Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM III

Judul : Sel dengan bagian-bagian tak hidup (benda-benda ergastik dalam sel)
Tujuan : Mengamati benda-benda ergastik di dalam sel (bagian sel yang
bersifat tidak hidup) yaitu amilum, butir aleuron dan kristal Ca
oksalat.
Hari/ tanggal : Kamis/ 15 Maret 2018
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP ULM Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan:
1. Mikroskop 6. Baki
2. Kaca benda dan kaca penutup 7. Pinset
3. Silet 8. Gelas kimia
4. Pipet tetes 9. Alat dokumentasi
5. Jarum pentul
Bahan yang digunakan:
1. Umbi Solanum tuberosum
2. Tepung (Oryza sativa)
3. Tangkai daun (Begonia sp)
4. Biji Jarak (Ricinus communis)
5. Tangkai/Batang Bayam (Amarantus sp)
6. Buah Pisang (Musa paraadisiaca L.)
7. Batang Lidah Buaya (Aloe vera)
8. Aquadest
9. Gliserin atau iodium
II. CARA KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Menusuk-nusuk umbi kentang (Solanum tuberosum) menggunakan jarum
pentul, mengambil bagian yang tercungkil, kemudian meletakkan di atas kaca
benda, lalu memberi setetes aquadest dan gliserin, tutup dengan kaca penutup.
Kemudian mengamati di bawah mikroskop.
3. Menyayat secara melintang tangkai daun Begonia sp sehingga diperoleh
sayatan setipis mungkin, kemudian meletakkan di atas kaca benda, memberi
setetes aquadest dan gliserin, menutup dengan kaca penutup. Kemudian
mengamati di bawah mikroskop.
4. Meletakkan tepung Oryza sativa di atas kaca benda, memberi setetes aquadest
dan mengamati di bawah mikroskop.
5. Menyayat secara melintang biji jarak (Ricinus communis) sehingga diperoleh
sayatan setipis mungkin, meletakkan di atas kaca benda, memberi setetes
aquadest dan gliserin, lalu menutup dengan kaca penutup. Mengamati di
bawah mikroskop.

III. TEORI DASAR


Protoplas merupakan bagian sel yang ada di sebelah dalam dinding sel.
Protoplas tersusun oleh bahan hidup dalam bentuk sederhana, yang disebut
protoplasma. Pada sel tumbuhan protoplas terdiri atas: komponen protoplasma
dan komponen non protoplasma. Komponen protoplasma terdiri atas:
sitoplasma yaitu bahan protoplasma yang menyelubungi badan protoplasmik
dan non protoplasmik, mengandung butir-butir dan sistem membran. Inti sel
yaitu suatu badan yang merupakan pusat sintesis dan pengaturan aktivitas sel,
serta menentukan sifat-sifat hereditas suatu organisme. Plastida merupakan
komponen protoplasmil yang mempunyai struktur dan fungsi yang khusus.
Mitokondria yaitu badan yang lebih kecil dari plastida yang mempunyai fungsi
respirasi.
Komponen nonprotoplasma terdapat di dalam sitoplasma dan vakuola
menyusun bahan makanan atau produk metabolisme yang lain. Bahan-bahan ini
umumnya dikenal sebagai bahan ergastik. Bahan ergastik dapat bersifat cair
maupun padat, bahan ergastik.
1. Karbohidrat
Selulose dan zat tepung merupakan bahan ergastik yang pada prinsipnya
terdapat di dalam protoplast. Selulosa ini sangat penting untuk menyusun
dinding sel, sedang tepung untuk makanan cadangan. Kedua macam
karbohidrat ini tersusun oleh rantai molekul yang panjang.
Zat tepung dijumpai dalam sitoplasma, terdapat sebagai butir-butir baik
di dalam leukoplas maupun kloroplas.
2. Protein
Protein merupakan bahan utama dari bahan protoplasma yang hidup.
Protein diketahui sebagai bahan cadangan dalam bentuk amorf atau kristal.
Pada beberapa macam biji, protein terdapat sebagai aleuron dan tersebar di
dalam sel. Ada pula aleuron terdapat di dalam sel, dan sel0sel tersebut
menyusun suatu lapisan di sebut lapisan aleuron.
3. Minyak dan Substansi yang Berminyak
Badan ergastik ini tersebar pada seluruh tubuh tumbuhan dan untuk
setiap tanaman jumlahnya sedikit. Lilin, suberin, kutin, sering terdapat sebagai
substansi pelindung pada dinding sel.
4. Kristal
Endapan anorganik pada sel tumbuhan hampir semuanya terdiri dari
garam kalsium oksalat dan silika. Garam kalsium oksalat dijumpai dalam
bentuk kristal. Bentuk kristal oksalat bermacam-macam, yaitu seperti prisma,
seperti jarum (rafida), dan seperti pasir. Stiloid (rafida semu) bentuknya seperti
prisma, panjang dengan kedua ujung runcing. Stiloid dijumpai pada suku
Iridaceae, Agavaceae, atau beberapa Liliaceae. Kalsium karbonat biasanya
dijumpai dalam litokis. Sel silika terdapat pada epidermis dan lamina tumbuhan
Graminae, Cyperaceae, dan Palmae.
5. Tanin
Tanin merupakan kelompok derivate fenol yang heterogen dijumpai
terutama pada daun, xylem, floem, perioderm akar dan batang, dan pada buah
yang belum masak. Tanin terdapat dalam vakuola sel atau dalam bentuk tetes-
tetes kecil pada sitoplasma yang kemudian melebur.
IV. HASIL PENGAMATAN
A. Tabel Hasil Pengamatan
No Nama Bahan Benda Gambar Keterangan
Ergastik Pengamatan
1. 1. Hilus
2. Lamela
Umbi (Solanum
Amilum 3. Butir Amilum
tuberosum)
Perbesaran 10x10

2.
1. Hilus
Buah Pisang (Musa 2. Lamela
Amilum
paraadisiaca L.) 3. Butir Amilum
Perbesaran 40x10

1. Hilus
Tepung Oryza 2. Lamela
3. Amilum
sativa 3. Butir Amilum
Perbesaran 10x10

1. Dinding Sel
4. Tangkai Begonia sp Ca-oksalat 2. Kristal Ca Oksalat
Perbesaran 40x10

1. Dinding Sel
Tangkai Bayam
5. Ca-oksalat 2. Kristal Ca Oksalat
(Amarantus sp)
Perbesaran 40x10
Batang Lidah Buaya 1. Kristal Ca Oksalat
6. Ca-oksalat
(Aloe vera) Perbesaran 10x10

1. Dinding Sel
Biji Jarak (Ricinus Butir 2. Kristaloid
7.
communis Aleuron 3. Globaloid
Perbesaran 40x10

B. Foto Hasil Pengamatan


1. Umbi Solanum tuberosum
a. Foto Pengamatan

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Butir amilum

(Dokumentasi kelompok.2018) (Perbesaran 10x10)


b. Foto Literatur

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Butir amilum

(Sumber: Rian.2014 )

2. Buah Pisang (Musa paraadisiaca L.)


a. Foto Pengamatan

Keterangan:
1. Dinding Sel
2. Sitoplasma
3. Butir amilum

(Dokumentasi kelompok.2018) (Perbesaran 40x10)


b. Foto Literatur

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Butir amilum

(Sumber: Iqbal. 2015)


3. Tepung Oryza sativa
a. Foto Pengamatan

Keterangan:
1. Dinding Sel
2. Sitoplasma
3. Butir amilum

(Dokumentasi kelompok.2018) (Perbesaran 10x10)


b. Foto Literatur

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Butir amilum

(Sumber: Lafayette. 2014)

4. Tangkai daun Begonia sp.


a. Foto Pengamatan

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Kristal Ca-oksalat

(Dokumentasi kelompok.2018 (Perbesaran 40x10)


b. Foto Literatur

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Kristal Ca-oksalat

(Sumber: Aulya Rochmana. 2015)

5. Tangkai / batang Amaranthus sp.


a. Foto Pengamatan

Keterangan:
1. Dinding Sel
2. Sitoplasma
3. Kristal Ca-oksalat

(Dokumentasi kelompok.2018) (Perbesaran 40x10)


b. Foto Literatur

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Kristal Ca-oksalat

(Sumber: Rian. 2013)


6. Biji Jarak (Ricinus communis)
a. Foto Pengamatan

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Aleuron
4. Kristal globoloid

(Dokumentasi kelompok.2018) (Perbesaran 40x10)


b. Foto Literatur

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Kristal globoloid
4. Aleuron
(Sumber: Purnawan. 2013)

7. Batang Lidah Buaya (Aloe vera)


a. Foto Pengamatan
Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Kristal ca-oksalat

(Dokumentasi kelompok.2018) (Perbesaran 40x10)


b. .Foto Literatur

Keterangan:
1. Dinding sel
2. Sitoplasma
3. Kristal ca-oksalat

(Sumber: Rifai. 2013)

V. ANALISIS DATA
1. Umbi Solanum tuberosum
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Asteridae
Ordo : Solanae
Familia : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum
Sumber : (Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan pada sel umbi Solanum tuberosum
terdapat benda ergastik (bagian yang tidak hidup) yaitu butir amilum yang di
dalamnya terdapat hilus dan lamela. Dari pengamatan kelompok kami kurang
terlihat jelas dikarenakan keterbatasan mikroskop dan kemungkinan juga
terdapat kesalahan dalam membuat preparat.
Berdasarkan literatur (Wibisono dan Woelaningsih 1987), amilum
adalah polisakarida dengan rumus (C6H10O5)n terdapat di dalam kloroplas
(kloroamiloplas) atau leukoamiloplas). Butir amilum biasanya kelihatan
berlapis-lapis. Lapisan-lapaisan itu biasanya lamela, setiap lamaela terlihat
karena adanya perbedaan kadar airnya, yang menyebabkan perbedaan indeks
bias.

2. Buah Pisang (Musa paraadisiaca L.)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Zigeberidae
Ordo : Zigeberales
Familia : Musaceae
Genus : Musa
Species : Musa paraadisiaca L.
Sumber : (Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan pada sel buah pisang (Musa paraadisiaca
L.) terdapat benda ergastik (bagian yang tidak hidup) yaitu butir amilum yang
di dalamnya terdapat hilus dan lamela. Dari pengamatan kelompok kami kurang
terlihat jelas dikarenakan keterbatasan mikroskop dan kemungkinan juga
terdapat kesalahan dalam membuat preparat.
Berdasarkan literatur (Wibisono dan Woelaningsih 1987), amilum
adalah polisakarida dengan rumus (C6H10O5)n terdapat di dalam kloroplas
(kloroamiloplas) atau leukoamiloplas). Butir amilum biasanya kelihatan
berlapis-lapis. Lapisan-lapaisan itu biasanya lamela, setiap lamaela terlihat
karena adanya perbedaan kadar airnya, yang menyebabkan perbedaan indeks
bias.
3. Tepung Oryza sativa
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Oryza
Species : Oryza sativa
Sumber : (Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan pada tepung Oryza sativa terdapat benda
ergastik(bagian yang tidak hidup) yaitu butir amilum yang di dalamnya terdapat
hilus dan lamela. Letak hilus terletak di tengah dengan dikelilingi oleh lamela-
lamela amilum. Dari pengamatan kelompok kami kurang terlihat jelas
dikarenakan keterbatasan mikroskop dan kemungkinan juga terdapat kesalahan
dalam membuat preparat.
Berdasarkan literatur (Wibisono dan Woelaningsih 1987) pada buku
materi pokok anatomi tumbuhan, amilum adalah polisakarida dengan rumus
(C6H10O5)n terdapat di dalam kloroplas (kloroamiloplas) atau leukoamiloplas).
Butir amilum biasanya kelihatan berlapis-lapis. Lapisan-lapaisan itu biasanya
lamela, setiap lamaela terlihat karena adanya perbedaan kadar airnya, yang
menyebabkan perbedaan indeks bias.

4. Tangkai daun Begonia sp.


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Dillenidae
Ordo : Violales
Familia : Begoniaceae
Genus : Begonia
Species : Begonia sp.
Sumber : (Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan pada tangkai daun begonia terdapat
adanya kristal ca-oksalat yang berbentuk prisma/pyramid. Dari pengamatan
kelompok kami kurang terlihat jelas dikarenakan keterbatasan mikroskop dan
kemungkinan juga terdapat kesalahan dalam membuat preparat.
Berdasarkan literatur (Wibisono dan Woelaningsih 1987) pada buku
materi pokok anatomi tumbuhan. Kristal- kristal ca-oksalat yang mempunyai
rumus molekul Ca(CO2)2 adalah hasil sekresi di dalam sitoplasma. Diduga asam
oksalat bebas apabila terlalu banyak akan bersifat racun bagi tumbuhan. Kristal
ini terdapat di dalam plasma atau vakuola sel dan larut dalam asam kuat (HCl
dan H2SO4). Bentuk dari kristal Ca-oksalat bermacam-macam, ada yang
berupa kristal panjang, jika padat serta ditemukan sendiri-sendiri disebut
stiloid; kristal tunggal besar, kecil berbebntuk prisma kecil seperti Pasir,
jarum/rafida, bintang/roset,n sisik, pyramid dan kristal majemuk.

5. Tangkai / batang Amaranthus sp.


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Family : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus L.
Species : Amaranthus spinosus L.
Sumber : (Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan pada tangkai bayam terdapat adanya
kristal ca-oksalat yang berbentuk pasir. Dari pengamatan kelompok kami
kurang terlihat jelas dikarenakan keterbatasan mikroskop dan kemungkinan
juga terdapat kesalahan dalam membuat preparat.
Berdasarkan literatur (Wibisono dan Woelaningsih 1987) kristal- kristal
ca-oksalat yang mempunyai rumus molekul Ca(CO2)2 adalah hasil sekresi di
dalam sitoplasma. Diduga asam oksalat bebas apabila terlalu banyak akan
bersifat racun bagi tumbuhan. Kristal ini terdapat di dalam plasma atau vakuola
sel dan larut dalam asam kuat (HCl dan H2SO4). Bentuk dari kristal Ca-
oksalat bermacam-macam, ada yang berupa kristal panjang, jika padat serta
ditemukan sendiri-sendiri disebut stiloid; kristal tunggal besar, kecil berbebntuk
prisma kecil seperti pasir, jarum/rafida, bintang/roset, sisik, pyramid dan kristal
majemuk.

6. Biji Jarak (Ricinus communis)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus L.
Spesies : Ricinus communis L.
Sumber : (Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan pada biji jarak terdapat adanya kristal ca-
oksalat yang mana terdapat butir-butir aleuron dan kristal globoloid. Dari
pengamatan kelompok kami kurang terlihat jelas dikarenakan keterbatasan
mikroskop dan kemungkinan juga terdapat kesalahan dalam membuat
preparat.
Berdasarkan literatur (Wibisono dan Woelaningsih 1987) kristal- kristal
ca-oksalat yang mempunyai rumus molekul Ca(CO2)2 adalah hasil sekresi di
dalam sitoplasma. Diduga asam oksalat bebas apabila terlalu banyak akan
bersifat racun bagi tumbuhan. Kristal ini terdapat di dalam plasma atau
vakuola sel dan larut dalam asam kuat (HCl dan H2SO4). Bentuk dari kristal
Ca-oksalat bermacam-macam, ada yang berupa kristal panjang, jika padat
serta ditemukan sendiri-sendiri disebut stiloid; kristal tunggal besar, kecil
berbebntuk prisma kecil seperti pasir, jarum/rafida, bintang/roset, sisik,
pyramid dan kristal majemuk. Di dalam butir-butir aleuron biji jarak terdapat
kristaloid protein yang biasanya kelihatan berbentuk segienam dan globoloid
ialah bagian yang mengandung suatu zat yang terutama terdiri atas fitin yaitu
garam-garam Ca dan Mg dari asam meso-inosit.

7. Batang Lidah Buaya (Aloe vera)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Familia : Aloaceae
Genus : Aloa L.
Species : Aloe vera
Sumber : (Cronquist. 1981)
Berdasarkan hasil pengamatan pada batang lidah buaya terdapat adanya
kristal ca-oksalat yang berbentuk jarum. Dari pengamatan kelompok kami
kurang terlihat jelas dikarenakan keterbatasan mikroskop dan kemungkinan
juga terdapat kesalahan dalam membuat preparat.
Berdasarkan literatur (Wibisono dan Woelaningsih 1987) kristal- kristal
ca-oksalat yang mempunyai rumus molekul Ca(CO2)2 adalah hasil sekresi di
dalam sitoplasma. Diduga asam oksalat bebas apabila terlalu banyak akan
bersifat racun bagi tumbuhan. Kristal ini terdapat di dalam plasma atau
vakuola sel dan larut dalam asam kuat (HCl dan H2SO4). Bentuk dari kristal
Ca-oksalat bermacam-macam, ada yang berupa kristal panjang, jika padat
serta ditemukan sendiri-sendiri disebut stiloid; kristal tunggal besar, kecil
berbebntuk prisma kecil seperti pasir, jarum/rafida, bintang/roset, sisik,
pyramid dan kristal majemuk.

VI. KESIMPULAN
1. Umbi kentang mengandung benda ergastik butir-butir aleuron/amilum
berbentuk lonjong.
2. Buah pisang mengandung yaitu butir amilum yang di dalamnya terdapat hilus
dan lamela.
3. Tepung oryza sativa mengandung benda ergastik yaitu protein (dalam bentuk
butir-butir aleuron) dan karbohidrat (butir-butir amilum yang hilusnya terletak
konsentris)
4. Tangkai daun Begonia sp mengandung benda ergastik berupa kristal Ca-
oksalat yaitu yang berbentuk prisma/pyramid.
5. Biji jarak mengandung benda ergastik berupa protein dalam bentuk butir-butir
aleuron yang besar.
6. Bayam mengandung benda ergastik yang berupa Ca-oksalat yang berbentuk
pasir dengan dinding sel yang heksagonal.
7. Pada batang lidah buaya terdapat adanya kristal ca-oksalat yang berbentuk
jarum.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Amintarti, S., Muchyar, & Arsyad, M. (2018). Penuntun Praktikum Anatomi
Tumbuhan. Banjarmasin: Usaha Batang .

iqbal. (2015). http://mybiologismart.blogspot.co.id/2015/12/preparat-kerokan-


buah-pisang.html.

Rian. (2014). https://rianbio.wordpress.com/.

Rifai. (2013). https://www.slideshare.net/rifaimamel/jaringan-pada-


tumbuhansman-1-kejayan-kab-pasuruan.

Rohmana. (2013). http://bagianbagianselhidupdantakhidup.blogspot.co.id/.

Wibisono, & Woelaningsih. (1987). Materi Pokok Anantomi Tumbuhan .


Jakarta: Karunika Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai