Anda di halaman 1dari 95

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MARKAS BESAR

RENCANA KERJA
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN ANGGARAN 2020

KEPUTUSAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


NOMOR: KEP/1343/VII/2019, TANGGAL 30 JULI 2019
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
MARKAS BESAR

KEPUTUSAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


Nomor: Kep/1343/VII/2019

tentang

RENCANA KERJA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


TAHUN ANGGARAN 2020

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Rencana Kerja Kepolisian Negara


Republik Indonesia Tahun Anggaran 2020 maka dipandang perlu
menetapkan keputusan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian


Negara Republik Indonesia;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan


Negara;

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem


Perencanaan Pembangunan Nasional;

4. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana


Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
5. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Markas Besar Kepolisian
Negara Republik Indonesia Sebagaimana telah Diubah dengan
Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor
5 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2017
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi
pada Tingkat Markas Besar Kepolisian Negara Republik
Indonesia;

6. Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor


14 Tahun 2018 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Kepolisian Daerah;

7. Peraturan .....
2 KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

7. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia


Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Kepolisian Resor dan
Kepolisian Sektor;
8. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor
17 Tahun 2012 tentang Sistem Perencanaan Strategis
Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Memperhatikan: 1. Surat Bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/


Kepala Bappenas Nomor: B-241/M.PPN/D.8/KU.01.01/04/2019
dan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor: S-338/MK.02/2019 tanggal 29 April 2019 perihal
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020 dan Pagu
Indikatif Kementerian/Lembaga T.A. 2020;

2. Rancangan Rencana Strategis Kepolisian Negara Republik


Indonesia Tahun 2020-2024;

3. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK


INDONESIA TENTANG RENCANA KERJA KEPOLISIAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2020.

1. Rencana Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia


Tahun Anggaran 2020 sebagaimana yang tercantum dalam
lampiran keputusan ini, sebagai pedoman penyusunan rencana
kerja dan anggaran masing-masing satuan kerja;

2. keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Paraf:
Ditetapkan di : Jakarta
1. Kabagjakum/konseptor : …..
pada tanggal : 30 Juli 2019
2. Karojakstra : …..
3. Asrena Kapolri : ….. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
4. Kasetum Polri : …..
5. Wakapolri : …..

Kepada Yth.: Prof. H. MUHAMMAD TITO KARNAVIAN, Ph.D.


JENDERAL POLISI
Distribusi A, B dan C Mabes Polri.
DAFTAR ISI

Halaman

I. Latar Belakang ..…………………..……………………………………………... 1

1. Kondisi Umum …...…………..…………………………………………...... 1


a. Perkembangan Aspek Kehidupan ………………………………… 3
b. Analisis ………..……...……………………………………………… 20

2. Identifikasi Masalah ..……………………………………………………… 21

II. Tujuan Dan Sasaran ..............................………………………...................... 22

1. Visi dan Misi Polri ..… ………………………………............................... 22

2. Tujuan Jangka Menengah ...……………………………………………… 22

a. Nasional ...……………..……………………………………………… 22

b. Polri ..…………………..……………………………………………… 22

3. Sasaran Prioritas ....................…………………………………………… 23

a. Nasional ……………………………………………………………..... 23

b. Polri ……………………………………………………………………. 23

III. Program Prioritas Nasional dan Arah Kebijakan Polri Tahun 2020.........….. 23

1. Program Prioritas Nasional............................................................... 23

2. Arah Kebijakan dan Strategi Polri Tahun 2020..................................... 24

IV. Program, Kegiatan dan Pagu Indikatif Polri T.A. 2020……………………… 41

1. Program dan Kegiatan Polri ...……………………………………………. 41

2. Pagu Indikatif Polri T.A. 2020....................………………………………. 46

3. Kegiatan Prioritas Nasional Pagu Indikatif T.A. 2020 ……………... 55

V. Penutup …………………………………………………………………………… 57

DAFTAR LAMPIRAN:

I. Rencana Kerja Tahunan (RKT);

II. Formulir Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L) T.A. 2016.


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
MARKAS BESAR
TANGGAL: 30 JULI 2019

RENCANA KERJA
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA T.A. 2020

I. Latar Belakang

1. Kondisi Umum

Tahun 2020 merupakan tahun pertama dari Tahapan Rencana Strategis


Polri 2020-2024 dan sebagai kelanjutan dari Rencana Kerja Polri T.A. 2019
sehingga perlu dilakukan penyusunan Rencana Kerja Polri T.A. 2020. Rencana
Kerja Polri T.A. 2020 ini merupakan penjabaran dari Rancangan Rencana
Strategis Polri 2020-2024. Rencana Kerja Polri T.A. 2020 disusun dengan
memperhatikan logical framework background study RPJMN 2020-2024, yaitu:
(1) pilar keamanan dalam negeri; (2) pilar pertahanan; 3) pilar keamanan laut; dan
(4) pilar keamanan dan ketertiban.

Pelaksanaan tugas Polri telah mencapai tingkat keberhasilan yang cukup


signifikan dengan ditandai banyaknya pengungkapan kasus-kasus yang menjadi
perhatian publik, kondusifnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta
meningkatnya pelayanan Kepolisian kepada masyarakat. Seluruh keberhasilan
Polri dalam pengungkapan kasus-kasus khususnya tindak pidana Terorisme,
Siber, Narkoba, Korupsi maupun kejahatan transnasional lainnya dinilai cukup
baik dan mendapat apresiasi yang positif, baik dari dalam maupun luar negeri,
sehingga dapat mendukung pembangunan nasional. Keberhasilan yang dicapai
Polri tersebut merupakan kerja keras yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polri
dengan didukung oleh eksekutif, legislatif, yudikatif dan partisipasi masyarakat
serta berbagai stakeholders yang terkait dengan tugas Kepolisian. Sejauh ini
apresiasi yang positif atau kritik yang membangun terhadap kinerja Polri oleh
pemerintah/swasta/masyarakat, akan dijadikan tantangan bagi Polri dalam rangka
mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya guna mencapai keberhasilan yang
lebih baik pada masa mendatang.

Keberhasilan yang diraih Polri diharapkan dapat membuat Polri semakin


waspada dan meningkatkan antisipasi terhadap berbagai tantangan di masa

mendatang .....
2 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

mendatang. Tantangan tersebut berupa adanya harapan dan tuntutan dari


masyarakat maupun pemerintah kepada Polri untuk dapat senantiasa terus-
menerus secara berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan
masyarakat di bidang kepolisian. Tantangan dan harapan masyarakat maupun
pemerintah terhadap Polri tersebut yaitu: (1) Polri yang memiliki postur yang
profesional, mandiri, transparan, adil, humanis namun tegas, bermoral, modern
dan bebas dari KKN dalam memberikan pelayanan Kepolisian; (2) menggelar
kekuatan Polri dalam rangka mengantisipasi ambang gangguan di tengah-tengah
masyarakat sehingga keberadaannya dapat memberikan rasa aman, tenteram
dan nyaman; (3) menegakkan hukum secara profesional, proporsional, tegas,
jujur, adil dan tuntas, terhadap gangguan nyata serta mewujudkan transparansi
dalam proses penyidikan tindak pidana; (4) meningkatnya fungsi intelijen yang
mampu mendeteksi, mengantisipasi dan mencegah setiap potensi gangguan
Kamtibmas.

Lingkungan strategis baik global, regional dan nasional sangat


mempengaruhi berkembangnya tantangan dan harapan yang dihadapi Polri.
Lingkungan strategis tersebut semakin dinamis dan kompleks, dimana dunia
menjadi tanpa batas dan semakin mudah terhubung seiring dengan
perkembangan teknologi informasi dan transportasi yang sangat cepat. Sehingga
hal ini dapat mendorong terjadinya pergeseran nilai-nilai yang saling
mempengaruhi dan budaya bangsa yang positif berpotensi bisa berubah menjadi
perilaku negatif seperti: eksklusifisme, materialisme, konsumerisme, hedonisme
dan radikalisme.

Perubahan isu-isu pada lingkungan strategis global seperti: demokratisasi,


paham radikalisme dan intoleransi, perlindungan hukum dan HAM, lingkungan
hidup, pemanasan global, krisis energi, krisis keuangan global serta mobilitas arus
informasi, barang, jasa dan manusia dari suatu negara ke negara lain sangat
mempengaruhi kondisi keamanan dan ketertiban. Hal ini dapat dilihat dari semakin
berkembangnya kejahatan lintas negara seperti korupsi, terorisme, pencucian
uang, kejahatan siber, penyelundupan manusia, Narkoba, penyelundupan senjata
dan penyelundupan barang. Dalam perkembangan lingkungan strategis regional
masih terdapat isu terkait dengan daerah perbatasan, baik di darat maupun laut,
pencemaran lingkungan, pemberlakuan MEA, pengiriman TKI maupun

penerimaan .....
3 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

penerimaan TKA, dan perkembangan paham radikalisme serta terorisme.


selanjutnya perkembangan lingkungan strategi nasional harus dilihat dari
faktor-faktor Ipoleksosbud dan keamanan yang senantiasa bergerak dinamis dan
senantiasa berubah di setiap daerah. Semua isu strategis baik global, regional
dan nasional tersebut harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebagai bahan
masukan dalam penyusunan Renja Polri T.A. 2020.

Selanjutnya kondisi internal dan eksternal Polri yang dipengaruhi oleh


perubahan dan perkembangan lingkungan strategis tersebut akan digambarkan
sebagai berikut:

a. Perkembangan Aspek Kehidupan

1) Global

Lingkungan strategis global senantiasa berkembang dan


dipengaruhi oleh isu-isu global seperti isu hak asasi manusia, krisis
ekonomi, radikalisme dan terorisme, dan kejahatan lintas negara.
Perubahan lingkungan strategis global secara spesifik dapat dilihat
sebagai berikut:

a) langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus ke Asia


akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh
di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan untuk
pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia.
Keterlibatan AS di Asia mendukung negara-negara sekutunya
membuat konflik semakin panas. Pasukan AS di Asia membuat
ketegangan meningkat;

b) perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina yang semakin


memanas sangat berpengaruh terhadap perekonomian global.
Kenaikan tarif impor yang dilakukan baik oleh Amerika Serikat
maupun Cina sebesar 25% dari sebelumnya sebesar 10% akan
berimbas pada menurunnya impor kedua negara tersebut. Hal ini
perlu diwaspadai karena akan berdampak juga pada kemungkinan
menurunnya ekspor barang dari Indonesia ke Amerika Serikat
maupun Cina, mengingat kedua negara tersebut merupakan mitra
dagang utama bagi Indonesia.

c) rencana .....
4 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

c) rencana Amerika Serikat yang akan memfokuskan pengamanan


dari Timur Tengah ke Asia-Pasifik pada tahun 2020 dengan
menempatkan 60% kekuatan Angkatan Laut di wilayah
Asia-Pasifik. Pengiriman jet-jet tempur AS ke beberapa negara di
kawasan Samudera Pasifik, seperti Thailand, India, Singapura dan
Australia untuk memperkuat kehadiran militer AS di Samudera
Pasifik. Kondisi ini perlu diantisipasi karena Indonesia berada
diantara 2 (dua) kekuatan Amerika Serikat dan Cina;

d) kondisi wilayah Afghanistan dan Suriah telah berkembang menjadi


dua wilayah menjadi penghubung penting (most important hubs)
dari terorisme global yang mengancam keamanan di Asia Selatan,
Asia Barat dan Afrika Utara. Para pejuang Mujahidin Afganistan
dibentuk di era pendudukan Uni Soviet merupakan fondasi
terorisme kontemporer saat ini, dan para Mujahidin kembali dari
perang sipil di Suriah menciptakan generasi-generasi pejuang
menyerang secara gerilya fasilitas pemerintah dan melakukan aksi
teror terhadap warga sipil;

e) menghadapi ketatnya persaingan global telah terjadi perubahan


besar pada pola-pola hubungan antarnegara di level internasional.
Perubahan paling mencolok dari bermunculannya organisasi-
organisasi kerja sama antara negara, terutama di tingkat regional,
yakni Uni Eropa (UE), ASEAN, PIF, NAFTA dan The
Mercosur/European Union Business Forum (MEBF). Terlepas
motif pendiriannya, kehadiran organisasi-organisasi ini memberi
warna baru hubungan internasional dimana dunia cenderung
bergerak menuju suatu tatanan dunia baru dikuasai organisasi-
organisasi regional dan Internasional;

f) Uni Eropa sebagai organisasi kawasan memiliki kekuatan


ekonomi yang memberikan pengaruh besar terhadap
perekonomian global mengimbangi dominasi AS. Dengan
demikian nilai strategis Uni Eropa bagi Asia Tenggara juga
memperhatikan perkembangan Brexit dimana sampai dengan saat
ini belum jelas kepastian Inggris akan keluar dari keanggotaan Uni

Eropa .....
5 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

Eropa akibat rancangan perjanjian yang diajukan oleh Perdana


Menteri Inggris sudah ketiga kalinya ditolak oleh Parlemen Inggris;

g) fluktuasi harga minyak dunia terus mempengaruhi aktivitas


perekonomian global. Hal ini diakibatkan oleh:

(1) situasi politik negara penghasil minyak yang tidak kondusif


karena konflik eksternal/ internal;
(2) meningkatnya konsumsi BBM;
(3) penurunan cadangan minyak bumi;
(4) aksi spekulasi di pasar bursa komoditi internasional;

h) pertambahan penduduk dunia telah mencapai 7,2 miliar jiwa lebih


mengakibatkan kelangkaan dan kenaikan harga bahan pangan.
Di samping itu, perubahan iklim karena pemanasan global
menimbulkan gangguan hasil panen dan jalur distribusi pangan
internasional. Lahan pertanian akan semakin menyempit karena
alih fungsi lahan untuk kepentingan bisnis dan industri seperti
terjadi di RRC, India, Brasil, Vietnam dan Thailand yang saat ini
menjadi produsen pangan dunia. Kondisi ini akan berpengaruh
terhadap terbatasnya ketersediaan pangan di berbagai belahan
dunia seperti Asia dan Afrika yang berpotensi menimbulkan
kerawanan pangan dan bencana kelaparan;

i) terjadinya perubahan iklim (climate change) sebagai akibat


penggunaan bahan bakar fosil, industrialisasi dan alih fungsi
lahan, telah menghasilkan efek pemanasan global (global
warming) yang telah meningkatkan suhu permukaan bumi serta
munculnya berbagai ragam penyakit dan gangguan kesehatan
manusia di seluruh dunia;

j) situasi keamanan internasional masih terus diwarnai oleh isu


konflik di Palestina, Irak dan Afghanistan. Di samping itu,
pengaruh isu demokratisasi liberal akan semakin meluas dan
memicu terjadinya konflik bersenjata di seluruh negara-negara
kawasan Timur Tengah, yang ditengarai merupakan strategi AS

dan .....
6 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

dan sekutunya untuk menguasai ladang minyak di kawasan


tersebut;

k) konflik yang sering terjadi di kawasan Afrika merupakan


pertarungan kepentingan dalam memperebutkan Sumber
Daya Alam. Afrika yang kaya akan hasil tambang dan minyak
bumi, seperti Sudan, Afrika Selatan dan Nigeria menjadi rebutan
dari kekuatan Uni Eropa dan Amerika Serikat dengan kekuatan
Rusia dan RRC. Perebutan sumber daya alam tersebut membuat
Afrika menjadi kawasan tidak pernah lepas dari konflik dan
kekerasan berujung kepada pertempuran bersenjata ataupun
rivalitas antaretnis;

l) munculnya terorisme sebagai musuh bersama dalam pola


penanganannya cenderung telah berubah dari pola pre-emptive
strike menjadi pola penanganan yang lebih mengedepankan cara-
cara diplomatis dan persuasif;

2) Regional
Perkembangan lingkungan strategis regional secara langsung
maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan
kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi Indonesia.
Lingkungan strategis regional saat ini dipengaruhi oleh beberapa isu,
yaitu: konflik politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara,
sengketa perbatasan negara baik perbatasan darat, laut dan udara,
kerja sama antarnegara Asean di bidang ekonomi, pertahanan dan
keamanan. Isu-isu strategis tersebut secara spesifik adalah sebagai
berikut:
a) interaksi hubungan Cina dengan kekuatan utama di kawasan
seperti Amerika Serikat, Jepang, Rusia dan Uni Eropa merupakan
faktor berpengaruh dalam peta keamanan kawasan, khususnya
di Asia Pasifik. Hubungan politik RRC dengan Cina Taiwan masih
tetap menjadi fokus isu keamanan kawasan bagi masyarakat
internasional karena akan mewarnai prospek keamanan kawasan
Asia Pasifik dan dunia pada umumnya;

b) hubungan .....
7 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

b) hubungan bilateral antara Indonesia-Australia beberapa kali


mengalami pasang surut, karena Australia mempunyai
kepentingan dengan Indonesia dalam menangkal terorisme dan
manusia perahu/pencari suaka. Kondisi ini tidak lepas dari
orientasi politik dan kepentingan pemerintahan berkuasa disana.
Sebagai anggota FPDA, Australia menggunakan berbagai fasilitas
militer di negara-negara persemakmuran antara lain, Malaysia dan
Singapura. Posisi geopolitik dan geostrategis membuat Australia
memperhatikan dan mempengaruhi perkembangan Indonesia.
Amerika telah menambah pasukan dan persenjataannya
di Australia, dalam memperkuat pengaruhnya di kawasan Asia;

c) konsep Keamanan Laut Australia Marine Identification Zone


(AMIZ) yang menjangkau perairan utara Indonesia meliputi, Laut
Halmahera, Laut Sulawesi dan sebagian besar Laut Jawa sampai
dengan perairan Selandia Baru dapat menimbulkan sengketa
perbatasan;

d) isu Melanesian Brotherhood (persaudaraan Melanesia) digunakan


sebagai strategi penyusunan kekuatan negara-negara Melanesia
yang berpengaruh terhadap gerakan separatis Papua Merdeka.
Vanuatu dan Nauru adalah negara yang mendukung perjuangan
Organisasi Papua Merdeka (OPM). Tokoh-tokoh OPM di Vanuatu
tergabung dalam organisasi West Papuan Peoples Representative
(WPPRO) dan aktif melakukan kegiatan propaganda;

e) banyak negara di Pasifik Selatan menghadapi masalah lingkungan


karena sempitnya lahan untuk hidup dan bersikap pragmatis.
Sebagian penduduknya melakukan migrasi ke berbagai negara
tetangga, seperti Australia dan Indonesia bagian timur. Wilayah
air mereka banyak disewakan pihak asing. Kegiatan-kegiatan
mereka tidak dapat dikontrol berakibat meningkatnya kejahatan
transnasional seperti Narkoba dan pencucian uang (money
laundering) berimplikasi terhadap keamanan wilayah Indonesia
di bagian timur;

f) isu .....
8 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

f) isu keamanan banyak bersumber dari gangguan keamanan


dilakukan kelompok separatis OPM (Organisasi Papua Merdeka)
memanfaatkan wilayah PNG. Seringkali anggota OPM masuk
ke wilayah PNG menghindari pengejaran aparat keamanan
Indonesia. Penyelundupan senjata dari Australia melalui Selat
Torres ke PNG ditukarkan Narkoba dan minuman keras
kecenderungannya akan terus berlanjut;

g) kondisi ekonomi masyarakat di Republik Demokratik Timor Leste


(RDTL) sampai saat ini masih bergantung negara lain sehingga
sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kasus
penyelundupan barang-barang komoditi ke negaranya. Hubungan
diplomatik Indonesia dengan RDTL terdapat beberapa
permasalahan perlu diselesaikan, seperti adanya keberatan
masyarakat perbatasan merasa menguasai/memiliki tanah secara
turun-temurun dimasukkan ke wilayah RDTL;

h) Kamboja merupakan salah satu negara di Asia Tenggara


termasuk dalam Segitiga Emas (The Golden Triangle) menjadi
sorotan dunia, negara-negara kawasan Asia Tenggara mengecam
peredaran Narkoba ancaman bangsa. Persoalan Kamboja dengan
negara tetangga, seperti Thailand adalah tanda tapal batas
sementara dengan Vietnam seputar kedaulatan sekitar lepas
pantai;

i) adanya tindakan represif aparat keamanan Thailand terhadap


warga muslim di wilayah penduduk Islam di Thailand Selatan,
sehingga terjadinya aksi perlawanan kelompok-kelompok muslim
di negara tersebut, yang mendapat dukungan kelompok-kelompok
muslim di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Persoalan lain
seputar perbatasan dengan Laos meliputi beberapa pulau
di Sungai Mekong, dan perbatasan dengan Kamboja;

j) hingga saat ini Pemerintah Filipina masih menghadapi berbagai


masalah keamanan dalam negeri, khususnya pemberontakan
di Filipina Selatan dilakukan Moro Islamic Liberation Front (MILF),
Misuuri Break Awcro Group (MBG), dan Kelompok Abu Sayyaf

Group .....
9 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

Group (ASG), walaupun sudah semakin terdesak namun masih


melakukan tindakan kekerasan berupa terror dan penculikan
warga Filipina maupun orang asing dengan sasaran mendapatkan
uang tebusan. Kelompok tersebut disinyalir masih ada kaitan
dengan kelompok radikal di Indonesia. Mereka sering melakukan
penyanderaan terhadap kapal yang lewat dengan meminta
tebusan;

k) Singapura belum bersedia melakukan pembicaraan masalah


perbatasan wilayah laut dengan kepulauan Riau, secara lisan
menyatakan bahwa adanya proyek reklamasi wilayah timur
Changi dikatakan tidak mengubah kedudukan dan batas landasan
kontinen yang sudah ada;

l) Brunei Darussalam adalah salah satu negara ASEAN yang sangat


mengandalkan pertanian, perikanan dan sumber daya alam
sebagai sumber utama devisa negaranya. Hubungan bilateral
Indonesia dengan Brunei Darussalam menunjukkan kemajuan
terutama pada sektor ekonomi, perdagangan, investasi dan
lingkungan hidup serta pengiriman TKI. Brunei Darussalam telah
memberikan bantuan dana pembangunan kembali atas terjadinya
bencana tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta dan
bencana alam lainnya yang terjadi di Indonesia. Selain itu kerja
sama Indonesia dengan Brunei Darussalam juga dilakukan pada
sektor kebudayaan dan pertahanan keamanan;

m) kelompok Al Jemaah Al Islamiyah berbasis di Malaysia telah


membangun jaringan terorisme dengan kelompok garis
keras/radikal di Indonesia. Kelompok ini cenderung menggunakan
wilayah Indonesia sebagai daerah operasinya karena dianggap
lebih memungkinkan dari sisi ideologi, ekonomi, sosial budaya dan
sistem keamanannya. Berbagai aksi terorisme di Indonesia
disinyalir melibatkan kelompok tersebut;

3) Nasional .....
10 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

3) Nasional
Lingkungan strategis nasional tidak bisa terlepas dari situasi dan
kondisi dalam negeri yang meliputi aspek Astagatra. Aspek Astagatra
dibagi menjadi dua bagian besar yaitu Trigatra dan Pancagatra yang
berkembang di dalam negeri dipengaruhi oleh lingkungan strategi
global maupun regional. Dinamika lingkungan strategis nasional sangat
mempengaruhi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dan
bahkan dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas dalam negeri.
Berikut diuraikan potensi gangguan Kamtibmas dari aspek Astagatra:
a) Geografi.
(1) kondisi geografis wilayah Indonesia yang berbatasan
langsung maupun tidak langsung (darat dan perairan laut)
dengan negara tetangga, sebagai jalur keluar masuknya
terorisme dan pelaku kriminalitas transnasional, termasuk
pencurian ikan di perairan wilayah Indonesia;
(2) kondisi geografi wilayah Indonesia yang masuk dalam Ring
of Fire Pacifik (sabuk api Pasifik) dan Sabuk Alpine, maka
wilayah Indonesia rawan terjadi Bencana Gempa Bumi
Vulkanik. Selain hal tersebut di atas Indonesia dikelilingi
oleh lempengan-lempengan bumi, antara lain lempeng
Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. Hal
tersebut menjadi penyebab rawan terjadinya Bencana
Gempa Bumi Tektonik, apabila lempengan-lempengan itu
bergeser, patah, atau bahkan terjadi tumbukan;
(3) wilayah Indonesia yang memiliki banyak sungai sebagai
sarana transportasi air sangat bermanfaat bagi masyarakat
pedalaman, namun dalam perkembangannya berpotensi
dimanfaatkan sebagai sarana pelaku penyelundupan barang,
penyelundupan kayu illegal logging, dan peredaran gelap
Narkoba serta banyak pula sungai-sungai di Indonesia
menjadi tambang emas ilegal dengan memanfaatkan
mercuri, sehingga terjadi pencemaran lingkungan
di beberapa sungai di Indonesia;

b) Demografi .....
11 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

b) Demografi

(1) Indonesia salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk


sangat besar dengan tingkat pertumbuhan penduduk tinggi,
sehingga pertambahan jumlah penduduk cepat, penyebaran
dan kepadatan tidak merata, serta tidak diimbangi
penyediaan lapangan kerja serta fasilitas pendidikan,
kesehatan, dan kebutuhan hidup manusia lainnya. Beberapa
hal tersebut merupakan sebab terjadinya berbagai masalah
konflik vertikal maupun horizontal;

(2) sebagai bangsa yang heterogen Indonesia dengan


bermacam-macam suku, budaya, agama dan adat
berpeluang terjadinya konflik komunal (SARA). Faktor-faktor
keberagaman ini menjadi celah yang dapat dimanfaatkan
oleh pihak-pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas
keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia;

(3) sebagai negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar dan


banyak aliran. Negara Indonesia berpotensi terdapat
masyarakat yang memiliki pemahaman radikal, yang dapat
mengancam keamanan dan ketertiban dalam kehidupan
bermasyarakat dengan melakukan aksi teror;

(4) jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 259.940.857 juta


jiwa dan terdistribusi pada wilayah seluas 220.953.634
(Km²), dengan jumlah wilayah administratif 349 kabupaten,
91 kota, 5.263 kecamatan, 7.113 kelurahan, dan 62.806
desa di seluruh Indonesia;

c) Sumber Daya Alam

(1) negara Indonesia yang memiliki kekayaan alam sangat


berlimpah tidak hanya berupa bahan tambang, tetapi juga
hutan, air, tanah yang subur dan laut yang luas.
Hal di atas menjadi aspek yang diperebutkan oleh negara
yang terbatas atau tidak memilik sumber daya alam untuk

mengeksplorasi .....
12 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

mengekplorasi kekayaan alam Indonesia. Hal tersebut jika


tidak terkendali ke depan justru akan menjadi permasalahan
untuk generasi penerus yang tidak lagi dapat
memanfaatkannya;

(2) sumber daya alam indonesia yang kaya akan menjadi


incaran negara asing dengan mempengaruhi terhadap
kebijakan pemerintah dan kepentingan ekonomi negara
internasional, yang akan berimplikasi langsung maupun tidak
langsung kepada situasi di dalam negeri;

(3) kondisi sumber daya alam Indonesia selain merupakan


potensi bagi pemasukan devisa negara dan peningkatan
perekonomian rakyat, apabila tidak dikelola dan diamankan
dengan optimal, maka dapat berpotensi menjadi gangguan
kerusakan ekosistem yang akan mengakibatkan terjadinya
bencana alam;

(4) hilangnya hewan dan tumbuhan langka akibat eksploitasi


tambang hutan gambut, akan merusak ekosistem. Sehingga
akan berpotensi mengakibatkan terjadinya krisis pangan
akibat pengalihan fungsi lahan di sentra wilayah pertanian
baik legal maupun secara ilegal;

d) Ideologi

(1) penganut faham demokrasi liberal sering memanfaatkan


momentum reformasi, demokratisasi dan perlindungan HAM
untuk mempengaruhi para politisi, LSM, cendekiawan dan
kelompok masyarakat agar menuntut dan memperjuangkan
”kebebasan” tanpa batas tanpa memperhatikan nilai-nilai
Pancasila.
(2) penganut faham sosialisme muncul sebagai bentuk
perlawanan atas globalisasi ekonomi dan dominasi
perusahaan multinasional. Kelompok ini berkembang
di kalangan generasi muda terdidik, terutama di kampus-
kampus dan berbagai NGO/LSM. Diterapkannya demokrasi

dan .....
13 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

dan sistem multipartai memberi ruang faham sosialisme


masuk dalam sistem politik melalui pembentukan partai
politik dan berjuang mengubah sistem ekonomi dan politik
berlandaskan sosialisme;
(3) kelompok penganut komunisme memanfaatkan organisasi
massa dan LSM sepaham, dengan ajaran komunisme
mengangkat isu pelanggaran HAM mencabut Ketetapan
MPRS Nomor: XXV/MPRS/1966, sehingga ajaran
komunisme hidup kembali, lebih dikenal gerakan neo-
komunisme (komunisme gaya baru);
(4) terbukanya peluang penerapan sistem multipartai serta
kebebasan membentuk partai peserta Pemilu serta
melakukan perubahan terhadap ideologi Pancasila,
memungkinkan munculnya ”creep movement” menghidupkan
kekuatan politik tertentu yang selama ini belum diwadahi
dalam kelembagaan politik di Indonesia;

e) Politik

(1) sistem politik demokratis, bertumpu pada kedaulatan rakyat


ditopang budaya politik sehat, yaitu perilaku santun,
mengedepankan perdamaian, anti kekerasan dalam
berbagai bentuk, dan sifat sportif diharapkan melahirkan
kepemimpinan nasional yang demokratis, kuat, dan efektif;

(2) pelaksanaan politik luar negeri Indonesia diselaraskan


kepentingan rakyat, diplomasi dilakukan adalah prorakyat,
Diplomacy for the people. Diplomasi harus dapat
memberikan solusi, menjembatani perbedaan dan juga
membuka peluang untuk kepentingan rakyat dan negara
Indonesia. Secara mendetail, rencana politik luar negeri
dilaksanakan berdasarkan visi dan misi Presiden RI Joko
Widodo, khususnya tiga pilar Trisakti, yaitu politik yang
berdaulat, ekonomi yang berdikari dan budaya yang
berkepribadian;

(3) fokus .....


14 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

(3) fokus utama Politik dalam negeri adalah menjaga kedaulatan


RI. Sedangkan untuk luar negeri menekankan pentingnya
kerja sama maritim. Indonesia ingin mendorong terwujudnya
poros maritim nusantara melalui pendekatan kedaulatan,
keamanan dan kemakmuran. Indonesia juga ingin
mengedepankan doktrin poros maritim dalam pertemuan
ASEAN, melalui ASEAN Maritime Forum dan mendorong
terwujudnya konektivitas maritim dan memfasilitasi
pembangunan jalur laut serta kerja sama dengan negara-
negara kepulauan;

(4) penerapan kebijakan otonomi daerah berdampak terhadap


melemahnya pengawasan dan koordinasi pemerintahan
provinsi terhadap penyelenggaraan kewenangan
di kabupaten/kota yang seharusnya memiliki kewenangan
kuat dan mengikat terhadap pembinaan, pengawasan,
perizinan, standar dan sertifikasi di kabupaten/kota dalam
satu provinsi, menjadi tidak memiliki daya untuk menjadi
koordinator pengembangan wilayah di semua bidang.
Rencana Strategis dan Program Pembangunan Daerah
(Propeda) pemerintah kabupaten/kota kadang tidak sejalan
atau bertentangan dengan Renstra pemerintah provinsi;

(5) penerapan kebijakan otonomi khusus mencerminkan adanya


ketidakserasian antara semangat otonomi daerah berlebihan
dengan prinsip NKRI. Otonomi khusus diberikan kepada
daerah tertentu dapat memicu kecemburuan daerah lain
menuntut hal sama. Penerapan otonomi khusus diharapkan
mempercepat pembangunan daerah, namun kenyataannya
tidak memberikan manfaat langsung, berupa peningkatan
taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat
sehingga menimbulkan wacana penolakan sebagian
masyarakat daerah dan mendorong menguatnya tuntutan
memisahkan diri dari NKRI;

f) Ekonomi .....
15 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

f) Ekonomi

(1) komitmen Indonesia merespons agenda prioritas Pertemuan


Ketiga G-20 Development Working Group (DWG)
di Australia, antara lain: Food Security and Nutrition,
Financial Inclusion and Remittance dan Infrastructure
merupakan upaya merespons kebijakan pemerintah sejalan
visi dan misi Presiden, yaitu: politik yang berdaulat, ekonomi
yang berdikari dan budaya yang berkepribadian. Pertemuan
yang membahas finalisasi komitmen dan penyiapan
rekomendasi terhadap beberapa agenda prioritas DWG,
antara lain Food Security and Nutrition, Financial Inclusion
and Remittance dan Infrastructure sesuai upaya pemerintah
sekarang ini;

(2) pelemahan perekonomian global sangat memberikan


dampak terhadap perekonomian nasional, Indonesia menjadi
salah satu negara memiliki daya pikat investasi memiliki
pasar cukup luas dengan jumlah penduduknya sekitar 250
juta. kondisi ekonomi nasional saat ini begitu tertekan oleh
perekonomian global, fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar AS
tekanan dari ekonomi AS dan Tiongkok berdampak kepada
Indonesia, hampir semua negara ASEAN mengalami
tekanan pengaruh ekonomi global sendiri-sendiri, atau
bergandeng tangan, rapatkan barisan, dan menahan
tekanan bersama-sama. Negara-negara Eropa membuktikan
penyatuan ekonomi kawasan penggunaan mata uang sama
(Euro), bisa lebih kokoh menahan tekanan ekonomi global.
Hal itu mestinya dilakukan juga oleh ASEAN;

(3) kebijakan Pemerintah di bidang ekonomi, menekankan


pentingnya membuka akses pasar untuk produk-produk
Indonesia, membuka pasar-pasar baru belum tergarap
optimal, menarik investasi asing di sektor-sektor prioritas
sambil melindungi investasi Indonesia, mendorong kerja
sama strategis dan komprehensif bilateral, memanfaatkan

ASEAN .....
16 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

ASEAN Economic Community dan melakukan kerja sama


peningkatan kapasitas dan triangular. Selain itu, meminta
para diplomat meningkatkan diplomasi ekonomi. Kemlu
menyiapkan guidelines kepada semua Kepala Perwakilan
Indonesia di luar negeri meningkatkan diplomasi ekonomi.
Perlu perubahan mindset para diplomat Indonesia lebih aktif
dalam diplomasi ekonomi;

(4) Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa


berada di posisi US$ 114,8 miliar pada akhir September atau
turun US$ 3,1 miliar dibandingkan posisi akhir Agustus yang
sebesar US$ 117,8 miliar. Cadangan devisa terus menipis
seiring meningkatnya kebutuhan untuk stabilisasi kurs rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penurunan cadangan
devisa terutama pada September 2018 dipengaruhi oleh
pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi
nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar
keuangan global;

g) Sosial budaya

(1) keanekaragaman budaya, suku, adat istiadat, ras dan agama


dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu kala telah tumbuh
dan berkembang, turut mempengaruhi tatanan kehidupan
sosial masyarakatnya berbangsa dan bernegara. Pada satu
sisi, keanekaragaman komponen bangsa dapat dipandang
sebagai potensi nasional membangun bangsa, namun pada
sisi lain keanekaragaman tersebut dapat dipandang sebagai
potensi konflik dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa;

(2) kemajemukan adat istiadat dan budaya daerah selain


merupakan potensi pembangunan nasional, juga merupakan
potensi konflik. Penguatan identitas kedaerahan atau
kesukuan akibat penerapan otonomi daerah mendorong
terjadinya konflik sosial, terutama dalam perebutan
kekuasaan politik lokal. Kuatnya pengaruh budaya dan gaya

hidup .....
17 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

hidup barat masuk melalui tayangan media elektronik serta


lemahnya regulasi media berdampak terhadap perubahan
sistem nilai, pola pikir, sikap dan perilaku masyarakat.
Kecenderungan sikap permisif, konsumtif dan individualis
telah membawa sebagian masyarakat melakukan tindakan
melanggar hukum dan norma-norma agama yang dapat
menimbulkan gangguan Kamtibmas;

(3) masih terjadi aksi-aksi kekerasan melalui serangkaian


penembakan senjata api terhadap sasaran korban warga
masyarakat maupun aparat keamanan TNI/Polri dan
peledakan bom di tempat ibadah, perkantoran pemerintah,
rumah pejabat penegak hukum, atau di tempat-tempat umum
lainnya. Mengindikasikan kelompok radikal pelaku terror
masih ada dan terus melakukan aksi teror dengan berbagai
cara, tetap tumbuh berkembang generasi baru di Indonesia,
dengan motif bernuansa politik dan SARA sekaligus sebagai
aksi pembalasan atas tindakan penegakan hukum dilakukan
Polri;

(4) berkembangnya aliran/kepercayaan dalam suatu agama


menimbulkan pertentangan antarpemeluk agama itu sendiri,
berpotensi menimbulkan sikap pro-kontra masyarakat
menjurus terjadinya konflik sosial. Pemahaman dan
implementasi ajaran agama belum berkembang secara baik,
bahkan mengalami penurunan dan munculnya gejala
fanatisme sempit. Sebagian pemuka agama cenderung
menggunakan agama untuk kepentingan tertentu (politisasi
agama untuk kepentingan politik dan kekuasaan) sehingga
menurunkan penghormatan dan kepercayaan masyarakat
terhadap para tokoh agama;

(5) pembangunan sektor pendidikan masih dihadapkan pada


kualitas pendidikan dan pengajaran masih rendah, sehingga
menghasilkan kualitas sumber daya manusia rendah pula.

Kondisi .....
18 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

Kondisi ini semakin diperburuk dengan keterbatasan


sarana-prasarana pendidikan, kurikulum pendidikan sering
berubah, serta rendahnya kesejahteraan guru berdampak
terhadap kualitas pengajaran. Penerapan wajib belajar serta
penerapan sekolah gratis belum sepenuhnya berjalan baik.
Masih banyak terjadi penyimpangan anggaran pendidikan
serta banyaknya pungutan bagi siswa semakin memberatkan
ekonomi keluarga serta meningkatnya angka putus sekolah;

(6) pembangunan sektor kesehatan masih dihadapkan


permasalahan disparitas status kesehatan, beban ganda
penyakit, kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan rendah,
perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup
bersih dan sehat. Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan,
kurangnya pemerataan dan keterjangkauan layanan
kesehatan, terbatasnya tenaga kesehatan, tidak meratanya
distribusi tenaga kesehatan, rendahnya status kesehatan
penduduk miskin, serta kendala ketersediaan dan
keterjangkauan bahan baku obat, sediaan obat, perbekalan
farmasi dan alat kesehatan. Perilaku dan pola hidup
masyarakat pada umumnya belum peduli terhadap masalah
kesehatan, telah menyebabkan berkembangnya berbagai
wabah penyakit menular, seperti: demam berdarah (DBD),
TBC, flu burung (AI), HIV/AIDS, muntaber, diare, rabies,
chikungunya, anthrax, dll;

h) Keamanan

(1) lemahnya penjagaan di wilayah perbatasan dan pintu-pintu


masuk Indonesia, seperti pelabuhan laut dan udara, serta
terbatasnya kerja sama internasional menjadikan Indonesia
sebagai lahan subur tumbuhnya kejahatan transnasional.
Di samping perkembangan organisasi kejahatan
internasional didukung kemajuan Iptek, terutama dalam
bidang komunikasi dan informasi serta teknologi

persenjataan .....
19 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

persenjataan menyebabkan kejahatan bersifat transnasional,


seperti peredaran Narkoba dan terorisme sulit untuk
ditangani;

(2) berbagai penanggulangan gangguan Kamtibmas terkait


kejahatan konvensional maupun transnasional telah
dilakukan, dan menunjukkan hasil cukup membangggakan.
Namun demikian masih terdapat potensi ancaman yang
harus tetap diwaspadai karena dapat mengganggu suasana
Kamtibmas, antara lain: terorisme, perompakan, pembalakan
liar, pencurian ikan, penambangan liar, kejahatan ekonomi
lintas negara;

(3) ancaman keamanan tidak hanya datang dari negara tetapi


juga aktor non negara, seperti perusahaan, kelompok
tertentu maupun individu. Cakupan ancaman tidak semata
dalam kedaulatan dan teritorial tetapi justru mengarah isu
kemanusiaan. Ancaman tidak hanya berupa weapon
terrorism, tetapi juga disease terrorism dan environmental
terrorism. Pemanasan global, penipisan lapisan ozon, hujan
asam, hilangya keanekaragaman hayati dan radioaktif
adalah ancaman bagi kesehatan dan lingkungan;

(4) secara umum, situasi keamanan di beberapa wilayah pasca


konflik, seperti: Provinsi Aceh, Poso dan Maluku relatif aman.
Meskipun di beberapa wilayah masih diwarnai adanya
manuver politik dalam rangka membangkitkan semangat
memisahkan diri dari NKRI, namun hal tersebut hanya
merupakan manuver politik sekedar menunjukkan eksistensi
gerakan separatis;

(5) penerapan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua Barat masih


belum sepenuhnya diterima masyarakat setempat. Hal ini
ditandai masih adanya kegiatan kelompok pro kemerdekaan
untuk mewujudkan pemisahan diri dari NKRI. Gerakan
separatis Papua Barat memanfaatkan jaringan politik
internasional, melalui pembentukan kaukus parlemen

internasional .....
20 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

internasional untuk Papua Barat mendapat dukungan


beberapa anggota parlemen Inggris dan kongres AS.
Pembangunan jaringan politik internasional dilakukan atas
fasilitasi dan bantuan NGO lokal dan asing mendukung
kelompok pro kemerdekaan;

(6) sebagian jaringan teroris berkembang di Indonesia terus


melakukan perekrutan dan pelatihan anggota-anggota baru.
Kelompok Santoso kerja sama dengan kelompok ekstrim
di Filipina, seperti Abu Sayyaf dan Moro Islamic Liberation
Front (MILF) dan kelompok JI khususnya eks Afganistan;

(7) kejahatan siber atau kejahatan melalui jaringan Internet


menjadi ancaman bagi stabilitas nasional, pemerintah sulit
mengimbangi teknik kejahatan tersebut yang dilakukan
pelaku/sindikat dengan teknologi jaringan internet dan
intranet, muncul beberapa kasus di Indonesia seperti
pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs dan
menyadap transmisi data orang lain. sehingga kejahatan
komputer dimungkinkan adanya delik formil (perbuatan
seseorang memasuki komputer orang lain tanpa izin), dan
delik materiel (perbuatan menimbulkan akibat kerugian bagi
orang lain);
b. Analisis

Pelaksanaan tugas Polri dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal


dari internal dan eksternal sehingga perlu untuk dilakukan identifikasi dan
analisa agar dapat ditemukan formula yang tepat dalam menyusun kebijakan
dan strategi. Polri memiliki personel yang tergelar mulai dari pusat sampai
dengan perbatasan dan pulau terluar berpenghuni dengan didukung oleh
sarana dan prasarana yang semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini
tentunya perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) Polri. Dalam penilaian atas laporan keuangan oleh BPK
tahun 2018 Polri mendapat kategori WTP, sedangkan penilaian AKIP Polri
oleh Kementerian PANRB mendapat kategori BB (74,8) serta penilaian
Reformasi Birokrasi dengan nilai BB (75,18) hal ini berdampak pada

kenaikan .....
21 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

kenaikan tunjangan kinerja Polri. Adapun kondisi eksternal yang dihadapi


antara lain gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat semakin dinamis
dan dapat terjadi setiap saat dan waktu, perkembangan teknologi informasi
dapat menimbulkan peluang kejahatan dengan memanfaatkan kecanggihan
teknologi. Kecenderungan masyarakat dalam menangani masalah
keamanan bertindak dengan main hakim sendiri, sehingga berdampak buruk
terhadap penegakan dan kepastian hukum. Tren peningkatan 4 jenis
kejahatan menuntut Polri untuk lebih optimal di bidang pencegahan dan
penegakan hukum. Sistem hukum dan peradilan yang tumpang tindih terkait
kewenangan antarlembaga penegak hukum menimbulkan kerancuan dalam
penegakan hukum di Indonesia. Semakin meningkatnya kejahatan
transnasional terkait dengan semakin tidak jelasnya batas negara sehingga
lalu lintas orang dan barang ilegal semakin mudah dan cepat untuk
dilakukan.

2. Identifikasi Masalah

Pelaksanaan tugas Polri seiring dengan perkembangan lingkungan strategi


global, regional dan nasional akan semakin berat dan kompleks. Tuntutan dan
harapan masyarakat terhadap profesionalisme kinerja Polri dan pelayanan
di bidang kepolisian oleh Polri semakin tinggi mengharuskan Polri menyusun
berbagai upaya dan aksi konkrit yang efektif dalam mewujudkan Kamdagri.
Secara umum permasalahan di bidang keamanan yang akan dihadapi Polri pada
Tahun 2020 adalah sebagai berikut:

a. penyebaran paham radikalisme dan intoleransi yang semakin menganggu


stabilitas dan keamanan nasional;
b. hegemoni demokrasi telah menimbulkan potensi konflik pada masyarakat;
c. proses globalisasi dan kemajuan Iptek juga menghadirkan berbagai
ancaman dari segi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya yang perlu
diantisipasi;
d. peredaran Narkoba, kejahatan korupsi dan terorisme semakin marak dan
telah pada taraf yang meresahkan masyarakat;
e. masih tingginya konflik sosial, aksi sweeping, premanisme dan tindak
kejahatan yang meresahkan masyarakat;

f. Percepatan .....
22 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

f. percepatan teknologi digital yang sangat cepat menuntut Polri untuk mampu
menjaga keamanan dari sisi siber;
g. semakin bertambah kejahatan berdimensi baru yang membutuhkan
pengetahuan dan penanganan yang berbeda;
h. masih tingginya kemacetan, pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas;
i. banyak kejahatan yang terjadi pada perempuan dan anak yang belum
tertangani dan perlu penanganan khusus;
j. penyelundupan, pencurian terhadap sumber daya alam dan perusakan
lingkungan hidup masih sering terjadi dan dapat merusak ketahanan dan
keamanan pangan;
k. pulau-pulau terluar dan berpenghuni serta wilayah perbatasan perlu
mendapatkan pengamanan khusus dari Polri.

II. Tujuan dan Sasaran

1. Visi dan Misi Polri

a. Visi

Terwujudnya Indonesia yang Aman dan Tertib.

b. Misi
Melindungi, Melayani dan Mengayomi Masyarakat.

2. Tujuan Jangka Menengah


a. Nasional
Adapun tujuan jangka menegah dalam RPJMN 2020-2024 bidang
pertahanan dan keamanan yaitu “Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang
Mandiri, Maju, Adil dan Makmur”.
b. Polri
1) Menjamin Terpeliharanya Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
di Seluruh Wilayah NKRI;
2) Menegakkan Hukum secara Berkeadilan;
3) Modernisasi Pelayanan Polri;
4) Mewujudkan Polri yang Profesional;
5) Menerapkan Manajemen Polri yang Terintegrasi dan Terpercaya;

3. Sasaran .....
23 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

3. Sasaran Prioritas

a. Nasional

Prioritas Nasional Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020 adalah


sebagai berikut:
1) Pembangunan Manusia;
2) Penguatan Konektivitas;
3) Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi;
4) Pemantapan Ketahanan Energi, Pangan, dan Sumber Daya Air;
5) Stabilitas Keamanan Nasional;

b. Polri

Sasaran Prioritas Polri tahun 2020 sebagaimana telah ditetapkan dalam


surat edaran tentang Pedoman Perencanaan Kapolri tahun 2020 adalah
sebagai berikut:

1) Pertama “Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang


Humanis dan Bermartabat”;

2) Kedua “Pelayanan Publik Polri yang Prima Berbasis TIK”;

3) Ketiga “Penegakan Hukum secara Berkeadilan dan Terpercaya”;

4) Keempat “Profesionalisme dan Kesejahteraan SDM Polri yang sesuai


Standar”;

5) Kelima “Modernisasi Teknologi Alpalkam dan Almatsus Polri secara


Bertahap dari Tingkat Mabes Polri sampai dengan Polsek”;

6) Keenam “Regulasi dan Sistem Pengawasan yang Efektif dan


terpercaya”;

III. Program Prioritas Nasional dan Arah Kebijakan Polri Tahun 2020.

1. Program Prioritas Nasional


Program Prioritas nasional tahun 2020 dalam rangka Stabilitas Keamanan
Nasional adalah sebagai berikut:
1) keamanan dan ketertiban masyarakat dan keamanan Siber;
2) pertahanan wilayah nasional;

3) kepastian .....
24 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

3) kepastian hukum dan reformasi birokrasi;


4) efektivitas diplomasi.
Dari program prioritas nasional tersebut di atas, Keamanan dan ketertiban
masyarakat dan keamanan Siber menjadi prioritas utama Polri, sedangkan untuk
prioritas nasional lainnya, Polri merupakan pendukung dari kementerian/lembaga
terkait.

2. Arah Kebijakan dan Strategi Polri Tahun 2020.

Untuk mewujudkan pencapaian sasaran prioritas Polri Tahun 2020, maka


ditetapkan arah kebijakan dan strategi sebagai berikut:

a. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Pemeliharaan


Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang Humanis dan
Bermartabat”, yaitu:

1) penguatan peran Polri dalam menjaga keamanan nasional melalui


peningkatan kemampuan deteksi aksi;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
- meningkatkan kemampuan deteksi aksi (deteksi dini, peringatan
dini dan cegah dini) fungsi intelijen keamanan Polri yang didukung
personel, anggaran dan teknologi intelijen yang memadai
guna menurunkan dan mengeliminasi setiap potensi gangguan
keamanan dan gejolak sosial;
(giat3112,3114,3115,3116,3117,3150/prog7/SP1/SS1/IKP1/
prom3);
2) pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan
Kamtibmas serta terorisme;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melaksanakan preventif dan kuratif paparan ideologi radikalisme
pada personel Polri dan keluarganya;
(giat3105/prog6/SP1/SS4/IKP4/prom11)
b) menguatkan program Polmas dengan penggelaran satu
Bhabinkamtibmas satu desa/kelurahan secara bertahap;
(giat5076/prog9/SP1/SS1/IKP1/prom7);

c) meningkatkan .....
25 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

c) meningkatkan kemampuan penanganan separatisme, radikalisme


dan intolerasi melalui kegiatan preemtif dan preventif;
(giat5076/prog9/SP1/SS1/IKP1/prom11);
d) pemanfaatan mantan-mantan teroris yang sudah Pancasilais
untuk membantu menyadarkan masyarakat yang berpaham
radikal;
(giat5076, 3143/prog9,11/SP1/ SS1/IKP1/prom11);
e) penggalangan terhadap individu, kelompok maupun media sosial
serta kerjasama dengan instansi terkait;
(giat3150,3143/prog7,11/SP1/ SS1/IKP1/prom11);
f) identifikasi terhadap individu atau kelompok dan sosialisasi
terhadap mantan narapidana dengan keluarganya;
(giat3117,5076,3143/prog7,9,11/SP1/ SS1/IKP1/prom11);
3) meningkatan peran aktif masyarakat dalam memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
- meningkatkan kemampuan pencegahan kejahatan melalui
penguatan kegiatan PAM Swakarsa (Siskamling/Satpam);
(giat5076/prog9/SP1/ SS1/IKP1/prom8);
4) mewujudkan Kamseltibcarlantas;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melaksanakan sosialisasi budaya tertib Lalu Lintas;
(giat3133/prog10/SP1/SS1/IKP1/prom7);
b) melaksanakan pembangunan Indonesia Safety Driving Centre
(ISDC);
(giat5062/prog2/SP1/SS5/IKP7/prom7);
c) melaksanakan pembangunan Regional Traffic Management
Centre (RTMC);
(giat5062/prog2/SP1/SS5/IKP7/prom7);
5) terlaksananya pengamanan PON tahun 2020 di Papua;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

a) menyusun .....
26 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

a) menyusun Rencana Pengamanan PON XX tahun 2020 agar


berjalan lancar, aman dan tertib;
(giat5079/prog10/SP1/SS6/IKP10/prom7);
b) menyusun rencana kebutuhan anggaran PON XX tahun 2020;
(giat5079/prog10/SP1/SS5/IKP7/prom7);
6) penggelaran operasional dan back up kewilayahan personel Polri
dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2020; unjuk rasa;
konflik sosial dan menjalin sinergitas polisional:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) menyiapkan personel Polri untuk mampu di gerakan secara cepat
dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2020; unjuk
rasa, konflik sosial dan lawan insurjensi;
(giat5079,3130,5087/prog10,12/SP7/SS1/IKP1/prom7);
b) membentuk sistem rayonisasi dalam rangka penanganan tahap
awal penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban
masyarakat yang berkadar dan berintensitas tinggi;
(giat5087/prog12/SP1/SS1/IKP1/prom7);
c) membangun sinergitas dengan satuan kewilayahan dan para
pemangku kepentingan (stakeholder) yang produktif guna
mewujudkan situasi keamanan dalam negeri yang kondusif;
(giat5087/prog12/SP1/SS1/IKP1/prom7);
d) mengusulkan dan menetapkan Polsek-Polsek perbatasan dengan
negara tetangga guna meningkatkan keamanan wilayah
perbatasan NKRI;
(giat5052,3104/prog1,6/SP1/SS1/IKP1/prom7)
7) peningkatan kerja sama dalam/ Luar negeri;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melaksanakan kunjungan kerja terkait kerjasama keamanan
perbatasan antara Polri dengan Kepolisian Malaysia dan Filipina;
(giat3120/prog8/SP1/SS1/IKP1/prom7);

b) inventarisasi .....
27 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

b) inventarisasi Memorandum of Understanding (MoU) Polri dengan


K/L, Pemda dan Stakeholder lainnya dalam rangka
memperbaharui kerja sama yang habis masa berlakunya;
(giat3120/prog8/SP1/SS1/IKP1/prom7);
c) peningkatan kerja sama dengan kementerian/lembaga guna
mendukung kerja sama kepolisian internasional;
(giat3122/prog8/SP1/SS1/IKP1/prom7);
d) peningkatan kerja sama dengan negara sahabat dan organisasi
internasional guna mewujudkan keamanan dan ketertiban
internasional;
(giat3122, 5074/prog8/SP1/SS1/IKP1/prom7);
e) meningkatan kerja sama Polri dalam kerangka kerja sama bilateral
maupun multilateral dalam pemeliharaan keamanan dan
ketertiban dunia;
(giat3122, 5074/prog8/SP1/SS1/IKP1/prom7);
8) penggelaran patroli kapal dan pesawat udara Polri di wilayah
perbatasan guna mendukung terlaksananya pengamanan laut;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) patroli kapal Polri di seluruh wilayah perairan dan sepanjang garis
pantai untuk melaksanakan pengamanan perairan dan penegakan
hukum;
(giat3134/prog10/SP1/SS1/IKP1/prom7);
b) patroli dari udara dengan mobilisasi pesawat udara Polri dalam
rangka pemantauan wilayah Indonesia;
(giat3135/prog10/SP1/SS1/IKP1/prom7);

b. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Pelayanan Publik


Polri yang Prima Berbasis TIK”, yaitu:

1) pengembangan sarana prasarana pelayanan publik yang berbasis TIK;


untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

a) penyusunan .....
28 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

a) penyusunan tata kelola TIK dan restrukturisasi organisasi Div TIK


Polri;
(giat3071/prog1/SP2/SS7/IKP11/prom2);
b) pembangunan dan pengembangan Command Center dan Mobile
Command Center Polri;
(giat3071, 3084/prog1, 2/SP2/ SS5/IKP7/prom2);
c) melakukan inventarisasi kondisi riil sarana prasarana atas
pelayanan publik yang berbasis TIK;
(giat3084/prog2/SP2/ SS5/IKP7/prom2);
d) melakukan evaluasi atas sarana prasarana pelayanan publik yang
berbasis TIK;
(giat3071, 3084/prog1, 2/SP2/SS2/IKP2/prom2);
e) pemenuhan Almatsus modern berbasis TIK guna mendukung
gelar Ops Korp Brimob Polri dalam rangka pengamanan Unras,
konfilk sosial dan lawan insurjensi;
(giat3084/prog2/SP2/SS5/IKP7/prom4);
f) Optimalisasi penggunaan Binmas online system yang terkoneksi
dengan online single submission dalam penerbitan surat izin
operasional BUJP;
(giat5076/prog9/SP2/SS5/IKP7/prom2);
2) peningkatan kualitas pelayanan dan sikap petugas serta meniadakan
pungutan liar pada pelayanan publik;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) peningkatan pelayanan surat izin operasional BUJP melalui
pelayanan satu pintu di BKPM;
(giat5076/prog9/SP2/SS2/IKP2/prom8);
b) menyusun standar opersional prosedur untuk pelayanan PNBP
fungsi Binmas;
(giat5076/prog9/SP2/SS2/IKP2/prom8);
c) melaksanakan pelatihan revolusi mental;
(giat3100/prog5/SP2/SS4/IKP5/prom11);
d) melaksanakan pembangunan Satpas Prototipe;
(giat5060, 3133/prog2, 10/SP2/SS2/IKP2/prom11);

e) melaksanakan .....
29 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

e) melaksanakan pembangunan BPKB dan STNK online;


(giat3084, 5062, 3133/prog2, 10/SP2/SS2/IKP2/prom11);
f) pengadaan SKCK online;
(giat3084/prog2/SP2/SS2/IKP2/prom11);
3) pengelolaan SPKT dan RPK yang humanis serta berbasis TIK;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) pembangunan Ruang Pelayanan Khusus (RPK) dan peningkatan
kuantitas dan kualitas SDM sebagai awak RPK, unit pelayanan
perempuan dan anak (UPPA);
(giat5062, 3100/prog2, 5/SP2/SS2/IKP2/prom2);
b) mengintegrasikan sarana komunikasi dan pendataan secara
online dengan mitra penyedia layanan rujukan dalam rangka
penanganan perempuan dan anak (PA) baik sebagai korban
maupun pelaku tindak pidana;
(giat3142, 5082, 5084/prog11/SP2/SS2/IKP2/prom9);
c) mengintegrasikan sarana komunikasi dan pendataan dengan
UPPA pada Bareskrim Polri, jajaran Polda, Polres dan Polsek
sebagai sarana informasi dan komunikasi dalam rangka
penanganan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak;
(giat3142, 5082/prog11/SP2/SS2/IKP2/prom9);
d) membuat media edukasi/sosialisasi secara interaktif mengenai
pelayanan perempuan dan anak dengan pelibatan ahli/konsultan;
(giat3142, 5082/prog11/SP2/SS2/IKP2/prom9);
e) melakukan inventarisasi dan evaluasi kondisi tata ruang SPKT
dan RPK;
(giat5062, 3137/prog2, 11/SP2/SS2/IKP2/prom2);
f) kegiatan SPKT berbasis TIK dengan menggunakan sistem e-mp;
(giat3142, 5082/prog11/SP2/SS2/IKP2/prom9);
4) pengelolaan quick response Kepolisian dengan menggunakan standar
yang kredibel dan akuntabel:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

- quick .....
30 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

- quick response time dalam mencegah tindak kejahatan guna


meningkatkan pelayanan prima;
(giat3130, 3135/prog10/SP2/SS2/IKP2/prom6);

c. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Penegakan


Hukum secara Berkeadilan dan Terpercaya”, yaitu:

1) peningkatan profesionalisme dalam penanganan dan penyelesaian


tindak pidana;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) peningkatan koordinasi antarpenyidik perairan Indonesia;
(giat3134/prog10/SP3/SS3/IKP3/prom7);
b) mengintensifkan pemberantasan 4 (empat) jenis kejahatan
dengan prioritas tindak pidana korupsi, Narkoba, terorisme dan
siber termasuk kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan
anak, kaum difabel serta kelompok marginal;
(giat 3140, 3141, 3142, 3143, 3144, 3145, 3146,
5083/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
c) peningkatan kemampuan forensik (Labfor dan Inafis) dalam
pemeriksaan barang bukti dan pengolahan tempat kejadian
perkara (Crime Scene Investigation) melalui sertifikasi dan
akreditasi;
(giat3140, 3141/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
d) melanjutkan proses penguatan kelembagaan Direktorat Tipidkor
Bareskrim Polri untuk di bahas di tingkat Kementerian;
(giat3146/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
e) pemantauan, pemetaan, dan penangkapan gembong teroris dan
jaringannya di seluruh Indonesia;
(giat3143/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom11);
2) peningkatan kompetensi penyidik melalui sertifikasi;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melaksanakan sertifikasi bagi penyidik reskrim Polri;

(giat .....
31 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

(giat3100/prog5/SP4/SS4/IKP5/prom4);
b) peningkatan sertifikasi jumlah penyidik Polair Korpolairud
Baharkam Polri;
(giat3100/prog5/SP4/SS4/IKP5/prom4);
c) melaksanakan sertifikasi bagi penyidik Laka Lantas;
(giat3100/prog5/SP4/SS4/IKP5/prom6);
3) peningkatan proses penyidikan yang efektif guna menjamin
transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum yang bebas
dari pungutan liar, rekayasa perkara yang berbelit-belit, pemerasan
dan makelar kasus;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melakuan revisi Perkap tentang manajemen penyidikan;
(giat3137/prog11/SP4/SS3/IKP3/prom9);
b) membangun sistem pengawasan penyidik secara elektronik
(e-penyidikan);
(giat3084, 5082/prog2, 11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
4) peningkatan penyelenggaraan pusat data dan informasi kriminal
nasional;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) mengintegrasikan pelayanan dan penyajian data informasi
kriminal antarsatker internal Polri;
(giat5084/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
b) mengintegrasikan sistem data informasi kriminal antarpenegak
hukum;
(giat5084/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
c) memperkuat pusat informasi kriminal nasional yang terintegrasi;
(giat5084/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
d) mempermudah akses informasi terhadap SP2HP;
(giat5084/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
e) analisa dan evaluasi serta sinkronisasi input data SPPT-TI untuk
capaian target laporan B-03, B-06, B-09, B-012 pilot project sistem
penanganan perkara secara terpadu berbasis teknologi informasi;

(giat .....
32 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

(giat5084/prog11/SP3/SS3/IKP3/prom9);
d. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Profesionalisme
dan Kesejahteraan SDM Polri yang sesuai Standar”, yaitu:
1) peningkatan kualitas 8 standar pendidikan;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
- menyusun standar kompetensi lulusan sesuai jenis dan jenjang
pendidikan (Diktuk, Dikbangum, dan Dikbangspes);
(giat3100/prog5/SP4/SS4/IKP5/prom1);
2) penyusunan analisa beban kerja, SIK3 dan pengembangan struktur
organisasi Polri;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis analisa beban
kerja dan HTCK pada Satfung Mabes Polri dan Polda;
(giat5052/prog1/SP6/SS7/IKP11/prom6);
b) melaksanakan pengkajian klasifikasi kesatuan kewilayahan
berdasarkan beban kerja dan kinerja;
(giat5052/prog1/SP6/SS7/IKP11/prom6);
3) pelaksanaan rekrutmen, seleksi Dikbangum dan pembinaan karier
sesuai kompetensi dan kebutuhan;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) menyusun kebijakan rekrutmen dan seleksi bidang pegawai negeri
pada Polri;
(giat3104/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom1)
b) menyelenggarakan rekrutmen dan seleksi Dikbang pegawai
negeri pada Polri secara proaktif, bersih, transparan, akuntabel
dan humanis (BETAH) serta clear and clean dengan
menggunakan aplikasi secara online;
(giat3107/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom11);
c) menyelenggarakan seleksi jabatan terbuka (open bidding) dalam
pembinaan karier personel secara merryt system;
(giat3108/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom11);

d) melaksanakan .....
33 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

d) melaksanakan uji kompetensi melalui kegiatan Assessment


Center dalam seleksi Dikbangum dan pembinaan karier personel;
(giat3108/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom11);
e) menyusun bijak Diklat aparatur sesuai dinamika pelaksanaan
tugas untuk menciptakan SDM Polri yang Promoter;
(giat5068, 3104/prog5, 6/SP4/SS4/IKP4/prom1);
f) melaksanakan pemenuhan hak-hak personel secara layak dan
pelatihan kewirausahaan menjelang purna tugas;
(giat3105/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom5);
g) menyelenggarakan klasifikasi dan mapping psikologi sebagai
dasar spesialisasi dan kesejahteraan personel;
(giat3110/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom5);
h) pengembangan peralatan Assessment Center Polri dan
pengadaan peralatan e-mapping psikologi;
(giat3084/prog2/SP4/SS4/IKP4/prom6);
4) penyusunan rumpun jabatan fungsional dan sertifikasi profesi;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) sertifikasi terhadap personel Polri sesuai dengan fungsi
Kepolisian;
(giat3100/prog5/SP4/SS4/IKP5/prom1);
b) menyusun regulasi rumpun jabatan fungsional;
(giat3108/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom4);
c) melaksanakan mapping jabatan fungsional dari tingkat Mabes
sampai dengan Satker kewilayahan;
(giat3108/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom4);
d) menyelenggarakan seleksi jabatan fungsional secara terbuka;
(giat3108/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom1);
e) Pelatihan dan sertifikasi petugas penerbit SKCK
(giat3111/prog7/SP4/SS1/IKP1/prom11)
5) peningkatan pelaksanaan e-government melalui e-planning,
e-budgeting dan e-procurement:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:

a) pengembangan .....
34 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

a) pengembangan aplikasi SMAP;


(giat5054/prog1/SP4/SS7/IKP12/prom6);
b) pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui e-procurement;
(giat5060/prog2/SP4/SS7/IKP12/prom6);
c) penyusunan Blueprint Teknologi Informasi (Assessment,
inventarisasi dan standardisasi);
(giat5060/prog2/SP4/SS7/IKP12/prom6);
6) pelaksanaan Sistem Manajemen Kinerja online:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melaksanakan update data SIPP sebagai dasar pengisian SMK
Online;
(giat3108/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom4);
b) meningkatkan persentase pengisian SMK online sebagai dasar
seleksi Dikbang dan pembinaan karier personel;
(giat3108/prog6/SP4/SS4/IKP4/prom4);
c) pengembangan peralatan SIPP untuk mendukung terlaksananya
pengisian SMK online;
(giat3084/prog2/SP4/SS4/IKP4/prom4);
7) peningkatan layanan kesehatan dan keselamatan kerja bagi aparatur
Polri:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan dalam rangka
pelayanan kesehatan baik di tingkat pusat maupun wilayah untuk
memberikan layanan kesehatan secara paripurna kepada aparatur
Polri dan masyarakat umum;
(giat3072, 3084/prog1, 2/SP4/SS2/IKP2/prom2);
b) peningkatan standar akreditasi rumah sakit Bahyangkara dengan
standar nasional akreditasi rumah sakit (SNARS);
(giat3072/prog1/SP4/SS2/IKP2/prom5);
c) peningkatan standar akreditasi di fasilitas kesehatan tingkat
pertama (FKTP) oleh Komisi akreditasi Kemenkes;
(giat3072/prog1/SP4/SS2/IKP2/prom5);

d) peningkatan .....
35 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

d) peningkatan kemampuan kedokteran dan kesehatan serta


keterampilan bagi personel jajaran Dokkes Polri;
(giat3072/prog1/SP4/SS4/IKP5/prom5);
e. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Modernisasi
Teknologi Alpalkam dan Almatsus Polri secara Bertahap dari Tingkat
Mabes Polri dan jajaran”, yaitu:
1) pemenuhan kebutuhan minimal Alpalkam dan Almatsus Polri yang
modern;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) pemenuhan Almatsus modern berbasis teknologi informasi guna
mendukung penggelaran opersional Korbrimob Polri dalam rangka
pengamanan unjuk rasa, konflik sosial dan lawan insurjensi;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
b) pemenuhan almatsus Lidik Sidik yang berbasis Teknologi dan
Komunikasi yang modern dalam rangka mendukung
pengungkapan kasus tindak pidana tingkat pusat sampai dengan
kewilayahan;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
c) mengintegrasikan sarana komunikasi dan pendataan dengan
UPPA pada Bareskrim Polri, jajaran Polda, Polres dan Polsek
sebagai sarana informasi dan komunikasi dalam rangka
penanganan dan perlindungan terhadap Perempuan dan Anak;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
d) meningkatkan pengelolaan tahanan yang tidak melanggar HAM
dan inventarisasi barang bukti secara transparan dan akuntabel;
(giat5062/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
e) melakukan inventarisasi kondisi riil Alpalkam dan Almatsus Polri;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
f) melakukan pemetaan terhadap rencana kebutuhan Alpalkam dan
Almatsus Polri (Min dan Maks);
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
g) sertifikasi dan Standarisasi Alpalkam dan Almatsus Polri;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP9/prom7);

h) pembuatan .....
36 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

h) pembuatan prototype peralatan Polri berbasis TIK dan pengadaan


Alpalkam dan Almatsus Polri, dengan menyesuaikan
perkembangan Teknologi dan tantangan tugas Polri di masa
mendatang;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7,8/prom4);
2) peningkatan peran Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis
(Bumnis) dan industri swasta nasional dalam pemenuhan Almatsus
Polri;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) bekerja sama dengan BUMNIS dan Industri Swasta Nasional
(ISN) dalam pembuatan prototype, berikut melakukan Standarisasi
dan Sertifikasi Alpalkam dan Almatsus Polri;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7,8/prom4);
b) menentukan TKDN dalam setiap pelaksanaan Pengadaan
Alpalkam dan Almatsus Polri;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7,8/prom4);
c) inventarisasi Alpalkam dan Almatsus Polri yang dapat
dilaksanakan oleh BUMNIS dan ISN;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
d) melaksanaan pengadaan Alpalkam dan Almatsus Polri oleh
BUMNIS atau ISN;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
3) pengusulan pemenuhan rumah dinas aparatur Polri serta
pembangunan fasilitas perkantoran dan rumah dinas di wilayah
perbatasan;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melakukan inventarisasi kondisi riil atas fasilitas perkantoran dan
rumah dinas di wilayah perbatasan;
(giat5062/prog2/SP5/SS5/IKP9/prom4);

b) melakukan .....
37 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

b) melakukan pemetaan skala prioritas terhadap rencana


pembangunan fasilitas perkantoran dan rumah dinas di wilayah
perbatasan;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7,8/prom5);
c) menyusun rencana kebutuhan fasilitas perkantoran dan rumah
dinas di wilayah perbatasan;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom5);
d) melaksanakan pembangunan fasilitas perkantoran dan rumah
dinas di wilayah perbatasan secara selektif, prioritas dan
berkelanjutan;
(giat5062/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom5);
e) melaksanakan pembangunan fasilitas perkantoran dan rumah
dinas secara selektif, prioritas dan berkelanjutan;
(giat5062/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom5);
4) evaluasi dan penyusunan kebutuhan minimal Alpalkam dan Almatsus
Polri;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melakukan inventarisasi kondisi riil Alpalkam dan Almatsus Polri;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7, 8, 9/prom4);
b) melakukan anev terhadap katalogisasi Alpalkam dan Almatsus
Polri;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7, 8, 9/prom4);
c) menyusun kebutuhan minimal Alpalkam dan Almatsus Polri;
(giat5060/prog2/SP5/SS5/IKP7, 8/prom4);
5) pengembangan laboratorium forensik di kewilayahan secara bertahap;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
- peningkatan Pengembangan Pembangunan Laboratorium
Forensik beserta Rumah Dinas di tingkat Kewilayahan dalam
rangka mendukung pengungkapan kasus tindak pidana di bidang
penegakan hukum;
(giat5060, 5062/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);

6) pengembangan .....
38 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

6) pengembangan Almatsus SCI:


untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
- meningkatkan sarana prasarana penyelidikan dan penyidikan
serta bantuan teknis yang memenuhi standar investigasi tindak
pidana secara ilmiah (Scientific Crime Investigation-SCI);
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
7) modernisasi sarana dan prasarana Binmas;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) pemenuhan sarana dan prasarana berbasis IT untuk mendukung
tugas pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
b) pemenuhan dukungan pemeliharaan sistem aplikasi Binmas
online system sampai ke tingkat Polda;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
8) pembangunan sarana dan prasarana berbasis TIK terkait kejahatan
Siber:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) pengembangan Almatsus Siber dalam rangka meningkatkan
kemampuan dan pengungkapan kasus tindak pidana;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);
b) pembangunan Cyber Digital Lab pada Subdit Siber
di kewilayahan;
(giat3084/prog2/SP5/SS5/IKP7/prom4);

f. arah kebijakan dalam rangka mencapai sasaran prioritas “Regulasi dan


Sistem Pengawasan yang Efektif dan Terpercaya”, yaitu:

1) penanganan publik komplain secara efektif dan terpercaya;


untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) monitoring penanganan pengaduan masyarakat;
(giat3091/prog3/SP6/SS9/IKP16/prom10);

b) penerapan .....
39 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

b) penerapan sistem penanganan pengaduan masyarakat secara


online;
(giat3091/prog3/SP6/SS9/IKP16/prom10);
c) percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat yang berasal
dari pengawas eksternal;
(giat3091/prog3/SP6/SS9/IKP16/prom10);
d) memberikan SP2HP kepada pembuat pengaduan masyarakat
guna meminimalisir komplain dari masyarakat kepada Polri
di bidang penegakan hukum serta menjunjung tinggi HAM kepada
pelapor/korban dan tersangka;
(giat5082/prog11/SP6/SS9/IKP16/prom10);
e) mengoptimalkan peran pengawasan melekat atasan penyidik dan
Wassidik guna mengontrol proses penyidikan agar berjalan
dengan benar;
(giat5086/prog11/SP6/SS9/IKP16/prom10);
2) pencegahan korupsi di internal Polri;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) pelaksanaan sosialisasi Perkap Nomor 8 Tahun 2017 tentang
LHKPN, Perkap Nomor 9 Tahun 2017 tentang Usaha bagi
Anggota Polri dan Perkap Nomor 10 Tahun 2017 tentang
Kepemilikan Barang Mewah bagi Anggota Polri dan PNS Polri;
(giat3089/prog3/SP6/SS9/IKP14/prom11);
b) peningkatan layanan kontak pengaduan masyarakat terkait
adanya ketidakpuasan masyarakat atas layanan kepolisian;
(giat3089/prog3/SP6/SS9/IKP16/prom10);
3) penyempurnaan sistem kelembagaan dan tata laksana Polri yang
efektif dan efisien:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) pengkajian pembentukan dan perubahan tipe kesatuan
kewilayahan;
(giat5052/prog1/SP6/SS7/IKP11,14/prom6);

b) penataan .....
40 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

b) penataan daerah hukum kesatuan kewilayahan;


(giat5052/prog1/SP6/SS7/IKP11,14/prom6);
c) penguatan organisasi tingkat Polri dan kewilayahan;
(giat5052/prog1/SP6/SS7/IKP11,14/prom6);
4) meningkatkan SDM keuangan Polri yang kompetitif:
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) melaksanakan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan
negara di lingkungan Polri secara terencana, berkesinambungan
dan secara cermat;
(giat3068/prog1/SP6/SS7,8/IKP13,15/prom4)
b) peningkatan kualitas pemantauan tindak lanjut dari hasil
pengendalian dan pengawasan melalui pengimplementasian
monitoring dan evaluasi dengan sistem informasi yang
terintegrasi;
(giat3068/prog1/SP6/SS8/IKP15/prom4)
5) peningkatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi Polri;
untuk mewujudkan arah kebijakan tersebut, maka strategi yang akan
dilakukan:
a) finalisasi Road Map RBP gelombang IV tahun 2020-2024;
(giat5053/prog1/SP6/SS7/IKP14/prom1);
b) penilaian Zona Integritas (ZI), Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)
dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM);
(giat5053/prog1/SP6/SS7/IKP14/prom1);
c) pengukuran kinerja Polri dengan indeks tata kelola Polri;
(giat5053/prog1/SP6/SS7/IKP11/prom1);
d) sosialisasi kebijakan forum komunikasi publik;
(giat5053/prog1/SP6/SS7/IKP11/prom2);
e) asistensi dan evaluasi pelaksanaan pelayanan publik;
(giat5053/prog1/SP6/SS7/IKP11/prom2);
f) sosialisasi kompetisi inovasi pelayanan publik;
(giat5053/prog1/SP6/SS7/IKP11/prom2);

IV. Program .....


41 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

IV. Program, Kegiatan dan Pagu Indikatif Polri T.A. 2020


1. Program dan Kegiatan Polri
a. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Polri.
1) Tujuan:
Terwujudnya good governance dan clean government melalui
peningkatan koordinasi pelaksanaan tugas; pembinaan kemampuan
manajemen dan informasi Kepolisian; sinkronisasi perencanaan
kebijakan program dan anggaran dan integrasi lintas sektor;

2) Kegiatan:
a) pelayanan administrasi keuangan Polri;
b) penerangan masyarakat;
c) penyelenggaraan teknologi informasi;
d) pelayanan kesehatan Polri;
e) dukungan pelayanan internal perkantoran Polri;
f) pengelolaan multimedia;
g) penyusunan kebijakan strategi Polri;
h) penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan Polri;
i) reformasi birokrasi Polri;
j) manajemen anggaran;
k) teknologi komunikasi;
l) pengelolaan informasi dan dokumentasi;
m) penyelenggaraan kesejarahan, museum dan perpustakaan Polri;
b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Polri
1) Tujuan:
Terpeliharanya Harkamtibmas melalui tata kelola dan modernisasi
sarana dan prasarana aparatur Polri guna mendukung pelaksanaan
tugas fungsi pembinaan dan operasional;
2) Kegiatan:
a) pengembangan peralatan Polri;
b) dukungan manajemen dan teknis Sarpras;
c) pengkajian dan strategi Sarpras;
d) pengembangan perbekalan umum;

e. pengembangan .....
42 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

e) pengembangan fasilitas dan konstruksi Polri;


c. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Polri
1) Tujuan:
Terwujudnya tata kelola Polri yang bersih dan akuntabel serta
berorientasi pada hasil melalui penerapan sistem pertanggungjawaban
yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sesuai dengan ketentuan
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);
2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis pengawasan umum dan
pemuliaan profesi dan pengamanan;
b) pertanggungjawaban profesi;
c) penyelenggaraan pengamanan internal Polri;
d) penegakan tata tertib dan disiplin Polri;
e) penyelenggaraan pemeriksaan dan pengawasan;
d. Program Penelitian dan Pengembangan Polri
1) Tujuan:
Terwujudnya standardisasi minimum essential security di bidang
SDM, peralatan, alat material khusus dan teknologi kepolisian dalam
rangka mendukung pelaksanaan tugas Polri;
2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis Litbang;
b) penyelenggaraan penelitian dan pengembangan Polri;
e. Program Pendidikan dan Latihan Aparatur Polri
1) Tujuan:
Terwujudnya postur SDM Polri yang Profesional, Bermoral,
Modern dan Terpercaya guna meningkatkan value organisasi;
2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis pengembangan Diklat Polri;
b) penyelenggaraan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama
Polri;
c) penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian;
d) penyelenggaraan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan
Menengah Polri;
e) penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Polri;

f) pengkajian .....
43 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

f) pengkajian pengembangan pendidikan dan latihan Polri;


g) pembinaan pendidikan dan latihan Polri;
h) penyelenggaraan kurikulum pendidikan dan latihan Polri;
i) penyelenggaraan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi
Polri;
j) penyelenggaran pendidikan Akpol;
f. Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Polri
1) Tujuan:
Terwujudnya kompetensi dan kinerja yang optimal, baik sebagai
regulator, fasilitator maupun implementator melalui infrastruktur SDM
yang berkualitas, bermanfaat dan berkelanjutan guna mendukung
produktivitas kerja, disiplin dan tanggung jawab personel dalam
pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya;
2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis pengembangan SDM Polri;
b) pengkajian dan strategi SDM Polri;
c) penyelenggaraan administrasi perawatan pegawai Polri;
d) pengendalian pegawai Polri;
e) pembinaan karier personel Polri;
f) pelayanan psikologi anggota Polri;

g. Program Pengembangan Strategi Keamanan dan Ketertiban


1) Tujuan:
Terpeliharanya Kamtibmas dan terwujudnya Kamdagri yang
mantap guna mendukung pembangunan nasional;

2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis strategi keamanan dan
Ketertiban;
b) analisis keamanan;
c) penyelanggaraan strategi keamanan dan ketertiban bidang politik;
d) penyelanggaraan strategi keamanan dan ketertiban bidang
ekonomi;
e) penyelenggaraan strategi keamanan dan ketertiban bidang sosial
budaya;

f) penyelenggaraan .....
44 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

f) penyelanggaraan strategi keamanan dan ketertiban bidang


keamanan negara;
g) penyelenggaraan strategi keamanan dan ketertiban bidang
keamanan khusus;
h. Program Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban
1) Tujuan:
Terwujudnya sinergitas polisional di bidang keamanan dan
penegakan hukum melalui kerjasama dalam negeri maupun luar negeri;
2) Kegiatan:
a) kerja sama keamanan dan ketertiban K/L;
b) kerja sama keamanan dan ketertiban Luar Negeri;
c) dukungan manajemen dan teknis kerja sama keamanan dan
ketertiban;
d) misi internasional;
i. Program Pemberdayaan Potensi Keamanan
1) Tujuan:
Meningkatnya kebijakan publik yang berwawasan Kamtibmas
melalui Community Policing dalam rangka meningkatkan kualitas hidup
masyarakat;
2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis potensi keamanan;
b) pembinaan Potensi Keamanan;

j. Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat


1) Tujuan:
Terpeliharanya Kamtibmas melalui peningkatan kemampuan
manajemen operasional dan informasi kepolisian serta integrasi lintas
sektoral yang fokus pada pelaksanaan tugas fungsi preemtif dan preventif;
2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis pemeliharaan keamanan dan
ketertiban masyarakat;
b) pembinaan pelayanan fungsi Sabhara;
c) penyelenggaraan pengamanan objek vital;

d) peningkatan .....
45 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

d) peningkatan pelayanan keamanan dan keselamatan masyarakat


di bidang Lantas;
e) penyelenggaraan Kepolisian Perairan;
f) penyelenggaraan Kepolisian Udara;
g) pembinaan operasional pemeliharaan keamanan;
h) pengkajian dan strategi operasi kepolisian;
i) pembinaan operasi kepolisian;
j) pengendalian operasi kepolisian;
k) pelacakan dan penangkalan keamanan dan ketertiban;

k. Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana


1) Tujuan:
Terwujudnya stabilitas politik dan keamanan melalui penegakan
hukum yang profesional, proporsional, dan akuntabel serta menjunjung
tinggi hak asasi manusia;
2) Kegiatan:
a) dukungan manajemen dan teknis penyelidikan dan penyidikan
tindak pidana;
b) penyelenggaraan identifikasi penyelidikan dan penyidikan tindak
pidana;
c) penyelenggaraan laboratorium forensik;
d) penindakan tindak pidana umum;
e) penindakan tindak pidana terorisme;
f) penindakan tindak pidana Narkoba;
g) penindakan tindak pidana ekonomi khusus;
h) penindakan tindak pidana korupsi;
i) penindakan tindak pidana siber;
j) pembinaan operasional penyelidikan dan penyidikan tindak
pidana;
k) penindakan tindak pidana tertentu;
l) penyelenggaraan informasi kriminal nasional;
m) koordinasi dan pengawasan PPNS;
n) pengawasan penyidikan;

l. Program .....
46 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

l. Program Penanggulangan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Berkadar


Tinggi.
1) Tujuan:
Terwujudnya keamanan dalam negeri yang mantap melalui
penanggulangan gangguan Kamtibmas dan potensi konflik
vertikal/horizontal khususnya yang berkadar tinggi;
2) Kegiatan:
a) dukungan teknis manajemen penanggulangan keamanan dalam
negeri;
b) penanggulangan keamanan dalam negeri;
m. Program Pengembangan Hukum Kepolisian.
1) Tujuan:
Terbangunnya landasan hukum yang memayungi pelaksanaan
tugas pokok Polri selaku pelindung, pengayom dan pelayan
masyarakat, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta
menegakkan hukum;
2) Kegiatan:
a) pemberian bantuan dan nasihat hukum;
b) penyusunan dan penyuluhan hukum;
c) dukungan manajemen dan teknis hukum kepolisian;

2. Pagu Indikatif Polri T.A. 2020.


Alokasi pagu indikatif Polri T.A. 2020 adalah sebesar
Rp. 89.736.675.927.000,- (delapan puluh sembilan triliun tujuh ratus tiga puluh
enam miliar enam ratus tujuh puluh lima juta sembilan ratus dua puluh tujuh ribu
rupiah) mengalami kenaikan sejumlah Rp. 3.548.874.686.000,- (tiga triliun lima
ratus empat puluh delapan miliar delapan ratus tujuh puluh empat juta enam ratus
delapan puluh enam ribu rupiah) atau naik 4,12% dibandingkan dengan alokasi
APBN Polri T.A. 2019 sebesar Rp 86.187.801.241.000,- (delapan puluh enam
triliun seratus delapan puluh tujuh miliar delapan ratus satu juta dua ratus empat
puluh satu ribu rupiah) dengan rincian sebagai berikut:

a. Program .....
47 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

a. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Polri


Rp. 48.252.254.489.000,- (empat puluh delapan triliun dua ratus lima puluh
dua miliar dua ratus lima puluh empat juta empat ratus delapan puluh
sembilan ribu rupiah) meliputi:
1) pelayanan administrasi keuangan Polri Rp. 16.039.953.000,- (enam
belas miliar tiga puluh sembilan juta sembilan ratus lima puluh tiga ribu
rupiah);
2) penerangan masyarakat Rp. 75.156.496.000,- (tujuh puluh lima miliar
seratus lima puluh enam juta empat ratus sembilan puluh enam ribu
rupiah);
3) penyelenggaraan teknologi informasi Rp. 5.570.387.000,- (lima miliar
lima ratus tujuh puluh juta tiga ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah);
4) pelayanan kesehatan Polri Rp. 2.080.743.960.000,- (dua triliun delapan
puluh miliar tujuh ratus empat puluh tiga juta sembilan ratus enam
puluh ribu rupiah);
5) dukungan pelayanan internal perkantoran Polri
Rp. 45.968.971.029.000,- (empat puluh lima triliun sembilan ratus enam
puluh delapan miliar sembilan ratus tujuh puluh satu juta dua puluh
sembilan ribu rupiah);
6) pengelolaan multimedia Rp. 29.890.035.000,- (dua puluh sembilan
miliar delapan ratus sembilan puluh juta tiga puluh lima ribu rupiah);
7) penyusunan kebijakan Polri Rp. 10.018.551.000,- (sepuluh miliar
delapan belas juta lima ratus lima puluh satu ribu rupiah);
8) penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan Polri Rp. 4.529.726.000,-
(empat miliar lima ratus dua puluh sembilan juta tujuh ratus dua puluh
enam ribu rupiah);
9) reformasi birokrasi Polri Rp. 9.101.636.000,- (sembilan miliar seratus
satu juta enam ratus tiga puluh enam ribu rupiah);
10) manajemen anggaran Rp. 45.276.420.000,- (empat puluh lima miliar
dua ratus tujuh puluh enam juta empat ratus dua puluh ribu rupiah);
11) teknologi komunikasi Rp. 116.648.000,- (seratus enam belas juta enam
ratus empat puluh delapan ribu rupiah);
12) pengelola informasi dan dokumentasi Rp. 3.310.813.000,- (tiga miliar
tiga ratus sepuluh juta delapan ratus tiga belas ribu rupiah);

13) penyelenggaraan .....


48 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

13) penyelenggaraan kesejarahan, museum dan perpustakaan Polri


Rp. 3.528.835.000,- (tiga miliar lima ratus dua puluh delapan juta
delapan ratus tiga puluh lima ribu rupiah);
b. Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur Polri
Rp. 17.818.417.973.000,- (tujuh belas triliun delapan ratus delapan belas
miliar empat ratus tujuh belas juta sembilan ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah)
meliputi:

1) pengembangan peralatan Polri Rp. 6.488.714.410.000,- (enam triliun


empat ratus delapan puluh delapan miliar tujuh ratus empat belas juta
empat ratus sepuluh ribu rupiah);
2) dukungan manajemen dan teknis sarpras Rp. 7.446.024.175.000,-
(tujuh triliun empat ratus empat puluh enam miliar dua puluh empat juta
seratus tujuh puluh lima ribu rupiah);
3) pengkajian dan strategis Sarpras Rp. 707.200.164.000,- (tujuh ratus
tujuh miliar dua ratus juta seratus enam puluh empat ribu rupiah);
4) pengembangan perbekalan umum Rp. 579.086.636.000,- (lima ratus
tujuh puluh sembilan miliar delapan puluh enam juta enam ratus tiga
puluh enam ribu rupiah);
5) pengembangan fasilitas dan konstruksi Polri Rp. 2.597.392.588.000,-
(dua triliun lima ratus sembilan puluh tujuh miliar tiga ratus sembilan
puluh dua juta lima ratus delapan puluh delapan ribu rupiah);
c. Program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Polri
Rp. 526.209.922.000,- (lima ratus dua puluh enam miliar dua ratus sembilan
juta sembilan ratus dua puluh dua ribu rupiah) meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis pengawasan umum dan pemuliaan
profesi dan pengamanan Rp. 416.601.725.000,- (empat ratus enam
belas miliar enam ratus satu juta tujuh ratus dua puluh lima ribu rupiah);
2) pertanggungjawaban profesi Rp. 13.151.983.000,- (tiga belas miliar
seratus lima puluh satu juta sembilan ratus delapan puluh tiga ribu
rupiah);
3) penyelenggaraan pengamanan internal Polri Rp. 25.244.178.000,-
(dua puluh lima miliar dua ratus empat puluh empat juta seratus tujuh
puluh delapan ribu rupiah);

4) penegakan .....
49 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

4) penegakan tata tertib dan disiplin Polri Rp. 17.557.868.000,- (tujuh


belas miliar lima ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus enam puluh
delapan ribu rupiah);
5) penyelenggaraan pemeriksaan dan pengawasan Rp. 53.654.168.000,-
(lima puluh tiga miliar enam ratus lima puluh empat juta seratus enam
puluh delapan ribu rupiah);
d. Program penelitian dan pengembangan Polri Rp. 27.248.526.000,- (dua
puluh tujuh miliar lima ratus enam puluh tiga juta dua ratus ribu rupiah)
meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis Litbang Rp. 12.618.331.000,- (dua
belas miliar enam ratus delapan belas juta tiga ratus tiga puluh satu ribu
rupiah);
2) penyelenggaraan penelitian dan pengembangan Polri Rp. 14.630.195.000,-
(empat belas miliar enam ratus tiga puluh juta seratus sembilan puluh
lima ribu rupiah);
e. Program pendidikan dan latihan aparatur Polri Rp. 1.549.261.879.000,- (satu
triliun lima ratus empat puluh sembilan miliar dua ratus enam puluh satu juta
delapan ratus tujuh puluh sembilan ribu rupiah) meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis pengembangan Diklat Polri
Rp. 674.280.520.000,- (enam ratus tujuh puluh empat miliar dua ratus
delapan puluh juta lima ratus dua puluh ribu rupiah);
2) penyelenggaraan Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama Polri
Rp. 4.286.810.000,- (empat miliar dua ratus delapan puluh enam juta
delapan ratus sepuluh ribu rupiah);
3) penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian Rp. 20.281.696.000,-
(dua puluh miliar dua ratus delapan puluh satu juta enam ratus
sembilan puluh enam ribu rupiah);
4) penyelenggaraan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri
Rp. 7.265.986.000,- (tujuh miliar dua ratus enam puluh lima juta
sembilan ratus delapan puluh enam ribu rupiah);
5) penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Polri Rp. 724.176.899.000,-
(tujuh ratus dua puluh empat miliar seratus tujuh puluh enam juta
delapan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah);

6) pengkajian .....
50 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

6) pengkajian pengembangan pendidikan dan latihan Polri


Rp. 1.372.651.000,- (satu miliar tiga ratus tujuh puluh dua juta enam
ratus lima puluh satu ribu rupiah);
7) pembinaan pendidikan dan latihan Polri Rp. 5.615.904.000,- (lima miliar
enam ratus lima belas juta sembilan ratus empat ribu rupiah);
8) penyelenggaraan kurikulum pendidikan dan latihan Polri
Rp. 3.289.338.000,- (tiga miliar dua ratus delapan puluh sembilan juta
tiga ratus tiga puluh delapan ribu rupiah);
9) penyelenggaraan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri
Rp. 10.466.124.000,- (sepuluh miliar empat ratus enam puluh enam
juta seratus dua puluh empat ribu rupiah);
10) pendidikan Akpol Rp. 98.225.951.000,- (sembilan puluh delapan miliar
dua ratus dua puluh lima juta sembilan ratus lima puluh satu ribu
rupiah);
f. Program pemberdayaan sumber daya manusia Polri Rp. 546.081.116.000,-
(lima ratus empat puluh enam miliar delapan puluh satu juta seratus enam
belas ribu rupiah) meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis pengembangan SDM Polri
Rp. 354.769.413.000,- (tiga ratus lima puluh empat miliar tujuh ratus
enam puluh sembilan juta empat ratus tiga belas ribu rupiah);
2) pengkajian dan strategi SDM Polri Rp. 7.091.290.000,- (tujuh miliar
sembilan puluh satu juta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah);
3) penyelenggaraan administrasi perawatan pegawai Polri Rp. 18.243.990.000,-
(delapan belas miliar dua ratus empat puluh tiga juta sembilan ratus
sembilan puluh ribu rupiah);
4) pengendalian pegawai Polri Rp. 129.108.364.000,- (seratus dua puluh
sembilan miliar seratus delapan juta tiga ratus enam puluh empat ribu
rupiah);
5) pembinaan karier personel Polri Rp. 16.809.768.000,- (enam belas
miliar delapan ratus sembilan juta tujuh ratus enam puluh delapan ribu
rupiah);
6) pelayanan psikologi pegawai Polri Rp. 20.058.291.000,- (dua puluh
miliar lima puluh delapan juta dua ratus sembilan puluh satu ribu
rupiah);
g. Program .....
51 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

g. Program pengembangan strategi keamanan dan ketertiban


Rp. 1.771.083.989.000,- (satu triliun tujuh ratus tujuh puluh satu miliar
delapan puluh tiga juta sembilan ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah)
meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis strategi keamanan dan ketertiban
Rp. 553.899.768.000,- (lima ratus lima puluh tiga miliar delapan ratus
sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus enam puluh delapan ribu
rupiah);
2) analisis keamanan Rp. 79.633.526.000,- (tujuh puluh sembilan miliar
enam ratus tiga puluh tiga juta lima ratus dua puluh enam ribu rupiah);
3) penyelenggaran strategi keamanan dan ketertiban bidang politik
Rp. 324.927.431.000,- (tiga ratus dua puluh empat miliar sembilan ratus
dua puluh tujuh juta empat ratus tiga puluh satu ribu rupiah);
4) penyelenggaran strategi keamanan dan ketertiban bidang ekonomi
Rp. 208.127.961.000,- (dua ratus delapan miliar seratus dua puluh
tujuh juta sembilan ratus enam puluh satu ribu rupiah);
5) penyelenggaran strategi keamanan dan ketertiban bidang sosial
budaya Rp. 241.987.584.000,- (dua ratus empat puluh satu miliar
sembilan ratus delapan puluh tujuh juta lima ratus delapan puluh empat
ribu rupiah);
6) penyelenggaran strategi keamanan dan ketertiban bidang keamanan
negara Rp. 320.076.380.000,- (tiga ratus dua puluh miliar tujuh puluh
enam juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah);
7) penyelenggaraan strategi keamanan dan ketertiban bidang keamanan
khusus Rp. 42.431.339.000,- (empat puluh dua miliar empat ratus tiga
puluh satu juta tiga ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah);
h. Program kerja sama keamanan dan ketertiban Rp. 160.193.280.000,-
(seratus enam puluh miliar seratus sembilan puluh tiga juta dua ratus
delapan puluh ribu rupiah) meliputi:
1) kerja sama keamanan dan ketertiban K/L Rp. 8.181.650.000,- (delapan
miliar seratus delapan puluh satu juta enam ratus lima puluh ribu
rupiah);

2) kerja .....
52 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

2) kerja sama keamanan dan ketertiban Luar Negeri


Rp. 4.979.094.000,- (empat miliar sembilan ratus tujuh puluh sembilan
juta sembilan puluh empat ribu rupiah);
3) dukungan manajemen dan teknis kerjasama dan ketertiban
Rp. 78.065.023.000,- (tujuh puluh delapan miliar enam puluh lima juta
dua puluh tiga ribu rupiah);
4) misi Internasional Rp. 68.967.513.000,- (enam puluh delapan miliar
sembilan ratus enam puluh tujuh juta lima ratus tiga belas ribu rupiah);
i. Program pemberdayaan potensi keamanan Rp. 964.736.700.000,- (sembilan
ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus tiga puluh enam juta tujuh ratus
ribu rupiah) meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis potensi keamanan
Rp. 150.890.987.000,- (seratus lima puluh miliar delapan ratus
sembilan puluh juta sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah);
2) pembinaan potensi keamanan Rp. 813.845.713.000,- (delapan ratus
tiga belas miliar delapan ratus empat puluh lima juta tujuh ratus tiga
belas ribu rupiah);
j. Program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat
Rp. 10.583.561.451.000,- (sepuluh triliun lima ratus delapan puluh tiga miliar
lima ratus enam puluh satu juta empat ratus lima puluh satu ribu rupiah)
meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis pemeliharaan keamanan dan
ketertiban masyarakat Rp. 5.078.249.326.000,- (lima triliun tujuh puluh
delapan miliar dua ratus empat puluh sembilan juta tiga ratus dua puluh
enam ribu rupiah);
2) pembinaan pelayanan fungsi Sabhara Rp. 631.029.724.000,- (enam
ratus tiga puluh satu miliar dua puluh sembilan juta tujuh ratus dua
puluh empat ribu rupiah);
3) penyelenggaraan pengamanan objek vital Rp. 350.759.811.000,- (tiga
ratus lima puluh miliar tujuh ratus lima puluh sembilan juta delapan
ratus sebelas ribu rupiah);
4) peningkatan pelayanan keamanan dan keselamatan masyarakat
di bidang Lantas Rp. 4.019.817.901.000,- (empat triliun sembilan belas
miliar delapan ratus tujuh belas juta sembilan ratus satu ribu rupiah);
5) penyelenggaan .....
53 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

5) penyelenggaraan Kepolisian Perairan Rp. 98.752.800.000,- (sembilan


puluh delapan miliar tujuh ratus lima puluh dua juta delapan ratus ribu
rupiah);
6) penyelenggaraan Kepolisian Udara Rp. 5.387.806.000,- (lima miliar tiga
ratus delapan puluh tujuh juta delapan ratus enam ribu rupiah);
7) pembinaan operasional pemeliharaan keamanan Rp. 12.781.304.000,- (dua
belas miliar tujuh ratus delapan puluh satu juta tiga ratus empat ribu
rupiah);
8) pengkajian dan strategi operasi Kepolisian Rp. 493.344.000,- (empat
ratus sembilan puluh tiga juta tiga ratus empat puluh empat ribu rupiah);
9) pembinaan operasi Kepolisian Rp. 4.943.706.000,- (empat miliar
sembilan ratus empat puluh tiga juta tujuh ratus enam ribu rupiah);
10) pengendalian operasi Kepolisian Rp. 374.155.563.000,- (tiga ratus tujuh
puluh empat miliar seratus lima puluh lima juta lima ratus enam puluh
tiga ribu rupiah);
11) pelacakan dan penangkalan keamanan dan ketertiban
Rp. 7.190.166.000,- (tujuh miliar seratus sembilan puluh juta seratus
enam puluh enam ribu rupiah);
k. Program penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Rp. 4.406.799.273.000,-
(empat triliun empat ratus enam miliar tujuh ratus sembilan puluh sembilan
juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah) meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis penyelidikan dan penyidikan tindak
pidana Rp. 1.573.183.050.000,- (satu triliun lima ratus tujuh puluh tiga
miliar seratus delapan puluh tiga juta lima puluh ribu rupiah);
2) penyelenggaraan identifikasi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana
Rp. 51.196.521.000,- (lima puluh satu miliar seratus sembilan puluh
enam juta lima ratus dua puluh satu ribu rupiah);
3) penyelenggaraan laboratorium forensik Rp. 15.351.500.000,- (lima
belas miliar tiga ratus lima puluh satu juta lima ratus ribu rupiah);
4) penindakan tindak pidana umum Rp. 1.339.641.786.000,- (satu triliun
tiga ratus tiga puluh sembilan miliar enam ratus empat puluh satu juta
tujuh ratus delapan puluh enam ribu rupiah);

5) penindakan .....
54 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

5) penindakan tindak pidana terorisme Rp. 508.426.049.000,- (lima ratus


delapan miliar empat ratus dua puluh enam juta empat puluh sembilan
ribu rupiah);
6) penindakan tindak pidana Narkoba Rp. 519.830.945.000,- (lima ratus
sembilan belas miliar delapan ratus tiga puluh juta sembilan ratus
empat puluh lima ribu rupiah);
7) penindakan tindak pidana ekonomi khusus Rp. 28.050.686.000,- (dua
puluh delapan miliar lima puluh juta enam ratus delapan puluh enam
ribu rupiah);
8) penindakan tindak pidana korupsi Rp. 283.746.587.000,- (dua ratus
delapan puluh tiga miliar tujuh ratus empat puluh enam juta lima ratus
delapan puluh tujuh ribu rupiah);
9) penindakan tindak pidana siber Rp. 43.531.839.000,- (empat puluh tiga
miliar lima ratus tiga puluh satu juta delapan ratus tiga puluh sembilan
ribu rupiah)
10) pembinaan operasional penyelidikan dan penyidikan tindak pidana
Rp. 8.237.840.000,- (delapan miliar dua ratus tiga puluh tujuh juta
delapan ratus empat puluh ribu rupiah);
11) penindakan tindak pidana tertentu Rp. 23.374.534.000,- (dua puluh tiga
miliar tiga ratus tujuh puluh empat juta lima ratus tiga puluh empat ribu
rupiah);
12) penyelenggaraan informasi kriminal nasional Rp. 1.426.780.000,- (satu
miliar empat ratus dua puluh enam juta tujuh ratus delapan puluh ribu
rupiah);
13) koordinasi dan pengawasan PPNS Rp. 3.837.818.000,- (tiga miliar
delapan ratus tiga puluh tujuh juta delapan ratus delapan belas ribu
rupiah);
14) pengawasan penyidikan Rp. 6.963.338.000,- (enam miliar sembilan
ratus enam puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu rupiah);
l. Program penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri berkadar tinggi
Rp. 3.039.916.112.000,- (tiga triliun tiga puluh sembilan miliar sembilan ratus
enam belas juta seratus dua belas ribu rupiah) meliputi:
1) dukungan manajemen dan teknis penanggulangan gangguan
keamanan dalam negeri Rp. 2.968.517.334.000,- (dua triliun sembilan

ratus .....
55 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

ratus enam puluh delapan miliar lima ratus tujuh belas juta tiga ratus
tiga puluh empat ribu rupiah);
2) penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri
Rp. 71.398.778.000,- (tujuh puluh satu miliar tiga ratus sembilan puluh
delapan juta tujuh ratus tujuh puluh delapan rupiah);
m. Program pengembangan hukum kepolisian Rp. 90.911.217.000,- (sembilan
puluh miliar sembilan ratus sebelas juta dua ratus tujuh belas ribu rupiah)
meliputi:
1) pemberian bantuan dan nasihat hukum Rp. 19.363.131.000,- (sembilan
belas miliar tiga ratus enam puluh tiga juta seratus tiga puluh satu ribu
rupiah);
2) penyusunan dan penyuluhan hukum Rp. 14.213.403.000,-
(empat belas miliar dua ratus tiga belas juta empat ratus tiga ribu
rupiah);
3) dukungan manajemen dan teknis hukum kepolisian
Rp. 57.334.683.000,- (lima puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh empat
juta enam ratus delapan puluh tiga ribu rupiah).

3. Kegiatan Prioritas Nasional Pagu Indikatif T.A. 2020


Sesuai dengan Surat Bersama Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas dan
Menteri Keuangan dengan Nomor: S-338/MK.02/2019 dan
B-241/M.PPN/D.8/KU.01.01/04/2019, perihal Pagu Indikatif K/L Tahun 2020.
Setelah dilaksanakan Trilateral Meeting antara Polri, Kementerian Keuangan dan
Kementerian PPN/Bappenas maka prioritas nasional Pagu Indikatif T.A. 2020
adalah sebagai berikut:

RINCIAN .....
56 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

RINCIAN PROYEK PRIORITAS NASIONAL


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2020
BERDASARKAN PROGRAM/KEGIATAN

(Dalam Ribuan)
RENCANA TAHUN 2020
Program/Kegiat
Proyek
KL Prog Keg Out an/Proyek Kegiatan Program Prioritas
Target Satuan Pagu Lokasi Prioritas
Prioritas Prioritas Prioritas Nasional
Nasional
060.02 02 Program 752.661.110
Peningkatan
Sarana dan
Prasarana
Aparatur Polri
060.02.3084 02 3084 Pengembangan 580.791.942
Peralatan Polri
060.02.3084.xxx 02 3084 xxx Pembangunan 5 5 Paket 488.626.000 Aceh, Peningkatan Peningkatan Penanggulangan Stabilitas
Command Sumbar, kualitas Pemeliharaan Narkotika dan Pertahanan
Center Lampung, Pelayanan Keamanan dan Penguatan dan
Sulbar Kepolisian Ketertiban Kamtibmas Keamanan
dan
Kaltara
060.02.3084.xxx 02 3084 xxx Optimalisasi 42 Unit 42.616.101 Bareskrim Peningkatan Peningkatan Penanggulangan Stabilitas
Perangkat Data Polri kualitas Pemeliharaan Narkotika dan Pertahanan
Center Pelayanan Keamanan dan Penguatan dan
Kepolisian Ketertiban Kamtibmas Keamanan
060.02.3084.xxx 02 3084 002 Pembangunan 727 Unit 29.145.902 Bareskrim Peningkatan Peningkatan Penanggulangan Stabilitas
Sistem Aplikasi Polri kualitas Pemeliharaan Narkotika dan Pertahanan
e-Manajemen Pelayanan Keamanan dan Penguatan dan
Penyidikan Kepolisian Ketertiban Kamtibmas Keamanan
060.02.3084.xxx 02 3084 002 Pembangunan 100 Unit 20.403.939 100 Peningkatan Peningkatan Penanggulangan Stabilitas
SKCK Online Polsek kualitas Pemeliharaan Narkotika dan Pertahanan
Pelayanan Keamanan dan Penguatan dan
Kepolisian Ketertiban Kamtibmas Keamanan
060.02.5062 02 5062 Pengembangan 171.869.168
Fasilitas dan
Kontruksi Polri
060.02.5062.xxx 02 5062 xxx Pembangunan 6 Paket 162.869.168 Densus 88 Peningkatan Peningkatan Penanggulangan Stabilitas
Rumah Susun AT, kualitas Pemeliharaan Narkotika dan Pertahanan
Sumut, Pelayanan Keamanan dan Penguatan dan
Jabar, Kepolisian Ketertiban Kamtibmas Keamanan
Jateng,
Kalbar
dan sulsel
060.02.5062.006 02 5062 006 Pembangunan 3 lokasi 9.000.000 Bali, Peningkatan Peningkatan Penanggulangan Stabilitas
Ruang Layanan Sumut kualitas Pemeliharaan Narkotika dan Pertahanan
Khusus (RPK) dan Pelayanan Keamanan dan Penguatan dan
Polrestab Kepolisian Ketertiban Kamtibmas Keamanan
es
Surabaya
JUMLAH 752.661.110

V. Penutup .....
57 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRI
NOMOR : KEP/1343/VII/2019
TANGGAL: 30 JULI 2019

V. Penutup.

Demikian Rencana Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia T.A. 2020


disusun sebagai bahan masukan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah dan
penetapan Pagu Indikatif Polri T.A. 2020.

Ditetapkan di: Jakarta


pada tanggal : 30 Juli 2019

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


Paraf:
1. Konseptor/Kabagjakum: …..
2. Karojakstra : …..
3. Asrena Kapolri : …..
Prof. H. MUHAMMAD TITO KARNAVIAN, Ph.D.
4. Kasetum Polri : ….. JENDERAL POLISI
5. Wakapolri : …..
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
MARKAS BESAR

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN ANGGARAN 2020
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
MARKAS BESAR

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) POLRI TAHUN 2020

TARGET KET
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA
2020
1 2 3 4 5

Keamanan dan Indeks Keamanan dan Ketertiban 78 Sasaran


Ketertiban Nasional Nasional Impact

1. Pemeliharaan Indeks Harkamtibmas 72


Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat

2. Layanan Publik Polri Indeks Kepuasan Layanan Kepolisian 88


yang Prima

3. Penegakan Hukum Indeks Penegakan Hukum 74


Secara Berkeadilan
a. Indeks Profesionalitas SDM Polri 74,75
4. Profesionalisme SDM

b. Indeks Kompetensi Diklat SDM 75


Polri
a. Persentase Pemenuhan Alkom 92%
5. Modernisasi Teknologi
b. Persentase Pemenuhan Almatsus 55%

c. Jumlah Litbang Inovatif 3

d. Persepsi Kemudahan Akses Data 3

6. Efektifitas Operasional Indeks Efektifitas Operasi 72

a. Nilai SAKIP 76
7. Good Governance dan
Clean Government b. Level Kapabilitas Level 3
c. Opini BPK atas Laporan WTP
Keuangan
d. Nilai Reformasi Birokrasi 76

8. Akuntabilitas Nilai Kinerja Anggaran 85


Pengelolaan Anggaran

a. Persentase penanganan 76% (W)


9. Regulasi dan sistem pengaduan masyarakat
Pengawasan yang
Efektif b. Persentase penyelesaian masalah 82%
hukum yang dihadapi Polri

Ditetapkan di: Jakarta


pada tanggal: 30 Juli 2019

a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum/konseptor : …..
2. Karojakstra : …..

Dr. AGUNG SABAR SANTOSO, S.H., M.H.


INSPEKTUR JENDERAL POLISI
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020
REKAP 1: K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. VISI : Terwujudnya Indonesia yang Aman dan Tertib
3. MISI : Melindungi, Melayani, dan Mengayomi Masyarakat
4. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL ALOKASI 2020 (RIBU)

05 Stabilitas Pertahanan dan Keamanan 752.661.110,0

Total 752.661.110,0

5. SASARAN STRATEGIS DAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS K/L

KODE SASARAN STRATEGIS / INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS K/L TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Keamanan dan Ketertiban Nasional -

01.01 Indeks Keamanan dan Ketertiban Nasional (IKKN) 78,00

02 Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat 11,548,298,151.0

02.01 Indeks Harkamtibmas 72,00

03 Layanan Publik Polri yang Prima 1,771,083,989.0

03.01 Indeks Kepuasan Layanan Kepolisian (IKLK) 88

04 Penegakkan Hukum yang Berkeadilan 4,406,799,273.0

04.01 Indeks Gakkum 74

05 Profesionalisme SDM 2,095,342,995.0

05.01 Indeks Profesionalitas SDM Polri 74,75

05.02 Indeks Kompetensi Diklat SDM Polri 75,00

06 Modernisasi Teknologi 17,845,666,499.0

06.01 Persentase pemenuhan Alkom 92,00

06.02 Persentase pemenuhan Almatsus 55,00

06.03 Jumlah Litbang inovatif 3

06.04 Persepsi kemudahan Akses data 3

07 Efektifitas Operasional 3,200,109,392.0


2

KODE SASARAN STRATEGIS / INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS K/L TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

07.01 Indeks efektifitas Operasi 72,00

08 Good Governance dan Clean Government 526,209,922.0

08.01 Nilai SAKIP 72,5

08.02 Level Kapabilitas APIP level 3

08.03 Opini BPK atas LK WTP

08.04 Nilai Reformasi Birokrasi 77,00

09 Akuntabilitas pengelolaan anggaran 48,252,254,489.0

09.01 Nilai Kinerja Anggaran 85,00

10 Terwujudnya regulasi dan sistem pengawasan yang efektif 90,911,217.0

10.01 Presentase penanganan pengaduan masyarakat 76,00 (W)

10.02 Presentase penyelesaian masalah hukum yang dihadapi polri 92,00

Total 89.736.675.927,0

6. PROGRAM DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE PROGRAM PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

060.01.01 Program Dukungan Manajemen dan 46.477.233.212,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 134.848.899,0 0,0 0,0 1.640.172.378,0 48.252.254.489,0
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Polri

060.01.02 Program Peningkatan Sarana dan 11.695.818.415,0 0,0 1.801.683.795,0 0,0 0,0 0,0 3.652.411.569,0 504.980.000,0 0,0 163.524.194,0 17.818.417.973,0
Prasarana Aparatur Polri

060.01.03 Program Pengawasan dan Peningkatan 522.709.922,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.500.000,0 0,0 0,0 0,0 526.209.922,0
Akuntabilitas Aparatur Polri

060.01.04 Program Penelitian dan Pengembangan 27.248.526,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 27.248.526,0
Polri

060.01.05 Program Pendidikan dan Latihan 1.491.777.768,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 57.484.111,0 0,0 0,0 0,0 1.549.261.879,0
Aparatur Polri

060.01.06 Program Pemberdayaan Sumber Daya 542.768.316,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.312.800,0 0,0 0,0 0,0 546.081.116,0
Manusia Polri
3

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE PROGRAM PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

060.01.07 Program Pengembangan Strategi 1.596.740.204,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 174.343.785,0 0,0 0,0 0,0 1.771.083.989,0
Keamanan dan Ketertiban

060.01.08 Program Kerjasama Keamanan dan 160.193.280,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 160.193.280,0
Ketertiban

060.01.09 Program Pemberdayaan Potensi 953.807.875,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10.928.825,0 0,0 0,0 0,0 964.736.700,0
Keamanan

060.01.10 Program Pemeliharaan Keamanan dan 5.904.294.932,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.679.266.519,0 0,0 0,0 0,0 10.583.561.451,0
Ketertiban Masyarakat

060.01.11 Program Penyelidikan dan Penyidikan 4.406.799.273,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.406.799.273,0
Tindak Pidana

060.01.12 Program Penanggulangan Gangguan 3.039.916.112,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.039.916.112,0
Keamanan Dalam Negeri Berkadar
Tinggi

060.01.13 Program Pengembangan Hukum 90.911.217,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 90.911.217,0
Kepolisian

Total 76.910.219.052,0 0,0 1.801.683.795,0 0,0 0,0 0,0 8.716.096.508,0 504.980.000,0 0,0 1.803.696.572,0 89.736.675.927,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 09 - Akuntabilitas pengelolaan anggaran
3. PROGRAM : Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Polri
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

TARGET
KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) ALOKASI 2020 (RIBU)
2020

01 Menyelenggarakan fungsi Manajemen kinerja Polri secara optimal dengan melaksanakan kegiatan perencanaan, Pelaksanaan, 48.252.254.489,0
Pengendalian, Pelaporan, Pelayanan Internal dan pembayaran gaji yang di laksanakan secara tepat waktu, akuntabel dan
terintegrasi

01.01 Jumlah kebijakan yang dapat mengoptimalkan unit kerja pelaksana teknis 17

01.02 % kebijakan yang berpihak pada masyarakat 100

01.04 % perencanaan dan penganggaran berdasarkan kerangka pengeluaran jangka menengah dengan kinerja secara terpadu 95

01.05 % pengelolaan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu 98

01.06 % unit kerja yang menerapkan administrasi secara akuntabel 95

01.07 % kecukupan operasional pelaksanaan tugas pelayanan Internal 95

Total 48.252.254.489,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Layanan Bidang Keuangan Polri, Humas Polri, Teknologi informasi, Kedokteran dan Kesehatan, Perencanaan Umum dan Anggaran serta kesejarahan Polri. 48.252.254.489,0

Total 48.252.254.489,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3068 Pelayanan Administrasi Keuangan Polri 8.025.735,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.014.218,0 0,0 0,0 0,0 16.039.953,0

3070 Penerangan Masyarakat 75.156.496,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 75.156.496,0

3071 Penyelenggaraan Teknologi Informasi 5.570.387,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5.570.387,0

3072 Pelayanan Kesehatan Polri 327.078.150,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 113.493.432,0 0,0 0,0 1.640.172.378,0 2.080.743.960,0

3073 Dukungan Pelayanan Internal Perkantoran Polri 45.960.071.649,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.899.380,0 0,0 0,0 0,0 45.968.971.029,0

3149 Pengelolaan Multimedia 29.890.035,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 29.890.035,0

5051 Penyusunan Kebijakan Polri 10.018.551,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10.018.551,0

5052 Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Polri 4.529.726,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.529.726,0

5053 Reformasi Birokrasi Polri 9.101.636,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 9.101.636,0

5054 Manajemen Anggaran 40.834.551,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.441.869,0 0,0 0,0 0,0 45.276.420,0

5055 Teknologi Komunikasi 116.648,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 116.648,0

5056 Pengelola Informasi dan Dokumentasi 3.310.813,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.310.813,0

5057 Penyelenggaraan Kesejarahan, Museum dan 3.528.835,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.528.835,0
Perpustakan Polri

5058 Perencanaan dan Penganggaran Kewilayahan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

Total 46.477.233.212,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 134.848.899,0 0,0 0,0 1.640.172.378,0 48.252.254.489,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 06 - Modernisasi Teknologi
3. PROGRAM : Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Polri
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

05 Stabilitas Pertahanan dan Keamanan 752.661.110,0

05.05 Penanggulangan Narkotika dan Penguatan Kamtibmas 752.661.110,0

Total 752.661.110,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Mendukung tugas pembinaan dan operasional Polri melalui ketersediaan sarana dan prasarana materiil, fasilitas dan jasa baik kualitas 17.818.417.973,0
maupun kuantitas.

01.01 Prosentase/jml kecukupan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung fasilitas guna memenuhi Standar Pelayanan Kamtibmas 20,53
Prima.

Total 17.818.417.973,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Bertambahnya Sarana dan Prasarana Polri 10.372.393.798,0

01.01 % penambahan Almatsus Polri dari berbagai jenis pembiayaan dibandingkan tahun sebelumnya

02 layanan Dukungan manajemen Program Sarpras 7.446.024.175,0

02.01 Jumlah Layanan

Total 17.818.417.973,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3084 Pengembangan Peralatan Polri 2.151.324.007,0 0,0 1.801.683.795,0 0,0 0,0 0,0 1.937.814.741,0 504.980.000,0 0,0 92.911.867,0 6.488.714.410,0

5059 Dukungan Manajemen dan Teknik 6.252.987.424,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.186.270.299,0 0,0 0,0 6.766.452,0 7.446.024.175,0
Sarpras

5060 Pengkajian dan Strategi Sarpras 595.927.322,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 111.272.842,0 0,0 0,0 0,0 707.200.164,0

5061 Pengembangan Perbekalan Umum 579.086.636,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 579.086.636,0

5062 Pengembangan Fasilitas dan 2.116.493.026,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 417.053.687,0 0,0 0,0 63.845.875,0 2.597.392.588,0
Kontruksi Polri

5063 Pengembangan Sarana dan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Prasarana Kewilayahan

Total 11.695.818.415,0 0,0 1.801.683.795,0 0,0 0,0 0,0 3.652.411.569,0 504.980.000,0 0,0 163.524.194,0 17.818.417.973,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 08 - Good Governance dan Clean Government
3. PROGRAM : Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Polri
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Mewujudkan Polri yang Profesional, Transparan dan Akuntabel dalam rangka Good Governance dan Clean Government sebagai implementasi 526.209.922,0
reformasi Polri

01.01 % hasil pemeriksaan yang telah ditindaklanjuti. 91

01.02 % tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat. 79

Total 526.209.922,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Layanan Perkantoran 416.601.725,0

01.01 Jumlah layanan perkantoran

02 Pengawasan dan Pemeriksaan 53.654.168,0

02.01 jumlah pengawasan dan pemeriksaan

03 Penegakan Kode Etik Profesi 13.151.983,0

03.01 penegakan kode etik profesi

04 Penegakan Disiplin dan Ketertiban 17.557.868,0

04.01 Penegakan Disiplin dan tata tertib anggota Polri

05 Layanan Penyelidikan Pelanggaran Pegawai pada Polri 25.244.178,0

05.01 Jumlah pelaksanaan penyelidikan

Total 526.209.922,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3087 Dukungan Manajemen dan Teknis Pengawasan Umum dan Pemuliaan 416.601.725,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 416.601.725,0
Profesi dan Pengamanan

3088 Pertanggungjawaban Profesi 13.151.983,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 13.151.983,0

3089 Penyelenggaraan Pengamanan Internal Polri 25.244.178,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 25.244.178,0

3090 Penegakan Tata tertib dan Disiplin Polri 17.557.868,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 17.557.868,0

3091 Penyelenggaraan Pemeriksaan dan Pengawasan 50.154.168,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.500.000,0 0,0 0,0 0,0 53.654.168,0

5064 Penyelenggaraan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kewilayahan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

5065 Penyelenggaraan Propam Kewilayahan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

Total 522.709.922,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.500.000,0 0,0 0,0 0,0 526.209.922,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 04 - Modernisasi Teknologi
3. PROGRAM : Program Penelitian dan Pengembangan Polri
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

TARGET ALOKASI 2020


KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)
2020 (RIBU)

01 Menyelenggarakan pengkajian, penelitiandan pengembangan yang berhubungan dengan tehnologi Kepolisian untuk mendukung tugas kepolisian agar 27.248.526,0
memenuhi standar peralatan utama dan peralatan teknis Polri yang terjangkau oleh produksi dalam negeri.

01.01 "Menyelenggarakan pengkajian, penelitian dan pengembangan yang berhubungan dengan teknologi Kepolisian untuk mendukung tugas 80
Kepolisian agar memenuhi standar peralatan utama dan peralatan teknis Polri yang terjangkau oleh produksi dalam negeri. "

01.02 Jumlah dan jenis peralatan utama serta peralatan teknis Polri yang memenuhi standar keamanan Internasional yang dilaksanakan oleh Litbang 2
Polri

Total 27.248.526,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Layanan Perkantoran 12.618.331,0

01.01 Jumlah layanan perkantoran litbang

02 Penelitian dan Pengembangan Polri 14.630.195,0

02.01 Jumlah Penelitian dan Pengembangan Polri

Total 27.248.526,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

5066 Dukungan Manajemen Teknis Litbang 12.618.331,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 12.618.331,0

5067 Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Polri 14.630.195,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 14.630.195,0

Total 27.248.526,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 27.248.526,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 05 - Profesionalisme SDM
3. PROGRAM : Program Pendidikan dan Latihan Aparatur Polri
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

TARGET ALOKASI 2020


KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)
2020 (RIBU)

01 Mewujudkan aparatur Polri yang profesional baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya 1.549.261.879,0
melalui penyelenggaraan pendidikan Polri sehingga mampu mengemban tugas Polri secara profesional proposional.

01.01 Jumlah Pendidik dan Tenaga Pendidikan Diklat Polri yang memenuhi standar kompetensi melalui uji kompetensi 1.146

01.02 Jumlah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri terakreditasi 3

01.03 Regulasi Diklat Aparatur 3

Total 1.549.261.879,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Penyelenggaraan Dukungan Manajemen Dan Teknis Pengembangan Diklat Aparatur Polri 674.280.520,0

01.01 Jumlah Layanan Perkantoran

02 Pendidikan sekolah staf dan pimpinan pertama polri 4.286.810,0

02.01 Jumlah Lulusan Pendidikan Sespimma Polri

03 Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian 20.281.696,0

03.01 Jumlah lulusan pendidikan S1, S2 dan S3 STIK-PTIK

04 Pendidikan Sespimmen Polri 7.265.986,0

04.01 Jumlah lulusan pendidikan Setukpa (SIP) Polri

04.02 Jumlah lulusan pendidikan spesialisasi fungsi teknis dan pembinaan Polri
2

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

05 Penyelenggaraan Pendidikan dan latihan Polri 724.176.899,0

05.01 Jumlah lulusan pendidikan dan latihan Polri

06 Pengkajian pengembangan Diklat 1.372.651,0

06.01 Jumlah Kajian

07 Penyusunan kebijakan pendidikan dan pelatihan Polri 5.615.904,0

08 Penyusunan kurikulum diklat Polri 3.289.338,0

08.01 Jumlah kurikulum dan modul/hanjar Diklat Polri

09 Sekolah staf dan pimpinan tinggi Polri 10.466.124,0

09.01 Jumlah lulusan Pendidikan Sespimti Polri

10 Pendidikan Akpol 98.225.951,0

10.01 Jumlah lulusan Pendidikan Akademi Kepolisian

Total 1.549.261.879,0

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3096 Dukungan Manajemen dan Teknis Pengembangan Diklat 674.280.520,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 674.280.520,0
Polri

3097 Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama Polri 4.286.810,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.286.810,0

3098 Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolsian 20.281.696,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 20.281.696,0

3099 Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri 7.265.986,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7.265.986,0

3100 Penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Polri 666.692.788,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 57.484.111,0 0,0 0,0 0,0 724.176.899,0

5068 Pengkajian Pengembangan Pendidikan dan Latihan Polri 1.372.651,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.372.651,0

5069 Pembinaan Pendidikan dan Latihan Polri 5.615.904,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5.615.904,0

5070 Penyelenggaraan Kurikulum Pendidikan dan Latihan 3.289.338,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.289.338,0
Polri

5071 Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri 10.466.124,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10.466.124,0
3

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

5072 Pendidikan AKPOL 98.225.951,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 98.225.951,0

Total 1.491.777.768,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 57.484.111,0 0,0 0,0 0,0 1.549.261.879,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 05 - Profesionalisme SDM
3. PROGRAM : Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Polri
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Memberdayakan SDM Polri di bidang pengembangan karier,pembinaan rohani hingga pengakhiran dinas secara proposional 546.081.116,0
sesuai standar kompetensi.

01.01 Jml pengembangan kekuatan SDM Polri sesuai Analisa Beban Kerja Polri. 445.780

01.02 Berkurangnya pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polri 1.5

Total 546.081.116,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Pelayanan Perkantoran SDM 354.769.413,0

01.01 Jumlah Layanan Kantoran

02 Dokumen Pengkajian SDM 7.091.290,0

02.01 Jumlah dokumen kajian dan strategi SDM Polri

03 layanan Pembinaan Jasmani dan Rohani pada Polri 18.243.990,0

03.01 Jumlah Layanan Jasmani dan Rohani Pegawai pada Polri

04 Seleksi Penerimaan Calon pegawai pada Polri 129.108.364,0

04.01 Jumlah Seleksi penerimaan calon pegawai pada Polri

05 Layanan pembinaan Karier pada Polri 16.809.768,0

05.01 Jumlah layanan Pembinaan Karier pegawai pada Polri


2

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

06 Layanan Psikologi Polri 20.058.291,0

06.01 Jumlah Layanan Psikologi pada Polri

Total 546.081.116,0

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3103 Dukungan Manajemen dan Teknis Pengembangan SDM 354.769.413,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 354.769.413,0
Polri

3104 Pengkajian dan Strategi SDM Polri 7.091.290,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7.091.290,0

3105 Peyelenggaraan Administrasi Perawatan Pegawai Polri 18.243.990,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 18.243.990,0

3107 Pengendalian Pegawai Polri 129.108.364,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 129.108.364,0

3108 Pembinaan Karier Personel Polri 13.496.968,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.312.800,0 0,0 0,0 0,0 16.809.768,0

3110 Pelayanan Psikologi Anggota Polri 20.058.291,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 20.058.291,0

Total 542.768.316,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.312.800,0 0,0 0,0 0,0 546.081.116,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 03 - Layanan Publik Polri yang Prima
3. PROGRAM : Program Pengembangan Strategi Keamanan dan Ketertiban
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Mengembangkan langkah-langkah strategi, dan mencegah suatu potensi gangguan keamanan baik kualitas maupun kuantitas, sampai kepada 1.771.083.989,0
penanggulangan sumber

01.01 Jumlah Kegiatan Intelijen yang dapat menurunkan potensi gangguan keamanan dalam negeri 624.664

01.02 Jumlah jaringan di bidang Ipoleksusbudhankam 1.210

01.03 Jumlah produk intelijen yang dihasilkan 700.481

Total 1.771.083.989,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Layanan Perkantoran Strakam Polri 553.899.768,0

01.01 Layanan Perkantoran Strakam

02 Layanan Informasi Analisis Keamanan 79.633.526,0

02.01 Jumlah Layanan Informasi Analisis Keamanan

03 Informasi Deteksi Aksi Strategi Keamanan dan Ketertiban bidang Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Keamanan Negara 1.137.550.695,0

03.01 Informasi Deteksi Aksi Strakam Bidang Poltik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Keamanan Negara

Total 1.771.083.989,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3111 Dukungan Manajemen dan Teknis Strategi Keamanan dan Ketertiban 415.355.008,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 138.544.760,0 0,0 0,0 0,0 553.899.768,0

3112 Analisis Keamanan 78.255.831,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.377.695,0 0,0 0,0 0,0 79.633.526,0

3114 Penyelanggaraan Strategi Keamanan dan Ketertiban Bidang Politik 316.113.032,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.814.399,0 0,0 0,0 0,0 324.927.431,0

3115 Penyelanggaraan Strategi Keamanan dan Ketertiban Bidang Ekonomi 199.980.430,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.147.531,0 0,0 0,0 0,0 208.127.961,0

3116 Penyelenggaraan Strategi Keamanan dan Ketertiban Bidang Sosial 233.222.887,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.764.697,0 0,0 0,0 0,0 241.987.584,0
Budaya

3117 Penyelenggaraan Strategi Keamanan dan Ketertiban Bidang Keamanan 311.381.677,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.694.703,0 0,0 0,0 0,0 320.076.380,0
Negara

3119 Strategi Keamanan dan Ketertiban Kewilayahan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

3150 Penyelenggaraan Strategi Keamanan dan Ketertiban Bidang Keamanan 42.431.339,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 42.431.339,0
Khusus

Total 1.596.740.204,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 174.343.785,0 0,0 0,0 0,0 1.771.083.989,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 07 - Efektifitas Operasional
3. PROGRAM : Program Kerjasama Keamanan dan Ketertiban
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Memperluas kerja sama bidang keamanan, pendidikan dan pelatihan dengan kementerian/ lembaga baik dalam maupun luar negeri. 160.193.280,0

01.01 Jumlah Kerjama dengan derpatemen/instansi terpusat dan daerah 11

01.02 Jumlah Kerjasama dengan lembaga kepolisian di Luar Negeri 8

01.03 Jumlah kerjasama keamanan dengan komponen masyarakat. 4

Total 160.193.280,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Kerjasama Dalam dan Luar Negeri 82.128.257,0

01.01 Jumlah Kerjasama dalam dan luar negeri

02 Layanan Perkantoran program Kerjasama 78.065.023,0

02.01 Layanan Perkantoran

Total 160.193.280,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3120 Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban K/L 8.181.650,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.181.650,0

3122 Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Luar Negeri 4.979.094,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.979.094,0

5073 Dukungan Manajemen dan Teknis Kerja sama dan Ketertiban 78.065.023,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 78.065.023,0

5074 Misi Internasional 68.967.513,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 68.967.513,0

Total 160.193.280,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 160.193.280,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 07 - Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat
3. PROGRAM : Program Pemberdayaan Potensi Keamanan
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Mendekatkan Polisi dengan berbagai komunitas masyarakat agar terdorong bekerja sama dengan Kepolisian secara proaktif dan saling 964.736.700,0
mengandalkan untuk membantu tugas Kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban bersama (Community Policing).

01.01 Jumlah angota Bhabinkamtibmas yang telah mendapatkan pelatihan Polmas. 560

01.02 Jumlah masyarakat dan kelompok masyarakat yang sadar dan peduli keamanan. 356,500

01.03 Jumlah kerjasama keamanan dengan komponen masyarakat. 3

02 Meningkatnya ketertiban masyarakat yangtertib hukum mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga indonesia 0,0

02.02 Jumlah kegiatan Operasi Bina Waspada dengan sasaran Pok Radikal, Agama, Ideologi, Pok Ekstrim Kanan/Kiri Separtiesme, aliran 34 Polda, 450 Polres, 22
sesat Hari, 20 orang

03 Berkurangya jumlah pelanggaran hukum yang di akibatkan berkembangnya penyakit masyarakat meliputi aksi premanisme, protitusi, 0,0
miras, perjudian, sabung ayam, gepeng dll.

03.03 Jumlah kegiatan Operasi Bina Kusuma dalam pencegahan penyakit masyarakat meliputi aksi premanisme, prostitusi, miras, 11 Polda, 15 Polres, 22
perjudian, sabung ayam, gepeng dll. Hari, 22 orang

04 Terdukungnya satgas Ops Polri oleh FKPM dalam Kontra Radikal & Deredakalisasi (khusus ISIS) 0,0

04.01 Jumlah KELOMPOK SADAR Kamtibmas (FKPM) yang dapat diberdayakan untuk mendu-kung Satgas Ops Polri Kontra Radikal &
Deredakalisasi (khusus ISIS)

05 Mendekatkan Polisi dengan berbagai komunitas masyarakat agar terdorong bekerja sama dengan Kepolisian secara proaktif dan saling 0,0
mengandalkan untuk membantu tugas Kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban bersama (Community Policing).

05.01 Jumlah angota Bhabinkamtibmas yang telah mendapatkan pelatihan Polmas. 560

Total 964.736.700,0
2

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Pelayanan Perkantoran Potkam 150.890.987,0

01.01 layanan perkantoran pemberdayaan Potkam

02 Pemberdayaan Potensi Keamanan dan penguatan peran bhabinkamtibmas 813.845.713,0

02.01 pemberdayaan potensi dan penguatan peran bhabinkamtibmas

Total 964.736.700,0

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

5075 Dukungan Manajemen dan Teknis Potensi Keamanan 150.890.987,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 150.890.987,0

5076 Pembinaan Potensi Keamanan 802.916.888,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10.928.825,0 0,0 0,0 0,0 813.845.713,0

Total 953.807.875,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 10.928.825,0 0,0 0,0 0,0 964.736.700,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 08 -Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat
3. PROGRAM : Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

TARGET ALOKASI 2020


KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)
2020 (RIBU)

01 Memelihara dan meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat agar mampu melindungi seluruh warga masyarakat Indonesia dalam 10.583.561.451,0
beraktifitas untuk meningkatkan kualitas hidup yang bebas dari bahaya, ancaman dan gangguan yang dapat menimbulkan cidera

01.01 Jumlah Kriminalitas yang dapat ditindak oleh fungsi Baharkam Polri 89

01.02 Jumlah kegiatan pengaturan penjagaan patroli dan pengawalan di jalan raya 5.936.880

01.03 Jumlah Patroli perairan dan udara di seluruh wilayah hukum RI 46

01.04 Jumlah pengamanan objek vital/objek vital nasional dan VVIP. 12

01.05 Julah Patroli di tempat-tempat wisata dan melibatkan satwa anjing dan kuda 273

01.06 Jumlah Pengamanan pada pesta demokrasi lima tahunan pemlihan presiden / wakil, legislatif baik tingkat pusat maupun daerah

Total 10.583.561.451,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Terpeliharanya sistem keamanan ketertiban masyarakat (Siskamtibmas) yang aman, tertib dan terkendali guna mewujudkan kamdagri yang mantap. 10.583.561.451,0

01.01 persentase penurunan gangguan Kamtibmas

01.02 persentase keberhasilan operasi kepolisian

Total 10.583.561.451,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3127 Pembinaan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Kewilayahan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

3128 Dukungan Manajemen dan Teknis Pemeliharaan Keamanan dan 5.078.249.326,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5.078.249.326,0
Ketertiban Masyarakat

3130 Pembinaan Pelayanan Fungsi Sabhara 304.402.303,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 326.627.421,0 0,0 0,0 0,0 631.029.724,0

3131 Penyelenggaraan Pengamanan Objek Vital 13.874.313,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 336.885.498,0 0,0 0,0 0,0 350.759.811,0

3133 Peningkatan Pelayanan Keamanan dan Keselamatan Masyarakat 10.786.878,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.009.031.023,0 0,0 0,0 0,0 4.019.817.901,0
di Bidang Lantas

3134 Penyelenggaraan Kepolisian Perairan 92.030.223,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6.722.577,0 0,0 0,0 0,0 98.752.800,0

3135 Penyelenggaraan Kepolisian Udara 5.387.806,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 5.387.806,0

5077 Pembinaan Operasional Pemeliharaan Keamanan 12.781.304,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 12.781.304,0

5078 Pengkajian dan Strategi Operasi Kepolisian 493.344,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 493.344,0

5079 Pembinaan Operasi Kepolisian 4.943.706,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.943.706,0

5080 Pengendalian Operasi Kepolisian 374.155.563,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 374.155.563,0

5081 Pelacakan dan Penangkalan Keamanan dan Ketertiban 7.190.166,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 7.190.166,0

Total 5.904.294.932,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.679.266.519,0 0,0 0,0 0,0 10.583.561.451,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 04 - Penegakkan Hukum yang Berkeadilan
3. PROGRAM : Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Terciptanya rasa aman terhadap Kejahatan Konvensional, Kejahatan Transnasional, Kejahatan terhadap kekayaan negara dan Kejahatan 4.406.799.273,0
Berimplikasi Kontinjensi.

01.01 Persentase pengungkapan tindak pidana konvensional. 52

01.02 Persentase pengungkapan tindak pidana transnasional. 66

01.03 Persentase pengungkapan tindak pidana terhadap kekayaan negara, 46

01.04 Persentase peningkatan pengungkapan tindak pidana yg berimplikasi kontinjensi. 26

Total 4.406.799.273,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Layanan Perkantoran Lidik Sidik 1.573.183.050,0

01.01 Jumlah Layanan Perkantoran

02 Hasil Pemeriksaan Identifikasi 51.196.521,0

02.01 Jumlah hasil pemeriksaan Identifikasi

03 Hasil Pemeriksaan Laboratorium Forensik 15.351.500,0

03.01 Jumlah Hasil Pemeriksaan Labfor

04 Penanganan Tindak Pidana Umum 1.339.641.786,0

04.01 Jumlah Penangaan Tindak Pidana


2

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

05 Penangananan Tindak Pidana Terorisme 508.426.049,0

05.01 Jumlah Penanganan tindak pidana terorisme

06 Penanganan Tindak Pidana Narkoba 519.830.945,0

06.01 Jumlah Penanganan Tindak Pidana Narkoba

07 Penanganan tindak Pidana Ekonomi Khusus 28.050.686,0

07.01 Jumlah Penanganan Tindak Pidana Ekonomi Khusus

08 Penanganan tindak Pidana korupsi 283.746.587,0

08.01 Jumlah penanganan tindak Pidana Korupsi

09 Bantuan Penanganan Tindak Pidana 8.237.840,0

09.01 Jumlah Bantuan Penanganan Tindak Pidana

10 Penanganan Tindak Pidana Tertentu 23.374.534,0

10.01 Jumlah Penanganan Tindak Pidana Tertentu

11 Penyajian Informasi Kriminal Nasional 1.426.780,0

11.01 Jumlah Penyajian Informasi Kriminal Nasional

12 Bantuan Koordinasi, Pembinaan dan Pengawasan PPNS 3.837.818,0

12.01 Jumlah Bantuan Koordinasi, Pembinaan dan Pengawasan PPNS

13 Pengawasan Penyidikan 6.963.338,0

13.01 Jumlah Pengawasan Penyidikan

14 Penanganan Tindak Pidana Siber 43.531.839,0

Total 4.406.799.273,0

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3136 Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Kewilayahan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

3137 Dukungan Manajemen dan Teknis Penyelidikan dan Penyidikan 1.573.183.050,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.573.183.050,0
3

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

Tindak Pidana

3140 Penyelenggaraan Identifikasi Penyelidikan dan Penyidikan Tindak 51.196.521,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 51.196.521,0
Pidana

3141 Penyelenggaraan Laboratrium Forensik 15.351.500,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 15.351.500,0

3142 Penindakan Tindak Pidana Umum 1.339.641.786,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.339.641.786,0

3143 Penindakan Tindak Pidana Terorisme 508.426.049,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 508.426.049,0

3144 Penindakan Tindak Pidana Narkoba 519.830.945,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 519.830.945,0

3145 Penindakan Tindak Pidana Ekonomi Khusus 28.050.686,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 28.050.686,0

3146 Penindakan Tindak Pidana Korupsi 283.746.587,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 283.746.587,0

3151 Penindakan Tindak Pidana Siber 43.531.839,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 43.531.839,0

5082 Pembinaan Operasional Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana 8.237.840,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 8.237.840,0

5083 Penindakan Tindak Pidana Tertentu 23.374.534,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 23.374.534,0

5084 Penyelenggaraan Informasi Kriminal nasional 1.426.780,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 1.426.780,0

5085 Koordinasi dan Pengawasan PPNS 3.837.818,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.837.818,0

5086 Pengawasan Penyidikan 6.963.338,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 6.963.338,0

Total 4.406.799.273,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 4.406.799.273,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 07 - Efektifitas Operasional
3. PROGRAM : Program Penanggulangan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Berkadar Tinggi
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

TARGET
KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) ALOKASI 2020 (RIBU)
2020

01 Menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berkadar tinggi,kerusuhan massa, kejahatan terorganisir bersenjata api dan 3.039.916.112,0
bahan peledak.

01.01 Jumlah Efisiensi, pelaksanaan mobilisasi pasukan bersenjata 6

01.02 Prosentase kemampuan fungsi brimob merata di seluruh satuan brimob pusat dan daerah 85

01.03 Prosentase modernisasi sistem peralatan utama dan peralatan khusus yang mendukung penanggulangan keamanan berkadar tinggi 75

Total 3.039.916.112,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Layanan Perkantoran Kamdagri 2.968.517.334,0

01.01 Jumlah Layanan Perkantoran kamdagri

02 Penanggulangan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Berintensitas Tinggi 71.398.778,0

02.01 Jumlah Penanggulangan Keamanan Dalam Negeri

Total 3.039.916.112,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3147 Penanggulangan Keamanan dalam Negeri Kewilayahan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

3148 Dukungan Teknis Manajemen Penanggulangan Keamanan dalam Negeri 2.968.517.334,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 2.968.517.334,0

5087 Penanggulangan Keamanan dalam Negeri 71.398.778,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 71.398.778,0

Total 3.039.916.112,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 3.039.916.112,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
REKAP 2: PROGRAM K/L
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2020

1. KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


2. SASARAN STRATEGIS K/L YANG DIDUKUNG : 04 - Terwujudnya regulasi dan sistem pengawasan yang efektif
3. PROGRAM : Program Pengembangan Hukum Kepolisian
4. UNIT ORGANISASI (ESELON 1) : Kepolisian Negara Republik Indonesia
5. PRIORITAS NASIONAL

KODE PRIORITAS NASIONAL / PROGRAM PRIORITAS ALOKASI 2020 (RIBU)

Total 0,0

6. SASARAN PROGRAM (OUTCOME) DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP)

KODE SASARAN PROGRAM / INDIKATOR KINERJA PROGRAM (IKP) TARGET 2020 ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Menyelenggarakan pembinaan dan advokasi hukum serta membangun landasan hukum dalam rangka pelaksanaan tugas pokok Polri selaku 90.911.217,0
pelindung, pengayoman dan pelayanan

01.01 Jumlah penyusunan dan pengkajian perundang-undangan 51

01.02 Jumlah Bantuan hukum/saksiPenterjemah/ biaya pengacara/penyelesaian hukum 90

01.03 Jumlah pendapat dan saran hukum yang akan dibuat 150

01.04 Jumlah penyuluhan hukum yang dilaksanakan 30

Total 90.911.217,0

7. OUTPUT PROGRAM DAN INDIKATOR OUTPUT PROGRAM

KODE OUTPUT PROGRAM / INDIKATOR OUTPUT PROGRAM ALOKASI 2020 (RIBU)

01 Layanan Bantuan dan nasehat Hukum 19.363.131,0

01.01 Jumlah Bantuan dan nasehat Hukum

02 Penyusunan dan Penyuluhan hukum Kepolisian 14.213.403,0

02.01 Jumlah Penyusunan dan Penyuluhan hukum Kepolisian

03 Layanan Perkantoran Program Dukungan Manajemen dan Teknis Hukum Kepolisian 57.334.683,0

03.01 Jumlah Layanan Perkantoran

Total 90.911.217,0
2

8. KEGIATAN DAN PENDANAAN

INDIKASI PENDANAAN TAHUN 2020

KODE KEGIATAN PINJAMAN HIBAH


RUPIAH PNBP PDN SBSN BLU TOTAL
RMP PLN RMP HLN HDN

3154 Pemberian Bantuan dan Nasehat Hukum 19.363.131,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 19.363.131,0

3155 Penyusunan dan Penyuluhan Hukum 14.213.403,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 14.213.403,0

5088 Dukungan Manajemen dan Teknis Hukum Kepolisian 57.334.683,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 57.334.683,0

Total 90.911.217,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 90.911.217,0

Jakarta, 30 Juli 2019


a.n. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Paraf: ASRENA
1. Kabagjakum: .....

2. Karojakstra : .....
Drs. AGUNG SABAR SANTOSO ,S.H., M.H.
INSPEKTUR JENDERAL POLISI