Anda di halaman 1dari 78

Analisa Penerapan Sistem Role Online Ticketing

Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-


Ticket Pada Perguruan Tinggi Raharja
Dari widuri

Daftar isi
1 BAB I
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.2.1 Apakah sistem pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja sudah berjalan
dengan maksimal ?
1.2.2 Apakah penerapan sistem ticketing online membantu kelancaran pelayanan
pada Perguruan Tinggi Raharja?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
1.3.2 Manfaat Penelitian
1.4 Ruang Lingkup
1.5 Metode Penelitian
1.5.1 Metode Observasi
1.5.2 Metode Survei
1.5.3 Metode Studi Pustaka
1.5.4 Lokasi Penelitian
1.6 Sistematika Penulisan
2 BAB II
2.1 Teori Umum
2.1.1 Konsep Dasar Sistem
2.1.2 Konsep Dasar Informasi
2.1.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.1.4 Konsep Dasar Analisis Sistem
2.1.5 Konsep Dasar Internet
2.1.6 Konsep Dasar Teknologi Informasi
2.2 Teori Khusus
2.2.1 Konsep dasar UML (Unified Modeling Language)
2.2.2 Konsep Dasar Aplikasi Web
2.2.3 Konsep Dasar Adobe Dreamweaver
2.2.4 Konsep Dasar Database
2.2.5 Bahasa Yang Digunakan Dalam Membangun Sebuah Web
2.2.6 Definisi Yang Berhubungan
2.3 Literature Review
3 BAB III
3.1 Analisa Organisasi
3.1.1 Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja
3.1.2 Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja
3.1.3 Wewenang dan Tanggung Jawab
3.1.4 Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja
3.1.5 Arti Nama Raharja
3.1.6 Arti Green Campus
3.1.7 Lokasi Kampus
3.1.8 Struktur Organisasi
3.2 Masalah Yang Dihadapi
3.3 Analisa Batasan Sistem
3.4 Analisa Kebutuhan Sistem
3.5 Analisa Kelebihan dan Kekurangan Sistem Yang Berjalan
3.6 Analisa Proses
3.7 Urutan Prosedur
3.8 Analisa Kontrol
3.9 Tata Laksana Sistem Yang Sedang Berjalan
3.10 Prototype Program
3.11 Konfigurasi Sistem
4 BAB IV
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

BAB I
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi merupakan fenomena dimana suatu


kebutuhan informasi harus terpenuhi baik secara langsung maupun tidak langsung
agar dapat memberikan informasi yang cepat dan akurat. Saat ini segala aspek
kehidupan juga telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut
beriringan pula dengan perkembangan masyarakat dari masyarakat yang tradisional
menjadi masyarakat modern, kemudian secara otomatis perkembangan tersebut
menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi. Penyebab utama yang paling
terasa pada perubahan tersebut adalah pada aspek Teknologi Informasi, Teknologi
Informasi yang merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data
dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan
pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan. Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat
utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat. Salah satu contoh
paling sederhana dalam hal ini adalah bila pada masyarakat yang masih tradisional
dahulu dalam pencapaian informasi dari jarak jauh memerlukan waktu yang begitu
lama, karena saat itu masih menggunakan cara pengiriman pesan yang masih
sederhana yaitu surat-menyurat, kemudian berkembang menjadi faksimile
kemudian telepon dan sekarang pada tingkat yang lebih modern telah muncul
telepon genggam dalam beragam jenis dan fitur-fitur canggih yang mendominasinya
serta muncul pula sebuah alat elektronik yaitu komputer yang dapat menginput lalu
memproses serta memberikan output berupa data.

Gambar 1.1 Siklus Perubahan Teknologi Informasi

Teknologi informasi juga mampu melakukan efisiensi di berbagai bidang,


antara lain penghematan dalam penggunaan kertas (paperless), sehingga
perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan.
Kehidupan ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan yang sudah dipengaruhi oleh
berbagai kebutuhan secara elektronik. Kehidupan yang sudah dipengaruhi oleh
kebutuhan secara elektronik akan dapat memudahkan kita dalam memperoleh
informasi. Salah satunya adalah dengan adanya aplikasi yang tersedia didalam
komputer, salah satu contohnya adalah web browser yang merupakan sebuah
aplikasi terhubung dengan internet dimana user akan mendapatkan informasi juga
akan dapat mengakses informasi secara cepat dan mudah diperoleh tanpa mengenal
jarak dan waktu, kapan saja dan dimana saja kita akan mampu memperoleh
informasi yang kita butuhkan melalui bantuan teknologi yang terhubung dengan
jaringan internet. Kebutuhan informasi dalam mengirimkan sebuah pesan berupa
informasi yang akurat serta terarah sangat diharapkan dalam perkembangan
teknologi saat ini.

Gambar perguruan tinggi raharja.jpg

Gambar 1.2 Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja adalah salah satu organisasi yang bergerak dibidang
pendidikan Teknologi Informasi (TI) dan mempunyai 4 (empat) pilar IT E-learning
yang telah dihasilkan dari hasil penelitian, yaitu terdiri dari SIS (Student Information
Services), RME (Raharja Multimedia Edutainment), INTEGRAM (Integrated Raharja
Marketing), dan GO (Green Orchestra). Keempat pilar tersebut adalah instrumen
Perguruan Tinggi Raharja sebagai kampus unggulan yang sesuai dengan visinya
yaitu menuju Perguruan Tinggi unggulan yang selalu berinovasi dan memiliki daya
saing yang tinggi dalam era globalisasi. Selain itu Perguruan Tinggi Raharja telah
menciptakan dan menerapkan teknologi baru yaitu iLearning dalam proses kegiatan
yang ada dikampus dan pembelajaran bagi seluruh Pribadi Raharja.

Dengan teknologi iLearning tersebut, proses pembelajaran pada Perguruan


Tinggi Raharja dapat dilaksanakan dengan menggunakan iPad, smart phone, mobile
computing, dan gadget lainnya yang mendukung cara kerja mobile communication
edutaiment. Pembelajaran iLearning mempunyai beberapa metode pembelajaran,
yaitu :

1. Metode pembelajaran yang sudah modern dan maju.

2. Metode belajar yang interaktif.


3. Metode pembelajaran yang memudahkan kita mengerjakan tugas-tugas kuliah.

4. Metode pembelajaran yang seru dan tidak membosankan karena disamping


belajar kita juga dapat bermain.

Berdasarkan tulisan sebelumnya yang di kemukakan oleh Untung Rahardja,


M.T.I (2011) iLearning adalah sistem pembelajaran modern dan terbaru dalam dunia
pendidikan yang berbasis 4B (Belajar, Bekerja, Bermain, Dan Berdoa) dan dapat di
implementasikan sebagai arsitektur 4B iLearning, seperti pada gambar satu berikut
ini.

Gambar arsitektur.jpg

Gambar 1.3 Arsitektur iLearning

Tampak pada arsitektur diatas, sistem iLearning yang saling berhubungan dan
berkaitan satu sama lain sehingga membentuk suatu bangunan iLearning yang dapat
memperkokoh sitem pembelajaran yang sedang berjalan dan target demi mencapai
suatu tujuan. Sehingga iLearning tersebut dapat dijadikan inovasi baru dalam dunia
ilmu pengetahuan dan pendidikan, sebagai suatu sistem pembelajaran baru, dalam
dunia pendidikan dengan memanfaatkan perkembangan Informasi Teknologi.
Seiring dengan kemajuan Perguruan Tinggi Raharja yang cukup pesat
mengakibatkan semakin banyak pula minat masyarakat untuk bergabung menjadi
Pribadi Raharja.

Kini untuk mengakses informasi dapat diperoleh tanpa mengenal jarak dan
waktu, kapan saja dan dimana saja kita akan mampu memperoleh informasi yang
kita butuhkan melalui bantuan teknologi. Ini merupakan salah satu pemecahan
masalah atas kebutuhan informasi yang selama ini terbatas dengan jarak dan waktu.
Dengan hadirnya teknologi tersebut para pengguna dan penyedia informasi dapat
berinteraksi dengan baik, sehingga suatu organisasi juga dapat berkembang dengan
cepat. Saat ini proses pelayanan kampus yang berjalan pada Perguruan Tinggi
Raharja masih belum optimal, artinya sistem pelayanan yang berjalan masih
dikatakan belum kendalikan dengan baik, sehingga mahasiswa Pribadi Raharja
harus meluangkan waktu dan mencari-cari orang yang bersangkutan untuk
bertanya perihal informasi yang di harapkan. Dan belum tentu pelayanan yang
diberikan memuaskan, terkadang ada yang tidak tertangani dengan baik bahkan
memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Hal ini tentu akan
berdampak buruk, jika suatu pelayanan tidak dapat memberikan kepuasan dan
kenyamanan kepada mahasiswa Pribadi Raharja. Perguruan Tinggi Raharja sebagai
salah satu lembaga pendidikan unggulan yang berada di Kota Tangerang, berusaha
menjawab segala permasalahan yang ada. Dengan memanfaatkan perkembangan
Teknologi Informasi, Perguruan Tinggi Raharja mencoba untuk membuat terobosan
dengan membuat sistem pelayanan ticketing online. Sistem penggunaan tiket dalam
proses pelayanan merupakan suatu peranan penting dalam dunia informasi,
khususnya untuk mempermudah mahasiswa Pribadi Raharja dalam memperoleh
informasi seputar akademik.

Dengan adanya sistem ini diharapkan bagi Pribadi Raharja tidak lagi kesulitan
dalam mengakses informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan
kampus dan akademik. Dan diharapkan juga dengan adanya sistem ini, proses
pelayanan dapat berjalan optimal dan tentunya meningkatkan kualitas pelayanan
kampus. Dari latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul “Analisa
Penerapan Sistem Role Online Ticketing Raharja (ROOSTER) Dengan
Menggunakan E-Ticket Pada Perguruan Tinggi Raharja”.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap
penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian.
Tanpa perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan
bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Perumusan masalah atau research
questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu
rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai
fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling
terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab
maupun sebagai akibat. Adanya rumusan masalah merupakan salah satu faktor
penting yang menentukan jalannya penelitian. Suatu masalah perlu diteliti untuk
menguraikan masalah – masalah yang ada, untuk menggambarkan atau
mendeskripsikan masalah tersebut, dan untuk menemukan solusi atas masalah
tersebut. Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya
(harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. Kesenjangan tersebut
dapat mengacu ke ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya,
pendidikan dan lain sebagainya. Penelitian diharapkan mampu mengantisipasi
kesenjangan-kesenjangan tersebut. Masalah yang perlu dijawab melalui penelitian
cukup banyak dan bervariasi misalnya masalah dalam bidang pendidikan saja dapat
dikategorikan menjadi beberapa sudut tinjauan yaitu masalah kualitas, pemerataan,
relevansi dan efisiensi pendidikan [Riyanto, 2001].

Mengingat pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan


penelitian, sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa
kegiatan melakukan perumusan masalah, merupakan kegiatan separuh dari
penelitian itu sendiri. Rumusan masalah ini dikategorikan sebagai pertanyaan utama
yang dicari dan yang akan dijawab melalui sebuah penelitian. Permasalahan itu
muncul karena adanya gap (kesenjangan) antara kondisi nyata dengan kondisi yang
diharapkan, atau bisa juga antara target dengan ketercapaiannya.

Dalam penelitian tentang sistem Role Online Ticketing Raharja (ROOSTER)


berarti terkait pada proses pelayanan sistem informasi. Seperti yang telah dijabarkan
pada latar belakang bahwa Pelayanan sistem informasi sebelumnya sulit untuk
dicapai secara tepat dan cepat, salah satu contoh pelayanan informasi mengenai
konsultasi email (raharja.co) atau (raharja.info). Saat ini mahasiswa Pribadi Raharja
serta para dosen diwajibkan untuk mempunyai akun email (raharja.co) atau
(raharja.info). Aktivitas perkuliahan yang dilakukan mulai dari pengiriman tugas
kepada dosen harus menggunakan email tersebut. Namun masih banyak mahasiswa
yang belum mengerti untuk dapat mempunyai akun email tersebut, dan masih
banyak mahasiswa yang masih belum paham cara penggunaan email tersebut.
Sehingga mahasiswa tersebut harus menemukan pihak yang terkait untuk
mendapatkan sebuah jawaban informasi perihal email ini. Hal ini menjadi
permasalahan yang harus dipecahkan, karena jika tidak terpecahkan maka akan
mengakibatkan proses pelayanan terlihat belum terkendalikan dengan baik, juga
banyak faktor yang merugikan seperti waktu yang terbuang dan prosedur pelayanan
yang tidak terstuktur. Selanjutnya, akan dinyatakan dan dijelaskan mengapa
masalah ini penting dan menarik untuk dipecahkan. Dan akan dinilai juga dari
kerugian yang akan muncul apabila masalah ini tidak terpecahkan, atau keuntungan
yang akan didapatkan jika masalah ini terpecahkan. Observasi lapangan melalui
studi survey menggunakan iSur (iLearning Survey) akan dilakukan demi
mengukuhkan akar permasalahan dari sistem pelayanan informasi ini. Serta
pembuktian melalui literature review bahwa belum ada solusi atau jawaban yang
tepat atau pemecahan masalah yang memuaskan atas penelitian yang akan
dilakukan ini.

Berdasarkan uraian diatas maka di dapatkan rumusan masalah yang terjadi


didalam penggunaan Role Online System Ticketing Raharja (ROOSTER),diantaranya:

Apakah sistem pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja sudah berjalan dengan
maksimal ?

Pada dasarnya Perguruan Tinggi Raharja telah memiliki cara dalam sebuah
pelayanan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa Pribadi Raharja dalam
memperoleh informasi kegiatan seputar kampus dan infrastruktur yang ada.
Namun, cara yang diterapkan masih belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan
pelayanan yang masih manual serta sulitnya para Pribadi Raharja menemui sumber
informasinya dan tidak menyeluruh (tidak update) sehingga menyebabkan kesulitan
dalam proses penyampaian informasi. Selain itu, informasi yang didapatkan
terkadang telat disampaikan, sehingga mahasiswa Pribadi Raharja yang mengetahui
informasi tentang kegiatan kampus yang up to date hanya sebagian saja.

Apakah penerapan sistem ticketing online membantu kelancaran pelayanan pada


Perguruan Tinggi Raharja?

Pada saat mahasiswa tidak dapat menemukan pihak yang terkait perihal
konsultasi email, maka mahasiswa tersebut sulit untuk mendapatkan sebuah
jawaban informasi perihal email, dan harus mencari pihak yang terkait di lain
waktu. Serta dalam melakukan konsultasi email ini hanya dapat dipertanyakan
secara langsung (face to face) tentunya dilingkungan kampus, disini terlihat proses
pelayanan informasi memakan waktu banyak. Sehingga membutuhkan sebuah
sistem agar dapat membantu kelancaran pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja.

Tujuan dan Manfaat Penelitian


Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud


atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Maksud-maksud
yang terkandung di dalam penelitian tersebut baik maksud utama maupun
tambahan harus dikemukakan dengan jelas. Tujuan penelitian merupakan satuan
yang selaras dari perumusan masalah dan manfaat penelitian. Adanya tujuan
penelitan adalah untuk menentukan arah dari suatu penelitian. Tujuan merinci apa
saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah terjawab maka tujuan
penelitian sudah tercapai. Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya
sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari
rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan,
sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali
dengan kata ingin mengetahui.

Tujuan penelitian yang menguraikan secara tegas dan jelas tujuan


dilaksanakan penelitian di objek penelitian yang dipilih tersebut untuk objek
penelitian atau organisasi. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan
masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian.
Tujuan penelitian dijabarkan, biasanya menggunakan kata-kata kerja pembuka
antara lain: menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguraikan, menilai,
menguji, membandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data atau
pengetahuan atau keterangan tentang peneliti.

Tujuan dari sistem pelayanan ROOSTER ini yaitu memudahkan dalam


mendapatkan informasi seputar akademik perkuliahan, dan memaksimalkan
pelayanan kampus dengan adanya pelayanan secara online.
Tujuan Individual dari penelitian ini, yaitu untuk meningkatkan kinerja penulis
agar mampu bereksperimen dalam melakukan pola fikir yang lebih baik lagi dan
dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam sistem pelayanan Perguruan
Tinggi.

Tujuan Fungsional dari penelitian ini, yaitu agar hasil dari penelitian ini dapat
dimanfaatkan dan dipergunakan oleh Perguruan Tinggi sebagai referensi dasar
untuk mengambil suatu langkah kebijaksanaan dalam suatu informasi dan
keputusan.

Tujuan Operasional dari penelitian ini, yaitu Mempermudah mahasiswa/i


Perguruan Tinggi Raharja dalam memperoleh informasi, dan mengoptimalkan
sistem pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja agar lebih efektif dan efisien.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Manfaat


atau Kegunaan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan
manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk
pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Dalam
hal ini, penelitian yang dilakukan dibuat dengan dukungan beberapa kajian teoritis
dan temuan sebelumnya, maka penelitian ini mempunyai manfaat teoritis.
Sedangkan manfaat praktisnya tergantung pada bentuk penelitian yang dilakukan,
terutama untuk penelitian evaluasi dan eksperimen. Dalam penulisan laporan KKP
ini dikemukakan beberapa manfaat, yaitu :

1. Menghasilkan penerapan sistem ticketing online ROOSTER (Role Online


System Ticketing Raharja) yang dapat diakses dengan mudah.

2. Dapat mengidentifikasi dengan baik semua kebutuhan-kebutuhan yang


terkait dengan sistem ticketing online pada Perguruan Tinggi Raharja.
3. Membantu untuk meningkatkan pemberian pelayanan yang maksimal dalam
sisi pelayanan informasi akademik pada Perguruan Tinggi Raharja.

Ruang Lingkup

Untuk mempermudah penulisan laporan KKP ini dan agar lebih terarah dan
berjalan dengan baik, maka perlu dibuat suatu batasan masalah. Adapun ruang
lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan laporan KKP ini yaitu
hanya pada lingkup seputar kegiatan aktifitas akademik perkuliahan yang ada pada
Perguruan Tinggi Raharja. Pada laporan KKP ini hanya membahas tentang
pelayanan ticketing online melalui ROOSTER (Role Online System Ticketing Raharja).

Pelayanan ticketing online hanya dapat digunakan bagi Pribadi Raharja yang
mempunyai akun email Raharja.co ,dan belum dapat digunakan oleh pengguna
umum yang belum memiliki akun email Raharja.co. Pembuatan tiket saat ini hanya
bisa dilakukan dari operator iDuHelp!. hal ini dilakukan agar kegiatan pelayanan
berjalan sesuai dengan optimal dan lebih terstruktur. Dalam sebuah pelayanan
diberikan batas waktu pelayanan, agar pelayanan dapat berjalan dengan baik. Setiap
permintaan layanan hanya dilakukan selama 2×24 jam, dan dalam waktu tersebut
operator harus memberikan kabar perkembangan dari permintaan pelayanan
customer sudah sampai mana pelayanan ditangani oleh operator. Setiap layanan
informasi yang dibutuhkan akan dibuat sebuah tiket baru untuk dapat menerima
informasi seputar akademik perkuliahan, sehingga setiap pelayanan terdapat history
sebagai arsip pelayanan.

Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan


penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis
dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai
rancangan penelitian (research design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan
prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data
dan kondisi arti apa data dikumpulkan dan dengan cara bagaimana data tersebut
dihimpun dan diolah untuk digunakan dalam pembuatan Laporan Kuliah Kerja
Praktek (KKP). Adapun metode yang digunakan penulis dalam menyusun laporan
penelitian sebagai berikut:

Metode Observasi

adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau


peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam
hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi
lokasi penelitian untuk mengamati berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan
dan meminta data yang diperlukan sebagai bahan untuk menulis laporan penelitian.
Maksudnya, dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap sistem
pelayanan informasi kampus yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja.
Kemudian dari pengamatan tersebut, peneliti mengumpulkan data yang merupakan
sumber informasi yang sangat penting yang dapat membantu menganalisa dalam
rangka pembangunan sistem tersebut.

Metode Survei

yaitu metode ini dilakukan melalui proses survey disebuah sistem yang telah
disediakan iSur (iLearning Survey), dimana metode ini dilakukan secara online oleh
responden yang diberikan pertanyaan-pertanyaan atas apa saja yang dia rasakan
selama menggunakan sistem ROOSTER. Survey ini dilakukan agar memudahkan
kegiatan pengambilan keputusan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat
serta data yang tersimpan tidak akan hilang. Didalam metode ini terdapat beberapa
pertanyaan yang merupakan penilaian terhadap sistem ROOSTER, dan terdapat pula
kritik dan saran agar dapat membangun sistem lebih baik.
Metode Studi Pustaka

adalah segala upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan
menghimpun segala informasi tertulis yang relevan dengan masalah yang diteliti.
Informasi ini dapat diperoleh dari buku-buku, laporan penelitian, karangan ilmiah,
tesis/ disertasi, ensiklopedia, buku tahunan, peraturan-peraturan, ketetapan-
ketetapan dan sumber-sumber lain. Serta melakukan searching pada internet. Dalam
hal ini seorang peneliti berkewajiban mempelajari teori-teori yang mendasar
masalah dan bidang penelitiannya.Selain itu, peneliti juga perlu memanfaatkan hasil
penelitian dan pemikiran yang relevan dengan masalah penelitiannya untuk
menghindari terjadinya pengulangan penelitian serupa atau duplikasi yang tidak
diinginkan. Melalui metode studi pustaka ini penulis mencari teori-teori yang
berkaitan dengan ruang lingkup penelitian dan mempelajari referensi yang ada di
dalam CCIT journal dan laporan skripsi dari kampus lain.

Lokasi Penelitian

Penelitian yang berjudul “Analisa Penerapan Sistem Role Online Ticketing


Raharja (ROOSTER) Dengan Menggunakan E-Ticket Pada Perguruan Tinggi
Raharja”, yang dilakukan di STMIK Raharja pada Ruangan Raharja Enrichment
Centre(REC) Tangerang.

Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang , perumusan masalah , tujuan dan manfaat


penelitian, ruang lingkup penelitian , dan sistematika penulisan .

BAB II : LANDASAN TEORI


Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian dan definisi yang diambil dari
kutipan buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan kuliah kerja praktek serta
beberapa literature review yang berhubungan dengan penelitian.

BAB III : PEMBAHASAN

Pada bab ini berisikan gambaran tentang sejarah Perguruan Tinggi Raharja,
struktur organisasi , konfigurasi sistem , Masalah yang dihadapi dengan
menggunakan Unified Modelling Language (UML).

BAB IV : PENUTUP

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran berdasarkan tujuan penelitian yang
dilakukan oleh penulis.

BAB II
BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal


atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup
pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan laporan ini.

Teori Umum
Konsep Dasar Sistem

1. Definisi Sistem

Berikut adalah beberapa definisi sistem menurut beberapa ahli, diantaranya :

1. Menurut Mustakini (2009:34), bahwa Sistem (system) dapat didefinisikan dengan


pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan
prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur
yang mempunyai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dengan
pendekatan ini adalah sistem akuntansi. Sistem ini didefinisikan sebagai
kumpulan dari prosedur-prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan,
pembelian dan buku besar.
2. Menurut Yakub (2012:1), Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau tujuan tertentu.
3. Menurut McLeod, Jr dalam Prasojo. (2011:152), Sistem adalah sekelompok
elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu
tujuan.
4. Menurut Moekijat dalam Prasojo (2011:152), Sistem adalah setiap sesuatu terdiri
dari obyek-obyek, atau unsur-unsur, atau komponen-komponen yang bertata
kaitan dan bertata hubungan satu sama lain, sedemikian rupa sehingga unsur-
unsur tersebut merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang
tertentu.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas mengenai definisi sistem, dapat


disimpulkan bahwa suatu sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling
berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam pendefinisian sistem, yaitu :

1. Pendekatan yang menekankan pada prosedur, mendefinisikan sistem sebagai


suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2. Pendekatan yang menekan pada elemen atau komponen, mendefisinikan sistem
sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.

2. Karakteristik Sistem

Menurut Mustakini (2009:54), suatu sistem mempunyai beberapa karakteristik


sebagai berikut:

1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau


subsistem-subsistem.

2. Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary).

3. Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (environment).

4. Suatu sistem mempunyai penghubung (interface).

5. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal).

Dibawah ini gambar karakteristik yang menjelaskan beberapa bagian dari


dalam karakteristik sistem yang ada, yaitu sebagai berikut :

Gambar 2.1 Karakteristik Sistem


3. Klasifikasi Sistem

Menurut Agus Mulyanto (2009  : 8) mengatakan bahwa sistem pun dapat


diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang, sebagai berikut :

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

a.Sistem Abstrak (abstact system) adalah sistem yang berupa pemikiran atau
gagasan yang tidak tampak secara fisik. Misalnya, sistem agama/ teologi.

b.Sistem Fisik (physical system) adalah sistem yang ada secara fisik dan dapat
dilihat dengan mata. Misalnya, sistem komputer, sistem akuntansi, dan sistem
transportasi.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan

a.Sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena proses
alam, bukan buatan manusia. Misalnya, sistem tatasurya, sistem rotasi bumi.

b.Sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang terjadi
melalui rancangan atau campur tangan manusia. Misalnya, sistem komputer, sistem
transportasi.

3. Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu

a.Sistem tertentu (deterministic system) adalah sistem yang operasinya dapat


diprediksi secara cepat dan interaksi di antara bagian-bagiannya dapat dideteksi
dengan pasti.

b.Sistem tak tentu (probabilistic system) adalah sistem yang hasilnya tidak
dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Misalnya, sistem
persediaan.
4. Sistem Tertutup Dan Sistem Terbuka

a.Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak berhubungan


dengan lingkungan di luar sistem. Sebenarnya sistem tertutup tidak ada, yang ada
adalah relatif tertutup.

b.Sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan


lingkungan luar dan dapat terpengaruh dengan keadaan lingkungan luarnya.

Konsep Dasar Informasi

1. Definisi Data

Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk
tunggal datum atau data item. Terdapat beberapa pengertian data menurut beberapa
ahli, diantaranya :

1. Data adalah fakta yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan, biasanya
dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk
pengambilan keputusan (Kumorotomo dan Margono, 2010:11).
2. Data didefinisikan sebagai representasi dunia nyata mewakili suatu objek
seperti manusia, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang
direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau
kombinasinya. Dengan kata lain, data merupakan kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan yang nyata. Data merupakan
material atau bahan baku yang belum mempunyai makna atau belum
berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk dihasilkan
sesuatu yang lebih bermakna (Mulyanto, 2009:15).
3. Menurut Agus Mulyanto (2009  : 16) mengemukakan bahwa data merupakan
material atau bahan baku yang belum mempunyai makna atau belum
berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk dihasilkan
sesuatu yang lebih bermakna.
4. Menurut Kadir (2009:3), bahwa “data adalah suatu bahan mentah yang kelak
dapat diolah lebih lanjut untuk menjadi suatu yang lebih bermakna. Data inilah
yang nantinya akan disimpan dalam database”.

Dari poin-poin diatas mengenai data dapat disimpulkan bahwa data merupakan
bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan bermanfaat.
Proses pengolahan data yang disebut siklus pengolahan data ( Data Processing Cycle )
terdiri dari tiga proses yaitu :

1. Tahapan Input -> Dilakukan dengan pemasukan data ke dalam proses komputer
lewat alat input (input device).
2. Tahapan Process -> Dilakukan proses pengolahan data yang sudah dimasukkan
yang dilakukan oleh data pemroses (process device) yang dapat berupa proses
perhitungan, pengendalian, atau pencarian pada storage.
3. Tahapan output -> Dilakukan proses penghasilan output dari hasil pengolahan
data ke alat output (output device) yaitu berupa informasi.

2. Bentuk Data

Menurut Yakub (2012:5), data dapat dibentuk menjadi 5, antara lain sebagai berikut:

1.Teks

Teks merupakan sederatan huruf, angka, dan simbol-simbol yang kombinasinya


tidak tergantung pada masing-masing item secara individual misalnya, artikel, koran,
majalah, dan lain-lain.

2.Data yang terformat


Data yang terhormat merupakan data dengan suatu format tertentu, misalnya,
data yang menyatakan tanggal atau jam, dan nilai mata uang.

3.Citra (Image)

Citra (Image) merupakan data dalam bentuk gambar, citra dapat berupa grafik,
foto, hasil rontsen, dan tanda tangan.

4.Audio

Audio merupakan data dalam bentuk suara misalnya, instrument musik, suara
orang, suara binatang, detak jantung, dan lain-lain.

5.Video

Video merupakan data dalam bentuk gambar yang bergerak dan dilengkapi
dengan suara misalnya, suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dalam bentuk film.

3. Sumber Data

Menurut Yakub (2012:6), Sumber data dapat diperoleh dari berbagai sumber
untuk memperolehnya. Sumber data diklasifikasikan sebagai sumber data internal,
sumber data personal, dan sumber data eksternal.

a. Data Internal

Data internal sumbernya adalah orang, produk, layanan, dan proses. Data
internal umumnya disimpan dalam basis data perusahaan dan biasanya dapat
diakses.

b. Data Personal
Sumber data personal bukan hanya berupa fakta, tetapi dapat juga mencakup
konsep, pemikiran dan opini.

c. Data Eksternal

Sumber data ekternal dimulai dari basis data komersial hingga sensor dan satelit.
Data ini tersedia di compact disk, flashdisk atau media lainnya dalam bentuk film,
suara gambar, atlas, dan televisi.

4. Hirarki Data

Menurut Yakub (2012:6), Hirarki data dapat diorganisasikan menjadi beberapa


level, antara lain sebagai berikut:

a)Elemen Data

Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi
unit lain yang bermakna. Istilah lain dari elemen data dalam basis data relasional
adalah field dan kolom.

b)Record

Record adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain
dari rekaman dalam basis data relasional adalah baris atau tupel.

c)File

File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut sama,
namun berbeda isinya. Istilah lain dari file dalam basis data relasional adalah
berkas, tabel, dan relasi.
Informasi tanpa adanya data maka informasi tersebut tidak akan terbentuk.
Begitu pentingnya peranan data dalam terjadinya suatu informasi yang berkualitas.
Keakuratan data sangat mempengaruhi terhadap keluaran informasi yang akan
terbentuk.

5. Definisi Informasi

Berikut ini akan disampaikan pengertian informasi dari berbagai sumber


yaitu :

1. Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara


tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima. Sebagai contoh,
apabila kita memasukkan jumlah gaji dengan jumlah jam bekerja, kita akan
mendapatkan informasi yang berguna. Dengan kata lain, informasi datang dari
data yang akan diproses. (Sutarman, 2009 : 14).
2. Menurut Nova (2009:4), bahwa informasi dapat di produksi dan dipasarkan
sebagai sebuah produk, pada dasarnya informasi merupakan suatu yang
diproduksi dan didistribusikan, baik oleh sebuah lembaga pendidikan, radio,
televisi, penerbit buku, koran dan majalah. Ketidak akuratan informasi akan
menyebabkan prusahaan yangbergerak dibidang informasi dapat kehilangan
reputasi dan kredibilitasnya.
3. Menurut Prasojo dan Riyanto (2011:3), bahwa pengertian informasi sering
disamakan dengan pengertian data. “Data adalah sesuatu yang belum diolah dan
belum dapat digunakan sebagai dasar yang kuat dalam pengambilan
keputusan”. Beberapa contoh data adalah data nama mahasiswa, jumlah kursi,
jumlah siswa, dan lain-lain. Data mahasiswa relatif belum berarti, jika
digunakan untuk mengambil keputusan tertentu. Data nama mahasiswa
ditambah data IPK mahasiswa,dan persentase nilai “D” dapat digunakan untuk
menentukan bahwa mahasiswa tersebut dapat mengambil bebas teori atau
tidak. Data bebas teori dan nilai skripsi dapat digunakan untuk mengambil
keputusan bahwa mahasiswa tersebut berhak lulus atau tidak. Gabungan dari
data nama mahasiswa, IPK, persentasi nilai “D”, nilai skripsi merupakan sebuah
informasi.
4. Menurut Laudon & Laudon dalam Kadir (2009:3), bahwa “informasi adalah data
yang telah diolah menjadi bentuk yang bermakna dan berguna bagi manusia”.
5. Menurut Kadir (2009:4), bahwa “definisi informasi sebagai berikut:

a.Informasi bermuara pada data.

b.Memberikan suatu nilai tambah atau pengetahuan bagi yang menggunakannya.

c.Dapat digunakan untuk mengambil keputusan”.

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik


kesimpulan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk
yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

6. Tipe Informasi

Menurut Mustakini (2009:68), Sistem Informasi dapat menyediakan tiga macam


tipe informasi, masing-masing mempunyai arti yang berbeda untuk tingkatan
manajemen yang berbeda, yaitu:

a)Informasi Pengumpulan Data (Scorekeeping Information) Merupakan informasi


yang berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan.

b)Informasi Pengarahan Perhatian (Attention Directing Information) Merupakan


informasi untuk membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-
masalah yang menyimpang, ketidakberesan, ketidakefisienan dan kesempatan-
kesempatan yang dapat dilakukan.

c)Informasi Pemecahan Masalah (Problem Solving Information) Merupakan


informasi untuk membantu manajer atas mengambil keputusan memecahkan
permasalahan yang dihadapinya.

7. Karakteristik informasi

Untuk mendukung suatu keputusan dibutuhkan informasi yang berguna,


dibutuhkan pula informasi dengan karakteristik yang berbeda berdasarkan
tingkatan manajemen. Berikut karakteristik informasi, (Mustakini, 2009:71) yaitu:

1.Kepadatan informasi

Untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terperinci


(detail) dan kurang padat, karena terutama digunakan untuk pengendalian operasi.
Sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, mempunyai
karakteristik informasi yang semakin tersaring (terfilter), lebih ringkas dan padat.

2.Luas informasi

Untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terfokus


pada suatu masalah tertentu, karena digunakan oleh manajer bawah yang
mempunyai tugas yang khusus. Untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya,
membutuhkan informasi dengan karakteristik informasi yang semakin luas, karena
manajemen atas berhubungan dengan masalah yang luas.

3.Frekuensi informasi
Untuk manjemen tingkat bawah, frekuensi informasi yang diterima adalah
rutin, karena digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang
terstruktur dengan pola yang berulang-rulang dari waktu-kewaktu. Untuk
manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, frekuensinya adalah tidak rutin atau
ad_hoc (mendadak), karena manajemen atas berhubungan dengan pengambilan
keputusan tidak terstruktur yang pola dan waktunya tidak jelas.

4.Schedule informasi

Untuk manajemen tingkat bawah, informasi yang diterimanya mempunyai


jadwal atau schedule yang jelas dan periodik, karena digunakan oleh manajer bawah
yang mempunyai tugas yang terstruktur. Untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, schedule informasinya adalah tidak terschedule, karena manajemen
atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tidak terstruktur.

5.Waktu informasi

Untuk manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan adalah informasi


historis, karena digunakan oleh manajer bawah didalam pengendalian operasi yang
memeriksa tugas-tugas rutin yang sudah terjadi. Untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, waktu informasinya lebih kemasa depan berupa informasi prediksi,
karena digunakan oleh manajemen atas untuk pengambilan keputusan stratejik
yang menyangkut nilai masa depan.

6.Akses informasi

Manajemen tingkat bawah membutuhkan informasi yang periodenya jelas dan


berulang-ulang, sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem informasi yang
memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan demikian, akses informasi
untuk manajemen bawah dapat tidak secara on-line, tetapi dapat secara -off-line.
Sebaliknya, untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, periode informasi
yang dibutuhkannya tidak jelas, sehingga manajer-manajer tingkat atas perlu
disediakan akses on-line untuk mengambil informasi kapanpun mereka
membutuhkannya.

7.Sumber informasi

Karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pada pengendalian operasi


internal perusahaan, maka manajer-manajer tingkat bawah lebih membutuhkan
informasi dengan data yang bersumber dari internal perusahaan sendiri. Akan
tetapi, manajer-manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan
strategik yang berhubungan dengan lingkungan luar perusahaan, sehingga
membutuhkan informasi dengan data yang bersumber pada eksternal perusahaan.

8. Kualitas informasi

Untuk dapat berguna maka informasi harus didukung oleh tiga pilar, Jogiyanto (
2008 :37 ) sebagai berikut :

1. Tepat kepada orangnya atau relevan ( Relevancy )  : Berarti informasi tersebut


mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevan informasi untuk tiap-tiap
orang satu dengan yang lain berbeda.
2. Tepat Waktu ( Time Lines )  : Berarti informasi yang datang pada penerimaan
tidak boleh terlambat, informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai
lagi. Karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan.
3. Tepat nilainya atau akurat ( Accurate )  : Berarti informasi harus bebas dari
kesalahan-kesalahan. Akurat juga berari informasi harus jelas mencerminkan
maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi ke
penerimaan kemungkinan banyak terjadi.
9. Nilai informasi

Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information)


ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun,
dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum
tentu memiliki manfaat yang tinggi pula. Suatu informasi dikatakan bernilai bila
manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan
sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan
nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. (Agus Mulyanto, 2009 : 247).

Konsep Dasar Sistem Informasi

1. Definisi Sistem Informasi

1. Menurut O’brian dalam Yakub (2012:16), bahwa “sistem informasi (information


system) merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras
(hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi, dan sumber daya
data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam
sebuah organisasi”.
2. Menurut Agus mulyanto (2009  : 29) mendefinisikan sistem informasi sebagai
suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur
kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi
untuk mencapai suatu tujuan.
3. Menurut Alter dalam Kadir (2009:7), bahwa “sistem informasi adalah kombinasi
antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas, dapat ditarik kesimpulan


bahwa sistem informasi memiliki peranan yang sangat penting dalam media
menyampaikan data yang berguna bagi pemakainya.
2. Komponen Sistem Informasi

Menurut Yakub (2012:20), bahwa Sistem informasi merupakan sebuah susunan


yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen. Komponen sistem informasi
disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Komponen sistem informasi
tersebut terdiri dari :

1. Blok Masukan (Input Block), input memiliki data yang masuk ke dalam sistem
informasi. juga metode-metode untuk menangkap data yang dimasukkan.
2. Blok Model (Model Block), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan
model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan
di basis data.
3. Blok Keluaran (Output Block), produk dari sistem informasi adalah keluaran
yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna
untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok Teknologi (Technology Block), blok teknologi digunakan untuk menerima
input, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran dari sistem secara keseluruhan. Terdiri dari 3 bagian utama, yaitu
teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
5. Blok basis Data (Database Block), Basis data merupakan kumpulan dari data
yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat
keras komputer dan digunakan perangkat lunak (software) untuk
memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasinya.

Menurut Mustakini (2009:42), bahwa sistem informasi mempunyai enam buah


komponen, yaitu:

(1) Komponen input atau komponen masukan,


(2) Komponen model,

(3) Komponen output atau komponen keluaran

(4) Komponen teknologi,

(5) Komponen basis data,

(6) Komponen kontrol atau komponen pengendalian.

Keenam komponen ini harus ada dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau
lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat
melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya,
yaitu menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Komponen-
komponen dari sistem ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar komponen sistem citra.JPG

Gambar 2.2 Komponen Sistem

3. Tujuan Sistem Informasi

Menurut Mustakini (2009:36), Tujuan dari sistem informasi adalah


menghasilkan informasi (information) adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
berguna bagi para pemakaiya. Tujuan sistem informasi terdiri dari kegunaan
(usefulness), ekonomi (economic), keandalan (realibility), pelayanan langganan
(customer service), kesederhanaan (simplicity), fleksibilitas (fleksibility).

a.Kegunaan

Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat waktu dan relevan untuk
mengambil keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi.

b.Ekonomi
Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-
pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya
sebesar biaya yang dibutuhkan.

c.Keandalan

Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu
sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen
manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi secara temporer.

d.Pelayanan Langganan

Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada pelanggan.

e.Kesederhanaan

Sistem harus cukup sederhana, sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan
mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.

f.Fleksibilitas

Sistem harus cukup fleksibel, untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi,


kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau
dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

Konsep Dasar Analisis Sistem

1. Definisi Analisis Sistem

Menurut Yakub (2012:142), Analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses
untuk memahami sistem yang ada, dengan menganalisa jabatan dan uraian tugas
(business users), proses bisnis (business prosess), ketentuan atau aturan (business
rule), masalah dan mencari solusinya (business problem and business soulution),
dan rencana-rencana perusahaan (business plan).

Menurut Mulyato (2009:125), Analisa sistem adalah teori sistem umum yang
sebagai sebuah landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki
berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien,
mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang/mennganti output yang
sdang digunakan, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang
lain (biasa jadi lebih sederhana dan lebih interatif) atau melakukan beberapa
perbaikan serupa.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat


ditarik kesimpulan bahwa analisis sitem adalah suatu proses sistem yang secara
umum digunakan sebagai landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk
memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu.

2. Tahap-tahap Analisis Sistem

Menurut Mulyanto (2009:126), Tahap analisis sistem merupakan tahap yang


kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan
juga kesalahan di tahap selanjutnya. Tahapan ini bisa merupakan tahap yang mudah
jika client sangat paham dengan masalah yang dihadapi dalam organisasinya dan
tahu betul fungsionalitas dari sistem informasi yang akan dibuat. Tetapi tahap ini
bisa menjadi tahap yang paling sulit jika client tidak bisa mengidentifikasi
kebutuhannya atau tertutup terhadap pihak luar yang ingin mengetahui detail-detail
proses bisnisnya.

Menurut Mulyanto (2009:129), Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-


langkah dasar yang harus dilakukan oleh seorang analis sistem, diantaranya adalah:
1. Identify, yaitu proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah.

2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.

3. Analysis, yaitu melakukan analisa terhadap sistem.

4. Report, yaitu membuat laporan dari hasil analisis yang telah dilakukan dalam
kurun waktu tertentu.

3. Fungsi Analisis Sistem

Adapun fungsi analisa sistem adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi masalah–masalah kebutuhan pemakai (user).

2. Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi


kebutuhan pemakai.

3. Memilih alternatif–alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat.

4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya. Pada tugas atau fungsi


terakhir dari analisa sistem menerapkan rencana rancangan sistemnya yang telah
disetujui oleh pemakai.

Konsep Dasar Internet

1. Definisi Internet

Menurut Jarot (2009:1), “Secara harfiah, Internet (kependekan dari


interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer
yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk
melayani miliaran pengguna di seluruh dunia”.
Menurut Ananda (2009:1), “Internet adalah rangkaian komputer yang terhubung
satu sama lain”. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas
dapat ditarik kesimpulan bahwa internet adalah komputer yang terhubung melalui
jaringan dan saling berkomunikasi dengan waktu dan wilayah yang tak terbatas.

2. Sejarah Internet

Internet ialah sistem komputer umum, yang berhubungan secara global dan
menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching
communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet.
Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internet working.
Sebelum internet ada, ARPAnet (US Advanced Researt Project Agency) atau
Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1969 membuat jaringan komputer
yang tersebar untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, setelah itu internet
digunakan oleh kalangan akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan
pengembangan teknologi. Selanjutnya pemerintahan Amerika Serikat memberikan
izin kearah komersial pada awal tahun 1990.

Konsep Dasar Teknologi Informasi

Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi terlebih dahulu kita harus


mengerti pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini pengertian
teknologi dan informasi :

Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan
proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya, sedangkan Informasi
adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari
sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya

Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :


Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama
komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa
saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah


data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi
data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan
pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan. Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat
utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.

Teori Khusus
Konsep dasar UML (Unified Modeling Language)

1. Definisi Unified Modeling Language (UML)

Menurut Widodo, (2011:6), “UML adalah bahasa pemodelan standar yang


memiliki sintak dan semantik”. Menurut Nugroho (2010:6), ”UML (Unified Modeling
Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang
berparadigma (berorientasi objek).” Pemodelan (modeling) sesungguhnya digunakan
untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sedemikian
rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan


bahwa UML adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk
menvisualisasikan, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari
sebuah sistem pengembangan perangkat lunak berbasis Objek (Object Oriented
programming).
2. Langkah-langkah penggunaan Unified Modeling Language (UML)

Menurut Henderi (2008:6), langkah-langkah penggunaan Unified Modeling


Language (UML) sebagai berikut:

1. Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan


aktivitas dan proses yang mungkin muncul.
2. Petakan use case untuk setiap business process untuk mendefinisikan dengan
tepat fungsional yang harus disediakan oleh sistem, kemudian perhalus use case
diagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.
3. Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik
sistem.
4. Definisikan requirement lain non fungsional, security dan sebagainya yang juga
harus disediakan oleh sistem.
5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.
6. Definisikan obyek-obyek level atas package atau domain dan buatlah sequence
dan/atau collaboration untuk tiap alur pekerjaan, jika sebuah use case memiliki
kemungkinan alur normal dan error, buat lagi satu diagram untuk masing-
masing alur.
7. Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antar muka bagi
pengguna untuk menjalankan skenario use case.
8. Berdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap
package atau domian dipecah menjadi hirarki class lengkap dengan atribut dan
metodenya. Akan lebih baik jika untuk setiap class dibuat unit test untuk
menguji fungsionalitas class dan interaksi dengan class lain.
9. Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokkan
class menjadi komponen-komponen karena itu buatlah component diagram
pada tahap ini. Juga, definisikan test integrasi untuk setiap komponen
meyakinkan ia bereaksi dengan baik.
10. Perhalus deployment diagram yang sudah dibuat. Detilkan kemampuan dan
requirement piranti lunak, sistem operasi, jaringan dan sebagainya. Petakan
komponen ke dalam node.
11. Mulailah membangun sistem. Ada dua pendekatan yang tepat digunakan:

1) Pendekatan use case dengan mengassign setiap use case kepada tim
pengembang tertentu untuk mengembangkan unit kode yang lengkap dengan test.

2) Pendekatan komponen yaitu mengassign setiap komponen kepada tim


pengembang tertentu.

3. Konsep Pemodelan Menggunakan UML

Menurut Nugroho (2010:10), Sesungguhnya tidak ada batasan yag tegas


diantara berbagai konsep dan konstruksi dalam UML, tetapi untuk
menyederhanakannya, kita membagi sejumlah besar konsep dan dalam UML
menjadi beberapa view. Suatu view sendiri pada dasarnya merupakan sejumlah
konstruksi pemodelan UML yang merepresentasikan suatu aspek tertentu dari
sistem atau perangkat lunak yang sedang kita kembangkan. Pada peringkat paling
atas, view-view sesungguhnya dapat dibagi menjadi tiga area utama, yaitu:
klasifikasi struktural (structural classification), perilaku dinamis (dinamic
behaviour), serta pengolahan atau manajemen model (model management).

4. Bangunan dasar Metodologi Unified Modeling Language (UML)

Menurut Nugroho (2010:117). Bangunan dasar metodologi UML menggunakan


tiga bangunan dasar untuk mendeskripsikan sistem/perangkat lunak yang akan
dikembangkan, yaitu:
1. Sesuatu (things)

Ada 4 (empat) things dalam UML, yaitu:

a. Structural things

Merupakan bagian yang relatif statis dalam model Unified Modeling Language
(UML). Bagian yang relatif statis dapat berupa elemen-elemen yang bersifat fisik
maupun konseptual.

b. Behavioral things

Merupakan bagian yang dinamis pada model Unified Modeling Language (UML),
biasanya merupakan kata kerja dari model Unified Modeling Language (UML), yang
mencerminkan perilaku sepanjang ruang dan waktu.

c. Grouping things

Merupakan bagian pengorganisasi dalam Unified Modeling Language (UML). Dalam


penggambaran model yang rumit kadang diperlukan penggambaran paket yang
menyederhanakan model. Paket-paket ini kemudian dapat didekomposisi lebih
lanjut. Paket berguna bagi pengelompokkan sesuatu, misalnya model-model dan
subsistem-subsistem.

d. Annotational things

Merupakan bagian yang memperjelas model Unified Modeling Language (UML) dan
dapat berupa komentar-komentar yang menjelaskan fungsi serta ciri-ciri setiap
elemen dalam model Unified Modeling Language (UML).

2. Relasi (Relationship)
Ada 4 (empat) macam relationship dalam Unified Modeling Language (UML), yaitu:

a. Ketergantungan

Merupakan hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri
(independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya elemen yang
tidak mandiri (dependent).

b. Asosiasi

Merupakan apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya,
bagaimana hubungan suatu objek dengan objek lainnya. Suatu bentuk asosiasi
adalah agregasi yang menampilkan hubungan suatu objek dengan bagian-bagiannya.

c. Generalisasi

Merupakan hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan


struktur data dari objek yang ada diatasnya objek induk (ancestor). Arah dari atas ke
bawah dari objek induk ke objek anak dinamakan spesialisasi, sedangkan arah
berlawanan sebaliknya dari arah bawah ke atas dinamakan generalisasi.

d. Realisasi

Merupakan operasi yang benar-benar dilakukan oleh suatu objek.

5. Jenis-jenis diagram UML (Unified Modeling Language)

Menurut Henderi (2008:5), Berikut ini adalah definisi mengenai 5 diagram UML:

1. Use Case Diagram  : Use case diagram secara grafis menggambarkan interaksi
antara sistem, sistem eksternal dan pengguna. Dengan kata lain use case
diagram secara grafis mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem
dan dalam cara apa pengguna (user) mengharapkan interaksi dengan sistem itu.
Use case secara naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan
sekuensi langkah-langkah dari setiap interaksi.
2. Class Diagram  : Menggambarkan struktur object sistem. Diagram ini
menunjukkan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara
class object tersebut.
3. Sequence Diagram  : Secara grafis menggambarkan bagaimana objek
berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case
atau operasi.
4. State Chart Diagram  : Digunakan untuk memodelkan behaviour objek khusus
yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek berbagai
keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang
menyebabkan objek beralih dari satu state ke state yang lain.
5. Activity Diagram  : Secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian
aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case. Activity diagram dapat juga
digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi
dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

Konsep Dasar Aplikasi Web

1. Definisi Web

Menurut Hidayat, (2010:2), Website atau situs dapat diartikan sebagai


kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks,
gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik
yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan
yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan
halaman.
Menurut Simarmata, (2010:51), “Web dapat diartikan sebagai alat untuk
menciptakan sistem informasi global yang mudah berdasarkan pada hiperteks”.

Dapat disimpulkan Website adalah sebuah tempat di Internet, yang menyajikan


informasi dengan berbagai macam format data seperti text, image, bahkan video dan
dapat diakses menggunakan berbagai aplikasi client shingga memungkinkan
penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengelolaan yang
terorganisasi.

2. Jenis-Jenis Website

Menurut Hidayat (2010:3), Seiring dengan perkembangan teknologi informasi


yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti.
Dalam pengelompokan jenis web, lebih diarahkan bedasarkan kepada fungsi, sifat
atau style dan bahasa pemrograman yang digunakan. Adapun jenis-jenis web:

a. Jenis-jenis web bedasarkan sifat atau style:

1. Website Dinamis, merupakan sebuah website yang menyediakan konten atau isi
yang selalu berubah-ubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan
antara lain PHP, ASP, .NET dan memanfaatkan database MySQL atau MS SQL.
2. Website Statis, merupakan website yang kontennya sangat jarang berubah.
Bahasa pemrograman yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan
database.

b. Berdasarkan pada fungsinya, website terbagi atas:

1. Personal website, website yang berisi informasi pribadi seseorang.


2. Commercial website, website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang
bersifat bisnis.
3. Goverment website, website yang dimiliki oleh instansi pemerimtah,
pendidikan, yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pengguna.
4. Non-profit Organization website, dimiliki oleh organisasi yang bersifat non-
profit atau tidak bersifat bisnis.

c. Ditinjau dari segi bahasa pemrograman yang digunakan, website terbagi atas:

1. Server Side, merupakan website yang menggunakan bahasa pemrograman yang


tergantung kepada tersedianya server. Seperti PHP, ASP, .NET dan lain
sebagainya. Jika tidak ada server, website yang dibangun menggunakan bahasa
pemrograman di atas tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
2. Client Side, adalah website yang tidak membutuhkan server dalam
menjalankannya, cukup diakses melalui browser saja. Misalnya, HTML.

Konsep Dasar Adobe Dreamweaver

1. Definisi Adobe Dreamweaver

Menurut Sibero, (2011:384), Dreamweaver merupakan sebuah produk web


developer yang dikembangkan oleh Adobe Sistems Inc., sebelumnya produk
Dreamweaver dikembangkan oleh Macromedia Inc, yang kemudian sampai saat ini
perkembangannya diteruskan oleh Adobe Sistems Inc, Dreamweaver dikembangkan
dan dirilis dengan kode nama Creative Suit (CS).

Menurut Sigit (2010:1), “Dreamweaver adalah sebuah HTML editor profesional


untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web”.

Menurut Wahana Komputer (2010:2), ”Adobe Dreamweaver merupakan salah


satu program aplikasi yang digunakan untuk membangun sebuah website, baik
secara grafis maupun dengan menuliskan kode sumber secara langsung”.
Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan dreamweaver
adalah suatu aplikasi yang digunakan dalam membangun atau membuat sebuah
web.

Saat ini terdapat software dari kelompok Adobe yang belakangan banyak
digunakan untuk mendesain suatu web. Versi terbaru dari Adobe Dreamwever CS3
memiliki beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web
saja, tetapi juga menyunting kode serta pembuatan aplikasi web. Antara lain: JSP,
PHP, ASP, XML, dan ColdFusion.

2. Ruang Kerja Adobe Dreamweaver

Ruang Kerja atau Workspace adalah bagian keseluruhan tampilan Adobe


Dreamweaver. Ruang kerja Dreamweaver terdiri dari Welcome Screen, Menu, Insert
Bar, Document Window, CSS Panel, Aplication Panel, Tag Inspector, Property
Inspector, Result Panel, dan Files Panel. Masing-masing dari komponen tersebut
memiliki fungsi dan aturan. Berikut di bawah ini penjelasannya:
Keterangan Gambar 2.3 :

1. Document Window berfungsi menampilkan dokumen yang sedang


dikerjakan.

2. Insert Bar mengandung tombol-tombol untuk menyisipkan berbagai macam


objek seperti imag, table dan layer ke dalam dokumen.

3. Document Toolbar berisikan tombol-tombol dan menu pop-up yang


menyediakan tampilan berbeda dari Document Window.

4. Panel Groups adalah kumpula panel yang saling berkaitan satu sama lainnya
yang dikelompokkan dibawah satu judul.

5. Tag Selector berfungsi menampilkan hirarki tag disekitar pilihan yang aktif
pada Design View.
6. Property Inspector digunakan untuk melihat dan mengubah berbagai
property objek atau teks.

7. Files Panel digunakan untuk mengatur file-file dan folder-folder yang


membentuk situs.

Konsep Dasar Database

1. Definisi Database

Menurut Anhar (2010:45), “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi


data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom. Struktur file yang menyusun
sebuah database adalah Data Record dan Field”.

Menurut Maimunah (2009:307), “Database adalah kumpulan data dari


penempatan tenaga kerja yang saling terkait dan mempengaruhi sesuai dengan
tingkat kepentingannya sehingga data tersebut terintegrasi dan independence.

Bahasa Yang Digunakan Dalam Membangun Sebuah Web

1. Definisi HTML

Menurut Sibero (2012:19), “HTML (Hyper Text Markup Language) adalah


bahasa yang digunakan pada dokumen web sebagai bahasa untuk pertukaran
dokumen web”.

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik


kesimpulan bahwa HTML adalah HTML adalah bahasa yang sangat tepat dipakai
untuk menampilkan informasi pada halaman web, karena HTML menampilkan
informasi dalam bentuk hypertext dan juga mendukung sekumpulan perintah yang
dapat digunakan untuk mengatur tampilnya informasi tersebut, sesuai dengan
namanya, bahasa ini menggunakan tanda (markup) untuk menandai perintah-
perintahnya.

2. Definisi PHP

Menurut Sibero (2012:49), “PHP adalah pemograman (interpreter) adalah


proses penerjemahan baris sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer
secara langsung pada saat baris kode dijalankan”.

Menurut Anhar (2010:3), “PHP singakatan dari Hypertext Preprocessor yaitu


bahasa pemograman web server-side yang bersifat open source”.

Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik


kesimpulan bahwa PHP adalah bahasa pemrograman yang digunakan secara luas
untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah situs web dan bisa
digunakan bersamaan dengan HTML.

3. Sejarah PHP

Menurut Sibero (2012:49), pada tahun 1994 seorang programmer bernama


Rasmus Lerdorf awalnya buat sebuah halaman website pribadi, tujuannya adalah
untuk mempertahankan halaman website pribadi tersebut sekaligus membangun
halaman web yang dinamis. PHP pada awalnya diperkenalkan sebagai singkatan
dari Personal Home Page. PHP pertama ditulis menggunakan bahasa Perl (Perl
Script), kemudian ditulis ulang menggunakan bahasa pemograman C CGI-BIN
(Common Gateway Interface-Binary) yang ditujukan untuk mengembangkan
halaman website yang mendukung formulir dan penyimpanan data. Pada tahun
1995 PHP Tool 1.0 dirilis untuk umum, kemudian pengembangannya dilanjutkan
oleh Andi Gutmans dan Zeev Suraski. Perusahaan bernama Zend kemudian
melanjutkan pengembangan PHP dan merilis PHP versi 5 terakhir pada terakhir
pada saat ini. Aplikasi bahasa PHP dapat dipergunakan untuk:

a) PHP digunakan sebagai landasan operasi pada pemrogaman jaringan


berbasis web.

b) PHP digunakan juga untuk pemrogaman database.

c) PHP digunakan untuk membuat aplikasi web.

Definisi Yang Berhubungan

1. iPad

iPad ini adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc (AI). iPad
memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone,
hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan
memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X.

2. Safari

Merupakan penjelajah web yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai


situs internet, seperti Google, Yahoo, Myspace, Flickr, Apple atau situs jejaring sosial
seperti Friendster, Twitter, Facebook dan Plurk.
3. Pengertian Web Browser atau Internet Browser

Pengertian Web Browser atau Internet Browser adalah sebuah aplikasi


perangkat lunak untuk melintasi, mengambil, dan menyajikan sumber informasi di
World Wide Web.Pengertian lain mengenai Web Browser atau Internet Browser
adalah jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer
regional diseluruh dunia.

Web Browser atau Internet Browser juga merupakan sebuah aplikasi


terhubung dengan internet dimana user akan mendapatkan informasi juga akan
dapat mengakses informasi secara cepat dan mudah diperoleh tanpa mengenal jarak
dan waktu, kapan saja dan dimana saja kita akan mampu memperoleh informasi
yang kita butuhkan melalui bantuan teknologi yang terhubung dengan jaringan
internet Internet juga merupakan sebuah perpustakaan besar yang didalamnya
terdapat jutaan bahkan miliaran informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik,
audio atu animasi dan lain-lain dalam media elektronik.

4. Pengertian Analisa

Analisa adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi serta


menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca.
Tahapan-tahapan yang dilakukan pada saat melakukan analisa yaitu :

1. Tentukan objek penelitian.

2. Batasi ruang lingkup yang akan dianalisa.

3. Lakukan identifikasi masalah.

4. Pahami kerja sistem yang meliputi input, proses dan output.

5. Analisa kelemahan sistem, kebutuhan sistem yang meliputi hardware software,


dan brainware.

5. Definisi Online

Secara umum, sesuatu dikatakan online adalah bila ia terkoneksi/terhubung


dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar. Beberapa arti kata online
lainnya yang lebih spesifik yaitu:

1. Dalam percakapan umum, jaringan/network yang lebih besar dalam konteks ini
biasanya lebih mengarah pada internet, sehingga 'online' lebih pada
menjelaskan status bahwa ia dapat diakses melalui internet.
2. Secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu
aktivitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika
elemen tersebut beroperasional. Sebagai contoh, Sebuah instalasi pembangkit
listrik dikatakan online jika ia dapat menyediakan listrik pada jaringan elektrik.
3. Dalam telekomunikasi, Istilah online memiliki arti lain yang lebih spesifik. Suatu
alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila
berada dalam kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia
saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi
manusia, namun tidak bisa beroperasi secara mandiri di luar dari sistem
tersebut.
4. Dengan Internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai
format dari seluruh penjuru dunia. Kehadiran internet juga dapat memberikan
kemudahan dalam dunia pendidikan, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya
situs web yang menyediakan media pembelajaran yang semakin interaktif serta
mudah untuk dipelajari.

6. Definisi E-Ticket

E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk


mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan layanan informasi
tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket.
Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan secara digital dalam sistem
komputer.

Dapat diartikan bahwa E-ticket merupakan sebuah pelayanan informasi yang


dapat memudahkan sistem pelayanan menjadi terarah, sebagai bukti pengeluaran E-
Ticket, customer akan diberikan nomor tiket yang akan secara otomatis terkirimkan
melalui email. Dalam hal ini E-ticketing dapat menghilangkan fomulir kertas dan
meningkatkan fleksibilitas pelayanan dalam memperoleh informasi.

Literature Review

2.3.1 Definisi Literature Review

Fokus utama suau tinjauan pustaka atau literature review dalam suatu
penelitian adalah mengetahui apakah para peneliti lain telah menemukan jawaban
untuk pertanyaan-pertanyaan penelitian yang kita rumuskan.
Tugas utama lain “Tujuan Pustaka” adalah menganalisa secara kritis pustaka
penelitian yang ada saat ini. Tinjauan pustaka tersebut perlu dilakukan secara ketat
dan harus mengandung keseimbangan antara uraian deskriptif dan analisa secara
kritis. Identifikasi kekuatan dan kelemahan pustaka tersebut dengan menelaah hasil
atau temuan penelitian tersebut, metodologi yang digunakan, serta bagaimana hasil
temuan tersebut dibandingkan penelitian atau publikasi lainnya (Suryo dkk,
2010:86).

2.3.2. Langkah-langkah Melakukan Kajian Literature Review

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan kajian literature review


(Suryo dkk, 2010:87), yaitu:

1. Mengidentifikasi kesenjangan (identify gaps) penelitian ini.


2. Menghindari membuat ulang ( reinventing the wheel ) sehingga banyak
menghemat waktu serta menghindari kesalahan yang pernah dilakukan oleh
orang lain.
3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan relevan terhadap
penelitian ini.
4. Meneruskan capaian penelitian sebelumnya sehingga dengan adanya studi
pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat dibangun di atas platform
pengetahuan atau ide yang sudah ada.
5. Mengetahui orang lain yang ahli dan mengerjakan diarea penelitian yang sama
sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat memberikan kontribusi
sumber daya yang berharga.

Terdapat beberapa penelitian yang memiliki korelasi yang searah dengan


penelitian yang akan dibahas dalam Laporan Kuliah Kerja Praktek yang disusun,
antara lain:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Nina Apriani

Penelitian yang dilakukan oleh Nina Apriani yang berjudul “Analisa Sistem Informasi
Green Orchestra (GO) Dengan Konsep Business Intelligence Pada Perguruan Tinggi
Raharja” tentang sistem pelayanan keuangan mahasiswa pada Perguruan Tinggi
Raharja. Pengembangan lebih lanjut dengan konsep bussiness inteligence dapat
menjadikan sistem menjadi lebih smart dan mempunyai keunggulan-keunggulan
tersendiri dibandingkan dengan sistem yang lainnya dengan menampilkan
informasi yang berorientasi objek.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Rismawati Kurniasari

Penelitian yang dilakukan oleh Rismawati Kurniasari yang berjudul “Notulen Online
Pada Perguruan Tinggi Raharja’. Penelitian ini tentang pelayanan untuk memenuhi
kebutuhan mahasiswa yang semakin bertambah dan belum terpenuhi. Sehingga
pengolahan datanya dapat dilakukan secara terkomputerisasi dan maksimal.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Putri Istiqomah

Penelitian yang dilakukan oleh Putri Istiqomah yang berjudul “Perancangan Website
Komunitas Alumni Jurusan Manajemen Informatika Jenjang Diploma”. Penelitian ini
tentang sistem informasi yang berupa website komunitas alumni khususnya jurusan
manajemen informatika pada jenjang diploma.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Tri Atmojo

Penelitian yang dilakukan oleh Tri atmojo dengan judul “Membangun Design
Website E-Learning menggunakan Moodle Pada STMIK Raharja”. Penelitian ini
dilakukan untuk mempermudah mencari sumber pembelajaran untuk proses
belajar-mengajar. Dengan sistem belajar-mengajar yang berbasis website dan online
yang hampir tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Masito

Penelitian yang dilakukan oleh Siti Masito berjudul “Analisa Sistem Informasi Indeks
Prestasi Dosen Pada Perguruan Tinggi Raharja” tentang sistem pengolahan indeks
prestasi dosen pada Perguruan Tinggi Raharja. Sistem ini akan memudahkan dalam
pengolahan data dosen untuk mengetahui indeks prestasi dosen pada Perguruan
Tinggi Raharja. Tidak membutuhkan waktu yang lama dan efisien.

6. Penelitian yang dilakukan oleh Muhbadari

Penelitian yang dilakukan oleh Muhbadari berjudul “Analisa Sistem Informasi


Pelayanan Jasa Pada PT. Saka Baja Mulia” tentang pelayanan jasa kepada masyarakat
atau instansi yang membutuhkan. Sistem ini akan mengolah data dengan cepat dan
akurat sehingga pembuatan laporan dapat maksimal.

7. Penelitian yang dilakukan oleh Risma Aprilyani

Penelitian yang dilakukan oleh Risma Aprilyani berjudul "Indeks Kepuasan


Konsumen Dalam Melakukan Transaksi Melalui Pelayanan Online Shop" Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui indeks kepuasan konsumen dalam pelayanan
online.

8. Penelitian yang dilakukan oleh Tania Karim

Penelitian yang dilakukan oleh Tania Karim berjudul “Analisa Bimbingan Online
Pada Perguruan Tinggi Raharja”. Penelitian ini menjelaskan tentang pelayanan
informasi yang bermutu bagi mahasiswanya yaitu dengan adanya sistem bimbingan
online pada Perguruan Tinggi Raharja. Sistem ini untuk memberikan kemudahan
dalam melaksanakan bimbingan pada Perguruan Tinggi Raharja, menciptakan
sistem baru yang dapat meningkatkan mutu pada Perguruan Tinggi Raharja, dan
dapat mengidentifikasi dengan baik semua kebutuhan-kebutuhan mahasiswa terkait
dengan bimbingan online pada Perguruan Tinggi Raharja.

9. Penelitian yang dilakukan oleh Selviawati

Penelitian yang dilakukan oleh Selviawati berjudul “Perancangan Sistem Informasi


Keuangan Registrasi Mahasiswa pada STMIK Raharja”. Sistem ini diusulkan untuk
memberikan laporan keuangan yang akurat untuk bagian keuangan. Sistem ini
sudah berbasis web dengan menggunakan PHP dan MySQL. Tetapi upaya tersebut
dinilai kurang efektif dan efisien, karena data yang akan dijadikan laporan kurang
spesifik. Dengan ini penelitian akan dikembangkan, agar dapat memberikan
informasi yang dibutuhkan dan dapat mengetahui kesalahan yang terjadi dalam
memberikan laporan kepada pihak-pihak terkait.

10. Penelitian yang dilakukan oleh Amalia

Penelitian yang dilakukan oleh Amalia yang berjudul "Aplikasi E-Govermen Berbasis
Web Model Goverment-To-Citizen (G2C) Pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan
Provinsi Jawa Tengah”. Yaitu sebagai media publikasi dan intraksi yang mudah
diakses dan untuk mendekatkan hubungan Dinperindag dengan masyarakat,
khususnya masyarakat niaga.

BAB III
BAB III

PEMBAHASAN

Analisa Organisasi
Gambaran Umum Perguruan Tinggi Raharja
Dengan semakin banyaknya Perguruan Tinggi di daerah Tangerang, khususnya
dalam bidang pendidikan komputer ternyata hal tersebut masih belum bisa
memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh data secara terkomputerisasi
di setiap bidang.

Dunia komputer dan alat-alat canggih serta otomatis lainnya dalam dunia
perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta sangat pesat sekali
perkembangannya, sehingga selalu berubah setiap saat. Oleh karena itu Perguruan
Tinggi Raharja dalam pendiriannya mempunyai misi untuk ikut membantu program
pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia serta
meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era globalisasi.

Telah menjadi tekad para pendiri Perguruan Tinggi ini untuk membantu
pemerintah dan masyarakat kota Tangerang dalam pendirian Perguruan Tinggi
Raharja yang diselenggarakan oleh Yayasan Nirwana Nusantara (YNN) yang
didirikan pada tahun 2001 dan merupakan pendidikan yang terbaik dalam bidang
pendidikan komputer.

Sejarah Singkat Perguruan Tinggi Raharja

Perguruan Tinggi Raharja bermula dari sebuah lembaga kursus komputer yang
bernama LPPK (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Komputer) Raharja yang terletak
di Jl. Gatot Subroto Km.2 Harmoni Mas Cimone Tangerang.

LPPK Raharja diresmikan pada tanggal 3 Januari 1994 oleh Bapak Walikota
Tangerang Drs. H. Zakaria Machmud, Raharja telah terdaftar pada Depdiknas
Kotamadya Tangerang dengan Nomor 201/PLSM/02.4/L.93. Lembaga inilah yang
mempelopori penggunaan Operating System Windows dan aplikasinya di wilayah
Tangerang dan sekitarnya, hal tersebut mendapat respon positif dan jumlah
peminatnya pun meningkat pesat seiring dengan kerjasama yang dilakukan oleh
lembaga ini dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang ada di Tangerang.

Karena semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan akan


komputerisasi dan meningkatnya peminat masyarakat Tangerang maka pada tanggal
24 Maret 1999 LPPK Raharja berkembang menjadi Akademi Manajemen Informatika
dan Komputer (AMIK) Raharja Informatika yang diresmikan melalui Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor:
56/D/O/1999 yang diserahkan langsung dari Bapak Prof. Dr. Udju D. Rusdi selaku
Koordinator KOPERTIS wilayah IV Jawa Barat kepada Ketua Yayasan Nirwana
Nusantara Ibu Kasarina Sudjono. Pada tanggal 2 Februari 2000, dengan
menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika.

Pada tanggal 2 Februari 2000 AMIK Raharja Informatika menjadi satu-satunya


perguruan tinggi yang menjalankan studi formal untuk program Diploma I (DI)
dengan memberikan gelar Ahli Pratama dan Program Diploma II (DII) dengan
memberikan gelar Ahli Muda dan Diploma III (DIII) dengan memberikan gelar Ahli
Madya kepada lulusannya. Sesuai dengan Surat Keputusan Koordinator Perguruan
Tinggi Swasta wilayah IV Jawa Barat dengan Nomor 3024/004/KL/1999.

Kemudian pada tanggal 7 September 2000 sesuai dengan surat keputusan


Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor
354/Dikti/Kep/2000, menambah 2 program yakni D3 Teknik Informatika dan D3
Komputerisasi Akuntansi.

Kini AMIK Raharja Informatika mempunyai 3 (tiga) program studi Diploma III
dengan jurusan Manajemen Informatika (MI), Teknik Informatika (TI) dan
Komputerisasi Akuntansi (KA) yang masing-masing jurusan memberikan gelar Ahli
Madya (A.md), Ahli Muda (AM), dan Ahli Pratama (AP) kepada lulusannya.

Pada tanggal 20 Oktober 2000 dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan
kualitas daripada lulusan, AMIK RAHARJA INFORMATIKA meningkatkan statusnya
dengan membuka Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK)
RAHARJA. Dengan surat keputusan Nomor 42/01/YNN/PR/II/200, ketua Yayasan
Nirwana Nusantara mengajukan permohonan pendirian STMIK RAHARJA kepada
Mendiknas KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat dengan 3 ( tiga ) program studi SI
jurusan Sitem Informasi (SI), Teknik Informatika (TI) dan Sistem Komputer (SK). Hal
tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dengan
surat keputusan Nomor 5706/D/T/2000. Tidak hanya sampai disini, dalam rangka
meningkatkan mutu dan kualitas lulusan RAHARJA sesuai dengan Rencana Induk
Pengembangan (RIP) Raharja, bahwa dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun
sudah berdiri Universitas RAHARJA.

Pada saat ini, Perguruan Tinggi Raharja pun telah meningkatkan mutu dan
kualitasnya melalui Sertifikat Akreditasi, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Pada tanggal 5 April 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 00117/Ak-I-DIII-


03/DFXMEI/IV/2002 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK
Raharja Informatika terakreditasi B.
2. Pada tanggal 4 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08479/Ak-X-S1-
001/CAGTLF/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
menyatakan bahwa program studi Strata 1 Teknik Informatika di STMIK Raharja
terakreditasi B.
3. Pada tanggal 11 Mei 2006 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 08523/Ak-X-S1-
002/CAGSIM/V/2006 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
menyatakan bahwa program studi Strata 1 Sistem Informasi di STMIK Raharja
terakreditasi B.
4. Pada tanggal 3 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 006/BAN-PT/AK-
VII/DPI-III/VIII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
menyatakan bahwa program studi Diploma III Manajemen Informatika di AMIK
Raharja Informatika terakreditasi B.
5. Pada tanggal 25 Agustus 2007 dengan Sertifikat Akreditasi Nomor 019/BAN-PT/AK-X/S1/VIII/2007
yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan bahwa program studi
Strata 1 Sistem Komputer di STMIK Raharja terakreditasi B.

6. Pada tanggal 29 Desember 2007 sesuai Surat Keputusan oleh Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 017/BAN-PT/AK-VII/Dpl-
III/XII/2007 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan
bahwa program studi Diploma Tiga Teknik Informastika di AMIK Raharja
Informatika dengan terakreditasi B.
7. Pada tanggal 18 Januari 2008 sesuai Surat Keputusan oleh Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor 019/BAN-PT/AK-VII/Dpl-
III/I/2008 yang berisi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyatakan
bahwa program studi Diploma Tiga Komputerisasi Akuntansi di AMIK Raharja
Informatika terakreditasi A.

Wewenang dan Tanggung Jawab

Berikut adalah wewenang serta tanggung jawab bagian-bagian yang ada pada
Perguruan Tinggi Raharja, yaitu sebagai berikut :

a. Presiden Direktur

Wewenang :
1. Menyelengarakan program kerja yang berpedoman pada visi, misi, fungsi
dan tujuan pendirian Perguruan Tinggi Raharja.

2. Menyelenggarakan kegiatan dan pengembangan pendidikan, penelitian serta


pengabdian pada masyarakat.

3. Menyelenggarakan kegiatan pengembang administrasi.

4. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya Tri


Darma Perguruan Tinggi.

Tanggung Jawab :

Memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kadapa


masyarakat, membina tenaga edukatif, mahasiswa, tenaga administrasi dan
terhadap lingkungan.

b. Pembantu Direktur I (Bidang Akademik)

Wewenang :

1. Menjalankan program kebijaksanaan akademik.

2. Mengawasi dan membina serta mengembangkan program studi sesuai


kebijaksanaan yang telah digariskan.

3. Membina dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada


masyarakat.

4. Mengadakan afiliasi.

5. Membina dan mengembangkan kelembagaan.


Tanggung Jawab :

Membantu ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan


pengabdian pada masyarakat.

c. Pembantu Direktur III (Bidang Administrasi Umum)

Wewenang :

1. Melaksanakan dan mengelola seluruh kegiatan administrasi dan keuangan.

2. Membina dan mengembangkan kepegawaian.

3. Mengadakan sarana dan prasarana kepegawaian.

Tanggung Jawab :

Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang keuangan dan


administrasi.

d. Pembantu Direktur III (Bidang Kemahasiswaan)

Wewenang :

1. Membina kegiatan kemahasiswaan.

2. Membina kehidupan mahasiswa dalam kampus sehingga dapat


mengambangkan penalaran.

3. Membina dan mengawasi kegiatan lembaga mahasiswa serta unit kegiatan


lembaga mahasiswa serta unit kegiatan khusus akademik.

Tanggung Jawab :
Membantu ketua dalam pelaksanaan kegiatan dibidang kemahasiswaan serta
pelayanan kesejahteraan mahasiswa.

e. Asisten Direktur Akademik

Wewenang :

1. Mengusulkan kepada Direktur atas prosedur pelaksanaan proses belajar-


mengajar.

2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor staff binaannya.

3. Mengusulkan kepada Direktur tentang pengangkatan dan pemberhentian


staff binaannya.

4. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya.

5. Mengusulkan pada Direktur tentang unit layanan baru yang dibutuhkan.

6. Memberikan sanksi kepada steff binaanya yang melanggar tata tertib


karyawan.

7. Mengusulkan kepada Direktur tentang unit layanan pengangkatan dan


pemberhentian dosen.

Tanggung Jawab :

Bertanggung jawab atas penyusuna JRS yang efektif dan efisien,


pengimplementasian pelaksanaan proses belajar mengajar, kemajuan kualitas
pelayanan akademik yang berkesinambungan, dan kelancaran proses belajar
mengajar.

f. Kepala Jurusan
Wewenang :

1. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang perubahan mata


kuliah dan materi kuliah yang dianggap telah kadaluarsa bahkan perubahan
kurikulum jurusan.

2. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pengadaan


seminar, pelatihan, penambahan kelas perkuliahan, pengangkatan dosen baru dan
pemberhentian dosen.

3. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang kenaikan honor


binaannya.

4. Memberikan kebijakan administratif seperti cuti kuliah, perpindahan


jurusan, ujian susulan, dan penbukaan smester pendek.

5. Mengusulkan kepada Asisten Direktur Akademik tentang pembukaan


peminatan / konsentrasi baru dalam jurusannya.

6. Member sanksi Akademik kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib


Perguruan Tinggi Raharja.

Tanggung Jawab :

Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengimplementasian kurikulum, SAP


dan bahan ajar, monitoring kehadiran dosen dalam perkuliahan, jam konsultasi dan
tugas-tugas yang disampaikan ke dosen, terlaksananya penelitian, seminar,
pembinaan prestasi akademik mahasiswa, dan peningkatan jumlah mahasiswa
dalam jurusannya.

g. Asisten Direktur Finansial


Wewenang :

1. Mengusulakn kepada Direktur atas prosedur pembuatan budget pada setiap


bagian dan pelaksanaan pamakaian dana.

2. Mengusulkan kepada Direktur tentang kenaikan honor, pengangkatan dan


pemberhentian staff binaannya.

3. Memberikan kebijakan pelaksanaan layanan pada bidangnya dan sanksi


kepada staff binaannya yang melanggar tata tertib karyawan.

Tanggung Jawab :

1. Bertanggung jawab atas penyusunan budgeting pada setiap bagian, dan


tersedianya dana atas budget yang telah disetujui.

2. Bertanggung jawab atas kemajuan kualitas pendanaan aktifitas yang


berkesinambungan.

3. Bertanggung jawab atas kelancaran proses belajar mengajar.

Visi, Misi dan Tujuan Perguruan Tinggi Raharja

3.1.4.1 Visi dan Misi

Visi Raharja adalah menjadi perguruan tinggi swasta yang secara


berkesinambungan meningkatkan kualitas pendidikannya, memberikan pelayanan
dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, memiliki daya saing tinggi
dalam era kompetisi globalisasi, terutama dibidang teknologi informasi dan
komputer. Menjadikan pribadi raharja sebagai sumber daya manusia terampil dan
ahli, mampu bersaing dalam dunia bisnis maupun non bisnis, menghasilakan tenaga
intelektual dan professional, serta mampu berkembang dalam cakrawala yang lebih
luas. Dalam rangka memcapai visi yang digariskan, Raharja senantiasa akan
berupaya untuk melaksanakan misinya sebagai berikut :

1. Menyelenggarakan program-program studi yang menunjang perkembangan dan


penerapan teknologi informasi dalam berbagai bidang ilmu.
2. Menyediakan saran dan lingkungan yang kondustif bagi pelaksanaan kegiatan
belajar-mengajar yang efektif dan efisien, sehingga terbentuk lulusan-lulusan
yang bermoral, terampil dan kreatif.
3. Menjaga keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dengan
kebutuhan pembangunan sosial-ekonomi dan industri Indonesia serta
mengantisipasi semakin maraknya globalisasi kehidupan masyarakat.
4. Melangsungkan kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar
negeri, sehingga ilmu dan teknologi yang diberikan selalu mutakhir serta dapat
diterapkan secara berhasil guna dan tepat guna.

Visi dan misi tersebut diatas, dipahami dan didekati dengan kesadaran
komitmen pada kualitas yang menjadi target dalam manajemen dan system
pendidikan di Perguruan Tinggi Raharja. Kualitas sebagai suatu dimensi yang
merupakan bagian dari apa yang disebut “Total Qualitas Manajemen”. Konsep
berpikir kualitas terdiri dari  : performance (kinerja), feature (fasilitas), durability
(daya tahan), reliability (kehandalan), conformity (kesesuaian), esthetic (keindahan),
dan easy to be repaired (kemudahan perbaikan). Ketujuh elemen itu merupakan
perhatian utama manajemen dan sistem pendidikan Perguruan Tinggi Raharja yang
dituangkan dalam ISO 9001 : 2000 (sistem manajemen Mutu Raharja).

3.1.4.2 Tujuan Perguruan Tinggi Raharja


1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik dan dapat
menerapkan, mengembangkan serta memperluas informatika dan komputer
secara profesional.
2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengadakan penelitian dalam bidang
informatika dan komputer, yang hasilnya dapat diimplementasikan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat dilapangan.
3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengabdikan pengetahuan dan
keterampilannya dalam bidang informatika dan komputer secara profesional
kepada masyarakat.

Arti Nama Raharja

Raharja. Kata ini diinspirasikan dari motto kota dan kabupaten Tangerang,
yaitu “Bhakti Karya Adhi Kerta Raharja” dan “Setya Karya Kerta Raharja” yang
berarti “kesejahteraan” yang dalam arti luasnya adalah keinginan dan niat para
pendiri untuk membantu pemerintah ikut serta dalam membangun masyarakat yang
sejahtera melalui penguasaan dibidang teknologi informasi dan komputer.
Sedangkan Raharja sendiri memiliki motto “Get The Better Future By Computer
Science” (meraih sukses yang gemilang dengan ilmu komputer).

Arti Green Campus

Green Campus, yang berarti Kampus Hijau memiliki makna yang luas “Green”
atau dengan sebutan “Green Leaves” sering diartikan dengan masih hijau generasi
muda Indonesia adalah bibit-bibit unggul yang masih hijau dan green campus
berpotensi melahirkan generasi pribadi yang matang dan berguna bagi bangsa dan
Negara.

“Green” dalam konteks “Green Power” berarti kekuatan financial. Green


Campus sebagai kampus yang dapat memberikan power untuk menipang seluruh
aktifitas perkuliahan bertujuan menciptakan pribadi raharja yang dapat mandiri
secara financial (financially independent).
Lokasi Kampus

Kampus Modern, Jalan Jendral Sudirman No. 40, Cikokol, Tangerang, Banten – 15117

Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perguruan Tinggi Raharja


Organisasi Akademik Perguruan Tinggi Raharja

Gambar struktur organisasi akademik.jpg

Gambar 3.2 Struktur Organisasi Akademik Perguruan Tinggi Raharja

Masalah Yang Dihadapi

3.2.1 Permasalahan

Adapun permasalahan yang dihadapi pada penelitian ini adalah sebagai


berikut :

1. Staff yang kurang pada sistem yang berjalan, sehingga belum mampu
memberikan jawaban yang akurat kepada customer (Mahasiswa).
2. Laporan dalam jumlah penanganan tiket masih dihitung secara manual yaitu
dengan dihitung satu persatu pada halaman close tiket.
3. Menu login yang berbeda pada halaman home, hal ini membuat tidak nyaman
bagi user dan tidak efektif.

3.2.2 Solusi

Dari permasalahan dihadapi, maka penulis memberikan beberapa solusi


sebagai berikut :

1. Penambahan jumlah Staff pada sistem yang berjalan dengan cara melakukan
presentasi kepada beberapa pihak yang berkaitan yang sekiranya dapat
menangani tiket.
2. Pembuatan laporan perhitungan ticket for staff, jadi dengan adanya perhitungan
ini maka staff dapat melihat secara otomatis berapa banyak staff telah
menangani tiket dan hal ini juga dapat mempermudah admin dalam membuat
laporan setiap bulan.
3. Menyatukan menu login pada halaman home sistem sehingga user dapat lebih
mudah dalam melakukan login.

Analisa Batasan Sistem

Setiap sistem mempunyai batasan sistem (boundary) yang memisahkan sistem


dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan diluar sistem yang
dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya yang memberikan input atau
menerima output dari sistem.

Melihat permasalahan yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, maka dibatasi
permasalahan mengenai sistem ticketing online pada Perguruan Tinggi Raharja
diantaranya:

1. Mempermudah melakukan pelayanan dengan sistematis sesuai dengan sistem


yang berjalan saat ini guna meningkatkan kualitas pelayanan pada Perguruan
Tinggi Raharja yang diberikan kepada seluruh civitas akademika di Perguruan
Tinggi Raharja.
2. Melakukan analisa terhadap sistem ticketing online yang telah ada. Hal ini
dilakukan untuk menghindari adanya pelayanan dukungan yang tidak ditangani
dengan baik.

Analisa Kebutuhan Sistem

Berdasarkan hasil analisa sudah adanya sistem pelayanan dukungan ticketing online
ini maka penulis akan mengembangkan kembali sistem penerapan ticketing online ,
karena pada saat ini sistem ticketing online masih kurang sempurna.

Analisa Kelebihan dan Kekurangan Sistem Yang Berjalan


Dalam penelitian Analisa Penerapan Sistem Role Online Ticketing Raharja
(ROOSTER) Dengan Menggunakan E-Ticket Pada Perguruan Tinggi, peneliti dapat
menyimpulkan kelebihan dan kekurangan pada sistem tersebut :

1. Kelebihan dari Ticketing Online ROOSTER (Role Online System Ticketing


Raharja), diantaranya memiliki kemampuan dalam hal pelayanan dukungan
yang modern ,memiliki keefektifan dan kemampuan yang mendukung
pelayanan dengan berbagai feature yang mendukung pelayanan.
2. Adapun kekurangan dari sistem yang telah berjalan saat ini yaitu hanya dapat
mendeteksi banyaknya pembuatan tiket dalam setiap customer, serta perbaikan
dari sistem itu sendiri supaya dalam penggunaan sistem ini tidak terjadi keluhan
dari user terhadap sistem ini secara langsung.

Analisa Proses

Adapun penjelasan lebih rinci mengenai rancangan sistem ticketing online Pada
Perguruan Tinggi Raharja digambarkan dengan menggunakan Unified Modeling
Language (UML).

Urutan Prosedur

Spesifikasi prosedur ROOSTER yang akan berjalan adalah sebagai berikut:

1. Menu Utama ROOSTER diantaranya yaitu ada :

a. Menu kategori Home

b. Menu kategori Login

c. Feature picture

d. Menu kategori status tiket


Analisa Kontrol

Pengendalian yang diterapkan pada sistem informasi sangat berguna untuk


tujuan mencegah atau menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahan-
kesalahan / kecurangan-kecurangan). Kesalahan yang mungkin terjadi bila sebuah
file basis data dipergunakan oleh lebih satu orang pemakai dalam network. Maka
pengendalian intern diperlukan untuk mengecek kesalahan-kesalahan yang sudah
terjadi sehingga dapat dikoreksi.

Tata Laksana Sistem Yang Sedang Berjalan

Untuk menganalisis sistem yang sedang berjalan saat ini, pada penelitian ini
digunakan program Unified Modeling Language (UML) untuk menggambarkan
prosedur dan proses yang sedang berjalan saat ini, pada penggambaran kali ini
digunakan use case diagram yaitu sebagai berikut:

Gambar usecase.jpg

Gambar 3.3 Use Case Diagram ROOSTER

Berdasarkan gambar 3.2 Use Case Diagram diatas terdapat :

a. 1 system yang mencakup seluruh kategori ROOSTER dengan pada Perguruan


Tinggi Raharja.

b. 4 actor yang melakukan kegiatan, dengan seluruh civitas akademika sebagai


User.

c. 13 use case yang terdapat pada ROOSTER.


Gambar 3.4 Activity Diagram ROOSTER

a. 1 initial node, objek yang diawali dari memulai akses ROOSTER.

b. 6 Action, state dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu aksi proses
dari sistem ROOSTER.

c. 1 final state yang mengakhiri proses dari sistem ROOSTER.


Gambar 3.5 Sequence Diagram ROOSTER

a. 4 actor yang melakukan kegiatan sebagai user.

b. 3 lifeline yang menggambarkan prosedur dari sistem ROOSTER.

c. 10 message yang bisa menjadi alat komunikasi antar objek yang memuat
informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.

Prototype Program

Sebuah aplikasi untuk merancang suatu sistem, atau menggambarkan usulan


rancangan sistem baru yang akan dibuat (sejenis prototype).
Gambar 3.6 tampilan home ROOSTER

Buat ticket.png

Gambar 3.7 tampilan Pembuatan Tiket ROOSTER

Konfigurasi Sistem

1. Perangkat Keras ( Hardware )

a. Processor : iMac

b. Monitor : iMac 27”

2. Spesifikasi Software

a. Mac IOS X

b. HTML 4.01

c. XHTML 1.0
c. CSS 2.1 and partial CSS3

d. ECMAScript 3 (JavaScript)

e. DOM Level 2

f. AJAX technologies, including XML HTTP Request

3. Hak Akses (Brainware)

Untuk mengoperasikan atau mengolah data yang dapat dilakukan oleh seluruh
Pribadi Raharja, baik mahasiswa/i maupun manajemen pada Perguruan Tinggi
Raharja.

BAB IV
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan analisa yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat
diambil kesimpulan perihal Analisa Penerapan Sistem Role Online Ticketing Raharja
(ROOSTER) Dengan Menggunakan E-Ticket Pada Perguruan Tinggi Raharja sebagai
berikut :

Untuk menjawab rumusan masalah yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis
mendapatkan hasil:

1. Sebuah pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja sebelumnya masih manual,


artinya pada pelayanan tersebut mahasiswa Pribadi Raharja sulit untuk
mendapatkan informasi sehingga diperlukan sebuah sistem pelayanan yang
dapat membantu mahasiswa Pribadi Raharja dalam mendapatkan sebuah
informasi yang cepat dan tidak memerlukan proses yang memakan waktu
banyak. Sistem pelayanan tersebut adalah sistem penerapan ticketing online,
dengan adanya sistem pelayanan ini dapat memaksimalkan pelayanan
informasi yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, dan proses prosedur
pelaksanaan sistem tersebut mudah untuk dipahami serta cara penggunaan
yang simple, seperti pembuatan tiket, penanganan ticket dan terdapat pula
pengiriman automatical reminder email yang mempunyai peranan penting
dalam proses penanganan tiket.
2. Penerapan aplikasi sistem ini dapat membantu melancarkan sistem pelayanan
informasi sebelumnya, dan pelayanan yang didapatkan lebih mudah serta lebih
cepat dan tepat, sehingga tidak menghabiskan banyak waktu untuk
mendapatkan sebuah informasi.

Untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis
mendapatkan hasil:

1. Sistem Rooster yang berjalan pada Perguruan Tinggi Raharja dapat membantu
proses pelayanan menjadi lebih terstruktur dengan optimal, dan penggunaan
sistem ini mudah dipahami sehingga dapat dilakukan kapan saja dan dimana
saja, dan juga informasi dapat dengan mudah diperoleh.
2. Tujuan dari penelitian ini yaitu penulis dapat mengetahui apa saja kekurangan
maupun kelebihan dari sistem yang sedang berjalan ini, serta dapat mengetahui
dan menganalisa masalah-masalah apa saja yang timbul dalam sistem ini,
sehingga dapat dipecahkan dan diselesaikan dengan baik dari setiap masalah
yang ada. Seperti Salah satu contoh kekurangan yang telah dijabarkan pada BAB
III bahwa kekurangan dari sistem ticketing online adalah hanya dapat
mendeteksi banyaknya pembuatan tiket dalam setiap customer, dan pembuatan
ticketing online hanya dapat digunakan bagi Pribadi Raharja yang mempunyai
akun email Raharja.co dan belum dapat digunakan oleh pengguna umum yang
belum memiliki akun email Raharja.co. Serta kelebihan yang dari sistem
ticketing online adalah memiliki kemampuan dalam hal pelayanan sistem
ticketing online yang modern ,memiliki keefektifan dan kemampuan dalam
mendukung pelayanan dengan berbagai feature yang mendukung pelayanan
informasi akademik.

Untuk menjawab Manfaat penelitian yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis
mendapatkan hasil:

Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah penulis dapat menambah
pengetahuan dan wawasan dalam penerapan ilmu Sistem informasi dalam bidang
pelayanan informasi, selain itu juga manfaat yang didapat yaitu dengan adanya
sistem ticketing online dapat membantu untuk meningkatkan pemberian pelayanan
yang maksimal dalam sisi pelayanan informasi akademik pada Perguruan Tinggi
Raharja.

Untuk menjawab Metode penelitian yang telah dijabarkan pada BAB I, maka Penulis
mendapatkan hasil:

1. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menfokuskan penelitian pada analisa


sistem pelayanan informasi di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja. Hal ini
dimaksudkan agar peneliti dapat fokus dalam satu bagian, sehingga data yang
diperoleh akurat, spesifik, dan memudahkan peneliti untuk menganalisis data
yang diperoleh. Selain itu peneliti juga melakukan observasi pada admin
Rooster. Hal ini dapat memperlihatkan apa saja kekurangan dan kesulitan yang
didapatkan pada sistem ini.
2. Metode penelitian yang penulis lakukan adalah dengan menggunakan metode
Observasi , pada objek yang diteliti dan meminta data yang diperlukan sebagai
bahan untuk menulis laporan penelitian di REC Perguruan Tinggi Raharja
selama kurang lebih 6 bulan. Selain itu penulis juga menggunakan metode studi
pustaka untuk mendapatkan informasi dari beberapa sumber-sumber literature
seperti buku, majalah, internet, hasil seminar, artikel, jurnal, dan lain
sebagainya yang berkaitan dengan penelitian sebagai bahan referensi, serta
adanya metode survei yang dapat mengukur penggunaan dari sistem ticketing
online ini, dengan adanya metode survey maka suatu sistem akan berkembang
lebih baik lagi dari sebelumnya.

Berdasarkan analisa yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa


proses sistem ticketing online bermanfaat untuk memberikan kemudahan dalam
proses pelayanan informasi pada Perguruan Tinggi Raharja. Selain itu juga dapat
meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan dari segi pencapaian informasi.

Saran

Untuk dapat meningkatkan dan menanggulangi masalah yang terjadi pada


sistem ROOSTER pada Perguruan Tinggi Raharja, maka penulis bermaksud
memberikan beberapa saran yaitu:

1. Melakukan penambahan otomatis dalam perhitungan overdue ticket hal ini


dilakukan untuk dapat mengingatkan staff member Rooster agar cepat dan tepat
dalam menanggani sebuah tiket, supaya tidak terjadi tiket yang overdue artinya
tiket yang melewati batas waktu yang sudah ditentukan.
2. Untuk mempercepat proses perekapan data staff members ROOSTER, maka
diperlukan perhitungan otomatis ticket for staff agar dapat memaksimalkan
waktu.
3. Memberikan tingkat pelayanan yang baik dengan cara menambahkan sub
sistem grafik agar dapat mengetahui jumlah penanganan terbaik dari masing-
masing staff members pada ROOSTER.

Contributors
Admin, Citra, Winiarti Prastiwi

Diperoleh dari "https://widuri.raharja.info/index.php?


title=Analisa_Penerapan_Sistem_Role_Online_Ticketing_Raharja_(ROOSTER)_Dengan_Menggunakan_E-
Ticket_Pada_Perguruan_Tinggi_Raharja&oldid=27088"

Kategori: KKP 2012/2013

Halaman ini terakhir diubah pada 3 Maret 2014, pukul 10.38.