Anda di halaman 1dari 8

TOPIK 3

MENGUKUR MASSA JENIS BAHAN PANGAN & HASIL PERTANIAN

A. TUJUAN
Tujuan Praktikum Fisika Dasar Topik 3 Mengukur Massa Jenis Bahan
Pangan & Hasil Pertanian adalah mengukur massa jenis hasil-hasil, seperti
misalnya: padi, jagung, telur, susu,madu…dst.

B. TINJAUAN PUSTAKA
Massa jenis (density) adalah sebuah benda dengan huruf kecil dari
abjad Yunani “rho” didefinisikan sebagai massa per satuan volume:
𝑚
ρ=
𝑉
dimana m adalah massa benda dan V merupakan volumenya. Massa jenis
merupakan sifat khas dari suatu zat murni. Benda-benda yang terbuat dari
unsure murni, seperti emas murni, bisa memiliki berbagai ukuran atau massa,
tetapi massa jenis akan sama seluruhnya (Giancoli, 1999). Satuan SI untuk
massa jenis adalah kg/m3. Kadang-kadang massa jenis dinyatakan dalam
g/cm3. Temperature dan tekanan dapat mempengaruhi massa jenis zat
(walaupun efeknya kecil untuk zat cair dan padat) (Giancoli, 1997)).
Densitas secara teoritis merupakan massa per satuan volume, ini
berarti pada specimen dengan massa yang sama tetapi mempunyai volume
yang lebih kecil akan menghasilkan densitas yang lebih besar. Peningkatan
densitas di setiap kenaikan suhu terjadi karena semakin tinggi suhu maka
jumlah pori dari komposit plastik karet akan semakin berkurang. Densitas
komposit plastik karet semakin mendekati densitas HDPE murni yang
besarnya 950 kg/m3 (Sukanto, 2009).
Mass density (kerapatan massa atau densitas material) didefinisikan
sebagai massa per satuan volume. Kepadatan massa bahan bervariasi
biasanya kecil untuk padatan dan cairan. Bulk density adalah properti dari
bubuk, butiran dan padatan lainnya, terutama digunakan untuk komponen
mineral (tanah, kerikil), bahan kimia, (farmasi) bahan, bahan makanan dari
setiap massa lainnya materi sel hidup atau partikulat. Itu didefinisikan sebagai
massa banyak partikel dari bahan dibagi dengan total volume yang ditempati.
Total volume terdiri dari volume partikel, antar-partikel volume kosong dan
volume pare intern (Charrondiere, 2012).
Teknik klasik untuk mengukur densitas fluida membutuhkan
penentuan dari massa dan volume. Sebuah perkiraan kasar kerapatan fluida
dapat dilakukan dengan metode apung seperti aerometer atau metode
penurunan jatuh. Secara matematis kerapatan dapat digambarkan sebagai
hasilbagi massa total dan total volume cairan. Persamaan ini juga
menunjukkan kerapatan yang dapat digambarkan sebagai jumlah dari semua
konsentrasi dari cairan termasuk konsentrasi pelarut (Kenner, 1989).
Kerapatan adalah sifat dasar benda. Kerapatan-kerapatan ini mengacu
pada kerapatan biji-bijian merupakan massa dari obyek dibagi volume yang
ditempati hanyaoleh bulatan mineral. Nilai kerapatan yang dikembalikan oleh
pesawat ruang angkasa adalah pengukuran kerapatan, yang merupakan massa
dari obyek dibagi dengan volume (Britt, 2004).
Rapat adalah sifat khas suatu zat, takgayut pada volume atau
massanya. Rapat dari beberapa padatan, zalir, dan gas. Rapat ini diukur pada
tekanan 1 atm (760 mmHg = 1,01 x 105 N/m2) dan pada suhu yang
ditunjukkan. Rapat suatu padatan atau zair berubah sedikit dengan perubahan-
perubahan dalam suhu dan tekanan sedangkan rapat suatu gas adalah sangat
kuat gayut suhu dan tekanan. Rapat air pada 4°C adalah 1,000 g/cm3 karena
gram pada asalnya didefinisikan sebagai massa satu sentimeter kubik air
murni pada suhu ini (Prawirosusanto, 1994).
Bila kerapatan suatu benda lebih besar dari kerapatan air maka benda
akan tenggelam dalam air. Bila kerapatannya lebih kecil dari air maka benda
tersebut akan mengapung. Walaupun kebanyakan zat padat dan cairan
menguap bila dipanaskan dan menyusut sedikit bila dipengaruhi oleh tekanan
eksternal, perubahan dalam volume ini relatif dapat dikatakan bahwa
kerapatan kebanyakan zat padat hampir tak bergantung pada temperatur dan
tekanan, kerapatan gas sangat bergantung pada tekanan dan temperatur
(Tipler, 1998).
Massa jenis (Densitas) LNG, salah satu fluida yang memiliki massa
jenis adalah gas alam cair (LNG). Densitas LNG merupakan jumlah dari
setiap komponen LNG dimana dipengaruhi oleh perubahan temperatur. Untuk
fluida berjenis gas alam cair (LNG), rumusan matematis yang digunakan
untuk mendapatkan densitas LNG harsu diperhatikan dari sisi komposisi
LNG (Mol%) dan temperatur yang terukur karena LNG merupakan salah satu
fluida yang dinamis (selalu berubah-ubah). Salah satu hal yang paling
berpengaruh pada densitas adalah temperatur (Perkasa, 2011).
Berat per volume satuan dari suatu fluida disebut berat jenis (specific
weight) dan besarnya sama dengan ρg, yang merupakan hasil kali antara
kerapatannya dan percepatan gravitasi. Berat jenis sangat berguna dalam
masalah-masalah tekanan hidrostatik. Dalam kepustakaan teknik, berat jenis
biasanya diberikan symbol khusus γ = ρg, konsep lain yang juga berguna
adalah gravitasi jenis yang merupakan nisbah (ratio) kerapatan standar dari
beberapa fluida acuan pada 20°C dan 1 atm. Biasanya gravitasi jenis
digunakan untuk menghubungkan gas terhadap udara standar serta zat cair
terhadap air (White, 1988).
Berat jenis (Spesific Grafity) diukur dengan menggunakan prinsip
Hukum Archimides yaitu suatu benda di dalam fluida, baik sebagian ataupun
seluruhnya akan memperoleh gaya Archimides sebesar fluida yang
dipindahkan ke atasnya. Kerapatan Tumpukan (Bulk Density) diukur dengan
cara mencurahkan bahan ke dalam gelas. Pengetahuan sifat fisik dan thermal
butiran penting dalam masalah panas dan pemindahan masa bahan, termasuk
penyimpanan butiran, pengeringan, aerasi, pendinginan dan pengolahan
(Jaelani, 2007).

C. METODE PENELITIAN
1. Alat
a. Gelas ukur
b. Pisau
c. Timbangan
2. Bahan
a. Air
b. Kentang
c. Singkong
d. Wortel
3. Cara kerja

1.

Alat dan Bahan

Bawang
bombai

Jeruk penimbangan Penugukuran


nipis Air volume
Minyak

wortel
Pemasukan bawang bombai, jeruk
nipis, minyak, dan wortel

Pengukuran volume

Pencatatan data hasil percobaan

Perhitungan massa jenis bawang


bombai, jeruk nipis, minyak, dan
wortel

sGambar 3.1 Diagram Alir Proses Pengukuran Massa Jenis


DAFTAR PUSTAKA

Britt, D.T., D. Yeomans., K. Housen., G. Consolmagno. Asteroid Density,


Porosity, and Structure.
Charrondiere, U. Ruth., David Haytowitz., Barbara Stadlmayr. 2012. Fao/Infoods
Density Database Version 2.0. FAO. E-ISBN 978-92-5-107346-9.
Giancoli, Douglas C. 1997. Fisika Jilid 1 Edisi Empat. Erlangga. Jakarta.
Giancoli, Douglas C. 1999. Fisika Edisi Kelima 1. Erlangga. Jakarta.
Jaelani, Achmad., Noordiansyah Firahmi. 2007. Kualitas Sifat Fisik dan
Kandungan Nutrisi Bungkil Inti Sawit dari Berbagai Proses Pengolahan
Crude Palm Oil (CPO). Jurnal Vol. 33 No. 3.
Kenner, T. 1989. The Measurement of Blood Density and Its Meaning. Basic
Research in Cardiology 84:111-124.
Perkasa, Febrian Surya., Totok Soehartanto., DEA. Perancangan Sistem
Monitoring Tanki LNG dengan Faktor Koreksi Densitas dan Level DP
Transmitter di PT. Badak LNG Bontang.
Prawirosusanto, Sumartono. 1994. Fisika untuk Ilmu-Ilmu Hayati Edisi Kedua.
Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Sukanto, Heru. 2009. Pengaruh Suhu Sintering terhadap Densitas dan Kekuatan
Komposit Plastik-Karet. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Cakra M Vol. 3 No.
1.
Tipler, Paul A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik Edisi Ketiga Jilid 1.
Erlangga. Jakarta.
White, Frank M. 1988. Mekanika Fluida Edisi Kedua Jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Lampiran :

DOKUMENTASI TOPIK 3
MENGUKUR MASSA JENIS BAHAN PANGAN DAN HASIL
PERTANIAN

Gambar 3.2 Hasil Pertanian untuk Diukur Massa Jenisnya

Gambar 3.3 Pengukuran Sampel Wortel


Gambar 3.4 Pengukuran Sampel Bawang Bombay

Gambar 3.5 Pengukuran Sampel Jeruk Nipis


Gambar 3.6 Pengukuran Sampel Minyak Goreng