Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KEGIATAN SOSIALISASI DAN DETEKSI DINI HIV - IMS

PADA KELOMPOK BERESIKO TINGGI DAN KELOMPOK KHUSUS

Oleh :

PENANGGUNG JAWAB PROGRAM HIV

PUSKESMAS CIPATAT
KABUPATEN BANDUNG BARAT
2019
PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BARAT
PUSKESMAS CIPATAT
DINAS KESEHATAN
Jln. Raya Cipatat No.28 Telp.022-6900457 Kode Pos 40554
Email: puskesmascipatat@gmail.com

KERANGKA ACUAN PROGRAM HIV


I. PENDAHULUAN
Indonesia adalah salah satu Negara di Asiayang memiliki kerentanan
HIV akibat dampak perubahan ekonomi dan perubahan kehidupan sosial.Saat
ini epidemi AIDS di dunia sudah memasuki dekade ketiga,namun penyebaran
infeksi terus berlangsung yang menyebabkan Negara kehilangan sumber daya
dikarenakan masalah tersebut.Program HIV AIDS dikelola pemerintah dan
masyarakat merupakan kebijakan yang terpadu untuk mencegah penularan HIV
dan memperbaiki kualitas hidup orang dengan HIV. Berdasarkan Undang -
undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan bahwa setiap kegiatan dalam
upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakatyang setinggi tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip non
diskriminatif,pastisipatif dan berkelanjutan.Peraturan Presiden No 75 Tahun
2006mengamanatkan perlunya peningkatan upaya penanggulangan HIV dan
AIDS di seluruh Indonesia.Infeksi menular seksual ( IMS ) di Negara
berkembang merupakan masalah besar dalam bidang kesehatan masyarakat.Di
Asia Tenggara terdapat hamper 50 juta IMS setiap tahun.IMS dapat
menyebabkan individu menjadi rentan terhadap infeksi HIV.IMS dalam
populasi mrupakan faktor utamapendorong terjadinya pandemik HIV .Di
Negara berkembang proporsi infeksi baru HIV dalam populasi IMS lebih tinggi
pada awal dan pertengahan epidemi HIV.Penularan infeksi melalui
hubungan seksual diikuti dengan perilaku yang menempatkan individu
dalam resiko tertular HIV seperti berganti - ganti pasangan
seksual,pasangan beresiko tinggi,dan tidak konsisten menggunakan
kondom.Pencegahan terhadap IMS akan melindungi diri tertular HIV
II. LATAR BELAKANG
Hingga saat ini HIV masih merupakan salah satu maslah kesehatan
masyarakat yang utama di indonesia. Berdasarkan data terbaru kejadian
penularan inpeksi HIV terbanyak melalui hubungan seksual dengan orang yang
terinfeksi tanpa menggunakan kondom. Di ikuti secara bersama di antara
pengguna napza, di tular dari ibu pengidap HIV kepada anaknya, baik selama
kehamilan, persalinan atau selama menyusui. Cara penularan lain adalah melalui
transfusi darah yang tercemar, alat tusuk dan peralatan tato, dan adanya infeksi
menular seperti sifilis.
Harus segera dilakukan penguatan sistem kesehatan dan layanan
pencegahan dan perawatan yang berkesinambungan dengan jejaring kerjasama
yang lebih dekat dengan organisasi kemasyarakatan. Peningkatan cakupan dan
retensi layanan terapi ARV menerapkan perawatan ODHA yang berkesinambungan
di tingkat kabupaten.
Di samping itu, direkomendasikan pula perlunya meningkatkan cakupan
dan kualitas layanan pencegahan dan perawatan HIV melalui layanan
komprehensif yang terintegrasi di tingkat kabupaten.
Sesuai dengan tujuan pengendalian HIV di Indonesia, yaitu menurunkan
angka kesakitan,kematian,dan diskriminasi serta meningkatkan kualitas hidup
ODHA maka diperlukan upaya pengendalian serta layanan HIV dan IMS yang
komprehensif di tingkat kabupaten.

III. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
Masyarakat mengetahui tentang pencegahan penanggulangan
penyalahgunaan HIV dan IMS

B. TUJUAN KHUSUS
1. Dapat mengetahui kondisi terkini HIV dan IMS
2. Mengetahui pengertian dan jenis HIV dan IMS
3. Mengetahui faktor HIV dan IMS
4. Mengetahui ciri ciri HIV dan IMS
5. Mengetahui kaitannya NAPZA dengan HIV dan AIDS
6. Dapat mengetahui dampak buruk HIV dan IMS
7. Dapat mengetahui upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan IMS

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


A. KEGIATAN POKOK
1. Sosialisasi dan Deteksi Dini HIV - IMS pada kelompok beresiko tinggi dan
kelompok khusus
2. Melakukan Kegiatan Penanganan HIV-IMS Dalam gedung.
3. Malakukan Kegiatan Penanganan HIV-IMS di Luar Gedung.

B. RINCIAN KEGIATAN
1. Melaksanakan Perencanaan Program
2. Melaksanakan Pencatatan Pelaporan
3. Melaksanakan Penyuluhan Kelompok pada pengunjung Puskesmas
4. Melaksanakan sosialisasi dan deteksi dini HIV dan IMS pada kelompok
beresoko tinggi dan kelompok khusus
5. Mengupayakan tempat konseling yang nyaman dan confiden
6. Mengupayakan tehnik jemput bola
7. Melaksanakan konsultasi ke dinkes
8. Meng upayakan stuktur, sistem organisasi lebih optimal dan membuat
organigram
9. Melakukan Penyuluhan HIV IMS dan Pemeriksaan PICT dan VCT Pada Ibu
Hamil dan Pasien TB.
10. Melaksanakan Pemantauan Pemantauan menelan obat HIV
11. Monitoring dan evaluasi Program.
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

LINTAS LINTAS
KEGIATAN
NO RINCIAN KEGIATAN PROGRAM SEKTOR KETERANGAN
POKOK
TERKAIT TERKAIT
1 Sosialisasi 1. BidanDesa, Kader
dan deteksi  Melakukan Rincian Program Program TB Kesehatan,
dini HIV  Melaksanakan pencatatan Program KIA PKK Desa
Pada
Pelaporan
kelompok
Beresiko  Melaksanakan Penyuluhan
Tinggi dan kelompok Pada pengunjung
Kelompok Puskesmas
Khusus  Melaksanakan sosialisasi dan
2 Melakukan Tenaga KPA, BNN
deteksi dini HIV dan IMS pada
Kegiatan kesehatan, Kecamatan
Penangana Kelompok Beresiko tinggi Program TB, Polsek
n HIV-IMS  mengupayakan tempat Program KIA, Koramil
di dalam konseling yang nyaman dan Dinas sosial
Gedung confiden LSM
Kepala desa
 Mengupayakan tehnik
Kader Peduli
Jemput Bola AIDS
 Melaksankan Konsultasi ke
3 Melakukan dinkes BidanDesa, KPA, BNN
Kegiatan  Mengupayakan stuktur Program KIA Kecamatan
Penangnan sistem, Organisasi lebih Program TB Polsek
HIV-IMS di Koramil
optimal dan membuat
Luar Dinas sosial
Gedung organigram LSM
 Melakukan Penyuluhan HIV- Kepala desa
ims dan Pemeriksaan PICT Kader Peduli
dan VCT pada ibu hamil dan AIDS
Pasien TB
 Melaksanakan Pemantauan
Menelan obT HIV
 Monitoring dan Evalusi
Program

a. SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah kelompok yang beresiko tinggi
maupun masyarakat yang ingin memeriksakan status HIV nya
VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan dilaksanakan pada bulan 11 juli 2019 sesuai dengan RPK (Rencana
Pelaksanaan Kegiatan) Program HIV-IMS Puskesmas Cipatat.

VII. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


A. MONITORING PELAKSANAAN KEGIATAN
Monitoring pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh penanggungjawab UKM dan
penanggung jawabprogram sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
(RPK) atau pedoman lainnya.

B. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN


Dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan terhadap jadwal yang direncanakan
setiap bulan kepada penanggungjawab UKM.

C. PELAPORAN
Setiap kegiatan yang tercantum dalam RPK dievaluasi oleh Kepala Puskesmas
dan penanggung jawab UKM, apakah kegiatan terlaksana sesuai jadwal RPK
atau terjadi pergeseran jadwal. Laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
kegiatan dibuat setiap bulan oleh pemegang program HIV-IMS dan
penanggungjawab UKM.

VIII. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Hasil kegiatan penanganan HIV dan IMS di puskesmas dicatat dalam registrasi
dilaporkan dalam bentuk laporan bulanan dan aplikasi SIHA dan dievaluasi
dalam bentuk laporan tahunan mengetahui kepala puskesmas diteruskan ke Dinas
Kesehatan Kota mataram
Pelaporan program HIV-IMS dilakukan setiap bulan paling lambat tanggal 5 setiap
bulannya ke Dinas Kesehatan Kab. Bandung Barat.Evaluasi program dilakukan
bersama pemegang program HIV, penanggung jawab UKM dan Kepala Puskesmas
dilakukan setiap tiga bulan dengan melihat indicator capaian setiap program.
Bandung Barat, 11 juli 2019
Mengetahui, Penanggung Jawab
KepalaPuskesmasCipatat Program HIV

H. HeriNopiana, S., SKM, MM dr. Fiqih Firdaus Budiman


NIP. 196911121991031006