama ekonomi
kesehatan.

1.2 Rumusan Masalah


 Apa definisi pembiayaan kesehatan?
 Dari mana saja sumber biaya kesehatan?
 Apa saja macam biaya kesehatan?
 Apa syarat pokok dan fungsi pembiayaan kesehatan?
 Apa saja upaya penyelesaian biaya kesehatan?
1.3 Tujuan
 Mengetahui pengertian pembiayaan kesehatan
 Mengetahui sumber biaya kesehatan
 Mengetahui macam biaya kesehatan
 Mengetahui syarat pokok dan fungsi pembiayaan kesehatan
 Mengetahui upaya penyelesaian biaya kesehatan

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pembiayaan Kesehatan


Sub system pembiayaan kesehatan merupakan salah satu bidang ilmu dari
ekonomi kesehatan (health economy). Yang dimaksud dengan biaya
kesehatan adalah besarnya dana yang harus disediakan untuk
menyelenggarakan dan atau memanfaatkan berbagai upaya kesehatan yang
diperlukan oleh perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Dari
batasan ini segera terlihat bahwa biaya kesehatan dapat ditinjau dari dua
sudut yakni :
1) Penyedia Pelayanan Kesehatan (health provider)
Yang dimaksud dengan biaya kesehatan dari sudut penyedia pelayanan
(health provider) adalah besarnya dana yang harus disediakan untuk
dapat menyelenggarakan upaya kesehatan. Dengan pengertian yang
seperti ini tampak bahwa kesehatan dari sudut penyedia pelayanan
adalah persoalan utama pemerintah dan atau pun pihak swasta, yakni
pihak-pihak yang akan menyelenggarakan upaya kesehatan.
2) Pemakai Jasa Pelayanan (health consumer)
Yang dimaksud dengan biaya kesehatan dari sudut pemakai jasa
pelayanan (health consumer) adalah besarnya dana yang harus
disediakan untuk dapat memanfaatkan jasa pelayanan. Berbeda dengan
pengertian pertama, maka biaya kesehatan di sini menjadi persoalan
utama para pemakai jasa pelayanan.

5
2.2 Sumber Biaya Kesehatan
Sumber biaya kesehatan tidaklah sama antara satu negara dengan negara
lain. Secara umum sumber biaya kesehatan dapat dibedakan sebagai
berikut :
1. Bersumber dari anggaran pemerintah
Pada sistem ini, biaya dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Pelayanannya diberikan
secara cuma-cuma oleh pemerintah sehingga sangat jarang
penyelenggaraan pelayanan kesehatan disediakan oleh pihak
swasta. Untuk negara yang kondisi keuangannya belum baik,
sistem ini sulit dilaksanakan karena memerlukan dana yang sangat
besar. Contohnya dana dari pemerintah pusat dan provinsi.
2. Bersumber dari anggaran masyarakat
Dapat berasal dari individual ataupun perusahaan. Sistem ini
mengharapkan agar masyarakat (swasta) berperan aktif secara
mandiri dalam penyelenggaraan maupun pemanfaatannya. Hal ini
memberikan dampak adanya pelayanan-pelayanan kesehatan yang
dilakukan oleh pihak swasta, dengan fasilitas dan penggunaan alat-
alat berteknologi tinggi disertai peningkatan biaya pemanfaatan
atau penggunaannya oleh pihak pemakai jasa layanan kesehatan
tersebut. Contohnya CSR atau Corporate Social Reponsibility) dan
pengeluaran rumah tangga baik yang dibayarkan tunai atau melalui
sistem asuransi.
2.3 Macam Biaya Kesehatan
1. Biaya pelayanan kedokteran
Biaya yang dimaksudkan di sini adalah biaya yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kedokteran,
yakni yang tujuan utamanya untuk mengobati penyakit serta
memulihkan kesehatan penderita.
2. Biaya pelayanan kesehatan masyarakat

6
Biaya yang dimaksudkan di sini adalah biaya yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kesehatan
masyarakat yakni yang tujuan utamanya untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta untuk mencegah penyakit.
2.4 Syarat Pokok Pembiayaan Kesehatan
1. Jumlah
Syarat utama dari biaya kesehatan haruslah tersedia dalam jumlah
yang cukup. Yang dimaksud cukup adalah dapat membiayai
penyelenggaraan semua upaya kesehatan yang dibutuhkan serta tidak
menyulitkan masyarakat yang ingin memanfaatkannya.
2. Penyebaran
Berupa penyebaran dana yang harus sesuai dengan kebutuhan. Jika
dana yang tersedia tidak dapat dialokasikan dengan baik, niscaya akan
menyulitkan penyelenggaraan setiap upaya kesehatan.
3. Pemanfaatan
Sekalipun jumlah dan penyebaran dana baik, tetapi jika
pemanfaatannya tidak mendapat pengaturan yang optimal, niscaya
akan banyak menimbulkan masalah, yang jika berkelanjutan akan
menyulitkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Untuk dapat melaksanakan syarat-syarat pokok tersebut maka perlu


dilakukan beberapa hal, yakni :

1. Peningkatan Efektifitas
Peningkatan efektifitas dilakukan dengan mengubah penyebaran atau
alokasi penggunaan sumber dana. Berdasarkan pengalaman yang
dimiliki, maka alokasi tersebut lebih diutamakan pada upaya kesehatan
yang menghasilkan dampak yang lebih besar, misalnya mengutamakan
upaya pencegahan, bukan pengobatan penyakit.
2. Peningkatan Efisiensi
Peningkatan efisiensi dilakukan dengan memperkenalkan berbagai
mekanisme pengawasan dan pengendalian.

7
3. Upaya Penyelesaian Biaya Kesehatan
a. Upaya meningkatkan jumlah dana, dengan cara :
• Dari pemerintah
• Dari badan - badan lain di luar pemerintah
b. Upaya memperbaiki penyebaran, pemanfaatan dan pengelolaan
dana, dengan cara :
• Penyempurnaan sistem pelayanan
• Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga pengelola
c. Upaya mengendalikan biaya kesehatan, dengan cara :
• Memperlakukan peraturan sertifikat kebutuhan
• Memperlakukan peraturan studi kelayakan
• Memperlakukan peraturan pengembangan yang terencana
• Menempatkan standar baku pelayanan kesehatan
• Menyelenggarakan program menjaga mutu
• Menyelenggarakan pengaturan tarif pelayanan
• Asuransi kesehatan

8
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pembahasan makalah ini antara
lain :
1. Pembiayaan kesehatan merupakan salah satu bidang ilmu dari ekonomi
kesehatan (health economy). Yang dimaksud dengan biaya kesehatan
adalah besarnya dana yang harus disediakan untuk menyelenggarakan
dan atau memanfaatkan berbagai upaya kesehatan yang diperlukan
oleh perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat.
2. Sumber biaya kesehatan dapat berasal dari anggaran pemerintah,
anggaran masyarakat, bantuan dari dalam dan luar negeri, serta
gabungan dari anggaran pemerintah dan masyarakat.
3. Secara umum biaya kesehatan dapat dibedakan menjadi dua, yakni
biaya pelayanan kedokteran dan biaya pelayanan kesehatan
masyarakat.
4. Syarat pokok pembiayaan kesehatan adalah jumlah, penyebaran dan
pemanfaatan. Sedangkan fungsi pembiayaan kesehatan adalah
penggalian dana, pengalokasian dana dan pembelanjaan.

B. Saran
Dengan memahami setiap sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia
dengan berbagai masalah yang terjadi, pemerintah sebaiknya lebih
menetralisasikan biaya kesehatan secara merata guna untuk meningkatkan
mutu kesehatan di Indonesia.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://www.ppjk.depkes.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=85
&Itemid=120.20 Mei 2013.

Upik,Helda.(2011,20 Mei) Pembiayaan Kesehatan.Dikutip 25 Juni 2019 dari


heldaupik.blogspot.com:

http://heldaupik.blogspot.com/2011/11/pembiayaan-kesehatan.html?m=1.20 Mei
2013.

10