Anda di halaman 1dari 59

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

PENGGUNAAN TEKNIK “PETA - PIKIRAN“


(MIND-MAPPING)
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
MENULIS
SISWA KELAS 7 C SMP HANG TUAH 2
JAKARTA
SEMESTER GENAP TP.2008/2009

Disusun oleh:
Nunung Nurlaela Sari
NIP. 130678894

SMP Hang Tuah 2


Kompleks Seskoal, Cipulir, Kebayoran lama
Jakarta Selatan
Telp/fax: 021. 7265040
SURAT PERSETUJUAN MELAKUKAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Dalam rangka kegiatan pengembangan profesi guru, Kepala SMP Hang Tuah 2
Jakarta memberikan persetujuan untuk melakukan penelitian tindakan kelas ( PTK )
kepada:
Nama : Dr. Nunung Nurlaela Sari
NIP/NRK : 130678894/156107
Jabatan : Guru Pembina
Golongan : IV a
Tugas : Guru mata pelajaran Bahasa Inggris
Judul PTK :
PENGGUNAAN TEKNIK “PETA - PIKIRAN“ (MIND-MAPPING)
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS
SISWA KELAS 7 C SMP HANG TUAH 2 JAKARTA
SEMESTER GENAP TP.2008/2009
Waktu pelaksanaan:
Januari-Februari 2009, bertempat di kelas 7C SMP Hang Tuah 2,
Jakarta

Demikian surat persetujuan ini diterbitkan untuk dilaksanaakan dengan sebaik-


baiknya.

Jakarta, 15 Desember 2008


Kepala Sekolah
Drs. Sumardiyono
NIP.030176722

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Mengacu pada surat persetujuan melakukan PTK dari Kepala Sekolah , nomor…
dalam rangka kegiatan pengembangan profesi guru, Kepala SMP Hang Tuah 2
Jakarta menyatakan bahwa PTK tersebut telah dilaksanakan dan laporannya telah
ditulis sendiri oleh yang bersangkutan.
Nama : Dr. Nunung Nurlaela Sari
NIP/NRK : 130678894/156107
Jabatan : Guru Pembina
Golongan : IV a
Tugas : Guru mata pelajaran Bahasa Inggris
Judul PTK :
PENGGUNAAN TEKNIK “PETA - PIKIRAN“ (MIND-MAPPING)
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS
SISWA KELAS 7 C SMP HANG TUAH 2 JAKARTA
SEMESTER GENAP TP. 2008/2009
Waktu pelaksanaan:
Januari-Februari 2009, bertempat di kelas 7C SMP Hang Tuah 2,
Jakarta
Hasil penelitian disimpan di perpustakaan sekolah dan diharapkan dapat
dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan sekolah.
Demikian surat pernyataan ini diterbitkan agar yang berkepentingan maklum.

Jakarta, 3o Maret 2009


Kepala Sekolah
Drs. Sumardiyono
NIP.030176722
SURAT PERNYATAAN

Kepala Unit pelayanan perpustakaan SMP Hang Tuah 2 Jakarta menyataakan bahwa
MAKALAH LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS yang ditulis oleh guru,
Nama : Dr. Nunung Nurlaela Sari
NIP/NRK : 130678894/156107
Jabatan : Guru Pembina
Golongan : IV a
Tugas : Guru mata pelajaran Bahasa Inggris
Judul PTK :
PENGGUNAAN TEKNIK “PETA - PIKIRAN“ (MIND-MAPPING)
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS
SISWA KELAS 7 C SMP HANG TUAH 2 JAKARTA
SEMESTER GENAP TP. 2008/2009
Makalah tersebut telah disimpan untuk dimanfaatkan di Perpustakaan SMP Hang
Tuah 2 Jakarta.
Demikian surat pernyataan ini dibuat agar yang berkepentingan maklum.

Jakarta, 30 Maret 2009


Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan

M. Fahd, S.Pd.
SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini,


Nama : Dr. Nunung Nurlaela Sari
NIP/NRK : 130678894/156107
Jabatan : Guru Pembina
Golongan : IV a
Tugas : Guru mata pelajaran Bahasa Inggris
Telah melaksanakan sebuah penelitian tindakan kelas berjudul: PENGGUNAAN
TEKNIK “PETA - PIKIRAN“(MIND-MAPPING) UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MENULIS SISWA KELAS 7 C SMP HANG TUAH 2 JAKARTA
SEMESTER GENAP TP. 2008/2009 pada bulan Januari-Februari 2009 bertempat di
kelas 7C SMP Hang Tuah 2, Jakarta
Saya menyatakan bahwa semua bagian dalam laporan hasil penelitian/makalah ini
adalah asli tulisan dan hasil karya saya. Hasil penelitian diharapkan dapat
dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan sekolah.

Demikian surat pernyataan ini saya buat agar yang berkepentingan maklum.

Jakarta, 3o Maret 2009


Penulis

Dr. Nunung Nurlaela Sari


NIP.130678894
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karuniaNya sehingga laporan penelitian tindakan kelas berjudul PENGGUNAAN
TEKNIK “PETA - PIKIRAN“ (MIND-MAPPING) UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MENULIS SISWA KELAS 7 C SMP HANG TUAH 2 JAKARTA
SEMESTER GENAP TP. 2008/2009 ini dapat terselesaikan.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran sebagai jawaban terhadap hasil belajar yang belum memuaskan.
Penulis menyadari, bahwa kegagalan belajar siswa dalam menguasai kompetensi
yang seharusnya dicapai, dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain adalah metode
mengajar yang diterapkan guru di kelas. Konsep Mind Mappingdipilih karena konsep
ini adalah konsep general yang disusun berdasarkan kecenderungan kerja otak
manusia. Bukankah semua orang belajar dengan menggunakan otaknya?

Di samping dampak positif pada penulis sendiri yang makin tergugah untuk terus
kreatif, penulis sangat berharap dengan hasil penelitian ini para siswa dapat belajar
dengan lebih bersemangat, dan juga teman sejawat guru dapat bekerja sama untuk
terus melakukan inovasi dalam pembelajaran.

Terima kasih diucapkan kepada Bapak Drs. Sumardiyono selaku kepala SMP Hang
Tuah 2, dan ibu Florentina selaku kolaborator, serta teman-teman sejawat yang telah
membantu terlaksananya penelitian kecil ini, Semoga Allah membalas dengan
setimpal.

Disadari sepenuhnya bahwa meskipun laporan ini telah disusun dengan cermat,
namun diyakini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis akan sangat
berterima kasih bila ada kritik dan masukan dari pihak manapun demi perbaikan ke
depan.

Semoga laporan penelitian tindakan kelas ini dapat bermanfaat dalam turut serta
meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Jakarta, Maret 2009


Peneliti
DARTAR ISI

Lembar persetujuan Kepala Sekolah


Lembar pernyataan Kepala sekolah tentang keaslian makalah
Lembar pernyataan kepala perpustakaan
Lembar pernyataan penulis
Kata pengantar
Daftar isi
Bab I Pendahuluan
Bab II Tinjauan Pustaka
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab V Simpulan dan Saran
Dartar Pustaka
Lampiran-lampiran:
1. Format lembar observasi kegiatan guru
2. Format lembar observasi kegiatan siswa
3. Hasil angket respon siswa
4. Nilai hasil menulis siswa siklus I
5. Nilai hasil menulis siswa siklus II
6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) revisi
8. Hasil observasi terhadap guru siklus I
9. Hasil observasi terhadap siswa siklus I
10. Hasil observasi terhadap guru siklus II
11. Hasil observasi terhadap siswa siklus II
12. Contoh hasil tulisan siswa
13. Foto-foto hasil kegiatan PTK
14. Gambar konsep dasar Mind Map
15. Contoh Mind Mappingdari Tony Busan
BAB 1
Pendahuluan
A. Latar Belakang

Pemberlakuan genre - based approach dalam pembelajaran bahasa Inggris


berdampak pada tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus dikuasai
siswa yang harus mengenal berbagai jenis teks tertentu dalam bahasa inggris
yang mencakup empat keterampilan makro yaitu mendengarkan, berbicara,
membaca, dan menulis. Hal ini tentu harus dimulai dari kompetensi guru
terlebih dahulu.

Salah satu keterampilan makro dalam Genre Based Approach adalah


keterampilan menulis yang sesuai dengan langkah retorika dari setiap jenis
teks yang diajarkan. Berdasarkan pengalaman, dalam menulis sebuah teks,
siswa cenderung “menginggriskan” teks bahasa Indonesia yang ada di
benaknya sehingga hasilnya adalah sebuah teks yang tidak dapat dipahami.
Berdasarkan hal tersebut, kompetensi menulis teks merupakan kompetensi
penting yang harus di latihkan pada siswa secara cermat sehingga menjadi
keterampilan.
Menurut pengamatan dan pengalaman penulis, kesulitan siswa dalam menulis
teks adalah:
1. siswa belum memiliki perbendaharaan kata yang memadai
2. siswa belum memahami tenses sebagai pengetahuan prasyarat untuk
teks tertentu
3. siswa belum menguasai langkah retorika teks
4. teknik pembelajaran yang diterapkan guru kurang merangsang kreatifitas
siswa
5. penggunaan pendekatan kontekstual masih belum optimal

Penulis menyadari kelima masalah tersebut di atas seharusnya menjadi bahan


pemikiran guru untuk mencari solusi terbaik. Untuk itu, penulis memilih
masalah nomor tiga sebagai topik penelitian sederhana ini, tapi bukan berarti
masalah yang lain kurang penting. Insya Allah akan penulis jadikan bahan
penelitian selanjutnya. Melalui proses pemikiran dan pencarian, penulis
memutuskan untuk menerapkan teknik Mind Mapping untuk membantu siswa
menulis teks yang sesuai dengan langkah retorika teks yang ditulisnya.
Pemilihan teknik Mind Mapping didasarkan pada pernyataan banyak pakar
pendidikan yang telah membuktikan bahwa teknik ini mampu melejitkan
potensi siswa.

B.Identifikasi Masalah

Kemampuan siswa menulis teks belum memuaskan. Ini dapat dilihat pada
hasil belajar bahasa Inggris terutama pada aspek menulis yang masih belum
mencapai KKM. Hal ini disebabkan oleh teknik menulis yang belum tepat.
Sebagai guru bahasa Inggris, penulis merasa perlu untuk menemukan teknik
yang efektif untuk membantu siswa menulis sesuai dengan langkah retorika
teks.

C.Hipotesis Tindakan
1. Penggunaan teknik Mind Mapping pada proses pembelajaran writing dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks sesuai dengan
langkah retorika yang benar. Hal ini mengacu pada teori bahwa teknik Mind
Mapping akan mengarahkan siswa untuk berfikir secara sistematis dan
runtut sehingga diharapkan siswa dapat mengungkapkan makna dalam
bahasa tulis sesuai dengan langkah retorika teks yang benar sehingga hasil
tulisan siswa tersebut merupakan produk bahasa yang berterima.

2. Penggunaan teknik Mind Mapping dalam proses pembelajaran writing


akan direspon positif oleh siswa karena teknik ini memudahkan mereka
mengorganisasikan kerangka teks sehingga lebih mudah pula mencapai
kompetensi yang diharapkan.

D. Lingkup Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini akan membahas tentang penggunaan teknik Mind
Mapping dalam membantu siswa kelas 7 C SMP Hang Tuah 2 Jakarta menulis
sesuai dengan langkah retorika teks.

E. Rumusan Masalah
Apakah teknik Mind Mapping dapat membantu siswa menulis teks prosedur
dengan langkah retorika yang benar sehingga dapat meningkatkan hasil
belajar bahasa Inggris?

F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak di
sekolah yaitu:
1. Siswa dapat menulis teks sesuai dengan langkah retorika yang benar
dengan menerapkan teknik Mind Mapping
2. Guru bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa
dengan menerapkan teknik yang tepat
3. Guru mata pelajaran lain dapat mempertimbangkan hasil PTK ini untuk
memperbaiki kualitas pembelajaran mata pelajaran yang diampunya, juga
dapat terinspirasi dan memotivasi untuk melakukan PTK juga.
4. Sekolah dapat menjadikan hasil PTK sebagai masukan dalam upaya
meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.

BAB II
Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teoretis

A. Hakekat Menulis

Menulis merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa. Menurut
Rusyana (1988:191) menulis merupakan kemampuan menggunakan pola-pola
bahasa secara tertulis untuk mengungkapkan suatu gagasan atau pesan. Menulis
atau mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang
disampaikan penulis dapat dipahami pembaca (Tarigan, 1986:21). Kedua pendapat
tersebut sama-sama mengacu kepada menulis sebagai proses melambangkan bunyi-
bunyi ujaran berdasarkan aturan-aturan tertentu. Artinya, segala ide, pikiran, dan
gagasan yang ada pada penulis disampaikan dengan cara menggunakan lambang-
lambang bahasa yang terpola. Melalui lambang-lambang tersebutlah pembaca dapat
memahami apa yang dikomunikasikan penulis.

Sebagai bagian dari kegiatan berbahasa, menulis berkaitan erat dengan aktivitas
berpikir. Keduanya saling melengkapi. Bloom (1965:103) mengemukakan bahwa
menulis dan berpikir merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara bersama dan
berulang-ulang. Tulisan adalah wadah yang sekaligus merupakan hasil pemikiran.
Melalui kegiatan menulis, penulis dapat mengkomunikasikan pikirannya. Dan, melalui
kegiatan berpikir, penulis dapat meningkatkan kemampuannya dalam menulis.

Mengemukakan gagasan secara tertulis tidaklah mudah. Di samping dituntut


kemampuan berpikir yang memadai, juga dituntut berbagai aspek terkait lainnya.
Misalnya penguasaan materi tulisan, pengetahuan bahasa tulis, motivasi yang kuat,
dan lain-lain. Paling tidak menurut Hamid (1987:68) seorang penulis harus
menguasai lima komponen tulisan, yaitu: isi (materi) tulisan, organisasi tulisan,
kebahasaan (kaidah bahas tulis), gaya penulisan, dan mekanisme tulisan. Kegagalan
dalam salah satu komponen dapat mengakibatkan gangguan dalam menuangkan ide
secara tertulis.

Mengacu kepada pemikiran di atas, jelaslah bahwa menulis bukan hanya sekedar
menuliskan apa yang diucapkan (membahasatuliskan bahasa lisan), tetapi
merupakan suatu kegiatan yang terorganisir sedemikian rupa sehingga terjadi suatu
tindak komunikasi (antara penulis dengan pembaca). Bila apa yang dimaksudkan
oleh penulis sama dengan yang dipahami oleh pembaca, maka seseorang dapat
dikatakan telah terampil menulis.

B. Proses Menulis

Proses menulis sebagai kegiatan pribadi dapat dipandang sebagai kegiatan


memadukan empat langkah yaitu: merencanakan (planning), mengonsep (drafting),
memperbaiki (revising), dan menyunting (editing). Meskipun demikian, dalam
pelaksanaannya ke empat langkah tersebut dapat bersifat rekursif, bukan linear,
misalnya dalam menulis konsep dapat saja diselingi oleh penambahan pada
planning, atau revisi dapat menjadi penyusunan kembali ( Krashen, 1984:17).

Randi Reppen dalam Richards and Renandya (2002:322) menyatakan bahwa untuk
pembelajar bahasa kedua, konvensi dalam menulis masih akan menjadi misteri
sampai guru mengajarkan kaidah dan pola-pola bahasa yang harus digunakan
sehingga mereka betul-betul memahaminya. Dengan pemahaman tersebut, siswa
dapat lebih terarah dalam menghasilkan sebuah tulisan dengan lebih efektif dan
sesuai dengan tujuan komunikatifnya.

C. Teknik Mind-Mapping
Setelah menelusuri betapa proses menulis merupakan suatu proses yang kompleks
dan tidak mudah, maka marilah kita temukan satu cara untuk memudahkannya. Tony
Busan (2007:4-7) mengemukakan tentang suatu teknik yang dapat digunakan dalam
proses apa saja yang melibatkan otak. Dia mengatakan bahwa Mind Mapping adalah
cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil
informasi ke luar otak karena Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif,
efektif dan secara harfiah akan “memetakan’ pikiran-pikiran kita.Selanjutnya Busan
mencatat banyak sekali kegunaan Mind Mapping antara lain:
 Mengaktifkan seluruh otak
 Membereskan akal dari kekusutan mental
 Memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan
 Membantu menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling
terpisah
 Member gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian
 Memungkinkan kita mengelompokkan konsep dan membandingkannya
Berdasarkan hasil penelitiannya, Busan menyatakan bahwa otak memiliki
kemampuan alami untuk pengenalan visual yang sangat sempurna.Bukankah kita
akan lebih mengingat informasi yang disajikan dengan menggunakan gambar?
Mind Mapping menggunakan kemampuan otak dalam pengenalan visual untuk
mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Dengan kombinasi warna, gambar dan
cabang-cabang melengkung, Mind Mapping lebih merangsang secara visual
dibandingkan dengan metode mencatat tradisional yang cenderung linear dan satu
warna.Dengan begitu persuasive, Busan menyatakan bahwa Mind Mapping memiliki
begitu banyak manfaat yang membantu kita menjadikan hidup lebih mudah dan
sukses!

BAB III
Metodologi Penelitian
A.Tujuan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik Mind
Mapping dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa menulis teks prosedur
dengan langkah retorika yang benar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar
bahasa Inggris.
B.Waktu dan tempat penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada bulan Januari- Februari 2009
selama enam kali pertemuan, bertempat dikelas 7C SMP Hang Tuah 2, Jakarta
C.Subyek Penelitian
Peserta didik di kelas 7 C yang berjumlah 38 orang (18 putri dan 20 putra)
D.Peran Peneliti
Peneliti merupakan guru pengampu mata pelajaran bahasa Inggris di kelas
tersebut yang telah mengajar sejak awal tahun
E.Desain dan Prosedur Penelitian
1. Desain Penelitian
PTK ini akan mengacu kepada desain yang dikemukakan Kemmis ( adaptasi
dari Mc Niff,1988:27) seperti berikut ini:
Plan

Reflect Cycle 1 Act

Observe
Revised Plan
Reflect Cycle 2 Act

Observe
2.Prosedur Penelitian
2.1. Perencanaan PTK
a. Mengidentifikasi masalah yang dialami peserta didik dalam
pembelajaran bahasa Inggris yang terjadi di kelas 7 C SMP Hang Tuah
2 Jakarta
b. Merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan dalam
pembelajaran writing sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa
dalam menulis teks prosedur sesuai dengan langkah retorika teks
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) sesuai dengan
SK. 12 KD 12.2 tentang menulis teks prosedur
d. Menentukan metode pengumpulan data dan analisis data.
Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa nilai menulis
siswa sesuai dengan rubrik penilaian yang telah ditentukan.
Siswa menulis teks prosedur sebanyak dua kali. Pertama, siswa
menulis teks prosedur setelah diterangkan dan dilatih dengan teknik
Mind Mapping (siklus 1). Kedua, siswa menulis teks prosedur setelah
mengalami pembelajaran dengan menggunakan teknik Mind Mapping
dengan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi siklus 1(siklus 2)
Data yang terkumpul di analisis dengan cara dibandingkan antara nilai
hasil belajar pada siklus pertama dengan nilai hasil belajar pada siklus
kedua.Bila hasil belajar menunjukkan peningkatan, maka PTK ini hanya
akan dilaksanakan dua siklus.
e. Melakukan refleksi pada setiap akhir siklus berdasarkan hasil observasi
dari kolaborator, dan hasil refleksi peneliti sendiri.
2.2 Tahap pelaksanaan PTK
PTK dilaksanakan sesuai dengan jadwal mengajar peneliti sebanyak 6
(enam) kali pertemuan sejalan dengan Program Semester Genap Tahun
Pelajaran 2008/2009.Materi PTK adalah SK 12 KD 12.2 pada Standar Isi .
Kegiatan pembelajaran di kelas sesuai dengan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) pada lampiran.
Secara bertahap siswa akan dilatih untuk menguasai kompetensi menulis
teks prosedur yang diawali dengan mengenali jenis teks, membangun kosa
kata yang berkaitan dengan materi, berlatih mneggunakan teknik Mind
Mapping pada tahap membangun kosakata, pre-writing, dan drafting.
Dengan melalui empat tahap pembelajaran, seluruh siswa diharapkan dapat
tuntas sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
2.3 Tahap Observasi dan Evaluasi
PTK ini dilaksanakan oleh peneliti sendiri, bekerja sama dengan teman
sejawat guru bahasa Inggris di SMP HANG TUAH 2 yaitu Dra.Florentina
M,Hum yang bertindak sebagai observer dan melakukan dua kali observasi
terhadap kegiatan guru dan siswa pada pelaksanaan penelitian.
2.4 Tahap Analisis dan Refleksi
Hasil observasi dari observer serta nilai menulis siswa pada akhir setiap
siklus dianalisis dan dijadikan bahan refleksi melalui diskusi bersama antara
peneliti dan observer.
F. Pengumpulan Data
1. Data primer yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa nilai hasil
menulis siswa pada setiap akhir siklus. Teknik penilaian adalah non-test dalam
bentuk produk. Untuk penilaian produk ( hasil tulisan siswa) digunakan rubrik
sebagai berikut: content, rhetoric, vocabulary, grammar, and PSM
( punctuation, spelling, mechanic)
2. Data kualitatif berupa hasil observasi digunakan sebagai bahan evaluasi dan
diskusi pada tahap refleksi.
3. Data kualitatif berupa hasil angket kepada siswa tentang sikap siswa terhadap
teknik pembelajaran digunakan untuk menyimpulkan sejauh mana tanggapan
siswa terhadap teknik mind map. Indikator yang digunakan adalah sebagai
berikut:
Tingkat respon/ tanggapan siswa terhadap teknik pembelajaran dalam persen (
% ). > 80 = Sangat Positif, 60 - 79 = Positiif, 40 - 59= cukup positif, 20 - 39
= negative, < 20 = sangat negatif

BAB IV
Hasil Penelitian dan Pembahasan
A. Hasil Pra Observasi
1. Pengenalan subyek penelitian
Peserta didik di kelas 7C terdiri dari 18 putri dan 20 putra. Rerata usia adalah 13
tahun. Rata-rata nilai bahasa Inggris pada semester gasal adalah 65,70 dengan
Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) 60,00
Menurut pengamatan penulis sebagai guru yang telah mengajar kelas ini
selama kurang lebih enam bulan, rendahnya nilai bahasa Inggris siswa antara
lain disebabkan oleh motivasi belajar siswa yang masih rendah. Hal ini antara
lain dipengaruhi oleh lingkungan baik keluarga, masyarakat, maupun sekolah.
Meskipun pihak sekolah telah berusaha untuk melengkapi berbagai kebutuhan
sarana dan prasarana belajar, tapi nampaknya kualitas proses kegiatan belajar
mengajar (KBM) perlu diberi perhatian khusus. Untuk lebih memotivasi siswa,
guru perlu menciptakan KBM yang mampu menarik perhatian siswa dan
meningkatkan motivasi belajar mereka yang pada akhirnya dapat meningkatkan
hasil belajar mereka.
Dalam upaya menciptakan KBM yang efektif dan memotivasi itulah penulis
melakukan PTK ini. Keterampilan menulis (writing) dipilih sebagai latar PTK
karena nilai rata - ratanya yang paling rendah di antara empat keterampilan
yang diajarkan .
Dari hasil menulis siswa pada semester ganjil dapat diamati dan disimpulkan
bahwa mereka menulis dengan menginggriskan konsep bahasa Indonesia yang
ada di benak mereka. Hasil tulisan mereka sebagian besar dapat dikatagorikan
teks yang tak berterima.

2. Masalah yang dihadapi


Siswa belum mampu menghasilkan tulisan dengan langkah retorika teks yang
benar sehingga produk tulisan mereka dapat dikatagorikan tak berterima
(unacceptable)

B. Hasil Siklus Pertama


1. Tahap perencanaan
Pembelajaran menulis teks prosedur dilaksanakan dalam siklus lisan yang
mengembangkan keterampilan mendengarkan dan berbicara, dan siklus tulis
yang mengembangkan keterampilan membaca (KD.11.2) dan menulis (12.2).
Sebelum penguasaan keterampilan membaca dan menulis teks prosedur, siswa
dilatih untuk menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Inggris mereka
seperti nouns, plural - singular forms, adverb of quantity, kalimat imperative
yang sangat dibutuhkan untuk dapat memahami dan mengonstruksi teks
prosedur.
Pembelajaran direncanakan dengan lebih dahulu memberikan model teks
secara utuh sebagai gambaran yang jelas bagi siswa akan target/tujuan belajar
mereka dalam kompetensi dasar yang telah ditentukan. Pada tahap modeling,
guru melakukan observasi tentang penguasaan kosa kata yang diperlukan
untuk materi ini. Menurut prakiraan, siswa masih perlu dilatih dan diberi
kesempatan untuk menambah kosa kata yang diperlukan tersebut secara tepat.
Teknik Mind Mappingakan digunakan untuk kegiatan ini. ( pertemuan 1)
Setelah dapat mengidentifikasi model teks dan memiliki kosa kata yang
memadai, siswa akan dilatih untuk menyusun konsep teks (drafting) dengan
menggunakan teknik mind map. Kegiatan menyusun teks dimulai dengan tahap
joint construction of the text yaitu: pertama, seluruh siswa bersama guru
menyusun draft sebuah teks. Pada langkah ini, ide bisa datang dari siswa atau
guru, tapi biasanya guru lebih dominan. Kedua, draft yang telah tersusun
digunakan untuk menyusun teks yang utuh. Pada langkah ini siswa diberi
contoh dan dilatih untuk memanfaatkan data pada konsep yang harus
disesuaikan dengan struktur generik teks (pertemuan 2). Kegiatan inti
pertemuan ketiga adalah aktifitas siswa menyusun draft dan menulis teks
dengan lengkap.
2.Tahap Pelaksanaan Tindakan
a. Pertemuan 1
1. Apersepsi; guru berusaha menghubungkan pengetahuan yang telah
dimiliki siswa dikaitkan dengan materi yang akan dibahas. Langkah ini
diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan guru kepada
kelas atau kepada individu tentang apakah mereka sudah sarapan, apa
makanan atau minuman kesukaan mereka, dan sebagainya.
2. Motivasi; Diskusi dilanjutkan dengan mengaitkan antara makanan
kesukaan dan cara membuatnya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk
memotivasi siswa, menumbuhkan keingintahuan terhadap teks yang
akan dibahas, dan memahami bahwa materi yang akan dibahas sangat
berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran; Setelah kegiatan apersepsi dan
motivasi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu yaitu
membangun kosa kata yang diperlukan untuk menyusun teks prosedur
berupa resep membuat makanan.
4. Menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan; untuk pertemuan ini
cakupan materi yang dipajankan pada siswa adalah model teks prosedur
berupa resep, daftar kosa kata yang dianggap sulit, serta pengembangan
kosa kata dengan menggunakan teknik Mind Mappingatau
clustering.Kegiatan yang dilakuakn mengikuti urutan teknik three Ps yaitu
Presentation, Practice, dan Production.
5. Pada kegiatan inti pertemuan pertama, guru memberikan sebuah teks
berupa sebuah resep makanan khas Indonesia sebagai model yang
harus dieksplorasi siswa, guru memfokuskan pada penambahan
perbendaharaan kata yang akan digunakan sebagai modal
pengembangan teks selanjutnya. Guru memberi contoh penggunaan
teknik Mind Mapping dan clustering untuk menambah kosa kata yang
diperlukan. Dari contoh teks yang diberikan yang berjudul How To Make
Ice Lemon Tea, siswa mengelaborasi atau mengembangkan
perbendaharaan kata pada jenis-jenis minuman favorit mereka, bahan-
bahan pembuat minuman seperti sugar, tea, coffee, chocolate, syrup,
creamer dan sebagainya. Dari bagian teks yang menjelaskan tentang
steps, siswa menggali kata-kata lain yang berkaitan dengan pembuatan
minuman seperti pour, put, mix, blend, stir dan sebagainya. Tahap akhir
dari kegiatan inti yaitu tahap konfirmasi dilakukan dengan mencoba
bersama seluruh kelas menyusun resep yang mirip dengan yang baru
saja dipelajari yaitu How to Make Hot Ginger Coffee.
6. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat
kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan dua pertanyaan untuk
dijawab siswa; “Sebutkan dua hal yang kamu pelajari dari pertemuan ini”
dan “Sebutkan dua hal yang dapat diperbaiki dari pengalaman belajar
hari ini”. Sebelum menutup pertemuan guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan membahas
tentang teks prosedur untuk keterampilan menulis.
b. Pertemuan 2
1. Kegiatan pendahuluan diawali dengan Apersepsi; guru berusaha
menghubungkan pembelajaran yang lalu dengan materi yang akan
dibahas. Langkah ini diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan guru kepada kelas atau kepada individu tentang apa makanan
atau minuman kesukaan mereka dan menceritakan tentang cara
membuatnya.
2. Motivasi; guru berusaha menggali pengalaman siswa tentang senangnya
membuat sendiri minuman atau makanan kesukaan mereka berdasarkan
resep. Dengan demikian diharapkan siswa dapat memahami betul bahwa
apa yang sedang mereka diskusikan berkait erat dengan kehidupan
mereka sehari-hari.Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa
dan menumbuhkan keingintahuan terhadap teks yang akan dibahas.
3. Hal ketiga dalam kegiatan pendahuluan adalah menyampaikan tujuan
pembelajaran yaitu memulai proses pertama menulis yang disebut
dengan pre-writing.
4. Materi mencakup persiapan menulis (pre-writing) teks prosedur berupa
resep yang terdiri dari brain storming atau curah pendapat dengan
menggunakan teknik mind mapping. Kegiatan yang dilakuakn mengikuti
urutan teknik three Ps yaitu Presentation, Practice, dan Production.
5. Kegiatan inti pertemuan kedua dimulai guru dengan memberikan sebuah
teks berupa sebuah resep makanan khas Indonesia sebagai model yang
harus dieksplorasi siswa, guru memfokuskan pada kegiatan pre writing
yaitu mengumpulkan data yang diperlukan untuk menyusun teks
prosedur sesuai dengan struktur teks yang ditentukan. Teknik Mind
Mappingdigunakan untuk mengelaborasi dan membantu siswa mencari
data dengan terarah. Penggunaan gambar yang berfungsi sebagai
symbol daharapkan dapat menarik minat siswa untuk lebih terlibat secara
aktif pada kegiatan pembelajaran. Dari contoh teks yang diberikan yang
berjudul How To Make Fried Rice, siswa mengelaborasi atau
mengembangkan perbendaharaan kata pada jenis-jenis makanan favorit
mereka dan bahan-bahan pembuatnya. Tahap akhir dari kegiatan inti
yaitu tahap konfirmasi dilakukan dengan mencoba bersama seluruh kelas
menyusun resep yang mirip dengan yang baru saja dipelajari yaitu How
to Make Crispy Fried Chicken.
6. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat
kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan dua pertanyaan untuk
dijawab siswa; “Sebutkan dua hal yang kamu pelajari dari pertemuan ini”
dan “Sebutkan dua hal yang dapat diperbaiki dari pengalaman belajar
hari ini”. Sebelum menutup pertemuan guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan membahas
tentang teks prosedur untuk keterampilan menulis
c. Pertemuan 3
1. Kegiatan pendahuluan diawali dengan Apersepsi; guru berusaha
menghubungkan pembelajaran yang lalu dengan materi yang akan
dibahas. Langkah ini diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan guru kepada kelas atau kepada individu tentang apakah
mereka atau ibu mereka sering menggunakan buku resep ketika
memasak di rumah.
2. Motivasi; guru berusaha menggali pengalaman siswa tentang senangnya
bisa menulis resep-resep favorit keluarga atau makanan khas suatu
daera, diharapkan siswa dapat memahami bahwa apa yang sedang
mereka diskusikan berkait erat dengan kehidupan mereka sehari-hari,
diyakini bahwa seseorang akan dengan senang hati melakukan sesuatu
yang membawa manfaat bagi dirinya.
3. Hal ketiga dalam kegiatan pendahuluan adalah menyampaikan tujuan
pembelajaran yaitu memulai proses kedua menulis yang disebut dengan
drafting. Materi mencakup penyusunan konsep atau garis besar teks,
menulis teks awal dilanjutkan dengan merevisi. Kegiatan yang dilakukan
mengikuti urutan teknik three Ps yaitu Presentation, Practice, dan
Production.
4. Kegiatan inti pertemuan ketiga dimulai dengan memberikan sebuah teks
berupa sebuah resep makanan khas Indonesia berjudul “How to make
Soto Bandung” sebagai model yang harus dieksplorasi siswa, guru
memfokuskan pada kegiatan drafting yaitu menyusun konsep dasar teks
dengan menggunakan teknik mind map. Kegiatan siswa dilanjutkan
dengan menyusun teks awal yang sudah lengkap dan disesuaikan
dengan struktur teks prosedur. Penggunaan gambar yang berfungsi
sebagai symbol diharapkan dapat menarik minat siswa untuk lebih
terlibat secara aktif pada kegiatan pembelajaran. Dari contoh teks yang
diberikan yang berjudul How to make Soto Bandung, Tahap akhir dari
kegiatan inti adalah menulis resep yang telah dipilih yang mirip dengan
contoh. Waktu yang diberikan selama 30 menit nampaknya masih belum
cukup sehingga guru harus menunggu sampai semua siswa selesai.
5. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat
kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan dua pertanyaan untuk
dijawab siswa; “Sebutkan dua hal yang kamu pelajari dari pertemuan ini”
dan “Sebutkan dua hal yang dapat diperbaiki dari pengalaman belajar
hari ini”. Sebelum menutup pertemuan, guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan membahas
tentang teks prosedur yang lain. Observer mengamati dan membuat
catatan pengamatan.

3.Tahap Refleksi
Hasil pengamatan observer pada seluruh aspek yang tertera pada format
pengamatan menunjukan rata-rata baik, hanya pada poin memberikan reward
dan punishment serta menciptakan suasana kelas yang kondusif masih dinilai
cukup dan perlu ditingkatkan. Hasil penilaian karya siswa menunjukkan rata-rata
53,10. Hasil diskusi menunjukkan guru belum berhasil memotivasi siswa untuk
aktif dan keadaan kelas cenderung kaku dan membosankan. Beberapa siswa
sudah terlihat aktif dan menunjukkan hasil pekerjaannya lebih cepat. Tapi
secara umum siswa kurang bergairah dan masih takut berekspresi. Kegiatan
menulis berlangsung ‘sepi’ jarang terlihat senyum atau terdengar tawa di antara
siswa. Atmosfir kelas perlu dibuat lebih ceria dan ‘fun’
4.Simpulan
Kegiatan belajar mengajar menulis dengan teknik pemodelan dan drafting
dengan bentuk Mind Mapping dapat memotivasi siswa meskipun keterlibatan
siswa dalam proses belajar belum maksimal dan dapat ditingkatkan lagi.
Atmosfir kelas perlu dibuat lebih semangat dan gembira. Guru perlu
memberikan reward kepada tindakan positif siswa serta punishment kepada
siswa yang masih bertingkah laku negative. Rerata nilai hasil pekerjaan siswa
masih rendah yaitu 53,1

C. Hasil Siklus Kedua


1. Tahap perencanaan
Dari hasil refleksi siklus pertama, pembelajaran menulis teks prosedur
direncanakan untuk tetap mencoba mengimplementasikan teknik Mind Mapping
sekali lagi dengan penyempurnaan teknik pembelajaran BMJI, penciptaan
atmosfir kelas yang lebih rileks dan gembira, serta memberi kesempatan untuk
kerja kelompok. Pembelajaran keterampilan menulis diberikan setelah
menuntaskan keterampilan mendengarkan (KD.8.2), berbicara (KD.10.2), dan
membaca (KD.11.2). Sesuai dengan RPP, kegiatan yang akan dilakukan siswa
pada siklus kedua ini adalah menulis sebuah resep makanan sederhana dengan
menerapkan teknik Mind Mapping terutama pada proses drafting. Menyusun
teks secara berkelompok, kemudian menulis teks secara individual.Sebelum
kegiatan menulis, guru mengulas kesalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa
pada siklus 1, menjelaskan kembali teknik Mind Mapping dan menciptakan
kondisi kelas yang gembira dan tidak tegang dengan sekali-sekali melontarkan
jokes.
2.Tahap Pelaksanaan Tindakan
a. Pertemuan 1
1. Apersepsi; guru berusaha mengaitkan pengetahuan yang telah dimiliki
siswa dengan materi yang akan dipelajari. Langkah ini diawali dengan
pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan guru kepada seluruh siswa atau
kepada siswa tertentu tentang kebiasaan mereka seperti kebiasaan
menabung, cara menabung, dan sebagainya.
2. Motivasi; Diskusi dilanjutkan dengan mengaitkan antara kegiatan
menabung dan caranya. Dari jawaban siswa terlontar cara menabung
konvensional yaitu menabung di rumah dengan menggunakan celengan
(piggy bank). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa,
menumbuhkan keingintahuan terhadap teks yang akan dibahas, dan
memahami bahwa materi yang akan dibahas sangat berkaitan dengan
kehidupan mereka sehari-hari.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran; Setelah kegiatan apersepsi dan
motivasi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu yaitu
menambah kosa kata yang diperlukan untuk menyusun teks prosedur
berupa cara membuat sesuatu.
4. Menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan; untuk pertemuan ini
cakupan materi yang dipajankan pada siswa adalah model teks prosedur
berupa cara membuat celengan, daftar kosa kata yang dianggap sulit,
serta pengembangan kosa kata dengan menggunakan teknik Mind
Mapping atau clustering.Kegiatan yang dilakukan mengikuti urutan teknik
four phase yaitu BKOF, MOT, JCOT, dan ICOT.
5. Pada kegiatan inti pertemuan pertama, guru memberikan sebuah teks
berupa cara membuat sesuatu berjudul How to make a Piggy bank
sebagai model yang harus dieksplorasi siswa, guru memfokuskan pada
penambahan perbendaharaan kata yang akan digunakan sebagai modal
pengembangan teks selanjutnya. Guru memberi contoh penggunaan
teknik Mind Mapping dan clustering untuk menambah kosa kata yang
diperlukan. Dari contoh teks yang diberikan tersebut, siswa
mengelaborasi atau mengembangkan perbendaharaan kata pada
barang –barang keperluan siswa yang dapat dibuat dari benda yang
sudah tak terpakai seperti botol plastik bekas minuman, CD bekas, kain
perca, dan sebagainya. Dari bagian teks yang menjelaskan tentang
steps, siswa menggali kata-kata lain yang berkaitan dengan pembuatan
barang sederhana seperti cut, join, paint, string, glue dan sebagainya.
Tahap akhir dari kegiatan inti yaitu tahap konfirmasi dilakukan dengan
mencoba mengonstruksi teks yang sejenis bersama seluruh kelas yaitu
How to make a pencil box.
6. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat
kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan dua pertanyaan untuk
dijawab siswa; “Sebutkan dua hal yang kamu pelajari dari pertemuan ini”
dan “Sebutkan dua hal yang dapat diperbaiki dari pengalaman belajar
hari ini”. Sebelum menutup pertemuan guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan membahas
tentang teks prosedur untuk keterampilan menulis. Dari teks contoh
tersebut, siswa mencari cara membuat sesuatu yang lain yang mirip,
kemudian siswa membuat draft dengan cara mengumpulkan kosa kata
yang diperlukan untuk menulis seluruh bagian teks. Setelah proses
drafting, siswa menyusun teks yang utuh sesuai dengan stuktur retorika
baku teks prosedur dan mengumpulkan hasil pekerjaannya. Observer
mengamati dan membuat catatan pengamatan.
d. Pertemuan 2
1. Kegiatan pendahuluan diawali dengan Apersepsi; guru berusaha
menghubungkan pembelajaran yang lalu dengan materi yang akan
dibahas. Langkah ini diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan guru kepada kelas atau kepada individu tentang barang limbah
apa saja yang dapat digunakan untuk didaur ulang menjadi benda yang
berguna.
2. Motivasi; guru berusaha menggali pengalaman siswa tentang senangnya
membuat sendiri sesuatu yang berguna dari barang yang sebenarnya
sudah menjadi sampah. Dengan demikian diharapkan siswa dapat
memahami betul bahwa apa yang sedang mereka diskusikan berkait erat
dengan kehidupan mereka sehari-hari.Kegiatan ini dimaksudkan untuk
memotivasi siswa dan menumbuhkan keingintahuan terhadap teks yang
akan dibahas.
3. Hal ketiga dalam kegiatan pendahuluan adalah menyampaikan tujuan
pembelajaran yaitu mengulang lagi proses awal menulis yang disebut
dengan pre-writing.
4. Materi mencakup persiapan menulis (pre-writing) teks prosedur berupa
cara membuat sesuatu yang terdiri dari brain storming atau curah
pendapat dengan menggunakan teknik mind map.Kegiatan yang
dilakukan mengikuti urutan teknik four phases.( BMJI)
5. Kegiatan inti pertemuan kedua dimulai guru dengan memberikan sebuah
teks berupa sebuah resep makanan khas Indonesia sebagai model yang
harus dieksplorasi siswa, guru memfokuskan pada kegiatan pre writing
yaitu mengumpulkan data yang diperlukan untuk menyusun teks
prosedur sesuai dengan struktur teks yang ditentukan. Teknik Mind
Mappingdigunakan untuk mengelaborasi dan membantu siswa mencari
data dengan terarah. Penggunaan gambar yang berfungsi sebagai
simbol diharapkan dapat menarik minat siswa untuk lebih terlibat secara
aktif pada kegiatan pembelajaran. Dari contoh teks yang diberikan yang
berjudul How to make a Piggy Bank, siswa secara berkelompok
mengelaborasi atau mengembangkan perbendaharaan kata pada jenis
benda-benda favorit mereka dan cara serta bahan-bahan pembuatnya.
Tahap akhir dari kegiatan inti yaitu tahap konfirmasi dilakukan dengan
mencoba bersama seluruh kelas menyusun teks prosedur yang mirip
dengan yang baru saja dipelajari misalnya How to make a CD bowl.
6. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat
kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan dua pertanyaan untuk
dijawab siswa; “Sebutkan dua hal yang kamu pelajari dari pertemuan ini”
dan “Sebutkan dua hal yang dapat diperbaiki dari pengalaman belajar
hari ini”. Pertemuan ditutup dengan penyampaian rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan membahas tentang teks
prosedur untuk keterampilan menulis mandiri.
7. Pertemuan 3
1. Apersepsi; guru berusaha menghubungkan pembelajaran yang lalu
dengan materi yang akan dibahas. Langkah ini diawali dengan
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru kepada kelas atau kepada
individu tentang apakah mereka sudah mencoba menyusun sendiri
sebuah teks tentang cara membuat sesuatu.
2. Motivasi; guru berusaha menggali pengalaman siswa tentang senangnya
bisa membuat sendiri benda-benda sederhana dari bahan limbah di
sekitar kita. Diharapkan siswa dapat memahami bahwa apa yang sedang
mereka diskusikan berkait erat dengan kehidupan mereka sehari-hari,
karena diyakini bahwa seseorang akan dengan senang hati melakukan
sesuatu kalau hal tersebut bermanfaat bagi dirinya.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran; yaitu memulai proses kedua
menulis yang disebut dengan drafting.
4. Materi mencakup penyusunan konsep atau garis besar teks, menulis teks
awal dilanjutkan dengan merevisi. Kegiatan yang dilakukan mengikuti
urutan teknik BMJI ( Building knowledge of the field, Modeling, Join
construction, and Independent costruction)
5. Kegiatan inti pertemuan ketiga dimulai dengan memberikan dua buah
teks berupa sebuah resep makanan khas Indonesia berjudul “How to
make Soto Bandung” dan “How to make a Simple Kite” sebagai model
yang harus dieksplorasi siswa, guru memfokuskan pada kegiatan drafting
yaitu menyusun konsep dasar teks dengan menggunakan teknik mind
map. Kegiatan siswa dilanjutkan dengan menyusun teks awal yang
sudah lengkap dan disesuaikan dengan struktur teks prosedur.
Penggunaan gambar yang berfungsi sebagai symbol diharapkan dapat
menarik minat siswa untuk lebih terlibat secara aktif pada kegiatan
pembelajaran. Tahap akhir dari kegiatan inti adalah menulis resep yang
telah dipilih yang mirip dengan contoh. Waktu yang diberikan selama 30
menit.
6. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat
kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan pertanyaan tentang
perasaan siswa dan manfaat yang dapat diperoleh dari pengalaman
belajar yang baru saja berlangsung. Sebelum menutup pertemuan guru
menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu
membahas jenis teks yang lain berupa teks pengumuman
(Announcement). Observer mengamati dan membuat catatan
pengamatan.
3. Tahap Refleksi
Hasil observasi pada siklus ke dua menunjukkan suasana belajar yang lebih
hidup. Siswa lebih aktif terlibat dalam kegiatan kelas dengan tidak ragu-ragu
merespon pertanyaan guru. Proses drafting dengan menggunakan teknik Mind
Mappingdengan melibatkan proses menggambar membuat siswa merasa
tidak terbebani seperti biasanya kalau mereka sedang belajar bahasa Inggris.
Bekerja dalam kelompok membantu siswa yang belum paham dapat dengan
lebih bebas bertanya pada temannya dalam kelompok. Penyusunan draft
menjadi lebih cepat, sehingga teks yang diminta juga cepat jadi. Nilai rerata
hasil pekerjaan siswa pada siklus kedua juga meningkat menjadi 61,00. Hasil
angket siswa menunjukkan respon rata-rata positif (68%) terhadap teknik Mind-
Mapping.

4. Simpulan siklus kedua


Penggunaan teknik Mind Mapping terbukti berhasil menumbuhkan gairah
belajar siswa. Hal ini karena kegiatan melibatkan emosi siswa yang tertarik
dengan gambar dan warna. Proses menulis tidak lagi menegangkan.Langkah-
langkah pembelajaran yang dimulai dengan fase pembekalan dengan kosa kata
yang terkait dan diperlukan, membuat siswa tidak merasa terbebani oleh
keterbatasan perbendaharaan kosakata. Pemberian teks-teks model dengan
jumlah yang memadai dan beragam membuat siswa memiliki rujukan yang
cukup mendukung. Tahap bekerja dalam kelompok memungkinkan siswa untuk
saling mengisi dengan cara berbagi tugas, peer correction,menjadi proof
reader, dan sebagainya. Ketika siswa diberi tugas untuk mengonstruksi teks
secara mandiri, mereka sudah punya pengetahuan dan pengalaman belajar
yang cukup. Meskipun peningkatan nilai belum meningkat secara signifikan tapi
atmosfir kelas, keterlibatan siswa, dan suasana belajar telah lebih baik.

BAB V
Simpulan dan Saran
A. Simpulan
Penggunaan teknik Mind Mapping pada proses pembelaran menulis bahasa
Inggris menunjukan hasil positif. Siswa lebih termotivasi dan terlibat dalam proses
pembelajaran dan dalam mengerjakan tugas. Hal ini antara lain karena
penggunaan gambar dan warna serta bentuk Mind Mapping yang menarik minat
siswa. Bila dikaitkan dengan teori bahw Mind Mapping sesuai dengan bentuk
skema kerja otak, mungkin hal itu pula yang jadi pendorong ketertarikan siswa.
Meskipun demikian, guru tetap harus menciptakan atmosfir kelas yang
menyenangkan agar motivasi yang telah terbangun dapat berkembang dengan
optimal. Dari hasil refleksi dua siklus pembelajaran yang telah dilakukan, langkah-
langkah pembelajaran BMJI dalam empat tahap juga sangat berperan untuk
membantu siswa dalam proses mengonstruksi teks secara mandiri. Suasana yang
menyenangkan dan teknik pembelajaran yang menarik seperti penggunaan teknik
Mind Mapping, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar.
B. Saran
1.Untuk Siswa
Siswa dapat membiasakan menggunakan teknik Mind Mapping bukan hanya
dalam pelajaran bahasa Inggris tapi dapat juga digunakan dalam pelajaran yang
lain. Memang, siswa dapat menggunakan berbagai teknik belajar sesuai dengan
gaya belajarnya, tetapi karena sebagian besar siswa senang dengan gambar-
gambar dan warna, maka teknik Mind Mapping dapat membantu siswa
meningkatkan hasil belajarnya. Hal ini disebabkan karena Mind Mapping dapat
melatih siswa untuk berpikir rinci dan runtut, serta penggunaan gambar dapat
memudahkan proses mengingat.
2.Untuk Guru
Dalam mata pelajaran bahasa Inggris, teknik Mind Mapping dapat digunakan
untuk membantu siswa pada setiap aspek yang harus dipelajari seperti
vocabulary, langkah retorika teks, grammar, dan lain-lain.
Teknik Mind Mapping dapat pula dimanfaatkan dalam proses belajar mata
pelajaran apapun, karena Mind Mapping melatih siswa untuk berpikir rinci dan
runtut dan memudahkan untuk mengingat.
3.Untuk Sekolah
Hasil PTK ini dapat disosialisasikan kepada semua guru sebagai salah satu
upaya sekolah dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Daftar Pustaka

Bloom, Benyamin S., et al., (1966). Taxonomy of Educational Objectives: Cognitive


Domain. New York: David McKay Company Inc.

Buzan, Tony.(2007). Buku Pintar Mind Map.Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka
Utama.

Hamid, Fuad Abdul.( 1987). Proses Belajar Mengajar Bahasa. Jakarta: Depdikbud.

Krashen, S.D.(1984).Writing: Research, theory and applications. Oxford: Pergamon


Institute of English.

Mc Niff, Jean.(1988). Action Research: Principles and Practice.New York: Routledge.

Richards,Jack C., Renandya, Willy A.(2002). Methodology in Language Teaching: An


Anthology of Current Practice, Cambridge: Cambridge University Press.

Rusyana, Yus. (1988). Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Bandung:
Diponegoro.

Tarigan, Hendri Guntur.( 1989). Metodologi Pengajaran Bahasa: Suatu Penelitian


Kepustakaan. Jakarta: P2LPTK Depdikbud.
Lampiran 1
FORMAT LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU
SIKLUS…

No Komponen yang diamati 5 4 3 2 1 Ket.


SB B C K SK
1. Penampilan umum
2. Memberikan motivasi dan apersepsi
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Menyampaikan cakupan materi dan
urutan kegiatan
5. Melakukan kegiatan eksplorasi dengan
cara bertanya
6. Melakukan kegiatan elaborasi dengan
cara diskusi dan menerangkan
7. Melakukan kegiatan konfirmasi dengan
cara memberikan feedback
8. Menggunakan media pembelajaran yang
menarik
9. Menjawab pertanyaan siswa dengan baik
10. Memberikan reward dan punishment
dengan tepat
11. Mengelola waktu dengan efektif dan
efisien
12. Menciptakan suasana kelas yang
kondusif
13. Menyimpulkan hasil belajar
14. Melakukan refleksi
15. Menyampaikan rencana kegiatan yang
akan datang .
Scoring: jumlah skor yang diperoleh X 100%
n x skor maksimal
Peneliti Jakarta,……………………………
Kolaborator/observer,

Nunung Nurlaela Sari Dra. Florentina M Hum.


NIP. 130678894

Lampiran 2
FORMAT LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA
SIKLUS…
No Komponen yang diamati 5 4 3 2 1 Ket.
SB B C K SK
1. Kesiapan belajar
2. Motivasi
3. Antusiasme
4. Memusatkan perhatian dan disiplin
5. Melakukan tanya-jawab
6. Melakukan kerja sama
7. Melakukan kerja kelompok
8. Menunjukkan kegembiraan
9. Sportifitas dan tanggung jawab
10. Mendapatkan reward dan punishment
11. Memanfaatkan waktu dengan efisien
12. Menjaga ketertiban kelas
13. Menyimpulkan hasil belajar
14. Melakukan refleksi
15. Mengerjakan tugas

Scoring: jumlah skor yang diperoleh X 100%


n x skor maksimal

Peneliti Jakarta,……………………………
Kolaborator/observer,

Nunung Nurlaela Sari Dra. Florentina M Hum.


NIP. 130678894

Lampiran 3
Hasil angket respon siswa terhadap penggunaan teknik Mind
Mappingdalam
pembelajaran menulis bahasa Inggris

4 3 2 1
No. Pernyataan SS S TS STS

1. Saya senang menggambar dan melihat gambar- 30 18


gambar

2. Saya senang menggunakan warna kalau 24 14


menggambar

3. Saya senang mengetahui teknik Mind 23 12 3


Mappingkarena bentuknya menarik

4. Saya senang menggunakan gambar dalam 30 18


pelajaran bahasa Inggris

5. Teknik Mind Mappingmembantu saya 27 8 3


mengumpulkan bahan-bahan yang akan saya
tulis

6. Teknik Mind Mappingmembantu saya menyusun 30 18


teks dengan runtut

7. Teknik Mind Mappingmembantu saya menghapal 15 16 7


pelajaran lebih mudah

8. Saya merasa lebih percaya diri untuk menulis 10 19 9

9. Saya yakin teknik Mind Mappingbaik juga 30 15 3


digunakan untuk pelajaran lain

10. Setelah mencoba menggunakan teknik mind 32 6


map, saya jadi lebih senang belajar

Jumlah 251 144 25

Skor 1004 432 50

Persentase 68% 28% 4%

Lampiran 4.
Nilai Hasil Menulis Siswa Siklus 1.
No Nama Content Rethoric Vocab. Grammar PSM Total Score

1 Agung R. 3 3 3 3 3 15 60

2 Ajeng Syafira 3 2 3 3 3 14 56

3 Ajeng P.D. 3 2 3 2 3 13 52

4 Andi Syafriadi 3 3 3 3 3 15 60

5 Ayu Wulandari 3 3 2 2 3 13 52

6 Bernadeta 3 3 2 3 4 15 60

7 Budi prasetyo 3 3 3 3 3 15 60

8 Della Fatimah 2 2 2 2 2 10 40

9 Eko Fauzi 3 3 3 4 3 16 64

10 Farra Sabilla 2 3 3 2 2 12 48

11 Febry H. M 3 2 3 3 2 13 52

12 Herwin Dwi.S 3 3 3 3 3 15 60

13 Ichlas 2 2 2 2 2 10 40

14 Ilham M. 3 2 2 3 3 13 52

15 Irvan Dhio 3 3 3 3 3 15 60

16 Isdian 3 2 2 3 3 13 52

17 Jodie Agusta Putra 2 2 3 3 3 13 52

18 M Irfan F. 2 2 2 3 3 12 48

19 M. Ridwan A. 3 3 3 3 3 15 60

20 M Rifki 2 2 2 2 2 10 40

21 M. Rizal Basitu 4 3 4 4 3 18 72

22 Nurul Handayani 3 3 3 2 2 13 52

23 Rara Husnul K. 3 3 3 3 3 15 60

24 Rezha D.P. 3 2 2 2 3 12 48
25 Risty Aulia 2 2 2 2 2 10 40

26 Robby M. 3 3 3 2 2 13 52

27 Rosita Ambar 3 3 3 3 2 14 56

28 Rt. Febry Brina 4 4 4 4 4 20 80

29 Sandy Fajar 3 3 3 3 3 15 60

30 Sandi N. 3 3 3 2 2 13 52

31 Siti Safira 3 3 3 3 2 14 56

32 Stephanus Prasetyo 3 2 2 2 2 11 44

33 Tri Febriani 3 3 3 3 3 15 60

34 Triya N. 2 2 2 2 2 10 40

35 Tyas Fikriyah 2 2 2 2 2 10 40

36 Ulfah Armanida 3 3 3 3 3 15 60

37 Venna Melinda 4 3 3 4 3 17 68

38 Virnanda Ayu 3 3 3 3 3 15 60

Rata-rata 2,84 2,68 2,76 2,69 2,65 13,3 53,1

Lampiran 5
Nilai Hasil Menulis Siswa Siklus 2

Content Rethoric Vocab. Grammar PSM Total Score


No Nama

1 Agung R. 3 4 3 3 3 16 64

2 Ajeng Syafira 3 3 3 3 3 15 60

3 Ajeng P.D. 3 2 3 2 3 13 52

4 Andi Syafriadi 3 4 3 3 3 15 64

5 Ayu Wulandari 3 3 3 2 3 14 56

6 Bernadeta 3 4 2 3 4 16 64

7 Budi prasetyo 3 4 3 3 3 15 64

8 Della Fatimah 3 3 2 2 3 13 52

9 Eko Fauzi 4 4 4 3 3 18 72

10 Farra Sabilla 2 3 3 2 2 12 48

11 Febry H. M 3 3 3 3 3 15 60

12 Herwin Dwi.S 3 3 3 3 3 15 60

13 Ichlas 3 3 2 2 2 12 48

14 Ilham M. 3 3 3 3 3 15 60

15 Irvan Dhio 4 4 3 3 3 17 68

16 Isdian 3 3 3 3 3 15 60

17 Jodie Agusta Putra 3 3 3 3 3 15 60

18 M Irfan F. 3 3 2 3 3 14 56

19 M. Ridwan A. 3 3 3 3 3 15 60

20 M Rifki 3 3 2 2 2 12 48

21 M. Rizal Basitu 4 4 4 4 4 20 80

22 Nurul Handayani 3 3 3 3 3 15 60

23 Rara Husnul K. 3 3 3 3 3 15 60

24 Rezha D.P. 3 3 2 2 3 13 52
25 Risty Aulia 3 3 2 2 2 12 48

26 Robby M. 3 3 3 3 3 15 60

27 Rosita Ambar 3 3 3 3 3 15 60

28 Rt. Febry Brina 4 4 4 4 4 20 80

29 Sandy Fajar 3 4 3 3 3 16 64

30 Sandi N. 3 3 3 3 2 14 56

31 Siti Safira 3 4 3 3 3 16 64

32 Stephanus Prasetyo 3 3 3 3 3 15 60

33 Tri Febriani 4 4 3 3 3 17 68

34 Triya N. 2 2 2 2 2 10 40

35 Tyas Fikriyah 3 3 2 2 2 12 48

36 Ulfah Armanida 3 3 3 3 3 15 60

37 Venna Melinda 4 4 3 4 3 17 72

38 Virnanda Ayu 4 4 3 3 3 17 68

Rata-rata 3,10 3,24 2,89 2,82 2,89 15 61


Lampiran 6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SMP : Hang Tuah 2

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris

Kelas/Semester : VII ( tujuh)/ 2

Standar Kompetensi : 12. Menulis

Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional dan


essay pendek sangat sederhana berbentuk descriptive dan
procedure untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

Kompetensi Dasar : 12.2 mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam


esai pendek sangat sederhana dengan ragam bahasa tulis
secara akurat, lancar, dan berterim untuk berinteraksi
dengan lingkungan terdekat dalam teks berbentuk
descriptive dan procedure.

Jenis teks : Teks Procedure

Aspek/Skill : Menulis

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 3x pertemuan )

1. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:

a. Menyusun teks procedure sesuai dengan langkah retorika yang benar


b. Menulis sebuah teks procedure berupa resep makanan sederhana dengan
menggunakan teknik Mind Mappingpada proses drafting

2. Materi Pembelajaran
a. Tujuan komunikatif teks procedure.

b. Langkah retorika teks procedure:

 Purpose/goal
 Materials/ingredients
 Steps/methods
c. Kosa kata terkait:

adjective+ly→ adverb

contoh: slow→ slowly

careful→ carefully

quick→ quickly

Adverbs of sequence:

First, second, after that, finally

Action verbs:

Mix, put, stir, cut, stick etc.

d.Grammar:

Imperatives ( Kalimat perintah)→verb+ noun/noun phrase+.....

Contoh:

 Press the button.


 Add the sugar.
 Stir the dough slowly.
 Pour the soup into the bowl carefully.

3. Metode/Teknik :

a. Three phases ( Pre-activity, Whilst -activity, Post- activity)


b. Mind Mapping(Peta Pikiran)

4. Langkah-langkah kegiatan untuk pertemuan 1 dan 2

Pertemuan 1

a. Kegiatan Awal

- Motivasi dan apersepsi

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran ( a dan b)

- Penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan


b. Kegiatan Inti

Eksplorasi:

- Bertukar pengalaman tentang berbagai cara melakukan sesuatu agar siswa


memahami tujuan

komunikatif teks procedure

- Menganalisis sebuah teks procedure untuk mengenali langkah retorika

Elaborasi

- Membahas langkah retorika teks procedure


- Menggali bahan (brain-storming) untuk menulis sebuah teks
procedure.
- Mengenal dan menggunakan teknik Mind Mappinguntuk
mengorganisasikan bahan menulis teks.

Konfirmasi

- Membahas beberapa hasil tulisan siswa.

c. Kegiatan Penutup

- Menyimpulkan hal-hal yang telah dipelajari

- Refleksi

- Menyampaikan rencana kegiatan yang akan datang.

Pertemuan 2

a. Kegiatan Awal

- Motivasi dan apersepsi

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

- Penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan

- Review pelajaran yang lalu tentang teks procedure

b. Kegiatan Inti

Eksplorasi:

- Brain-storming resep suatu makanan


- Menyusun konsep membuat resep makanan favorit dengan menggunakan
teknik Mind Mappingsecara klasikal.

Elaborasi

- Bekerja dalam kelompok yang terdiri dari empat orang untuk menyusun
konsep (drafting) membuat resep makanan yang lain dengan menggunakan
teknik Mind Map.

- Berdasarkan konsep (Mind Map) yang telah dibuat dalam kelompok, setiap
siswa menulis teks procedure yang utuh

Konfirmasi

- Membahas beberapa jawaban siswa.

c.Kegiatan Penutup

- Membuat kesimpulan

- Melakukan refleksi

- Menyampaikan rencana materi untuk pertemuan yang akan datang

Pertemuan 3

a. Kegiatan Awal

- Motivasi dan apersepsi

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

- Penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan

- Review pelajaran yang lalu tentang teks procedure

b. Kegiatan Inti

Eksplorasi:

- Brain-storming resep suatu makanan

- Menyusun konsep membuat resep makanan favorit dengan menggunakan


teknik Mind Mappingsecara klasikal.

Elaborasi
- Bekerja dalam kelompok yang terdiri dari empat orang untuk menyusun
konsep (drafting) membuat resep makanan yang lain dengan menggunakan
teknik Mind Map.

- Berdasarkan konsep (Mind Map) yang telah dibuat dalam kelompok, setiap
siswa menulis teks procedure yang utuh

Konfirmasi

- Membahas beberapa jawaban siswa.

c.Kegiatan Penutup

- Membuat kesimpulan

- Melakukan refleksi

- Menyampaikan rencana materi untuk pertemuan yang akan datang

5. Sumber Belajar

- Buku : Buku Elektronik Sekolah; Contextual Teaching and Learning Bahasa


Inggris Kelas VII

- English in Mind, Student’s Book 1, Cambridge University Press,

- Real Time 1, Penerbit Erlangga

- Kamus

6. Penilaian

a. Teknik : Non Tes

b. Bentuk : Produk

Indikator Penilaian
Teknik Bentuk Contoh instrumen

1.Mengidentifikasi Tes Completion Read the text and identify the text
langkah retorika organization by completing the blank
teks dan informasi Essay spaces.Then answer the following
dalam teks questions.

2. Mengungkapkan NonTes Product Write down a recipe of your favorite


makna secara dish! Use Mind Mappingtechnique in
tertulis dalam teks drafting.
berbentuk
Procedure berupa
resep makanan

c. Instrumen Penilaian

I. Read the text and identify the text organization by completing the blank spaces.

Green Bean Porridge→(a)………………..

Ingredients:

250 gr green bean

250 gr brown sugar

½ teaspoon of salt (b)…………………..

200 ml coconut milk

1 lt water

Steps:

1. Wash the green bean


2. Boil the water.
3. Put the green bean into the boiling water.
4. Let the green bean become tender. ( c )……………..
5. Add the sugar and salt.
6. Pour the coconut milk.
7. Simmer for ten minutes.
8. Serve the green bean porridge.
Answer the following questions.

1. What materials do you need to make the green bean porridge?


2. What kind of sugar do you need?
3. What is the second step of making green bean porridge?
4. How long do you have to simmer the porridge?
5. What is the communicative purpose of the text?

II. Write down a recipe of your favorite dish! Use Mind Mappingtechnique in drafting.

e. Pedoman Penilaian

1. I : Tiap jawaban benar skor 1; skor maksimal : 8 X 1 = 8


2. II : Rubrik penilaian produk:
1. Content
2. Rethoric
3. Vocabulary
4. Grammar
5. PSM (Punctuation, spelling, mechanics)

Skala penilaian:
1.very poor
2.poor
3. average
4. good
5. excellent

3. Nilai siswa = skor diperoleh X 100


skor maksimal

Mengetahui Guru Mata Pelajaran

Kepala SMP Hang Tuah2 Bahasa Inggris

Drs. Sumardiyono Nunung Nurlaela Sari

NIP.030 NIP.130678894
Lampiran 7
REVISI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 2


SMP : Hang Tuah 2

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris

Kelas/Semester : VII ( tujuh)/ 2

Standar Kompetensi : 12. Menulis

Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional dan


essay pendek sangat sederhana berbentuk descriptive dan
procedure untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

Kompetensi Dasar : 12.2 mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam


esai pendek sangat sederhana dengan ragam bahasa tulis
secara akurat, lancar, dan berterim untuk berinteraksi
dengan lingkungan terdekat dalam teks berbentuk
descriptive dan procedure.

Jenis teks : Teks Procedure

Aspek/Skill : Menulis

Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 3x pertemuan )

3. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran siswa dapat:

c. Menyusun teks procedure sesuai dengan langkah retorika yang benar


d. Menulis sebuah teks procedure berupa resep makanan sederhana dengan
menggunakan teknik Mind Mappingpada proses drafting

4. Materi Pembelajaran
a. Tujuan komunikatif teks procedure.

b. Langkah retorika teks procedure:

 Purpose/goal
 Materials/ingredients
 Steps/methods

c. Kosa kata terkait:

d.Grammar:

Imperatives ( Kalimat perintah)→verb+ noun/noun phrase+.....

Contoh:

 Cut the plastic bottle.


 Stick the paper.
 Make a hole.
 Pait the glass
 Press the button.

3. Metode/Teknik :

a. BMJI ( Building knowledge, Modeling, Join construction, Independent


construction)
b. Three phases ( Pre-activity, Whilst -activity, Post- activity)
c. Mind Mapping( Peta Pikiran)

4. Langkah-langkah kegiatan untuk pertemuan 1 dan 2

Pertemuan 1

a. Kegiatan Awal

- Motivasi dan apersepsi

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran ( a dan b)

- Penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan

b. Kegiatan Inti

Eksplorasi:

- Bertukar pengalaman tentang berbagai cara melakukan sesuatu agar siswa


memahami tujuan komunikatif teks procedure

- Menganalisis sebuah teks procedure ( How to make a piggy bank) untuk


mengenali langkah retorika teks.

Elaborasi

- Membahas langkah retorika teks procedure


- Menggali bahan (brain-storming) untuk menulis sebuah teks
procedure ( How to make a piggy bank).
- Mengenal dan menggunakan teknik Mind Mappinguntuk
mengorganisasikan bahan menulis teks.

Konfirmasi

- Membahas beberapa hasil tulisan siswa.

c. Kegiatan Penutup

- Menyimpulkan hal-hal yang telah dipelajari

- Refleksi

- Menyampaikan rencana kegiatan yang akan datang.

Pertemuan 2

a. Kegiatan Awal

- Motivasi dan apersepsi

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

- Penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan

- Review pelajaran yang lalu tentang teks procedure

b. Kegiatan Inti

Eksplorasi:

- Brain-storming cara membuat sesuatu dari barang limbah.

- Menyusun konsep membuat sesuatu dari barang limbah dengan


menggunakan teknik Mind Mappingsecara klasikal.

Elaborasi

- Bekerja dalam kelompok yang terdiri dari empat orang untuk menyusun
konsep (drafting) membuat resep makanan atau membuat sesuatu dari
barang limbah yang lain dengan menggunakan teknik Mind Map.
- Berdasarkan konsep (Mind Map) yang telah dibuat dalam kelompok, setiap
siswa menulis teks procedure yang utuh

Konfirmasi

- Membahas beberapa jawaban siswa.

c.Kegiatan Penutup

- Membuat kesimpulan

- Melakukan refleksi

- menyampaikan rencana materi untuk pertemuan yang akan datang

Pertemuan 3

a. Kegiatan Awal

- Motivasi dan apersepsi

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

- Penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan

- Review pelajaran yang lalu tentang teks procedure

b. Kegiatan Inti

Eksplorasi:

- Brain-storming cara melakukan sesuatu

- Menyusun konsep membuat resep makanan favorit / cara melakukan


sesuatu dengan menggunakan teknik Mind Mappingsecara klasikal.

Elaborasi

- Bekerja dalam kelompok yang terdiri dari empat orang untuk menyusun
konsep (drafting) membuat resep makanan yang lain, cara membuat sesuatu
atau cara melakukan sesuatu dengan menggunakan teknik Mind Map.

- Berdasarkan konsep (Mind Map) yang telah dibuat dalam kelompok, setiap
siswa menulis teks procedure yang utuh

Konfirmasi

- Membahas beberapa jawaban siswa.


c.Kegiatan Penutup

- Membuat kesimpulan

- Melakukan refleksi

- Menyampaikan rencana materi untuk pertemuan yang akan datang

5. Sumber Belajar

- Buku : Buku Elektronik Sekolah; Contextual Teaching and Learning Bahasa


Inggris Kelas VII

- English in Mind, Student’s Book 1, Cambridge University Press,

- Real Time 1 halaman 76-89, Penerbit Erlangga

- Kamus

6. Penilaian

a. Teknik : Non Tes

b. Bentuk : Produk

Indikator Penilaian

Teknik Bentuk Contoh instrumen

1. Mengungkapkan NonTes Product Write down a recipe of your favorite


makna secara dish! Use Mind Mappingtechnique in
tertulis dalam teks drafting.
berbentuk
Procedure berupa
resep makanan

c. Instrumen Penilaian

I. Write down a recipe of your favorite dish, How to make something, or How to do
something. Use Mind Mappingtechnique in drafting.
e. Pedoman Penilaian

I : Rubrik penilaian produk:


1.Content
2.Rethoric
3.Vocabulary
4.Grammar
5.PSM (Punctuation, spelling, mechanics)

Skala penilaian:
1.very poor
2.poor
3. average
4. good
5. excellent

3. Nilai siswa = skor diperoleh X 100


skor maksimal

Mengetahui Guru Mata Pelajaran

Kepala SMP Hang Tuah2 Bahasa Inggris

Drs. Sumardiyono Nunung Nurlaela Sari

NIP.030 NIP.130678894
Lampiran 8
Hasil Observasi terhadap guru siklus 1
Lampiran 9
Hasil observasi terhadap siswa siklus 1
Lampiran 10
Hasil Observasi terhadap guru siklus 2
Lampiran 11
Hasil observasi terhadap siswa siklus 2
Lampiran 12
Contoh Hasil Tulisan Siswa
Lampiran 13
Foto-foto Kegiatan Pelaksanaan PTK

Ruang kelas VII C

Pengenalan teknik Mind Map

Siswa memperhatikan dengan gembira


Siswa mengumpulkan data yang diperlukan

Hasil brain-storming

Seorang siswa mencoba membuat gambar

Kerja kelompok
Membantu siswa dalam kerja kelompok

Membuat contoh lain

Kerja kelompok
Lampiran 14

Gambar Konsep Dasar Mind Mapping

Tony Buzan, 2007:4

Lampiran 15.
Contoh Mind Map

Tony Buzan, 2007:185