Anda di halaman 1dari 43

i

LAPORAN PRAKTEK KERJA BISNIS

PT. SRI REJEKI ISMAN Tbk

( PADA DEPARTEMEN INTERNAL AUDIT )

Disusun Oleh :

1. Yunita Mega Saputri A210170158


2. Icha Mardiana Rahmatika A210170159
3. Junita Pandan Purbaningrum A210170160
4. Anggun Sulistyaningrum A210170160

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan


Jurusan Pendidikan Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Surakarta
2019
HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui dan disahkan untuk digunakan sebagai laporan pelaksanaan


Praktik Kerja Bisnis di PT. Sri Rejeki Isman Tbk oleh Pemimpin
Perusahaan, Dosen Pembimbing dan Kepala Program Studi Pendidikan Akuntansi
pada :
Hari :
Tanggal :

Surakarta, Agustus 2019


Dosen Pembimbing Magang Pimpinan Tempat Magang

Supriyno, S.Pd, M.Pd. F. Andri Lawu


NIDN Manager Departemen
Internal Audit
Mengetahui,
Kepala Program Studi
Pendidikan Akuntansi

Prof. Dr. Harsono. SU.


NIDN 06200
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT yang telah
melimpahkan rahmad, karunia dan hidayah-nya sehingga Laporan Praktek Kerja
Bisnis (PKB) PT. SRI REJEKI ISMAN TBK. SUKOHARJO” dapat kami
selesaikan dengan baik. Laporan praktek kerja bisnis ini disusun guna memenuhi
syarat kelulusan mata kuliah praktek kerja bisnis UNIERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA.
Dalam menyusun laporan ini tentu tidak lepas dari bantuan dan dukungan
dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih
kepada yang terhormat :
1. Dr. Sofyan Ani, M.Si selaku Rektor Uniersitas Muhammadiyah Surakarta.
2. Prof. Dr. Harun Joko Prayitno selaku Dekan Universitas Muhammadiyah
Surakarta
3. Prof. Dr. Harsono selaku Kaprodi Pendidikan Akuntansi Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
4. Supriyono, S.Pd, M.Pd. Selaku pembimbing Praktek Kerja Bisnis (PKB)
yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan
pengarahan dalam menyusun laporan PKB ini.
5. Bapak F Andri Lawu C N Selaku Manager Internal Audit PT. Sri Rejeki
Isman Tbk. Dan pembimbing lapangan PKB yang telah memberikan
panduan dalam melaksankan Praktek Kerja Bisnis.
6. Seluruh staff Internal Audit PT. Sri Rejeki Isman Tbk. Yang telah
memberikan dukungan pengetahuan dan bimbingan dalam menyusun
laporan.
7. Keluarga yang tidak kenal lelah memberikan semangat dan dukungan selama
pelaksanaan dan penyusunan laporan PKB ini sehingga penulisan laporan ini
dapat terlaksana dengan baik.
8. Seluruh anggota kelas D yang saling memberikan dukungan dan semangat
untuk melaksankan program magang dan menyusun laporan praktek kerja
bisnis (PKB).
9. Seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan ini yang tidak dapat
kami sebutkan satu persatu.

Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan laporan


ini. Namun, kami menyadari masih terdapat banyak kekurangan dan laporan ini
jauh dari kata sempurna. Untuk itulah kami mengharapkan adanya saran ataupun
kritikan yang membangun demi perbaikan selanjutnya dan kesempurnaan laporan
ini.
Kami berharap semoga laporan ini bermanaat dan dapat dijadikan sebagai
sumber informasi bagi semua pihak dan para pembaca. Selain itu, semoga dapat
juga dijadikan bahan referensi bagi para pembaca dalam menyusun Laporan
Kegiatan Praktek Kerja Bisnis (PKB).
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang PKB ( Praktek Kerja Bisnis) ............................................
B. Tujuan PKB ( Praktek Kerja Bisnis) .........................................................
C. Manfaat PKB ( Praktek Kerja Bisnis) ......................................................
D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ...............................................................
E. Profil Perusahaan ......................................................................................
1. Logo Instansi .......................................................................................
2. Visi dan Misi .......................................................................................
3. Strategi Jangka Panjang ......................................................................
4. Unit Produksi PT. Sri Rejeki Isman Tbk .............................................
5. Produk PT. Sri Rejeki Isman Tbk .......................................................
6. Struktur Organisasi dan Deskripsi.......................................................
BAB II TINJAUAN KHUSUS DESKRIPSI PEKERJAAN
A. Struktur Organisasi Departemen Internal Audit .........................................
B. Sistem dan Prosedur Kerja .........................................................................
C. Deskripsi Kegiatan Kerja ...........................................................................
D. Manfaat Program Magang ..........................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................................
B. Saran ..........................................................................................................
LAMPIRAN
1. Dokumentasi
2. Presensi Kehadiran
3. Jurnal Kegiatan
1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang PKB ( Praktek Kerja Bisnis )

Semakin banyaknya para pencari kerja dan terbatasnya lapangan


pekerjaan membuat perusahaan pemerintah maupun swasta ketat dalam
mencari tenaga kerja. Tenaga kerja yang memiliki ketrampilan, keuletan dan
berperilaku baik yang akan dipilih perusahaan tersebut. Dengan
berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan membuat kita untuk terus
menambah ilmu yang jauh lebih baik. Selain itu, pengembangan pribadi yang
baik juga harus dilakukan agar kita dapat bersaing di era globalisasi ini.

Kegiatan Praktek Kerja Bisnis (PKB) merupakan salah satu bagian


dari mata kuliah praktek kerja bisnis universitas muhammadiyah surakarta.
Dengan adanya kegiatan praktik kerja bisnis ini dapat membuat mahasiswa
mendapatkan pengalaman, pengetahuan, serta pola pikir baru dalam dunia
kerja. Jika dalam masa pembelajaran dikampus, mahasiswa hanya paham
mengenai teori - teorinya saja tanpa tau keadaan yang sesungguhnya terjadi.
Maka dalam dunia prakte kerja bisnis mahasisa akan mengetahui bagaimana
bekerja, bersikap, bersosialisasi, dan juga beradaptasi dengan keadaan
lingkungan kerja karena kondisi jauh berbeda dengan saat mahasiswa
menerima materi di kampus. Selain itu, mahasisa dapat menerapkan apa yang
dipelajari dalam kampus ke dalam dunia kerja, serta mengembangkan ilmu-
ilmu yang didapat.

PT. Sri Rejeki Isman Tbk sebagai perusahaan Tekstil Garmen yang
memasarkan berbagai produknya ke berbagai negara. Pada kesempatan kali
ini, kami ditempatkan pada Departemen Internal Audit.

Berdasarkan latar belakang diatas, kami memutuskan untuk menyusun


laporan praktik kerja bisnis dengan judul “ LAPORAN PRAKTEK KERJA
BISNIS dalam Departemen Internal Audit PT. Sri Rejeki Isman Tbk “.
B. Tujuan Praktek Kerja Bisnis
Tujuan dari praktek kerja bisnis adalah :
a. Mendapatkan pengalaman sebagai bekal dalam memasuki dunia kerja.
b. Sebagai penerapan ilmu yang telah diterima di akademik.
c. Menguraikan proses audit persediaan kain jadi yang dilaksankan oleh
Audit Internal PT Sri Rejeki Isman Tbk.
d. Mengidentifikasi prosedur audit persediaan melalui perhitungan fisik
yang dilakukan oleh Audit Internal PT Sri Rejeki Isman Tbk, apakah
sudah sesuai dengan prosedur standar atau belum.
e. Menjalin hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha atau
industri

C. Manfaat Praktek Kerja Bisnis ( PKB )


Kegunaan dari praktek kerja bisnis adalah :
a. Bagi Mahasiswa

Praktek kerja lapangan berguna bagi mahasiswa karena dapat


menambah pengalaman sebagai bekal memasuki dunia kerja, memperoleh
gambaran tentang kondisi dunia kerja di suatu perusahaan, dapat
mengukur kemampuan atau ketrampilan yang dimiliki serta mendapatkan
pengalaman atau ketrampilan baru, mendapatkan data – data detail yang
digunakan dalam penyusunan Laporan Praktek Kerja Bisnis.

b. Bagi Perusahaan
1) Menjalin hubungan baik antara Universitas Muhammadiyah Surakarta
dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk.
2) Mampu melihat kemampuan potensial yang dimiliki mahasiswa
Peserta Praktek Kerja Bisnis ( PKB ), sehingga akan lebih mudah
untuk perencanaan peningkatan di Sumber Daya Manusia ( SDA).
3) Membuat perrusahaan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari selama
praktek kerja bisnis.
4) Laporan Praktek Kerja Bisnis ( PKB ) dapat dimafaatkan sebagai salah
satu sumber informasi mengenai situasi umum yang ada di PT Sri
Rejeki Isman Tbk.

D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Praktek Kerja Bisnis di PT Sri Rejeki Isman Tbk dilaksankan pada :
a. Tempat Praktek Kerja Bisnis ( PKB )
Praktek Kerja Bisnis ( PKB ) dilaksankan di PT. Sri Rejeki Isman Tbk di
JL. K. H. Samanhudi 88 Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah.
b. Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Praktek Kerja Bisnis ( PKB ) di PT Sri Rejeki Isman Tbk ini
dilaksankan selama 5 (minggu), pada :
1) Tanggal : 29 Juli s/d 29 Agustus 2019
2) Hari : Senin – Sabtu
3) Waktu : Pukul 08.00 – 16.00 WIB ( Senin – Jum’at)
Pukul 08.00 – 13.00 WIB ( Sabtu )
E. Profil Perusahaan

PT. Sri Rejeki Isman Tbk (SRITEX) merupakan perusahaan Textil


Garment terpadu dengan lebih dari 18000 karyawan yang bekerja di lahan seluas
50 hektare di JL.K.H.Samanhudi 88 Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sritex
bermula dari perusahaan tradisional kecil bernama “Sri Redjeki” yang didirikan di
pasar klewer pada tahun 1966 oleh H.M.Lukminto. PT Sritex berkembang dengan
memproduksi kain yang di kelantang dan di celup.

Di pabrik pertama yang dibangun di Baturono. Solo pada tahun 1968.


Pada tahun 1978 “Sri Rejeki” secara resmi berubah menjadi PT Sri Rejeki Isman.
Perseroan secara resmi melakukan penawaran saham perdana pada tahun 2013
yang otomatis mengubah nama menjadi PT Sri Rejeki Isman TBK. Saat ini, sritex
telah menjadi produsen tekstil-garmen terintegrasi dengan lebih dari 16000
karyawan yang mengkonsentrasikan sebagian besar operasinya dilahan seluas 79
hektare di Sukoharjo, Jawa Tengah. PT Sri Rejeki Isman Tbk pada saat itu
mempunyai 4 ini produksi mulai dari pemintalan, penenunan,
pencetakan,pencelupan dan garmen.

Perseroan menjadi perusahaan tekstil garmen terpadu dengan standar


kendali mutu tinggi, Sritex telah menjadi perusahaan modern yang memiliki
tenaga-tenaga proesional dari dalam dan luar negeri, seperti Korea Selatan,
Fillipina, India, Jerman, maupun Tiongkok. Sritex juga telah memiliki banyak
pelanggan peritel besar dan modern seperti H&M, Walmart, K-Mart dan Jones
Apparel Group. Hingga tahun 2017, perusahaan memiliki 6 anak perusahaan,
yaitu Golden Legacy Pte Ltd and subsidiary, PT. Bitratex Industries, PT. Rayon
Utama Makmur, PT. Sinar Pantja Djaja, dan Golden Mountain Textile and
Trading Pte. Ltd. Dan PT Primayudha Mandiri Jaya yang mendukung bisnis
perusahaan induk.
JEJAK LANGKAH

Berikut adalah pencapaian yang telah didapatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk
dari awal berdiri hingga saat ini:

Tahun Pencapaian
1966  Didirikan oleh H.M. Lukminto sebagai perusahaan dagang
tradisional di Pasar Klewer, Solo
1968  Mendirikan Pabrik Finishing pertamanya yang
memproduksi kain mentah dan bahan putihan di Solo
1978  Tercatat di Departemen Perindustrian dan berubah menjadi
Perseroan Terbatas
1982  Mendirikan Pabrik Penenunan pertamanya
1992  Berekspansi dan memiliki pabrik-pabrik dengan 4 lini
produksi (spinning, weaving, finishing, dan garment) dalam
1 atap
1994  Menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan
Tentara Jerman
1997  Iwan S Lukminto mulai terlibat dalam kepemimpinan
2001  Sritex bertahan dari krisis finansial Asia tahun 1998 dan
melipat gandakan pertumbuhannya menjadi 8 kali
dibandingkan dengan etika pertama kali diintergrasikan
tahun1992
2010  Meskipun menghadapi keadaan ekonomi dunia yang
menantang sritex mampu melewatinya
2012  Sritex mampu menggandakan pertumbuhan dan kinerjanya
dibandingkan tahun 2008
2013  PT Sri Rejeki Isman Tbk resmi mencatatkan saham
perdananya (dengan kode SRIL) di Bursa Efek Indonesia
2014  Iwan S Lukminto meraih Businessman of the year dari
majalah For best dan EY Entreprenuer of the year 2014
2015  Perluasan sritex oleh menteri koordinasi bidang
pembangunan manusia dan kebudayaan Ibu Puan Maharani
dan Menteri Perindustrian Bpk Saleh Husin
 Pemberian Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia
dengan kategori “Pemrakarsa dan Penyelenggara Pencipta
Investor Saham terbanyak dalam satu Perusahaan” kepada
Sritex
 Penerima Anugrah Nasional Kekayaan Intelektual 2015
dalam kategori IP Enterprise Trophy oleh Sritex dari WIPO
(World Intellectual Property Organization)
 Penghargaan sebagai “Top Perfoming Listed
Companies Sektor Tekstil dan Garment” 2015 dari majalah
investor.
2016  Mendapatkan penghargaan Best Performance Listed
Companies 2016 dari majalah investor.
 Mendapatkan penghargaan Best Entreprise Achievers 2016
untuk kategori Local Giants dari Obsession dari Media
Grup.
 Mendapat penghargaan sebagai emiten terbaik sektor aneka
industri pada Bisnis Indonesia Awards 2016.
 Sukses menerbitkan obligasi global senilai USD350 juta
yang jatuh tempo pada 2021.
2017  Penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek
terlebih dahulu (“PMTHMETD”) dalam jumlah sebanyak
banyaknya 10% (sepuluh persen) dari modal di setor
perseroan.
 Sukses menerbitkan obligasi global senilai USD150 juta
yang jatuh tempo pada tahun 2024.
1. Logo Instansi

a. Arti dan Logo Instansi


Arti dari logo tersebut hanyalah sebuah singkatan dari Sri Rejeki
Isman Texstile. Tidak ada arti maupun makna khusus dalam logo
tersebut.
b. Trilogi Instansi
a. Perusahaan adalah ladang sawah kita bersama
b. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik
dari hari ini.
c. Kita terikat sebagai keluarga besar Sritex yang mengutamakan
persatuan dan kesatuan.
c. Tri Dharma Instansi
a. Melu Handarbeni ( Ikut Merasa Memiiki)
b. Melu Hangrungkebi ( Ikut Bertanggung Jawab)
c. Mulat Sariro Hangrosoawani ( Selalu Mawas Diri )
d. Kebijakan Mutu Instansi
Sritex adalah perusahaan texstile – garmen terpadu yang menghasilkan
prduk :
a. Sesuai dengan persyaratan pelanggan
b. Mengutamakan kepuasaan pelanggan
c. Menyerahkan produk tepat waktu
d. Selalu melakukan perbaikan secara berkesinambungan
2. Visi Misi Perusahaan
PT Sri Rejeki Isman Tbk memiliki visi dan misi sebagai berikut :
a. VISI :
Menjadi produsen tekstile dan garmen terbesar, bereputasi paling baik
dan paling terpercaya.
b. MISI :
a. Menghasilkan prduk –produk paling inovatif sesuai dengan
keperluan dan kebutuhan pelanggan.
b. Menjadi perusahaan yang berorientasi pada keuntungan dan
pertumbuhan untuk kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
c. Menyediakan dan memelihara lingkungan pekerjaan yang
kondusif bagi seluruh karyawan.
d. Memberikan kontribusi dan peningkatan nilai bagi masyarakat.

3. Strategi Jangka Panjang


a. Meningkatan kapasitas produksi dan mempperbaiki sistem
perencanaan serta proses produksi.
b. Memastikan tersedianya serat rayon berkualitas tinggi sebagai bahan
baku penting dalam proses produksi.
c. Mengembangkan dan memperluas basis pelanggan.
d. Mengembangkan dan inovasi produk – produk bernilai tambah tinggi.
e. Memperkuat pengelolaan perusahaan melalui peningkatan efisiensi
dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

4. Unit Produksi PT. Sri Rejeki Isman Tbk


Dalam kegiatan usaha PT. Sri Rejeki Isman Tbk memiliki empat unit
produksi yang berfungi dalam pembuatan produknya, diantaranya :
a. Spinning ( Pemintalan )
Divisi yang memperoses bahan baku kapas dan polyester (serat)
menjadi benang. Benang tersebut merupakan satu kesatuan dari bahan
iber, filament atau bahan yang bisa digunakan untuk pembuatan kain
atau penenunan. Ketebalan benang dapat disesuaikan dengan
keinginan. Sritex terus meningkatkan produksinya melalui peningkatan
dengan mesin & teknologi canggih terbaru. Divisi pemintaan didukung
oleh 2.500 mesin dengan lebih dari 530.000 mesin ring – spindle &
modifikasi yang diimpor dari Eropa dan Asia.
b. Weaving ( Penenunan)

Divisi yang memperoses benang dari spinning menjadi kain


mentah atau greige, dangan cara dianyam / dipintal untuk menjadi
lembaran kain putih. PT. Sri Rejeki Isman Tbk memperkerjakan
teknologi luar biasa untuk menghasilkan berbagai jenis kain dengan
konstruksi ringan, sedang, dan berat. Terdiri dari 3 pabrik tenun
dengan 4000 karyawan. Divisi tenun didukung oleh 2.600 mesin tenun,
termasuk alat tenun berkecepatan tinggi
c. Finishing / Dyeing ( Pencetakan / Pencelupan)

Divisi yang memperoses kain mentah yang berasal dari weaving


diproses menjadi kain jadi yang dihasilkan desainnya. Disesuaikan
dengan buyer. Dengan lebih 45 tahun pengalaman dalam dyeing dan
printing, Sritex telah menjadi teladan bagi perusahaan tekstile kelas
dunia. Pencelupan dan pencetakan mengubah greige menjadi kain jadi.
Terdiri dari 1000 karyawan dan didukung oleh 3 lini produksi Dyeing
Continuous, 9 rotary printing machines, 12 mesin jet dyeing, 9 stenter
machines
d. Garment

Divisi terakhir yang menangani kain jadi menjadi pakaian siap


pakai. Pada divisi ini produk yang dihasilkan seperti seragam atau
model-model pakaian ritel lainnya. Desain busana disesuaikan pesanan
buyer atau pelanggan atau bisa menggunakan desain dari PT. Sritex
sendiri. Sritex telah berhasil menyelesaikan “mal super” satu atap,
perusahaan tekstile kelas dunia dengan mendirikan unit garment.
Divisi Garment mengubah kain menjadi pakaian siap pakai. Terdiri
dari 7.000 karyawan di 8 unit garment yang didukung oleh 6.30 mesin.
5. Produk PT. Sri Rejeki Isman Tbk
a. Yarn and Textile ( Benang dan Tekstile )
1) Benang ( Yarn)
PT. Sritex merupakan pemasok utama produk benang dari
produk bennag oleh para pelanggannya yang berasal dari Amerika
Serikat, Cina, Spanyol, Argentina, dan Korea Selatan.
2) Tekstil ( Textile)
Greige atau kain berkualitas tinggi dan cocok disebut
sebagai “ Kain Terbaik”. Selain itu kain ini patut diperhatikan
dalam strukturnya yang halus, pembuatannya yang baik,dan
kemewahan desainnya yang menjadi sebuah kesatuan untuk
mendukung sritex dalam persaingan global.
b. Uniforms ( Seragam )
1) Military Uniforms ( Seragam Militer )
PT. Sri Rejeki Isman Tbk merupakan perusahaan
terkemuka yang memasok seragam militer lebih dari 30 negara.
Sritex ditunjuk untuk menjadi mitra resmi di luar Eropa untuk
memproduksi seragam militer untuk NATO.
2) Corporate Uniforms ( Seragam Instansi / Perusahaan )
PT Sri Rejeki Isman Tbk memproduksi beberapa
perusahaan di Indonesia ( swasta dan pemerintahan ) diluar negeri,
contoohnya PT Freepot Indonesia, Blue Bird Group, Maspion
Group, Sodexo, Korps Pegawai Indonesia ( Korpri), dan masih
banyak lagi.
3) Continous Improvement ( Perkembangan Lanjutan )
Selain seragam militer, PT Sri Rejeki Isman Tbk mampu
memasok beberapa macam jenis tekstil yang berfungsi sebagai
pendukung kegiatan kemiliteran lain, yang diantaranya ransel,
jaket, tenda , dan topi.
c. Fashion ( Mode )
PT Sri Rejeki Isman Tbk memproduksi pakaian untuk mode.
Pakaian yang dihasilkan sesuai dengan tren yang sedang berkembang
sehingga membuat prodk sritex menjadi pilihan pembelinya. Pakaian
yang diproduksi terbuuat dari berbagai kualitas dan berbagai gaya
tenun serta ukuran.
6. Struktur Organisasi PT. Sri Rejeki Isman Tbk

Komisaris Utama

Komisaris

Komisaris Independen
Komite Audit

Direktur Utama Komite GCG

Komite Investasi
Wakil Direktur Utama
Sekertaris Perusahaan Komite Human Capital

Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur


Independen Operasi Keuangan Pemasaran Produksi

General General General General General


Manager Manager Manager Manager Manager
Corporate Legal Keuangan Garmen Penenunan
Affair

General General General General


General Manager Manager Manager Manager
Manager Informasi Akuntansi Pemerintah Finishing
CSR Teknologi & Institusi
lainnya
General General
General Manager Manager
Manager Treasury Konveksi
General
Procurement Manager
Benang & General
General Kain Manager
Manager PPIC
Sumber Daya
Manusia General Manager
Riset &
Pengembangan

General
Manager
Pemintalan
7. Deskripsi Jabatan
a. Dewan Komisaris
1) Melakukan pengawasan atas jalannya usaha PT.Sri Rejeki Isman Tbk,
dan memberikan nasihat kepada direktur.
2) Dalam melakukan tugas dewan komisaris, didasarkan kepada kepentinan
dan sesuai dengan maksud serta tujuan perusahaan.
3) Kewenangan khusus dewan komisaris yaitu mendapatkan amanat dalam
anggaran dasar untuk melaksanakan tugas – tugas tertentu direktur,
apabila direktur berhalangan atau dalam keadaan tertentu.
b. Direktur Utama
1) Memutuskan dan menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi
perusahaan.
2) Bertanggung jawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan.
3) Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya dengan
dunia luar perusahaan.
4) Menentapkan strategi – strategi untuk mencapai visi dan misi
perusahaan.
5) Melakukan koordnasi dengan seluruh direktur dalam menyusun tugas
tiap departemen yang ada.
c. Wakil Direktur Utama
1) Membantu direktur utama dalam hal menciptakan penataan dan
pengawasan terhadap seluruh aktifitas manajemen PT. Sri Rejeki Isman
Tbk.
2) Membantu direktur utama untuk menentapkan acuan sistem dan
mekanisme seluruh departemen / divisi yang ditata berdaskan sistem
manajemen umum yang terus berkembang sebagai suatu kontribusi
terhadap kelancaran selruh departemen / divisi yang terkait.
3) Membantu direktur utama untuk menetapkan sasaran manajemen secara
konseptual, mengarah pada pemenuhan target perusahaan dalam menata
sistem manajemen operasi, pemasran, keuangan, personalia, dan
administrasi yang didasarkan pada pencerminan dari keputusan strategi
yang diambil oleh perusahaan.
4) Berkenaan dengan sistem pengawasan terhadap kinerja departemen /
divisi.
d. Komisi Audit
1) Membantu dewan komisaris dalam hal menciptakan penataan dan
pengawasan terhadap seluruh aktivitas manajemen.
2) Berkaitan dengan hal – hal mengenai pengembangan sistem, kualitas,
dan kuantitas perusahaan dan staf.
3) Berkaitan dengan keuangan organisasi perusahaan dalam bidang
pembukuan, audit, sistem penganggaran dan pembiyaan serta rencana
penjadwalan anggaran untuk masa sekarang dan yang akan datang.
4) Menyiapkan informasi dan data untuk pelaporan sesuai dengan
kebijakan dan prosedur – prosedur yang telah ditentukan berkaitan
dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perusahaan
mencakup konsep, ungsi penggerak, peraturan, prosedural dan sistem.
5) Berhubungan dengan penerapan hukum perusahaan.
6) Berkenaan dengan sistem pengawasan terhadap kinerja departemen /
divis.
e. Komisi Good Corporate Governance
1) Beratanggung jawab atas fungsi pengelolaan perushaan oleh komisaris
yang mencakup lima hal dalam kerangka penerapan GCG yaitu
kepenggurusan, manajemen resiko, dan tanggung jawab sosial.
2) Memiliki kewajiban terhadap perusahaan terhadap pemangku
kepentingan lain, selain pemegang saham seperti karyawan, mitra bisnis,
dan masyarakat serta pegguna produk dan jasa.
f. Komite Investigasi
1) Tugas dan tanggung jawab utama komite Investigasi adalah mereview
dan memberikan masukan atas rekomendasi strategi investasi keuangan
yang disusun dan diajukan oleh Divisi Keuangan dan Akuntansi serta
mengambil keputusan investasi, untuk mencapai hasil investigasi yang
optimal dengan pengelolaan yang prudent.
g. Komite Human Capital
1) Melakukan tinjauan kebijakan manajmen SDM bagi seluruh karyawan
PT. Sritex diluar Direksi dan Komisaris.
2) Sebagai narasumber dalam kebijakan penentuan kriteria dan proses
seleksi karyawan khususnya dalam aspek teknis.
3) Sebagai narasumber dalam kebijakan penentuan kebutuhan pelatihan
karyawan yang khususnya dalam bidang aspek kompetensi teknis yang
berkaitan dengan lingkungan dan asilitas kerja guna menciptakan
lingkungan kerja yang kondusif dan sesuai dengan kaidah kesehatan dan
keselamatan kerja.
h. Sekertaris Perusahaan
1) Memilter informasi dan sebgai sumber informasi bagi pimpinan dan
menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya.
2) Mengatur aktivitas perusahaan, mulai dari administrasi hingga Human
Relations (HR).
3) Menjadi perantara pihak-pihak yang ingin berhubungan dengan
pimpinan.
4) Menjadi mediator pimpinan dengan bawahan.
5) Memberikan ide-ide sebagai alternatif pemikiran pimpinan.
6) Pemegang rahasia penting pimpinan yang berkaitan dengan perusahaan.
i. Direktur Corporate Affair
1) Membuat kebijakan-kebijakan mengenai aktivitas pengendalian
regulatorymanagement quality, program/project management.
2) Mengawasi dan bertanggung jawab atas divisi Corporate Affair dan
CSR.
3) Memastikan terselenggara nya secara efektif seluruh aktivitas
administrasi, reporting dan kesekertariatan pada seluruh unit Corporate
Office dan CSR.
j. Direktur Operasional
1) Membuat, merumuskan, menyusun, menetapkan konsep dan rencana
umum perusahaan, mengarahkan dan memberikan kebijakan/keputusan
atas segala rancang bangun dan implementasi manajemen oprasi,
produksi dan proyek kearah pertumbuhan dan perkembangan
perusahaan.
2) Menyusun, mengatur, menganalisis, mengimplementasi dan
mengevalusi manajemen oprasi, produksi dan proyek secara
bertanggung jawab bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan.
3) Bertanggung jawab dan melakukan pengawasan serta pengendalian atas
seluruh divisi legal, teknologi informasi, procurement dan SDM.
k. Direktur Keuangan
1) Merencanakan dan mengontrol fungsi keuangan, akuntansi dan
perbendaharaan di perusahaan dalam memberikan informasi keuangan
secara komprehensif dalam rangka membantu perusahaan dalam
mengambil keputusan yang mendukung pencapaian keuangan
perusahaan.
2) Bertanggung jawab dan mengawasi kinerja dari divisi keuangan,
akuntansi, dan treasury.
3) Mengotrol perencanaan, pelaporan, dan pembayaran secara akurat dan
tepat waktu.
l. Direktur Pemasaran
1) Merumuskan dan menetapkan konsep dan rencana umum perusahaan,
mengarahkan dan memberikan kebijakan/keputtusan atas segala
implementasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi ke arah
pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.
2) Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kinerja dari divisi garment,
divisi pemerintah dan institusi lainnya, serta divisi benang dan kain.
3) Melakukan pengawasan dan pengendalian atas seluruh kinerja
manajemen pemasaran, penjualan dan promosi bagi kepentingan
perusahaan.
m. Direktur Produksi
1) Merencanakan dan merumuskan kebijakan strategis yang menyangkut
prooduksi.
2) Mengawasi dan bertanggung jawab atas seluruh divisi bagian produksi
seperti divisi pertenunan, divisi finishing, divisi konveksi, divisi PPIC,
divisi riset dan pengembangan serta divisi pemintalan.
3) Mengantipasi permasalahan strategi dalam produksi.
n. General Manager Corporate Affair
Mengawasi dan bertanggung jawab atas semua kegiatan yang terjadi
pada divisi Corporate Affair.
o. General Manager Corporate Social Responsible
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan bagian Corporate
Social Responsible.
p. General Manager Legal
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan bagian teknologi
informasi.
q. General Manager Teknologi Informasi
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan bagian teknologi
informasi.
r. General Manager Procurement
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan pengadaan pada
perusahaan.
s. General Manager Sumber Daya Manusia
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan sumber daya manusia.
t. General Manager Keuangan
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan keuangan.
u. General Manager Akuntansi
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan pembukuan keuangan atau akuntansi pada perusahaan.
v. General Manager Treasury
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan kegiatan pengadaan.
w. General Manager Garment
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan garment.
x. General Manager Pemerintahan dan Institusi lainnya
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan pemerintahan ataupun institusi lainnya.
y. General Manager Benang dan Kain
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan benang dan kain.
z. General Manager Pertenunan
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan pertenunan.
aa. General Manager Finishing
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan finishing atau penyelesian.
bb. General Manager Konveksi
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan yang berkaitan
dengan koneksi atau penjaitan.
cc. General Manager Planning Production Inventor Control
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatanyang berkaitan
dengan perencanaan kontrol dan alat bagian produksi.
dd. General Manager Riset dan Pembangunan
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh kegiatan riset dan
pengembangan pada perusahaan.
ee. General Manager Pemintalan
Bertanggung jawab dan mengawasi seluruh aktivitas yang berkenaan dengan
pemintalan atau spinning.
BAB II
TINJAUAN KHUSUS DESKRIPSI PEKERJAAN

A. Struktur Organisasi Departemen Internal Audit


GENERAL
MANAGER

MANAGER

KORD. SPINNING & KORD. WEAVING & KORD. FINISHING & KORD. GARMENT & KORD. UMUM &
AKUNTING SIDAK RISK MANAGEMENT ADMINISTRASI INVESTIGASI

AUDITOR AUDITOR AUDITOR AUDITOR AUDITOR

B. Deskripsi Tugas Divisi Internal Audit


Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab utama untuk
menelaah hal-hal yang berkaitan dengan kecukupan sistem pengendalian
internal, termasuk manajemen resiko perusahaan, keandalan pelaporan
keuangan dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.
Komite Audit bertugas sebgai penasihat independen bagi Dewan
Komisaris. Tanggung jawab komite audit dalam menelaah cakupan
pengendalian internal meliputi hal – hal sebagai berikut:
1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal sesuai
dengan kebijakan Perseroan
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di
bidang ruangan, akutansi, operasional, teknologi informasi dan
kegiatan lainnya.
4. Memberikan sarah perbaikan dan informasi yang objektif tentang
kegiatan yang di periksa pada semua tingkat manajemen.
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut
kepada DirekturUtama dan Dewan Komisaris.
6. Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan tidak lanjut
perbaikan yang telah di sarankan
7. Bekerja sama dengan Komite Audit
8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Audit Internal
yang dilakukannya.
9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

a. Tugas & Tanggung Jawab Asisten Manager Audit Internal


1) Melakukan alokasi sumber daya guna tercapainya sasaran penugasan
audit.
2) Melakukan komunikasi dan pelaporan terkait kegiatan audit maupun
hasil hasilnya kepada Manager Internal Audit
3) Melakukan risk assessment dalam menusun rencana audit tahunan
sesuai lingkupnya masing masing
4) Bertanggung jawab atas pelaksanaan rencana kerja audit sesaui
lingkupnya]
5) Bertanggung jawab atas terlaksananya program pemantauan tidak
lanjut hasil audit.
6) Bertanggung jawab atas persiapan, audit, lapangan, kertas kerja dan
laporan hasil pemeriksaan. Melakukan sepervisi persiapan dan audit
lapangan keoada auditor.
7) Memimpin meeting koordinasi audit dengan Departemen terkait.

b. Tugas & Tanggung Jawab Auditor


1) Mengumpulan data dan informasi berkaitan Departemenyang akan
diaudit
2) Melakukan analisa berkaitan Departemen yang akan diaudit untuk
menentukan fokus audit
3) Menyiapkan audit program terkait objek yang akan diperiksa
4) Melakuka wawancara dan konfirmasi kepada pihak pihak terkait
dengan objek pemeriksaan
5) Melakukan evaluasi dan analisa terhadap bukti bukti audit
6) Menyiapkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) berserta bukti bukti
pendukunya
7) Meyapkan dan mendokumentasikan kertas kerja hasil pemeriksaan

c. Kode Etik Audit


1) Jujur, pbyektif, dan bersungguh sungguh dalam melaksanakan
kewajibandan memenuhi tanggung jawanb nya
2) Loyal terhadap Perusahaan, namun tidak boleh secara sadar terlibat
dalam kegiatan kegiatan yang menyimpang atau melanggar hukum
3) Tidak boleh terlibat dalam tindakan atau kegatan yang dapat
mendiskripsikan profesi internal auditor dan Perusahaan.
4) Menahan diri dari kegiatan yang dapat menibulkan konflik pentingan
denga perusahaan, atau kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka
yang meragukan kemampuannya untuk dapat melaksanakan
kewajiban dan tanggung jawab secara obyektif
5) Tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun dari auditee, karyawan,
ataupun mitra bisnis perusahaan yang patut di duga dapat
mempengaruhi pertimbangan profesionalnya
6) Melaksanakan seluruh penugasan dengan menggunakan kompetensi
profesional yang dimilikinya
7) Mematuhi sepenuhnya standar profesi internal auditor, kebijakan dan
peraturan perusahaan
8) Tidak memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk mendapatkan
keuntungan pribadi, melanggar hukum, atau menimbulakan kerugian
terhadap perusahaan
9) Mengungkapkan semua fakta fakta yang jika tidak diungkap dapat (i)
mendistrosi laporan atas kegiatan yang direview/audit, atau (ii)
menutuoi adanya praktik praktik yang melanggar hukum
10) Senantiasa mengingatkan keahlian serta efektivitas dan kualitas
pelaksanaan tugasnya, dan wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan
profesional yang berkelanjutan.

d. Wewenang Unit Audit Internal


1) Mendapatkan akses yang tidak dibatasi (unrestricted access) dari
seluruh unit kerja dan pekerja yang relavan di lingkungan Perusahaan.
2) Melihat dan memeriksa semua dokumen dan catatan, meminta
keterangan dan informasi yang diperlukan dari setiap unit kerja dan
informasi yang diperlukan dari setiap unit kerja dan pekerja dala waktu
yang di tentukan
3) Mengalokasi seumber daya Audit, menetukan fokus, ruang lingkup dan
jadwal audit, serta menerapkan teknik yang dipandang perlu untuk
mencapai tujuan audit.
4) Mendapakan bantuan/asistensi yang di butuhkan dari personil
perusahaan sepanjang pelaksanaan audit, demikian pula dari jasa
tenaga ahli/spesialis lainnya baik dari dalam maupun dari luar
perusahaan.
5) Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi dan jajaran
manajemen dari berbagai tingkatan dalam perusahaan.
6) Melakukan kerjasama dengan pihak pihak terkait dalam rangka
memaksimalkan efektifitas dan efisiensi hasil pekerjaan

1. Pembagian Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Dalam


Pelaksanaan Aktivitas Audit Internal
a. Tugas & Tanggung Jawab General Manager Audit Internal
1) Menyusun rencana strategi dan tahunan Audit Internal.
2) Menyusun dan Mengajukan kebijakan dan prosedur sebagai pedoman
pelaksanaan kegiatan fungsi Audit Internal untuk ditetapkan oleh
Direksi.
3) Memastikan Audit Internal berjalan sesuai dengan rencana kerja yang
telah ditetapkan.
4) Melakukan komunikasi, koordinasi, atau pelaporan kepada pihak-
pihak yang berkepentingan terkait kegiatan Audit Internal.

b. Tugas & Tanggung Jawab Manager Audit Internal


1) Menyusun rencana Audit Internal strategi dan tahunan yang fleksibel
berbasis risiko, mengajukan rencana Audit Internal tahunan kepada
Direktur Utama untuk mendapat persetujuan dan pengesahan
2) Melaksanakan rencana Audit Internal tahunan yang telah disetujui
dan disahkan Direktur Utama
3) Menguji dan Mengevaluasi pelaksanaan pengendaliian intern dan
manejemen risiko dan tata kelola perusahaan sesuai kebijakan
penerapan yang ditetapkan perusahaan.
4) Melaksanakan pemeriksaan dan penilaian atas efisien dan efektivitas
pengelolaan di Unit Kerja dan/atau Fungsi Perusahaan.
5) Melakukan penugasan Audit Internal lainnya apabila diperlukan atas
izin dan atau perintah Direktur Utama.
6) Memberikan informasi yang objektif dan sasaran perbaikan yang
diperlukan atas hasil pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan yang
dituangkan dalam laporan hasil pemeriksaan.
7) Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kepada Direktur Utama.
8) Memberikan informasi dan data laporan mengenai penugasan Audit
Internal kepada Dewan Komisaris melalui Direktur Utama.
9) Memantau perkembangan tindak lanjut dan rekomendasi dari laporan
hasil pemeriksaan untuk memastikan bahwa rekomendasi tersebut
telah ditindaklanjuti dengan efektif dan tepat waktu.
10) Menyusun program dan menerapkan evaluasi mutu dan kinerja Audit
Internal secara berkesinambungan mendukung kelancaran
pelaksanaan rencana kerja unit kerja internal audit.
2. Aktivitas Magang
Selama pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Bisnis di Divisi
Internal Audit, mahasiswa diberikan tanggung jawab untuk menyelesikan
beberapa pekerjaan. Adapun rincian tugas yang diselesikan adala sebagai
berikut :
a. Kegiatan awal
1) Breefing
Kegiatan rutin yang dilakukan setiap pagi diawali dari do’a
bersama, kemudian dilanjutkan dengan membahas dan
mengevaluasi kegiata yang telah dillakukan di hari kemarin dan
kegiatan yang akan dilakukan dipagi hari ini,kemudian ada
pemberian motivasi dari pimpinan atau para staf. Breefing tersebut
dilakukan bersama seluruh pegawai Internal Audit,dan setiap hari
bergiliran para staf Intenal Audit untuk memimpin.
2) Prsentasi Alur Produksi PT. Sri Rejeki Isman Tbk oleh mahasiswa
magang.
Kegiatan presentasi ini dilakuka oleh mahasiswa magang dimana
saat Praktek Kerja Bisnis ( PKB ) Universitas Muhammadiyah
Surakarta bersamaan dengan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (
PKL ) dari Universitas – Universitas lain. Dengan pokok bahsan
Alur Produksi PT. Sri Rejeki Isman Tbk,yang memiliki empat unit
dii produksi, antara lain :
a) Spinning / pemintalan
Yaitu divisi yang menengani proses pembuatan benag dari
bahan baku serat / kapas hingga menjadi benang.
b) Weaving / Penenunan
Yaitu divisi yang menangani proses pembutan benang dari
divisi Spinning hingga menjadi kain,tetapi kain masih mentah
atau biasa disebut kain graige.
c) Finishing / Pencetakan/ Pencelupan
Yaitu divisi yang menangani proses pembuatan kain
mentah atau graige dari divisi Weaving hingga menjadi kain jadi
yang sudah diwarrna dan di printing.
d) Garment
Yaitu divisi yang menangani proses pembuatan kain jadi
hingga menjadi pakaian jadi yang siap pakai.
3) Pengarahan Mahasiswa Magang
Disetiap mahasiswa Praktek Kerja Bisnis ( PKB) sebelum
melakukan kegiatan selanjutnya diberikan arahan dan pedoman
oleh staf yang berhubungan dengan kegiatan hari itu, dalma
pengarahan yang dilakukan disetip paginya tidaka hanya satu staf
terkadang juga bisa dua sampai tiga staf yang memberikan
pengarahan kepada amhasiswa Praktek Kerja Bisnis.
4) Pelajari Alur Produksi sebelum terjun lapangan
Mahasiswa Praktek Kerja Bisnis ( PKB ) diberi alur produksi semua
departemen dengan penjelasan – penjelasan secara lisan dari bapak
dan ibu yang berkerja di dalam staf divisi Internal Audit sesuai
dengan departemen masing- masing, mahasiswa praktek kerja bisnis
sebisa mungkin mempelajari alur produksi sebelum terjun ke
lapangan langsung dari tahap awal sampai akhir proses produksi
setiap departemen.

5) Pengamatan ke lapangan, satu persatu departemen


a) Pengamatan pada departemen spinning, mahsiswa praktek kerja
bisnis diperlihatkan proses produksi secara langsung di
departemen produksi sesuai dengan alur produksi yang ada di
flowchart dan yang telah dijelaskan oleh para asisten manager
Internal Audit.
Tahap – tahap produksi spinning yang dijelaskan, berupa :
(1) Blowing
Merupakan proses pemnukaan serat dan pembersihan
serat,fungsinya untk mempermudah proses selanjutnya.
(2) Carding
Merupakan proses merubah fiber menjadi sliver.
(3) Drawing
merupakan proses penangkapan sliver Carding untuk
menghasilkan campuran yang lebih homogen atau rata.
Drawing memiliki 2 tahapan yaitu :
(a) Drawing Breaker, yaitu proses meratakan serat-serat
rayon.
(b) Drawing Finisher, yaitu proses akhir dari drawing.
(4) Speed freme
Merupakan proes pengeluaran, pemberian kuisting puntian
agar tidak mudah putus dan drafting atau pengenderapan
pengurangan panjang dan pengurangan berat hasil dari
speed freme dinamakan roving.
(5) Ring frame
Merupakan proses merubah roving menjadi benang.
(6) Winding
Yaitu proses mengulung dari cup ke tube, hasil gulungan
dari tube dibawa ke ruang ultraviolet untuk mengecek
kualitas barang.
(7) Packing
Dalam spinning 5 proses packig delakukan dengan karung,
b) Pengamatan pada departemen Weaving, mahsiswa praktek
kerja bisnis diperlihatkan proses produksi secara langsung di
departemen produksi sesuai dengan alur produksi yang ada di
flowchart dan yang telah dijelaskan oleh para asisten manager
Internal Audit.
Tahap – tahap produksi weaving yang dijelaskan, berupa :
(1) Bahan baku, yaitu benang yang sudah jadi , diolah menjadi
kain gray.
(2) Warping, yaitu sebuah mesin untuk menarik benang yang
sudah menjadi cones.
(3) Sizing, yaitu kain yang sudah ditarik langsung ke tahapan
pengkanjian tujuanya yaitu untuk memisahkan benang
yang lecet atau berserabut.
(4) Tying, yaitu proses dimana benang yang sudah di sizing
disambung jadi satu membentuk lembaran kain.
(5) Reaching, yaitu proses dimana benang dicucuk seperti
anyaman.
(6) Loom, yaitu proses benang dianyam diteruskan ke tenunan.
(7) Inspeksi, yaitu proses penilaian benang apakah sudah
mencapai grade kain atau belum.
(8) Manding, yaitu poses untuk melihat cacat atau tidaknya
dengan menggunakan sinar UV.
(9) Folding, yaitu proses pelipatan kain yang sudah dicek cacat
atau tidak.
c) Pengamatan pada departemen finishing , mahsiswa praktek
kerja bisnis diperlihatkan proses produksi secara langsung di
departemen produksi sesuai dengan alur produksi yang ada di
flowchart dan yang telah dijelaskan oleh para asisten manager
Internal Audit.
Tahap – tahap produksi finishing yang dijelaskan, berupa :
(1) Pemartaian, yaitu proses dimana kain disambung dan
dijahit.
(2) Bakar bulu, yaitu proses menghilankan bulu-bulu yang
menyembul ke permukaan kain agar kain menjadi halus.
(3) Deizing, yaitu pros menghilangkan kanji mengunakan
enzim.
(4) Scouring Bleaching, yaitu pemutihan dalam proses ini
menggunakan dua obat yaitu NAOH dan H2O2.
(5) Mercerize, yaitu berfungsi menstabilkan dimensi serat
kain.
(6) Stenter, alat yang berfungsi untuk menstabilakan /
memantapkan kain.
(7) Dyeing continous, yaitu pencelupan
(8) Printing, yaitu pewarnaan.
(9) Steam/Fixsasi warna, alat yang berfungsi supaya warna
menempel dengan kuat.
d) Pengamatan pada departemen Garmen , mahsiswa praktek kerja
bisnis diperlihatkan proses produksi secara langsung di
departemen produksi sesuai dengan alur produksi yang ada di
flowchart dan yang telah dijelaskan oleh para asisten manager
Internal Audit.
Tahap – tahap produksi finishing yang dijelaskan, berupa :
(1) Sebelum masuk ke produksi, buyer yang memesan produk
ke PT Sritex dibuatkan sempel terlebih dahulu, agar tau
mana yang sesuai dengan permintaan buyer, apabila buyer
sudah memutuskan, maka baru masuk ke produksi.
(2) Sewing, yaitu proses menjahit .
(3) Obras, yaitu merapikan dan menguatkan kancing
C. Deskripsi Pekerjaan

Hari / Tanggal Deskripsi Pekerjaan


Senin, 29 Juli 2019 1. Pengarahan mahasiswa magang dan pengenalan
tentang PT. Sri Rejeki Isman Tbk serta pengenalan
tentang yang dikerjakan oleh Internal Audit.
Selasa, 30 Juli 2019 1. Briefing
Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mempelajari alur produksi Spinning
Kami diberi Flow Chart alur produksi spinning oleh
mas bram untuk dipelajari sebelum turun ke
lapangan.
3. Mempelajari alur produksi Weaving
Kami diberi Flow Chart alur produksi Weaving oleh
Pak Benny untuk dipelajari sebelum turun ke
lapangan.
Rabu, 31 Juli 2019 1. Briefing
Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mempelajari alur produksi Finishing
Kami diberi Flow Chart alur produksi Finishing oleh
mbak reta dan mas yogi untuk dipelajari sebelum
turun ke lapangan.
Kamis, 1 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mempelajari alur produksi Garment
Kami diberi Flow Chart alur produksi Garment oleh
mbak nafiah untuk dipelajari sebelum turun ke
lapangan.
3. Penyerahan mahasiswa PKB oleh dosen pembimbing
Kegiatan penyerahan ini dilakukan oleh Bapak
Supriyono selaku dosen pembimbing dalam
kelompok kami.
Jum’at, 2 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mengurutkan lembar penilaian lomba kebersihan
berdasarkan jadwal yang telah dibuat.
Sabtu, 3 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mengetik data pengeluaran untuk jalan sehat dalam
rangka ulang tahun Sritex yang ke- 53.
Senin, 5 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mengurutkan lembar formulir
Selasa, 6 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mengurutkan lembar formulir
Rabu, 7 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Pengamatan Lapangan ke Departemen Spinning 5
Melakukan pengamatan turun langsung ke
Departemen Spinning 5 bersama mas eko. Di
Spinning kami ditunjukan bagaimana proses produksi
pembuatan kain dari kapas sampai dengan menjadi
benang (Cones).
Kamis, 8 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Mengurutkan formulis berdasarkan urutan tanggal
dan tahun.
Jum’at, 9 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Melakukan kegiatan bersih – bersih tiap departemen
dalam rangka lomba kebersihan.
Sabtu, 10 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Menyicil membuat laporan praktek kerja bisnis
(PKB).
Senin, 12 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Pengamatan Lapangan ke Departemen Weaving 3
Melakukan pengamatan turun langsung ke
Departemen Weaving 3 bersama mas septian. Di
Weaving kami ditunjukan bagaimana proses produksi
pembuatan kain dari cones sampai dengan menjadi
kain grei.
Selasa, 13 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Menyicil membuat laporan magang PKB
Rabu, 14 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Pengamatan Lapangan ke Departemen Garmen 10
Melakukan pengamatan turun langsung ke
Departemen Garmen 10 bersama mas aulia. Di
Garmen kami ditunjukan bagaimana proses produksi
pembuatan kain dari di sewing, obras, dan sampai ke
gudang jadi
Kamis, 15 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Menyicil membuat laporan magang Praktek Kerja
Bisnis (PKB).
Jum’at, 16 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Pengamatan Lapangan ke Departemen finishing
1,2,&3
Melakukan pengamatan turun langsung ke
Departemen Finishing 1,2, & 3 bersama mbak reta
dan mas yogi. Di finishing kami ditunjukan
bagaimana proses produksi kain printing dan dyeing
continous.
Sabtu, 17 Agustus LIBUR HUT RI KE-74
2019
Senin, 19 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Pengamatan Lapangan ke Departemen finishing
1,2,&3
Melakukan pengamatan turun langsung ke
Departemen Finishing 1,2, & 3 bersama mbak reta
dan mas yogi. Kami turun ke departemen finishing
lagi untuk melanjutkan pengamatan kami yang belum
selesai pada hari jum’at kemarin. Di finishing kami
ditunjukan bagaimana proses produksi kain printing
dan dyeing continous.
Selasa, 20 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
Rabu, 21 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.

Kamis, 22 Agustus 1. Briefing


2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.

Jum’at, 23 Agustus 1. Briefing


2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.

Sabtu, 24 Agustus 1. Briefing


2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.

Senin, 26 Agustus 1. Briefing


2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Presentasi alur produksi spinning

Selasa, 27 Agustus 1. Briefing


2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Presentasi alur produksi Finishing
Rabu, 28 Agustus 1. Briefing
2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.

Kamis, 29 Agustus 1. Briefing


2019 Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah briefing
pagi membahas pekerjaan yang akan akan dilakukan
pada hari ini.
2. Dilanjukan memberi kata sambutan dan berpamitan
atas selesainya magang PKB selama satu bulan ini.

D. Manfaat Program Magang


1. Terhadap pengembangan sot – skills
Adapun manaat Praktek Kerja Lapangan terhadap pengembangan soft –
skills, antara lain :
a) Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi dengan
setiap anggota dari unit atau departemen dalam perusahaan, utamanya
dengan karyawan di divisi dimana mahasiswa ditempatkan, mulai dari
staff hingga pimpinan teritinggi departemen.
b) Mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi, melakukan
koordinasi dan kerjasama dalam sebuah tim untuk mencapai suatu
tujuan yang telah ditetapkan bersama.
c) Mengembangkan kemampan analitis atas suatu masalah yang terjadi
dan menemukan solusi yang sedanga dihadapi.
d) Melatih mahasiswa untuk mengendalikan diri dalam menghadi situasi
yang sedang dihadapi.
e) Menguatkan mental mahasiswa untuk menerima kritik, saran, dan
teguran yang membangun meskipun disampaikan dengan sedikit sinis.
2. Terhadap Pengembangan Kemampuan Kognitif
Selama pelaksanaan program magang mahasiswa memperoleh kemampuan
kogniti sebagai berikut :
a) Mengetahui tentang refolusi industri 4.0 yang sekarang ini sedang
menjadi perhatian khusus bagi perusahaan –perusahaan di indonesia.
b) Mengetahu tentang zero airreight commitment yang merupakan
kebijakan internal perusahaan. Kebijakan ini dibuat untuk menegaskan
gap time dari masing – masing departemen, mulai dari MD, Marketing,
PPIC, dan produksi untuk menghindari pengiriman barang melalui
udara.
c) Mengetahui alur proses produksi dari empat departemen produksi yang
ada di PT. Sri Rejeki Isman Tbk.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Praktek kerja lapangan merupakan bentuk pembelajaran dimana


mahasiswa dapat langsung merasakan bagaimana suasana dan kondisi
dalam sebuah perusahaan. Mahasiswa dapat menjadikan kegiatan praktek
kerja bisnis menjadi bekal untuk bisa menghadapi dunia kerja kedepannya.
Selama kurang lebih 5 (lima) minggu melaksankan praktek kerja bisnis,
banyak pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan yang diperoleh di
tempat kerja.

Audit internal sebagai devisi independen yang dibentuk untuk


membantu organisasi mencapai tujuan dan mempunyai peran penting
dalam good corporate governance. Audit internal bertanggung jawab
memonitori struktur pengendalian internal perusahaan secara terus
menerus untuk mengidentifikasi kemungkiman penyalahgunaan kebijakan
dan kekuasaan yang dapat merugikan perusahaan. Ruang lingkup taggung
jawab dan wewenang audit internal tidak hanya mengenai masalah
keuangan akan tetapi menyangkut semua proses bisnis yang berkaitan
dengan operasi dan tata kelola perusahaan.

B. Saran

Setelah praktek kerja bisnis selesai dilaksankan, mahasiswa


menemukan beberapa kompetensi atau sistem yang harus diperbaiki oleh
program studi. Adapun saran perbaikan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Sebaiknya program studi pendidikan akuntansi memperbarui materi


kuliah yang diajarkan dan disesuaikan dengan kebutuhan industri pada
saat ini jadi materi yang diberikan bukan hanya berdasarkan teori tetapi
juga memperhatikan praktek yang terjadi di perusahaan.
2. Program studi sebaiknya bekerja sama dengan perusahaan –
perusahaan industri yang berkaitan dengan materi kuliah yang
memperhatikan gambaran mengenai praktek manajemen secara real di
perusahaan
3. Selalu memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai isu-isu
terbaru yang terdapat di dunia kerja, agar mahasiswa tidak kebigungan
dalam mengadapi permasalahan di dunia kerja nyata