Anda di halaman 1dari 10

MATERI BUSANA BUTIK

Kelas XI Semester Genap


Guru Pengampu : Bu Ghoswatun Nisa, S.Pd & Najua, S.Pd

SMK SYAFI’IAKROM PEKALONGAN


Tahun Pelajaran 2018 - 2019

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
MATERI

PROSES PRODUKSI BUSANA INDUSTRI


1. Penggelaran Bahan /Speading
Penggelaran bahan merupakan kegiatan pengkondisian, pembukaan, penggelaran kain pada meja
cutting dengan panjang dan jumlah tumpukan tertentu untuk perlakuan proses pemotongan
bahan.
Metode Penggelaran Bahan
1) Metode manual, kain digelar secara manual tanpa alat oleh spreader

2) Metode semi otomaties, kain digelar dengan rol yang di gerakakn oleh spreader

3) Metode otomatis, kain di gelar secara mekanik 0leh mesin yang dikendalikan komputer

2.Pemotongan Bahan
Pemotongan bahan merupakan proses pencacahan lembaran kain menjadi bagian-bagian
potongan/bentuk tertentu yang merupakan bagian-bagian sebuah produk/apparel sesuai dengan
marker-nya
Metode Pemotongan Bahan:

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
a. Metode manual, yaitu cara pemotongan bahan yang dikendalikan oleh tangan/pemotongan
bahan yang dilakukan secara manual mesin potong digerakkan dengan tangan. Mesin potong
yang digunakan: round knife, straight knife, band knife.

b. Metode Otomatis
Mesin potong bahan otomatis merupakan mesin potong yang digerakkan oleh computer
(Computer Aided Machine/CAM).
3. Bundling dan Numbering
a. Bundling adalah proses pengikatan dan pemberian keterangan/informasi atau data pada
komponen-komponen pakaian sesuai dengan bagiannya sesudah cuting.
b. Proses Numberin adalah proses pemberian nomor pada bagian komponen– komponen pola
sesuai dengan urutannya saat penggelaran kain lembar demi lembar menjadi tumpukan
banyak, misal 150 lembar setiap tumpukan
4. Menjahit Secara Industri
Proses menjahit merupakan kegiatan utama dalam penciptaan sebuah produk. Dalam menjahit
kemeja dan celana diperlukan beberapa mesin jahit yang akan menghasilkan stitch.
a. Mesin jahit industri
Mesin jahit dan mesin penyelesaian yang dapat dipilih untuk membuat produk kemeja dan
celana panjang:
a) Lock Stitching, Menghasilkan jahitan lurus:
 Single needle, dikenal juga sebagai single stitching/top stitching; menggunakan
mesin lockstitching 1 jarum-2 benang; dibuat dengan menyatukan 2 lembar kain atau
lebih; benang atas dan bawah biasanya menggunakan benang yang sama;
kenampakan hasil jahitan atas dan bawah sama
 Doble chainstitching, dikenal juga sebagai single chain stitching, menggunakan
mesin chain stitching 2 jarum-4 benang; digunakan menyatukan 2 lembar kain atau
lebih dengan hasil tepi bersih; benang atas dan bawah menggunakan benang yang
sama namun benang tepi dan dalamnya dapat menggunakan benang yang berbeda
untuk mendapatkan efek dekoratif; digunakan untuk membuat jahitan yang
mensyaratkan kekuatan namun tetap elastis; kenampakan jahitan atas dan bawah
berbeda (dalam istilah dasar menjahit sering disebut kampuh sarung); penerapannya
untuk menjahit sisi kemeja, kerung lengan, pas bahu, pipa celana.
 Overlock/overdging, dikenal juga sebagai obras/overdger. Ada beberapa type
overlock/overdger yaitu:
1) Menggunakan 1 jarum - 3 benang; digunakan menyatukan 2 lembar kain atau
lebih juga untuk menjaga tepi kain agar tidak terurai/frying; benang atas dan
bawah menggunakan benang yang sama; digunakan untuk menjahit penyelesaian
kain woven; kenampakan jahitan atas dan bawah sama.
2) Menggunakan mesin overlock 2 jarum - 4 benang; digunakan menyatukan 2
lembar kain atau lebih juga untuk menjaga tepi kain agar tidak terurai/frying;
www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
benang atas dan bawah menggunakan benang yang sama; menghasilkan ikatan
yang lebih kuat; digunakan untuk menjahit penyelesaian knitting; kenampakan
jahitan atas dan bawah sama.
3) Menggunakan mesin overlock 2 jarum - 5 benang; digunakan menyatukan 2
lembar kain atau lebih juga untuk menjaga tepi kain agar tidak terurai/frying;
benang atas dan bawah menggunakan benang yang sama; menghasilkan ikatan
yang lebih kuat namun tidak elastis; digunakan untuk menjahit penyelesaian
bahan woven atau bahan/model yang mensyaratkan kekuatan jahitan;
kenampakan jahitan atas dan bawah berbeda.
4) Menggunakan mesin overlock 3 jarum - 6 benang; digunakan menyatukan 22
lembar kain atau lebih juga untuk menjaga tepi kain agar tidak terurai/frying;
benang atas dan bawah menggunakan benang yang sama; menghasilkan ikatan
yang lebih kuat namun tetap elastis; digunakan untuk menjahit penyelesaian
bahan woven atau bahan/model yang mensyaratkan kekuatan jahitan;
kenampakan jahitan atas dan bawah berbeda.
5) Interlock stitching, dikenal juga sebagai overlock/interlock stitching. Ada
beberapa type overlock/interlock stitching yaitu:
a) Menggunakan mesin overlock 2 jarum - 3 benang; untuk menyatukan 2
lembar kain atau lebih dengan tepi bersih; benang atas dan bawah dapat
menggunakan benang berbeda untuk efek dekoratif; kenampakan hasil
jahitan atas dan bawah berbeda.
b) Menggunakan mesin overlock 3 jarum - 4 benang; untuk menyatukan
2lembar kain atau lebih dengan tepi bersih; benang atas dan bawah dapat
menggunakan benang berbeda untuk efek dekoratif; kenampakan hasil
jahitan atas dan bawah berbeda.
c) Menggunakan mesin overlock 2 jarum - 4 benang; untuk menyatukan 2
lembar kain atau lebih dengan tepi bersih; benang atas dan bawah dapat
menggunakan benang berbeda untuk efek dekoratif; kenampakan hasil
jahitan atas dan bawah berbeda.
d) Menggunakan mesin overlock 3 jarum - 5 benang; untuk menyatukan 22
lembar kain atau lebih dengan tepi bersih; benang atas dan bawah dapat
menggunakan benang berbeda untuk efek dekoratif; kenampakan hasil
jahitan atas dan bawah berbeda.
1. Peta Proses Penjahitan
Proses jahit di industry atau dengan istilah lain peta proses penjahitan merupakan suatu diagram
yang menggambarkan langkah-langkah proses penjahitan suatu pakaian dari awal sampai akhir
yang dilengkapi dengan informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa lebih lanjut. Peta
proses penjahitan dapat digunakan untuk menganalisa waktu yang diperlukan, material yang
digunakan, mesin yang dipakai, dan lain sebagainya. Dari informasiinformasi yang tercatat
dalam peta proses penjahitan ini dapat diperoleh manfaat, antara lain sebagai berikut :
www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
1) Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah dan jenis mesin yang dipakai
2) Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah tenaga kerja yang diperlukan
3) Dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan tata letak (layout)
Mesin
4) Dapat digunakan untuk menghitung waktu (proses) yang diperlukan
5) Dapat digunakan sebagai alat untuk memperbaiki cara kerja
6) Dapat digunakan sebagai alat untuk latihan kerja
2. Proses Pembuatan Kemeja Secara Industri
Sebelum menyusun peta proses penjahitan sebaiknya dilakukan analisa penjahitan dari jenis
pakaian yang akan diproduksi. Analisa penjahitan terbagi dalam 2 (dua) bagian yaitu:
1) Penjahitan persiapan, yaitu urutan proses penjahitan dari masingmasing komponen
sebelum dilakukan penjahitan perakitan. Penjahitan persiapan kemeja
a) Proses Jahit Kerah
b) Proses Jahit Badan Depan
c) Proses Jahit Badan Belakang

2) Penjahitan perakitan, yaitu urutan proses penjahitan perakitan dari masing-masing


komponen yang telah disiapkan sampai menjadi pakaian. Penjahitan perakitan kemeja
a) Proses Jahit Lengan
b) Proses Jahit Penggabungan
c) Proses Jahit Output
3. Melaksanakan Penyelesaian (Finishing)
a. Pembuatan lubang kancing dan pasang kancing
b. Pemasangan label
c. Pembersihan sisa benang jahit
d. Pencucian jika diperlukan
e. Penyetrikaan, pelipatan dan pengepakan
f. Pemeriksaan akhir (final inspection) secara sampling

JOB SHEET PEMBUATAN KEMEJA

Sekolah SMK Syafi’i Akrom Pekalongan


Mata Pelajaran Pembuatan busana industri
Pokok Bahasan Pembuatan kemeja
Kelas/ semester XI/ GENAP
Waktu 2 JP
Guru Ghoswatun Nisa’, S.Pd

A. Maksud dan Tujuan:


1. Mampu membuat kemeja
B. Petunjuk penggunaan job sheet

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
1. Gunakan job sheet pada saat praktik
2. Bacalah dengan teliti langkah kerja menjahit kemeja
3. Perhatikan dengan cermat gambar kerja pada job sheet sebagai pedoman saudara pada saat
praktik
4. Kerjakan tugas yang ada pada job sheet dengan sebaik – baiknya
C. Pengantar
Kemeja merupakan baju laki laki , pada umumnya berkerah dan berkancing depan , terbuat dari
katun ,linen, dan sebagainya (ada yang berlengan panjang dan ada yang berlengan pendek)
D. Alat dan Bahan menjahit kemeja
1. Bahan
• Kain utama
• Kain keras
• Benang jahit
2. Alat
• Setrika
• Jarum jahit
• Papan setrka
• Alat penghilang noada
• Mesin jahit industri
• Mesin lubang kancing
• Mesin pemasang kancing
• Mesin penyelesaian

E. MATERI
a. Proses Menjahit Kemeja

Langkah kerja membuat kemeja lengan pendek:


a. Cek komponen kemeja lengan pendek
b. Menjahit saku pada bodi depan kiri
c. Menjahit bahu bodi depan kanan dan kiri dengan bodi belakang
d. Obras bahu dan plaket kanan dan kiri
e. Menjahit krah ke bodi
f. Menjahit kelim lengan lengan
g. Menjahit lengan ke bodi kanan dan kiri
h. Obras jahitan kerung lengan kanan dan kiri
i. Menjahit samping dari ujung lengan sampai ke bodi kanan dan kiri
j. Obras samping dari ujung lengan sampai ke bodi kanan dan kiri

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
k. Kunci jahitan seam lengan kanan dan kiri
l. Heming bawah
m. Tanda lubang kancing
n. Lubang kancing
o. Tanda pasang kancing
p. Pasang kancing
q. Triming dan cek
r. Setrika

Langkah-langkah dalam melakukan proses jahit:


1. Penjahitan persiapan, yaitu urutan proses penjahitan dari
masingmasingkomponen sebelum dilakukan penjahitan perakitan. Penjahitan
persiapan kemeja
a. Proses Jahit Kerah
. a) Buat pola kerah pada kain keras

b) Tempelkan kain keras pada kerah

c) Lipat pada bagian kaki kerah, kemudian jahit kerah sisakan 5mm dari
pinggir

d) Jahit sekeliling kerah, sisakan sekitear 4mm kemudian balik

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
b. Proses Jahit Badan
a) Memasang saku tempel

b) Menjahit tengah muka depan

c) Menjahit bahu depan belakang

d) Menjahit baagian bawah lengan

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
e) Memasang lengan pada kerung lengan

f) Menyambung sisi dilanjutkan sampai menyambung sisi lengan

g) Memasang kerah pada kerung leher

h) Menjahit bagian kelim kemeja

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan
c. Penyelesaian pembuatan kemeja
a) Membuat lubang kancing

b) Memasang kancing

2. Penerapan Keselamatan kerja


a. Periksa keadaan mesin ,apakah mesin layak pakai
b. Jangan meletakkan benda apapun diatas mesin jahit pada waktu mesin dijalankan
c. Hindari pemakaian perhiasan yang berlebihan
d. Gunakan sepatu yang datar
e. Gunakan pakaian kerja/celemek ,tutup kepala dan masker
f. Rapihkan rambut,bagi yang berambut panjang diikat
g. Posisi badan harus tegak saat mengoperasikan mesin jahit
h. Matikan mesin jahit saat tidak dipakai
i. Perhatikan tanda tanda bahaya dan tanda tanda keamanan.

www.ponpes-smksa.sch.id @SMKSyafi’iAkromKotaPekalongan