Anda di halaman 1dari 5

DISKUSI

FILUM COELENTERATA

1. Jelaskan fungsi dari rongga gastrovaskuler bagi hewan-hewan Coelenterata!

2. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari masing-masing nematokist !

3. Pada Hydra, testis dan ovarium serta sel-sel syaraf berasal dari perkembangan apa ?

4. Buatlah bagan yang menggambarkan siklus hidup Obelia ! Berikan keterangan fase mana yang
hidupnya berkoloni dan sesil!

5. Jelaskan fungsi gonangium dari hydranth!

6. Obelia menunjukkan gejala polimorfisme, apa maksudnya!

7. Buatlah bagan yang menggambarkan siklus hidup Aurelia!

8. Carilah perbedaan antara medusa Aurelia dan medusa Obelia yang terkait dengan ukuran , posisi
gonad, mesoglia, tentakel, manubrium dan mulut!

9. Jelaskan cara-cara perkembang biakan hewan berkarang, dan lengkapi dengan bagan siklusnya!

10. Sebutkan dan jelaskan tipe-tipe terumbu karang!

Jawab

1. Rongga gastrovaskuler memiliki fungsi sebagai tempat pencernaan dan peredaran makanan ke
seluruh tubuh.

2. Nematosit berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari serangan musuh maupun untuk melumpuhkan
calon mangsanya agar mudah ditangkap dan ditangani dalam proses pencernaan makanan.

3. Pada Hydra testis dan ovarium serta sel syaraf berasal dari sel intertisial.

a. Sel saraf ini merupakan derivate dari epidermis dan diduga perkembangan dari sel interstial
yang kemudian masuk kedalam lapisan mesoglea.

b. Sel-sel intersial di tempat-tempat tertentu mengadakan proliferasi dan bekambang menjadi


gonad. Dalam hal ini ada yang berkembang membentuk ovarium dan ada yang berkembang
membentuk testes. Selanjutnya dalam ovarium akan terjadi proses oogenesis dan terbentuk ovum,
sedangkan di dalam ovarium akan terjadi proses oogenesis dan terbentuk ovum, sedangkam di
dalam testis terjadi proses spermatoganesis dan terbentuk spermatozoid.

4. Obelia memiliki dua bentuk tubuh dasar yaitu medusa yang berenang dan polip yang sesil dan
berkoloni. Adapun bagan dari siklus hidup Obelia adalah sebagai berikut:
5. Gonangium, yaitu polip yang bertugas melakukan reproduksi vegetatif menghasilkan obelia dalam
bentuk medusa-medusa.

6. Obelia menunjukan gejala polimorfisme hal ini karena antara fase hidroidnya dengan fase
medusoidnya sangat berbeda sekali baik struktur maupun morfologi tubuhnya.

a. Fase polip adalah bentuk kehidupan Coelentarata yang menempel pada tempat hidupnya (hidup
melekat pada suatu subtrat pada bagian basal dan bagian distalnya bebas). Tubuh berbentuk
silindris, bagian proximal melekat dan bagian distal mempunyai mulut yang dikelilingi tentakel.
Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa macam bentuk (polimorfisme). Misalnya yang
berbeda fungsinya yakni ada polip untuk pembiakan yang menghasilkan medusa (gonozoid) dan
polip untuk makan yakni gastrozoid.

b. Fase medusa adalah bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau seperti lonceng yang dapat
berenang bebas, terapung dalam air. Reproduksinya dapat dilakukan secara aseksual dengan
membentuk tunas pada polip dan seksual dan penyatuan spermatozoa dan sel telur pada bagian
medusa.
7. Bagan siklus hidup Aurelia:

8. Perbedaan medusa Aurelia dan medusa Obelia adalah sebagai berikut:

a. Ukuran

1) Medusa berbebtuk seperti payung dengan diameter tubuh sekitar 6 atau 7 mm. hidupnya tidak
secara berkoloni melainkan secara soliter.

2) Ubur-ubur Scyphozoa ini bentuknya seperti payung yang tidak begitu cembung. Diameter
tubuh berkisar antara 7,5 cm hingga 30 cm, tetapi ada juga yang dapat mencapai 60 cm.

b. Posisi gonad

1) Gonad berbentuk bula dan memiliki 4 saluran radial yang tak bercabang . Tidak memiliki oral
arm serta tidak selalu memiliki statocyst. Medusa Obelia memiliki empat buah gonad, yang
terletak di bagian permukaan oral, yaitu kira-kira ditengah-tengah saluran radial. Gonad tersebut
membentuk oval seperti knop.

2) Pada tiap individu terdapat empat gonad berbentuk huruf U yang terletak di bagian bawah
kantung gastrik. Gonad berbentuk tapal kuda (ladam). Memiliki banyak saluran radial dan
memiliki oral arm serta selalu memiliki statocys.
c. Mesoglea

1) Mesoglea berada diantara dua lapisan jaringan. Mereka membawa saraf bersih tanpa otak atau
ganglia.

2) Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrisi.

d. Tentakel

1) Tidak dilengkapi dengan tangan mulut, tubuh medusa ini dilengkapi dengan 16-80 buah
tentakel yang bergelantungan dipermukaan oral dekat bagian tepi tubuh.

2) Masing-masing kantong gastric dilengkapi dengan tentakel internal endodermal lengkap


dengan nematokistnya, yang dapat digunakan untuk repararilis (menghancurkan) korban atau
mangsa yang baru ditelannya. Dilengkapi dengan tangan mulut di sekitar mulutnya.

e. Manubrium

1) Manubrium berbentuk bulat terletak di bawah saluran radial yang berlendir.

2) Manubrium terletak di tengah-tengah permukaan tubuh sebelah bawah (permukaan oral atau
permukaan sub-umbrella) dan muncul semacam kerongkongan pendek menggantung kebawah.

f. Mulut

1) Mulut terletak di ujung distal dari struktur tubuh utama. Bentuk obelia pada tahap medusa
seperti dayung “pada bingkainya” terdapat tentakel pendek.

2) Mulutnya terdapat pada pusat permukaan cekung dan dikelilingi oleh empat tentakel oral.
Mulut ini berhubungan dengan rongga enteron.

9. Perkembangbiakan terumbu karang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut:

a. Reproduksi aseksual biasanya dilakukan dengan cara membentuk tunas yang terus menerus
untuk menambah ukuran koloni tetapi tidak untuk membentuk koloni baru.

b. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara mengahsilkan larva planula yang berenang bebas
dan apabila larva itu menempel maka akan membentuk koloni baru. Karang mencapai dewasa
seksual pada usia antara 7-10 tahun. Adapun siklus hidup terumbu karang melalui perkembang
biakan secara aseksual adalah sebagai berikut:

10.Tipe terumbu karang

a. Terumbu karang tepi. Tumbuh dipesisir pantai pulau-pulau besar.Terumbukarang Tipe ini
terdapat di Bunaken (Sulawesi Utara), Nusa dua (Bali).

b. Terumbu karang penghalang terdapat di sekitar pulau besar atau benua seperti Great Barrier
Reef di Australia, Spermonde di Sulawesi Selatan.
c. Terumbu karang datar terdapat di belakang karang penghalang seperti Kepulauan Seribu di
DKI Jakarta dan Kepulauan Ujung Batu di Nanggroe Aceh Darussalam. d. Terumbu karang
cincin terbentuk dari tenggelamnya pulau vulkanik.Terdapat di Takabonerate di Sulawesi Selatan
dan di Pulau Mapia (Papua).