Anda di halaman 1dari 7

4.

Standar Kompetensi Guru


a. Guru
1) Kualifikasi Guru
Sekolah perlu meningkatkan kualifikasi minimal guru, pengembangn pendidik
dan tenaga kependidikan Kepala Sekolah dan guru mengajukan beasiswa untuk
studi S1/DIV.
2) Kompetensi Guru
 Guru belum mempunyai kualifikasi minimal
 Guru belum mempunyai sertifikat kompetensi yang dipersyaratkan
 Sebagian guru tepat waktu dalam kehadiran
 Sebagian guru yang disiplin menyiapkan dokumen RPP
Sekolah perlu meningkatkan kinerja pendidik di sekolah yang sudah memadai
dari sisi jumlah melalui pelatihan peningkatan mutu pada setiap tahun
pelajaran. Sekolah perlu meningkatkan kedisiplinan guru untuk menyiapkan
dokumen RPP Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala
sekolah melakukan penilaian kompetensi guru (PKG). Kepala Sekolah
melakukan penilaian kompetensi guru (PKG)

b. Tenaga Kependidikan
1) Kualifikasi tenaga kependidikan
Kepala sekolah mempunyai kualifikasi pendidikan minimal sekolah perlu
menambah tenaga administrasi di sekolah pengembangan pendidikan minimal
sekolah mengajukan tenaga honorer untuk tenaga Administrasi.

Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Sekolah Hasil EDS Tahap


Pencapaian SNP Rekomendasi Untuk Peningkatan atau Pengembangan
Program Kegiatan
 Sekolah belum mempunyai tenaga administrasi
 Sekolah belum mempunyai tenaga pustakawan yang menguasai IT
 Sekolah mempunyai penjaga sekolah tetapi belum mempunyai kualifikasi
pendidikan minimal
Sekolah perlu menambah tenaga perpustakawan, Sekolah perlu menambah
penjaga sekolah yang mempunyai kualifikasi pendidik minimal. Pengembangan
pendidik dan tenaga kependidikan sekolah dan tenaga kepenedidikan sudah
memenuhi kualifikasi. Sekolah mengajukan tenaga honorer untuk pustakawan
dan diusahakan untuk merekrut yang sudah memenuhi kualifikasi. Kepala
sekolah mengajukan pemenuhan tenaga penjaga sekolah kepada Pemerintah
Provinsi.

5. Standar Kompetensi Guru


a. Satuan Pendidikan, Lahan dan Bangunan
Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Sekolah Hasil EDS Tahap Pencapaian
SNP Rekomendasi Untuk Peningkatan atau Pengembangan Program
Kegiatan
1) Satuan Pendidikan
 Jumlah Rombel
2) Lahan dan Bangunan
 Luas lahan sekolah belum sesuai dengan SNP
Sekolah perlu menyesuaikan rasio luas lahan terhadap siswa sesuai SNP yaitu
36 Rombongan Belajar Rasio Maximum akan tetapi ruang kelas masih
kekurangan sehingga sementara menggunakan ruang lab Biologi, Kimia, dan
Fisika. Belum ada nya lan Bahasa sehingga kepala sekolah dan komite sekolah
perlu mengajukan pemenuhan sarana sekolah sesuai dengan SNP ke
pemerintah provinsi atau pihak-pihak yang berkepentingan.

Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Sekolah Hasil EDS Tahap


Pencapaian SNP Rekomendasi Untuk Peningkatan atau Pengembangan
Program Kegiatan
1) Ruang Kelas
 Ruang kelas kurang nyaman untuk belajar
Memprogramkan kenyamanan sekolah dalam RKAS
2) Ruang Perpustakaan
 Kelengkapan perabot perpustakaan belum sesuai dengan SNP
 Kurangnya kelayakan/kenyamanan ruang perpustakaan untuk belajar
Sekolah perlu menambah perabot perpustakaan sesuai dengan SNP, Sekolah
perlu membenahi ruang perpustakaan demi terciptanya kelayakan/kenyamanan
belajar di perpustakaan, Kepala sekolah dan komite sekolah mengajukan
pemenuhan kebutuhan buku perpustakaan kepada berbagai pihak terkait.
Sekolah memprogramkan kenyamanan ruang perpustakaan dalam RKAS
3) Laboratorium IPA
 Sekolah sudah memiliki ruang khusus Lab. IPA tetapi digunakan untuk
kelas.
Kepala sekolah dan Komite sekolah mengajukan ruang kelas baru, kepada
pihak yang terkait.
4) Ruang Pimpinan
 Kelengkapan sarana ruang kerja pimpinan sudah memenuhi SNP membuat
keputusan bersama antara kepala sekolah dengan komite sekolah untuk
program peningkatan kualitas ruang kerja melalui melengkapi perabotan
ruang kerja KS.
Sekolah perlu memenuhi kenyamanan ruang kerja pimpinan sesuai SNP
Pengembangan sarana dan prasarana.
5) Ruang Kerja Guru
 Kenyamanan ruang guru belum memenuhi SNP
 Belum terpenuhinys kelengkapan sarana ruang kerja guru
 Belum terpenuhinya kelayakan ruag kerja guru
Sekolah perlu memenuhi kenyamanan ruang kerja guru SNP Pengembangan
sarana dan prasarana, Sekolah perlu melengkapi sarana dan prasarana ruang
kerja guru. Sekolah perlu memenuhi kelayakan ruang kerja guru membuat
keputusan bersama antara kepala sekolah dengan komite sekolah untuk
program peningkatan kualitas ruang kerja guru melalui pembangunan ruang
kerja guru atau renovasi ruang kerja guru.
6) Tempat Ibadah
 Sarana ruang ibadah/ Masjid belum memenuhi SNP
Sekolah perlu memenuhi kelengkapan saran ruang beribadah sekolah,
mengevaluasi kelengkapan ruang di ruang ibadah siswa dan guru.
7) Ruang UKS
 Kelengkapan Ruang UKS belum memenuhi SNP
 Belum terpenuhinya kelayakan/kenyamanan ruang UKS
Sekolah perlu memenuhi kelengkapan saran ruang UKS, Sekolah perlu
memenuhi Kelayakan/kenyamanan ruang UKS. Sekolah membuat keputusan
bersama antara KepalaSekolah dan Komite Sekolah untuk program
peningkatan Kualitas ruang UKS melalui melengkapi kelengkapan sarana
UKS, Membuat keputusan pembangunan atau renovasi ruang UKS.
8) Jamban
 Kelayakan/kenyamanan ruang jamban belum sesuai oerbandingan jumlah
siswa
 Belum terpenuhinya Jumlah Kelengkapan saran jamban
Sekolah perlu melengkapi pengembangan sarana dan prasarana untuk
program peningkatan kualitas jamban.
9) Gudang
 Kelengkapan gudang belum terpenuhi
Sekolah perlu memenuhi kelengkapan gudang. Kepala sekolah
menganalisis kelengkapan gudang, mengadakan ruang yang sesuai SNP
pengembangan sarana dan prasarana sekolah serta membuat keputusan
bersama komite sekolah untuk pembangunan atau renovasi ruang gedung.
10) Tempat Bermain/OR
 Sekolah belum memiliki tempat bermain/OR yang memadai.
Sekolah perlu memenuhi tempat bermain/OR yang memadai
pengembangan sarana dan prasarana sekolah, serta membuat keputusan
bersama antara kepala sekolah dan komite sekolah untuk pembangunan
atau renovasi tempat bermain/OR
11) Lab. Bahasa
 Sekolah belum memiliki ruang khusus Lab. Bahasa
Sekolah perlu menambah gedung baru untuk Lab. Bahasa dan sekolah
mengajukan ruang Lab. Bahasa kepada pihak terkait..
12) Lab. TIK
 Sekolah sudah memiliki ruang khusus Lab. TIK
Sekolah perlu menambah computer baru untuk Lab. TIK dan pengembang
sarana dan prasarana sekolah membuat keputusan bersama antara kepala
sekolah dan komite sekolah untuk pengadaan computer.

6. Standar Kompetensi Guru


a. Perencanaan Program
Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Sekolah Hasil EDS Tahap Pencapaian
SNP Rekomendasi Untuk Peningkatan atau Pengembangan Program
Kegiatan
1) Cakupan dan Mekanisme Penetapan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
 Penyusunan Visi, Misi dan Tujuan belum sesuai SNP
Sekolah perlu menjelaskan secara jelas tujuan, dan harapan yang ingin dicapai
sekolah kepada semua pendidik. Pengembangan manajemen sekolah
mengadakan rapat koordinasi untuk merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah
para pemangku kepentingan
2) Sosialisasi Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
 Sosialisasi Visi, Misi dan Tujuan Sekolah sudah dilakukan kepada semua
warga sekolah.
 Warga sekolah sudah memahami visi, misi dan tujuan sekolah
3) Kepemilikan rencana kerja sekolah
 Sekolah memiliki dokumen rencana kerja sekolah dalam bentuk RKS
(Rencana Kerja Sekolah 4 tahunan) dan RKAS (rencana Kerja dan
Anggaran Sekolah)
 Penyusunan rencana kerja sekolah (RKS) sudah memperhatikan
pertimbangan Komite Sekolah

b. Pengelolaan PTK, dan Pelaksanaan kegiatan kesiswaan.


Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Sekolah Hasil EDS Tahap Pencapaian
SNP Rekomendasi Untuk Peningkatan atau Pengembangan Program
Kegiatan
1) Sekolah menyusun pedoman pengelolaan sekolah
 Sekolah sudah menyusun pedoman-pedoman pengelolaan sekolah
 Penyusun Struktur organisasi sekolah dilakukan secara efektif, efisien dan
adaptif
 Pelaksanaan program/kegitan sekolah belum maksimal
 Sekolah belum menerapkan prinsip-prinsip yang telah ditentukan

2) Kepala sekolah dan guru mengikuti workshop


 Persentase guru mata pelajaran di sekolah kami, hanya sebagian kecil yang
telah mengikuti pelatihan pemanfaatan IT/ICT
3) Sekolah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan pembelajaran.
 Budaya dan lingkungan sekolah belum kondusif untuk pembelajaran.
Sekolah perlu membuat budaya dan lingkungan secara kondusif untuk
pembelajaran, sekolah perlu melakukan penatan lingkungan sekolah dan kelas
dengan memperhatikan kenyamanan psikis, social, dan budaya belajar bafi
peserta didik dan tamanisasi.
4) Sekolah menyediakan akses laporan pengelolaan keuangan sekolah secara
transparan dan akuntabel
 Warga sekolah dapat mengakses laporan keuangan sekolah secara
transparan dan akuntabel
5) Sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain.
 Sekolah belum menjalin kemitraan dengan lembaga lain untuk mendukung
implementasi rencana kerja sekolah.
Sekolah perlu menjalin kemitraan dengan lembaga lain untuk mendukung
implementasi rencana kerja sekolah. Sekolah mengadakan pertemuan secara
berkala dengan pihak-pihak yang dianggap potensial, untuk memelihara dan
meningkatkan komitmen dalam pencapaian visi bersama sekolah.

c. Pengawasan dan Evaluasi


1) Sekolah melakukan evaluasi rencana kerja sekolah 2 kali setahun.
 Sekolah sudah melaksanakan program supervise dan evaluasi meliputi :
pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut
 Sekolah sudah melakukan tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan
program/kegiatan sekolah
2) Kepala sekolah melakukan evaluasi pendayagunaan pendidik
 Sekolah sudah melakukan evaluasi pendayagunaan pendidik pada setiap
akhir semester
3) Sekolah belum melakukan akreditasi BAN-SM
 Sekolah belum mengikuti akreditasi oleh BAN-SM
Sekolah perlu mengikuti akreditasi oleh BAN-SM. Kepala sekolah
mengadakan rapat akreditasi sesuai dengan peraturan yang berlaku BAN-SM
untuk menentukan status akreditasi sekolah.
4) Pelibatan/partisipasi Warga Sekolah
 Guru sudah dilibatkan dalam perumusan Visi, Misi dan Tujuan serta
penyusunan rencana kerja sekolah.
5) Kepala sekolah menerapkan kepemimpinan yang efektif
 Sesuai kompetensinya kepala sekolah dijadikan teladan bagi semua warga
sekolah
 Kepemimpinan kepala sekolah mampu menerapkan ciri-ciri kepemimpinan
yang efektif.
d. Sistem Informasi Manajemen
1) Sekolah menerapkan system informasi
 Warga sekolah, tidak mudah mengakses informasi dan pengaduan
Sekolah perlu menerapkan system informasi manajemen. Pengembang
manajemen beserta kepala sekolah dan komite sekolah membuat mekanisme
pengaduan terhadap pengelolaan sekolah, seperti menggunakan kotak
pengaduan, SMS, email, dll.

7. Standar Pembiayaan
a. Penyususnan Program Pembiayaan
1) RKAS disusun bersama-sama dengan komite sekolah dan mempertimbangkan
kemampuan ekonomi orang tua siswa
 Selalu melibatkan masyarakat yang berpartisipasi dalam rapat penetapan
besaran pembiayaan yang harus ditanggung oleh orang tua murid.
Sekolah perlu melibatkan tokoh masyarakat dalam penyusunan RAPBS.
Pengembangan manajemen sekolah, menyusun RKS dan RKAS dengan
mengundang/menghadirkan unsur-unsur : Kepala sekolah, guru, komite
sekolah, perwakilan orang tua, tokoh masyarakat, yang memungkinkan.

b. Penetapan besaran biaya operasional dan personali


1) Besaran standar biaya Operasional Non Personalia
 Besaran Biaya Operasi Nonpersonalia sekolah sudah dihitung berdadarkan
standar biaya per sekolah
Sekolah perlu menghitung besaran biaya nonpersonalia berdasarkan standar
biaya pengembangan manajemen sekolah. Pengembangan manajemen sekolah
mengadakan rapat penyususnan RKAS menyetujui besaran biaya operasi non
personalia berdasarkan standar biaya per sekolah. Sekolah mengadakan rapat
penyususnan RKAS menyetujui presentase minimum biaya berdasarkan
standar pembiayaan yang berlaku/diberlakukan

c. Pelaporan Pengelolaan Program Pembiayaan


1) Dokumen Laporan Pembiayaan Operasi Nonpersonalia
 Sekolah sudah menyusun laporan pengelolaan pembiayaan
 Kemudahan akses terhadap laporan keuangan

8. Standar Penilaian
a. Penerapan prinsip-prinsip penilaian
1) Penilaian dilakukan secara sahih
 Instrumen penilaian sudah sesuai dengan standar isi dan proses
pembelajaran
 Instrumen penilaian sudah sesuai dengan kompetensi yang diukur
 Nilai siswa sudah ditentukan berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.

2) Penilaian dilakukan secara objektif


 Sekolah belum tersedia, pedoman yang jelas untuk melaksanakan penilaian
Sekolah perlu menyediakan pedoman yang jelas untuk melaksanakan penilaian
pengembangan system penilaian berupa workshop penyamaan persepsi tentang
kriteria instrument yang baik.
3) Penilaian dilakukan secara adil
 Sekolah memberikan penilaian dilakukan tanpa membedakan hubungan
kekeluargaan, suku agama, budaya dan status social ekonomi
4) Penilaian dilakukan secara terpadu
 Sekolah belum melakukan penilaian untuk memantau penguasaan siswa
setelah mengikuti proses belajar mengajar
 Sekolah belum menggunakan hasil penilaian untuk memperbaiki proses
belajar mengajar. Pengembangan system penilaian mengolah data hasil
ulangan menjadi informasi yang bermakna bagi peserta didik. Mengolah
data hasil ulangan menjadi informasi yang bermakna bagi peserta didik.

5) Penilaian dilakukan secara terbuka


 Sudah tersedia prosedur, kisi-kisi dan kriteria penilaian di sekolah

6) Penilaian dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan


 Sekolah belum melakukan penilaian menggunakan beberapa instrument
sesuai dengan elemen kompetensi, yakni : kognitif, psikomotorik dan
efektif.
 Penilaian di sekolah sudah dilakukan secara berkesinambungan selama
proses belajar

7) Penilaian dilakukan secara akuntabel


 Sekolah belum. membuat memberi fasilitas kepada masyarakat untuk dapat
mengevaluasi prosedur, kriteria penilaian, dan hasil penilaian yang
dilakukan oleh guru/sekolah, Membuat laporan hasil penilaian kepada
pihak sekolah yang selanjutnya disampaikan kepada para stakeholder.

b. Teknik, Mekanisme dan Prosedure Penilaian


1) Tekni-teknik Penilaian
 Belum Guru membuat rancangan penilaian yang menggunakan berbagai
teknik penilaian, missal tes untuk prestasi belajar, pengamatan untuk
perilaku, lembar penilaian untuk proses pencapaian kompetensi.
 Guru sudah mengolah/menganalisis hasil penilaian untuk remisi/tugas
tambahan bagi siswa yang belum mencapai KKM. Guru perlu
menggunakan berbagai teknik penilaian untuk menilai hasil belajar
kognitif, ketrampilan, Afektif.