Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Penelitian Sains Volume 18 Nomor 1 Januari 2016

Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Kesehatan


Lingkungan (Studi di Desa Segiguk sebagai Salah Satu Desa
Penyangga Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Gunung Raya
Ogan Komering Ulu Selatan)
Masayoe Shari Fitriany, H. M. A. Husnil Farouk, dan Ridhah Taqwa
Program Studi S2 Pengelolaan Sumberdaya Alam Universitas Sriwijaya

Intisari: Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis tentang pengelolaan lingkungan pemukiman di salah satu
desa penyangga kawasan Hutan Suaka Margasatwa Gunung Raya. Penelitian ini juga bertujuan untuk menge-
tahui partisipasi masyarakat dalam mengelola dan mempertahankan kualitas lingkungan kawasan yang dilin-
dungi pemerintah. Selain itu, permasalahan kesehatan yang berpotensial terjadi di wilayah tersebut , akibat
pengelolaan lingkungan, juga menjadi perhatian pada penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian studi
kasus dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Parameter yang diamati adalah bentuk partisipasi masya-
rakat dalam pengelolaan lingkungan sehat terhadap penggunaan air bersih , struktur rumah sehat, keluarga
dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar dan tenpat umum dan pengelolaan makanan.Bentuk partisipasi ter-
sebut dapat diamati pada perilaku masyarakat yang merupakan implementasi dari persepsi dan pemahaman
masyarakat mengenai hal tersebut.
Kata kunci: Kesehatan Lingkungan, Kualitas Lingkungan, Sanitasi Dasar, Pengelolaan Pemukiman, Kawasan
Konservasi.
Abstract: This study is to find out an overview of environmental management settlement in one of the sup-
porting village in Suaka Margasatwa area, Raya Mountain. This study is also to find out the inhibitan participa-
tion in managing and maintaining the quality and environmental condition area that is protected by the Go-
verment. Beside that, health problem is potential occur in that area due to the environmental management is
also the concern of this study. This study is a case study by using descriptive and qualitative research methods.
Parameters meausured are the inhibitan participation in managing the health invironmental in using the clean
water, the structure of healthy home, the family who has thebasic sanitation fasilities and public area and how
to manage the food. The participation can be seen in inhabitan behavior as the implimentation of the public
perception and their understanding.
Keywords: health environmental, the quality of the enviromental, basic sanitation, management settlement,
conservation areas.

Salah satu kawasan pemukiman yang berada di


1 PENDAHULUAN sekitar kawasan hutan yang mengalami penurunan

M anusia dalam menjaga kelangsungan hidupnya kualitas lingkungan adalah pemukiman pada kawa-
memerlukan lingkungan sebagai sumber kehi- san penyangga Hutan Suaka Margasatwa Gunung
dupan. Masalah lingkungan yang umumnya terjadi Raya Kabupaten OKU Selatan. Kawasan Hutan Sua-
biasanya dikarenakan adanya kegiatan yang menun- ka Margasatwa Gunung Raya merupakan kawasan
jang kegiatan sosial ekonomi. Rusaknya ekosistem yang mempunyai fungsi strategis karena berada di
lingkungan berdampak pada kondisi kesehatan ling- daerah hulu Sungai Komering. Ada kecenderungan
kungan di sekitarnya. Tidak terkecuali pemukiman perilaku masyarakat kawasan tersebut yang menarik
yang berada di sekitar hutan. Kawasan hutan seba- untuk diteliti yaitu kurangnya partisipasi masyarakat
gai sumber produksi atau hasil hutan menjadi daya dalam pengelolaan lingkungan sehat di kawasan
tarik bagi manusia untuk bermukim di sekitar tersebut.Banyaknya pembukaan lahan yang dijadi-
wilayah tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai kan areal perkebunan kopi, mengakibatkan penam-
pemanfaatan sumberdaya sekitar maupun pengelo- bahan jumlah masyarakat dalam kawasan tersebut,
laan lingkungannya akan menjadi sumber masalah yang secara tidak langsung akan menimbulkan ba-
penurunan kualitas lingkungan yang sehat di sekitar nyaknya bangunan yang tumbuh sebagai tempat
wilayah pemukiman. bermukim. Hal ini akan menimbulkan masalah ling-
kungan yang baru, baik itu mengenai banyaknya

© 2016 JPS MIPA UNSRI 18107-41


Masayoe Dkk./Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan … JPS Vol.18 No. 1 Jan. 2016

hutan yang di rusak, maupun degradasi lingkungan Upaya Kesehatan Lingkungan ditujukan untuk me-
akibat dari kegiatan masyarakat dalam berkehidu- wujudkan kualitas yang sehat, baik fisik, kimia dan
pan dalam kawasan tersebut. biologi, maupun social yang memungkinkan setiap
orang mencapai kesehatan yang setinggi tingginya
Identifikasi Masalah
maka dapat disimpulkan bahwa kesehatan lingkun-
1. Masalah lingkungan yang umumnya terjadi dika- gan yang berkualitas adalah kesehatan lingkungan
renakan adanya kegiatan yang menunjang kegia- yang telah memenuhi kaidah standar yang telah di-
tan sosial ekonomi. tetapkan sehingga setiap orang dapat mencapai de-
rajat kesehatan yang optimal.
2. Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Gunung Raya
merupakan kawasan yang mempunyai fungsi Kualitas lingkungan yang baik akan memperkecil
strategis, sehingga masyarakat berkeinginan un- resiko terjadinya penurunan kesehatan. Sarana dan
tuk membangun kehidupan di wilayah tersebut. prasarana juga menjadi dasar dalam pengendalian
kualitas lingkungan. Untuk menilai keadaan lingkun-
3. Banyaknya aktifitas kehidupan dan pemukiman
gan, indikator yang harus diperhatikan adalah peng-
yang dibangun di kawasan tersebut telah me-
gunaan Air bersih, rumah sehat, keluarga dengan
nimbulkan berbagai masalah lingkungan.
kepemilikan sarana sanitasi dasar, dan tempat
4. Masyarakat dalam desa penyangga kawasan Hu- umum dan pengelolaan makanan.
tan Suaka Margasatwa Gunung Raya kurang
berperan dalam pengelolaan lingkungan yang Teori Kesehatan Menurut H.L Blum
memenuhi kaidah kaidah sehat, dan adanya peri-
laku yang mengancam kerusakan lingkungan Kesehatan sangat erat hubungannya dengan faktor
kawasan tersebut. keturunan, lingkungan, perilaku, dan pelayanan ke-
sehatan.
Dari identifikasi masalah di atas, perumusan ma-
salah penelitian adalah: keturunan

1. Bagaimana kualitas kesehatan lingkungan pemu-


kiman di desa penyangga kawasan Hutan Sua-
ka Margasatwa Gunung Raya?
2. Bagaimana bentuk perilaku masyarakat dalam lingkungan
pelayanan status -fisik
berpartisipasi mengelola lingkungan pemukiman kesehatan keseha- -biologis
yang sehat di desa penyangga kawasan Hutan tan -sosial
Suaka Margasatwa Gunung Raya?
Tujuan penelitian
1. Mengetahui kualitas lingkungan pemukiman di perilaku
desa penyangga kawasan Hutan Suaka Marga-
satwa Gunung Raya. Gambar 1. Teori Kesehatan Menurut H.L Blum
2. Mengetahui bentuk perilaku masyarakat dalam Keempat faktor tersebut saling berpengaruh positif
berpartisipasi mengelola lingkungan sehat di desa dan sangat berpengaruh kepada status kesehatan
penyangga kawasan Hutan Suaka Margasatwa seseorang. Berikut ini akan dijelaskan satu per satu
Gunung Raya . keempat faktor tersebut:
Faktor Keturunan.
2 TINJAUAN PUSTAKA
Faktor ini lebih mengarah pada kondisi individu
Kesehatan Lingkungan yang berkaitan dengan asal usul keluarga, ras, dan
jenis golongan darah.
Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu
kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum se- Faktor Pelayanan Kesehatan.
hingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya
Faktor ini dipengaruhi oleh seberapa jauh pelaya-
status kesehatan yang optimal pula (Soekidjo, 2011).
nan kesehatan yang diberikan.
Definisi lain dikemukakan oleh WHO (World Health
Organization) yaitu keseimbangan ekologi yang ha- Faktor Perilaku.
rus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat
Faktor Perilaku berhubungan dengan perilaku indi-
menjamin keadaan sehat dari manusia. Dari Undang
vidu atau masyarakat, perilaku petugas kesehatan,
Undang Kes RI Nomor 36 Tahun 2009 pasal 162:

18107-42
Masayoe Dkk./Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan … JPS Vol.18 No. 1 Jan. 2016

dan perilaku para pejabat pengelola pemerintahan Sikap (attitude)


(pusat dan daerah) serta perilaku pelaksana bisnis.
Sikap adalah juga respons tertutup seseorang terha-
Faktor Lingkungan. dap stimulus atau objek tertentu, yang sudah meli-
batkan factor pendapat dan emosi yang bersangku-
Faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya terha-
tan (senang – tidak senang, setuju – tidak setuju, baik
dap status kesehatan. Faktor lingkungan terdiri dari
– tidak baik, dan sebagainya) (Soekidjo, 2010). Sikap
3 bagian ;
juga mempunyai tingkat tingkat berdasarkan intensi-
1. Lingkungan fisik, terdiri dari benda mati yang tasnya, sebagai berikut: menerima (receiving), me-
dapat dilihat, diraba, dan dirasakan. nanggapi (responding), menghargai (valuing), ber-
2. Lingkungan biologis, terdiri dari makhluk hidup tanggung jawab (responsible), tindakan atau praktik
yang bergerak, baik yang dapat dilihat maupun (practice), praktik terpimpin (guided response), prak-
tidak. tik secara mekanisme (mechanism), dan adopsi
3. Lingkungan sosial. Lingkungan sosial adalah ben- (adoption)
tuk lain secara fisik dan biologis di atas.
Perilaku Sehat
Perilaku Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah peri-
laku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat
Perilaku merupakan hasil kegiatan atau aktifitas or-
dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga.
ganisme. Perilaku terbentuk dari hasil adaptasi ter-
Menurut Becker, konsep perilaku sehat ini merupa-
hadap lingkungan sekitarnya (Soekidjo, 2011 ). Peri-
kan pengembangan dari konsep perilaku yang di-
laku manusia merupakan rangkaian kegiatan yang
kembangkan Bloom menguraikan perilaku keseha-
dilakukan sehari hari, seperti berjalan, berbicara,
tan menjadi tiga domain, yakni pengetahuan keseha-
bereaksi, cara berpakaian, tradisi dan lain seba-
tan (health knowledge), sikap terhadap kesehatan
gainya. Perilaku adalah segala kegiatan yang dilaku-
(health attitude) dan praktik kesehatan (health prac-
kan organisme baik yang dapat diamati secara lang-
tice). Becker mengklasifikasikan perilaku kesehatan
sung maupun secara tidak langsung. Soekidjo (2011)
menjadi tiga dimensi:
menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau
perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan Pengetahuan Kesehatan Pengetahuan tentang
bahkan dapat dipelajari. kesehatan mencakup apa yang diketahui oleh seseo-
rang terhadap cara cara memelihara kesehatan, se-
Faktor faktor yang memperngaruhi perilaku ma-
perti pengetahuan tentang penyakit menular, penge-
nusia antara lain adalah; faktor genetik dan lingkun-
tahuan tentang faktor faktor yang terkait dan atau
gan. Faktor herediter merupakan konsep dasar bagi
mempengaruhi kesehatan, pengetahuan tetntang
perkembangan perilaku makhluk hidup selanjutnya.
fasilitas pelayanan kesehatan dan pengetahuan un-
Sedangkan lingkungan merupakan lahan untuk per-
tuk menghindari kecelakaan.
kembangan perilaku tersebut.
Sikap terhadap kesehatan sikap yang sehat dimu-
Komponen Perilaku
lai dari diri sendiri, dengan memperhatikan kebutu-
Dalam proses pembentukan perilaku, Benyamin han kesehatan dalam tubuh dibanding keinginan.
Bloom (1908), membagi 3 tingkat ranah perilaku
Praktik kesehatan untuk hidup sehat adalah se-
sebagai berikut:
mua kegiatan atau aktifitas orang dalam rangka
Pengetahuan (Knowledge). memelihara kesehatan, seperti tindakan terhadap
penyakit menular dan tidak menular, tindakan ter-
Pengetahuan adalah hasil “tahu” dan ini terjadi sete-
hadap faktor faktor yang terkait dan atau mempen-
lah orang melakukan pengindraan terhadap suatu
garuhi kesehatan, tindakan tentang fasilitas pelaya-
objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancain-
nan kesehatan, dan tindakan untuk menghindari
dra manusia, yakni : indra penglihatan, pendenga-
kecelakaan.
ran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pen-
getahuan manusia diperoleh melalui mata dan telin-
ga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain 3 METODE PENELITIAN
yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan Ruang Lingkup Penelitian
seseorang (overt behavior). Soekidjo(2011 ) mene-
gaskan , pengetahuan yang dicakup dalam domain Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif untuk
kognitif mempunyai enam tingkat , yakni: tahu mendapatkan gambaran kualitas lingkungan pemu-
(know), memahami (comprehension), aplikasi (appli- ki-man di desa penyangga kawasan pemukiman
cation), analisis (analysis), sintetis (synthesis), evaluasi Hutan Suaka Margasatwa Gunung Raya Kabupaten

18107-43
Masayoe Dkk./Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan … JPS Vol.18 No. 1 Jan. 2016

Ogan Komering Ulu Selatan dan penelitian kualitatif mempertahankan kualitas kesehatan lingkungan di
untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam desa penyangga kawasan Hutan Suaka Margasatwa
pengelolaan kesehatan lingkungan. Gunung Raya, yang meliputi bentuk bentuk keterli-
batan dan keikutsertaan masyarakat secara aktif
Tempat dan Waktu Penelitian
dalam pengelolaan pemukiman masyarakat dalam
Penelitian ini dilakukan pada masyarakat yang kawasan, pengelolaan kesehatan perorangan dan
bermukim di sekitar Kawasan Penyangga Hutan pengelolaan lingkungan sekitar pemukiman.
Suaka Margasatwa Gunung Raya yaitu di Desa
Alat Bantu
Segiguk Raya, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Waktu Alat bantu yang dipakai dalam kajian ini adalah
pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2013 panduan wawancara yang dipakai untuk menda-
hingga Februari 2014. patkan data data primer dari masyarakat yg diguna-
kan pada waktu wawancara mendalam dan dalam
Jenis dan Sumber Data
forum FGD. Data data sekunder di dapat selama
Sumber data adalah data primer dan sekunder, se- pengamatan dalam penelitian melalui data yg di da-
dangkan jenis data yang akan digunakan adalah da- pat dari perangkat desa maupun tokoh masyarakat
ta kualitatif. Data primer didapat dari wawancara lainnya. Alat bantu lain yang dipakai sebagai penun-
mendalam dengan menggunakan teknik FGD ( Fo- jang dalam pengkajian ini adalah ph meter, mete-
cus Group Discussion) terhadap subjek/orang (ma- ran dan kamera untuk pendokumentasian.
syarakat yang bermukim maupun tokoh masyarakat
Cara pengukuran
lainnya) mengenai upaya upaya yang telah dan akan
dilakukan terhadap pengelolaan lingkungan yang Pengukuran dilakukan , setelah mendapat data data
sehat di wilayah pemukiman dan observasi selama yang diinginkan, kemudian membandingkan apa
penelitian dilakukan. Sedangkan data sekunder di- yang ditemukan dari data , dengan apa yang dikata-
dapat dari sumber sumber administrasi pemerinta- kan dalam kepustakaan professional.
han maupun fasilitas fasilitas kesehatan swasta lain-
Teknik Pengumpulan Data
nya.
Data yang dikumpulkan dengan menggunakan tek-
Alur Penelitian
nik triangulasi, yaitu menggabungkan data wawan-
Kawasan HSM Gunung cara mendalam, observasi lapangan dan dokumen-
Raya OKU Selatan tasi. Wawancara dilakukan dengan teknik wawanca-
ra terstruktur dengan memakai panduan wawan-
cara yang berkaitan dengan aspek aspek yang diper-
Masyarakat Yang Bermukim di
sekitar wilayah kawasan pe- kirakan dapat menunjang penelitian. Untuk menga-
nyangga HSM Gunung Raya tasi keterbatasan tenaga wawancara, pada wawan-
(Desa Segiguk) cara mendalam dilakukan secara kelompok yaitu
diskusi kelompok terarah atau Focuss Group Discus-
Informan / Key
sion .
Person
Yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat
yang bermukim di salah satu desa di wilayah pe-
Tri Angulasi oberva- nyangga kawasan Hutan Suaka Margasatwa Gunung
si/kuisioner/wawancara Raya, yaitu masyarakat Desa Segiguk.
Metode Analisis Data
Analisis Data Data hasil wawancara dan observasi akan dianalisis
dengan menggunakan metode yaitu survey deskrip-
tif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan menga-
Bentuk bentuk partisipasi
masyarakat dalam pengelo-
tur, mengurutkan, mengorganisasikan data, menge-
laan lingkungan yang sehat lompokkan, memberikan kode, mengkategorikan-
nya, memilih ma na yang penting dan yang akan
Gambar 2. Alur Penelitian dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat
diceritakan kepada orang lain.
Definisi Operasional
Dalam pengkajian ini hal hal yang akan diteliti ada-
lah perilaku masyarakat dalam membangun dan

18107-44
Masayoe Dkk./Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan … JPS Vol.18 No. 1 Jan. 2016

4 HASIL DAN PEMBAHASAN permanen. Hampir 100% warga belum memiliki


MCK yang sehat. Saluran septik tank belum bisa
Gambaran Umum Desa Segiguk Raya dikatakan layak, dikarenakan dibuat sangat seder-
hana dan berpotensial menimbulkan pencemaran.
Desa Segiguk Raya, terbentuk pada tahun 2007
dalam wilayah Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kondisi Rumah di Desa Segiguk Raya
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Desa Pengelolaan lingkungan sekitar rumah masih sangat
Segiguk Raya merupakan desa yang berbatasan minim. Penanganan limbah belum tertata dengan
langsung dengan Hutan Suaka Margasatwa Gunung baik karena tidak ditemui saluran pembuangan lim-
Raya, definitif pada awal tahun 2008. Akses jalan bah di sekitar rumah. Air limbah yang berasal dari
menuju wilayah ini sangat buruk. Jalan masih rumah tangga, akan jatuh langsung ke bawah rumah
berupa tanah kuning dan berbatu batu, sehingga dan membentuk genangan. Begitu juga dengan
kendaraan yang dapat melalui jalan ini hanya ojek. pengelolaan limbah padat yang dibuang langsung ke
Fasilitas umum seperti sekolah , sarana kesehatan, bagian bawah rumah tanpa diolah terlebih dahulu.
sarana sosial sangat minim. Sulitnya akses menuju Struktur rumah di wilayah ini berpotensial menda-
wilayah ini menjadikan pembangunan di daerah ini tangkan gangguan kesehatan di masa datang karena
sangat lambat. Penduduk daerah ini merupakan syarat dari suatu rumah sehat belum ada, yakni per-
masyarakat perambah hutan yang mencari sumber sentasi rumah dan jendela yang sangat kecil. Rata
kehidupan di wilayah Hutan Suaka Margasatwa rata ventilasi dalam rumah ini kurang dari 10%.
Gunung Raya dan pertambahan penduduk akan
meningkat ketika musim panen tiba. Wilayah ini Pemanfaatan air bersih
merupakan kawasan yang dilindungi pemerintah Masyarakat Desa Segiguk sudah mempunyai
karena habitat alam yang terkandung di dalamnya. penyimpanan air bersih. Air bersih yang didapat,
digunakan untuk kegiatan makan dan minum.
Kualitas Lingkungan Sedangkan untuk kegiatan mandi dan cuci, mereka
menggunakan air sungai yang berada di sekitar
Sanitasi Lingkungan
pemukiman. Sumber air bersih, didapat dari aliran
Sanitasi merupakan usaha yang sangat mendasar sungai yang dialirkan melalui pipa paralon dan
bagi terwujudnya lingkungan sehat. Menurut WHO, bambu berukuran besar. Tetapi tidak semua rumah
sanitasi lingkungan (enviromental sanitation) adalah mempunyai penampungan yang memadai. Seba-
upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik gian besar masyarakatnya menyimpan air dalam
manusia yang mungkin menimbulkan atau dapat wadah yang tidak tertutup dan terletak di bagian
menimbulkan hal hal yang merugikan bagi belakang rumah, sehingga memungkinkan perkem-
perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan bangan nyamuk lebih cepat di wilayah tersebut.
hidup manusia.
Kualitas sanitasi di Desa Segiguk, relatif belum Bentuk Perilaku Masyarakat Dalam Pen-
memadai untuk dikatakan sebagai lingkungan yang gelolaan Kesehatan Lingkungan
sehat. Belum adanya pengolahan sampah dan Perilaku yang telah dilakukan masyarakat dalam wi-
saluran limbah yang baik membuat kondisi sekitar layah ini, merupakan perwujudan dari adaptasi
rumah terkesan kumuh. Saluran pembuangan lim- manusia terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
bah merupakan syarat sebuah pemukiman sehat. Dalam pengkajian ini penulis telah mengambil data
Namun umumnya di wilayah ini tidak ditemui salu- dari 5 orang keyperson dan 35 responden sebagai
ran pembuangan limbah yang memadai. Begitu juga data tambahan. Pemahaman didapatkan dari pen-
dengan hewan ternak peliharaan. Hampir setiap getahuan sehari hari. Pemahaman akan sesuatu hal
rumah mempunyai hewan ternak, dengan kondisi diharapkan akan merubah pola fikir untuk melaku-
kandang menempel atau berjarak sangat dekat kan perubahan yang baru. Dari hasil pengkajian
sekali pada dinding rumah, bahkan bergabung selama diskusi bersama dengan warga , didapatkan
dengan bagian rumah. Kandang ternak menimbul- bahwa pemahaman masyarakat desa Segiguk ter-
kan bau yang menyengat. Hewan hewan peliharaan hadap pengelolaan kesehatan lingkungan cukup
terkadang bebas berkeliaran di sekitar rumah. baik. Pemahaman masyarakat terhadap pola hidup
Hampir setiap rumah mempunyai peliharaan ternak, sehat 58,29 %. Ini didapat berdasarkan dari jawaban
terutama hewan anjing. beberapa panduan pertanyaan penelitian pada
Kondisi sanitasi yang perlu diperhatikan adalah waktu wawancara dan dalam forum diskusi. Dalam
kondisi MCK warga. Umumnya MCK yang ada hal pemeliharaan kesehatan, pemahaman mencapai
hanya bersifat sementara dan belum ada yang 68,21%, pemahaman terhadap sanitasi lingkungan

18107-45
Masayoe Dkk./Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan … JPS Vol.18 No. 1 Jan. 2016

75% dan pengelolaan lingkungan 58,57%. Perilaku untuk mendukung upaya upaya peningkatan kualitas
masyarakat yang merupakan wujud implementasi kesehatan lingkungan.
dari pengetahuan,sikap dan tindakan tampaknya
Untuk menciptakan masyarakat yang sehat, perlu
belum sepenuhnya terwujud. Dari berbagai tinda-
diadakan pembinaan yang berkesinambungan agar
kan yang sudah masyarakat lakukan, belum menun-
masyarakat mau dan mampu untuk berprilaku lebih
jukkan bahwa pemahaman yang didapat akan men-
sehat di wilayah pemukiman.
jadikan tindakan seseorang berperilaku lebih baik.
Wilayah penelitian merupakan daerah yang cu-
Masyarakat yang berada dalam kawasan konser-
kup sulit dijangkau. Untuk itu bagi pemerintah se-
vasi sebenarnya dapat diberdayakan sebagai suatu
tempat, perlu di bangun fasilitas umum
potensi yang dapat menunjang pelaksanaan pem-
bangunan di wilayah tersebut seperti penelitian yang Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, perlu
pernah dilakukan oleh Lulu Yuningsih (2008) men- dibentuk satuan unit kerja yang dapat bekerja den-
genai Studi Potensi Masyarakat Dalam Menunjang gan aktif dalam mensosialisasikan pola kehidupan
Pembangunan Desa Konservasi Pada Daerah Pe- sehat yang berkesinambungan. Upaya lain yang ha-
nyangga Taman Nasional Sembilang. Keikutsertaan rus dilakukan oleh satuan unit kerja ini adalah me-
masyarakat dalam berpartisipasi dalam membangun numbuhkan kesadaran masyarakat melalui penger-
lingkungan sehat di wilayah ini sangat sedikit karena tian dan pemahaman bahwa lingkungan tempat me-
masih rendahnya pengetahuan masyarakat menge- reka adalah kawasan yang dilindungi kelestariannya.
nai hal tersebut. Pemahaman yang didapat umum- Upaya ini dapat dilakukan melalui lembaga pendidi-
nya hanya bersifat pengetahuan saja, ditambah den- kan di wilayah tersebut, yaitu sekolah ataupun juga
gan tenaga ahli di bidang tersebut sangat minim, melalui wadah masyarakat lainnya.
menjadikan keinginan masyarakat untuk ikut serta
membangun lingkungan sehat yang meliputi sanitasi BIBLIOGRAFI ___________________________
dasar , kesehatan perorangan dan pengelolaan ling- [1]
kungan pemukiman belum optimal. Departemen Kehutanan. 2006. Sekretariat Jenderal
Departemen kehutanan, Pusat Bina Penyuluhan
Kehutanan. Pedoman Percontohan Pemberdayaan
5 SIMPULAN DAN SARAN Masyarakat. Jakarta.
[2]
Departemen Kehutanan. 2006. Pedoman Penyusunan
Simpulan Master Plan Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar
Hutan Konservasi. Direktorat Jendral Perlindungan
Kualitas lingkungan pemukiman di desa Segiguk be- Hutan dan Konservasi Alam, Direktorat Pemanfaatan
lum dapat dikatakan sebagai lingkungan pemukiman Jasa Lingkungan dan Wisata Alam, Bogor.
sehat. Indikator dari hal tersebut dapat dilihat dari [3]
Departemen Kesehatan, 1997. Undang Undang Re-
penggunaan air bersih, rumah sehat, sanitasi dasar
publik Indonesia Nomor 23. Jakarta
dan tempat pengelolaan makanan. [4]
Departemen Kesehatan, 1999. Undang Undang Re-
Pemahaman masyarakat akan pentingnya berpe- publik Indonesia Nomor 32. Jakarta
rilaku sehat sudah cukup baik. Namun implementasi [5]
Departemen Kesehatan, 1999. Undang Undang Re-
dari hal tersebut belum terlihat. Dalam penelitian ini publik Indonesia Nomor 41. Jakarta
bentuk perilaku berpartisipasi dalam pengelolaan [6]
Departemen Kesehatan, 2009. Undang Undang Re-
lingkungan sehat yang dimaksud belum ada, karena publik Indonesia Nomor 32. Jakarta
semua kegiatan di wilayah ini merupakan upaya [7]
Departemen Kesehatan, 2009. Undang Undang Re-
pemenuhan kebutuhan. Belum adanya partisipasi di
publik Indonesia Nomor 36. Jakarta
wilayah ini antara lain dikarenakan tingkat pendidi- [8]
kan yang rendah, tenaga ahli yang sangat minim, Departemen Kesehatan, 1989. Pengawasan Lingkun-
gan Pemukiman .Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan.
sehingga pengetahuan mengenai pentingnya men-
Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Sanitasi Pu-
jaga kesehatan dan lingkungan sangat sedikit. sat. Jakarta
[9]
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Saran dalam Jaringan. Pusat Bahasa Departe-
Bagi masyarakat: sekalipun masyarakat yang Departe-
bermukim di wilayah itu merupakan perambah, men Pendidikan Nasional,(http://pusatbahasa.diknas.g
o.id/kbbi/index.php. Jakarta, diakses 2 Mei 2009).
harus mendapatkan pengertian bahwa mereka juga
[10]
merupakan bagian dari penduduk yang mempunyai Eko Budiarto. 2004. Metodologi Penelitian Kedokteran.
kewajiban yang sama di lingkungan masyarakat Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta ___________

18107-46