Anda di halaman 1dari 9

KEWARGANEGARAAN

“ Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Pada Periode 1945-1949”

Disusun Oleh :

KELOMPOK I KELAS XI IPS

 Amelia Kartika
 Afriza Ade Ningsih
 Eget Akbar Parwansyah
 Wahyunil bahri
 Dwi Nursahbani

MAN 3 SUMBAWA

TAHUN PELAJARAN 2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmatNya saya dapat menyelesaikan makalah “Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada
periode 1945-1949”.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai pelaksanaan demokrasi yang terjadi di Indonesia
dalam kurun waktu tertentu. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini
terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk itu, saya
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Empang , Oktober 2019

Kelompok I Kelas XI IPS

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i

DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 1

C. Tujuan ...................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................... 2

A. Sejarah Demokrasi di Indonesia .................................................................... 2

B. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada Periode 1945-1949 ..................... 2

BAB III PENUTUP ................................................................................................... 5

A. Simpulan ........................................................................................................ 5

B. Saran .......................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 6

3
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi, perlu kita ketahui apa yang harus dilakukan sebagai warga negara
agar mampu berperan aktif dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kemajemukan
masyarakat merupakan sebuah anugerah dimana bangsa Indonesia harus memiliki sikap
toleransi tinggi untuk hidup berdampingan dan dan tidak saling menghancurkan. Oleh
karena itu, demokrasi sebagai alat pemersatu bangsa harus diketahui dan dimengerti oleh
setiap warga negara guna terciptanya masyarakat yang kritis dan mampu berperan aktif
sesuai dengan tujuan serta fungsi masyarakat pada umunya.Selalu terngiang dalam benak
kita bahwa terjadi penyimpangan-penyimpangan jabatan oleh politisi negara yang
digunakan untuk memperkuat kepentingan mereka masing-masing. Hampir setiap hari
kasus dn skandal pejabat negara terungkap dan hanya berakhir mengambang dan tak
terselesaikan. Ironisnya, dalam berbagai media masih banyak ditemui masyarakat yang
merasa belum puas dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan mereka tak
mengerti bagaimana cara menyampaikan aspirasinya.Kehidupan masyarakat tersebut
menyiratkan bahwa pelaksanaan demorasi yang ada di negara ini belum berjalan dengan
optimal.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dilihat begitu kompleksnya pelaksanaan demokrasi yang ada di
Indonesia.Oleh karena itu penulis membatasi masalah dalam penulisan makalah dengan
“Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dalam Kurun Waktu Tertentu.

C. Tujuan
Tujuan penulisan adalah untuk pengetahui pelaksanaan demokrasi di Indonesia dan juga
agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang pelaksanaan demokrasi di
Indonesia.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Demokrasi di Indonesia


Sejak Indonesia merdeka dan berdaulat sebagai sebuah negara pada tanggal 17
Agustus 1945, para Pendiri Negara Indonesia (the Founding Fathers) melalui UUD 1945
(yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945) telah menetapkan bahwa Negara Kesatuan
Republik Indonesia menganut paham atau ajaran demokrasi, dimana kedaulatan (kekuasaan
tertinggi) berada ditangan Rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dengan demikian berarti juga NKRI tergolong sebagai
negara yang menganut paham Demokrasi Perwakilan (Representative Democracy).
Penetapan paham demokrasi sebagai tataan pengaturan hubungan antara rakyat disatu
pihak dengan negara dilain pihak oleh Para Pendiri Negara Indonesia yang duduk di BPUPKI
tersebut, kiranya tidak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa sebagian terbesarnya pernah
mengecap pendidikan Barat, baik mengikutinya secara langsung di negara-negara Eropa
Barat (khususnya Belanda), maupun mengikutinya melalui pendidikan lanjutan atas dan
pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia
sejak beberapa dasawarsa sebelumnya, sehingga telah cukup akrab dengan ajaran demokrasi
yang berkembang di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Tambahan lagi suasana
pada saat itu (Agustus 1945) negara-negara penganut ajaran demokrasi telah keluar sebagai
pemenang Perang Dunia-II.
Didalam praktek kehidupan kenegaraan sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini,
ternyata paham demokrasi perwakilan yang dijalankan di Indonesia terdiri dari beberapa
model demokrasi perwakilan yang saling berbeda satu dengan lainnya.

B. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada Periode 1945-1949

“Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada periode 1945-1949”


Lama Periode : 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949
Bentuk Negara : Kesatuan
Bentuk Pemerintahan : Republic
Sistem Pemerintahan : Presidensial
Konstitusi : UUD 1945
Presiden & Wapres : Ir. Soekarno & Mohammad Hatta
(18 Agustus 1945 - 19 Desember 1948)
Syafruddin Prawiranegara (ketua PDRI)
(19 Desember 1948 - 13 Juli 1949)
Ir. Soekarno & Mohammad Hatta
(13 Juli 1949 27 - Desember 1949)

5
Demokrasi dalam Pemerintahan Masa Revolusi Kemerdekaan (periode 1945-1949)
Periode pertama pemerintahan negara Indonesia adalah periode kemerdekaan. Para
penyelenggara negara pada awal periode kemerdekaan mempunyai komitmen yang sangat
besar dalam mewujudkan demokrasi politik di Indonesia.
Pertama, polittical franchise yang menyeluruh. Para pembentuk negara, sudah sejak
semula, mempunyai komitmen yang sangat besar terhadap demokrasi.

Kedua, Presiden yang secara konstitusional memiliki peluang untuk menjadi seorang
diktator, dibatasi kekuasaannya ketika Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk
untuk menggantikan parlemen.

Ketiga, dengan maklumat wakil presiden, dimungkinkan terbentuknya sejumlah partai


politik, yang kemudian menjadi peletak dasar bagi sistem kepartaian di Indonesia untuk
masa-masa selanjutnya dalam sejarah kehidupan politik di tanah air.

Pada periode ini mengindikasikan keinginan kuat dari para pemimpin negara untuk
membentuk pemerintahan demokratis. Namun karena Indonesia harus berjuang untuk
mempertahankan kemerdekaan maka belum bisa sepenuhnya mewujudkan pemerintahan
demokratis sesuai dengan UUD 1945. Bahkan terjadi penyimpangan (demi kepentingan
NKRI) terhadap UUD 1945 yaitu :

1. Maklumat Pemerintah no X tanggal 16 Oktober 1945 tentang perubahan fungsi KNIP


(pembantu Pres) menjadi Fungsi parlementer (legislatif)
2. Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945 mengenai pembentukan Partai politik
(Sebelumnya hanya ada 1 partai yaitu PNI)
3. Maklumat pemerintah tanggal 14 November 1945 mengenai perubahan kabinet presidensial
menjadi parlementer
Berdasarkan UUD 1945, Bentuk negara kesatuan, bentuk pemerintahan Republik, sistem
pemerintahan Presidensial

1. Bentuk Negara Kesatuan


Negara kesatuan adalah negara berdaulat yang diselenggarakan sebagai satu kesatuan
tunggal, di mana pemerintah pusat adalah yang tertinggi dan satuan-satuan subnasionalnya
hanya menjalankan kekuasaan-kekuasaan yang dipilih oleh pemerintah pusat untuk
didelegasikan. Bentuk pemerintahan kesatuan diterapkan oleh banyak negara di dunia.

6
2. Bentuk Pemerintahan Republik
Dalam pelaksaannya bentuk pemerintahan republik dapat dibedakan menjadi republik
absolut, republik konstitusional, dan republik parlementer.
a. Republik Absolut
Dalam sistem republik absolut, pemerintahan bersifat diktator tanpa ada pembatasan
kekuasaan. Penguasa mengabaikan konstitusi dan untuk melegitimasi kekuasaannya
digunakanlah partai politik. Dalam pemerintahan ini, parlemen memang ada, namun tidka
berfungsi.
b. Republik Konstitusional
Dalam sistem republik konstitusional, presiden memegang kekuasaan kepala negara dan
kepala pemerintahan. Namun, kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi. Di samping itu,
pengawasan yang efektif dilakukan oleh parlemen.
c. Republik Parlementer
Dalam sistem republik parlementer, presiden hanya sebagai kepala negara. Namun, presiden
tidak dapat diganggu-gugat. Sedangkan kepala pemerintahan berada di tangan perdana
menteri yang bertanggungjawab kepada parlementer. Alam sistem ini, kekuasaan legislatif
lebih tinggi daripada kekuasaan eksekutif.

3. Bentuk Pemerintahan Presidensial


Ciri utama sebuah Negara dengan sistem pemerintahan Presidensial seperti Indonesia adalah
dimana Presiden memiliki dua wajah, yaitu sebagai Kepala Negara dan juga sebagai Kepala
pemerintahan. Sistem Pemerintahan Presidensial adalah sistem pemerintahan dimana Kepala
Pemerintahan dan Kepala Negara berada di tangan Presiden.

7
BAB III

PENUTUP
A. Simpulan
Dari semua pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan demokrasi yang
baik dan aman dapat membuat keadaan politik dan pemerintahan yang semakin baik dan
dewasa dimata internasional. Demokrasi Indonesia harus dijalankan dengan baik oleh semua
dukungan kalangan masyarakat tanpa pandang bulu. Mulai dari kegiatan demokrasi yang
paling sederhana sampai dengan kegiatan demokrasi yang paling kompleks didalam
pemerintahan Indonesia. Oleh sebab itu untuk dapat menjalankan demokrasi yang baik
diperlukan aturan – aturan hukum yang dapat menjadi panutan untuk semua masyarakat agar
terciptanya demokrasi yang aman, tentram, serta rukun untuk semua kalangan.

B. Saran
Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita patut bangga memiliki sistem demokrasi
yang mampu mengayomi masyarakat majemuk Indonesia. Namun, agar demokrasi berjalan
dengan optimal, kita harus mampu mengerti apa yang harus kita lakukan sebagai warga
negara yang baik dengan sadar akan hak dan kewajiban terhadap negara.
Sosialisasi terhadap masyarakat akan pentingnya pendidikan demokrasi harus
dilakuakan terhadap berbagai lapisan masyarakat. Pemikiran tua, dimana banyak rasa takut
akan beraspirasi dan merasa lemah dihadapan pemerintah perlu dihilangkan guna kemajuan
bersama. Sehingga keberhasilan akan tercipta saat melihat rakyat dan pemerintah dapat
berinteraksi secara langsung dengan hal-hal baru yang sesuai dengan norma dan persatuan
serta kesatuan.
Kesadaran dalam diri masyarakat Indonesia sendiripun seharusnya menjadi faktor
utama perubahan yang ada di negeri ini. Sistem dimana masyarakat yang memiliki kekuasaan
tertinggi seharusnya menjadikan masyarakat lebih memiliki wibawa dan lebih terhormat
dibandingkan mereka yang menjabat. Apabila masyarakat mampu memiliki kesadaran
tersebut, maka masyarakat akan membawa perubahan positif dan kesadaran inilah yang akan
menciptakan demokrasi secara optimal.

8
DAFTAR PUSTAKA

http://andifithriyah.blogspot.com/2014/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://coretan-berkelas.blogspot.com/2014/10/pelaksanaan-demokrasi-di-indonesia-pada.html
http://sahabat-mayyadah.blogspot.com/2014/04/makalah-pelaksanaan-demokrasi-di.html