Anda di halaman 1dari 22

TUGAS

PROFIL KANKER PARU DI RSUD H. ABDUL MOELOEK


JANUARI-DESEMBER 2018

Preceptor :

dr. Andreas Infianto, Sp. P, M.Kes., K

dr. Resti Arania, Sp. PA

Disusun Oleh:

Anis Syafa’atul Husna (1818012115)

Arina Muti Amaliah (1818012103)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM


RSUD H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2019
KATA PENGANTAR

Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis

dapat menyelesaikan tugas Profil Kanker Paru di RSUD H. Abdul Moeloek pada Januari-

Desember 2018 tepat pada waktunya. Adapun tujuan pembuatan tugas ini adalah sebagai

salah satu syarat dalam mengikuti dan menyelesaikan Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit

Dalam RSUD H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada dr. Andreas Infianto, Sp. P, M.Kes., K. dan dr.

Resti Arania, Sp. PA yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing kami

dalam menyelesaikan tugas ini. Penulis menyadari banyak sekali kekurangan dalam

laporan kasus ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis

harapkan. Semoga tugas ini dapat bermanfaat bukan hanya untuk penulis, tetapi juga

bagi siapa pun yang membacanya.

Bandar Lampung, September 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Judul ……………………………………………………………………… i

Kata Pengantar …………………………………………………………… ii

Daftar isi ………………………………………………………………….. iii

Pendahuluan ……………………………………………………………… 1

Hasil dan Pembahasan ……………………………………………………

Kesimpulan ……………………………………………………………….

Daftar Pustaka …………………………………………………………….


PENDAHULUAN

Kanker paru adalah penyakit malignan yang paling umum di temukan didunia, dan

menjadi salah satu penyebab kematian terbesar oleh kanker. Berdasarkan WHO Cancer

Fact sheet, terhitung 8.8 juta kematian di dunia oleh kanker pada tahun 2015. Penyebab

kematian oleh kanker yang paling umum adalah kanker paru, dengan total kematian 1.69

juta jiwa. Kanker paru-paru (baik small-cell dan non-small cell) adalah kanker paling

umum kedua pada pria maupun wanita (tidak termasuk kanker kulit). Pada pria, kanker

prostat lebih umum, sedangkan pada wanita kanker payudara lebih umum. Sekitar 14%

dari seluruh kanker adalah kanker paru-paru Diperkirakan insidens kanker paru oleh The

American Cancer Society di Amerika Serikat untuk tahun 2017 adalah 222,500 kasus

baru untuk kanker paru (1116,990 pada pria dan 105,510 pada wanita) (American Cancer

Society, 2017).

Berdasarkan laporan profil kanker WHO, kanker paru merupakan penyumbang insidens

kanker pada pria teritinggi di Indonesia, diikuti oleh kanker hati, kolorektal, prostat, dan

nasofaring, dan merupakan penyumbang kasus ke-5 pada perempuan, setelah kanker

payudara, serviks-uteri, koloektal, ovarium. Kanker paru merupakan pertama kematian

pada kanker pada pria (21.8%), dan penyebab kematian ketiga (9.1%) kanker pada

perempuan setelah kanker payudara (21.4%) dan kanker seriks-uteri (10.3%) (World

Health Organization, 2014).

Tingkat kelangsungan hidup lima tahun (five-year survival rate) kanker paru 18.1% lebih

rendah dari jenis kanker lainnya, seperti kanker colon dan rectum (64.9%), kanker
payudara (89.7%), kanker prostat (98.6%). Tingkat kelangsungan hidup kanker paru

untuk kasus yang terdeteksi ketika penyakit masih terlokalisasi (di paru- paru) adalah

55.6%. Namun, hanya 28.9% untuk kanker paru yang sudah menyebar secara regional.

Untuk kanker paru yang sudah metastase (menyebar ke organ lain), tingkat kelangsungan

hidup lima tahunnya menjadi 4.5%. Lebih dari setengah penderita kanker paru-paru akan

meninggal dalam waktu satu tahun setelah didiagnosis (U.S. National Institute of Health,

2014).

Kanker paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak

terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat

menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan

yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya. Sebagian besar kanker yang mulai di paru-

paru, yang dikenal sebagai kanker paru primer, adalah karsinoma yang berasal dari sel

epitelium. Jenis kanker paru yang utama adalah SCLC (kanker paru sel kecil), atau

disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker paru non-sel-kecil). Gejala paling

umum adalah batuk (termasuk batuk darah), berat badan turun dan sesak napas.

Penyebab paling umum kanker paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama

terhadap asap tembakau, yang menyebabkan 80–90% kanker paru. Bukan perokok

mencapai angka 10–15% dari kasus kanker paru, dan kasus ini biasanya disebabkan oleh

kombinasi antara faktor genetik, gas radon, asbestos, dan polusi udara termasuk asap

rokok pasif. Kanker paru dapat dilihat melalui foto rontgen dada dan tomografi komputer

(CT scan). diagnosis dapat dipastikan dengan biopsi yang biasanya dilakukan melalui
prosedur bronkoskopi atau dipandu dengan CT. Perawatan dan hasil dalam jangka

panjang tergantung pada tipe kanker, stadium (tingkat penyebaran), dan keadaan

kesehatan pasien secara keseluruhan, diukur berdasarkan kondisi umum. Perawatan

biasanya meliputi pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. NSCLC biasanya ditangani

melalui pembedahan, sedangkan SCLC umumnya memberikan respons yang lebih baik

terhadap kemoterapi dan radioterapi.

Berikut adalah data penderita kanker paru di Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul

Moeloek Bandarlampung pada Januari-Desember 2018. Data yang diperoleh antara lain

berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis sel kanker, dan sampel (cairan dan FNAB) di

Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Abdul Moeloek.


USIA JENIS
No BULAN NAMA SAMPEL DIAGNOSIS
(th) KELAMIN

1 Tn. SN 54 L Efusi pleura Positif karsinoma berat


Metastase karsinoma
2 Ny. TH 45 P Efusi pleura
berdiferensiasi sedang
3 Tn. AD 68 L Efusi pleura Positif karsinoma
4 Tn. AR 60 L Massa di paru Positif squamous cell carcinoma
Positif squamous cell carcinoma
5 Ny. AA 35 P Massa di paru
(non small cell)
6 Tn. BH 54 L Efusi pleura Metastase karsinoma
Ny. Positif karsinoma berdiferensiasi
7 63 P Massa di paru
JANUARI WN sedang
8 Tn. AS 63 L Efusi pleura Large cell carcinoma
9 Ny. JN 44 P Paru Positif squamous cell carcinoma
Positif karsinoma (lebih sesuai
10 Tn. NN 45 L Bilasan dengan squamous cell carcinoma
berdiferensiasi ringan-sedang)
11 Ny. AI 40 P Efusi pleura Metastase proses
12 Tn. SO 67 L Efusi pleura Small cell carcinoma
Ny. Metastase adenokarsinoma
13 56 P Efusi pleura
TM berdiferensiasi sedang
14 Ny. EI 58 P PE Metastase adenokarsinoma
Poorly differentiated
15 Ny. EI 58 P Efusi pleura
adenocarcinoma
Positif karsinoma condong jenis
16 Tn. SI 67 L Massa di paru
squamous (non small cell)
17 Ny. DA 59 P Efusi pleura Metastase karsinoma
18 Ny. SI 55 P Adenokarsinoma
FEBRUARI
19 Ny. SM 74 P Efusi pleura Metastase karsinoma
Metastase adenokarsinoma
20 Tn. NA 89 L Efusi pleura
berdiferensiasi sedang
Positif anak sebar
21 Ny. AA 64 P Efusi pleura
adenokarsinoma
Positif anak sebar
22 Ny. SA 41 P Asites
adenokarsinoma
23 Tn. ZA 55 L Cairan paru Karsinoma poorly berdiferensiasi
24 Ny. JH 74 P PE Metastase adenokarsinoma
Ny.
25 MARET 40 P Cairan pleura Metastase karsinoma
MH
26 Tn. AN 47 L PE dextra Adenokarsinoma
27 Tn. WI 60 L Cairan pleura Positif adenokarsinoma
28 Ny. ZH 70 P Cairan pleura Adenokarsinoma
29 Ny. SI 49 P Efusi pleura Positif adenokarsinoma
APRIL
Positif non small cell carcinoma
30 Ny. SI 74 P PE
condong jenis adenokarsinoma
Ny.
31 47 P Cairan pleura Maligna proses
MH
32 Ny. SM 60 P Cairan pleura Sel atipik curiga keganasan
33 Tn. SR 78 L Cairan pleura Metastase karsinoma
Positif karsinoma tidak
34 Tn. IH 74 L Cairan pleura
berdiferensiasi
Metastase squamous cell
35 Tn. SI 75 L Ca paru
carcinoma
36 Ny. SR 43 P PE Metastase adenokarsinoma
MEI
Metastase karsinoma
37 Ny. HY 62 P Efusi pleura
berdiferensiasi buruk
38 Tn. SN 33 L Ca paru dextra Squamous cell carcinoma
Ny. Positif anak sebar karsinoma
39 61 P Cairan pleura
MA berdiferensiasi buruk
40 Tn. PM 64 L Cairan pleura Positif metastase karsinoma
Metastase karsinoma condong
41 Tn. HT 24 L TTNA biopsi
jenis adenokarsinoma
Ny.
42 62 P Pleura Metastase adenokarsinoma
KM
JUNI
Tn. Moderately differentiated
43 55 L PE
WN adenocarcinoma
44 Ny. SI 54 P Efusi pleura Positif adenokarsinoma
Positif karsinoma berdiferensiasi
45 Tn. RS 56 L Tumor paru
buruk
46 Tn. AR 72 L Efusi pleura Metastase adenokarsinoma
47 Ny. RS 44 P Adenokarsinoma Positif adenokarsinoma
Adenokarsinoma berdiferensiasi
48 Tn. AF 51 L Cairan pleura
sedang
Positif karsinoma berdiferensiasi
49 Tn. PI 60 L Bilasan
buruk
Positif adenokarsinoma
50 JULI Ny. RI 41 P Bilasan + sikat
berdiferensiasi sedang
51 Ny. EK 58 P Efusi pleura Positif adenokarsinoma
52 Ny. YN 35 P Efusi pleura Metastase dari Ca mamae
Cairan pleura
53 Ny. RH 70 P Metastase adenokarsinoma
Positif karsinoma condong jenis
54 Tn. PM 58 L Efusi pleura
squamous
55 Tn. MS 70 L Efusi pleura Positif anak sebar karsinoma
Tn.
56 70 L Susp. tumor paru Metastase cell carcinoma
MO
57 Ny. YA 35 P Metastase adenokarsinoma
AGUSTUS
Sel atipik curiga suatu karsinoma
58 Tn. SI 68 L Cairan paru
jenis squamous epidermal
Cairan pleura Positif anak sebar
59 Tn. GG 45 L
adenokarsinoma
Cairan pleura Metastase poorly differentiated
60 Ny. SI 54 P
carcinoma
61 Tn. NN 54 L Tumor paru Carcinoma poorly differentiated
62 Ny. SA 61 P PE sinistra Metastase karsinoma
63 Ny. SI 66 P PE dextra Metastase karsinoma
64 Tn. SI 48 L Cairan pleura Metastase karsinoma
65 Tn. SO 65 L Cairan pleura Metastase karsinoma
Tn. Metastase karsinoma jenis
66 64 L Tumor paru
MN squamous cell
Tumor paru
67 Tn. PN 61 L Metastase adenokarsinoma
dextra
68 Tn. PN 61 L TTNA Positif adenokarsinoma
69 Tn. SN 54 L Tumor paru Carcinoma poorly differentiated
Tumor paru
70 Tn. SO 43 L Curiga proses malignansi
dextra
71 Ny. FA 68 P Cairan pleura Metastase adenokarsinoma
72 Ny. AH 42 P Efusi pleura Positif anak sebar karsinoma
SEPTEMBER
Efusi pleura
73 Tn. MS 55 L Positif anak sebar karsinoma
dextra
74 Tn. TN 43 L Cairan pleura Metastase adenokarsinoma
75 Tn. UD 69 L Bilasan+sikat SCC poorly differentiated
Efusi pleura
76 Ny. KA 40 P Metastase karsinoma
sinistra
Efusi pleura Positif anak sebar
77 Ny. RI 43 P
bilateral adenokarsinoma
Positif small cell carcinoma
78 Tn. RS 57 L Cairan paru
condong adenokarsinoma
Ny. Positif karsinoma bukan small
79 65 P Cairan pleura
TM cell, condong jenis sel squamous
Tn. Susp. tumor paru
80 57 L Squamous cell carcinoma
MN sinistra
Ny. Metastase karsinoma
81 58 P Efusi pleura
WH mengesankan adenokarsinoma
Metastase karsinoma
82 Tn. AZ 19 L Efusi pleura mengesankan small cell
carcinoma
OKTOBER
Tn. Metastase karsinoma
83 74 L TTNA
MD mengesankan adenokarsinoma
Carcinoma poorly differentiated
84 Ny. RH 60 P TTNA
jenis squamous cell carcinoma
Positif karsinoma bukan sel kecil
85 Tn. SN 67 L Bilasan+sikat
condong squamous cell
Positif karsinoma bukan sel kecil
86 Tn. UA 63 L Susp. massa paru
condong squamous cell
87 Tn. SN 69 L Cairan pleura Positif adenokarsinoma
Tumor paru Sel atipik, curiga karsinoma non
88 NOVEMBER Tn. JO 65 L
sinistra small cell
Tumor paru
89 Tn. PM 41 L Metastase karsinoma (SCC)
dextra
Tumor paru
90 Tn. AR 69 L Metastase karsinoma (SCC)
dextra
Efusi pleura Metastase karsinoma (jenis sulit
91 Tn. RA 66 L
dextra dinilai)
Positif non small cell carcinoma
92 Tn. AN 60 L TTNA + biopsi condong jenis karsinoma sel
squamous
Carcinoma non small cell
93 Tn. LI 41 L Tumor paru
condong jenis squamous
94 Ny. MI 46 P Cairan pleura Positif adenokarsinoma
Karsinoma bukan small cell
95 Ny. RH 48 P Cairan pleura
condong adenokarsinoma
Tumor paru Squamous cell carcinoma poorly
96 Tn. SO 63 L
sinistra differentiated
97 T. BS 69 L Cairan pleura Adenokarsinoma
Squamous cell carcinoma poorly
98 Ny. FI 44 P Cairan pleura
differentiated
Karsinoma bukan small cell
99 Ny. FI 44 P Cairan pleura condong squamous cell
carcinoma
Karsinoma bukan small cell
100 Tn. RN 36 L Cairan pleura
condong adenokarsinoma
101 Ny. HH 93 P PE dextra Malignansi tumor
102 Tn. RO 58 L TTNA Metastase small cell carcinoma
Positif anak sebar
103 Ny. TT 50 P Asites
adenokarsinoma
DESEMBER
Positif anak sebar small round
104 Tn. SO 49 L Cairan pleura
cell tumor
Tn.
105 49 L Cairan pleura Metastase karsinoma
WO
USIA JENIS
No BULAN NAMA SAMPEL DIAGNOSIS
(th) KELAMIN
Metastase small cell
Massa paru
1 Tn. SO 35 L carcinoma berdiferensiasi
sinistra + PE
buruk
Metastase
2 JANUARI Tn. AS 63 L PE dextra adenokarsinoma
berdiferensiasi buruk
Positif anak sebar
3 Ny. TH 52 P Benjolan di leher karsinoma dari paru (non
small cell)
Metastase poorly
Tumor
4 Ny. SI 50 P differentiated small cell
mediastinum
FEBRUARI carcinoma
Tumor colli dextra Metastase carcinoma
5 Tn. BG 56 L
+ tumor paru poorly differentiated
MARET
Positif anak sebar
6 Tn. GN 71 L Adenokarsinoma karsinoma condong jenis
squamous
Metastase small cell
APRIL
7 Tn. MS 58 L Massa paru carcinoma berdiferensiasi
sedang
Residif, anak sebar
8 Tn. MS 66 L Tumor paru
karsinoma sel squamous
MEI
Tumor paru +
Positif anak sebar
9 Ny. NA 44 P tumor colli
adenokarsinoma
JUNI bilateral
Positif anak sebar
10 Ny. HI 56 P Ca paru
karsinoma
JULI
Metastase karsinoma
11 AGUSTUS Ny. PI 40 P Benjolan colli condong jenis small cell
carcinoma
Metastase colli Positif small round
12 SEPTEMBER Tn. TH 38 L
sinistra carcinoma
Ny. Metastase carcinoma
13 59 P Tumor colli
MA poorly differentiated
Positif karsinoma bukan
Tumor paru
14 Tn. FN 43 L small cell condong jenis
kanan
OKTOBER squamous
Positif metastase
15 Tn. TI 62 L Tumor colli
karsinoma
Metastase carcinoma
16 Tn. HN 50 L Tumor colli dextra
berdiferensiasi sedang
17 NOVEMBER Tn. KS 18 L STT Anak sebar karsinoma
berdiferensiasi buruk
yang sulit ditentukan
asalnya
18 Tn. AW 42 L Tumor colli Metastase karsinoma
Metastase karsinoma
DESEMBER
19 Tn. SN 40 L Tumor colli bukan small cell condong
jenis squamous

Berikut angka kejadian Ca paru berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis sel kanker

pada pemeriksaan sampel cairan di RS Abdul Moeloek pada periode Januari-Desember

2018.

1. Berdasarkan jenis kelamin

Tabel 3. Jumlah penderita Ca Paru berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)


Laki-laki 58 55,24
Perempuan 47 44,76
Total 105 100

70

60

50

40

Jumlah
30

20

10

0
laki-laki perempuan
Tabel 3 menunjukan bahwa pada sampel cairan distribusi jenis kelamin pasien kanker

paru terbanyak adalah laki-laki yaitu 58 penderita (55,24%). Menurut kelompok jenis

kelamin, dari 105 penderita kanker paru didapatkan 58 penderita (55,24%) adalah laki-

laki dan 47 penderita (44,76%) adalah perempuan. Hal ini sesuai dengan penjelasan

terkait kanker paru bahwa insiden penyakit ini lebih banyak terdapat pada jenis kelamin

laki-laki karena kebiasaan merokok lebih sering daripada perempuan dan mempunyai

mobilitas tinggi. Hal ini juga karena laki-laki lebih banyak terpapar bahan inhalasi

karsinogenik seperti asap rokok, bahan industri di lingkungan kerja, maupun polusi udara

(Alberg, 2007).
2. Berdasarkan usia
Tabel 4. Jumlah penderita Ca Paru berdasarkan usia

Usia Frekuensi Persentase (%)


11-20 1 0,95
21-30 1 0,95
31-40 8 7,62
41-50 25 23,80
51-60 28 26,67
61-70 32 30,47
71-80 8 7,62
>80 2 1,90
Total 105 100

35

30

25

20

frekuensi
15

10

0
11-20 21-30 31-40 41-50 51-60 61-70 71-80 >80

Tabel 4 menunjukan bahwa pada sampel cairan distribusi usia pasien kanker paru

terbanyak pada sampel cairan adalah 61-70 tahun dengan 32 penderita (30,47%). Hal

ini sesuai dengan penjelasan terkait kanker paru bahwa insiden penyakit ini lebih

sering mengenai usia ≥40 tahun (American Cancer Society, 2017).


3. Berdasarkan jenis sel kanker
Tabel 5. Jumlah penderita Ca Paru berdasarkan jenis sel kanker

Jenis Sel Kanker Jumlah Pasien Persentase (%)


Jenis SCLC 11 10,47
Jenis NSCLC
a. Adenocarcinoma 39 37,14
b. Large cell 1 0,95
c. Epidermoid carcinoma 1 0,95
d. Squamous cell 19 18,09
Metastase carcinoma 34 32,38
Total 105 100

45
40
35
30
25
20
15
Jumlah Pasien
10
5
0

Tabel 5 menunjukkan bahwa pada sampel cairan distribusi jenis sel kanker pada pasien

kanker paru terbanyak adalah kelompok non small cell carcinoma jenis adenocarsinoma

yaitu 39 kasus (37,41%). Dari pemeriksaan patologi anatomi pada 105 penderita kanker paru

didapatkan 39 penderita dengan jenis sel adenokarsinoma, 19 penderita dengan jenis sel

squamous, masing-masing 1 penderita dengan jenis sel epidermal dan large sel, 11 penderita

dengan jenis sel small cell dan 34 penderita dengan metastase karsinoma. Menurut

penelitian sebelumnya menerangkan bahwa jenis adenokarsinoma adalah jenis yang sering
terjadi karena merupakan tipe rokok yang sering digunakan oleh perokok. Adenokarsinoma

memiliki lesi tumor di perifer paru. Hal ini dihubungkan dengan tipe rokok filter yang lebih

banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Rokok dengan filter seringkali dihisap secara

mendalam oleh para perokok daripada rokok tanpa filter. Rokok tanpa filter lebih cenderung

memberikan jenis sel kanker paru carcinoma cell squamous yang memiliki lesi di sentral

(Toyoda et al, 2008).


Berikut angka kejadian Ca paru berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis sel kanker pada

pemeriksaan sampel FNAB di RS Abdul Moeloek pada periode Januari-Desember 2018.

1. Berdasarkan jenis kelamin

Tabel 6. Jumlah penderita Ca Paru berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)


Laki-laki 13 68,42
Perempuan 6 31,58
Total 19 100

14

12

10

frekuensi
6

0
Laki-laki Perempuan

Tabel 6 menunjukkan bahwa pada sampel FNAB distribusi jenis kelamin pasien kanker paru

terbanyak adalah laki-laki yaitu 13 penderita (68,42%). Hal ini sesuai dengan penjelasan

terkait kanker paru bahwa insiden penyakit ini lebih banyak terdapat pada jenis kelamin

laki-laki karena kebiasaan merokok lebih sering daripada perempuan dan mempunyai

mobilitas tinggi. Hal ini juga karena laki-laki lebih banyak terpapar bahan inhalasi
karsinogenik seperti asap rokok, bahan industri di lingkungan kerja, maupun polusi udara

(Alberg, 2007).

2. Berdasarkan usia

Tabel 7. Jumlah penderita Ca Paru berdasarkan usia

Usia Frekuensi Persentase (%)


11-20 1 5,26
21-30 0 0
31-40 4 21,05
41-50 5 26,31
>50 9 47,36
Total 19 100

10

5
frekuensi
4

0
11-20 21-30 31-40 41-50 >50

Tabel 7 menunjukan bahwa pada sampel FNAB distribusi usia pasien kanker paru terbanyak

adalah usia >50 tahun yaitu 9 penderita (47,36%). Hal ini sesuai dengan penjelasan terkait

kanker paru bahwa insiden penyakit ini lebih sering mengenai usia ≥40 tahun (American

Cancer Society, 2017).


3. Berdasarkan jenis sel kanker

Tabel 8. Jumlah penderita Ca Paru berdasarkan jenis sel kanker

Jenis Sel Kanker Frekuensi Persentase (%)


Jenis SCLC 8 42,11
Jenis NSCLC
a. Adenocarcinoma 3 15,79
b. Large cell 0 0
c. Epidermoid carcinoma 0 0
d. Squamous cell 4 21,10
Metastase carcinoma 4 21,10
Total 19 100

9
8
7
6
5
4
3
frekuensi
2
1
0

Tabel 8 menunjukan bahwa pada sampel FNAB distribusi jenis sel kanker pada pasien

kanker paru terbanyak adalah kelompok small cell carcinoma yaitu 8 pasien (42,11%). Dari

pemeriksaan patologi anatomi pada 19 penderita kanker paru didapatkan 3 penderita dengan

jenis sel adenokarsinoma, 4 penderita dengan jenis sel squamous, masing-masing 0

penderita dengan jenis sel epidermal dan large sel, 8 penderita dengan jenis sel small cell

dan 4 penderita dengan metastase karsinoma.


KESIMPULAN

Berdasarkan data distribusi penderita kanker paru di RS Abdul Moeloek Periode Januari – Desember 2018 yang telah

didapat, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pasien kanker paru di RS Abdul Moeloek Periode Januari – Desember 2018 dari sampel cairan yang berjumlah sebanyak

105 orang dengan distribusi berdasarkan jenis kelamin lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak

58 orang (55.24%). Adapun pada pemeriksaan sampel FNAB yang berjumlah 19 orang dengan distribusi berdasarkan jenis

kelamin juga lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 13 orang (68.42%).

2. Pasien kanker paru di RS Abdul Moeloek Periode Januari – Desember 2018 dari sampel cairan yang berjumlah sebanyak

105 orang dengan distribusi berdasarkan usia lebih banyak ditemukan pada rentang usia 61-70 tahun yaitu sebanyak 32

orang (30.47%). Sementara pada pemeriksaan sampel FNAB yang berjumlah 19 orang dengan distribusi berdasarkan usia

lebih banyak ditemukan pada usia >50 tahun yaitu sebanyak 9 orang (47.36%).

3. Pasien kanker paru di RS Abdul Moeloek Periode Januari – Desember 2018 dari sampel cairan yang berjumlah sebanyak

105 orang dengan distribusi berdasarkan jenis sel kanker lebih banyak ditemukan pada NSCLC jenis adenokarsinoma yaitu

sebanyak 39 orang (37.14%). Sementara pada pemeriksaan sampel FNAB yang berjumlah 19 orang dengan distribusi

berdasarkan jenis sel kanker lebih banyak ditemukan pada SCLC yaitu sebanyak 8 orang (42.11%).
DAFTAR PUSTAKA

Alberg AJ, Ford JG, Samet JM; American College of Chest Physicians. Epidemiology of
lung cancer: ACCP evidence-based clinical practice guidelines (2nd edition). Chest.
2007;132:29-55

American Cancer Society, 2017. Key Statistic for Lung Cancer.

Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Bandar Lampung.

World Health Organization. 2019. Cancer Country Profile: Indonesia. France.

Toyoda Y, Nakayama T, Loka A, Tsukuma H. Trends in lung cancer incidence by


histological type in Osaka, Japan. Jpn J Clin Oncol 2008;38:534-539

U.S. National Institutes of Health. National Cancer Institute. SEER Cancer Statistics
Review, 1975-2014.