Anda di halaman 1dari 30

CRITICAL BOOK REPORT

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

PEMBELAJARAN KREATIF

DOSEN PENGAMPUH : Dra. Damaiwaty Ray, M. Pd.

Disusun Oleh :

Ayu Adistya
1191113018
S1-Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Reg’A-
2019

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah CBR (Critical
Book Report) ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih
terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangsih pikiran .

Kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk
para pembaca. Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Kreatif,
yang dosen pengampuhnya adalah Ibu Dra. Damaiwaty Ray, M. Pd.

Kami yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan
pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, September 2019

Penulis

Ayu Adistya
NIM. 1191113018
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN 1

I.I. Latar Belakang……………………………………………………………..………..1

I.II. Tujuan Critical Book…………………………………………………….. ...……...1

I.III. Manfaat Critical Book……..………………………………………....……..…….2

BAB II PEMBAHASAN 3

II.I. Informasi Buku……………………………………………………..………………3

II.II. Ringkasan Isi Buku……………………………………………………..…………5

II.III. Penilaian Terhadap Buku………………………………..……………………..24


BAB III PENUTUP 26

III.I. Kesimpulan……………………………………………………………………….26

III.II. Saran……………………………………………………………………………..26

DAFTAR PUSTAKA iii


LAMPIRAN iv
BAB I

PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang

Laporan resensi buku adalah laporan yang bertujuan untuk mengetahui isi buku, tetapi lebih
menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan, interpretasi dan analisis) kita mengenai kelemahan dan
keunggulan buku, apa yang menarik dari buku tersebut dan bagaimana isi buku tersebut bisa
mempengaruhi cara berpikir kita dan menambah pemahaman kita terhadap suatu bidang kajian
tertentu.

Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan dosen dapat


memotivasi dan memunculkan kreatifitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung,
dengan menggunakan beberapa metode dan strategi yang variatif, misalnya kerja kelompok,
pemecahan masalah dan sebagainya. Pembelajaran kreatif mengharuskan dosen untuk mampu
merangsang peserta didik memunculkan kreatifitas, baik dalam konteks kreatif berfikir maupun
dalam konteks kreatif melakukan sesuatu.

Secara etimologi kata pembelajaran diderivasi dari kata ajar yang mempunyai arti petunjuk
yang diberikan kepada orang lain supaya diketahui atau diikuti. Sedang pembelajaran sendiri
mempunyai arti proses, cara, perbuatan mengajar

I.II. Tujuan Critical Book

1) Menambah Wawasan Pembaca mengenai arti pentingnya memahami tentang pembelajaran


yang kreatif.
2) Meningkatkan Motivasi Pembaca Dalam Mengenal pembelajaran kreatif ini.
3) Menguatkan Pemahaman Pembaca Mengenai Betapa Pentingnya Mempelajari Perkembangan
suatu pembelajaran kreatif.
I.III. Manfaat Critical Blok
A.Bagi Penulis
1.Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Kreatif.
2. Melatih Kemampuan Penulis Dalam Mengkritisi Suatu Buku.
3.Menumbuhkan Pola Pikir Kreatif Dalam Membandingkan Buku Yang Satu Dengan Yang Lain

B.Bagi Pembaca :
1.Untuk Menambah Pengetahuan Dan Wawasan mengenai pembelajaran kreatif, serta
perkembangan dan metodenya.
BAB II

PEMBAHASAN

II.I. Informasi Buku

Buku yang dipakai sebagai bahan Critical Book Report:

Buku Utama :

Judul : Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar

Yang Kreatif dan Efektif.

Penulis : Prof. Dr. Hamzah B. Un, M.Pd.

Tahun Pembuatan : 2011

Penerbit : PT BUMI AKSARA

Tebal Buku : 237 halama

Cetakan ke : 8

Pengantar Buku

Buku “Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif.” yang
ditulis oleh Prof. Dr. Hamzah B. Un, M.Pd. Buku Ini memiliki 9 bab dan banyak sub-bab pembahasan
mengenai Pembelajaran kreatif, metode/cara mengajar, strategi pembelajaran,model
pembelajaran, dan lain sebagainya.
Buku pembanding:

Judul : Pembelajaran Kreatif

Penulis : Tim Dosen FIP Universitas Negeri Medan.

Tahun Pembuatan : 2019

Penerbit : Unimed Press

Tebal Buku : 125 Halaman

Pengantar Buku

Buku “Pembelajaran Kreatif” yang ditulis oleh Tim Penyusun Dosen FIP UNIMED.
terdiri dari 5 bab, yang disebutkan dalam buku ini sebagai pertemuan. Karena buku ini sebagai
buku pembelajaran, dengan matakuliah Pembelajaran Kreatif. Dalam critical book report ini akan
dibahas tentang Pembelajaran Kreatif serta Teori-teori dan metode lainnya.
II.II. Ringkasan Isi Buku

Buku Utama :

BAB I
STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli:
-Kozna(1989) Secara Umum Menjelaskan Bahawa Strategi Pembelajaran Dapat Diartikan
Sebagai Setiap Kegiatan Yang Dipilih,Yaitu Yang Dapat Memberikan Fasilitas Atau Bantuan
Kepada Peserta Didik Menuju Tercapainya Tuuabanntu Siswa Dalam Mencapai Integritas
Pribadi,Efektifitas Pribadi,Dan Oenghaargan Terhadap Dirinya Seara Realistis.
Prosedur Pembelajaran Pengajaaran Tidak Langsung Terdiri Dari Lima Tahap,Yaitu:
1.Membatasi Situasi Masalah Yang Dihadapi Siswa
2.Menggali Permasalahan
3.Mengembangkan Pemahaman Akan Situasi Masakah
4.Perencanaan Dan Pengambilan Keputusan
5.Integrasi

BAB II
MODEL PEMBELAJARAN SOCIAL

Bermain peran sebagai suatu model pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa menemukan
makna diri Di dalam Lingkungan Social Dan Memecahkan Masalah Dalam Suatu Kelompok.

Artinya Melalui Bermain Peran Siswa Belajar Menggunakan Konsep Peran,Menyadari Adanya
Peran Peran Yang Berbeda Dan Memikirkan Perilaku Dirinya Dan Prilaku Orang Lain.Kunci
Utama Prosedur Pembelajaran Adalah Melalui Metode Dialog Socrates.
Langkah-langkah Yang Harus Dilakukan Adalah:

1.Orienatsi Terhadap Kasus


2.Mengidentifikasi Isu
3.Pengambilan Posisi
4.Menggali Argumentasi Untuk Mendukung Posisi Yang Telah Diambil
5.Memperjelas Ukang Dan Memperkuat Posisi
6.Menguji Asumsi Tentang Fakta,Defenisi Dan Konsekuensi

BAB III
MODEL PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Pembelajran Jarak Jauh Adalah Sekumpulan Metode Pelajaaran Dimana Aktiffitas Pengaajaran
Dilaksanakan Secara Terpisah Dari Akttifitas Belajar.
Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Anataara Lain Harus Memeiliki Unsur Sebagai Berikut:
-Pusat Kegiatan Siswa
-Interaksi Dalam Grup
-Sistem Administrasi Mahasiswa
-Pendalaman Materi Dan Ujian
-Perpustakaan Digital
-Materi Online

BAB IV
MANAJEMEN DIRI DALAM PEMBELAJARAN

Manajemen Diri Secara Umum Terdiri Daari Tiga Langkah Utama Yaitu Menentukan
Tujuan,Memonitor Dan Mengevaluasi Kemajuan Dan Memberikan Penguatan Diri.
Pelaksanaan Program Manjemen Diri Bisa Dilakukan dan dengan Cara Memperkenalkan Sistem
Secara Positif,Bantu Siswa Belajaar Menetapkan Tujuan,Siapkan Cara Untuk Siswa Agar Bias
Mencatat Dan Mngevaluasi Kemajuannya,Cek Akurasi Catatan Siswa Dari Wakt Ke Waktu Dan
Dorong Iswa Untunk Mengembangkan Bentuk Penguatan Diri
BAB V
MODEL PEMBELAJARAN ORANG DEWASA(POD)

Belajar Pda Hakikatnya Merupakan Kegiatan Yang Dilakukan Secara Sadar Untuk Menghasilan
Suatu Perubahan,Menyangkut Pengetahuan,Keterampilan,Sikap Dan Nilai Nilai.
Evaluasi Atau Penilaian Adalah Suatu Rangkaian Kegiatan Untuk Mengamati Sesuatu Dan
Menjelaskan Dengan Mggunakan Alat Ukur Atau Instrument Tertentu.

BAB VI
PERLUKAH KOMPETENSI DALAM MENDESAIN PEMBELAJARAN

Kompetensi Guru Ada Empat Yaitu:


-Mempunayai Pengetahuaan Tentang Belajar Dan Tingkah Laku Manusia
-Mempunyai Pengetahuan Dan Menguasai Bidang Studi Yang Dibinanya
-Mempunai Sikap Yang Tepat Tentang Diri Sendiri,Sekolah,Teman Sejawat An Bidang Stiudi
Yang Dibinanya.
-Mempunyai Keterampilan Tekhnik Mengajar

BAB VII
MODEL PEMBELAJARAN LEABORASI DAN BUKU TEKS SUATU
TERAPAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA

Matematika Adalah Salah Satu Jenis Dari Enam Materi Ilmu.Keenam Jenis Materi Ilmu Tersebut
adalah Matematika,Fisika,Biologi,Psikologi,Ilmu Ilmu Sosisal Dan Lingusitik.
Keenam Imu Tersebut Dikonotasian Sebagai
1.Ide Abstrak
2.Benda Fisik
3.Jasad Hidup
4.Gejala Rohani
5.Peristiwa Sosal
6.Proses Tanda Tanda

BAB VIII
PERBAIKAN KAUALITAS PEMBELAJAARAN MELALUI PEMBINAAN
TENAGA PENGAJAR

Pembelajaran Aadalah Upaya Membelajarkan Siswa(Uno Hamzah)


Strategi Pengorganisasian Dibedakan Menjadi 2 Jenis,Aitu Strategi Mikro Dan Strategi Makro
Kualitas Pembelaajran Dapat Diukur Denag Tiga Strategi Pembelajaran
1.Strategi Pengorganisasian
2.Strategi Penyampaian Pembelajaran
3.Strategi Pengelolaan Pembelajaran

BAB IX
MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN(SUATU PENERAPAN
PADA BELAJAR PRAKTIK PERMESINAN)

Belajar Umunya Diartiakan Sebagai Proses Perubahan Prilaku Seorang Setelah Mempelajari
Suatu Objek(Pengetahuan,Sikap,Keterampilan) Tertentu.Hal Ini Identic Degan Pandangan Good
And Brophy Yang Menyatakan Bahwa Belajar Merupakan Suatu Proses Atau Interaksi Yang
Dilakukan Seseorang Dlam Memperoleh Sesuatu Yang Baru Dalam Bentuk Perubahan Perilaku
Sebagai Hasil Dari Pengalaman Pengalaman Itu Sendiri.

Buku Pembanding :
BAB 1

HAKIKAT BELAJAR, MENGAJAR, DAN PEMBELAJARAN

1. Pengertian Belajar, Mengajar, dan Pembelajaran

1.1 Pengertian Belajar

Belajar akan selalu kita alami sepanjang hidup kita dan terjadi di sekitar kita. Belajar itu sendiri
tidak hanya melibatkan kemampuan pengetahuan atau kognitif saja, melainkan emosi, sikap,
interaksi, kepribadian dan masih banyak lagi yang dapat dikembangkan dalam diri kita.

Sering orang menganggap bahwa belajar itu sama dengan menghafal. Misalnya, kalau orang tua
menyuruh anaknya untuk belajar, bagi mereka belajar itu tidak lain adalah menghafal materi
pelajaran. Apakah belajar sama dengan menghafal? Adakah konsep lain yang lebih bermakna
dari sekadar menghafal? Bukankah tujuan belajar itu agar seseorang menjadi lebih baik dan lebih
pintar? Apakah dengan hanya sekadar menghafal, seseorang akan menjamin menjadi lebih baik
dan lebih pintar? Tentu tidak, bukan? Seseorang yang mampu menghafal sejumlah materi
pelajaran belum tentu menjamin orang tersebut menjadi lebih baik dan pintar. Kemudian, kalau
begitu apa belajar itu?
Menurut Atkinson, Atkitson, Smith, dan Bem, inti dari belajar adalah kemampuan organisme
untuk mempresentasikan aspek dunia secara mental, kemudian beroperasi pada representasi
mental tersebut ketimbang pada dunia itu sendiri. (Afgani, 2011)

Lalu ada menurut Hilgard, “Learning is the process by which an activity originates or changed
through training procedures (wether in the laboratory or in the natural environment) as
distinguished from changes by factors not attributable to training.” Bagi Hilgard, belajar itu
adalah proses perubahan melalui kegiatan atau prosedur latihan baik latihan di dalam
laboraturium maupun dalam lingkungan alamiah. (Sanjaya, 2011)

Sedangkan menurut Sanjaya (2011), belajar bukanlah sekadar mengumpulkan pengetahuan.


Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan
munculnya perubahan perilaku. Aktivitas mental itu terjadi karena adanya interaksi individu
dengan lingkungan yang disadari.

Dari beberapa pengertian belajar di atas, maka kami dapat menyimpulkan bahwa belajar adalah
semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang di lingkungan sekitarnya
sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang tentunya bersifat positif yang berbeda
antara sesudah belajar dan sebelum belajar.

1.2 Pengertian Mengajar

Sejak tahun 1500-an, definisi mengajar mengalami perkembangan secara terus menerus. Secara
deskriptif, mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru
kepada siswa. (Sanjaya, 2011)

Pengertian mengajar di atas tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Smith bahwa
mengajar adalah menanamkan pengetahuan atau keterampilan (teaching is imparting knowledge
or skill). (Sanjaya, 2011)

Kemudian pengertian mengajar juga diungkapkan oleh Gagne (Sanjaya, 2011) yang menyatakan
bahwa “instruction is a set of event that effect learners in such a way that learning is facilitated”.

Sehingga mengajar atau “teaching” menurut Gagne disini guru berperan penting selama mengajar
dimana guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing selama terjadinya pembelajaran.
Pembelajaran? Apa itu? Pembelajaran akan kami bahas di sub-bab selanjutnya. Kembali kepada
pengertian yang diungkapkan oleh Gagne tadi. Jadi, guru harus tahu bagaimana merancang atau
mengkreasikan berbagai macam sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau
dimanfaatkan siswa dalam belajar sesuatu. Guru juga melakukan kontak dengan siswa sehingga
tidak adanya salah paham serta salah pengertian selama proses penyampaian materi dalam
mengajar.

Dari pengetian mengajar di atas, maka kami dapat menyimpulkan bahwa mengajar ialah adanya
komunikasi dari pendidik ke peserta didik sebagai usaha menanamkan dan memberikan
informasi baik berupa pengetahuan juga keterampilan kepada peserta didik mengenai hal yang
sebelumnya tidak diketahui.

1.3 Pengertian Pembelajaran

Dalam implementasinya, walaupun istilah yang digunakan pembelajaran, tidak berarti guru harus
menghilangkan perannya sebagai pengajar, sebab secara konseptual pada dasarnya dalam istilah
menjar itu juga bermakna membelajarkan siswa. Mengajar-belajar adalah dua istilah yang
memiliki satu makna yang tidak dapat dipisahkan. Tidak akan ada perbuatan mengajar manakala
tidak membuat seorang mengajar. Itulah makna pembelajaran. (Sanjaya, 2011)

Menurut UU No. 20/2003, Bab I Pasal 1 Ayat 20, pembelajaran adalah proses interaksi peserta
didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran ini
terdapat usaha siswa dalam mempelajari materi bahan pelajaran juga usaha guru dalam
menyampaikan materi tersebut. Sehingga proses pembelajaran terjadi antara siswa dan guru,
kedua hal ini saling berkesinambungan untuk menciptakan pembelajaran.

Dari pengertian pembelajaran di atas, maka kami dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran ialah
proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik yang saling berkesinambungan yang
disertai dengan adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pembelajaran.
BAB II

TEORI-TEORI BELAJAR

Macam-Macam Teori Belajar


Ada empat kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar
behaviorisme, teori belajar kognitivisme, teori belajar konstruktivisme dan teori belajar
humanistik. Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati
pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran
berbasis otak. Teori konstruktivisme berpendapat bahwa belajar sebagai sebuah proses di mana
pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep. Dan teori humanistik ini
berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang
pengamatnya.

1. Teori Belajar Behaviorisme

Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran
psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan
dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada
terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model
hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif.
Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata.
Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila
dikenai hukuman.

Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan,


sedangkan belajar sebagi aktivitas yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali
pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Penyajian isi atau materi
pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan
dari bagian ke keseluruhan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat, sehingga
aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada
ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Pembelajaran dan
evaluasi menekankan pada hasil belajar.

Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan
paper and pencil test. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila siswa
menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru, hal ini menunjukkan bahwa siswa telah
menyelesaikan tugas belajarnya. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari
kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini
menekankan evaluasi pada kemampuan siswa secara individual (Degeng, 2006).

a. Prinsip-Prinsip dalam Teori Behavioristik:

1) Obyek psikologi adalah tingkah laku.

2) Semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek.

3) Mementingkan pembentukan kebiasaan.

4) Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri.

5) Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik harus dihindari.

2. Teori Belajar Kognitivisme

Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori
perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa
para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir,
menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan
pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.

Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga
peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek
pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar.Bruner bekerja pada
pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta
didik memperoleh informasi dari lingkungan.

a. Karakteristik teori belajar kognitif :

1) Belajar adalah proses mental bukan behavioral.

2) Siswa aktif sebagai penyalur.

3) Siswa belajar secara individu dengan pola deduktif dan induktif.

4) Instrinsik motivation, sehingga tidak perlu stimulus.

5) Siswa sebagai pelaku untuk menuntun penemuan.

6) Guru memfasilitasi terjadinya proses insight.

3. Teori Belajar Konstruktivisme

Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan
Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.
Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa
pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui
konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat
faktafakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus
mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea
dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina
pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua
situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama
semua konsep.

4. Teori Belajar Humanistik


Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari
sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu peserta didik untuk
mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka
sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada
dalam diri mereka.

Dalam teori belajar humanistik proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu
sendiri. Meskipun teori ini sangat menekankan pentingya isi dari proses belajar, dalam kenyataan
teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang
paling ideal. Dengan kata lain, teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang
paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya, seperti apa yang bisa kita amati dalam dunia
keseharian.. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan untuk “memanusiakan manusia”
(mencapai aktualisasi diri dan sebagainya) dapat tercapai.

Dalam teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami
lingkungannya dan dirinya sendiri. Peserta didik dalam proses belajarnya harus berusaha agar
lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini
berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang
pengamatnya.

BAB III

KREATIVITAS
Apa yang dimaksud dengan kreatif? Secara umum, pengertian kreatif adalah suatu kemampuan
yang ada pada individu atau kelompok yang memungkinkan mereka untuk melakukan terobosan
atau pendekatan-pendekatan tertentu dalam memecahkan masalah dengan cara yang berbeda.
Arti kreatif juga dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan dalam menciptakan hal-hal baru
atau cara-cara baru yang berbeda dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya.

Secara etimologis, kata “Kreatif” berasal dari bahasa Inggri yaitu “to create” yang artinya
membuat atau menciptakan. Sehingga arti kreatif adalah kemampuan dalam menciptakan suatu
ide dan konsep dalam memecahkan suatu masalah.
Agar lebih memahami apa arti kreatif, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli. Berikut
ini adalah pengertian kreatif menurut para ahli :

1. Shadiq (2010) Menurut Shadiq (2010), pengertian kreatif adalah gagasan terhadap konsep
dan rencana untuk kemajuan, gagasan ini dibutuhkan dalam pemikiran dan juga hasil karya
seseorang di dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang sedang berkembang.

2. Widyatun

Menurut Widyatun (1999) pengertian kreatif adalah kemampuan dalam menyelesaikan suatu
masalah yang memberi kesempatan kepada setiap personal untuk berkreasi untuk memunculkan
ide-ide baru/adaptif yang memiliki fungsi dan kegunaan secara menyeluruh untuk berkembang.

3. James R. EvansMenurut James R. Evans (1994), pengertian kreatif adalah kemampuan


dalam menemukan hubungan baru, melihat subjek dari sudut pandang yang berbeda, dan
mengkombinasikan beberapa konsep yang sudah mindstream di masyarakat dirubah menjadi
suatu konsep yang berbeda.

4. Supriadi Menurut Supriadi, definisi kreatif adalah kemampuan seseorang untuk


menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif
berbeda dengan apa yang telah ada. Kreativitas merupakan kemampuan berpikir tingkat
tinggi yang mengimplikasikan terjadinya eskalasi dalam kemampuan berpikir, ditandai oleh
suksesi, diskontinuitas, diferensiasi, dan integrasi antara tahap perkembangan.

4. Conny R. Semiawan Menurut Conny R. Semiawan, arti kreatif adalah kemampuan


dalam membuat suatu gagasan baru dalam upaya memecahkan masalah.

5. Havvel Menurut Havvel, arti kreatif adalah suatu kemampuan untuk menciptakan suatu
sistem atau komposisi yang baru.

6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)Menurut KBBI, kreatif adalah kemampuan


untuk menciptakan atau daya cipta, kreativitas juga dapat bermakna sebagai kreasi terbaru dan
orisinil yang tercipta, sebab kreativitas suatu proses mental yang unik untuk menghasilkan

sesuatu yang baru, berbeda dan orisinil.

BAB IV
MENGEMBANGKAN KRETATIFITAS ANAK

Mengembangkan kreativitas Diera revolusi industry 4.0 sangat dibutuhkan kemampuan


menganalisis dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat agar dapat
mengikuti dan beradaptasi dengan lingkungan yang begitu cepat berubah, inovatif, penuh
tantangan dan saingan. Kreativitas merupakan hasil interaksi antara potensi ( keberbakatan)
kreatif, karakteristik individu, dan lingkungan.

1.1 Peran keluarga dalam membina kretaivitas anak


1. Menerapkan pola asuh demokratis, yakni memberi kesempatan kepada anak untuk
berpendapat, berbuat dan menentukan dirinya

2. Menghindari kata-kata yang dapat melemahkan aktivitas kreatif anak

3. Tidak mengukur keberhasilan anak dari produk yang dihasilkan saja

4. Memberi reward atas prestasi kreatif anak agar anak termotivasi lebih tinggi

5. Menyediakan lingkungan yang mengandung dan mengundang munculnya kreatifitas

6. Ditempatkan pada konsep teori pertahanan diri

7. Khusus pada anak-anak, pengembangan kreatifitas penting sekali dilakukan melalui


perlakuan berikut:

a. Memberi kesempatan untuk beraktifitas animism

b. Bermain drama
c. Melakukan permainan konstruktif

d. Berinteraksi dengan teman imajiner

e. Memberi kesempatan melamun

f. Memberi kesempatan melucu

g. Memberi kesempatan anak untuk bercerita.


1.2 peran sekolah dalam mengembangkan kreatifitas peserta didik

1. guru mengidentifikasi siswa-siswa berbakat kreatifitas, untuk selanjutnya dikembangkan

2. guru menciptakan iklim belajar yang menyenangkan

3. guru membangun rasa percaya diri dan rasa diri berharga siswa, agar siswa aktif

4. guru menumbuhkan rasa ingin tau siswa melalui kemampuan guru

5. guru menumbuhkan kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan berprestasi

6. guru menghadirkan humor yang membuat siswa merasa segar

7. guru menciptakan kelas atau sekolah yang tim work nya kuat, suasana kerja sama yang
baik, dan harmonis

8. individu atau siswa kreatif biasanya berkarakter mandiri, ulet, mempunyai minat luas dan
imaginative

9. guru empatik terhadap permasalahan-permasalahan siswa dan kebutuhan siswa

10. siswa dilibatkan, diaktifkan didalam seluruh kegiatan pembelajaran

11. guru lebih menempatkan diri sebagai fasilisator, narasumber pelajaran

12. guru membebani siswa dengan sejumlah tugas-tugas rumah

13. guru menggunakan pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran

14. guru memberi feedback atas proses belajar, hasil belajar, dan kreatifitas siswa
15. guru bekerja sama dengan guru Pembina kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler 16. guru

bekerja sama dengan guru bimbingan Konseling

1.3 peran masyarakat dalam membina kreatifitas suasana masyarakat kreatif merupakan
sosialisasi budaya yang sangat mendukung pembentukan kreatifitas individu. Dapat diciptakan
melalui model kreatif tersebut, dapat pula dilakukan dengan cara lain seperti penyediaan
fasilitas kreatif public, pemberian penghargaan terhadap prestasi publik
2. hambatan dalam mengembangkan kreatifitas

1. kendala yang berasal dari keluarga

a. orangtua kurang memahami tentang pentingnya kreatifitas dikembangkan

b. orangtua tidak terampil mengembangkan kreatifitas anak

c. keterbatasan kemampuan orangtua meyediakan sarana dan media

d. keterbatasan waktu orangtua

2. kendala yang berasal dari sekolah atau lembaga pendidikan

a. guru atau pendidik kurang mementingkan pengembangan kreatifitas

b. guru atau pendidik kurang memahami dan kurang terampil mengembangkan kreatifitas siswa

c. guru atau pendidik terbiasa dengan perilaku mendidik berpusat pada peran aktif guru

d. kepala sekolah kurang memprogramkan guru dalam membina kretaifitas siswa

e. keterbatasan sarana dan media kreatifitas

f. pengembangan kreatifitas siswa dalam bentuk pencurahan gagasan

g. ada kecenderungan kurikulum.

3. kendala yang berasal dari masyarakat

Contohnya pada wadah-wadah pengembangan kreatifitas pendidik dilingkungan pendidikan atau

kursus khusus yang diselenggarakan oleh masyarakat, masih terbatas pada hal yang biasa saja 4.

kendala budaya

Faktor budaya Indonesia yang dapat menghambat kreatifitas adalah adanya pandangan sperti “
anak wajib patuh pada orangtua tanpa penting tau alasannya” ( orangtua kurang menyampaikan
nalar atas tuntutan kepatuhan anak) budaya demikian ini dapat menghambat kreatifias anak,
karena dengan kreatifitas yang dilakukan individu kreatif akan berbeda atau menonjol dari
oranglain.

Bab V

Pembelajaran Kreatif

Pengertian Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran adalah serangkaian peristiwa yang mempengaruhi pembelajaran


sedemikian rupa sehingga terjadi peristiwa belajar pada pembelajar.Berkenaan dengan
pembelajaran, terdapat beberapa konsep yang berdekatan artinya,yaitu pendekatan
pembelajaran,strategi pembelajaran,metode pembelajaran,teknik pembelajaran,dan taktik
pembelajaran.Strategi Diartikan sebagai "suatu rencana,metode,atau serangkaian aktivitas yang
dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Disamping konsep pendekatan pembelajaran,strategi pembelajaran,metode


pembelajaran,teknik pembelajaran,dan taktik pembelajaran, terdapat konsep model
pembelajaran.Beberapa ahli mengemukakan pengertian model pembelajaran sebagai berikut :

a. Model pembelajaran adalah " suatu rencqna atau pola yang dapat digunakan untuk
membentuk kurikulum,merancang bahan-bahan pembelajaran,dan membimbing pembelajaran di
kelas atau lain".

2. Model pembelajaran adalah " bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai
akhir dan disajikan secara khas oleh pendidik dikelas".

3. 3.Model pembelajaran adalah " kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman
atau acuan dalam melakukan kegiatan pembelajaran".
4. 4.Model pembelajaran merupakan " kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar".

Beberapa Model Pembelajaran yang mengandung Kreativitas

• Model pembelajaran Inkuiri

Ciri-ciri dan , prinsip, dan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri diantaranya yang utama
adalah :

1. 1.Menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan.

2. 2.Aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh siswa diarahkan untuk mencari dan
menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan.

3. 3.Tujuan penggunaan SPI adalah untuk mengembangkan kemampuan intrlektual,bukan


hanya untuk penguasaan materi pembelajaran, melainkan bagaimana siswa dapat
menggunakan potensi yang dimilikinya.

Prinsip-prinsip penggunaan SPI minimal mengikuti 5 prinsip, yaitu :

1. Berorientasi pada pengembangan intelektual (pengembangan kemampuan berpikir).


2. Prinsip interaksi : Interaksi meliputi Interaksi dengan teman dan dengan guru

3. Prinsip bertanya

4. Prinsip belajar untuk berpikir

5. Prinsip keterbukaan

Langkah-Langkah SPI :

1. Orientasi

2. Merumuskan masalah

3. Mengajukan hipotesis

4. Mengumpulkan data

5. Menguji hipotesis
6. Merumuskan kesimpulan

• Model Pembelajaran Berbasis Masalah/PBM (Problem Base Learning)

Merupakan penggunaan berbagai macam kecerdaaan Yang diperlukan untuk melakukan


konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang
baru dan kompleksitas yang ada

• Model Pembelajaran Kooperatif ( cooperative learning )

Didalam pembelajaran kooperatif,guru dan pendidik lebih berperan sebagai fasilitator yang
membangun Pengetahuan siswa/peserta didik.Didalam pembelajaran kooperatif,guru/pendidik
membelajarkan siswa/peserta didik dengan menempatkan mereka didalam kelompok-kelompok
kecil yang terdidi dari 3-7 orang untuk saling berbagi informasi,berbagai gagasan, mencari
alternatif solusi, dan lainnya, sehingga diperoleh pemahaman bersama maupun pemecahan
masalah. BerdasarkanBerdasarkan paparan singkatan tentang model pembelajaran kooperatif
diatas, tampak bahwa model pembelajaran kooperatif tersebut mendukung kondisi
pengembangan kreativitas siswa/peserta didik karena peran guru yang tidak mendominasi proses
pembelajaran, melainkan memberi kesempatan kepada siswa/peserta didik untuk berdiskusi
secara kritis.

Model Pembelajaran PAKEM (Partisipatif,Aktif,kreatif,Efektif,dan Menyenangkan)

Model pembelajaran PAKEM adalah model pembelajaran yang memunculkan partisipasi


siswa/peserta didik, melibatkan aktivitas siswa/peserta didik, menciptakan suasana pembelajaran
yang kreatif, yang menyenangkan,sehingga tujuan pembelajaran yang ditentukan dicapau
dwngan efisien.

• Model Pembelajaran Digital Pembelajaran ini membuat peserta didik memiliki


karakteristik tersendiri yang berbeda dari generasi sebelumnya,khususnya dalam
komunikasi dan teknologi.Mereka merupakan siswa-siswi yang sangat peduli dengan
identitas diri melalui penggunaan produk-produk teknologi saat ini. Pada bagian model
pembelajaran ini,dikemukakan tiga bagian paparan berikut:

1. Pembelajaran digital online


2.Blended learning

3. Aplikasi pembelajaran digital

• Pembelajaran Berbasis Hots Pembelajaran ini dapat dijelaskan bahwa keduanya


samasama merupakan kemampuan berpikir yang tinggi.Perbedaannya, kreativitas tidak hanya
terbatas pada kemampuan berfikir melainkan menjangkau sampai pada
perbuatan/tindakan/prilaku,sedangkan HOTS terbatas pada kemampuan berpikir yang berada
pada tingkat tinggi, yaitu mulai dari kemampuan berpikir menganalisis-sintesis, kemampuan
mengevaluasi, dan kemampuan mencipta(mengkreasi).

II.III. Penilaian Terhadap Buku

Buku Utama :

KELEBIHAN  1.Memiliki penulisan cukup baik,ditulis dengan bahasa yang mudah


dimengerti bagi kalangan mahasiswa.
2. Penjelasan buku utama yang cukup runtut sehingga pembaca mudah mengerti
aspek-aspek yang membangun sub-bab pada buku .

3. Pada buku pembanding, buku ini memiliki kelebihan yang isinya sangat banyak
dan padat namun memiliki makna yang jelas sehingga pembaca bisa memiliki pemahaman
wawasan yang cukup mengenai buku utama ini.

4. Pada buku pembanding memang hanya sedikit halaman daripada buku utama
namun pada pembahasan di tiap bab nya sangatlah bagus, karena dari buku itu membahas
tentang perkembangan psikologi permjcara menyuruh secara jelas dan lengkap sehingga
pembaca mudah memahami tentang bagaimana perkembangan serta metode dan teori
pembelajaran kreatif.

KELEMAHAN  1. Buku pembanding memiliki kelemahan yaitu penjelasan nya masih


bersumber dari beberapa buku yang dijadikan daftar pustaka pada buku ini, dan isinya kurang
lengkap meskipun banyak halaman dan kelihatan bentuk jadi.

2. Pada buku pembanding kelemahan nya yaitu penjelasanya terlalu jauh , sehingga
ditiap pembahasannya tidak dapat dikatakan runtut, atau membangun masing-masing
bab, sehingga sesuatu yang ingin disampaikan penulis tidak sampai kepada pembaca.

3. Buku utama memiliki sedikit kelemahan yaitu memiliki halaman yang terlalu
sedikit dan hanya membahas secara jelas tentang pembelajaran kreatif serta metode dan
cara mengembangkannya.

4. Pada buku pembanding terdapat banyak pengulangan kata, pengulangan kalimat,


serta pembahasan disetiap bab dan sub-bab yang sangat panjang namun sulit difahami,
membuat pembaca bosan karena panjangnya bacaan namun kurang menarik kesimpulan /
makna yang jelas.

BAB III

PENUTUP

III.I. KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa:
1. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku dan pikiran suatu
individu yang disebabkan oleh pengalaman.
2. Dari pengertian mengajar di atas, maka kami dapat menyimpulkan
bahwa mengajar ialah adanya komunikasi dari pendidik ke peserta
didik sebagai usaha menanamkan dan memberikan informasi baik
berupa pengetahuan juga keterampilan kepada peserta didik
mengenai hal yang sebelumnya tidak diketahui.
3. Peserta didik adalah semua komponen masyarakat yang belajar dan
mengembangkan diri melalui prosedur – prosedur, baik prosedur
formal maupun nonformal.

III.II. SARAN.

Dengan adanya metode dan cara serta teori-teori perkembangan


pembelajaran, pembaca diharapkan mampu mengembangkan segala
potensi yang dimiliki oleh peserta didik serta memberi wawasan yang
lebih dalam mengenal karakteristik peserta didik dan mampu
mengaplikasikan dalam proses belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA.

Hamzah. 2011. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif
dan Efektif.
Jakarta. PT BUMI AKSARA.

Tim Penyusun Dosen FIP. UNIMED. 2019. Pembelajaran Kreatif. Medan. Unimed Press.

iii

LAMPIRAN
Buku Utama Buku pembanding

iv