Anda di halaman 1dari 17

BAB II

KENDALA DAN MASALAH

A. Identifikasi Masalah

Berdasarkan hasil evaluasi Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) tahun 2017-2018

diperoleh gambaran adanya beberapa hambatan yang menjadi permasalahan

penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Puskesmas Cipeundeuy. Berikut beberapa

permasalahan yang dapat diidentifikasi berdasarkan tugas pokok dan fungsi pelayanan

Puskesmas Cipeundeuy:

1. Sistem Pencatatan dan pelaporan.


Di beberapa program tidak ditemui adanya data sasaran dan cakupan program
sehingga data tidak dapat dianalisis, hal ini tentu saja akan menghambat perencanaan
program untuk tahun berikutnya.
2. Pelaksanaan tugas di bidang Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya
Kesehatan (UKM).
Permasalahan yang sering timbul dalam hal ini adalah:
 Keterbatasan sumber daya kesehatan, dimana petugas sering terbentur waktu untuk
pelayanan di dalam gedung dengan pelayanan di luar gedung
 Keterlibatan lintas sektor yang masih kurang mendukung
 Kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan yang harus lebih ditingkatkan
lagi
 Sarana dan prasarana di beberapa program masih terbatas
3. Pelaksanaan tugas lain diluar tugas pokok dan fungsi.
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pelayanan kesehatan, ada beberapa tugas
diluar tupoksi yang harus dijalankan seperti manajemen keuangan puskesmas. Hal ini
tidak dapat dihindari dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
PROGRAM MASALAH
NO KESEHATA INDIKATOR PELAYANAN TARGET
2017 2018 Ket
N
ESENSIAL
1 PROMKES PROMOSI KESEHATAN DALAM GEDUNG
. Cakupan Komunikasi Interpersonal dan 5.00 32,23 102.63
Konseling (KIP/K)
Cakupan Penyuluhan kelompok oleh petugas 100.00 90,10 100.00
di dalam gedung Puskesmas
Cakupan Institusi Kesehatan ber-PHBS 100.00 100,00 72.22 Masih Dibawah target
PROMOSI KESEHATAN LUAR GEDUNG
Cakupan Pengkajian dan Pembinaan PHBS di 65.00 16,10 42.18
Masih Dibawah target
Tatanan Rumah Tangga
Cakupan Pemberdayaan Masyarakat melalui 100.00 100,00 98.53 Masih Dibawah target
Penyuluhan Kelompok oleh Petugas di
Masyarakat
Cakupan Pembinaan UKBM dilihat melalui 65.00 67,33 65.69
persentase (%) Posyandu Purnama & Mandiri
Cakupan Pembinaan Pemberdayaan 60.00 100,00 100.00
Masyarakat dilihat melalui Persentase (%)
Desa Siaga Aktif (untuk Kabupaten)/ RW
Siaga Aktif (untuk kota)
Cakupan Pemberdayaan Individu/ Keluarga 50.00 56.56
melalui Kunjungan Rumah
2 KESLING UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN
Cakupan Pengawasan Rumah Sehat 75.00 38,80 84.95
Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih 80.00 77,90 78.62 Masih Dibawah target
Cakupan Pengawasan Jamban 75.00 41,60 75.21
Cakupan pengawasan SPAL 80.00 69,40 60.55 Masih Dibawah target
Cakupan Pengawasan Tempat-Tempat Umum 75.00 78,43 78.85
(TTU)
Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan 75.00 70,00 65.22 Masih Dibawah target
Makanan (TPM)
Cakupan Pengawasan Industri - -
Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi 25.00 50,72 50.72
3 KIA & KB UPAYA KIA & KB
KESEHATAN IBU
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 85.52 89,02 91.86
Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga 80.44 80,00 82.85
Masih Dibawah target
Kesehatan
Cakupan Komplikasi Kebidanan yang 63.42 100,00 100.00
ditangani
Cakupan Pelayanan Nifas 84.00 84,02 87.28
KESEHATAN ANAK
Cakupan Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 89.00 72,71 91.42
Cakupan Kunjungan Neonatus Lengkap (KN 80.00 87,92 91.42
Lengkap)
Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang 34.93 51,61 26.23
Masih Dibawah target
ditangani
Cakupan Kunjungan Bayi 80.85 91,77 98.46
Cakupan Pelayanan Anak Balita 90.00 65,74 75.14 Masih Dibawah target
KELUARGA BERENCANA
Cakupan Peserta KB Aktif 100.00 91,36 94.23
Masih Dibawah target
4 GIZI UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
MASYARAK
AT
Cakupan Keluarga Sadar Gizi 100,00 100,00 54.49 Masih Dibawah target
Cakupan Balita Ditimbang (D/S) 80,00 80,06 76.20 Masih Dibawah target
Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A bagi Bayi 100,00 92,19 100.00
(6-11 bulan)
Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A Bagi 90,00 97,80 100.00
Anak Balita (12-59 bulan)
Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A bagi Ibu 100,00 90,97 71.86
Masih Dibawah target
Nifas
Cakupan Distribusi Tablet Fe 90 tablet pada 90,00 90,23 76.37
Masih Dibawah target
ibu hamil
Cakupan Distribusi MP- ASI Baduta Gakin 100,00 - 100.00
Cakupan balita gizi buruk mendapat 100,00 100,00 100.00
perawatan
Cakupan ASI Eksklusif 90,00 45,95 56.45 Masih Dibawah target
5 P2P PELAYANAN IMUNISASI DASAR
Cakupan BCG 98,00 84,70 107.96
Cakupan DPTHB 1 98,00 78,11 105.60
Cakupan DPTHB 3 90,00 84,08 113.43
Cakupan Polio 4 90,00 79,48 110.95
Cakupan Campak 90,00 69,03 117.41
PELAYANAN IMUNISASI LANJUTAN
Cakupan BIAS DT 95,00 91,35 - Masih Dibawah target
Cakupan BIAS TT 95,00 92,29 91.68 Masih Dibawah target
Cakupan BIAS Campak 95,00 91,35 89.95 Masih Dibawah target
Cakupan Pelayanan Imunisasi Ibu Hamil TT2+ 90,00 69,92 76.17 Masih Dibawah target
Cakupan Desa/ Kelurahan Universal Child 100,00 100,00 100.00
Immunization (UCI)
Cakupan Sistem Kewaspadaan Dini 90,00 100,00 100.00
Cakupan Surveilans Terpadu Penyakit 100,00 100,00 100.00
Cakupan Pengendalian KLB 100,00 - - Masih Dibawah target
PENEMUAN DAN PENANGANAN
PENDERITA PENYAKIT
Cakupan Penderita Peneumonia Balita 86,00 28,94 13.76 Masih Dibawah target
Cakupan Penemuan Pasien baru TB BTA 80,00 57,78 89.71
Positif
Cakupan Kesembuhan Pasien TB BTA Positif 85,00 92,31 100.00
Cakupan Penderita DBD yang ditangani 100,00 - - Masih Dibawah target
Cakupan Penemuan Penderita Diare 75,00 90,51 79.32
6 UKP UPAYA PENGOBATAN
Kunjungan Rawat Jalan 100,00 89,06 100.00
Kunjungan Rawat Jalan Gigi 100,00 93,85 73.85 Masih Dibawah target
Cakupan jumlah seluruh Pemeriksaan 20,00 4,31 23.42
Laboratorium Puskesmas
Cakupan Jumlah Pemeriksaan Laboratorium 10,00 0,30 2.54 Masih Dibawah target
yang dirujuk

PENGEMBANGAN
UPAYA KESEHATAN SEKOLAH
Cakupan Sekolah (SD/MI/ sederajat) yang 100,00 100,00 100.00
melaksanakan penjaringan Kesehatan
UPAYA KESEHATAN OLAH RAGA
Cakupan Pembinaan Kelompok Olahraga
100,00 100,00
- Masih Dibawah target

UPAYA PERAWATAN KES. MASY.


Cakupan Keluarga Dibina (Keluarga Rawan) 115,38 115.38
Cakupan Keluarga Rawan Selesai Dibina 100,00 115,38 100.00
Cakupan Keluarga Mandiri III 100,00 40,38 100.00
UPAYA KESEHATAN KERJA
Cakupan Pembinaan Pos UKK 100,00 Masih Dibawah target
Cakupan Penanganan Penyakit Akibat Kerja 100,00
(PAK) dan Panyakit Akibat Hubungan Kerja Masih Dibawah target
(AHK)
UPAYA KES. GIGI & MULUT
Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi di 60,00 -
Masih Dibawah target
Masyaakat
Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi di TK 80,00 100,00 100.00
Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi dan 80,00 100,00 100.00
Mulut di SD/ MI
Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan 80,00 100,00 100.00
Mulut Siswa TK
Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan 80,00 100,00 77.92
Masih Dibawah target
Mulut Siswa SD
Cakupan Penanganan Siswa TK yang 100,00 87,88 100.00
Membutuhkan Perawatan Kesehatan Gigi
Cakupan Penanganan Siswa SD yang 100,00 7,68 - Masih Dibawah target
Membutuhkan Perawatan Kesehatan Gigi
UPAYA KESEHATAN JIWA
Cakupan Deteksi Dini Gangguan Kesehatan 100,00 0,47 1.17
Masih Dibawah target
Jiwa
Cakupan Penanganan Pasien Terdeteksi 100,00 100,00 54.67
Masih Dibawah target
Gangguan Kesehatan Jiwa
UPAYA KESEHATAN INDRA
KESEHATAN MATA
Cakupan Skrining Kelainan/ gangguan refraksi 80,00 100,00 0.26
Masih Dibawah target
pada anak sekolah
Cakupan Penanganan kasus kelaianan 100,00 0,09 5.18
Masih Dibawah target
refraksi
Cakupan skrining katarak 100,00 100,00 20.00 Masih Dibawah target
Cakupan Penanganan Penyakit Katarak 100,00 53,53 46.81 Masih Dibawah target
Cakupan rujukan gangguan penglihatan pada 100,00 - 37.50
Masih Dibawah target
kasus Diabetes Militus ke RS
Cakupan Kegiatan Penjaringan Penemuan 80,00 100,00 0.37
Masih Dibawah target
Kasus Gangguan Pendengaran di SD/MI
Cakupan Kasus Gangguan Pendengaran di 100,00 0,48 0.50
Masih Dibawah target
SD/MI yang ditangani
UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT
Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut 70,00 31,23 27.79 Masih Dibawah target
Cakupan Pembinaan Usia Lanjut pada 100,00 100,00 100.00
Kelompok Usia lanjut
UPAYA KESEHATAN TRADISIONAL
Cakupan Pembinaan Upaya Kesehatan 13,00 100,00
Masih Dibawah target
Tradisional (Kestrad)
Cakupan Pengobat Tradisional Terdaftar/ 100,00 100,00
Masih Dibawah target
berijin
Cakupan Pembinaaan Kelompok Taman Obat 100,00 100,00
Masih Dibawah target
Keluarga (TOGA)

a. Penetapan Urutan Prioritas Masalah

Berdasarkan hasil identifikasi masalah maka perlu disusun prioritas masalah sesuai

dengan kemampuan sumber daya puskesmas seperti SDM, dana dan sarana yang di

puskesmas. Untuk mengetahui hasil penyusunan prioritas masalah maka dilakukan

perhitungan dengan mengacu kepada buku Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas

(Depkes:2006) sebagai berikut :

TABEL 3.2
PENETAPAN URUTAN PRIORITAS MASALAH KESEHATAN DI PUSKESMAS CIPEUNDEUY
TAHUN 2018

Kriteria

No Masalah Peringkat
Urgensi Keseriusan Perkembangan
Total
(U) (S) (G)

Cakupan Institusi Kesehatan ber-


1 3 4 3 36 14
PHBS

Cakupan Pengkajian dan Pembinaan


2 5 4 4 80 5
PHBS di Tatanan Rumah Tangga

Cakupan Pemberdayaan Masyarakat


3 melalui Penyuluhan Kelompok oleh 3 3 3 27 16
Petugas di Masyarakat

4 Cakupan Keshatan Lingkungan (SAB, 5 4 4 80 6


SPAL dan TPM)

Cakupan Pertolongan Persalinan oleh


5 5 4 3 60 9
Tenaga Kesehatan

Cakupan Neonatus dengan Komplikasi


6 4 3 4 48 10
yang ditangani

7 Cakupan Pelayanan Anak Balita 4 3 4 48 11

8 Cakupan Peserta KB Aktif 3 4 4 48 12

9 Cakupan Keluarga Sadar Gizi 5 5 5 125 1

10 Cakupan Balita Ditimbang (D/S) 5 5 4 100 2

Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A


11 5 5 5 125 3
bagi Ibu Nifas

Cakupan Distribusi Tablet Fe 90 tablet


12 5 4 4 80 4
pada ibu hamil

13 Cakupan ASI Eksklusif 5 5 3 75 8

Cakupan, BIAS DT, BIAS TT, BIAS


14 5 5 4 80 7
Campak, Bumil TT2+,

15 Cakupan Pengendalian KLB 3 3 3 27 17

16 Cakupan Penderita Peneumonia Balita 3 3 4 36 15

Cakupan Penderita DBD yang


17 3 3 2 18 22
ditangani

18 Kunjungan Rawat Jalan Gigi 3 3 3 27 18

Cakupan Jumlah Pemeriksaan


19 3 3 3 27 19
Laboratorium yang dirujuk

Cakupan Pembinaan Kelompok


20 3 3 2 18 23
Olahraga

21 Cakupan kesehatan kerja 3 3 2 18 24

Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi


22 3 3 3 27 20
di Masyaakat

Cakupan Penanganan Siswa SD yang


23 Membutuhkan Perawatan Kesehatan 3 3 2 18 25
Gigi

24 Cakupan Kesehatan Jiwa 3 3 3 27 21

25 Cakupan Kesehatan Indra 3 2 2 12 26

Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia


26 4 3 4 48 13
Lanjut

27 Cakupan Kesehatan Tradisional 3 2 2 12 27

Berdasarkan penetapan prioritas masalah yang terpilih maka urutan prioritas masalah
yang terpilih di Puskesmas Cipeundeuy tahun 2018 sebagai berikut :
1. Cakupan Keluarga Sadar Gizi
2. Cakupan Balita Ditimbang (D/S)
3. Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A bagi Ibu Nifas
4. Cakupan Distribusi Tablet Fe 90 tablet pada ibu hamil
5. Cakupan ASI Eksklusif
6. Cakupan Pengkajian dan Pembinaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga
7. Cakupan Keshatan Lingkungan (SAB, SPAL dan TPM)
8. Cakupan P2P Imunisasi
9. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
10. Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang ditangani
11. Cakupan Pelayanan Anak Balita
12. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut
b. Perumusan masalah dan Akar Penyebab Masalah
Berdasarkan ketersediaan anggaran dan kemampuan SDM serta keterbatasan waktu,
maka dari beberapa prioritas masalah terpilih hanya akan dirumuskan akar penyebab
masalahnya untuk di intervensi, yaitu terhadap permasalahan berikut :
1. Rendahnya Cakupan Gizi Masyarakat
2. Rendahnya Cakupan tatanan PHBS RT
3. Rendahnya Cakupan Kesehatan Lingkungan
4. Rendahnya Cakupan P2P Imunisasi
5. Rendahnya Cakupan Kesehatan Lanjut Usia

TABEL 3.3
AKAR PENYEBAB MASALAH KESEHATAN DI PUSKESMAS CIPEUNDEUY TAHUN 2018

Akar Penyebab Masalah


No Masalah
Manusia Metode Sarana Dana Lingkungan
1 Cakupan  Balita rewel  Sistem 5 meja  Informasi  Dessa terlalu  Kader yang
balita tidak mau di tidak berjalan jadwal mengharapk ditugaskan
ditimbang timbang  Kurangnya posyandu an 100% kurang aktif
(D/S)  Ibu balita acuh keterampilan kurang dana  Kurangnya
akan kader dalam  Alat posyandu di kepedulian
peertumbuhann melakukan antropometri cover oleh dan peran
ya pengukuran rusak Puskesmas masyarakat
 Tenaga  Kerjasama  PMT  Tidak ada dalam
posyandu dengan TOMA penyuluhan dana untuk menukung
 Kurangnya dan TOGA yang diberikan membeli alat program
pengetahuan kurang kurag menarik ukur  Akses menuju
ibu tentang  Petugas terlalu  Kurangnya  Anggaran posyandu jauh
pentingnya monoton media dana yang  Kader memiliki
pemantauan dalam informasi diberikan aktifitas yang
pertumbuhan melakukan tantang untuk kader lain
anak di suatu program pentingnya masih kecil  Cuaca
posyandu sehingga minat penimbangan  Banyaknya (musim)
 masyarakat balita program
kurang Puskesmas
 Kurangnya yang perlu
penyuluhan didanai
tentang
pentingnya
penimbangan

2 ASI  Kurannya  Sosialisasi  Alat penyuluhan  Minimnya  Pola pikir


Ekslusif pengetahuan kurang  Tidak adanya dana masyarakat
masyarakat  Kurangnya ruang konseling Untuk yang masih
 Mitos yang sarana informasi gizi program ASI terikat
berkembang  Pencatatan dan Ekslusif kebiasaan.
 Kurangnya pelaporan  Dukungan
dukungan kurang baik keluarga dan
pemerintah masyarakat
setempat tidak ada
 Peranan petugas
kurang
 Pemberdayaan
kader kurang

3 Desa  Peranan  Pengisian  Kurannya alat  Tidak semua  Pendidikan


tatanan petugas dan pendataan tidak penyuluhan kegiatan dan ekonomi
PHBS RT sesuai indicator terbiayai
kader  Sarana masih rendah
 Kurang
kesehatan transportasi  Daerah sulit di
maksimalnya
masih kurang pendekatan petugas jangkau
 Kurangnya terhadap TOMA,  Kesadaran
dukungan TOGA, dsb dan
pemerintah pemahaman
setempat masih kurang
 Kurannya
pengetahuan
masyarakat
 Kebiasaan
masyarakat
yang sulit di
rubah
 Kurangnya
PSM dalam
pembentukan
desa Siaga
 Masih ada
anggapan
Posyandu
masih milik
kesehatan
 Kader yang
selalu ganti-
ganti
 Kurangngya
SDM

4 Kesehatan  Kurangnya  sosialisasi  minimnya alat  daya beli  kebiasaan


Lingkungan dukungan kurang peraga untuk masyarkat masyarakat
pemerintah  tidak adanya petugas masih kurang  geografis
setempat program  kurang optimal
percontohan klinik sanitasi
 Kurangya untuk kesling
kesadaran
masyarakat
 tidak adanya
kader kesling
5 P2P  Peranan  Data Imunisasi  Pemanfaatan  Pendidikan
Imunisasi petugas dan yang tidak polindes/posya dan ekonomi
-
kader akurat ndu/ bides masih rendah
kesehatan  Pencatatan masih kurang  Daerah sulit di
masih kurang dan pelaporan  Coldbag jangkau
 Tingkat tidak tertib kurang
pengetahuan  Penyuluhan  Sarana
dan kesadaran kurang penyuluhan
masyrakat  Jumlah
masih kurang pemberian
 Mitos yang vaksin tidak
berkembang di sesuai dengan
masyarakat jumlah balita

6 Persalina  Peranan  Kemitraan  Pemanfaatan  Penggunaan  Pendidikan


n oleh petugas dan dukun, kader polindes/posya BPJS kurang dan ekonomi
Nakes kader dan paraji ndu/ bides ? Optimal masih rendah
kesehatan  Data KIA tidak PONED masih  Tidak  Masih
masih kurang akurat kurang adanya dana dominan
 Masih banyak  RR tidak tertib  Transfortasi tabulin peranan Paraji
dukun paraji  Protap kurang  Akses
 Skill petugas  Penyuluhan  Sarana palayanan
 Kurangnya penyuluhan kesehatan
dukungan dari  Penggunaan
pemerintah Ambulance
setempat belum
 Pengetahuan maksimal
masyarakat
7 Komplikasi  Peranan  Kemitraan  Minimnya  Ekonomi  Kebiasaan
kebidanan petugas dan paraji dan transportasi Masyarakat masyarakat
yang kurang lambat dalam
kader bidan  Prasarana
ditangani mampu mengambil
kesehatan  Protap masih kurang keputusan
masih kurang  Sosialisasi  Letak geografis
 Masih banyak kurang
dukun paraji
 Kurangnya
dukungan dari
pemerintah
setempat
 Skill petugas
 Pengetahuan
masyarakat
8 Komplikasi  Peranan  Kemitraan  Minimnya  Ekonomi  Kebiasaan
kebidanan petugas dan paraji dan transportasi Masyarakat masyarakat
yang kurang lambat dalam
kader bidan  Prasarana
ditangani mampu mengambil
kesehatan  Protap masih kurang keputusan
masih kurang  Sosialisasi  Letak geografis
 Masih banyak kurang
dukun paraji
 Kurangnya
dukungan dari
pemerintah
setempat
 Skill petugas
 Pengetahuan
masyarakat
9 Kesehatan  Kurangnya  Pencatatan  Minimnya  Minimnya  Posisi posbindu
lanjut usia kesadaran dan pelaporan transportasi jauh
dana untuk
terhadap lansia kurang tertib  Kurangnya
kegiatan
untuk datang k  Sosialisasi KMS untuk
epos bindu program lansia kesehatan
 Sosialisasi kurang lansia
program belum
optimal
 Lansia malas
untuk dating ke
posbindu
 Tidak adanya
pengobatan
 Tidak adanya
kader untuk
posbindu

c. Penetapan Penyebab Masalah


Berdasarkan akar penyebab masalah tersebut maka perlu merumuskan prioritas
penyebab masalah yang masalah yang dapat dintervensi oleh puskesmas sesuai
kemampuan sumber daya yang ada. Penyebab masalah yang tidak dapat diintervensi oleh
puskesmas maka dapat diusulkan ke dinas kesehatan atau lintas sektor terkait dalam
lokakarya puskesmas dan musrenbang kecamatan atau kabupaten. Penyebab masalah
yang terpilih dapat dilihat pada tabel berikut ini :

TABEL 3.4
AKAR PENYEBAB MASALAH KESEHATAN TERPILIH
DI PUSKESMAS CIPEUNDEUY TAHUN 2018
Akar Penyebab Masalah
No Masalah
Manusia Metode Sarana Dana Lingkungan
1 Cakupan  Balita rewel tidak  Sistem 5  Informasi  Dessa  Kader yang
balita mau di timbang meja tidak jadwal terlalu ditugaskan
ditimbang  Ibu balita acuh berjalan posyandu menghara kurang aktif
(D/S) akan  Kurangnya kurang pkan  Kurangnya
pertumbuhannya keterampilan  Alat 100% kepedulian dan
 Tenaga kader dalam antropometri dana peran
posyandu melakukan rusak posyandu masyarakat
 Kurangnya pengukuran  PMT di cover dalam
pengetahuan ibu  Kerjasama penyuluhan oleh menukung
tentang dengan yang diberikan Puskesm program
pentingnya TOMA dan kurag menarik as  Akses menuju
pemantauan TOGA  Kurangnya  Tidak ada posyandu jauh
pertumbuhan kurang media dana  Kader memiliki
anak di posyandu  Petugas informasi untuk aktifitas yang
 terlalu tantang membeli lain
monoton pentingnya alat ukur  Cuaca (musim)
dalam penimbangan  Anggaran
melakukan balita dana
suatu yang
program diberikan
sehingga untuk
minat kader
masyarakat masih
kurang kecil
 Kurangnya  Banyakny
penyuluhan a
tentang program
pentingnya Puskesm
penimbangan as yang
perlu
didanai

2 Desa  Peranan petugas  Pengisian  Kurannya alat  Tidak  Pendidikan dan


tatanan dan kader pendataan penyuluhan semua ekonomi masih
PHBS RT tidak sesuai kegiatan
kesehatan masih  Sarana rendah
indicator terbiayai
kurang  Kurang transportasi  Daerah sulit di
 Kurangnya maksimalnya petugas jangkau
pendekatan
dukungan  Kesadaran dan
terhadap
pemerintah pemahaman
TOMA, TOGA,
setempat dsb masih kurang
 Kurannya
pengetahuan
masyarakat
 Kebiasaan
masyarakat yang
sulit di rubah
 Kurangnya PSM
dalam
pembentukan
desa Siaga
 Masih ada
anggapan
Posyandu masih
milik kesehatan
 Kader yang selalu
ganti-ganti
 Kurangngya SDM

3 Kesehatan  Kurangnya  sosialisasi  minimnya alat  kebiasaan


Lingkungan dukungan kurang peraga untuk  daya beli masyarakat
pemerintah  tidak adanya petugas masyarkat  geografis
program  tidak adanya masih
setempat
percontohan klinik sanitasi kurang
 Kurangya untuk kesling
kesadaran
masyarakat
 tidak adanya
kader kesling

4 P2P  Peranan petugas  Data  Pemanfaatan  Pendidikan dan


Imunisasi dan kader Imunisasi polindes/posya ekonomi masih
kesehatan masih yang tidak ndu/ bides rendah
kurang akurat masih kurang  Daerah sulit di
 Tingkat  Pencatatan  Coldbag jangkau
pengetahuan dan dan kurang
kesadaran pelaporan  Sarana -
masyrakat masih tidak tertib penyuluhan
kurang  Penyuluhan  Jumlah
 Mitos yang kurang pemberian
berkembang di vaksin tidak
masyarakat sesuai dengan
jumlah balita

5 Kesehatan  Kurangnya  Pencatatan  Minimnya  Minimnya  Posisi posbindu


lanjut usia kesadaran dan transportasi jauh
dana untuk
terhadap lansia pelaporan  Kurangnya
kegiatan
untuk datang k kurang tertib KMS untuk
epos bindu  Sosialisasi lansia kesehatan
 Sosialisasi program lansia
program belum kurang
optimal
 Lansia malas
untuk dating ke
posbindu
 Tidak adanya
pengobatan
 Tidak adanya
kader untuk
posbindu

d. Penetapan Pemecahan Masalah


Berdasarkan prioritas masalah dan penyebab masalah yang terpilih maka perlu menyusun
penetapan pemecahan masalah yang akan diintervensi oleh puskesmas sesuai
kemampuan sumber daya yang ada. Prioritas masalah dan penyebab masalah tersebut
yang dituangkan tabel penetapan pemecahan masalah kesehatan sebagaimana pada
tabel berikut ini :
TABEL 3.5
PENETAPAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN
DI PUSKESMAS CIPEUNDEUY TAHUN 2018
Prioritas Alternatif Pemecahan
No Penyebab Masalah Pemecahan Masalah Terpilih Ket
Masalah Masalah
1 Cakupan Kurangnya keterampilan
balita kader dalam melakukan
ditimbang pengukuran dan konseling
(D/S)
SDM kurang memahami Pelatihan kader (Refreshing Pelatihan kader (Refreshing
dalam melakukan Kader) Kader)
modifikasi menu untuk
balita yang mudah dengan
menggunakan pangan
local
Kurangnya pengetahuan
kader, TOMA,TOGA dan
ibu balita terkait gizi serta
pentingnya pemantauan
pertumbuhan anak
Kurangnya inovasi dalam Demonstrasi pembuatan PMT Demonstrasi pembuatan PMT
pelaksanaan posyandu penyuluhan penyuluhan
Balita rewel dan tidak Modifikasi dacin Modifikasi dacin
mau ditimbang
Alat antropometri tidak Mengajukan alat antropometri Mengajukan alat antropometri
berfungsi dengan bener
Kurangnya media Pengadaan poster atau leaflet Pengadaan poster atau leaflet
informasi tentang
pentingnya pemantauan
pertumbuhan balita
2 Desa Peranan petugas dan Refreshing kader, pembinaan Refreshing kader, kinerja
tatanan kader kesehatan masih petugas secara berkala, petugas Promkes
PHBS RT kurang regulasi dan monev,
meningkatkan kinerja petugas
Promkes
Kurangnya dukungan Kemitraan dan regulasi Pembentukan Perdes
pemerintah setempat
Kurangnya pengetahuan Penyuluhan yang efektif dan Penyuluhan, assessment, kerja
masyarakat, Kebiasaan efisien, assessment desa sama lintas sector, peningkatan
masyarakat yang sulit di siaga, pemberdayaan Pelayanan kesehatan di tingkat
rubah, Masih ada masyarakat dengan posyandu, kerjasama lintas
anggapan Posyandu melibatkan TOMA, TOGA, program
masih milik kesehatan, kerjasama lintas program
Kurangnya PSM dalam
pembentukan desa Siaga

Kader yang selalu ganti- Kerjasama lintas sector, Pembentukan SK


ganti regulasi dan pengawasan
Kurangnya alat Pengadaan, pengajuan ke Pengajuan ke dinas
penyuluhan dinas kesehatan/JKN kesehatan/JKN

Kurangnya SDM Pengajuan , mengoptimalkan Mengoptimalkan SDM yang ada


SDM yang ada.

3 Kesehatan Kurangnya dukungan Kemitraan dan regulasi Kerjasama lintas sektor


Lingkungan pemerintah setempat

Kurangya kesadaran Penyuluhan Penyuluhan


masyarakat

tidak adanya kader kesling Pembentukan kader khusus pemberdayaan kader Posyandu
kesling, pemberdayaan kader menjadi kader kesling
Posyandu menjadi kader
kesling
tidak adanya program pembinaan cakupan program pembinaan cakupan program
percontohan untuk kesling kesling yang rendah, studi kesling yang rendah
banding
4 P2P Peranan petugas dan Refreshing kader, pembinaan Refreshing kader dan
Imunisasi kader kesehatan masih petugas secara berkala, meningkatkan kinerja petugas
kurang regulasi dan monev, imunisasi
meningkatkan kinerja petugas
imunisasi
Tingkat pengetahuan dan Penyuluhan Penyuluhan
kesadaran masyarakat
masih kurang

Mitos yang berkembang di Kerjasama lintas sektor Meningkatkan kerjasama


masyarakat dengan TOMA, TOGA

Data imunisasi dan Pendataan ulang, Pembinaan Validasi data, pemetaan dan
pencatatan yang kurang Kapus ayau dinas, pelatihan PWS tiap desa. Pembinaan dan
baik petugas pelatihan petugas.
Coldbag kurang Pengadaan / pengajuan Pengadaan coldpag
sarana
Pemanfaatan memaksimalkan pemanfaatan meningkatkan pelayanan
polindes/posyandu/ bides polindes dan posyandu, kesehatan di tingkat polindes
masih kurang kerjasama lintas program dan posyandu, kerjasama lintas
program
5 Kesehatan Kurangnya kesadaran penambahan kader lansia Penambahan kader lansia,
lanjut usia terhadap lansia untuk memperdayakan kader Pembinaan kader lansia
datang k epos bindu posyandu, pembinaan kader
lansia, inovasi PMT sesuai
kebutuhan lansia,
Sosialisasi program Meningkatkan kegiatan Pelayanan kesehatan di
belum optimal program Posbindu dengan 1 binaan
Melakukan penyuluhan di
posbindu setiap binaan
Sosialisasi lintas sektor
mengenai pelayanan lansia,
Tidak adanya Pembinaan oleh dinas,monev, Pembinaan dinas, kerjasama
pengobatan dan pelatihan, kerjasama dengan dengan program P2PTM
pemeriksaan lab program P2PTM
sederhana
Tidak adanya kader Pembentukan kader khusus pemberdayaan kader Posyandu
untuk Posbindu posbindu, pemberdayaan menjadi kader posbindu
kader Posyandu menjadi
kader posbindu
Pencatatan dan Validasi data, perbaikan Perbaikan laporan
pelaporan kurang baik laporan
Minimnya transportasi Kerjasama dengan ambulan Kerjasama dengan ambulan
desa siaga desa siaga
Dengan melihat hasil penetapan pemecahan masalah kesehatan maka puskesmas
dapat menyusun Rencana Kerja Puskes
B. Penyusunan Rencana

Berdasarkan analisis situasi dan capaian program kesehatan maka disusun

identifikasi masalah sebagaimana pada tabel dibawah ini.


RENCANA USUSLAN KEGIATAN (R U K) PUSKESMAS CIPEUNDEUY TAHUN 2020

Target Penanggung Kebutuhan Waktu Sumber


No Upaya Kesehatan Kegiatan Tujuan Sasaran Mitra Kerja Kebutuhan Anggaran Indikator Kinerja
Sasaran jawab Sumber Daya Pelaksanaan Pembiayaan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
A. UKM ESSENSIAL

Modul/ KIT PMBA,


Seluruh sasaran penerima Bahan Praktek
Vitamin A terdata dengan 6-11 bln Pelatihan,
akurat Perlengkapan
peserta, Fotocopy,
Sewa ruang, Lintas sektor,
Persiapan Vitamin A 100% TPG Jan & Jul
Makan minum, kader
snack, bahan
kontak, Transport,
Pendataan berjalan lancar, uang saku,
12-59 bln
tepat waktu Honorarium,
transport panitia

Seluruh sasaran mendapat


Pencapaian diatas target
vit. A & pendisitribusian
90%
berjalan lancar Balita Usia 6 - 59 Feb, Mar, Agust,
Pemberian kapsul Vitamin A 90% TPG Transport petugas Bidan Desa Rp 2,520,000 BOK
bulan Sept
Menjaring kembali sasaran
Seluruh sasaran mendapat
Vit. A yang belum
Vit. A
mendapat Vit. A

Jan, Feb, Mar, Apr,


Mendeteksi sedini mungkin Balita yg diduga Semua balita Bidan Desa, Semua balita gizi buruk
Kunjungan rumah TPG Transport petugas Mei, Jul, Sept, Okt, Rp 3,900,000 BOK
kasus kekurangan gizi gizi buruk dapat dilacak Kader, Linsek terlacak
Nov, Des

Mengetahui prevalensi
Seluruh sasaran ditimbang
status gizi balita di wilayah
ke Posyandu
kerja Seluruh bayi dan
balita yang ada di Bidan Desa, Penimbangan &
Pemantauan Status Gizi 100% TPG Transport petugas Agustus Rp 3,620,000 BOK
1 GIZI wilayah kerja (0 - Kader, Linsek pengukuran dilakukan
Mengetahui peran serta 59 bulan) dengan benar sehingga
masyarakat
status gizi bisa ditentukan
dengan benar
Mengetahui penggunaan
Penggunaan garam iodium
garam beriodium di tingkat
meningkat
RT Garam yg Transport petugas, Bidan Desa,
Garam Beriodium 1 TPG Juni Rp 1,140,000 BOK
digunakan di RT ATK Kader
Mengetahui KADARZI di
KADARZI meningkat
wilayah kerja

Meningkatkan cakupan ASI


ekslusif Konsumsi,
3 Desa
Trasportasi, Kader, Bidan Desa, Meningkatkan cakupan ASI
Pelatihan Kader Kader cakupan ASI TPG Mei, Sept, Okt Rp 4,700,000 BOK
Meningkatkan pengetahuan ATK, Uang saku Linsek ekslusif ≥60%
terendah
& keterampilan kader panitia

3 Desa yg D/S
<80% Transport,
Transport Kader, Bidan Desa, Meningkatnya cakupan D/S
Praktek pembuatan MP-ASI lokal Meningkatkan cakupan D/S D/S ≥ 80% TPG Apr, Nov, Des Rp 3,750,000 BOK
Snack, bahan Linsek ≥80%
Ibu hamil, kader,
kontak
ibu balita

Bumil KEK
3 Desa Rp 840,000 Semua bumil KEK & balita
Mengetahui perkembangan penerima PMT Lintas sektor, gizi buruk yang menerima
Monitoring PMT cakupan ASI TPG Transport petugas Okt - Des BOK
dari pemberian PMT kader PMT terjadi perubahan
terendah
BalitaKEK Rp 2,520,000 status gizi

Pengelola Laporan bulanan tepat


Konsultasi dan laporan program Mengetahui kinerja
program gizi 100% TPG Transport petugas Dinkes KBB Jan - Des Rp 2,100,000 waktu & terdokumentasi BOK
gizi program setiap bulan
Dinkes KBB dengan baik
JUMLAH Rp 25,090,000

Jumlah terduga
TB. Jumlah kasus Form TB 03, Form Terlaporanya program TB
Pelaporan & konsultasi program Mengetahui laporan Pengelola
TB dan TB yg 100% TB 06, Laptop, Dinkes KBB Jan - Des Rp 2,100,000 sebelum tanggal 17 di BOK
TB program TB setiap bulan program TB
diobati, angka software, SITT setiap bulannya
kesembuhan

Keadaan umum & TTU


Pendampingan pasien TB RO ke Penanganan dasar efek 12 x Pengelola Surat rujukan Poli TB MDR
Pasien TB MDR Jan - Des Rp 4,200,000 Pasien TB MDR dalam BOK
2 P2P TB RS rujukan TB samping obat pendampingan program TB pasien kontrol RSHS
batuk normal

Pencatatan &
Peningkatan cakupan
pelaporan
penemuan terduga TB
pengobatan TB Pengelola Petugas Adanya alur pemeriksaan
Monitoring DPM/ BP melalui penguatan jejaring 4 DPM Form TB 05 Nov - Des Rp 180,000 BOK
oleh DPM, BP di program TB Surveilans pasien di DPM
layanan TB (public - private
wilayah kerja
mix)
Puskesmas

JUMLAH Rp 6,480,000

Seluruh anak Pengelola


Mengetahui sasaran
Pendataan Sasaran Imunisasi sasaran usia 1-3 7 Desa Program P2P Format pendataan Bidan Desa Januari Rp 390,000 Didapatnya semua sasaran BOK
Imunisasi per Desa
tahun Imunisasi

Pengelola
Meningkatkan cakupan Bayi usia 4-3
Sweeping Imunisasi IPV 100% Program P2P Vaksin, Spuit Bidan Desa Jan - Des - -
imunisasi IPV tahun
Imunisasi

Pengelola Vaksin, carier,


Tersedianya logistik & Pengelola vaksin Sopir Tersedianya vaksin &
Pengambilan logistik dan vaksin 12 kali Program P2P surat permintaan Jan - Des Rp 4,200,000 BOK
3 P2P IMUNISASI vaksin di Puskesmas Dinkes KBB ambulance logistik yang memadai
Imunisasi vaksin

Pengelola
Terlaksananya BIAS di SD/ Anak sekolah SD/ Vaksin, format, Semua anak usia kelas 1,
Pelaksanaan BIAS SD/ MI 28 SD/ MI Program P2P Bidan Desa Sept Rp 9,420,000 BOK
MI MI spuit 2, 5
Imunisasi
C. Penyusunan Rencana Pelaksanaan (Plan Of Action)

Berdasarkan prioritas masalah dan penyebab masalah yang terpilih maka perlu

menyusun penetapan pemecahan masalah yang akan diintervensi oleh puskesmas

sesuai kemampuan sumber daya yang ada. Prioritas masalah dan penyebab masalah

tersebut yang dituangkan tabel penetapan pemecahan masalah kesehatan

sebagaimana pada tabel berikut ini : (RPK 2019)


RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN (RPK) PUSKESMAS CIPEUNDEUY
TAHUN 2020

Target Penanggung Volume Lokasi


NO Upaya Kesehatan Kegiatan Tujuan Sasaran Jadwal Rincian Pelaksanaan Biaya
sasaran Jawab Kegiatan Pelaksanaan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A. UKM ESSENSIAL
Modul/KIT PMBA
(Peserta 8-12 12 set x 1 kl x Rp 750,000 Rp 9,000,000
orang)
Belanja Bahan
Praktek Pelatihan 1 kls x 1 pkt x Rp 2,300,000 Rp 2,300,000
Kader PMBA
Belanja
Perlengkapan
1 kls x 12 org x Rp 200,000 Rp 2,400,000
Peserta Pelatihan
kader PMBA
Fotocopy Pelatihan
1 kls x 1000 lbr x Rp 300 Rp 300,000
kader PMBA
Sewa ruang
Pelatihan kader 1 kls x 3 hr x Rp 500,000 Rp 1,500,000
PMBA
Seluruh kader Jamuan makan box
1. Edukasi (Pelatihan Kader/
mendapatkan pelatihan Kader TPG 1 kali Jul-19 pelatihan kader 1 kls x 3 hr x Rp 40,000 Rp 120,000 Desa BOK
Konselor PMBA)
PMBA PMBA
Jamuan snack box
pelatihan kader 16 org x 3 kl x Rp 15,000 Rp 720,000
PMBA
Bahan Kontak untuk
balita (Praktek
1 kls x 16 org x Rp 20,000 Rp 320,000
Pelatihan Konselor
PMBA)
Transport ibu balita
(Praktek Pelatihan 1 kls x 16 org x Rp 50,000 Rp 800,000
Konselor PMBA)
uang saku peserta 12 org x 3 hr x Rp 100,000 Rp 3,600,000
Honorarium
3 org x 3 hr x Rp 200,000 Rp 1,800,000
fasilitator (3 orang)
Transport panitia (1
1 org x 3 hr x Rp 60,000 Rp 180,000
orang)

Jamuan makan box 15 org x 1 kl x Rp 40,000 Rp 600,000

Jamuan snack box 15 org x 1 kl x Rp 15,000 Rp 225,000

2. Sosialisasi Gizi Seimbang (Isi Seluruh kader mengerti Fotocopy Materi 300 lbr x 1 kl x Rp 300 Rp 90,000
Kader TPG 1 kali Jan-19 Desa BOK
Piringku) tentang Gizi Seimbang
Transport Petugas 2 org x 1 kl x Rp 60,000 Rp 120,000

Bahan Praktek/
Model Makanan 1 pkt x 1 kl x Rp 100,000 Rp 100,000
(bahan makanan)

Jamuan makan box 15 org x 1 kl x Rp 40,000 Rp 600,000

3. Kelompok Pendukung ASI/ Untuk meningkatkan Bumil dan Ibu Transport Petugas 2 org x 1 kl x Rp 60,000 Rp 120,000
60% TPG 4 kali Feb-19
Kelompok Pendukung PMBA cakupan ASI Ekslusif balita
Upaya Perbaikan Bahan Praktek/
1 Model Makanan 1 pkt x 4 kl x Rp 100,000 Rp 400,000
Gizi Masyarakat
(bahan makanan)
Desa BOK
Distribusi kapsul
Seluruh Sasaran 6 - 11 Bln dan 12- Februari Dan
Distribusi Vitamin A 90% TPG 14 kali vitamin A dosis 7 ds x 2 kl x Rp 60,000 Rp 840,000 Posyandu BOK
Mendapat Kapul Vitamin A 59 bln Agustus 2019
tinggi
1. Menjaring Kembali
Sweeping kapsul
sasaran Vitamin A yang 6 - 11 Bln dan Mar dan Ags
Sweeping Vitamin A 100% TPG 14 kali vitamin A dosis 7 ds x 2 kl x Rp 60,000 Rp 840,000 Posyandu BOK
belum Mendapat Kapsul 12 - 59 Bln 2019
tinggi
Vitamin A

Transport petugas
dalam rangka
Pemantauan garam beriodium Garam yang di gunakan di Rumah balita dan
100% TPG TPG 36 kali Juni 2019 monitoring garam 18 klt x 2 org x Rp 60,000 Rp 2,160,000 BOK
ditingkat rumah tangga rumah Tangga bumil
beriodium tingkat
rumah tangga

konsumsi ( aqua 3
16 skl x 1 kl x Rp 120,000 Rp 1,920,000
6. Sosialisasi dan Pembinaan Mencegah anemia pada dus)
Remaja putri 90% TPG 16 kali Feb-19 Sekolah BOK
TTD Rematri di tingkat sekolah Rematri

Transportasi
16 skl x 1 kl x Rp 60,000 Rp 960,000
petugas
Transport Petugas
untuk dapat memantau pada pemantauan
1. Pemantauan Pertumbuhan Balita 90% TPG 101 kali jan-des 2019 2 org x 101 kl x Rp 60,000 Rp 12,120,000 posyandu BOK
pertumbuhan balita pertumbuhan ke
posyandu
feb, Mart, Apr, Transport petugas
2. Pengumpulan dan validasi untuk dapat memantau
Posyandu 90% TPG 5 kali Ags, Sept pada pengumpulan 7 ds x 5 x x Rp 60,000 Rp 2,100,000 Puskesmas BOK
data e PPGBM pertumbuhan balita
2019 data e-PPGBM

Jamuan makan box 101 psy x 1 kl x Rp 40,000 Rp 4,040,000


Agar Karyawan
3. Sosialisasi e-PPGBM di tingkat Karyawan
mengetahui tentang e- 100% TPG 1 kali Jan-19 Desa BOK
puskesmas Puskesmas
PPGBM
Jamuan snack box 101 psy x 1 kl x Rp 15,000 Rp 1,515,000
Fotocopy Materi 300 lbr x 1 kl x Rp 300 Rp 90,000
Transport Petugas 2 org x 1 kl x Rp 60,000 Rp 120,000
Transport petugas
Kunjungan Rumah dalam rangka
pada Skrining aktif/
Pelacakan Gizi Buruk (BGM,2T, Menditeksi sedini mungkin Balita yg dicurigai Semua balita
TPG 48 kali jan-des 2019 Pelacakan Gizi 24 kasus x 6 org x Rp 60,000 Rp 8,640,000 Rumah balita Gizbur BOK
Kurus, Sangat Kurus, Sangat Kasus kekurangan gizi gizi buruk dapat dilacak
Buruk dan Masalah
kurang dll)
Gizi lainnya
Pengelola
Konsultasi dan Laporan Program Untuk Mengetahui kinerja Biaya transport
program Gizi 100% (12 kali) TPG 12 kali jan-des 2019 1 org x 12 kl x Rp 175,000 Rp 2,100,000 Dinkes KBB BOK
Gizi program setiap bulan petugas
Dinkes KBB
SUBTOTAL Rp 62,740,000

Jumlah terduga
TB. Jumlah kasus
Pelaporan & konsultasi program Mengetahui laporan Pengelola
TB dan TB yg 100% 12 kali Jan - Des Transport petugas 1 org x 12 kl x Rp 175,000 Rp 2,100,000 Dinkes KBB BOK
TB program TB setiap bulan program TB
diobati, angka
kesembuhan

Pendampingan pasien TB RO ke Penanganan dasar efek 12 x Pengelola


2 TB Pasien TB MDR 12 kali Jan - Des Transport petugas 2 org x 12 kl x Rp 175,000 Rp 4,200,000 Wilker BOK
RS rujukan TB samping obat pendampingan program TB

Pencatatan & Transport petugas


Peningkatan cakupan 1 org x 2 kl x Rp 40,000 Rp 80,000
pelaporan Kategori 1
penemuan terduga TB Seluruh posyandu
pengobatan TB Pengelola
Monitoring DPM/ BP melalui penguatan jejaring 4 DPM 4 kali Nov - Des yg ada di wilayah BOK
oleh DPM, BP di program TB
layanan TB (public - private Transport petugas kerja Puskesmas
wilayah kerja
1 org x 2 kl x Rp 50,000 Rp 100,000
D. Penyusunan kelengkapan Dokumen

Liat tata naskah